Hello My Charming Yeoja (Part 5)

Tittle : Hello My Charming Yeoja Part 5
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast

  • Shin Je Young
  • Cho Kyuhyun

Alohha… FF dengan main Cast author juga terbit lagi nih.. jangan pernah bosen bacanya yah.. ^_^

kita baca bareng – bareng yuuukk..

Hello My Charming Yeoja by dhaKhanzaki

—o0o—-

Part 5

“Kau sudah memiliki calon?” Je Young menyadari suara yang keluar dari tenggorokannya terlalu pelan. Dadanya tercekat. Ia merasakan paru-parunya seperti mengerut.
Kyuhyun tidak menjawab, hanya tersenyum kecil. “Begitulah..”

Je Young seperti baru saja disadarkan satu hal yang menyakitkan. Kenyataan bahwa Kyuhyun memang tidak memiliki perasaan apapun padanya. Namja ini sudah memiliki calon istri dan itu bukan dirinya. Jadi, perhatian Kyuhyun selama ini hanya omong kosong belaka. Ia menggelengkan kepala cepat. Tanpa pikir panjang ia menuangkan wine ke dalam sloki kosong lalu meneguknya dalam sekali tenggak. Ia mendengar dari sahabatnya Min Ah bahwa alkohol bisa membantunya melupakan kepala yang berdenyut sakit untuk beberapa saat. Rupanya itu kenyataan. Ia merasakan sendiri dirinya seperti melayang dan kepalanya terasa ringan.

“Shin Je Young, kau meminumnya???” pekik Kyuhyun kaget. Ia baru menyadari hal itu ketika melihat Je Young menutupkan mata rapat-rapat sambil mengeryitkan dahi. Ia sedikit mendesis begitu mengecapi wine di dalam mulutnya.
“Aku..aku tidak tahu jika wine rasanya sepahit ini..” gumamnya linglung. Kyuhyun segera mengambil gelas kosong dari tangan Je Young lalu meletakkannya di atas meja. Mendadak ia merasa gusar melihat Je Young tampak seperti orang mabuk. Sepertinya alkohol yang terkandung dalam wine itu sudah bekerja mempengaruhi syaraf otaknya. Kyuhyun memegang kedua pundak Je Young, menghadapkan tubuh gadis itu ke arahnya.
“Youngie.. lihat aku..” suruh Kyuhyun dengan mata menatapnya tajam. Dengan gerakan tak menentu, Je Young mengangkat kepalanya lalu menatap Kyuhyun. Matanya sayu, hampir saja terpejam.
“Ne…”
“Berapa jumlah jariku?” Kyuhyun menaikkan jari telunjuk dan tengah ke hadapan Je Young. Gadis itu menyipitkan mata sejenak lalu bergumam.
“Empat.. ah..bukan.. tiga..”

Kyuhyun mengerang dalam hati. Gadis ini sudah mabuk. Ia harus menyadarkan gadis ini. Kyuhyun hendak bangkit namun sepasang tangan menggenggam erat tangannya. Ia menoleh cepat kea rah Je Young yang kini pipinya merah merona.
“Kyuhyun-ssi..chukkae yo..” lirihnya. Kyuhyun kembali duduk karena ia tidak paham dengan ucapan Je Young. Apa maksudnya? Bukankah ulangtahunnya besok dan jam 12 malam masih dua jam lagi.
“Untuk apa?”
“Pernikahanmu..Bukankah kau sudah menemukan calon istri yang tepat..”

Entah kenapa, mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Je Young membuat sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman. Ah, jadi ini sebabnya Je Young meneguk wine? Mungkinkah ia cemburu?
“Terimakasih. Aku tidak akan lupa untuk mengundangmu..” Kyuhyun akhirnya memilih meladeni ucapan melantur gadis ini. Tentu saja ia sudah mempunyai calon istri dan itu adalah dirinya sendiri.
Je Young mengerucutkan bibirnya, terlihat jelas ia kecewa. Kyuhyun mengerang kembali dalam hati. Andaikan saja gadis ini tidak dalam keadaan mabuk mungkin ia sudah memeluknya.
“Kalau begitu apa artinya perhatianmu selama ini padaku..” tiba-tiba saja Je Young berkata dengan suara lirih. Kyuhyun mengangkat kepalanya menatap Je Young. Kini ekspresi gadis itu tampak terluka. Tangan Je Young terangkat mengangkup kedua sisi wajahnya. Membuat Kyuhyun terperanjat kaget. Ia mengerjapkan mata melihat sorot terluka yang ia tangkap dalam manik mata Je Young.
“Katakan sejujurnya padaku Kyuhyun-ssi. Kenapa selama ini kau memperlakukanku dengan begitu baik? Beritahu aku yang sebenarnya sebelum aku salah paham lebih jauh..” pintanya dengan suara dalam. Kyuhyun kembali mengerjapkan mata. Antara ingin tertawa dan menangis, Kyuhyun merasakan keduanya saat ini. Ia memang harus berkata jujur tentang perasaannya.

