Hello My Charming Yeoja (Part 7 – End)

Tittle : Hello My Charming Yeoja Part 7 End
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Shin Je Young
  • Cho Kyuhyun

Nah, FF ini juga sudah memasuki part akhir*hiks*, Author kembali mengucapkan rasa terima kasih yang sangat besar buat yeorobun yang udah setia kunjungin blog ini buat baca FF gaje author. Maaf ya kalo komenannya gak sempet dijawab atu-atu. Semoga semua FF yang ada di sini bisa menghibur chingudeul semuanya.

Hello My Charming Yeoja by dhaKhanzaki

Let’s read..

—-o0o—-

“Menikahlah denganku, Shin Je Young.”
Seluruh tubuhku membeku mendengar kalimatnya. Apa katanya? Menikah? Apa dia sudah gila. Setelah mempermainkanku selama seminggu mendadak saja dia memintaku menikah dengannya?
Aku benar-benar tidak paham dengan permainan yang sedang kau lakukan, Cho Kyuhyun!

next story……

Part 7 end

—o0o—

Je Young POV
Dua puluh detik keheningan menyelimuti suasana di antara aku dan Kyuhyun. jarak lima langkah yang memisahkanku dengannya pun terasa begitu jauh. Aku tersentak menyadari langkah kakinya perlahan mendekatiku.

“Menikahlah denganku.” ulangnya sekali lagi, mirip sebuah paksaan dibandingkan sebuah permintaan. Kami berdiri berhadapan dengan tatapan tajamnya tersorot langsung padaku. Tubuhku mematung. Dadaku kembali sesak. Sikap dingin Kyuhyun selama seminggu, bayangan dirinya yang mendiamkanku kembali terngiang. Membangkitkan sejumput rasa sakit di sudut hatiku yang masih terluka.

“Kau mempermainkanku,eoh?” akhirnya aku bersuara. “Kau mengatakan bahwa kau mencintaiku tapi lihat sikapmu selama seminggu ini. Kau menjauhiku seolah aku adalah virus mematikan. Lalu kata-katamu yang menyebutkan bahwa keberadaanku selalu membuatmu tidak tenang. bagimu aku hanya seorang pengganggu? Dan detik ini, di tempat ini, kau memintaku untuk menikah denganmu? Aku tidak mengerti sedikitpun, Cho Kyuhyun. Tidak mengerti….”
Kyuhyun membuka mulutnya dan aku kembali menyela, “Hentikan permainanmu dan pergi jauh-jauh dariku. Aku..” kukatupkan bibir, mendesah berat lalu membalikkan badan. Aku tidak sanggup jika harus menangis di depan wajahnya. Tanganku meraih kenop pintu kamar.

