Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 1)

Tittle : Shady Girl Eunhyuk’s Story Part 1
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Kim Mira
  • Eunhyuk / Lee Hyukjae

Support Cast :

  • find by your self

Akhirnya Shady Girl masuk edisi abang Eunhyuk juga. itu artinya di antara lima sekawan *Donghae, Kibum, Kyuhyun, Siwon, Eunhyuk* tinggal Bang Siwon aja yang belum ada story’nya. Tenang aja. semuanya pasti kebagian koo.. terus ikutin aja ceritanya. Soalnya nyesel loh kalo gak baca satu edisi aja. Dari satu edisi ke edisi lain saling berkaitan meskipun gak bener-bener nyambung *apa seh?*

Okelah, Happy Reading ^_^

Shady Girl Eunhyuk's Story by Dha Khanzaki

—o0o—-

Waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari saat Eunhyuk tiba di rumahnya sendiri. Tubuhnya terasa remuk setelah kerja seharian tadi. Kakinya melangkah dengan sendirinya menuju sofa empuk favoritnya yang terletak di ruang tengah. Ia ingin sekali tidur. ia melirik ponselnya sekali lagi setelah merebahkan diri. Ia mengerjap. Ternyata ada 1 pesan masuk. Tanpa melihat siapa yang mengirim, ia membuka pesan tersebut.

Bukan pesan yang masuk, melainkan beberapa file foto. Karena malas melihatnya, Eunhyuk lantas melempar ponselnya entah kemana. Kemudian ia memutuskan untuk memejamkan mata, mengirimnya langsung ke alam mimpi.

Kriingg…kriiing….

Eunhyuk kembali terkesiap bangun. Kepalanya terdongak melirik jam dinding. Sudah pukul 03.00. Sekarang telepon rumahnya yang berbunyi nyaring. Sekali lagi ia mengerang jengkel. Dengan tubuh yang belum terkumpul ruh seluruhnya, Eunhyuk perlahan bangkit meraih gagang telepon yang berada di meja bundar dekat sofa.
“yeobseo!!” ujarnya setengah membentak. Siapa yang tidak kesal di teleponi dini hari begini?
“Apa benar ini adalah keluarga dari Saudara Lee Taemin?” suara berat terdengar dari ujung sana. Eunhyuk langsung tersadar sepenuhnya. Ia menegakkan tubuhnya. Mendadak hatinya menegang mendengar nama adiknya di sebutkan.
“Iya. Saya kakaknya. Ada apa dengan adikku?”
“Kami dari kepolisian. Kami minta agar Anda segera datang ke rumah Sakit Seoul. Adik Anda, Lee Taemin mengalami cidera parah karena terlibat perkelahian.”
Bagai tersambar petir, Eunhyuk mencengkram gagang teleponnya dengan kencang. Rahangnya bergemertak.
“Apa!!! Baik, aku akan segera ke sana..” tanpa membuang waktu, Eunhyuk segera berlari mengambil jaketnya dan kunci mobil. Ia sangat panik dan pikirannya sudah melantur ke mana-mana.

Taemin mengalami cidera parah..CIDERA PARAH!!! Ya Tuhan, jangan sampai apa yang ia pikirkan sama dengan kenyataan yang akan ia lihat di rumah sakit nanti. Semoga adiknya benar-benar tidak mengalami luka parah atau semacamnya.

