Because WGM, You’ll Be Mine !! (Part 1)

Tittle : Because WGM, You’ll Be Mine !! Part 1
Genre : Romance
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun Super Junior
  • Shin Je Young

Ini murni FF khayalan author loh. Soalnya semenjak lihat acara We Got Married yang Nickhun-Victoria, author jadi pengen ikut WGM juga tapi ama Kyuhyun *ngeeekkk*. Nah, jadi lahir lah FF ini.
jadi maaf ya kalo reader-deul entar rada-rada jealous gitu baca FF ini… *terus?*

FF ini pake sudut pandang orang pertama. biar reader-deul bisa ikut ngerasain jadi peserta WGM juga.

baca bareng yuuuukkk ^_^

because WGM by Dha Khanzaki

——o0o——-

Kisah ini bermula dari ketersengajaan temanku yang paling jahil, Choi Nichan memasukkan aplikasi ke sebuah acara paling terkenal dan membuat seluruh gadis di Korea menggigit jari setengah mati. We Got Married. Aku tak percaya aku akan diterima di antara ribuan pelamar untuk menjadi ‘istri virtual’ dari artis yang ditentukan oleh pihak WGM sendiri. Apakah kalian tahu, siapa yang akan menjadi suami virtualku? benar sekali. dia adalah Cho Kyuhyun. Member termuda Super Junior.

Dan ceritaku pun di mulai…

—o0o—

Pertengahan musim panas, satu bulan sebelumnya.

“Shin Je Young!!!!”
aku berhenti melangkah, lalu membalikkan badan dengan gerakan super malas. Aku tahu siapa yang sudah membuat keributan di hari-hari tenangku di Inha University. Choi Nichan berjalan tergopoh-gopoh menghampiriku dengan wajah riang.
“Apa ada berita bagus seperti, tiket gratis ke konser CN Blue?” tanyaku mencoba menebak.
“A-a..sayangnya kau salah, chagi. Berita yang kubawa adalah berita ter-hot sejagat raya.” serunya lebih girang lagi. Alisku bertautan seketika.
“Jinjja yo? Berita heboh apa itu?”
“Taraaaaaa–” dengan gerakan cepat–nyaris tak kutangkap oleh mata–Nichan melebarkan salah satu halaman tabloid selebar-lebarnya di depan mataku. aku menyipitkan mata untuk membaca apa yang tertulis di sana. berita yang menurutnya ‘ter-hot sejagat raya’.
New We Got Married?” aku membacanya dengan nada heran. bukankah itu acara yang selalu berhasil membuat setengah murid wanita di kampus ini menangis iri setiap kali melihatnya? lalu apanya yang hot?
“Apa maksudnya?”

Nichan menutup halaman itu seraya mendecak. “Kau tidak tahu apapun, Shin Je Young. Ini sangat hot. kau tahu kenapa?” ucapnya lagi-lagi mengulang kata Hot. aku menggeleng otomatis.
“Untuk edisi spesial, pihak WGM memberikan kesempatan bagi wanita selain artis untuk menjadi istri dari artis pria yang sudah ditentukan!!!” Nichan berteriak-teriak heboh. Jelas saja ini membuatku terkejut.
“Benarkah? kau serius?”
“em. dan kau tahu siapa artis pria yang mendapatkan kesempatan spesial ini?”
aku menggeleng. ayolah, haruskah Nichan mengajakku bermain tebak-tebakkan? aku tidak tahu apapun soal berita ini.
Nichan menarik nafas sebelum berkata, “CHO KYUHYUN !! dia yang akan menjadi peserta WGM berikutnya!!”
“So?”
“Kau harus ikut.”
“Wae???” aku terkejut setengah mati. kenapa harus aku? bukankah dia juga fans berat Cho Kyuhyun?
“Kau memenuhi kriteria. dan aku akan mengirimkan aplikasimu. segera.”
aku lebih terbelalak lagi saat kulihat Nichan menggoyangkan sebuah map biru yang kuyakin itu berisi aplikasi yang dimaksud.
“Kau gila.. berikan!!”
“Tidak mau. ahahah.. aku akan mengirimkannya.” Nichan berlari. sial. dia serius ingin mengirimkannya! aku harus mencegah sebelum masalah serIus terjadi.
“Nichan!!” teriakku sambil mengejarnya.

