All My Heart (Part 5)

Tittle : All My Heart Part 5
Genre : Romance sad, family
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho Kyuhyun

FF ini tinggal tunggu part akhir saja kawan-kawan. jadi, tetep ikutin FF ini meskipun gaje, banyak typo, dan aneh.

so, Check this out.^_-

All My Heart By DhaKhanzaki

—–o0o——

Jantung Jiyeon berdetak lebih cepat. Sungguh, ia sangat terharu mendengar kalimat yang Kyuhyun ucapkan. Dan itu membuatnya semakin tidak mau kehilangannya.
“Karena itu, kau harus berjanji. Jika aku tidak ada, kau harus hidup bahagia. Karena kau itu berharga.”
Mata Jiyeon membulat. Jantungnya seperti jatuh dari tempatnya mendengar kalimat Kyuhyun berikutnya. Kenapa ia berkata begitu? Kyuhyun tidak akan pergi kemanapun. Tidak akan.

———–

Part 5

—o0o—

Kyuhyun bisa melihat berbagai macam kilatan ekspresi di mata jernih Jiyeon. Ia tahu ucapannya menyinggung hati kecil Jiyeon namun ia hanya bisa mengucapkan ini. Ia tidak bisa berjanji bahwa ia bisa sembuh ataupun meminta Jiyeon untuk menunggunya. Itu sesuatu yang sia-sia.

Jiyeon merasakan pandangannya mengabur dan ia menahan diri agar tidak menangis. Karena itu, meskipun dadanya sesak, ia memaksakan diri memperlihatkan seulas senyum.
“Apa maksudmu Kyu? Kau tidak akan pergi kemana-mana. Jangan ucapkan kalimat menakutkan begitu” ujarnya di selingi tawa terpaksa.
Kyuhyun hanya tersenyum. “Kau mau berjanji kan?”
Jiyeon ingin menarik tangannya tapi Kyuhyun tidak mau melepaskan genggamannya.
“Aku tidak mau berjanji.” tegas Jiyeon jengkel. Dia memalingkan pandangannya. Ia tidak mau memperlihatkan wajah sedih dan tidak relanya di hadapan Kyuhyun.
“Hei” Kyuhyun memegang pipi Jiyeon dan menghadapkan ke arahnya.
“Kau marah?”
“Iya! Kau memintaku melakukan hal yang sulit!” ucap Jiyeon dengan nada tinggi. Kemudian suaranya melemah. “Kau itu sama berharganya seperti keluargaku. Aku tidak mau kehilanganmu. Dasar namja rese! Pabo!” umpat Jiyeon antara jengkel dan sedih.
“Aku tahu. Bagiku kau juga berharga. Sangat berharga” Kyuhyun mengusap pipi Jiyeon pelan. Ia tersenyum manis.
Muka Jiyeon merona melihat Kyuhyun tersenyum manis begitu. Tanpa ia sadari Kyuhyun mendekatkan wajahnya perlahan. Jiyeon mengerjapkan mata. Apa Kyuhyun akan menciumnya?
“Tutup matamu..” bisik Kyuhyun ketika jarak mereka sudah semakin dekat. Jiyeon berdebar tak karuan. Meskipun begitu ia tetap menutup matanya. Kyuhyun menyentuhkan bibirnya ke bibir Jiyeon dengan lembut, menciumnya perlahan. Hatinya berdesir hebat. Mungkin ini adalah ciuman terakhirnya.

“jangan masuk!” cegah Seohyun pada Leeteuk ketika namja itu akan membuka pintu ruang rawat Kyuhyun. Mereka melihatnya dari jendela yang tersemat di pintu. Senyum Seohyun mengembang perlahan.
“Ah, Kyuhyun memang romantis. Tidak sepertimu oppa” Sindirnya sambil melirik ke arah calon suaminya. Leeteuk jadi kesal sendiri.
“Anak itu. Saat sakit pun masih mencari-cari kesempatan”