“Shin Je Young.. aku..”
“Aku paham..” Je Young menyela sambil melepaskan tangannya. Kyuhyun mencelos hatinya ketika Je Young menarik tangan dari wajahnya.

Je Young bangkit lalu menatap Kyuhyun. “Sikap baikmu selama ini hanya tatakrama bukan. Kau tidak memiliki perasaan khusus padaku. Ah..benar juga. Seorang Cho Kyuhyun mana mungkin menyukaiku..” racaunya. Sampai kapan Je Young terus berkata melantur seperti itu? Kyuhyun sungguh tidak bisa menahan diri lagi. Je Young harus di sadarkan. Ia sangat mencintai Je Young dengan segenap hati dan pikirannya. Ia bahkan rela menjadi seorang pengemis cinta selama dua tahun demi mendapatkan hati gadis bodoh itu. Harus berapa lama lagi ia bersabar menghadapi kebodohan Je Young?

Gadis itu membalikkan badan untuk pergi namun di saat yang bersamaan Kyuhyun bangkit lalu mencekal tangannya. Ia menarik tubuh Je Young ke dalam pelukannya. Terkejut, Je Young membelalakkan matanya beberapa kali. Secara naluriah tubuhnya memberontak namun ia kalah tenaga melawan Kyuhyun yang mendekapnya begitu erat.
“Kyuhyun-ssi..” Suara Je Young bergetar. Ia mencoba memberikan jarak antara tubuhnya dengan tubuh Kyuhyun namun selalu gagal. Ia membiarkan tangannya terjepit di antara badan mereka.
“Kau ini bodoh atau pura-pura tidak mau menyadarinya, Shin Je Young”

Je Young mendongakkan kepalanya mendengar suara yang dilontarkan dengan nada dingin dan tajam dari mulut Kyuhyun. Terjadi desiran hebat dalam benaknya begitu mata mereka bertemu. Berbagai macam emosi tercermin dari sorot mata namja itu. Namun yang paling jelas bisa dilihatnya adalah perasaan terluka. Seketika, seluruh gerakan tubuhnya terhenti. Je Young terpaku menatap mata itu. Mata yang penuh dengan perasaan terluka. Ia terenyuh.
“Apa perlu aku mengatakannya dengan jelas bahwa aku menyukaimu? AKU MENCINTAIMU, SHIN JE YOUNG!!” Kyuhyun mengucapkannya dengan suara lantang yang menggema langsung ke dalam telinga gadis itu. Je Young terkejut, tentu saja. Bahkan ia sangat terkejut. Sepenggal rasa bahagia menelusup ke dalam relung hatinya dan ia tahu itu adalah reaksi bahagia. Akhirnya, setelah sekian lama tenggelam dalam ketidakpastian Kyuhyun mengatakan kalimat itu juga. Inilah yang ia tunggu selama ini. Andai saja semua jelas pada awalnya. Ia tidak akan terus larut dalam dilema berkepanjangan selama dua tahun lamanya.
Jantungnya berdebar kencang. Mulutnya bahkan terlalu kaku untuk bergerak. Ia sungguh terkejut sekaligus terharu. Kenapa baru mengatakan kalimat itu sekarang?