“Apa keluhanmu sudah selesai?” potong Kyuhyun, membuatku mengerjapkan mata. Berkat ucapannya itu pertahanan tubuhku melemah dan itu digunakan Kyuhyun untuk mendorong tubuhku memasuki kamar. Otakku masih mencerna apa yang terjadi hingga ketika sadar Kyuhyun sudah mengunci pintu kamarku, termasuk mengunci kelima panca indera di tubuhku. Kakiku mundur beberapa langkah menghindari tatapan tajam pria ini. Dia, seperti ingin menghabisiku.
Mendadak kedua tangan Kyuhyun mencengkeram bahuku. Aku terbelalak. Kyuhyun menyudutkan tubuhku ke pintu dan menghalangi jalanku kabur dengan kedua tangannya yang ia letakkan di sisi kiri dan kanan kepalaku.
Oh, Tuhan. Aku benar-benar akan dihabisi oleh setan ini.
“Kau sudah mengeluarkan seluruh keluhanmu. Sekarang giliran aku yang mengeluh.” Kyuhyun terlihat frustasi. Ia menundukkan kepalanya berkali-kali sambil mendesah berat.
“Min Ah memberiku saran agar aku menghindarimu. Dengan begitu aku memberimu waktu untuk berpikir apakah kau benar-benar mencintaiku atau tidak” Kyuhyun menundukkan kepalanya, seperti merasa bersalah. Oh, ia memang bersalah.
Aku terenyuh mendengarnya. Lagi-lagi sahabatku yang gila itu memberikan saran aneh pada Kyuhyun dan aku heran kenapa pria ini selalu menurutinya. Perlahan kuturunkan tangan Kyuhyun dari pundakku. Aku menatapnya dengan sorot mata sendu.
“Kenapa? Apa cinta harus dibuktikan dengan cara seperti itu?” lirihku perih. Kyuhyun mengerjap.
“Apa kau harus membuatku merasa bingung dan bersalah untuk membuktikan apa aku mencintaimu atau tidak. Itu sangat konyol…”
“Aku tahu Shin Je Young! Demi apapun aku tahu tindakanku sangat konyol.” Kyuhyun mengerang putus asa. Ia seperti tidak memiliki apa-apa sebagai tempat ia berpijak. Tangannya yang semula berada di pundakku secara pelan-pelan naik merengkuh wajahku dengan lembut.
“Karena itu kini aku serius. Aku serius mencintaimu dan ingin menghabiskan seluruh hidupku bersamamu. Aku tidak akan pernah bisa melakukan semuanya dengan benar jika tidak ada kau di sisiku.”
Mataku kembali berkabut. Aku tahu kata-kata Kyuhyun berhasil menyentuhku dan aku tidak menemukan kebohongan di matanya. Kyuhyun hanyalah pria bodoh yang dibutakan oleh cinta. Dan aku akan menjadi wanita bodoh karena sudah terpikat pada pria sepertinya.
“Saranghae..” Kyuhyun berbisik dan aku sadar bahwa dia mulai mendekatkan wajahnya padaku. Aku tidak akan menghindar untuk kali ini. Maka saat kurasakan bibirnya bersentuhan dengan milikku, aku memejamkan mata. Tanganku secara perlahan menyentuh punggungnya. Semua ini menjadi semakin menggebu dan kepalaku mulai berputar-putar gembira. Aku membiarkan Kyuhyun merasakan seluruh bagian mulutku karena aku pun sangat rindu dengan sentuhannya.
“That’s enough..” aku sempat merasa kecewa saat Kyuhyun mendadak menjauhkan wajahnya. Dia menggeleng sambil mengurut keningnya.
“Kenapa?” tanyaku heran.
“Ini tidak boleh dilanjutkan. Kau lihat Youngie, tempat tidurmu berada begitu dekat dengan posisi kita. Jika ini dilanjutkan, aku takut kita akan berakhir di sana.” Jelasnya frustasi membuatku menahan tawa. Dia benar-benar pria polos.
“Ya sudah. Kalau begitu kau pulang saja.”
“Lalu acara lamaran ini, kau belum menjawabnya.” Tanyanya histeris.
“Akan kujawab jika kau berhasil naik jabatan.” Ucapku tak masuk akal. Aku hanya ingin mengerjainya. Huh, siapa suruh kau menggantungkan perasaanku selama seminggu kemarin. Aku akan menggantungkan lamaranmu hingga rasa bingung, cemas, dan khawatirku selama seminggu kemarin terbayarkan.

—o0o—

Author POV
Beberapa bulan berlalu sejak kejadian malam itu. Kyuhyun kembali melanjutkan aktivitasnya sebagai General Manager dengan begitu semangat. Pria itu berubah menjadi seorang yang gila bekerja, entah apa alasannya. Dia bahkan mengatakan dengan jelas pada Tuan Cho bahwa ia mengincar posisi sebagai CEO Cho Corporation. Mendengar Kyuhyun berkata dengan menggebu seperti itu, Tuan Cho justru tergelak.
“Apa yang membuatmu begitu terobsesi? Apa karena Nona Shin?” sebenarnya tak perlu menebak karena memang itulah alasannya.
“Apa aku salah.”
“Tidak. Appa hanya senang akhirnya kau bersikap dewasa juga. Apa kau sudah melamarnya?”
“Tentu saja.”
“Mengajaknya menikah?”
“Aku sudah melakukannya tapi..” Kyuhyun terdiam. Ia memamerkan senyum anehnya. “Aku belum mengajaknya lagi..”
Tuan Cho lantas berdecak. “Ah, kau benar-benar suka sekali membuat orang bingung. Beruntung Nona Shin wanita yang sabar. Jika Appa menjadi dirinya, sudah kutinggalkan pria lambat sepertimu!!”
Kyuhyun tersinggung. “Mengapa Appa malah memarahiku?”
“Bergerak cepat, anak bodoh! Ah, kau membuat malu keluarga Cho.” Tuan Cho mengambil tehnya lalu menyesapnya.
“Berlaku lah selayaknya pria sebelum aku yang bertindak.”
“Maksudnya?”
“Jika kau belum mengajaknya lagi bagaimana Nona Shin Bisa memberikan jawaban? Kau tahu, wanita selalu suka hal yang memaksa namun romantis.”
“Aku benar-benar tidak mengerti!!” Kyuhyun tidak suka bermain tebak-tebakan jika sudah menyangkut masalah Shin Je Young. Dan Ia merasa saran ayahnya akan berguna.
“Lamar dia dengan cara penuh ‘paksaan’. Soal jabatan Appa, akan aku berikan setelah kau resmi menikah nanti.” Tuan Cho bangkit lalu beranjak dari ruangannya. Kyuhyun masih terdiam di tempat. Berkat saran ayahnya, detik ini juga terlintas ide hebat untuk membuat Je Young menikah dengannya.
Kyuhyun menyeringai. “Bingo. I’ll capture your heart with something that never you think.” Desisnya misterius.