—o0o—

Belakangan ini Jiyeon tidak pernah merasa tenang. Entah kenapa. Sejak tadi hatinya terus gelisah, sepanjang pelajaran ia duduk tidak tenang. Yoona yang melihatnya pun merasa aneh.
“waeyo Ji?” tanya Yoona ketika pelajaran terakhir. Jiyeon tidak langsung menjawab. Ekspresi gadis itu terlihat kebingungan, linglung, dan kosong.
“firasat apa ini?” gumam Jiyeon resah, terlebih pada dirinya sendiri. Ia benar-benar tidak bisa tenang. Ada sekelebat perasaan asing yang menghantui benaknya saat ini dan itu membuatnya cemas sekaligus takut.
Tiba-tiba ia terkesiap. Ah jangan-jangan, terjadi sesuatu pada Kyuhyun! Batin Jiyeon panik.
Buru-buru ia menggelengkan kepala menepis pikiran itu. Andwae, all is well, all is well.. Jiyeon berusaha menenangkan hatinya sendiri.
Teng teng teng..
Bel berbunyi! Membuat Jiyeon menghela napas lega sekaligus kelabakan. Gadis itu bergegas memasukkan buku ke dalam tasnya.
“Yoona, aku pergi duluan!”
“oh, ne. Hati-hati di jalan”
Jiyeon segera berlari keluar kelas, secepat kilat sudah tiba di depan gerbang lagi. Di sana, secara tidak sengaja ia berpapasan dengan Kibum.
“Hei, kau mau ke rumah sakit?” tanya Kibum melalui jendela mobil.
“ne.” Jawabnya terburu-buru.
“Masuk, aku antar kau kesana”
“Jinjja? Gomawo..” Jiyeon benar-benar tertolong berkat tawaran Kibum. Ia segera membuka pintu mobil Kibum lalu masuk ke dalamnya.

—-o0o—-

Jiyeon dan Kibum baru tiba di depan ruang rawat Kyuhyun. Namun di sana mereka melihat pemandangan yang tidak menyenangkan. Terlebih Jiyeon, ekspresinya memucat.
“Ada apa ini?” tanya Jiyeon pada Seohyun. Ia tidak mengerti. Kenapa orang-orang berkumpul di depan sini dengan ekspresi sedih?
Seohyun menoleh. Yang membuat Jiyeon semakin tidak tenang adalah melihat matanya yang sembab.
“Kyu.. Kondisinya semakin parah. Dokter bilang, jika ia tidak segera di operasi, dia akan.. Meninggal” Seohyun mengatakannya dengan suara bergetar menahan air mata.

Kata-kata itu terdengar seperti petir di telinga Jiyeon. Ia tercengang. Pikirannya mendadak kosong. Tanpa aba-aba airmata mulai menetes, semakin lama semakin deras. Kibum hanya tercengang mendengarnya tanpa bisa mengatakan apapun. Airmatanya seolah habis setelah kematian Yesung beberapa waktu lalu. Mengapa sekarang ia harus menghadapi kondisi serupa seperti saat itu?
Jiyeon menoleh ke arah pintu ruang rawat dengan perasaan berkecamuk. Ia berjalan perlahan mendekatinya, lalu membuka pintu dan masuk ke ruangan itu dengan langkah gontai. Hatinya semakin mencelos jatuh saat ia melihat Kyuhyun terbaring lemah tak sadarkan diri.
“Kyu..” akhirnya Jiyeon bersuara juga setelah berdiri sambil menatap sedih kekasihnya beberapa saat. Ia duduk sambil menggenggam tangan Kyuhyun. Tangannya terasa dingin.
“Jangan pergi Kyu, kumohon. Kau harus kuat” tangisan Jiyeon mulai pecah. Ia tak sanggup, ia tidak bisa melihat Kyuhyun seperti ini. Kibum mendekat. Ia tahu perasaan Jiyeon sekarang seperti apa. Rasa takut yang teramat sangat dan tidak ingin kehilangan.
Kibum merasa hatinya teriris. Dia tidak mau Jiyeon merasakan hal yang sama dengannya.
“Jangan khawatir, dia akan baik-baik saja” hibur Kibum sambil merangkulnya. Jiyeon tidak menjawab. Hanya menangis.