Kyuhyun terdiam menyelami mata gelap yang kini menatapnya dengan berbagai macam emosi. Ia tahu ini adalah salahnya. Ia memberikan begitu banyak perhatian berharap Je Young menyukainya namun ia tidak pernah memberikan kejelasan atas maksud dari semua itu. Nunanya benar, seorang wanita memang membutuhkan sebuah pernyataan untuk membuat semuanya jelas. Dan Je Young salah satunya.
“Aku benar-benar mencintaimu, Je Young-ah. Apa kau tidak bisa merasakannya?” suara Kyuhyun merendah, bahkan nyaris berbisik. Terlihat jelas namja itu tengah menahan diri agar tidak menangis.
Je Young memang belum bisa menjawab. Ia hanya bisa menatap Kyuhyun. Ia ingin sekali berkata ‘aku juga mencintaimu’ namun ia tidak bisa. Ada apa dengan dirinya? Tanpa ia sadari, tangannya perlahan merambah naik hingga sekarang memeluk tengkuk Kyuhyun. Namja itu mengangkat kepalanya, menatap lurus ke arah mata Je Young. Ia masih menunggu jawaban.

Aku juga mencintaimu, Cho Kyuhyun. Batin Je Young. Entah aku memang bodoh atau baru menyadarinya namun yang kutahu di hatiku saat ini hanya terukir namamu.

Kyuhyun mengerjap saat menyadari Je Young mendekatkan wajahnya. Je Young pun tidak paham dengan jalan kerja tubuhnya sendiri. Mengapa mendadak saja dalam benaknya terpikir untuk melakukan sesuatu yang begitu lancang seperti..menciumnya. Jika ia tidak bisa menyuarakan isi hatinya, mengapa tidak ia memberitahukan perasaannya melalui tindakan. Bukankah Kyuhyun pun begitu? Ia harap Kyuhyun mengerti.
Kyuhyun tidak bergerak sedikitpun ketika Je Young mulai menarik sedikit tengkuknya lalu mendaratkan bibir manisnya itu tepat di permukaan bibirnya. Refleks matanya menutup dan ia membiarkan Je Young menciumnya untuk pertama kali. Jantungnya berdebar kencang dan ia hampir saja jatuh lemas karena terlalu gembira. Mungkinkah Je Young juga menyukainya? Ia merasa terlalu gembira sampai lupa bahwa sekarang jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Jam dinding yang berdentang sebanyak dua belas kali berhasil membuat Je Young menjauhkan wajahnya.
“Saengil Chukhahamnida..” ucap Je Young dengan pipi merona kemerahan. Ia sungguh malu saat bertatapan dengan mata Kyuhyun. Perbuatannya tadi benar-benar lancang dan tidak tahu malu.

Tak ada satu kalimat pun yang bisa menggambarkan perasaan Kyuhyun saat ini. Ia sungguh gembira. Ia tidak menyangka jika di ulangtahunnya yang ke 26 ini akan mendapatkan ucapan selamat pertama kali dari orang yang di cintainya. Seulas senyum bahagia terbit di wajah tampannya. Benar-benar senyum tulus yang menggambarkan isi hatinya saat ini.
“Gomawo..ini adalah ulang tahun paling indah dalam hidupku.” Ia diam sejenak menatap Je Young dalam. “Apa kau juga mencintaiku?”
Je Young terkesiap. Ia menundukkan kepalanya, salah tingkah. “I-itu..”
Kyuhyun menyentuh ujung dagu Je Young, sedikit menariknya agar kepala gadis itu mendongak ke arahnya. “Katakanlah agar aku paham.”
Ekspresi Kyuhyun saat ini bagaikan seberkas semangat untuknya. Seolah mendapatkan keberanian, Je Young menganggukan kepalanya.

Bagi Kyuhyun, anggukan kepala Je Young sudah lebih dari cukup untuk menjawab pertanyaannya. Ia begitu senang hingga tidak tahu harus berkata apa. Kyuhyun kembali mendekap tubuh Je Young dan kali ini ia tidak merasakan reaksi penolakan apapun. Meskipun Je Young tidak balas memeluknya, itu bukan masalah.

Je Young tersenyum dalam pelukan Kyuhyun. Ia tidak tahu jika akan sebahagia ini saat mengetahui ada seseorang yang mencintaimu dengan sepenuh hati. Tangan Kyuhyun melingkari tubuhnya dan rasanya begitu hangat. Je Young baru menyadari bahwa badannya begitu kecil dalam pelukan Kyuhyun.
“Terima kasih. Ini hadiah terindah, Youngie..” Kyuhyun membisikkan kata itu dengan suara rendah, setelah itu mengecup lembut pipinya. Je Young merasakan darahnya berdesir cepat karena Kyuhyun tak hanya mendaratkan bibirnya di pipi. Secara perlahan dan hati-hati, ciuman Kyuhyun merambah ke bibirnya. Hanya mengecupnya sekali, dua kali seolah takut jika perlakuannya membangkitkan trauma Je Young. Menyadari hal itu, Je Young yang bertindak lebih dulu. Ia mulai menggerakkan bibirnya membuat Kyuhyun sedikit terkejut. Je Young memeluk erat leher Kyuhyun dan mereka mulai tenggelam dalam gairah.