—o0o—

“Aku ingin menggendongnya..”
Min Ah menyerahkan bayi yang baru dilahirkannya seminggu lalu ke tangan Je Young. Ia sedang menikmati masa-masa menggembirakan menjadi seorang ibu. Dan ia tidak akan segan-segan membaginya dengan orang lain.
“Hati-hati..dia baru saja berhenti menangis tadi..” ucap Min Ah. Je Young menimang-nimang bayi mungil yang kini tertidur lelap. Melihat bayi ini, Je Young ingin sekali menangis. Ia seperti bisa merasakan betapa gembiranya Min Ah saat melihat bayinya lahir ke dunia. Bagaimana jika itu dirinya? Ia mungkin sudah tidak bisa tidur.
“Kau pasti sibuk sejak Min Ah cilik lahir.” Ucap Je Young. Min Ah mengulum senyumnya.
“Aku sangat menikmati kesibukanku. Begitu pun Sungmin Oppa. Kau tahu Je Young, Sungmin Oppa berhenti memakai kacamatanya sejak Min Rae lahir.” Mata Min Ah begitu berbinar saat menyebut nama suami dan anaknya.
“Jinjjayo? Bagaimana bisa?” seru Je Young senang. Sekarang, tidak ada alasan lagi baginya untuk cemburu. Rasa yang dulu sempat ada untuk Sungmin sudah menghilang entah kemana.
“Dia bilang, dia tidak akan bisa melihat Min Rae dengan jelas jika memakai kacamata.” Min Ah tersipu-sipu. Je Young ikut bahagia mendengarnya.
“Romantisnya..” desah Je Young iri. Kapan ia akan merasakannya juga?
“Ah, apa Cho Kyuhyun sudah melamarmu? Kapan kalian akan menikah?”
Je Young menidurkan Min Rae ke dalam keranjang bayi yang tampak nyaman. Sesekali ia mengusap pipinya yang lembut sebelum mengalihkan perhatian pada Min Ah.
“Sudah. Entahlah. Dia belum memberikan kepastian kapan akan menikahiku.” Je Young mengendikkan bahu tak peduli—itu hanya sikap pura-pura untuk menyembunyikan rasa kesalnya pda Kyuhyun.
Sejujurnya, Kyuhyun kembali aneh sejak malam itu. Sekarang pria manja dan kekanakan itu malah menyibukkan diri sampai-sampai jarang sekali menemuinya. Apa mungkin Kyuhyun benar-benar akan membuat dirinya menjadi pemimpin Cho Corp? Merebut posisi ayahnya sendiri? Oh, Je Young. kalau begitu kau sudah gila. Itu tidak akan terjadi.
Tralilalila..
Ponselnya berdering. Je Young segera menyambar benda nyaring yang tergeletak di atas meja.
“Yeobseo..”
“Shin Je Young, mianhae..”
Je Young tersentak kaget begitu ia menjawab telepon yang terdengar adalah suara lirihan Kyuhyun. Ada apa? Mengapa pria ini berkata dengan sangat pelan dan sedih?
“Minta maaf untuk apa?”
“Aku tidak bisa. Sungguh. Bagaimana kita bisa menikah jika aku harus naik jabatan. Mendapatkan jabatan ayahku itu tidak semudah perkiraan. Appa tidak semudah itu menyerahkan posisinya padaku.” Suara Kyuhyun bergetar, begitu pun sekujur tubuh Je Young. Astaga. Rupanya hal yang ia takutkan benar terjadi. Bagaimana ini?
“Karena itu, aku sekarang akan pergi. Appa menyuruhku untuk bekerja mengurus cabang perusahaan di Jerman. Maafkan aku Shin Je Young jika aku tidak bisa menepati janjiku.”
“Chakkaman.” Seru Je Young panik. Pikirannya tidak fokus. Banyak sekali pertanyaan melayang-layang dalam otaknya. Kyuhyun akan pergi? Kyuhyun menyerah karena tidak bisa memenuhi syarat konyol yang diucapkannya malam itu dan memutuskan pergi jauh darinya? Itu tidak boleh.
“Sekarang kau di mana!!” Je Young kalap. Ia tidak bisa berpikir dengan jernih saat hatinya takut. Bagaimana jika ia tidak akan pernah bertemu dengan Kyuhyun lagi? jika pria ini pergi membawa hati dan cintanya, lalu bagaimana ia bisa hidup?
“Aku ada di Bandara internasional Incheon.”
Je Young segera menutup sambungan, lalu menoleh pada Min Ah yang sejak awal bertanya-tanya.
“Aku harus pergi..”
“Oh, Ne..” Min Ah membiarkan Je Young pergi tanpa bertanya-tanya. Syukurlah hari ini Min Ah tidak cerewet. Je Young segera melesat pergi menuju bandara. Ia ingin mencegah Kyuhyun pergi.