—o0o—

Kesedihan Jiyeon tidak kunjung mereda bahkan setelah ia kembali ke rumah dan berhadapan dengan kedua orang tuanya di meja makan. Gadis itu seperti patung hidup. Hanya menatap kosong piring-piring berisi masakan ibunya tanpa menyentuhnya sedikitpun. Ia tidak berselera makan dan ia tidak bisa menelan makanannya sedikitpun. Appa pun tidak bisa berkomentar apa-apa dengan keadaan putrinya itu. Sebagai orang tua ia tahu kondisi Kyuhyun membuat Jiyeon terpukul.
“Bagaimana keadaan Kyuhyun? Apa dia sudah lebih baik?” tanya Eomma lembut, berusaha mengeluarkan Jiyeon dari kesedihannya.
“Masih tetap sama” jawab Jiyeon dengan tatapan menerawang. Appa semakin tidak tega melihat Jiyeon berwajah begitu. Ia menghela napas berat.
“Ah, ternyata putri Appa sudah benar-benar mencintai namja itu. Awas saja jika sampai dia tidak sembuh dan membuat putri tercinta Appa semakin sedih” ucap Appa terlebih pada dirinya sendiri. Tapi berkat itu senyum kecil di bibir Jiyeon terukir.
“Appa, bukankah aku sejak dulu memang sangat menyukai Kyuhyun. Appa saja yang tidak pernah sadar” timpal Jiyeon
“Aigoo.. Kau ini!” Appa mencubit pipi Jiyeon gemas. Dalam hati ia bersyukur karena kembali melihat senyum Jiyeon yang sudah lama dirindukannya. Sejak Kyuhyun masuk rumah sakit, ia mulai jarang melihat senyum manis yang selalu ada di wajah putrinya itu.
“Sekarang cepat makan, kalau kau sampai sakit, Appa akan langsung memecat Kyuhyun dari daftar calon menantu!” ancamnya sambil menyipitkan mata.
Jiyeon mengerjap. Entah senang, kaget, atau tidak percaya. Apa ini artinya Appa sudah mau mengakui Kyuhyun sebagai kekasihnya? Jiyeon mengangguk senang dan makan semua makanan di piringnya. Appa dan Eomma saling melempar senyum melihatnya.
Di saat ia tengah menikmati makan malam, ponselnya berdering. Tanpa melihat siapa yang menelpon, Jiyeon menjawabnya.
“Yeobseo?”
“Jiyeon? Ini aku Sooyoung” Jiyeon sedikit was-was karena suara Sooyoung bergetar seperti menahan tangis.
“Waeyo?” Jiyeon memasang kuda-kuda, takut hal buruk yang akan didengarnya.
Sedetik kemudian Jiyeon terpaku mendengar berita yang disampaikan Sooyoung. Matanya terbelalak dan napasnya seperti terenggut begitu saja. Sendok yang dipegangnya sampai terjatuh. Ia tercengang dan pikirannya mendadak kosong.
“kenapa? Apa yang terjadi?” tanya Eomma panik melihat Jiyeon mematung. Jiyeon diam, dari sudut matanya perlahan mengalir cairan bening. Ia menangis. Tanpa membuang waktu, Jiyeon menyudahi semua kegiatan makannya lalu segera berlari ke rumah sakit.
“Lee Jiyeon!!” teriak Appa cemas.

—–o0o—–

Jiyeon memasuki ruangan itu dengan wajah panik. Di sana ia melihat beberapa orang yang dikenalnya, termasuk Sooyoung yang tengah menangis. Jiyeon mendekati mereka, semakin dekat rasanya kaki semakin berat. Sooyoung menoleh merasakan kehadiran Jiyeon.
“Jiyeon..”
Tak mempedulikan Sooyoung, Jiyeon terus mendekati seseorang yang dikenalnya dan kini sudah terbujur kaku tak bernyawa lagi. Jiyeon tidak kuasa menahan tangis. Dan tangisannya pun pecah.
“Kibum..” lirihnya tidak percaya melihat sosok yang terbaring kaku di hadapannya. Hatinya perih dan sesak melihat pria itu sudah tidak bernyawa lagi. Rasanya seperti mimpi. Dan ia tidak bisa mempercayainya. Bagaimana mungkin, orang yang beberapa jam lalu masih mengantarnya pulang sekarang sudah tiada? Ia hampir tidak percaya.
Sooyoung memeluk Jiyeon dan menangis di pundaknya.
“Ini semua salahku” lirih Sooyoung di pundak Jiyeon, mengejutkan gadis itu.
“Apa maksudmu?” tanya Jiyeon tidak mengerti. Sooyoung masih terisak namun ia tetap melanjutkan perkataannya.
“Andai saja aku tidak menelponnya”

