Shady Girl Kyuhyun’s Story (Part 8)

Tittle : Shady Girl Kyuhyun’s Story Part 8
Author : Dha Khanzaki
Genre : Romance

Main Cast :

  • Na Hyun Jung
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Find by your self

Author belum nyiapin skrip ceramah nih. jadi gak ada ceramah apa apa ah. Happy Reading aja ^^

 

Shady Girl Kyuhyun's Story by Dha Khanzaki1

——o0o——-

Part 8

“Loh, Na Hyun Jung.”

Perhatian Hyun Jung dan Nichkhun tertoleh pada seseorang yang sudah mengacaukan moment penting ini.

Mata Hyun Jung melebar. Tanpa sadar ia menarik tangannya dari genggaman Nichkhun lalu berdiri.
“Kyuhyun Oppa..” ucapnya dengan senyum mengembang. Kyuhyun membalas senyum manis Hyun Jung. Ia tak menyangka bisa menemukan Hyun Jung di restoran yang sama. Tapi, Hyun Jung sedang bersama siapa?
Pandangan Kyuhyun tertuju pada namja yang duduk di meja yang sama dengan Hyun Jung.
“Oh, aku tidak tahu kau sedang sibuk. Maaf kalau kehadiranku mengganggu.” Ucap Kyuhyun. Tiba-tiba hatinya seperti terbakar sesuatu. Begitu panas. Siapa namja itu?

Nichkhun berdiri. Ia tersenyum pada Kyuhyun.
“Aku Nichkhun. Teman Hyun Jung. Kau?” tanya Nichkhun sambil mengulurkan tangan.
“Aku Cho Kyuhyun. Aku..” Kyuhyun terdiam. Dia bingung harus mengatakan apa.
“Dia temanku.” Jawab Hyun Jung. Kyuhyun menoleh padanya lalu mengangguk.
“Iya aku temannya.” Ucapnya dengan hati mencelos. Omona, ternyata Hyun Jung hanya menganggapnya teman.
Nichkhun menyunggingkan seulas senyum. Itu terkesan sinis di mata Kyuhyun.
“Sebenarnya tadi aku sedang menunggu moment penting. Tapi semuanya buyar karena kau datang.” Ucapnya menyindir Kyuhyun. Sebenarnya, semenjak kemunculan namja itu tadi, saat Hyun Jung secara mendadak menarik tangannya karena dia datang, Nichkhun sudah memiliki firasat buruk. Ia yakin namja ini bukan sekadar teman bagi Hyun Jung.
“Benarkah? Moment sepenting apa?” Kyuhyun tahu Nickhun sedang memancing emosinya. Dan ia tetap tersenyum, seolah tidak mengerti.
“Ah, Nickhun Oppa, sebenarnya Kyuhyun Oppa ini adalah dosen di universitas Seoul.” Jelas Hyun Jung menengahi. Hatinya sudah was-was begitu menyadari suasana di antara keduanya mulai memanas.

Nichkhun memandangi Kyuhyun dari ujung rambut hingga kaki. Jelas sekali ia tidak percaya.
“Jeongmal?” tanyanya meremehkan. Dari sudut manapun ia ragu Kyuhyun seorang dosen. Tidak terlihat sama sekali.
Kyuhyun ikut menatapi dirinya sendiri. Yah, penampilannya memang tidak berbeda dengan biasanya. Tapi haruskah Nichkhun menatapnya dengan ekspresi merendahkan seperti itu?
“Aku tidak yakin. Hyun Jung-ah, kau pasti bercanda.” Sindir Nichkhun seraya menyentuh ujung jas Kyuhyun dengan ekspresi ‘iuuh’..
“Aku tidak bohong koo..” jawabnya tegas. Ia melirik Kyuhyun yang hanya mengangkat bahu.

Kenapa Kyuhyun hanya menunjukkan reaksi seperti itu? Hyun Jung tidak mengerti. Bukankah seharusnya dia marah atau tersinggung? Lalu mengapa sekarang malah hatinya yang memanas? Hyun Jung tidak mengerti.