—o0o—

Gadis cantik berhoodie biru itu berdiri dengan kepala tertunduk sambil menyandar pada dinding lorong rumah sakit. Menanti dengan wajah cemas. Hatinya terus berharap semoga namja muda yang tadi ditolongnya baik-baik saja di dalam ruang operasi sana.
“Kim Mira-ssi, silakan isi formulir ini..” seorang suster menyodorkan formulir untuk di isi oleh gadis bernama Mira itu. Mira menerimanya lalu mulai mengisinya.
“Bagaimana keadaan anak itu, Sus?”
“dia sedang menjalani operasi. Anda berdoa saja semoga pasien baik-baik saja. apa Anda keluarganya?”
“Bukan.” Ucap Mira sambil mengembalikan formulir yang sudah di isinya pada Suster.
“Terimakasih..” ucap Suster itu kemudian pergi. mira mengangguk. Kemudian ia menoleh pada 2 orang polisi yang masih berjaga di depan ruang operasi tadi. Sepertinya polisi itu menunggu kedatangan keluarga dari namja malang yang sekarang tengah berjuang di dalam ruang operasi itu.

“Mana adikku!!”

Perhatian semua orang kini tertuju pada seseorang yang berteriak panik sambil berlarian ke arah depan ruang operasi. Tentu saja, itu adalah Eunhyuk. Seorang suster berusaha menenangkan.
“Suster, di mana adikku..” cecarnya panik. Mira yakin itu adalah keluarga dari namja yang ditolongnya tadi.
“Pasien sedang ada di dalam ruang operasi Tuan, jadi di harap Anda untuk tenang.” ucap suster.

Eunhyuk menatap nanar pintu operasi yang lampunya masih menyala tanda operasi sedang berlangsung. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan adiknya di dalam sana. Tubuhnya melemas namun ia berusaha untuk tetap berdiri.

“Maaf, anda keluarga dari Lee Taemin?” tanya polisi kemudian. Eunhyuk mengangguk lemah.
“Aku Lee Hyuk Jae, kakaknya.” Sambil menjabat tangan polisi itu. “Sebenarnya apa yang terjadi pada adik saya pak?” tanyanya cemas bercampur panik.
“Di duga korban terlibat sebuah perkelahian dengan kelompok preman. Saat kami datang ke lokasi kejadian, korban ditemukan pingsan dalam kondisi luka parah di bagian kepala” jelas polisi itu.
Eunhyuk terkejut bukan main. “Luka parah di kepala..” ucapnya berat. Pikirannya mendadak kosong. Eunhyuk sering mendengar berita bahwa korban dengan luka parah di kepala biasanya tidak akan bisa bertahan hidup lebih dari 48 jam. Airmatanya mulai menggenang dan tubuhnya bergetar. Taemin.. batinnya.

Tak lama lampu ruang operasi mati. Eunhyuk segera berhambur ke dekat pintu keluar. Beberapa orang dokter dan asistennya keluar dari ruang operasi masih dengan pakaian operasi dan masker. Salah seorang dokter melepas maskernya. Ia menatap Eunhyuk dan beberapa orang lain sebelum memulai penjelasannya.
“Bagaimana keadaan adik saya?” tanya Eunhyuk dengan tidak sabar.
Dokter itu menghela napas. “Operasinya berjalan lancar. Beruntung korban di bawa kemari tepat waktu. Jika seandainya terlambat satu jam saja, kami tidak yakin bisa menyelamatkannya.”
Eunhyuk mendesah lega. Sangat lega seolah batu yang sejak tadi menghimpit dirinya bebas begitu saja. “Jadi Adik saya tidak apa-apa?”
“Kami belum bisa mengatakan pasien baik-baik saja. memang masa kritisnya sudah lewat. Kita hanya perlu mengawasi perkembangan selanjutnya.”
“Maksud dokter?” Eunhyuk tidak paham. Sialnya dokter itu kembali menghela napas. Membuatnya makin panik. “bersabarlah” ucap dokter itu sambil menepuk pundak Eunhyuk lalu pamit pergi.