*flashback, beberapa jam sebelumnya*
Setelah Kibum mengantar Jiyeon pulang, ia bermaksud menjemput Sooyoung di tempat pemotretan. Namun di perjalanan pikirannya terus terfokus pada kondisi Kyuhyun yang semakin memburuk. Entah kenapa, rasanya ia ingin sekali melakukan sesuatu untuk sahabatnya itu.
“Andai aku bisa melakukan sesuatu untuk Kyuhyun..” batinnya sambil terus menyetir. Ia ingin menolong Kyuhyun selain karena pria itu adalah sahabatnya, juga karena Jiyeon. Yeoja yang sampai saat ini masih mengisi hatinya. Ia tidak suka melihat gadis itu sedih, menangis, dan tampak lemah. Semuanya bisa kembali normal jika Kyuhyun sembuh.

Kibum menyesal kenapa dulu tidak sungguh-sungguh menjaga Jiyeon. Perasaannya pada Sooyoung berbeda dengan perasaannya terhadap Jiyeon. Ia menyesal kenapa dulu tidak bisa membedakannya. Ia menyesal kenapa dulu lebih memilih Sooyoung—yang sudah jelas tidak mencintainya—dan mencampakkan Jiyeon.
Ponselnya berdering. Kibum melirik sekilas layar ponsel. Ah, Sooyoung. Batinnya. Ia menjawabnya dengan sebelah tangan tetap memegang kemudi.
“Kau sudah sampai mana?” tanya Sooyoung ceria di ujung sana.
“Sebentar lagi aku tiba di tempatmu. Kau tunggu saja” ucap Kibum sambil melirik ke luar jendela untuk memastikan posisinya.
“Kau tadi habis menjenguk Kyuhyun? Bagaimana keadaannya?”
“Baik” gumam Kibum karena pikirannya mulai tidak fokus. “Ah, tidak. Aku ingin sekali melakukan sesuatu untuknya” lanjutnya tiba-tiba.
“Melakukan apa?”
“Entahlah, mungkin meminta sinterklas agar memberikan pendonor untuk Kyuhyun” ucap Kibum setengah bercanda. Ia sedikit terkekeh ketika mengatakannya.
“Kau ini! Hati-hati, perhatikan jalan di depanmu”
“Tenang saja..”

Tiba-tiba foto Kibum dan keluarganya yang dipajang di dasbor mobil jatuh. Kibum menoleh sebentar. Dan ketika melihat ke depan, ia terkejut. Sebuah truk besar melaju tepat di depannya. Dengan panik, Kibum membanting setirnya untuk menghindari mobil itu. Tapi naas, dewi kesialan seolah sedang menyinggahinya.
Bunyi tabrakan keras di iringi suara benturan antara dua benda terdengar begitu nyaring dan berhasil membuat belasan orang yang berada di tempat kejadian memekik histeris. Mobil yang dikemudikan Kibum menabrak pembatas jalan dan terguling-guling sebelum akhirnya berhenti dalam keadaan terbalik.
Kibum pingsan di tempat dalam keadaan berlumuran darah. Bagian samping mobilnya hancur. Orang-orang panik dan berlarian menyelamatkan sang pengemudi mobil. Ponsel itu masih dalam genggamannya. Dari situ terdengar suara Sooyoung memanggil-manggil namanya.
*flashback end*

“Jika saat itu aku tidak menelponnya, mungkin saat ini Kibum tidak..” Sooyoung terisak, ia masih terus menyalahkan diri atas kecelakaan yang menimpa Kibum. Jiyeon kembali menangis mendengar cerita Sooyoung. Bayangan-bayangan akan kenangan bersama Kibum dulu berkelebat satu persatu di pikirannya. Ketika mereka tertawa bersama, bermain bersama, semunya begitu indah. Dan sekarang tinggal kenangan. Karena Kibum telah tiada.
Ia segera memeluk gadis itu untuk menenangkannya.
“Semuanya salahku..” lirihnya lagi.
“Sudah, jangan salahkan diri begitu. Semua ini adalah takdir” Jiyeon menenangkan Sooyoung yang menangis di pelukannya sambil menepuk-nepuk punggungnya. Harus bagaimana lagi, semuanya sudah terlanjur terjadi dan sebagai manusia tidak ada yang bisa ia lakukan untuk mengembalikan waktu.
Jiyeon melihat kedua orangtua Kibum. Mereka menangis, terutama Ibu dari Kibum. Merekalah yang merasa paling kehilangan. Bagaimana tidak, belum sembuh luka karena kehilangan Yesung, putra pertama. Sekarang harus kembali menelan pil pahit karena Kibum pun pergi dengan tiba-tiba.
Jiyeon kembali menangis. Bagaimanapun, Kibum tetap orang yang disayanginya. Ya, sama seperti rasa sayangnya pada Eunhyuk dan Sungmin.