—-o0o—-

Tidak mungkin diterima. Kalimat itu terus kuulang-ulang saat aku tak berhasil mencegah Nichan mengirimkan aplikasi ke acara WGM. Gadis itu tertawa setan setelah berhasil membuatku hampir mati kecapekan mengejarnya.
“Suatu hari, kau pasti akan berterima kasih padaku, Shin Je Young. Aku menjaminnya.” dia mengacungkan jempol membuatku mengerang.

Beberapa minggu berlalu sejak kejadian itu dan aku mulai mendapat hari tenangku kembali. Nichan pun sepertinya menyadari aku aplikasiku tidak lolos. Dia terlihat kecewa. sementara aku tertawa dalam hati. Coba bayangkan seandainya aku menjadi ‘istri virtual’ Cho Kyuhyun? Aku pasti akan diburu SPARKYU di seluruh dunia meskipun kuakui–aku salah satu darinya.
Tralilalila..tralilalila…
Ponselku berdering. Aku mengerjap lalu mengangkat kepala dari buku yang kubaca. Kulihat layar sekilas. nomor yang tak kukenal.
“Siapa?” tanya Nichan sambil lalu. dia terlalu fokus memelototi layar Ipadnya. Mungkin menonton MV Super Junior.
“Molla.” aku mengendikkan bahu lalu mengangkatnya untuk menjawab rasa penasaran.
“Yeobseo..” sapaku singkat.
“Ini ponsel Shin Je Young?” aku mengerutkan kening. kedengarannya suara lelaki muda. tapi siapa? Kakakku tidak mungkin susah-susah menelepon dan dia tidak mungkin bertanya kalimat aneh seperti ‘ini ponsel Shin Je Young?’
“Ya.”
“Datang ke gedung MBC lantai 9. Jangan terlambat.”
“Tunggu dulu. apa maksudnya ini? aku tidak paham” serobotku. Mana mungkin aku asal datang saja. aku tidak tahu dengan siapa aku sedang berbicara. bagaimana jika aku sedang berbicara dengan seorang penipu?
“Kau lolos seleksi untuk menjadi pasangan WGM. selamat.”
setelah kalimat itu berakhir, ponsel yang kugenggam terjatuh dari tangan. Aku tercengang sempurna. Aku lolos seleksi? Memang berapa banyak peserta yang mengirimkan aplikasinya untuk menjadi istri virtual Cho Kyuhyun? aku yakin tidak mungkin hanya seratus atau dua ratus. aku yakin RIBUAN. mengapa harus aku?

“Mengapa aku?”
Kedua pria berusia kira-kira akhir dua puluhan saling pandang lalu mengerutkan kening. Aku sekarang duduk di salah satu ruangan yang ada di gedung MBC. seperti yang dikatakan pria di telepon tadi. sepertinya aku tidak sedang ditipu atau semacamnya. kedua pria di depanku baru saja menjelaskan semuanya. bahwa aku, Shin Je Young telalh lulus seleksi menjadi istri virtual magnae Super Junior.
“Karena kau memenuhi kriteria. Kau single, belum pernah menikah, usiamu 22 tahun, termasuk pintar dalam bidang akademik, tidak memiliki riwayat penyakit keras ataupun catatan kriminal, dan yang terpenting, kau gadis biasa.”
“Iya. aku tahu. tapi memang tidak ada wanita lain yang lebih–yah, kau tahu maksudku.”
“Tak perlu banyak bertanya. sekarang kau temui saja suamimu. Dia ada di ruangan sebelah.” kedua pria itu bangkit, membuatku terkejut. Aku tidak siap untuk bertemu Cho Kyuhyun secepat ini.
“Chakkaman! Aku…”
“Kemari. aku akan menjelaskan rincian skripnya padamu.” ungkap pria yang sepertinya penanggung jawab acara ini. Dengan terpaksa dan pasrah, aku mengikutinya masuk ke sebuah ruangan.