Eunhyuk berjalan mendekati kamar rawat Taemin dengan tubuh bergetar dan hati yang hampir hancur. Ia tak kuasa menahan airmatanya saat melihat adik satu-satunya berbaring lemah di atas tempat tidur dengan banyak selang tertempel di tubuhnya. Ada alat bantu pernapasan di hidungnya, juga beberapa bagian tubuhnya terutama kepala terbalut oleh perban. Bibirnya yang pucat membuat hati Eunhyuk terasa semakin pedih. Mengapa adiknya harus mengalami hal ini? Dan kenapa? bukankah di hari sebelumnya Taemin izin untuk pergi ke pesta ulangtahun temannya, Choi Sulli? Apa yang dilakukan Taemin hingga ada di tempat kejadian? Ia terus bertanya-tanya. Namun pertanyaan ini tidak akan terjawab hingga ia mendengarnya langsung dari Taemin.
“Taemin, Hyung berjanji tidak akan pernah membiarkan orang-orang yang sudah membuatmu seperti ini hidup dengan tenang. mereka harus mendapatkan balasan yang setimpal.” Ucap Eunhyuk dengan suara berat dan tekad membara dalam hatinya. Tangannya mengepal erat.

Benar. Ia harus menemukan penjahat yang sudah membuat adiknya jadi seperti ini.

—o0o—

“Terima kasih karena sudah membawa adikku ke rumah sakit.” Ucap Eunhyuk pada para polisi itu.
“Sebenarnya kami pun menerima telepon dari seseorang yang menolong adik Anda.”
Eunhyuk terheran. “Jadi, ada orang lain yang lebih dulu menolong adikku? Siapa dia?”

Polisi itu menoleh pada sosok gadis yang masih setia di tempatnya berdiri. “Itu dia Tuan. Gadis itu.”
Eunhyuk ikut menoleh. Ia lalu berjalan menghampirinya. Ia harus berterima kasih. Bahkan sangat berterima kasih. Tanpa tindakannya yang mulia itu, entah bagaimana nasib Taemin.
“chogi..” Sapa Eunhyuk pelan. Gadis di hadapannya mendongkakkan kepalanya yang menunduk. Eunhyuk benar-benar terkejut ketika mata mereka saling bertemu, ada suatu getaran asing menjalari seluruh sel dalam tubuhnya.
“Ada apa?” tanya gadis itu dengan raut wajah datar. Padahal bisa dibilang gadis ini sangat cantik, menyerupai boneka barbie.
Mendadak Eunhyuk jadi gugup. “Em, anu..aku hanya ingin mengucapkan terima kasih. Kau sudah menolong adikku.”
Gadis itu mengangguk sekilas lalu memakai tudung hoodie-nya. Tiba-tiba saja Eunhyuk merasa kecewa melihatnya.
“Karena sudah ada kau, aku bisa pulang sekarang” gadis itu menundukkan kepalanya sebentar kemudian berbalik pergi. Eunhyuk berniat mencegahnya pergi namun tak di sangka gadis itu menghentikan langkahnya. Ia menoleh tanpa membalikkan badannya.
“Semoga adikmu cepat sembuh, dan jaga baik-baik adikmu” setelah mengatakannya, gadis itu benar-benar berjalan pergi. Eunhyuk hanya bisa menatap punggungnya tanpa berniat mengejar. Ia merasakan sensasi aneh. Apa ini? Saat matanya beralih menatapi lengan gadis itu, keningnya berkerut. Apa itu yang sedang dilihatnya? Tangan gadis itu meneteskan darah! Kakinya bergerak untuk mengejarnya. Tapi langkah gadis itu terlalu cepat hingga ketika gadis itu menghilang di persimpangan lorong, Eunhyuk sudah tidak melihat sosoknya lagi. Sial!!

—o0o—

Sebenarnya Mira enggan untuk pulang ke rumah paman dan bibinya. Ia serasa menginjak neraka bila kembali ke rumah itu. Tapi harus bagaimana lagi, ibarat seekor kelinci yang terikat di tiang kematian, dirinya begitu lemah tak berdaya dan hanya mengharapkan belas kasihan dari algojo yang sudah menunggu di ujung tangga ke 13.