@Incheon International Airport

Je Young berlari kencang, seperti orang gila. Ia beberapa kali menabrak orang yang berlalu lalang di aula bandara yang besar sambil terus memutar kepala berharap menemukan sosok Kyuhyun di antara semua orang di sana. Ia berdiri di depan flight boarding dengan napas tersengal. Ia memindai dengan cepat mencari kapan pesawat dengan penerbangan tujuan Jerman berangkat.
Jantungnya berdegup kencang begitu melihat pesawat tujuan negara itu sedang On boarding. Ia segera melangkahkan kakinya berlari ke depan terminal keberangkatan namun ditahan oleh petugas bandara.
“Anda memiliki tiket, agasshi?”
“Tidak. Aku harus bertemu dengan seseorang. Dia tidak boleh pergi.” Je Young berusaha menerobos namun tak bisa. Kedua petugas bandara itu segera menggiring Je Young pergi dari sana. Tak peduli dengan perasaan hati gadis itu yang hancur dan matanya yang mengalirkan airmata.
“Maafkan kami, agasshi. Ini sudah peraturan bandara. Anda tidak bisa menunda keberangkatan apapun alasannya.” Kedua petugas itu menundukkan kepalanya lalu pergi. Je Young mendudukkan tubuhnya dengan lunglai di salah satu kursi. Ia tidak sanggup untuk mengangkat kepalanya atau menatap pesawat Germany Airways lepas landas dan melesat membelah langit.
Kyuhyun sudah pergi. Aku bahkan belum sempat berkata : ‘it’s okay. You shouldn’t make myword happen. You just be youself and stay. Mungkin dengan begitu, aku bisa terus melihat wajahmu. Bagaimana jadinya jika kau tak ada di sisiku, apa aku masih bisa bernapas dengan tenang saat oksigenku adalah dirimu. Apa aku bisa tidur dengan nyenyak jika lagu pengantar tidurku adalah suaramu. Apa aku bisa hidup dengan baik jika jiwamu sudah menjadi sebagian dari jiwaku. Apa aku.. Aku.. aku..
Je Young terisak. Ia menyesal sekali kenapa selama berbulan-bulan ini ia terlalu egois atau pemalu untuk mengungkap betapa bahagianya ia bersama Kyuhyun meskipun pria itu tak kunjung melamarnya kembali.
“Cho Kyuhyun pabo! Seharusnya dia tidak mendengarkan kata-kataku. Untuk apa pergi ke Jerman segala hanya karena gagal menjadi presdir! Dasar bodoh bodoh bodoh!” mulutnya terus mengumpat di sela isak tangis. Hatinya sangat sakit. lebih sakit dibandingkan saat ia mendengar Sungmin akan menikah dengan Min Ah.
Je Young terkesiap kaget karena tiba-tiba saja ada sepasang tangan yang menutupi matanya. Siapa ini? Orang gila mana yang mengganggu seorang gadis yang sedang menangis! apa dia cari mati!
“Siapa ini? Lepas!!” Je Young bangkit lalu berusaha melepas tangan yang menutupi matanya dari belakang.
“Ah, senangnya melihatmu bersedih ria karena kepergianku.”
Apa ia tidak salah mendengar? Je Young mengenal betul suara yang santai namun terdengar menyebalkan ini. Bukankah ini suara jenaka Kyuhyun saat pria itu berlaku konyol atau berhasil menggodanya? Je Young melepas paksa lalu membalikkan badan. Alangkah terkejutnya saat matanya bertubrukan dengan wajah Kyuhyun yang tersenyum tanpa dosa sama sekali.
“Kau..kenapa ada di sini!!” Wajah Je Young begitu horor seperti baru saja melihat hantu. Kyuhyun melebarkan tangannya.
“I’m here, Shin Je Young”
“Bukankah kau pergi ke Jerman?”
“Lalu kenapa aku ada di sini? Tentu saja semua itu hanya trik. Jika tidak, aku tidak akan tahu bahwa kau begitu mencintaiku sampai-sampai menangis seperti orang gila di tempat umum begini.” Jawabnya santai, tanpa rasa bersalah.
Kesedihan yang ada di hati Je Young mendadak saja berubah menjadi rasa jengkel, kesal, geram, dan marah. Gadis itu menggeram halus menyadari pria yang ia cintai sedang membodoh-bodohinya. Ia maju beberapa langkah ke hadapan Kyuhyun lalu dengan brutal memukuli Kyuhyun dengan tas tangannya.
“Dasar pria gila, psikopat, bodoh! Kau benar-benar lelaki yang tak pantas ada di dunia ini! Seenaknya saja kau mempermainkan perasaan orang!”
