All My Heart (Part 6-End)

Tittle : All My Heart Part 6 End
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, family

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho Kyuhyun

Support cast :

  • Find by your self

Ini adalah FF lama author. Jadi maaf ya kalau bahasanya rada-rada aneh gitu. Author sadar ko masih amatiran banget dalam hal bikin FF.
selamat membaca ^_^

All My Heart By DhaKhanzaki

—o0o—-

Jiyeon serasa terbang ke kayangan mendengar Kyuhyun memujinya dengan wajah manisnya.
“Ah, aku pasti namja paling beruntung di dunia” lanjutnya.
Jiyeon tidak sanggup membalas pujian Kyuhyun. Namja ini selalu berhasil membuat Jiyeon ‘speechless’.
Mata Kyuhyun yang berbinar-binar itu mulai menatap Jiyeon lagi. Kyuhyun mulai menggenggam tangan Jiyeon. Gadis itu menatap Kyuhyun dengan wajah tersipu.
“Jiyeon, jika aku sembuh nanti, ah tidak. Jika aku diberikan hidup lebih panjang, maukah kau menemaniku untuk selamanya?” tanya Kyuhyun sungguh-sungguh.
Deg~ jantung Jiyeon berdebar tak karuan lagi.
“Maksudmu?” Jiyeon pura-pura tidak mengerti.
“Jadi istriku.”
Jiyeon melongo selama beberapa detik. Terang saja, hal ini sangat mengejutkan bagi Jiyeon meskipun ia tahu Kyuhyun selalu melakukan hal tak terduga untuknya.
“loh, kok bengong. Aku serius Lee Jiyeon. I do love you”
Jiyeon mengerjapkan mata berkali-kali. Dalam hati ia sangat senang. Sungguh. Ia pun tidak berniat meninggalkan Kyuhyun.
“Kaum ini tidak romantis. Masa melamarku di tempat seperti ini” canda Jiyeon.
Kyuhyun mengangguk, “Ah, kau benar. Aku lupa jika aku ingin melamar tuan putri harus dengan cara super romantis” balas Kyuhyun.
“Kau ini!!”
Mereka tertawa bersama. Jiyeon senang melihat wajah Kyuhyun saat bahagia. Terlihat sangat tampan dan manis. Namun sesaat kemudian segalanya sirna. Kyuhyun tiba-tiba meringis kesakitan sambil memegang dadanya.
“Kyu, kau kenapa?!” cecar Jiyeon panik. Kyuhyun terlalu kesakitan untuk menjawab. Jiyeon semakin panik. Ia memencet tombol merah disamping ranjang untuk memangil dokter. Saat Kyuhyun mulai terhuyung, Jiyeon segera menahannya. Ia membaringkan Kyuhyun perlahan-lahan.
“Jiyeon.. Mianhae.” lirih Kyuhyun sambil menahan rasa sakit. Jiyeon menangis. Saat ia sedang panik dan takut begini mengapa bisa-bisanya Kyuhyun berkata demikian?
“Andwae Kyu, kau akan baik-baik saja” ujar Jiyeon panik di sela-sela tangisnya. Tiba-tiba Kyuhyun tak sadarkan diri. Tangannya yang sejak tadi digenggam Jiyeon pun jatuh lemah di samping tubuhnya.
“KYU!!” tangisan Jiyeon mulai pecah. Ia mencoba membangunkan Kyuhyun namun tak berhasil. Tak lama tim dokter datang. Mereka segera melakukan penanganan untuk menyelamatkannya.
Kyuhyun segera di bawa ke ruang operasi. Kedua orang tua Kyuhyun, Leeteuk, dan Seohyun tiba beberapa saat kemudian. Semua menunggu dengan cemas di depan ruang operasi.
Jiyeon pun tak henti-hentinya berdoa.

Semuanya terasa berjalan lambat seperti dalam film melo drama.
Kyu.. Malhajima..

Hiks, hiks,,
Jiyeon menoleh. Ia melihat Leeteuk mulai menangis. Orangtua Kyuhyun sudah menangis sejak tadi. Seohyun pun menangis.