Mira ingin sekali kabur. Sialnya nyalinya tidak cukup kuat untuk menandingi ancaman paman dan bibinya. Lagipula Mira bukanlah sebuah kacang yang lupa pada kulitnya. Ia tidak akan melupakan jasa paman dan bibinya yang jahat itu karena sudah merawatnya sejak kedua orang tuanya meninggal. Meskipun ia tahu bahwa ada motif di balik kebaikan mereka. Paman dan bibinya mengincar posisi sebagai walinya agar bisa menguasai harta warisan dari kedua orang tuanya.

Dan pada kenyataannya apa? Perusahaan Appanya bangkrut di tangan pamannya yang serakah itu. Hutang yang menumpuk telah memaksa Mira untuk bekerja di klub malam sebagai ganti dari uang yang dipinjam mereka. Klub malam itu milik rentenir di mana paman dan bibinya meminjam uang. Dan kenapa juga harus ia yang menanggung semuanya?

“Ya! Kim Mi Ra!!”

Seseorang sudah berteriak bersamaan dengan langkah kaki Mira yang baru 5 langkah dari pintu masuk. Mira menoleh dengan enggan. Tindakan Mira itu membuat Jang Seo Ri, anak dari paman dan bibinya itu geram. Wajahnya memerah menahan emosi.
“kenapa baru pulang dini hari begini? Kau tahu sekarang sudah hampir jam 4 dan kau belum mengerjakan tugas kuliahku! Bagaimana ini? Apa kau lupa kalau hari ini deadline-nya! Aku bisa di habisi dosen!!” omelnya panjang lebar.
Mira mendengus. “maaf nona, tapi itu masalahmu.” Ucapnya acuh tak acuh.
“What!! Sudah berani membantah rupanya. Kau cari mati!!”

Jang Seo Ri melipat kedua tangannya di depan dada melihat Mira mulai berani melawannya. Seringaian sejahat iblis muncul di sudut bibirnya.
“Aku jadi penasaran apa yang membuatmu pulang sepagi ini. Ah, biar kutebak.. kau pasti baru saja menjual diri pada pria-pria di klub malam itu.” ucapnya sinis.
“mwo?” ucap Mira dengan nada tinggi. Seo Ri semakin melebarkan senyumnya saat melihat reaksi Mira. Ia suka melihat Mira marah dan emosi.
“Aku tidak terlalu heran jika kau melakukannya. Mengingat hutangmu masih sangat besar. kau pasti mencari cara pintas untuk melunasinya.”

Dada gadis itu bergemuruh. Mira mengepalkan tangannya erat. Ingin sekali ia melayangkan tinjunya pada Seo Ri. Namun sekuat tenaga ia menahan diri agar tidak menggunakan kemampuan bela dirinya saat ia emosi. Ia ingat perkataan guru karatenya dulu. ilmunya ini digunakan hanya untuk pertahanan diri bila sedang terancam atau dalam keadaaan terdesak. Bukan untuk menyalurkan emosi. Mira menarik napas kemudian menghembuskannya. Tak peduli Seori mengatakan apapun, ia tidak akan menghiraukannya.

“Ya, Kim Mira!!” teriak Seori lagi karena ternyata gadis itu malah pergi meninggalkannya seorang diri. “Berhenti di sana!!” teriak Seori begitu Mira hendak membuka pintu kamarnya. Rupanya Seo Ri masih belum puas membuat darah Mira mendidih.
“Cepat kerjakan tugas kuliahku!!” perintahnya. Mira menoleh pada Seori dengan pandangan dinginnya. Seo Ri mundur satu langkah karena merasa tatapan Mira begitu mengintimidasi.
“Apa!!” teriaknya.

Mira tersenyum hambar. “Keluargamu yang sudah membuatku seperti ini. Suatu saat, bersiaplah menerima akibat dari perbuatan kalian terhadapku. Karena aku, tidak akan semudah itu memaafkan semua hal jahat yang sudah kalian lakukan.” Ucapnya datar, tajam, dan dingin. Mira segera masuk ke dalam kamarnya sendiri.