—o0o—

Pada hari pemakaman.
Semua orang telah pergi dari tempat itu. Kecuali Jiyeon dan Sooyoung. Keduanya masih berdiri di depan pusara Kibum dengan pandangan kosong. Memandangi foto Kibum yang dihiasi bunga lily putih dan mawar putih. Dalam foto itu dia tersenyum. Ya, senyum indah yang tidak akan pernah bisa di perlihatkannya lagi pada orang-orang yang mengasihinya.
“Sebenarnya, Kibum akan berangkat ke Amerika akhir bulan ini” kenang Sooyoung dengan pandangan menerawang ke arah langit. Jiyeon menoleh.
“Amerika?”
“Ya. Dia bilang ingin menjalani hidup yang berbeda. Di sini terlalu menyakitkan. Itu yang dia katakan”
Jiyeon menyimak dengan seksama. Mata Sooyoung mulai berkaca-kaca.
“Tapi niat itu ia urungkan karena nasihat darimu dan Kyuhyun. Dia bilang, ‘hidup itu ternyata lebih mudah jika dikelilingi oleh orang yang peduli padaku’. Dia mengatakannya sambil tersenyum. Tak kusangka itu adalah senyuman terakhir yang kulihat,” airmata menetes perlahan. Sooyoung segera menghapusnya. Ia tidak mau terlihat sedih di depan makam Kibum.
“Ah, iya. Aku menemukan surat yang ditulis Kibum. Sebelum dia membatalkan niatnya pergi ke Amerika” Sooyoung menyerahkan sepucuk amplop berwarna biru pada Jiyeon. “Dan ini untuk Kyuhyun,” ia juga menyerahkan amplop berwarna putih.
Jiyeon menatap kedua surat di tangannya dengan mata berkaca-kaca. Ia menarik napas dalam lalu tersenyum pada Sooyoung.
“Gomawo,” ucapnya. Sepulang dari pemakaman, Jiyeon tidak bisa menahan dirinya. Sambil duduk di tepi tempat tidur, ia membuka amplop surat itu perlahan. Secarik kertas putih di dalamnya tertulis tulisan tangan Kibum. Jiyeon menggigit bibirnya berusaha menahan tangis. Ini adalah surat terakhir Kibum untuknya.

_To: Lee Jiyeon

Jeongmal gomawo. 2 kata yang sangat ingin ku ucapkan untukmu.
Gomawo, karena sudah bersedia mengenalku
Gomawo, karena sudah menerima kehadiranku dalam hidupku,
Gomawo, karena kau pernah bersedia menyayangiku..
Jiyeon-ah, setiap saat kuingat namamu, yang terlintas adalah kenangan-kenangan indah saat bersamamu dulu.
Aku selalu merasa bahwa aku tidak berguna, tapi kehadiranmu membuatku sadar, bahwa betapa diriku sangat berharga. Itu yang selalu kau ucapkan setiap kali melihatku putus asa.
Aku tahu kau sangat kecewa ketika kau tahu aku menyukai yeoja lain dan hanya menjadikanmu pelarian saja.
Karena itu aku tidak marah ketika kau memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita.
Aku baru sadar bahwa aku mencintaimu ketika segalanya berakhir. Aku sangat menyesal. Terlalu menyesal sampai menatapmu pun aku tidak mampu.
Aku selalu kesal setiap kali melihatmu bisa bahagia tanpaku. Mengapa aku tidak bisa melakukannya?
Maaf jika selama ini sikapku membuatmu bingung dan kesal.
Kau bahkan tetap menyapaku dengan wajah ceria yang selalu kurindukan. Aku semakin sadar. Bahwa aku, aku mencintaimu.
Tapi perasaan ini padam saat ku tahu kau mencintai Kyuhyun.
Dia sahabatku. Sahabat untuk selamanya. Dan aku bersedia merelakanmu untuk bersamanya.
Jiyeon-ah, aku harus pergi. Aku ingin melupakan semua hal buruk yang menimpaku belakangan ini.
Ingatlah kata-kataku, ‘hidup ini bukan untuk di renungkan, tapi untuk dijalani’
setelah aku pergi, aku tidak ingin melihatmu sedih ataupun menangis. Karena kau itu seperti bintang, selalu bersinar untuk semua orang di sekitarmu.
Gomawo, selamanya kau tetap menjadi yang teristimewa.