Perlahan-lahan, Kyuhyun merambahkan tangannya naik, menyentuh bagian ujung sweater tipis Je Young lalu menurunkannya.

Je Young menutup matanya rapat-rapat dan otaknya mulai menebak-nebak apa yang akan Kyuhyun lakukan berikutnya. Mungkinkah mereka malam ini akan..
Tubuhnya bereaksi ketika ia merasakan Kyuhyun menjatuhkan sweter dari tubuhnya lalu menyentuh tengkuknya dengan Lembut. Entah apa yang terjadi, namun ia merasakan tubuhnya bergetar dengan sendirinya.

Kyuhyun mendadak saja menghentikan gerakan kepalanya ketika ia hendak mengecup bibir Je Young kembali. Ia menyadari ada yang aneh. Tubuh Je Young bergetar dalam pelukannya dan ia melihat gadis itu menutup matanya rapat-rapat. Ia terkesiap kemudian. Tidak, ia sudah berbuat terlalu jauh. Mungkin tindakannya yang lancang kembali membangkitkan trauma gadis itu.
Je Young membuka matanya perlahan merasakan ada yang aneh. Begitu kelopak matanya membuka, ia melihat Kyuhyun menatapnya dengan ekspresi tak terbaca. Seperti rasa bersalah dan menyesal.
“Maaf Youngi..Tadi, aku salah. Seharusnya aku tahu kau masih belum siap. Tidak, tidak. Kita memang belum siap.” Kyuhyun merapikan kembali pakaian Je Young yang sedikit berantakan dan memakainkan sweter yang tadi di lepasnya ke tubuh gadis itu. Kali ini Je Young yang merasa kaget. Ia tidak merasa takut. Hanya saja ia merasa gugup. Reaksinya tadi bukan semacam reaksi trauma. Kyuhyun salah.
“Sekarang kau pergi tidur di kamar. Aku akan tidur di sofa saja..”

Bahkan sebelum Je Young membuka mulut untuk menjawab, Kyuhyun sudah bergerak meninggalkannya sendirian di sana dan memilih untuk membereskan meja. Je Young terpaku di tempatnya. Ia ingin sekali berkata ‘tidak apa-apa, tadi aku tidak merasakan trauma atau semacamnya’. Ia tidak ingin melihat Kyuhyun memasang wajah bersalah seperti itu.

Entah ini benar atau tidak, namun sejak Kyuhyun memeluknya saat ia menangis kala itu, ia merasa traumanya perlahan-lahan menghilang. Mungkin karena ia sudah terbiasa dengan sentuhan Kyuhyun di tubuhnya karena itu ia tidak merasakan ketakutan apapun. Kyuhyun sudah berhasil menghilangkan traumanya.

—o0o—

Kyuhyun POV

Aku benar-benar hampir saja kehilangan kendali tadi malam. Mengapa otakku bisa terpikir untuk melakukannya pada Je Young? ah, Cho Kyuhyun kau ini bodoh sekali. Aku benar-benar malu sampai melirik matanya saja tidak sanggup. Saat sarapan tadi pagi pun kami tidak berbicara terlalu banyak karena aku selalu menghindari kontak mata dengannya. Kenapa aku jadi semakin pengecut setelah semuanya jelas? Je Young juga mencintaiku. Bukankah seharusnya aku bisa bebas memeluknya atau menciumnya?