“Em, Oppa.. aku masih ada urusan. Bolehkah aku pergi sekarang?” tanya Hyun Jung pada Nichkhun. ia ingin pergi. seharusnya.
“Tapi Hyun Jung-ah, kau belum menjawab..” Nichkhun menahan tangan Hyun Jung.

Aaaa!!! Kyuhyun membuka mulutnya hendak berteriak menyaksikan namja lain menyentuh Hyun Jung dengan seenaknya. Dia saja tidak pernah selancang itu pada Hyun Jung. Namun tetap tak ada yang dilakukannya. Ia hanya diam mematung.

Hyun Jung tersenyum pada Nichkhun.
“Nanti pasti akan kujawab. Oppa tenang saja.” ucapnya meyakinkan. Ia menundukkan kepala sejenak kemudian berjalan pergi.
“Hyun Jung-ah..” Kyuhyun melangkahkan kaki hendak mengejarnya. Namun tangan Nichkhun menahannya.
“tunggu, kau ingin menyusulnya?” tanyanya seolah melarang.
“Wae? apa aku juga harus meminta izin padamu?” balas Kyuhyun. Ia menyingkirkan tangan Nichkhun yang menahannya kemudian mengejar Hyun Jung sebelum gadis itu benar-benar menghilang.

—o0o—

“Hyun Jung-ah..” panggil Kyuhyun sekali lagi. Namun gadis itu tetap berjalan di depannya tanpa berniat menengok sedetikpun. Ada apa ini? Jangan-jangan dia marah.

Kyuhyun tetap mengikuti Hyun Jung sejak keluar dari restoran tadi. Kini mereka sedang berjalan di sekitar jalan Apgujeong-dong yang ramai dikunjungi. Bahkan di sekitarnya banyak orang berlalu lalang. Entah Hyun Jung tidak mendengarnya atau memang sengaja tidak mempedulikannya.

“Kenapa kau mengikutiku, Oppa?” akhrinya Hyun Jung bersuara juga. Kyuhyun mempercepat jalannya agar bisa sejajar dengan Hyun Jung.
“Aku mencemaskanmu. Kau tadi pamit dengan wajah suram.” Ucapnya ringan.
Hyun Jung menolehkan kepalanya ke arah Kyuhyun yang berdiri tepat di sebelah. Mulutnya hendak terbuka namun tertahan ketika ia melihat beberapa orang yang berlalu lalang di sekitar mereka tengah mendiskusikan sesuatu sambil melirik pada Kyuhyun. Aish.. hal itu membuatnya jengah.

Ada juga beberapa orang yang terang-terangan mencibir penampilan Kyuhyun yang sedikit ‘nyentrik’. Berantakan tepatnya.
Hyun Jung menghela napas berat. Ia sudah tidak tahan. “Oppa..” serunya dengan nada tinggi. Kyuhyun sedikit terkejut.
“Ada apa?” tanya namja itu dengan wajah polos.
“Bisakah kau berpenampilan sedikit lebih rapi?” ucap Hyun Jung membuat Kyuhyun berhenti menunjukkan ekspresi polos. Seluruh tubuhnya menegang. Terlebih karena ia melihat mata Hyun Jung begitu menyala-nyala dengan emosi.
“Memang kenapa?” Kyuhyun terbata-bata. Ia melirik penampilannya sendiri. “Oh, rambutku berantakan? Asal kau tahu Hyun Jung-ah, tadi Umma yang membuat rambutku berantakan.” Ucap Kyuhyun membela diri. Tangannya bergerak merapikan rambut yang tadi di acak-acak Ummanya. semoga dengan begini Hyun Jung berhenti menunjukkan ekspresi menyeramkan seperti sekarang. Itu membuat hatinya seperti terhantam batu besar.
“Bukan begitu” sergah Hyun Jung tetap dengan ekspresi yang sama.
“Apa Oppa tidak merasa risih dengan penampilan Oppa yang seperti ini? Apa Oppa tidak menyadari tatapan orang-orang terhadap dirimu?” tanya Hyun Jung lagi. Nada bicaranya semakin meninggi. O ow.. Kyuhyun baru pertama kali ini melihat Hyun Jung se-emosi ini. Ia gelagapan. Tepatnya bingung harus menjawab apa.