Jiyeon justru berusaha agar tidak ikut menangis. Ia ingin menjadi kekuatan untuk Kyuhyun.
‘Lihat Kyu, di sini keluargamu menangis untukmu. Menangis karena takut kehilanganmu. Menangis karena tidak mau kehilanganmu. Jadi kau harus kuat dan tetap hidup’
Jiyeon terus berdoa.

Waktu terasa berputar begitu lama. Jiyeon tidak menghitung berapa lama ia tenggelam dalam kecemasan dan ketidak pastian. Beban yang ia rasakan begitu berat. Ia diliputi ketakutan yang teramat sangat.
Rasa itu menjadi lebih ringan ketika pintu ruang operasi tampak dibuka. Dr. Shin, keluar masih mengenakan masker.
“Bagaimana dokter? Keadaan anak kami?” tanya Appa Kyuhyun mendahului. Dr. Shin melepas maskernya. Semua orang menatapnya dengan wajah penuh pengharapan. Setelah menghela napas, senyum segar mengembang di bibirnya.
“Operasinya sukses. Beruntung dia bisa cepat mendapatkan donor”
Semuanya langsung bernapas lega. Suasana tegang berubah menjadi sorak gembira. Bahkan Leeteuk dan Seohyun sampai berpelukan. Jiyeon menitikkan airmata bahagia. Tanpa sadar tubuhnya jatuh kembali di kursi yang menjadi penopangnya sejak tadi.

Tuhan, terima kasih telah memberikan kesempatan Kyu untuk melihat hari esok. Batin Jiyeon.

“Sungguh baik orang yabg bersedia mendonorkan jantungnya untuk menolong nyawa anakku” ucap Eomma Kyuhyun.
“Siapa dok, pendonor itu? Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kami pada keluarganya” ujar Leeteuk.
Dr. Shin menghela napas berat. “Dia adalah Kim Kibum. Sahabat Kyuhyun sendiri” ujar dr. Shin.
Semua orang kaget. Termasuk Jiyeon. Ia sampai berdiri.
“Benarkah itu dok? Kim Kibum?” tanya Jiyeon tak percaya dengan telinganya sendiri.
“Ya, ini atas permintaannya sendiri”
Jiyeon tak percaya. Kibum, kau telah melakukan hal yang sangat luar biasa. Kali ini ia menangis lagi.

*flashback*
Terakhir kali yang diingat Kibum adalah saat ia membanting setir dan menabrak pembatas jalan.
Sekarang ia merasa seluruh tubuhnya sakit. Ya, waktunya untuk pergi pasti telah tiba. Kibum sekarat.
Beberapa bayangan masa lalu saling berkelebat silih berganti. Seperti film yang diputarbalikkan. Melihatnya, Kibum sadar. Bahwa dia telah menyia-nyiakan hidupnya. Menyia-nyiakan kesempatan berharga yang diberikan Tuhan.
Tidak, aku tidak mau pergi dengan cara begini! Teriak Kibum. Sayup-sayup terdengar suara orang-orang. Ia membuka mata, terlihat beberapa orang dokter di hadapannya. Kibum mengerang.
“dok-ter..” ucap Kibum dengan suara terpatah-patah.
“Ya, ada apa?” dokter itu segera mendekat
“aku tahu, waktuku pergi sudah tiba..” Kibum berhenti sejenak.

Kibum menahan sakit di sekujur tubuhnya dan berusaha mempertahankan kesadarannya.
“Kumohon kabulkan satu permintaanku..” suara Kibum sudah hampir habis. Dokter yabg menanganinya menyuruhnya tenang, tapi Kibum tetap berbicara.
“Jika aku mati, aku ingin mendonorkan jantungku untuk Kyuhyun… Dia sahabatku..ku mohon..”
Kibum terdiam lagi. Pandangan matanya mulai memudar.
“Dan sampaikan pada orangtuaku. Aku sangat menyayangi mereka..”
Dokter belum sempat menjawab tiba-tiba terdengar bunyi nyaring dari alat pendeteksi detak jantung. Dokter dan yang lainnya panik. Mereka segera melakukan penanganan tapi terlambat.
Kibum sudah pergi detik itu juga. Ia pergi dengan senyum mengembang di bibir.
*flashback end*