“Kau tunggu di sini. Selama aku rapat kau tidak boleh pergi kemanapun” titahku sebelum masuk ke dalam ruang rapat. Je Young mengangguk sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena tersapu angin. Aku meninggalkannya sendirian di lobi kantor cabang perusahaan lalu beranjak untuk menghadiri rapat.
Rapat setidaknya menghabiskan waktu sekitar dua jam dan aku berharap Je Young tidak bosan menunggu. Aku segera menghampirinya begitu rapat selesai. Untunglah Je Young masih tetap duduk manis di tempatnya. Ia terlihat begitu tenang sambil memainkan ponselnya.
“Youngie…”
Dia mengangkat kepalanya mendengar suaraku. Senyum manis di wajahnya terbit, senyum yang selalu membuatku rindu. Perasaanku sangat damai begitu melihatnya.
“Kau sudah kembali. Apa rapatnya berjalan lancar?”
“Tentu saja. Kajja kita pergi..”

Aku memberanikan diri menggenggam tangannya dan Je Young tidak menolak. Ia justru tersipu. Benar-benar manis.
“Pekerjaanku sudah selesai di sini.” Ucapku ketika kami berjalan santai menyusuri trotoar. Aku menolak pulang dengan mobil. Lagipula cuaca sedikit cerah meskipun masih banyak tertinggal tumpukan-tumpukan salju di sekitar jalan yang belum dibersihkan. Je Young pun tidak menolak. Ia tampak senang karena bisa mengamati lebih seksama pemandangan kota berlin yang indah.
“Jinjja yo? Lalu apa yang harus kita lakukan setelah ini? Apa kita akan kembali ke Korea?”
Aku menggeleng sambil tersenyum padanya. “Kita akan menghabiskan waktu kita di sini dengan bertamasya.”
“Tamasya..” kulihat matanya melebar pertanda ia menyukai ideku. Sudah kuduga.
“Tentu saja. Apa ada tempat yang ingin kau kunjungi di sini?”
“Aku tidak tahu tempat yang bagus. Aku ikut saja.”
“Baiklah. Bagaimana kalau kita bermain ski? Kajja..”

—-o0o—-

Author POV

Je Young berusaha menormalkan reaksi kagetnya setelah sepuluh menit berdiri di depan resort ski yang terletak di pinggiran kota Berlin itu. Ia takjub menatapi bangunan kokoh dengan nuansa alami di hadapannya. Dindingnya dipahat dengan aksen kayu sehingga membuat pengunjungnya merasa seperti sedang berkemah di alam liar. Namun saat masuk ke dalamnya, nuansa khas Jerman begitu kental.
“Kyuhyun-ssi..” bisik Je Young ragu saat Kyuhyun menariknya masuk ke dalam dengan tangan yang saling bertaut.
“Bisakah kau berhenti memanggilku dengan sebutan seformal itu? kau benar-benar tahu cara membuat telingaku sakit.” dengusnya tak terima.
“Lalu aku harus memanggilmu apa?”
“Oppa. Itu sudah cukup.”
“Aigoo..” desis Je Young. Namun rupanya reaksi Je Young memberikan artian lain bagi pria ini. Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu menoleh dengan mata menyipit.
“Apa panggilan itu sangat menyulitkan?” tanyanya retoris. Je Young menggeleng cepat karena saat ini ia merasa sedang di intimidasi.
“Oppa..” ucapnya kaku. Lidahnya terasa sangat kelu karena ia tak terbiasa menyebut Kyuhyun dengan panggilan se’akrab’ itu.
“Good. Sekarang ayo kita bermain ski!!!”

Karena mereka tidak membawa perlengkapan ski sendiri, terpaksa mereka menyewanya dari resort. Kyuhyun sudah siap dengan jaket tebal, alpine ski, dan stik ski. Ia menoleh ke arah gadis yang tampak kesulitan saat membawa alpine ski.
“Sini, kubawakan..” Kyuhyun mengambil alih benda itu dari tangan Je Young.
“Hei—“ Je Young hendak protes namun pria itu sudah melesat pergi. Ia melemaskan bahunya sejenak lalu merogoh sesuatu di dalam saku jaket.
“Haruskah kuserahkan sekarang?” gumamnya menatap topi rajut berwarna abu-abu di tangannya. Ia mendesah lalu kembali memasukkan topi itu.