“Oh, jadi kau istriku?”
Kepalaku terangkat di langkah pertamaku memasuki ruangan dengan sofa nyaman terletak di sudut, dan sebuah televisi layar datar di sudut ruangan lain. Aku terkesiap dan jantungku berdegup kencang. Jika mataku tidak salah lihat, yang berada di hadapanku saat ini adalah Cho KYUHYUN!! tahan Shin Je Young! kau tidak boleh pingsan detik ini juga. Aku hanya tidak tahu bahwa..bahwa Kyuhyun jauh lebih tampan daripada yang kulihat di televisi. Tubuhnya tinggi–membuatku merasa seperti kurcaci–kulitnya mulus bak porselen–aku merasa kalah cantik–dan seringaian tajamnya–alasan mengapa banyak perempuan yang jatuh bangun terpesona–tersungging di bibirnya. Ini benar-benar Cho Kyuhyun.

“Hyung, kau bisa meninggalkan kami sebentar?” Kyuhyun bertanya pada seseorang di belakangku. detik berikutnya, pintu tertutup dan yang tertinggal di ruangan ini hanya kami berdua. Demi apapun, aku tidak sanggup ada di sini, satu ruangan dengan pria yang kuidolakan setengah mati! aku benar-benar ingin pingsan.
Kyuhyun dengan tangan melipat di depan dada mendekat ke arahku dan aku sama sekali tak bisa berpindah tempat. lututku lemas. tahan Shin Je Young!

“Aku tidak tahu kenapa mereka memilihmu” Kyuhyun mulai berbicara sambil mengamatiku dari ujung rambut hingga kaki. Sial, hari ini aku tidak memakai pakaian ‘layak’. Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajahku, membuatku mengerjapkan mata berkali-kali. Itu membuatku gugup, dasar pria bodoh. Kyuhyun sekali lagi mengamati wajahku.
“Kau bahkan tidak terlalu cantik.” dia mundur kemudian berjalan memutariku.
“Kau juga tidak terlalu tinggi.” komentaranya membandingkan tinggiku dengan tingginya. Maaf saja jika aku tidak bisa setinggi Sooyoung SNSD. Jika diukur, tinggiku sama dengan Sunny SNSD saja.
“Ukuran dadamu..” aku refleks menyilangkan tangan di depan dada. dasar pria mesum! “Sangat standar.” gumamnya.
“ukuran pinggangmu..” dia melirik pinggangku yang tertutup rok. Kyuhyun menggeleng pasrah. “Kau benar-benar tidak memiliki daya tarik.”

Pria ini! sebenarnya apa tujuannya mengamatiku seperti itu? “Kenapa memang denganku?” tanyaku sewot. Kyuhyun menyeringai kembali dan jantungku semakin berdetak brutal berkatnya.
“Kau tidak mendengar penjelasan dari Produser Hyung?”
“Tidak” balasku.
“tugas pertama, kita akan melakukan sesi foto prewedding.”
“Mwo???” aku terkejut bukan main. apa katanya? prewedding?
Kyuhyun mendekat menyadari keterkejutanku. “Dan kau tahu seperti apa baju pengantin yang mereka siapkan?” tanyanya sambil berbisik. Sial, wangi parfumnya benar-benar maskulin dan seksi. Membuat pikiranku mengelana kemana-mana.
“Aku tidak tahu.”
Kyuhyun tersenyum. “Gaun pengantin model mermaid..” bisiknya. aku terbelalak lebar. mo-model mermaid??? bukankah itu model pakaian yang ketat dan benar-benar memperlihatkan bentuk tubuh?
“Karena itu, kau akan terlihat aneh dengan bentuk tubuh seperti papan begitu.” jelasnya terus terang. Astaga.. pria ini!!! Haruskah aku melempar wajah tampannya dengan vas bunga yang ada di meja sana? Dia benar-benar menyebalkan! jatuh sudah imajinasiku tetangnya selama ini.
“Kajja, nyonya Cho. aku yakin para Kru sudah menunggu kita.” Apa katanya? Nyonya Cho? yang benar saja! kita bahkan belulm ‘menikah’. asal sebut saja dia! Kyuhyun menarik tanganku keluar dari ruangan ini. Siapa pun, tolong selamatkan aku!!!