Kyuhyun meringis kesakitan. “Yo-youngie..jangan begini. Kau tidak sadar orang-orang memperhatikan kita..” Kyuhyun menyadari bahwa tindakan brutal Je Young sudah menarik sebagian pengunjung bandara. Seolah tak mendengar, gadis itu terus melayangkan pukulan penuh emosinya pada Kyuhyun.
“Aku tak peduli. Orang seperti kau seharusnya mati saja!!”
Kyuhyun mencoba menghindar namun tak bisa. Perlahan-lahan, pukulan Je Young semakin melemah hingga akhirnya gadis itu menghambur kepelukannya. Kyuhyun terdiam, terlebih ia terkejut karena Je Young menangis sambil memeluknya erat.
“Jangan lakukan ini lagi, bodoh. Aku hampir saja mati mendengar kau pergi meninggalkanku..”
Senyum di bibir Kyuhyun terbit. “Maaf. Aku hanya ingin memberikan sedikit kejutan.”
“Ini kejutan yang tak lucu.” Airmata Je Young mulai membasahi bahu Kyuhyun. pria itu segera mengangkat wajah Je Young dari pundaknya. Menghapus airmata itu dengan kedua jari lalu mendudukkannya di atas kursi. Je Young masih terisak kini harus kembali mendelik kaget karena Kyuhyun berlutut di hadapannya.
“Aku tahu aku akan mempermalukan dirimu sekarang.” pria itu berdehem sebentar lalu mengangkat sebuah cincin bermata berlian ke hadapan Je Young. gadis itu mengerjap kaget dan terharu. Jelas sekali terlihat dalam raut wajahnya saat ini.
“Shin Je Young, maukah kau mengubah margamu dengan menjadi istriku?” ucap Kyuhyun sungguh-sungguh. Je Young menutup mulutn dengan kedua tangan. Ia tidak menyangka akan dilamar di depan banyak orang seperti ini. Kyuhyun benar-benar sudah mempermalukan mereka berdua dengan melamar di tengah keramaian hiruk pikuk bandara. Apa dia tidak sadar bahwa sudah banyak pasang mata yang memperhatikan mereka kini.
“Ah, beruntungnya gadis itu.”
“Pria itu tampan sekali, dan gentle. Dia berani melamar di depan umum seperti ini.”
“Aku sangat iri. Bisakah aku merasakan hal romantis seperti itu.”
“Kyaa..ini bukan sedang acara reality show bukan? Mereka sangat romantis.”
“Jika aku menjadi wanita itu aku akan langsung menerimanya saat ini juga.”
Kasak-kusuk mulai dari orang-orang yang mengomentari mereka terdengar berisik. Kyuhyun tidak peduli karena sekarang fokusnya adalah Shin Je Young. Ia menunggu jawaban gadis itu dengan sabar.
Je Young menurunkan tangannya. “Kenapa kau melamarku dengan kata-kata serumit itu? kenapa tidak bertanya langsung saja seperti : kau mau menikah denganku?” Je Young malah mengkritik kata-kata lamaran Kyuhyun.
“Itu namanya kreatif, Shin Je Young. Sekarang kau jawab saja apa susahnya sih. Aku pegal.” Kyuhyun mengomel karena tak sabar ingin mendengar jawaban Je Young.
Gadis itu bersedekap, ia membiarkan Kyuhyun mengangkat cincin di tangannya agak lama. biar saja.
“Bagaimana jika aku tidak mau.”
“Kau tidak akan berani menolak di depan banyak orang seperti ini.” Kyuhyun menyeringai penuh kemenangan dan harus Je Young akui memang benar. Ia tidak akan sanggup menolak Kyuhyun.
“Baiklah, pakaikan.” Je Young menyodorkan tangannya sambil berusaha agar tidak terlihat terlalu antusias.
Kyuhyun memakaikan cincin itu padanya. Suara tepuk tangan terdengar riuh rendah di sekeliling mereka. Astaga, mereka benar-benar membuat seisi bandara geger. Dengan hati berbunga dia segera mengecup kening Je Young, cukup lama.
“Sekarang ayo kita menikah.”
“Mwo?”
“Kita menikah.” Ulang Kyuhyun yakin. Je Young mengerutkan kening tidak paham. Bagaimana bisa menikah secepat ini? Apa Kyuhyun tidak tahu jika banyak hal yang harus dipersiapkan untuk sebuah acara resepsi pernikahan.
“Ikut aku saja..” Kyuhyun segera menarik Je Young menerobos orang-orang yang sejak tadi melihat performa mereka. Dengan bangganya ia berteriak.
“Aku akan menikah!!!!”