Hyun Jung tidak habis pikir. Mengapa Kyuhyun seolah tidak peduli dengan semua pandangan buruk orang-orang terhadap penampilannya. Ia juga seolah tidak memperhatikan bahwa sejak tadi sudah puluhan pasang mata yang menatapnya dengan pandangan merendahkan. Seperti tatapan Nichkhun saat melihatnya tadi ataupun tatapan Yesung tempo hari. harusnya ia marah. Tapi kenapa justru Hyun Jung yang merasa kesal?

“Aku..aku..” Kyuhyun terbata. Aigoo, kalimat apa yang harus ia ucapkan sekarang. Sementara Kyuhyun kebingungan, Hyun Jung semakin tidak bisa menahan amarahnya lagi.
“Oppa, kumohon jangan membuat dirimu dipandang rendah oleh orang lain. Kenapa Oppa membuat dirimu sendiri menjadi bahan gunjingan orang lain. Waeyo?” Hyun Jung berhenti sejenak untuk mengambil napas. Kyuhyun hendak menyela namun Hyun Jung kembali berbicara.
“Bisakah Oppa berhenti tidak peduli pada penampilan sendiri? Apa Oppa tidak menyadari tatapan orang yang meremehkanmu? Sudah berapa orang yang melakukan itu padamu Oppa..”

Kyuhyun terbelalak. Hatinya bergetar apalagi saat melihat mata Hyun Jung berkaca-kaca. Memang apa salahnya? Mengapa harus mempedulikan penilaian orang lain? Dan mengapa harus Hyun Jung yang kesal?
“Kenapa? Apa itu mengganggumu? Kau tidak suka berjalan dengan orang sepertiku karena takut orang lain ikut merendahkanmu? Begitu?” tanya Kyuhyun dengan suara lirih. Ia sedih begitu menyadarinya. Sekarang ia paham kenapa Hyun Jung semarah ini. Jadi, Hyun Jung tidak suka berada di dekatnya.
“Bukan begitu. Oppa tidak mengerti.” Ucap Hyun Jung. Kyuhyun merasa hatinya tertusuk ribuan jarum begitu menyaksikan tetesan bening meluncur dari sudut mata Hyun Jung.
“Aku tidak suka melihat orang lain memandangmu rendah, Oppa.. itu.. membuatku…” Hyun Jung terdiam sejenak. “Itu membuatku marah!!”

Deg deg deg… apa maksud kalimatnya? Kyuhyun tidak paham.

Hyun Jung segera menghapus airmatanya lalu berbalik. Kyuhyun mengejarnya. Ia tidak mau berpisah dengan cara seperti ini.
“Hyun Jung-ah!!!”
“jangan ikuti aku! Dan tinggalkan aku sendiri!!” tegas Hyun Jung tanpa membalikkan badannya. Gadis itu menyetop taksi lalu pergi.
Kyuhyun terpaku ditempatnya berdiri. Sudut bibirnya bergetar. Begitupun hatinya. Demi apapun, mengapa Hyun Jung menangis dan berkata seperti itu? Apa selama ini kehadirannya begitu mengganggu? Atau penampilannya sudah membuat Hyun Jung marah? Ia tidak mengerti!!!