—o0o—

“Aku heran, mengapa harus melakukan ‘foto prewedding’ setelah itu ‘blind date’?
Aku meluapkan seluruh kebingunganku pada pria yang duduk di sampingku. Pria yang tampak begitu tampan sempurna setelah memakai tuxedo Armani warna hitam dengan dasi kupu-kupu dan kemeja putih dibaliknya. Beberapa menit yang lalu aku harus berusaha mengatur napasku yang mulai tak beraturan. Aku bahkan sempat sulit bernapas meskipun gaun pengantin yang kupakai tidak membuatku sesak.
“Aku tidak tahu.” jawabnya sambil mengendikkan bahu. saat ini, kami sedang di dandani untuk persiapan sesi foto prewedding. beberapa kru dengan peralatannya berseliweran di sekitarku untuk membenahi setting.

Kyuhyun benar-benar menipuku! Aku sudah ketakutan setengah mati dan otakku berkelana kemana-mana membayangkan bagaimana jadinya diriku jika memakai gaun model mermaid! Untung saja gaun yang kupakai adalah gaun dengan rok lebar dan ekornya panjang. Hanya saja aku sedikit kedinginan karena gaun ini bermodel kemben di bagian atas.
“Kenapa? masih syok ternyata gaunnya tidak seperti yang kukatakan?” godanya sambil menaik turunkan alis dengan cepat. Jinjja!! pria ini sungguh menjengkelkan.
“Uh, jika kau bukan artis, sudah kuacak-acak mukamu.!” gerutuku.
Kyuhyun tertawa puas. Aku berusaha menahan diri agar tidak melayangkan cakarku padanya. Dia, Cho Kyuhyun..lebih menyebalkan dari yang kukira.
“Kenapa tertawa?” gerutuku karena Kyuhyun tak berhenti tertawa.
“Seharusnya kau lihat wajahmu tadi. Kau sangat lucu..” Kyuhyun mencubit pipiku gemas. Sentuhan tangannya di pipiku membuat wajahku memanas. Apa ini bukan mimpi? Sekarang Kyuhyun Super Junior sedang mencubit pipiku. Oh dear..
“Lagipula mana ada yang berani mengacak-acak muka Kyuhyun Super Junior. Tentu saja jika dia siap menerima amukan dari fansnya yang sangat fanatik.” timpalnya dengan tampang puas dan aku benar-benar ingin menenggelamkan dirinya di Sungai Han.
“Tapi, di depan kamera nanti, kita harus terlihat romantis. Kau siap bukan?” tiba-tiba saja Kyuhyun mengalihkan pembicaraan dengan wajah serius. Tubuhku membeku. Matanya. matanya yang hitam dan gelap mengunci tubuhku detik ini juga.
“Ti-tidak masalah.” Shin Je Young, mengapa kau bisa tergagap seperti ini? Aku membungkam mulutku menyadari Kyuhyun tersenyum dan tangannya meraih pinggangku. Dia mendekatkan wajahnya. Oh Tuhan, apa yang akan dia lakukan???
“Apa aku belum bilang, kau sangat cantik dengan gaun ini.” bisiknya pelan, rendah, dan dalam, tepat di telingaku. kata-katanya membuatku merinding dan lututku lemas.
Kyuhyun baru saja memujiku cantik? apa ini tidak salah? ini bukan mimpi kan?