Sampai jumpa
Kim Kibum_

Airmata jatuh perlahan dan semakin deras membasahi surat yang ada di tangannya. Perasaan Jiyeon campur aduk.
“Kibum..” lirihnya sambil mendekap surat itu di dada. ‘Selamanya, kau tetap menjadi yang teristimewa’. Kata-kata itu kini Jiyeon ukir didalam hati.
“Bagiku dan Kyuhyun, kau akan menjadi sahabat kami yang paling istimewa..” pikirannya melayang pada kenangan saat ia bersama Kibum dahulu. Kenangan itu hanya tinggal kenangan. Kenangan yang telah bertransformasi menjadi memori indah yang akan selalu melekat di hatinya.

—o0o—

Keesokan harinya, sekolah gempar, banyak murid perempuan yang menangis mendengar kabar kematian Kibum. Bagaimana pun keberadaan Kim Kibum di sekolah itu sangatlah berpengaruh Sekolah pun berkabung selama beberapa hari.
Di aula, di buat altar sederhana untuk mengenang Kibum. Hampir semua murid memberikan satu tangkai bunga mawar putih di altar Kibum. Termasuk Jiyeon. Jiyeon tersenyum memandang foto Kibum yang terdapat di altar dengan ratusan bunga di sekitarnya.
“Lihat, jangan pernah menganggap dirimu tidak berguna. Karena begitu banyak orang yang merasa kehilangan karena kepergianmu” batin Jiyeon. Semoga di surga sana kau tersenyum bahagia melihat ribuan mawar dari orang-orang yang menyayangimu. Lanjut Jiyeon dalam hati.

Jiyeon pergi ke rumah sakit. Di sana, masih di kamar yang sama, di tempat tidur yang sama, terbaring Kyuhyun. Namja tampan yang sangat dicintainya. Jiyeon memandangi wajah Kyuhyun yang pucat dengan wajah sendu. Kyuhyun masih memejamkan matanya. Ia baru beristirahat setelah diberi obat tidur.
Mengingat kematian Kibum yang tiba-tiba, Jiyeon juga takut jika Kyuhyun akan meninggalkannya tiba-tiba. Tanpa terasa ia tertidur dengan kepala bersandar ke tempat tidur sambil terus menggenggam tangan Kyuhyun.

Kyuhyun terbangun, ia kaget melihat Jiyeon tengah tertidur sambil memegang tangannya.
Ia berusaha keras untuk bangun walau tenaganya sangat lemah.
“Mianhae, aku membuatmu lelah begini” ucapnya dengan suara lemah sambil mengelus-elus rambut Jiyeon.
“Kyu..”
Kyuhyun membelalakan mata. Jiyeon mengigau. Dan ia menyebut namanya. Mimpi apa Jiyeon sampai mengigau begini.
“Jiyeon, kau kenapa? Aku disini” lirih Kyuhyun cemas.
Jiyeon mendadak bangun. Ia mengerjap-ngerjapkan mata beberapa kali. Wajahnya berkeringat dan pucat. Seperti baru saja bermimpi buruk. Dan ketika melihat Kyuhyun sudah sadar, matanya langsung berkaca-kaca.
“Kyu..” ujarnya terharu dan langsung memeluk Kyuhyun, “Aku kira, kau pergi. Aku takut sekali” Walau tidak mengerti, Kyuhyun tersenyum dan balas memeluk Jiyeon.
“Aku masih di sini” bisik Kyuhyun lembut.
“Araseo. Karena itu aku memelukmu. Untuk memastikan kau bukanlah mimpi” ujar Jiyeon. Kyuhyun tersenyum lagi.
Jiyeon melepaskan pelukannya. Sekarang Kyuhyun hanya menatap wajah Jiyeon lekat-lekat.
“Kenapa kau menatapku begitu Kyu? Kau membuatku malu” wajah Jiyeon mulai memerah. Kyuhyun tersenyum simpul.
“Ternyata pacarku sangat cantik. Punya mata yang indah, dan senyum yang manis. Kenapa aku baru sadar sekarang ya?” ujar Kyuhyun sambil menatap Jiyeon lekat. Setiap inchi wajah cantik yeoja di hadapannya ini akan ia rekam baik-baik. Karena, siapa tahu ia tidak akan bisa melihat hari esok lagi.