—o0o—

Je Young POV
Aku pikir Kyuhyun hanya bercanda saat mengakatakan kami akan menikah hari ini juga. Namun anggapanku salah besar. Kyuhyun benar-benar mengajakku ke sebuah gedung mewah yang sudah didekor cantik, menyerupai aula pesta pernikahan pada umumnya dan banyak juga tamu dengan pakaian rapi dan hanbok yang berjalan hilir mudik. Siapa yang menikah di sini? Tidak mungkin aku dan Kyuhyun, bukan. Dia tidak pernah bercerita tentang konsep pesta pernikahan seperti ini.
“Aigoo..kenapa kau lama sekali Kyuhyun-ah..” Aku terkejut saat kami tiba di depan sebuah pintu, Ahra Eonni sudah menunggu dengan pandangan cemas. Pakaiannya pun sudah rapi, seperti mau menghadiri pesta penting.
“Mianhae. Mianhae. Aku serahkan Je Young padamu, Nuna. Tolong dandani dia dengan baik.” Kyuhyun menyerahkanku pada Ahra Eonni. Tunggu dulu, aku tidak mengerti apapun yang sedang terjadi sekarang. Siapapun tolong jelaskan padaku. Aku ingin bertanya pada Kyuhyun namun pria itu sudah melesat pergi meninggalkanku di sini.
“Sekarang ayo. Kau harus segera ganti baju.” Ahra Eonni menarikku ke dalam ruangan kemudian mendadaniku.

Aku tidak percaya bahwa hari ini hari pernikahanku sendiri! Ahra Eonni mengatakan semuanya padaku sambil memasangkan riasan pada wajahku. Dia bercerita bahwa sebulan terakhir Kyuhyun sudah merencangakan semuanya. Pria itu yang merancang dekorasi ruangan, undangan, hingga gaun pengantinku dengan cermat dan rapi. Kyuhyun memahami segala yang kusukai. Aku memang pernah mengatakan ingin menikah dalam ruangan yang menyerupai aula istana. Dan Kyuhyun sungguh melakukannya. Dan yang paling mengejutkanku adalah, dia merencanakannya seorang diri.
“Ah, aku tidak percaya hari ini aku menikah. Yang benar saja, Eonni. Aku tidak menyangka adikmu sungguh sulit ditebak.” Dengusku. Sekarang aku sudah memakai gaun pengantin dengan ekor panjang berwarna putih tulang. Rambutku dibuat ikal menggantung dengan menyepit setengah rambutku dengan sebuah pita yang indah dan di atas kepalaku terdapat tiara yang cantik. Kepalaku pun di pasangkan kain panjang berwarna putih yang terbuat dari kain tipis transparan. Aku menatap cermin. Aku yakin Eomma pasti menangis jika melihatku.
“Adikku memang gila. Mana ada orang yang mengajak kekasihnya menikah sedetik setelah melamarnya. Nah, sekarang ayo. Acaranya akan dimulai.”