“Kalian sudah siap?”

suara seruan salah satu kru membuat Kyuhyun terkesiap lalu menjauhkan wajahnya. Dia merapikan tuxedonya lalu berjalan sambil mengenggam tanganku. Aku tak bisa memikirkan apapun. Hanya menatapi tangannya yang menggenggam tanganku. Pikiranku melanglang buana, terbang tinggi dan melesat jauh meningat detik-detik indah beberapa saat lalu.

Deg deg deg.. Tidak, jangan. Kumohon. aku tidak ingin jatuh cinta pada pria ini. Aku harus bagaimana jika itu memang benar terjadi?

—o0o—
“Hei, ”
Aku tersentak kaget lalu mengangkat kepala cepat. Mataku mengerjap-ngerjap ketika melihat pemandangan yang kutangkap di depan mataku. Apa aku betul-betul akan melakuan sesi foto prewedding di tempat ini? dengan Cho Kyuhyun?
“Mereka benar-benar mempersiapkannya dengan baik.” Kyuhyun menyeringai senang.
Aku tak bisa menyembunyikan rasa kagumku lagi dengan setting yang ada di hadapanku ini. Aku seperti sedang memasuki dunia dongeng. Dengan diriku sebagai putri di dalamnya. Lihat saja. latar belakangnya di buat seperti dalam film Alice In The Wonderland. Terdapat boneka kelinci berbagai ukuran, rumah kecil berbentuk jamur, satu set meja makan kecil dengan berbagai peralatan makan lengkap di atasnya. dan yang paling penting, di tengah-tengah setting terdapat hamparan kelopak mawar yang dibentuk hati.
“Aigoo..cantiknya..” seruku. Kyuhyun menoleh, dia tak mengatakan apapun hanya menatapiku saja.

“Kalian berdua duduk di tengah kelopak mawar itu.” Suara fotografer memotong imajinasiku. aku tidak begitu sadar ketika Kyuhyun kembali membimbingku ke sana. Aku baru benar-benar sadar saat Kyuhyun sudah meletakkan tangannya di pinggangku. Oh, sejak kapan aku sudah berada di tengah hamparan bunga ini, dengan posisi duduk dan Kyuhyun memeluk pinggangku dari belakang. Aku bisa merasakan punggungku menempel di dada Kyuhyun. Ah, sial. jantungku berdetak brutal lagi.

“Kenapa kau gugup?” tanyanya. Suaranya terdengar begitu dekat dengan telingaku. Aku baru sadar kalau sejak tadi Kyuhyun menyandarkan dagunya di pundakku.
“Tidak. Itu hanya perasaanmu.”
Kyuhyun tersenyum. “Kau harus menghilangkan ekspresi tegangmu. apa kau tidak sadar kalau sejak tadi kamera menyorot kita?”
Aku terkesiap mendengarnya lalu refleks memutar pandangan ke arah sekitarku. Astaga, aku baru sadar bahwa sejak tadi ada setidaknya tiga kamera yang menyorot segala gerak-gerikku dan Kyuhyun. Pantas saja sejak tadi Kyuhyun terus bersikap manis. Mengapa aku tidak menyadarinya? apa karena aku terlalu terpesona para pria di dekatku ini?
Aku segera memperbaiki posisi, tubuhku kubuat serileks mungkin agar lebih terlihat alami. Baiklah, meskipun aku bukanlah murid jurusan seni dan teater, namun kemampuan aktingku tidak terlalu buruk. Kutolehkan pandangan ke samping, lalu tersenyum padanya.
“Sepertinya, sandiwara sudah dimulai.”
Kyuhyun berhenti tersenyum tiba-tiba. sekarang dia malah menatapku dengan intens. Aku begitu tenggelam dalam sorot matanya sehingga tidak sadar bahwa sejak tadi blits kamera terus menerpa kami.
“Ya! bagus sekali! sekarang ubah posisi. Je Young-ssi, bisakah kau meletakkan tanganmu di dadanya. pandanganmu tetap mengarah pada Kyuhyun” Hah? aku tidak menyimak dengan baik apa yang dikatakan fotografer tadi.
“Apa?” aku kebingungan sendiri.
“Aigoo..sini tanganmu..” Kyuhyun mengenggam tangan kiriku yang dilapisi sarung tangan tipis lalu ia letakkan di dadanya. “Begini. fotografer itu menyuruhmu begini. dan wajahmu..” Dia memalingkan wajahku ke arahnya. “Menatapku seperti ini.”
Aku kembali tertegun. kapan sesi foto-foto ini selesai? aku benar-benar sudah tidak kuat ingin membuat diriku sendiri pingsan. Kyuhyun, dia pandai sekali menghipnotis wanita. lihatlah, sekarang dia tersenyum manis seperti itu dan di saat yang bersamaan blits kamera kembali menyerang kami. aku rasa ekspresiku dalam foto akan terlihat aneh. Kyuhyun mengangkat tanganku yang ada di dadanya lalu mengecupnya ringan. aku membelalakkan mata.
“Kita sudah seperti suami istri betulan, bukan?” gumamnya membuat kedua pipiku memanas. Berhentilah bersikap manis Cho Kyuhyun!