Beberapa waktu kemudian…

Sekarang Kyuhyun sedang dalam masa pemulihan. Setelah 2 hari tertidur, akhirnya ia siuman juga.
Kyuhyun tersenyum simpul. Ia bahagia karena ketika membuka matanya, ia masih bisa melihat wajah orang-orang yang disayanginya. senyumnya hanya berlangsung sesaat karena wajah yang amat ia rindukan tidak ada di sana. Kyuhyun tidak melihat Jiyeon. Kemana dia?
“Mana Jiyeon? Apa dia belum kemari?” tanya Kyuhyun dengan suara serak.
“Dia ada urusan sebentar. Dia bilang oppanya pulang dari Jepang” Jawab Seohyun.
Kyuhyun mendengus. “Ah, jika sudah menyangkut oppadeulnya, dia pasti akan melupakanku!” ujarnya jengkel.
Leeteuk tertawa “Itu baru dongsaeng yang baik. Memangnya kau. Aku bagaimanapun kau tidak peduli”
“Hyung! Aku peduli padamu!” bantah Kyuhyun. Yang lain menghembuskan napas senang melihat Kyuhyun yang penuh energi meskipun baru saja siuman dari sakit.

Bersamaan dengan itu Jiyeon datang. Yang pertama kali berseru gembira tentu Kyuhyun.
“Ah, akhirnya chagiyaku datang juga” seru Kyuhyun senang.
Muka Jiyeon langsung memerah. Dasar Kyu! Dia tidak sadar kalau banyak orang di ruangan itu. Ada Appa dan Umma Kyuhyun, Leeteuk dan Seohyun.
“Baiklah, kalau begitu kami pergi.”
Semua orang keluar dari ruangan itu. Menyisakan Kyuhyun dan Jiyeon saja.
“Ya! Untuk apa kau berteriak seperti tadi? Aku kan malu” ujar Jiyeon
“Oh, jadi kau keberatan jika aku merindukanmu? Arraso.. Lagipula kau lebih menyayangi oppadeulmu daripada aku” Kyuhyun merajuk. Tingkahnya benar-benar tidak menampakkan bahwa ia baru saja dioperasi beberapa hari lalu.
“Ah, iya. Minppa tadi pulang dari Jepang. Ah, aku sangat merindukannya. Kau tahu dia membawa oleh-oleh banyak sekali untukku. Ah, Minppa memang superbaik!” celoteh Jiyeon tanpa sadar.
Kyuhyun makin jengkel.
“Tuh kan. Sekarang aku dilupakan. Di matamu aku tidak lebih penting dari oppadeulmu!” serobot Kyuhyun kesal. Jiyeon tertawa kecil.
“Aish! Kau tidak terlihat seperti pasien yang baru selesai di operasi”
“Kau juga. Aku baru siuman sudah membuatku jengkel”
Jiyeon tersenyum lagi lalu tanpa di duga ia bergerak memeluk Kyuhyun.

Deg~

Kyuhyun tercengang. Aneh, dia tidak pernah merasa sesenang ini sebelumnya. Jantungnya.. Berdetak lebih cepat. Padahal Jiyeon sudah sering memeluknya. Tapi sekarang rasanya agak berbeda.
“Gomawo Kyu, karena kau tetap hidup untukku. Tidak ada hal yang paling kuinginkan lagi selain keberadaanmu di dunia ini” ucap Jiyeon pelan sambil terus memeluk Kyuhyun.
“oh, ne.” jawab Kyu kaku. Aneh, rasanya aneh namun menyenangkan. Pelukan ini sama seperti pelukan-pelukan yang lain, hanya saja ia merasa sangat heran karena ada sesuatu yang berbeda. Sesuatu di jantungnya seperti tergerak begitu Jiyeon memeluknya. Aneh.