—o0o—

Malam sudah larut. Ja Rin pulang di antarkan Kibum.
“Kau masih tingggal dengan Kyuhyun?” tanya Kibum karena Ja Rin tetap pulang ke rumah Kyuhyun. Gadis itu mengangguk singkat.
“Sampai aku lulus kuliah nanti. Good night, chagiya.. semoga mimpimu indah..” Ja Rin mengecup singkat bibir Kibum sebelum akhirnya turun dari mobil namjachingunya itu.
“Hati-hati di jalan..” Ja Rin melambaikan tangannnya. Kibum mengangguk dengan senyum manis tak kunjung lepas dari wajahnya.
“Kau juga..” ucapnya sebelum pergi.

Setelah mobil Kibum tak tampak lagi, ia melangkahkan kakinya memasuki rumah yang sudah ditinggalinya selama beberapa bulan terakhir. Memencet tombol keamanan rumah yang sudah dihapalnya lalu masuk. Anehnya ruangan masih gelap. Apa mungkin kakaknya belum pulang?
“Chocobi..” panggil Ja Rin ragu.

Hiks hiks..

Samar-samar Ja Rin mendengar suara tangisan pelan seseorang. Jantungnya berdebar. Aduh, suara siapa itu? Tidak mungkin kan Kyuhyun yang menangis.

Matanya menyipit begitu kakinya menangkap sosok seseorang yang duduk di tepi kolam renang. Membelakanginya. Ja Rin mengerjap. Ia tidak mungkin salah mengenali sosok Kyuhyun. Itu memang dia. Ja Rin bisa tahu meskipun hanya melihat punggungnya. Ia mendekat perlahan.
“Oppa, are you okay?” tanyanya halus. Tangannya terulur menyentuh bahu Kyuhyun. namja itu tetap tak bergeming. Ja Rin terpaksa membalikkan badannya. Ia lebih kaget lagi saat memergoki bagian mata Kyuhyun basah oleh airmata. Tuhan.. dia menangis.. kakaknya yang sok tegar itu menangis..
“Aigoo, gwaenchana..” cecar Ja Rin agak panik. Di dunia ini hanya segelintir hal yang mampu membuat Kyuhyun meneteskan airmata. Maka dari itu ia sangat panik begitu melihat Kyuhyun meneteskan airmata.

Sebenarnya Kyuhyun sangat malu tertangkap dalam keadaan ‘mengenaskan’ seperti sekarang. Namun ia bersyukur orang yang melihatnya seperti ini adalah Ja Rin. Bukan orang lain apalagi jika Hyun Jung yang menemukannya.
“Ja Rin..eotteohke..” Kyuhyun juga menyesali dirinya sudah menjadi namja cengeng. Namun siapa yang tidak putus asa jika orang yang disukai terluka karena dirinya. Dan memilih menjauh darinya.
“Wae? wae??” cecarnya panik. “Apa yang terjadi?” Ja Rin buru-buru duduk di samping Kyuhyun.
“Hyun Jung marah padaku” Lirihnya.
Sesaat Ja Rin terdiam. “Marah?” tanyanya bingung.
“Ini semua karena aku. Aku yang sudah membuatnya marah..” Kyuhyun tetap bergumam sendiri tanpa menghiraukan wajah Ja Rin yang menunjukkan raut tak mengerti.
“Aku benar-benar bodoh membiarkannya terluka karena terus berada di dekatku. Jika seandainya tak kulakukan itu mungkin saja kan Hyun Jung masih mau berbicara denganku dan tidak pergi dengan wajah sedih seperti itu—“

“Wow, wow.. bisakah kau berhenti, Chocobi. Aku tidak paham jika kau terus mengoceh seperti itu. Jelaskan pelan-pelan.” Ja Rin segera menyela rentetan kalimat yang tak kunjung terputus dari mulut kakaknya. Kyuhyun memberengut sedih.
Ja Rin menghela napasnya. “Baiklah, sekarang kau ceritakan kenapa Hyun Jung marah padamu? Tepatnya karena apa?”
“Hyun Jung bertanya, mengapa aku tidak pernah sekalipun merasa risih di pandang remeh oleh orang lain karena penampilanku. Dia bilang, harusnya aku merasa terganggu. Dia tidak suka melihatku seperti ini, direndahkan tepatnya. Itu membuatnya marah..” Kyuhyun terdiam sejenak. “Bagaimana ini? Aku tidak mengerti letak kesalahanku di mana.” Lirihnya putus asa. “Dan yang lebih buruk, aku membuat Hyun Jung menangis sebelum akhirnya kami berpisah..”