Bermain ski rupanya tidak semudah yang dikira. Beruntung Kyuhyun pemain ski yang professional dan pria itu dengan senang hati mengajarkannya meskipun yah—Kyuhyun sangat kejam saat mengajar. Setelah lelah bersenang-senang, Kyuhyun mengajaknya istirahat sejenak di kafetaria resort. Namun Je Young lebih suka duduk di beranda kafetaria di banding di dalam. Pemandangan pegunungan yang menjadi point of interest resort itu sangat menakjubkan. Ia menyukainya.
“Youngie, jangan berdiri di dekat pagar. Nanti kau terjatuh!!” teriak Kyuhyun dari tempatnya duduk. Ia menatap Je Young yang sejak dua menit lalu berdiri di dekat pagar pembatas beranda. Menatap pemandangan pegunungan yang putih karena tertimbun salju.

Je Young tidak terlalu mendengarkan Kyuhyun karena ia sibuk berpikir antara harus menyerahkan hadiah ulang tahunnya sekarang atau tidak. Topi rajut ini mungkin biasa dan bisa ditemukan dimanapun. Namun ia membuatnya sedikit lebih berbeda.
“Youngie!!!”
Teriakan Kyuhyun membuatnya terkejut bukan main sehingga topi itu lepas dari genggamannya. Je Young menerjap kaget menyadari topi hadiah itu jatuh ke bawah. Ia mencoba meraih topi itu yang tersangkut di ranting-ranting pohon. Bagian bawah beranda itu adalah tebing yang cukup curam sedalam sepuluh meter. Ia terus berusaha menggapainya karena tidak mau sampai kehilangan topi itu. Itu adalah hadiahnya untuk Kyuhyun. Namun karena terlalu berusaha mengulurkan tangannya, tubuhnya seperti tertarik sesuatu.
“Kyaaaaaa”
“Je Young!!!” Kyuhyun melonjak dari tempat duduknya saat melihat Shin Je Young terjatuh ke balik pagar itu.

Semuanya terjadi begitu cepat hingga ia tidak menyadari ketika tubuhnya jatuh ke balik pagar, bergulingan di tebing landai yang tertutup salju tebal hingga akhirnya mendarat di atas tumpukan salju di dasar tebing. Untung tubuhnya tertahan pohon pinus di bawah sana sehingga tidak terus berguling hingga ke tepian sungai.

Kyuhyun berlari cepat ke tepi pagar dengan perasaan panik yang luar biasa. Ia menoleh ke kiri dan kanan berusaha mencari bantuan.
“Help Please!!!!!” teriaknya. Orang-orang seketika berlarian menghampirinya dengan ekspresi macam-macam.
“What’s happen?”
“My wife fell down there. Please quickly save her!!!”
Beberapa pengurus resort segera mengambil perlengkapan untuk mengevakuasi Je Young dari bawah sana.

Je Young berusaha bangun dari tumpukan salju yang sedikit menimbun tubuhnya. Ia meneliti keadaan di sampingnya yang di penuhi dengan salju tebal. Beruntung salju lembut itu tidak membuat tubuhnya kesakitan. Ia hanya merasa dingin. Ya, tubuhnya bergetar karena udara di sekitarnya begitu dingin dan beku.
“Youngie..”
Kepalanya terdongak ke arah datangnya suara. Ia melihat Kyuhyun berwajah panik di atas sana. Ia juga melihat beberapa orang penyelamat sedang turun untuk membantunya keluar dari tebing itu.
“Gwaenchanayo!!!” teriak Kyuhyun. Je Young tersenyum dengan bibirnya yang mulai membiru.
“Ne!!!” teriaknya. Je Young menggenggam erat topi rajut yang menjadi penyebab dirinya terjatuh. Sesampainya di atas nanti, ia akan memberikannya pada Kyuhyun.

Kyuhyun mendesah lega ketika beberapa pria yang turun berhasil menyelamatkan Je Young dari bawah sana.
“Youngie..kau tidak apa-apa..” Kyuhyun berhambur menghampiri Je Young lalu menyampirkan selimut tebal ke tubuh gadis itu. Dalam hatinya berkelebat berbagai macam emosi. Cemas, marah, dan takut bercampur menjadi satu. apalagi saat melihat tubuh Je Young bergetar dan bibirnya tampak begitu pucat.
“Aku tidak apa-apa..”
“Sudah kubilang untuk tidak dekat-dekat pagar itu kenapa kau tidak mau mendengarkanku, Youngie!!!” Kyuhyun mendadak meneriakinya. Ia sungguh khawatir. Je Young tersentak kaget.
“Aku juga tidak tahu aku akan terjatuh. Mianhae..”
“Kenapa kau ini tidak pernah mendengarkanku. Kenapa kau selalu mengabaikan ucapanku!!!”
Mendengar amukan Kyuhyun, Je Young merasa sangat bersalah. Ia tahu ia bodoh tidak mendengarkan ucapan Kyuhyun tadi. Namun haruskah pria ini memarahinya seperti ini, di depan orang-orang yang menyaksikan mereka?
“Mianhae..” akhirnya hanya itu yang bisa diucapkannya. Tubuhnya terserang hipotermia hingga menggigil.