selanjutnya, sesi pemotretan berlanjut dengan pose-pose yang membuatku ingin jatuh pingsan lagi. Oh Tuhan, aku tidak mau melihatnya jika acara ini tayang di televisi nanti. Dan aku harus bersiap-siap menerima berbagai macam hujatan yang akan dilontarkan para netizen padaku.

Aku menggumamkan kata terima kasih pada seluruh kru yang ada di lokasi. Aku bisa menghela napas lega karena akhirnya sesi menegangkan itu berakhir juga. Kini aku bersiap untuk pulang. Kyuhyun sudah menghilang entah kemana. Syukurlah. dengan begitu aku tidak perlu berpamitan dengannya.
Sweter, alat make up, ponsel, semuanya sudah ada di dalam tas. oke, tinggal pulang saja. Cukup naik subway satu kali untuk sampai ke rumahku. Semoga kakakku mau menjemput meskipun hari sudah malam. Tadi, Pak produser sempat memberitahuku bahwa syuting WGM ini akan berlangsung selama satu bulan dan episode perdana akan tayang minggu depan.

“Hei, Nyonya Cho!!”
Langkahku terhenti saat aku tiba di pintu masuk gedung MBC. Tidak, aku kenal suara ini. Pelan-pelan kubalikkan tubuh. desahan keluar dari mulutku saat melihat Kyuhyun–dengan baju santainya–melangkah menghampiriku. Jadi, dia belum pulang?
“Kau belum pulang?” tanyaku tanpa sadar.
“Aku sedang menunggu mobilku di antar oleh kru. Kau belum pulang?”
“Aku akan pulang.” ucapku berusaha terlihat santai.
Dia mengamatiku kembali. entah apa maksudnya. “Ada apa?” aku mulai risih juga.
“Sebenarnya, kita belum resmi berkenalan. Jadi aku bingung harus memanggilmu apa.” ucapnya sambil mengusap tengkuk. Aigoo, aku lupa. aku memang belum sempat berkenalan dengannya.
“Namaku Shin Je Young.” aku mengulurkan tangan lalu disambut hangat olehnya.
“Jadi, aku akan memanggilmu ‘Youngie sayang’ mulai detik ini.”
“Hah?” teriakku terkejut.
“Oh, ya. dan jangan terkejut dulu. Mulai sekarang kau juga harus memanggilku ‘Kyuhyun Oppa sayang'”
tubuhku merinding seketika mendengarnya. kyuhyun oppa sayang? bukankah itu terdengar sangat menggelikan. lidahku pasti akan mati rasa jika terus menerus mengucapkannya.
“Itu hanya berlaku di depan kamera saja.!”
“Itu menurutmu.”
“Apa?”
“Tidak. Ah, besok kau akan kujemput. jangan lupa memakai pakaian yang bagus dan manis.” ucapnya. Arrggghh.. apa lagi ini? Besok aku ada ujian.
“Untuk?” bukannya mengomel aku justru bertanya penasaran. kenapa seorang hallyu star sepertinya rela menjemput mahasiswi biasa sepertiku?
“Besok kita akan berkencan.”