Jiyeon melepaskan pelukannya.
“Lagipula aku bukan lebih menyayangi oppaku dibanding kau. Tapi rasa sayangku pada oppa dan pada dirimu itu berbeda” Jelas Jiyeon.
Kyuhyun masih terdiam untuk beberapa saat. Tak lama, ia baru mengangguk senang.
“Jiyeon, aku ingin membisikkan sesuatu. Sini” Kyuhyun meminta Jiyeon mendekat. Tentu saja Jiyeon menurut.
Namun tiba-tiba Kyuhyun menarik Jiyeon dan menciumnya sekilas. Jiyeon tercengang. Kyuhyun hanya tersenyum evil.
“Hehe, itu ucapan terima kasih dariku. Karena kau sudah menjagaku selama di sini”
Jiyeon baru tersadar beberapa detik kemudian.
“Ya! Tapi kan tidak perlu menciumku segala! Dasar namja rese!!” Jiyeon memukul halus pundak pria itu sementara Kyuhyun terkekeh senang

—o0o—

1 minggu kemudian.
Kyuhyun belum diberi tahu soal kematian Kibum. Keluarganya berniat memberitahu Kyuhyun jika kondisinya sudah membaik.

Kyuhyun sudah keluar dari rumah sakit. Sekarang ia beristirahat di rumah. Ia duduk di tempat tidurnya sambil sesekali berteriak girang dengan mata tertuju pada layar televisi. Ia sedang bermain game favoritnya. Jiyeon menghampiri Kyuhyun dengan nampan makanan di tangannya.

“Aku tidak mau makan sayur!” Kyuhyun mulai merengek lagi ketika Jiyeon memaksanya makan sayur.
“Ini agar kau cepat pulih. Sayuran itu kan bagus untuk kesehatanmu”
Kyuhyun menggeleng cepat dan mulailah mereka berdebat. Beberapa menit kemudian, Jiyeon menyerah. Kyuhyun itu pendebat tangguh dan sulit dilawan. Daripada menghabiskan energi lebih baik diam.
“Ngomong-ngomong, aku belum lihat Kibum. Kemana anak itu? Jahat sekali sahabatnya sudah sembuh dia tidak datang menjenguk”
Seluruh gerakan Jiyeon terhenti. Mulutnya pun ikut bungkam. Bagaimana ia menjelaskan semuanya pada Kyuhyun?
“Kenapa kau jadi sedih dan bingung begitu?” tanya Kyuhyun curiga.
“anu Kyu..” jiyeon diam sejenak. Ia bingung apakah harus menceritakannya atau tidak. Ia menatap Kyuhyun setelah yakin akan menceritakan hal yang sesungguhnya.
“Kau tahu siapa orang baik yang rela mendonorkan jantungnya untukmu?”
Kyuhyun menggeleng. Keningnya masih berkerut bingung.
“Dia adalah Kibum, Kyu. Sahabat terbaikmu” ucap Jiyeon pelan.
Mata Kyuhyun langsung membulat. Ia tercengang, kaget luar biasa.
“Apa maksudmu? Kibum? Jadi, jadi dia..”
Jiyeon menunduk sedih.
“Ya, dia sudah meninggal. Karena kecelakaan mobil. Tepat beberapa hari sebelum kau dioperasi. Dan sebelum meninggal ia sempat bilang ingin mendonorkan jantungnya untukmu. Agar kau bisa tetap hidup”
Kyuhyun terdiam. “mustahil. Jadi jantung ini, adalah miliknya?” lirih Kyuhyun pelan. Jiyeon terperangah, karena Kyuhyun meneteskan airmata.
“Kenapa? Kenapa dia melakukan ini..?” ujarnya dengan nada menyesal. “Dia tidak seharusnya mati untuk membuatku tetap hidup.”
Jiyeon mengambil surat dari Kibum dan menyerahkannya pada Kyuhyun.
“Bacalah. Mungkin kau akan mengerti sesuatu. Itu surat yang ditulis Kibum sebelum dia meninggal”
Kyuhyun mengambilnya. Secepat kilat ia membuka dan membacanya.