Mulut Seo Ri terbungkam tak dapat membalas ucapan Mira. Skak mat!!
“Kurang ajar! Berani sekali dia mengancamku dan keluargaku..” lirihnya tajam.

Dalam kamarnya, tak ada yang dilakukan Mira. Dia tidak pergi tidur seperti rencana sebelumnya. Hanya duduk di tepian ranjang dengan pandangan kosong. Sampai kapan hidupnya akan terus seperti ini? Ia milirik tangannya yang terluka karena perkelahian tadi. Luka ini tidak seberapa sakit jika dibandingkan dengan luka yang dirasakan hatinya.

—o0o—

Sudah 2 hari ini Taemin masih belum siuman juga. Beberapa kali Eunhyuk terus mendesak Kibum, dokter yang menangani adiknya sekaligus sahabatnya sendiri agar melakukan sesuatu.
“Kau yakin Taemin akan baik-baik saja? lalu kenapa sampai detik ini dia masih belum siuman juga!!” desaknya tak sabar.

Taemin masih menutup matanya sejak kejadian itu. Akibat luka parah di kepalanya, membuat sistem kerja syaraf dari otak ke seluruh tubuhnya sedikit terganggu. Taemin tampak seperti orang yang tengah tertidur pulas.
“Tenang lah Hyuk!!” seru Donghae. Siwon segera menarik Eunhyuk agar kembali duduk di sofa yang ada di ruang rawat Taemin. Kyuhyun duduk di samping tempat tidur Taemin.
Kibum menunjukkan ekspresi penuh sesalnya. “kami sudah melakukan yang kami bisa. Sisanya tergantung pada Tuhan.” Ucapnya. Ia sendiri sebagai dokter menyesal karena tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi inilah manusia. Tak bisa melampaui kehendak Tuhan.
Eunhyuk jatuh lemas di atas sofa. ia meremas rambut kepalanya. selama beberapa hari ini dia tak henti-hentinya memikirkan keadaan Taemin. Pekerjaannya di kantor pun sedikit terganggu. Sementara Ummanya tidak tahu menahu tentang kecelakaan Taemin karena sedang mengunjungi kerabat di China. Eunhyuk tidak mau membuat Ummanya panik. Jadi ia tidak berniat memberitahukannya.
“Taemin adalah anak yang kuat. Tetaplah berdoa.” Ucap Siwon sambil mengusap-usap punggung Eunhyuk.

Teman-temannya ikut prihatin melihat Eunhyuk tampak kacau beberapa hari ini. Tentu saja, Eunhyuk adalah kakak yang sangat menyayangi adiknya. Sekalipun Taemin nakal, Eunhyuk tetap menghadiahkannya mobil mahal hanya karena adiknya itu mendapat nilai sempurna di ujiannya. Eunhyuk memang tegas, namun sekalipun ia tidak pernah menghukum Taemin dengan hukuman fisik seperti memukul dan semacamnya. Ia sangat menyayangi Taemin.

“Eunhyuk..” Sungmin masuk dengan ekspresi serius. Pengacara itu segera menghampiri Eunhyuk dan menduduki kursi di dekat namja itu.
“Bagaimana Hyung, apa ada perkembangan baru tentang kasus Taemin?” tanya Eunhyuk tidak sabar. ia meminta bantuan Sungmin yang notabenenya adalah pengacara pribadinya untuk mengusut kasus pengeroyokan Taemin itu.
Sungmin mendesah. “Sayangnya tidak. Aku sudah bertanya pada polisi apa ada saksi lain yang melihat kejadian itu, tapi ternyata tidak. TKP tempat Taemin ditemukan adalah sebuah pabrik tua yang sudah tidak terpakai lagi. Kawasan tersebut jarang sekali ada manusia yang melintasinya.”
Eunhyuk memukul sofa tempatnya duduk dengan geram. “Sial!! Aku ingin tahu siapa yang berani berbuat ini pada Taemin!! Mereka harus di hukum seberat-beratnya.”
“Oh iya, soal mobil Taemin, ada yang aneh..” ucap Sungmin. Eunhyuk kembali menoleh pada Sungmin. Ia hampir lupa pada mobil yang dibawa Taemin di hari kejadian.
“Mobil itu tidak di temukan di TKP. Menghilang.”
Eunhyuk melebarkan matanya setelah mendengar penjelasan Sungmin. Sementara yang lain saling pandang dengan raut heran.
“itu artinya, ada yang membawa mobil Taemin pergi. apa mungkin itu motif utama pengeroyokan terhadap adikmu?” ujar Donghae lalu menatap Eunhyuk yang menunjukkan raut bingung bercampur frustasi.