to be continued…

see you di part akhir ^_^

27 thoughts on “All My Heart (Part 5)

  1. Ah….. Akhirnya update juga nie FF, setelah sekian lama saya nunggu nya, aku kirain kibum oppa yang donorin kyu jantung ternyata enggak yah? Lanjut thor aq tunggu ampe part terakhir

  2. aigoo, kaget aku -__-
    ku kira yang meninggal itu kyu, ternyata kibum toh..
    tapi kyu kondisi nya makin parah aja tt___tt
    kenapa kyu nda d operasi aja?
    eh kibum udah meninggal kan?
    nahh kibum kan bisa ngedonorin jantungnya buat kyu, getji?
    ah pokoknya kyu harus sembuh, nda boleh meninggal juga!
    kasihan ji nanti uu___uu
    next partnya, palli!!😄

  3. akhir y dlanjut jg ni epep
    kasian Kibum …….
    vil *manggil evil/digetok kyuhyun oppa -_-* jangan metong ya ,,, kasian Jiyeon
    dia bru aja kehilangan lg ,, masa drimu tega ninggalin pacar kaya Jiyeon
    gmna klo drimu metong trus da namja yg ganteng y melebihi drimu godain aku eh Jiyeon maksud y ???

  4. Jantungnya kibum ga dikasih buat kyu??? Jgn bilang kyu nanti juga mati… Andwaeeee…. Kasihan jeyoung… Aish, sedih banget kibum uda ga ada… Tragisss

  5. Omona!? Kibum meninggal? Astagaa..
    Aku pkir prtama itu si kyuhyun.. Fiuh.. Serem sekali lah eon.
    Astaga. Makin was” dgn keadaan kyu. Smoga aja yg terbaik yg trjadi
    Daebak eon ^^

  6. gfddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxsssssssssssssssssss

  7. menguras air mata banget thooor kibum pergi yesung juga pergi kasian keluarga kim T^T
    kyu ga akan pergi kan? bakal sad banget ya klo kyu sampe pergi juga T^T

  8. Apa2 an ini? Q mw protes kenapa sedih bgt si?
    Kasian orang tua yesung,bru yesung pergi kibum pergi..

    pas seyoong tlf q kra kyuppa yg ninggal,q dah mule frustrasi sendiri gmna ni ff kalo cast utamanya mati sblum and,pasti q gak mw bca lg gara2 nyesek bacanya..

  9. Hmmm jadi bumie kecelakaan
    jangan2 nanti yv jd pendonornya kibum lagi

    tp kalo ga salah jantung mah tidak bisa d lakukan transplantasi,minggu lalu aku baru bahas ttg cardiovaskuler
    dosenku bilang spt itu,mungkin kalo koreksi bisa dgn jln operasi tp itulun tidak total spt transplantasi
    tp ya ga tau jg ya,hehehehe
    aku hanya masih belajar n memahami…

  10. Ouuuhh sedihnya…. (╥﹏╥) kibum… Uh he Is best friend ever.. Sedih banget baca part ini… (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

  11. huuwaaa kibum juga pergi…ommooo….knpa smua pergi…harap harap kyu dapat donor.ato jantung kibum untuk kyu…haahh…benar2 menguras emosi ff nya…daebaaakkkk…

  12. Beberapa menit yang lalu aku baca yang mati yesung trus dipart ini yg mati kibum.. Huaa kok mati mati.. *dicritanya.. Masih untung sibangkyu .. Huuaaa..😀

  13. Nyesek bnget bacanya,kg nyangka kalo Kibum oppa akan meninggal😥 trus yg donorin jantung buat kyuhyun oppa siapa ? Kyuppa kg akan meninggal seperti Kibum & Yesung kan ?

  14. Ga nyangka kibum yg meninggal. Kirain kyu yg meninggal dan memempercayakan jiyeon pd kibum, eh ternyata… diluar perkiraan.
    Buat Author, 2 jempol deh.

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s