_to: Kyuhyun
Jangan kaget saat kau membaca surat dariku. Ini bukan salam perpisahan atau semacamnya.
Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu Kyu.
Kau adalah sahabat terbaikku. Sampai akhir hidupku itu tidak akan berubah.
Maafkan kesalahanku karena selama ini aku bersikap dingin padamu. Bukan apa-apa, mungkin karena aku iri padamu. Kau begitu dicintai oleh banyak orang. Hyung, teman-teman, bahkan Sooyoung pun lebih memilih dirimu daripada aku.
Entah apa sebabnya. Apa aku ini tidak berguna, atau sikapku tidak sebaik dirimu. Sepanjang tahun aku terus bertanya-tanya. Tapi jawabannya tidak kunjung kutemukan.
Aku kesal. Karena itu aku memilih memusuhimu. Maaf Kyu, aku ini sangat kekanakan. Aku tidak tahu harus mengeluh pada siapa. Aku selalu merasa tidak ada yang menyayangiku.
Tapi, belakangan ini aku mulai tersadar. Tidak sepantasnya aku bersikap begini. Apalagi ketika kau masih tetap memperhatikanku dan mengatakan kau mengenalku dengan baik.
Perkataanmu itu membuatku sadar sepenuhnya. Selama ini akulah yang bersikap buruk. Jawaban dari semua pertanyaanku terjawab sudah.
Kau pantas dicintai. Kau pantas disayangi. Kau pantas dipedulikan. Itulah yang kudapatkan darimu.
Kau juga pantas mendapatkan cinta dari Jiyeon. Kuakui aku sangat menyukainya. Melebihi rasa sukaku pada Sooyoung. Mungkin ini namanya cinta.
Setelah aku pergi, jagalah dia sebaik yang kau bisa Kyu. Karena aku hanya bisa mempercayakan dia padamu.
Gomawo. Karena sampai saat terakhir pun kau tetap menjadi sahabatku.
Selamanya persahabatan kita tidak akan berakhir.
Never give up. Cause your life will easier if you have any people who care to you.

Sampai jumpa,
Kim Kibum_

Airmata Kyuhyun meleleh membacanya. Ia mengusapnya cepat.
“Pabo! Anak bodoh ini. Bagaimana mungkin dirinya tidak berguna setelah hal besar yang dilakukannya untukku”
Selamanya persahabatan kita tidak akan berakhir.
Tentu saja. Batin Kyuhyun.

—o0o—

Hari itu, Kyuhyun mengunjungi makam Kibum di temani Jiyeon. Ia memandangi nisan bertuliskan nama Kibum dengan sendu.
“Gomawo. Atas hadiah terbesar yang kau berikan padaku. Dan maaf, karena aku sempat menjadi sahabat yang buruk untukmu. Harusnya aku peka pada keadaanmu. Seandainya waktu itu aku bisa tetap berada di pihakmu, mungkin sekarang aku masih bisa melihat kau tertawa dan tersenyum”
Jiyeon yang berdiri beberapa langkah di belakangnya ikut terharu mendengar ucapan Kyuhyun.
“Aku sempat mengira kau orang yang jahat. Tapi semuanya sirna sekarang. Karena kau sudah melakukan hal yang terlalu hebat yang bahkan aku mustahil melakukannya. Kau menolongku selamat dari maut. Sementara aku belum sempat melakukan apa-apa untukmu. Gomawo. Jeongmal gomawo. Kau adalah sahabat terbaik yang kupunya.”
Kyuhyun menangis terharu. Begitu juga Jiyeon. Angin musim semi berhembus menerbangkan kelopak-kelopak bunga mawar yang diletakkan di pusara Kibum.

—-

“Sekarang aku paham, kenapa jantungku terasa aneh tiap kali menatapmu” ucap Kyuhyun ketika mereka pulang sambil menyusuri sepanjang jalan yang di tumbuhi pohon dan bunga-bunga.
“waeyo?” Jiyeon tidak mengerti.
“Detak jantung ini, perasaan ini, adalah perasaan Kibum padamu. Rasa cinta dia padamu tidak kalah besarnya sepertiku. Karena itu, aku merasa bahagia dua kali lipat setiap kali bersamamu”
Jiyeon hanya menatap Kyuhyun dengan wajah gembira.
“Kenapa memandangku begitu?”
“Apa yang kau rasakan sekarang?”

Kyuhyun meletakkan tangan di dadanya.
“em..” ia tampak berpikir.
“apa? Jangan buat aku penasaran!” Jiyeon menggoyangkan lengan Kyuhyun tidak sabar. Pria itu menoleh lalu menarik Jiyeon mendekat. Gadis itu mengerjapkan matanya kaget.
“Tentu saja sangat bahagia. Begitu saja harus bertanya”
Jiyeon tersenyum. “Sudah kuduga” Jiyeon kemudian mencium pipi Kyuhyun sekilas.