Kyuhyun mengerjap sadar. Beberapa detik lalu emosi terlalu menguasai dirinya hingga ia tidak bisa berpikir jernih. Seharusnya ia tidak membentak Je Young. Seharusnya ia tahu Je Young tidak sebodoh itu membuat dirinya jatuh ke bawah sana. Itu kecelakaan. Kenapa ia bisa lupa diri? Apa karena rasa khawatir yang terlalu tinggi?
Ia menatap Je Young yang kini menundukkan kepalanya. Tubuh gadis itu bergetar. Tangannya terulur lalu memeluk erat tubuh gadis itu. Memberikannya kehangatan agar tubuh Je Young tidak mengiggil lagi.
“Maaf. Aku terlalu kasar. Ini karena aku terlalu mencemaskanmu” ungkap Kyuhyun bersalah. Ia merenggangkan pelukannya.
“Sebenarnya apa yang membuatmu terjatuh?” tanyanya cemas. Ia mengusap kedua pipi Je Young yang terasa dingin.
“Itu..” Je Young merogoh sesuatu dari dalam saku jaketnya. Ia memperlihatkannya pada Kyuhyun. “Aku hanya ingin mengambil ini..”
Kyuhyun menautkan kedua alisnya menatapi topi rajut di tangan Je Young. Benda ini yang membuat Je Young jatuh?
“Topi ini? Memang apa pentingnya?”
Je Young mengulurkannya pada Kyuhyun. “Ini..hadiah ulangtahun untukmu..” tangannya yang terangkat ke arah Kyuhyun tampak bergetar. Kyuhyun terenyuh hatinya melihat Je Young merelakan keselamatannya sendiri demi topi ini.
“Kau..” Kyuhyun mengambilnya. Lalu memperhatikan topi rajut warna abu-abu yang tampak biasa dari bentuk dan bahannya. Saat melihat lebih seksama, ia mengerjap karena di bagian sisi topi itu tersemat namanya. Di sulam dari benang emas dengan sangat rapi dan indah. Sudut hatinya tersentuh. Ia cepat menatap Je Young.
“Gomawo..” Lirih Kyuhyun dengan senyum manis. Ia sangat terharu. Ini memang biasa saja. Namun mengingat Je Young begitu berjuang untuk topi ini, ia merasa benda biasa ini bisa menjadi sangat istimewa. Ia terkesiap menyadari Je Young masih bergetar kedinginan. Ia segera membawa Je Young ke dalam resort untuk memberinya kehangatan.

—o0o—

“Shin Je Young, apa aku terlihat tampan dengan topi ini?” seru Kyuhyun sebelum mereka meninggalkan resort. Ia sangat bangga mengenakan topi pemberian Je young itu. Je Young tersenyum. Bagaimana bisa tidak bagus, menurutnya Kyuhyun selalu tampan dengan pakaian apapun.
“Kau sangat percaya diri.” Kilah Je Young, menyembunyikan kekagumannya. Ia membuka pintu mobil lalu masuk.
“Huh, apa salahnya memujiku sekali saja.” desis Kyuhyun lalu ikut masuk ke dalam mobil. Tak lama mobil pun berjalan meninggalkan resort ski.

Kyuhyun tak menyangka sekarang adalah hari terakhir perjalanan dinasnya di Jerman. Kapan ia akan melewati hari-hari seperti ini bersama Je Young? Ia menatapi langit malam Berlin yang kelabu dengan bintang yang menghiasinya. Meskipun malam ini tidak turun salju, namun udaranya masih tetap dingin. Ia merapatkan sweternya sambil sesekali menguap. Sekarang sudah malam dan ia penasaran apa yang sedang dilakukan Je Young sekarang.
Senyumnya kembali terbit begitu meningat sekarang hubungannya dengan Je Young sedikit membaik. Setidaknya ia tahu gadis itu memiliki perasaan padanya.
“Ah, sudah malam. sebaiknya aku tidur.”