Kini, aku berjalan di atas karpet merah yang ditaburi kelopak bunga mawar putih di dampingi oleh Tuan Cho, ayah dari pria yang menungguku di depan altar sana. Orang-orang yang menjadi saksi pernikahan kami tersenyum melihatku. Aku bingung apakah aku terlihat aneh atau memang aku tampak menakjubkan. hanya saja, aku merasakan bahagia, jantungku berdetak kencang dan tubuhku sedikit bergetar gugup. Kulihat Min Ah dan suaminya ada di sana, tanpa Min Rae. Mungkin bayinya itu ia titipkan di rumah ibunya. Mereka tersenyum padaku. Huh, aku merasa benar-benar bodoh karena tak tahu rencana Kyuhyun.
Kulihat Eomma menitikkan airmatanya. Dia melambaikan tangan padaku dengan wajah memerah terharu. Mataku ikut berkaca-kaca. Aku ingin sekali berlari kepelukannya namun tidak mungkin. Sekarang, setelah tiba di depan altar rasa senangku berpusat pada senyum Kyuhyun. Dia terlihat sangat gagah, tampan, dan memikat dengan tuxedo warna putih, serupa dengan warna gaunku.
“Ah, akhirnya kalian menikah juga.” gumam Tuan Cho sambil melirik nakal pada kami berdua. Aku seketika teringat kenangan-kenangan ketika beberapa kali aku tertangkap basah sedang bermesraan dengan Kyuhyun. Mukaku memanas malu.
“Appa, kau jangan menggoda istriku. Jika sekarang dia malu lalu melarikan diri bagaimana?” keluh Kyuhyun. Aku seketika menoleh padanya. Dia menggenggam tanganku lalu membimbingku agar berdiri bersama di depan altar.

Aku benar-benar gugup. Kini pendeta di depanku sedang mengucapkan ikrar pernikahan yang akan kami ikuti.
“Kau menyebalkan. kenapa tidak bilang hari ini kita akan menikah.” Omelku dengan suara pelan. Kyuhyun menoleh.
“Jika aku mengatakannya, bukan kejutan namanya.” Bisiknya pelan. Aku tersenyum.
“Aku masih bisa pergi. sekarang belum terlambat” ucapku menggodanya.
“Lakukan jika kau berani.” Bisiknya lagi.

“Ya!! Kalian ingin menikah atau tidak?” Kami tersentak saat mendengar suara teguran pendeta. Sepertinya pendeta itu kesal karena kami justru mengobrol di saat dia sedang membacakan ikrar pernikahan. Kami kembali tenang dan mendengarkan segala ucapannya dengan seksama.
“Aku bersedia.” Ucap Kyuhyun saat pendeta itu bertanya padanya tentang ke sediaannya menikah denganku. Pendeta itu kemudian beralih padaku, mengajukan pertanyaan yang sama.
“Hidup bersama dengan pria kekanakan, bodoh, lambat, dan manja ini selamanya?” ucapku sambil melirik Kyuhyun yang histeris mendengar ucapanku. Wajah tegangnya benar-benar membuatku ingin tertawa. Aku tersenyum kemudian. “Tentu saja aku bersedia.”
Kyuhyun mendesah lega. Dia menggerutu agar aku tidak membuatnya terkena serangan jantung.
“Sekarang, kalian telah sah menjadi suami istri. Hidup bersama, berbagi suka dan duka bersama selamanya hingga maut memisahkan. Lalu suami dipersila—“
Kyuhyun tidak mendengarkan ucapan pendeta itu hingga selesai karena pria ini tiba-tiba saja menarik pinggangku, lalu membungkam mulutku dengan ciumannya. Mataku membulat lebar-lebar. Aku bisa mendengar helaan pasrah pendeta itu dan cekikikan dari arah bangku tamu. Pria ini mempermalukanku untuk kedua kalinya.
Aku bahagia. Hari ini adalah hari terindah dalam hidupku. Hari dimana aku bisa merasakan kebahagiaan yang tak pernah hadir sebelumnya dalam hidupku. Hari dimana rasa sakitku tentang masa lalu yang kelam terhapus, diganti oleh kegembiraan yang sudah Kyuhyun berikan. Aku bahagia bisa bersama pria ini.
Mulai detik ini, kehidupan baruku terbuka cerah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Beberapa bulan kemudian…