Lagi, Kyuhyun harus terkejut. Padahal hanya dicium di pipi. Ah, apa Kibum tidak pernah dicium? Batin Kyu spontan. Di tengah kebingungannya, ia mendengar suara Jiyeon.
“Kyu…” ujar Jiyeon.
Kyuhyun menoleh.
“Kapan kau melamarku?” tanya Jiyeon polos.
“He?”
“Ya! Kau lupa? Kau bilang jika kau diberikan umur panjang kau akan melamarku!”
Kyuhyun tertawa dan menyentil kening Jiyeon pelan.
“Dasar! Apa kau segitu inginnya jadi istriku? Araso. Aku akan melamarmu. Tapi..”
“tapi apa?”
Kyuhyun mengeluarkan senyum evilnya.
“Tunggu sampai aku menjadi orang hebat. Baru aku akan melamarmu. Sekarang kita kan masih sekolah”
Jiyeon mendengus mendengar jawaban Kyuhyun yang mengecewakan.
“Tapi aku akan ‘pesan tempat ‘ dulu. Agar kau tidak menerima lamaran orang lain sebelum aku melamarmu” ucap Kyuhyun.
Jiyeon belum sempat bereaksi, Kyuhyun sudah meraih tangan Jiyeon dan memakaikannya sebuah cincin. Jiyeon terharu. Sangat.
“Kyu, ini..” Jiyeon terlalu senang sampai bingung harus bilang apa.
“Mulai hari ini kau resmi tunanganku.” jawab Kyuhyun dengan mata berbinar. Jiyeon langsung menghambur ke pelukannya..
“Saranghaeyo..” bisik Jiyeon.
“Nado saranghae” Kyuhyun balas memeluk Jiyeon.

Hari itu mungkin menjadi hari yang takkan bisa dilupakan. Hari paling membahagiakan bagi Jiyeon. Karena hari itu juga dia mendapat kejutan lain. Ketika mengunjungi restoran Appanya, seseorang datang berkunjung.
“Hyukppa!” Teriak Jiyeon bahagia ketika melihat oppa yang sangat dirindukannya ada di
restoran appa.Jiyeon langsung memeluk Eunhyuk dan menangis rindu.
“Oppa, aku sangat merindukanmu. Kenapa baru kembali sekarang”
“Aku juga sangat rindu padamu. Mianhae, karena sudah membuatmu cemas” ucap Eunhyuk sambil mengusap-usap kepala Jiyeon. Ah, ini yang sudah lama Jiyeon rindukan. Ia merindukan saat Eunhyuk mengusap kepalanya seperti ini.

Sementara Jiyeon melepas rindu, Appa dan Eomma menghampiri Kyuhyun. Bingung dan kaget, Kyuhyun kelabakan sendiri. Waduh, sepertinya aku akan di interogasi. Batinnya.
“Syukurlah ternyata kau sudah sehat. Eomma senang sekali melihatmu” ujar Eomma.
“Ne” Jawab Kyuhyun sambil tersenyum. Eomma Jiyeon memperlakukannya dengan sangat baik. Yang harus ia cemaskan hanyalah Appa Jiyeon. Pria paruh baya itu kembali menatapnya dengan ekspresi yang tak terbaca.
“Ya, baguslah. Dengan begini putri Appa tercinta tidak sedih lagi” ujar Appa. Ia kemudian mendekati Kyuhyun dan menatapnya serius.
“Kau janji kan tidak akan membuatnya sedih?”
“Oh, ne~” jawab Kyuhyun mendadak gugup. Appa Jiyeon sangat menakutkan.
“Appa, jangan ganggu pacarku dong. Dia belum sehat sepenuhnya” ujar Jiyeon sambil menghampiri mereka. Kyuhyun mendesah lega. Karena Jiyeon sudah menyelamatkannya.
“Gomawo” bisik Kyuhyun pelan. Jiyeon tersenyum.
“Ngomong-ngomong, mana Sungmin Oppa?” tanya Jiyeon.
“Dia pergi mengajak Yuri jalan-jalan” jawab Eomma.
Jiyeon mengangguk.