Sungmin mengangguk. “Itu bisa saja. dan sekarang pun polisi masih menyelidikinya.”
“sudah coba periksa CCTV yang ada di sepanjang jalan sekitar TKP?” kini Kyuhyun angkat bicara.
“Polisi sudah melakukannya. Dan yang mengherankan, semua CCTV yang ada di jalan menuju tempat itu mati. Seperti ada yang sengaja melakukannya.”
“Benarkah?” Eunhyuk benar-benar heran.
“Apa ada yang dendam pada adikmu? Atau padamu?” tanya Siwon. Eunhyuk menggeleng dengan otak tengah berpikir keras. Ia sendiri tidak ingat memiliki musuh atau semacamnya.
“Aku yakin tidak..” lirih Eunhyuk. Sungmin menepuk pundak Eunhyuk berusaha menenangkannya.
“Aku akan membantumu menyelesaikan kasus Taemin. Jadi tenanglah. Soal mobil Taemin yang hilang itu, polisi akan menyelidikinya.” Ujar Sungmin “Jika kita tahu keberadaan mobil itu, kemungkinan kita bisa melacak jejak pelakunya.” Tambahnya. Eunhyuk mengangguk lemah.

“Eunhyuk… Taemin!!” teriak Kyuhyun mengagetkan. Semua orang lantas menuju ke sisi tempat tidur Taemin.
“Taemin!!” seru Eunhyuk senang. Tadi Kyuhyun berteriak karena melihat Taemin mulai bergerak. Perlahan mata Taemin terbuka. Kelopak matanya mengerjap-ngerjap menyesuaikan dengan keadaan ruangan yang terang benderang. Bibirnya yang pucat mulai terbuka, sepertinya Taemin ingin mengatakan sesuatu.
“Di mana ini??” suara Taemin serak.
“kau ada di rumah sakit..” jawab Eunhyuk senang. Ia bersyukur sekali karena akhirnya Taemin siuman juga.
Keningnya tampak berkerut bingung. “Kenapa aku ada di sini?”
“kau kecelakaan.” Jawab Sungmin lebih dulu.
Raut wajah Taemin makin menunjukkan bingung dan keterkejutan. “Kecelakaan? Kenapa bisa? Aku tidak ingat..” ucapnya terbata bata.
“tidak ingat? Kemarin kau pergi ke pabrik tua itu dan di temukan dalam ke adaan pingsan di sana. Kepalamu terluka.” Jelas Eunhyuk. Taemin menyentuh kepalanya yang masih terbalut perban. Ia menggeleng pelan.
“Tidak mungkin. Kemarin aku ada di ulang tahun Sulli. Aku tidak pernah pergi ke pabrik.”

Eunhyuk dan yang lainnya tercengang. Kibum langsung saja bertindak. “Kalian sebaiknya keluar dulu. aku akan memeriksanya.” Ucap Kibum karena ia pun merasa ada yang aneh dengan kondisi Taemin.