“Cho Kyuhyun, ireona..”
Sudah beberapa kali aku mencoba membangunkan pria tukang tidur ini, mengapa rasanya sulit sekali?
“Aku masih mengantuk, chagi..” Kyuhyun meraba-raba tempat tidur entah mencari apa. Dia memaksakan diri membuka mata, menatapku yang berdiri tegak di sisi tempat tidur dengan tangan melipat.
“Aish…kenapa kau bangun. Ayo cepat sini. Aku ingin memelukmu.” Keluhnya sambil menepuk-nepuk tempat kosong di sampingnya.
Sudah lima bulan kami menikah dan kehidupanku terasa lebih berwarna. Meskipun terkadang kami sering beradu argumen, toh pada akhirnya kami akan berbaikan kembali. Bukankah memang seperti itu sebuah pernikahan? Saling memahami.
“Tidak mau. Kau tidak ingin bekerja?” tanyaku tapi tetap saja aku mendudukkan diri di atas tempat tidur. Kyuhyun menarik tanganku agar ikut tidur di sampingnya.
“Nanti saja.” gumamnya seraya menempelkan tubuhnya dengan tubuhku. Tangannya melingkar erat di pinggangku.
“Bagaimana bisa seorang Presdir pergi terlambat. Cepat bangun. Appa bisa marah padamu. dan berhenti memelukku terlalu kencang. Kau bisa menyakiti anak kita.” Apa Kyuhyun lupa kalau aku sedang hamil dua bulan?
“Apa?” Kyuhyun mengerjap histeris lantas melepaskanku. Dia bangkit lalu mengusap perutku dengan gerakan lembut. Wajahnya terlihat panik. “Aku tidak menyakitinya kan?”
“Tidak, Appa..” ucapku tersenyum. Aku berusaha bangun dan Kyuhyun membantuku. Kyuhyun semakin romantis saja saat mengetahui aku hamil. Aku tidak bisa melupakan betapa histeris dan gembiranya Kyuhyun saat kukatakan aku positif hamil. Dia sampai berkata pada semua orang di rumah sakit bahwa dia akan menjadi ayah.
“Appa tidak sabar menantimu lahir. Cepat besar dan segera lihat dunia ini, anakku.” Kyuhyun membungkukakn tubuhnya untuk mengecup perutku yang masih datar. Aku merasa geli saat Kyuhyun berusaha mengajak janin dalam perutku berbicara padahal mendengar saja belum bisa.
“kau tidak mengidam sesuatu? kau yakin anak ini tidak ingin apa-apa?” Kyuhyun lagi-lagi bertanya seperti itu karena ia heran padaku yang tidak mengidam aneh-aneh seperti para wanita yang hamil muda kebanyakan. Aku menggeleng—lagi.
“Memang kau mau kurepotkan mencari hal-hal yang tak masuk akal?” balasku. Kyuhyun mendelik, entah apa maksudnya. “Tapi aku ingin sesuatu sekarang.” gumamku manja, sambil meletakkan jari telunjuk di bibir.
“Apa?” seru Kyuhyun antusias.
“Aku ingin dicium.” Ucapku sambil mengetuk-ngetuk ujung bibir. Kyuhyun tergelak.
“Itu sih bukan keinginan bayi. Tapi keinginanmu. Aku pasti memberikannya tanpa kau minta. Sini..” Kyuhyun menarikku mendekat lalu bibirnya menyentuh bibirku dengan lembut. Inilah yang kusukai dari Kyuhyun. dia tidak pernah menciumku dengan menggebu tapi dia menciumku dengan begitu halus dan tekun. Aku suka caranya. Aku seperti dibawa terbang dan sesaat kami melupakan dunia.
Aegi, kau tidak boleh melihat ini. Aku melingkarkan tangan memeluk perutku. Kyuhyun menjauhkan wajahnya sebentar, menggumamkan kata ‘saranghae’ lalu kembali mengajakku mendaki awan bersama-sama.

Beberapa bulan setelahnya, anakku lahir. Aku melahirkan anak laki-laki yang sangat tampan. Sepertinya ini alasan mengapa aku tidak terlalu banyak mengidam yang aneh-aneh. Kyuhyun memelukku yang masih lemah dengan penuh rasa gembira. berkali-kali dia menciumi wajahku dan mengatakan bahwa betapa beruntungnya ia sudah menjadikanku istrinya. Aku berjasa memberikan satu penerus untuk keluarganya.
Kami sepakat untuk memberi nama pangeran kecil kami Cho Jin Woo. Aku tidak tahu alasan Kyuhyun menamainya begitu. Tapi kedengarannya itu nama yang bagus.
Hidupku terasa lebih sempurna sekarang.

End…

184 thoughts on “Hello My Charming Yeoja (Part 7 – End)

  1. kya kyuhyun selalu saja membuat kejutan yang membuat orang salah paham.
    tapi untunglah kejutan ini membuat je young mengungkapkan segala isi hatinya.
    akhirnya menikah juga

  2. Huaaaaa,, Kyu emng the best lah klo bkin orng trkjuttttt,, jd Je Young enk jg ya?? Gk ambil pusing tntng mngrus prnikahan hehehe tau2 udah ada d depn mata aja,, lngsung siap saji heheheheheh

  3. Woaaaaaa sudah ada baby neh….
    Baby jin woo…. Unyu2 anaknya kyu n jeyoung… Cepet bgt alur nya tp ya…yey happy ending….

  4. Hahahahahahahahah aku ketawa ngakak mulu bacanya bayangin mereka sama2 gila 😂😂😂 aku jadi ikutan gila 😄😄 the best banget bikin yang baca bayangin sambil ngakak guling2 😂😂

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s