Mwoooo???

—o0o—
Karena acara We Got Married, sekarang hidupku menjadi lebih menantang, baru, dan warna warni. Aku yang tak pernah memakai baju model babydoll kini terpaksa memakainya karena sang magnae Super Junior memintaku memakai pakaian yang manis. sejujurnya aku tidak tahu seperti apa pakaian yang membuatku tampak manis itu. Aku langsung mendefinisikan ‘baju manis’ adalah baju dengan model feminin seperti gaun terusan, kamisol, atau semacamnya.

Sudah tiga kali aku melirik kembali jam tangan hadiah ulang tahun dari Ibuku. lima belas menit sudah Kyuhyun terlambat datang menjemput. Aku tidak akan bertanya karena aku tahu sebagai artis terkenal jadwalnya pasti sangat padat. Dan aku tidak seharusnya kesal ataupun marah. Sekarang aku justru merasa cemas. Jangan sampai terjadi sesuatu padanya.
Tiiin tiin..
Klakson mobil berbunyi, menyadarkanku. Kuangkat kepala lalu memandang sekeliling. Aku menemukan sebuah mobil audi berwarna silver berhenti di depanku. kaca mobilnya yang berwarna hitam turun menampilkan wajah Kyuhyun dengan kacamata hitam dan topi.
“Masuk.”
Aku sempat tepekur menatapi penampilan Kyuhyun hari ini. Dia memakai kemeja santai warna putih di tutupi oleh mantel warna abu-abu diluarnya. Aku bingung kata apa yang tepat untuk menggambarkan betapa tampannya dia.
“Kau terpesona?”
Apa? Aku mengerjap sadar. aku hanya membalas kata-katanya dengan senyum simpul. “Aku tak harus mengatakannya.”
Kyuhyun tertular senyumku. hanya saja senyumnya itu lebih mirip seringaian. “Tak ada yang akan membantah ketampananku. itu kenyataan.”
“Aigoo..” dengusku sambil memasangkan sabuk pengaman. “Kita akan kemana?”
Kyuhyun mulai menstarter mobil. “Berkencan, seperti yang sudah kukatakan.”
“Jadi yang kemarin itu, serius? apa ini bagian dari acara?”
“Tentu saja.”
Aku memandang ke sekeliling dengan ragu. Perlahan aku mencodongkan tubuhku ke arah Kyuhyun, ingin membisikkan sesuatu. “Apa sejak tadi kamera sudah rolling?”
“Menurutmu?”

Kyuhyun menatapku intens lalu tersenyum. Ya Tuhan, jantungku!
“hari ini akan menjadi sangat spesial untuk kita. Jadi sebaiknya kita bergegas” Kyuhyun mulai melajukan mobil sementara aku berkali-kali menarik lalu menghembuskan napas karena gugup. Kualihkan tatapan dari wajah Kyuhyun ke sekeliling tempatku berada. Aku duduk bersama Kyuhyun Super Junior di dalam mobilnya. sebulan yang lalu mungkin ini hanya menjadi mimpi di siang bolong. Aku tak pernah menyangka akan benar-benar tahu bagaimana rasanya berada dalam jarak yang begitu dekat dengan pria yang kuidolakan.