Jika dicermati, sebenarnya masalah yang dialami Kyuhyun tidak begitu rumit. Dia hanya butuh pemahaman. Kyuhyun, seorang dengan otak pintar tidak pernah bisa memahami hal sepele seperti ini. Otaknya sudah di rancang untuk memahami hal-hal yang lebih rumit dan membutuhkan kerja otak yang ekstra daripada memahami hal-hal yang bersifat emosional.

Ja Rin mengusap punggung Kyuhyun dengan pelan dan halus. Senyumnya perlahan mengembang.
“Tahukah kau, chocobi. Kau adalah namja paling beruntung di dunia.” Lirih Ja Rin. Tidak paham dengan ucapan adiknya, Kyuhyun menoleh dengan alis bertautan.
“maksudmu?”
“Tanpa berusaha keras pun, kau tetap memenangkan permainan.”
Kyuhyun makin tidak mengerti. Apa maksud ucapan Ja Rin? Mengapa ia menyinggung soal permainan. Ia tidak sedang memainkan game apapun.
“Aku tidak mengerti.” Ujar Kyuhyun.
“Hyun Jung. Dia tidak akan marah jika dia tidak peduli padamu.” Jelasnya. Kyuhyun masih terdiam. Otaknya sedang mencerna maksud dibalik ucapan Ja Rin.

Karena Kyuhyun tak kunjung menunjukkan respon, Ja Rin melanjutkan.
“Hyun Jung bukan merasa terbebani karena dirimu. Tapi dia tidak ingin orang lain berpikiran jelek tentangmu.”

Mata Kyuhyun melebar begitu memahaminya. Jadi..itu maksudnya?
“Jadi, Hyun Jung tidak membenciku?” tanya Kyuhyun. perlahan senyumnya mulai bangkit.
Ja Rin mengangguk. “Firasatku mengatakan iya”
Senyum Kyuhyun akhirnya terbit. “Jinjjayo? Begitukah????” serunya. Ia mendesah lega. Seolah baru saja melepas beban berat yang menghimpit badannya selama puluhan tahun. Ja Rin pun merasa lega. Senangnya bisa melihat Kyuhyun tersenyum kembali. Kyuhyun segera mendekap adiknya.
“Gomawo Ja Rin-ah. Kau yeodongsaeng terbaik yang pernah kumiliki.”
“Yah, satu-satunya..” Ja Rin tersenyum tanpa membalas pelukan Kyuhyun. ia sedikit mendongkakan kepalanya menatap Kyuhyun.

“Dan..chocobi, kau harus melakukan sesuatu yang bisa membuatnya terkesan.” Tambah Ja Rin.
“Mwo?”
Kyuhyun memiringkan kepalanya. otaknya sibuk berpikir. Kira-kira apa yah hal yang bisa dilakukannya untuk membuat Hyun Jung terkesan?

To be continued…

69 thoughts on “Shady Girl Kyuhyun’s Story (Part 8)

  1. Akhirnya Kyuhyun disadarkan juga kalau dia harus merubah penampilannya. Walaupun dengan penampilan acak”an aja Hyun Jung udah suka ^^

  2. Setiap org emng ya pnya kelemahan msing2,, contohnya Si Jenius Kyu otaknya gk mncerna hal2 yg mudah,,tp klo hal2 yg rumit otaknya lngsung bkrja…
    Sudah saatnya kau brubh pnmpilan Kyu,,biar gk ada yg mngnggap remeh…
    Fighting!!!

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s