—o0o—

Tak lama setelah menjalani pemeriksaan intens di lab, Kibum memberitahukan kabar yang mengejutkan.
“Apa, Taemin mengalami amnesia?” seru Eunhyuk dengan nada kaget. Kibum mengangguk sambil memperlihatkan hasil rontgen otak bagian kepala Taemin.
“Karena Taemin terkena pukulan cukup keras di bagian kepala, membuat sebagian dari memorinya hilang. Dan ingatan yang hilang adalah seluruh kejadian saat ia berada di area pabrik itu. Aku sudah menanyai Taemin. Dan dia tetap mengatakan tidak pernah pergi ke pabrik itu. Ia justru bingung saat kutanya demikian.” Jelas Kibum.
Eunhyuk memperhatikan sendiri lembaran hitam transparan dengan pikiran campur aduk. Jika saksi utamanya hilang ingatan, bagaimana ia bisa menemukan pelaku yang sudah mencelakai Taemin?

Namja itu kembali ke ruang rawat Taemin dengan hati mencelos. Ia hampir saja putus asa. Apa Tuhan memberikan keberuntungan pada para penjahat itu? Tidak mungkin. Ia pasti bisa menemukannya. Hanya saja belum diberikan jalan.

Eunhyuk berniat masuk. namun tindakannya itu ia urungkan ketika melihat dari kaca pintu Taemin sedang bercanda gurau dengan Sulli, teman sekolahnya. Senyumnya muncul. Ia sungguh bahagia bisa melihat Taemin sudah bisa tersenyum seperti biasanya. Semoga kesehatannya bisa cepat pulih sebelum Ummanya pulang dari China nanti. Eunhyuk tidak ingin Ummanya cemas.

“Ah, Eunhyuk Oppa!!” seru Sulli senang ketika Eunhyuk memutuskan untuk masuk. taemin segera menyikut sahabatnya itu.
“Huu!! Kuperingatkan Choi Sulli, Hyung-ku tidak suka pada gadis kecil!” ledeknya. Taemin tahu benar mengapa Sulli bisa sesumringah ini dengan kedatangan Eunhyuk. Gadis itu menyukai kakaknya sejak pertama kali bertemu, yaitu saat mereka berada di kelas 1 SMU. Sulli mencubit lengan Taemin dan langsung membuat sang empunya meringis.
“Gadis kecil dari mana! Kau tidak lihat aku tumbuh setinggi ini?” akunya bangga. Gadis itu memang memiliki tinggi di atas rata-rata tinggi gadis seusianya. Eunhyuk tersenyum lebar melihat tingkah 2 orang remaja itu.
“Oh, ada kau rupanya, Sulli. Kenapa tidak datang bersama Siwon?” tanya Eunhyuk seraya berjalan mendekati mereka.
“Oppa sibuk di kantor. Dia bilang ada proyek penting di Incheon. Sudah pergi sejak tadi pagi.” Jelas Sulli yang nota bene-nya adalah adik perempuan Siwon. Eunhyuk mengangguk singkat kemudian beralih menatap adiknya.
“bagaimana keadaanmu?”
“Sudah lebih baik, Hyung. Kepalaku sudah tidak terasa sakit lagi. Kira-kira kapan aku bisa keluar dari rumah sakit? Aku bosan di sini.” Ucap Taemin.
“Baik dari mana? Lihat kepalamu diperban. Bukankah sudah kubilang agar menyetir lebih hati-hati!!” marah Sulli.
“Mwo?? Kenapa kau memarahiku. Sudah kubilang ini kecelakaan.” Sargah Taemin jengkel. Eunhyuk segera menengahi.
“Kau akan pulang jika dokter sudah mengijinkannya. Jadi untuk sementara kau tetap tinggal di sini.” Eunhyuk hendak pergi namun tertahan karena Taemin bertanya kembali.
“Lalu mobilku, Hyung. Bagaimana keadaannya?”
Eunhyuk mematung. Bagaimana menjelaskan hal itu pada Taemin? Ia berbalik sambil tersenyum seolah tidak terjadi apapun. “Mobilmu ada di bengkel untuk diperbaiki. Kau tenang saja.”
Taemin mengangguk. Eunhyuk tidak tega mendesak Taemin mengingat hal yang dilupakannya. Kibum bilang Taemin pasti akan mengalami sakit kepala yang luar biasa jika dipaksa mengingat kejadian itu.