“Appa!” Siwon datang tiba-tiba. Melihat putra kesayangannya datang, Appa langsung berseru senang.
“Oh, putra Appa” Appa langsung memeluk Siwon. Mereka saling bercengkrama dengan akrab beberapa saatkemudian.
“Tuh kan, Appa jika ada Wonppa pasti melupakanku!” omel Jiyeon jengkel. Kyuhyun mencubit pipi Jiyeon.
“Begitu saja cemburu.”
Siwon memberikan kejutan lain hari itu. Ia mengajak seorang gadis bersamanya.
“omo” appa, umma, jiyeon terkejut melihatnya. Jiyeon dan Kyuhyun lebih terkejut lagi karena gadis cantik yang bersama Siwon adalah Sooyoung.
“Siapa ini? Cantik sekali” ucap umma.
“Dia Sooyoung. Em, pacarku” ucap Siwon malu.
“Mwo?!” Jiyeon kaget. Ia sempat berpandangan beberapa saat dengan Kyuhyun. Sooyoung tersenyum ramah pada semuanya dan ia bisa berbaur dengan baik.
“Ah, sudah kuduga. Wonppa, kau memang suka sejak bertemu dulu.” goda Jiyeon.
“Kau ini!” Siwon mencubit pipi Jiyeon. Sooyoung tertawa saja. Dia melihat Kyuhyun juga ada di sana.
“Kyu, kau sudah sehat?” tanyanya
“Iya. Berkat sahabatku, Kibum” ucap kyuhyun. Ekspresi Sooyoung sedikit berubah.
“tapi, kibum sudah..”
“Siapa bilang,” potong Kyuhyun. “dia masih hidup, di sini” Kyuhyun menepuk-nepuk dadanya. Sooyoung tersenyum.
“kau benar”
Semuanya terasa sempurna hari itu. Jiyeon seperti menemukan semua kepingan-kepingan puzzle yang tercerai dan menyusunnya kembali menjadi gambar yang indah. Begitulah hidup ini. Kadang bahagia, kadang juga sedih. Tapi semuanya akan lebih mudah jika kau dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangimu.

Your life will easier if you have any people who care to you.

_tamat_

 

oke, oke, ceritanya cukup sampe di sini. Gimana? Maklum author suka menghayal yang gaje bin aneh. Hihi,

Buat semua reader, kamsahamnida. Karena udah baca FF aku. Jika ada kesalahan, itu murni karena authornya masih banyak kekurangan.

Lain kali aku akan bawa FF yang lebih gaje lagi.
Tunggu yaaa.

SHIN JE YOUNG, author

pliz leave komen^_^

Bonus cerita :

Di tengah suasana hangat, Eunhyuk baru sadar bahwa hanya ia yang tidak mengajak pacar. Ia iri melihat Jiyeon an Siwon berama pasangan masing-masing. Lantas ia mengirimkan pesan pada Yoona.
Yoon, aku merindukanmu. Kau ada acara hari ini?
Eunhyuk.

Author : haha, sapa suruh gak ngajak pacar
Hyuk: author geblek!

54 thoughts on “All My Heart (Part 6-End)

  1. Gomawo, thor buat ffny ^_^!
    .
    Tp, kibum oppa pasti senang bsa lngsng ktemu sma yesung oppa (yeah)🙂.
    Xie-xie ni! Arigatou gozaimasu!
    Jngn lupa ff yg lain tetap d lnjutn yeth :v.
    Keep writing dn… HWAITING! ^^🙂

  2. Whoaaaaa~ ceritanya keren banget!! Dan seperti biasanya!!
    Oiya, maaf ya baru komen di chapter terakhir … Saya juga udah baca ff yang ‘No Other’ Pokoknya semua keren deh!! Good Job thor!!

  3. Huaaaa sedih
    Sbenernya aku udh nebak sih dari pas yesung meninggal kalo kibum bakalan donorin jantungnya ke kyuhyun eh ternyata tebakanku benerr
    Daebakk thorr ffnya kerennn
    Sadnya juga dapett
    Keep writing ^^

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s