Gugup, senang, takut, dan panik.

sepuluh menit perjalanan kami sudah tiba di sebuah restoran yang menyajikan pemandangan pantai yang indah. kulihat beberapa kamera menyorotku saat turun dari mobil. Aku harus kembali berakting. Kyuhyun menungguku sebelum masuk ke dalam restoran. Aku kembali merasa gugup. Kami di giring oleh salah satu pelayan ke meja bulat yang terdapat di lantai dua restoran itu. anginnya cukup kencang membuat gaun yang kupakai sedikit terangkat naik. Ah, aku menyesal memakai gaun ini.
“Gwaenchana?” Kyuhyun berhenti melangkah saat menaiki tangga karena melihatku terus menerus membenarkan rok gaun yang nyaris tersingkap karena angin. Aku mengangguk gagu. Kyuhyun mendesah menatapku lalu dia turun beberapa tangga hingga berada dua tangga di belakangku. sekarang tinggiku bisa setara dengannya. Aku penasaran apa yang akan dia lakukan.
Kyuhyun membuka jaketnya lalu mengikatnya di pinggangku. Berhasil, rokku tidak mudah tersingkap lagi karena terhalang oleh jaket Kyuhyun.
“Nah, begini aman kan?” tanyanya sambil menatapku lurus. Aku tersipu. Aku yakin wajahku sudah semerah tomat. Kyuhyun ikut tersenyum. tangannya terulur merapikan poniku.
“Begini lebih cantik.” Kyuhyun tertawa renyah. satu dua tiga Shin Je Young bersiap untuk pingsan…Aku harap ini bukanlah akting. Sorot mata Kyuhyun benar-benar membuatku jatuh cinta.

Kami duduk berhadapan di sebuah meja bulat dengan setangkai mawar dalam vas bening terletak di tengah meja. dua gelas sprinkle wine tersaji di atas meja. Aku tidak berani meminumnya. Aku takut mabuk karena aku seorang peminum yang buruk.
Kami berbincang selayaknya orang berkencan sambil menikmati makanan yang disajikan. Saling bertanya mengenai ketertarikan masing-masing. kami sesekali tertawa.
“Oppa, ada saus di bibirmu.” Aku menyentuh dagu Kyuhyun lalu mengelap sudut bibir Kyuhyun yang ternoda saus. Mungkin adegan ini akan terlihat romantis atau justru membuat genderang perang bertalu keras saat acara ini mengudara nanti.
Kyuhyun memegang tanganku saat aku hendak menarik tangan ini dari wajahnya. sekarang dia tersenyum.
“Shin Je Young, kau tahu alasan kenapa kita ada di sini sekarang?” ucapnya sungguh-sungguh. aku yakin ini hanyalah akting.
“Tidak.”
Kyuhyun berdehem lalu memasukkan tangannya ke dalam saku celana. Tak lama kemudian, sebuah kotak beludru berwarna biru toska terpampang di hadapanku. Aku melebarkan mata takjub. Apa ini?
“Shin Je Young, would you marry me?”
kotak itu terbuka menampilkan cincin berwarna putih yang indah. Apa ini semua mimpi? Aku tahu ini juga bagian dari akting. alangkah senangnya jika ini adalah kenyataan. Saat ini aku merasa ada ribuan kupu-kupu beterbangan di sekitarku dan bunga sakura berjatuhan. rasa bahagia yang kualami bahkan lebih besar, lebih indah, dan lebih dalam dari dunia dan seisinya.
Mataku berkaca-kaca. Sekali lagi kuingatkan bahwa ini semua hanya akting. aku melakukannya karena tak mau terlalu berharap.
“Apa jawabanmu?”
Tak perlu menjawabnya, aku segera mengangguk. “I do..” gumamku. kyuhyun memakaikan cincin itu pada jari manisku lalu mengecup tanganku. Aku merasa seperti putri yang baru dilamar oleh pangeran.

Dan Kyuhyun adalah pangeranku.

to be continued..

175 thoughts on “Because WGM, You’ll Be Mine !! (Part 1)

  1. Waaaaw…..klo iya WGM seperti itu formatnya aku yakin cinderella bukan hanya akan ada di buku dongeng tp juga di dunia nyata.
    Seru ceritanya meskipun baru part 1 jd penasaran kedepannya ceritanya seperti apa ya. Ijin lanjut ya

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s