—o0o—

“Mwo? Bagaimana bisa!!” seru Eunhyuk kaget. Saat hendak membayar administrasi Taemin, ia kebingungan begitu mendengar dari petugas administrasi bahwa sebagian biaya sudah di bayar. Ini aneh. Padahal ia merasa belum membayar biaya perawatan sedikitpun.
“Biaya operasi sudah dibayarkan. Anda tinggal membayar biaya rawat inap saja, Tuan.” Suster petugas itu menyerahkan secarik dokumen berisi tagihan pada Eunhyuk. Ia terbelalak ketika melihat sejumlah uang yang sudah dibayarkan.
“DUA PULUH JUTA WON!!” serunya tak percaya. Ini jumlah yang tidak sedikit. Zaman sekarang orang dermawan mana yang mau menyumbangkan uang sebesar itu secara Cuma-Cuma?
“Siapa yang sudah membayarnya?” Eunhyuk benar-benar penasaran.
“Seorang wanita. Dia bernama Kim Mira.”
“Kim Mira?” eunhyuk mengingat-ingat nama itu. Ia merasa sangat asing dengan nama Kim Mira. Ia tidak ingat memiliki kerabat, teman, ataupun kenalan bernama Kim Mira. Mungkin kah teman dari Taemin? Tapi rasanya tidak mungkin.

Ia harus menemukan gadis bernama Kim Mira dan mengembalikan uangnya. Atau hidupnya tidak akan bisa tenang.

To be continued..

81 thoughts on “Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 1)

  1. Choi sulli menyukai eunhyuk??? Andwae choii sulii cocok sama taemin

    eunhyukkk cepatt carii kim miraa,
    wahh ternyata kim mira punya uang simpanan yg besar, dri mana dia mendapatkanya bukannya di bekerja untuk membayar hutang pamanya???

  2. kim mira yang bayarin ? bukannya dia sendiri kelilit hutang yah ?
    kayaknya yg eunhyuk story agak rumit yah gak ringan kayak yg kyuhyun
    tapi suka , kayaknya seru dehh🙂
    penasaran jadinya
    lanjut lanjut ^^

  3. Mira yang bayar ??? Bukannya dia juga lagi butuh uang ya ???? Ohhh iya hyuk kan punya pacar yaa,, kok belom dicerita2in?? Ehehheheh tapi seru asli ni ff,, bikin penasaran,,, ijin lanjut baca ya eon😉

  4. Dan.. di sinilah awal pertemuan suami ke 2 gue#plak dengan kim mira…
    Banyak teka-teki sepertinya ini dan ada adegan action n kekerasan kyk’a…#penasaran

  5. ada yg aneh..dr mn mira punya uang utk biaya operasi taemin..kn hartany dkuasai paman n bibiny..tp kasian mira..paman n bibiny tega bgt nyuruh dia bayar hutang..

  6. hyuk kenapa ga lihat hp mu dulu. kau pasti menemukan apa penyebab taemin celaka. mudah2an taemin cepat sembuh dan ingatannya kembali. kasihan mira disiksa oleh pamannya

  7. Napeun saram!! (Penjahatnya) Kasian taemin kan jadinya T.T dan bodohnya kunyuk nggak liat foto yg udah dikirimin sama taemin ~.~ sedih deh

  8. Seharusnya Eunhyuk cek ponselnya, pan Taemin pernah kirim file photo ke dia. Dan gak mungkin Mira yg byar biaya RS pasti ada orang yg meng’atas namakan Mira haduh rumit juga.
    Cus ah ke part selanjutnya.

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s