Saat membuka pintu kamar, ia melihat Je Young sedang mengepak pakaian ke dalam koper. Ah, benar juga. mereka harus kembali ke Korea besok. Tiba-tiba saja ia merasa sedih. Namun melihat wajah gembira Je Young, terbersit satu ide dalam benaknya.
“Akhirnya selesai juga” seru Je Young sambil menyeka keringatnya. Ia tidak menyadari keberadaan Kyuhyun di belakangnya. Pria itu sudah memperhatikan setiap gerak geriknya sejak lima belas menit yang lalu. Ia membuka sweternya, menyisakan baju tali spagettinya dan celana pendek. Kyuhyun mengerjap saat melihat adegan itu. Ia menelan ludahnya sendiri dengan susah payah.

Je Young berdiri lalu merenggangkan tubuhnya yang lelah dan berkeringat.
“Shin Je Young!!”
Tentu saja Je Young mengerjap kaget mendengar teriakan Kyuhyun yang tiba-tiba. Ia membalikkan badannya.
“Sudah malam. kenapa kau belum tidur?” Kyuhyun menghampirinya. Je Young belum menyadari apapun. Saat Kyuhyun berdiri di hadapannya ia baru menyadari bahwa penampilannya terlalu ‘terbuka’ saat ini. Tidak benar. Mengingat mereka baru saja mengetahui perasaan masing-masing, bisa saja terjadi hal yang tidak-tidak malam ini.
“Aku akan tidur. ini sudah malam.” Je Young melengos menghindar dari Kyuhyun namun pria itu mengulurkan tangannya, menahan pinggang Je Young lalu menarik ke dalam dekapannya.
“Bagaimana kalau kita tidur bersama?” bisik Kyuhyun pelan. Je Young mengerjap. jantungnya berdebar kencang. Terlebih karena sekarang wajah mereka begitu dekat.
“Ti-tidak bisa. Kita belum menikah..” balas Je Young dengan suara bergetar. Ia mencoba mengalihkan pandangannya dari tatapan Kyuhyun yang tajam dan menawan.
“Tidak mau. aku ingin tidur denganmu malam ini”
Je Young membulatkan matanya. Bahkan sebelum ia sempat menyadari apa yang terjadi, Kyuhyun sudah mendorongnya ke tempat tidur yang terletak di belakangnya. Ia berusaha memberontak namun dengan sigap Kyuhyun memeluknya, memenjarakan tubuhnya di bawah kungkungan pelukannya yang begitu erat.
“Oppa…” desis Je Young antara gugup dan takut. Je Young berusaha bangun namun suara berat Kyuhyun mampu menghentikan seluruh gerakan tubuhnya.
“Kalau kau berani bergerak lebih dari ini, aku akan melakukannya padamu malam ini” ancam Kyuhyun dengan mata terpejam. Alhasil, Je Young benar-benar diam. Ia mengerjap beberapa kali dan membiarkan Kyuhyun tidur sambil memeluknya. Ia takut jika ia bergerak sedikit saja, Kyuhyun akan berbuat nekad. Ia menelan ludahnya dengna susah payah saat merasakan terpaan napas Kyuhyun mengenai lehernya. Bahkan ia bisa merasakan debaran jantung namja itu yang memeluknya. Apakah Kyuhyun juga bisa merasakan debaran jantungnya yang mengencang?
“Youngie..” bisik Kyuhyun.
“ne..” jawab Je Young dengan gugup.
“jaljjayo”
Je Young melemaskan tubuhnya yang sempat menegang beberapa saat lalu. Mendengar suara Kyuhyun, entah mengapa ia merasa sangat lega. Akhirnya, ia membiarkan Kyuhyun tidur sambil memeluknya.

‘Youngie..kenapa kau tidak bergerak???” batin Kyuhyun saat merasakan tubuh Je Young begitu kaku dalam pelukannya.

To be continued…

87 thoughts on “Hello My Charming Yeoja (Part 5)

  1. “My Wife fell down there. please quickly save her”
    Senyum2 sendiri sumpah… hahah WIFE dari HongKong? Jadi pacar ajah belom… hahah (baru ngungkapin perasaan ya… belum menyatakan pacar) hahah

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s