After Wedding Story // The Trouble Begin // Part 10-End

Tittle : After Wedding Story / The Trouble Begin / Part 10 End
Author : Dha Khanzaki
Genre : Romance

Main Cast :

  • Aira a.k.a Shin Nara
  • Cho Kyuhyun Super Junior

SUpport Cast :

  • All member Super Junior
  • All member SHINee
  • All member SNSD

Happy reading ^^

After Wedding Story - The Trouble Begin By Dha Khanzaki1

—–o0o——-

“Shin Nara! Sudah siap?” GC mendadak muncul sambil membawa senter di tangannya. Aira bangkit setelah menemukan ponsel yang ternyata ia simpan di dalam saku jaket yang satunya.
“Oh, Eonni juga di sini.” Ucap GC ketika melihat Seohyun juga ada di dalam kamar. Yoona belakangan muncul di belakang GC.
“Leeteuk Oppa bilang agar kita segera berkumpul di halaman belakang untuk briefing.” Ucapnya. Seohyun mengangguk kemudian tersenyum manis. “oke. Ayo Nara” ia mengajak Aira pergi.

“Em, kalian berpasangan dengan siapa?” tanya Yoona pada Seohyun, Aira, dan GC ketika mereka bersama-sama menuju halaman belakang.
“Aku dengan Yesung Oppa.” Jawab GC
“Aku dengan Donghae Oppa” ucap Aira
“Eonni dengan siapa?” tanya Aira balik
“Aku? Aku dengan Minho.” Jawabnya singkat.
“Huwa.. beruntung sekali..” ucap GC dan Aira bersamaan.
“Kalau kau Seo?” tanya Yoona pada Seohyun yang sejak tadi diam.
“Ah, aku?” Seohyun tersadar dari lamunannya. “Aku dengan Kyuhyun.” Ucapnya mantap. Ia ingin melihat reaksi Aira ketika mendengar nama Kyuhyun.
Ekspresi Aira kaget dan terbelalak sesaat namun, ia segera menyesuaikan kembali ekspresinya. Hal ini semakin membuat Seohyun yakin, di antara mereka memang sudah terjadi sesuatu.
“Aish, kenapa bisa ada pasangan magnae begini.” Keluh Yoona. “Mungkin kalian jodoh.” Tambahnya. Kemudian ia tertawa, diikuti oleh Seohyun. GC juga hanya tertawa singkat. Malah terkesan dibuat-buat. Ia mencoba menjaga perasaan Aira yang ia yakin pasti syok mendengarnya. Benar saja, Aira tampak diam membisu. Ia memang tidak suka mendengar pernyataan Yoona tadi. Jodoh? Yang benar saja.

@@@

Donghae diam di sudut ruangan sebelum ia melangkah ke halaman belakang. Entahlah apa yang dilakukannya. Sepertinya ia sedang merapal suatu mantra untuk perlindungan dirinya saat jurit malam nanti.
“Hyung!” Kyuhyun mendadak muncul itu membuat Donghae kaget setengah mati.
“Omona!!! Kau ini!” pekiknya hampir berteriak.
“Sedang apa kau Hyung?” tanya Kyuhyun bingung.
“Diamlah, aku sedang menenangkan diri.” Kilah Donghae kembali ke posisinya. Kyuhyun memutar bola matanya cepat. Ia segera membalikkan badan Donghae ke arahnya.
“Hyung, ini penting. Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu.” Ucap Kyuhyun setengah memaksa.
“Apa? Katakan cepat.”
Kyuhyun menghela napas. “Hyung, aku titip Ai-chan padamu. Tolong selama jurit malam nanti kau jaga dia baik-baik seolah dia adalah benda antik yang tidak boleh cacat sedikitpun dan kau adalah bodyguardnya.. araseo..” Kyuhyun memandang lekat wajah Donghae sambil memegang erat kedua bahunya. Ia benar-benar memohon pada Donghae kali ini. Ia sangat mencemaskan Aira dan tidak akan bisa tenang sampai ada orang yang bersedia menggantikan dirinya untuk menjaga Aira.
“Tentu saja.” Ucap Donghae tidak yakin. Ia tidak enak hati untuk menolak. Dalam hati ia mengumpat pelan. Jangankan melindungi Aira, ia sendiri saja tidak yakin bisa melindungi dirinya sendiri. Kyuhyun mengeryitkan dahi.
“Kenapa kau tidak yakin begitu? Hyung, aku serius. Jika sampai sesuatu terjadi pada Ai-chanku, aku tidak akan membiarkanmu pulang selamat sampai dorm” ancam Kyuhyun.
“Ne. Tenang saja. Kenapa kau ini, protektif sekali pada istrimu.”
“Tentu saja aku panik! Ai-chan kan…” ucapan Kyuhyun tertahan. Hampir saja ia mengatakan kalau Aira sedang hamil. Aira kan sudah melarangnya untuk mengatakan hal itu.
“Kenapa dia?” selidik Donghae penasaran. Kyuhyun kembali menatap Donghae tanpa menjawab pertanyaannya.
“Pokoknya kau jaga dia baik-baik. Ara! Ini permohonan terbesarku Hyung.”
“Ne..” Donghae mengangguk paham.

Walaupun sudah memohon seperti itu pada Donghae, rasa cemas itu tetap saja menghantui diri Kyuhyun yang memang labil. Ia mencari-cari Aira. Dan ketika menemukan sosok yeoja yang dicintainya itu, ia segera menghampirinya. Untung dia sedang sendirian.
“Ai-chan..” Kyuhyun berdiri di samping Aira, gadis itu menoleh.
“Ne. Ada apa?” tanya Aira heran.
“Berdiri.” Perintahnya langsung. Dan entah kenapa hari ini Aira menurut saja. Ia berdiri tanpa memprotes seperti biasanya.

Kyuhyun mengulurkan sebuah syal dan melilitkannya ke leher Aira. “hei, apa maksudnya ini?” tanya Aira heran dengan kelakuan Kyuhyun.
“Agar kau tidak kedinginan. Udara malam tidak baik untuk ibu hamil” ucapnya tenang. Aira tertegun mendengarnya. Ia menatap Kyuhyun lekat-lekat. Entah kenapa, ia hanya ingin menatap baik-baik pria di hadapannya itu.
“Kenapa menatapku begitu? Kau ingin aku cium ya?” ucap Kyuhyun percaya diri seraya memamerkan evil smirk yang sudah lama tidak ditunjukkannya. Aira mendengus sebal.
“Cih, dasar narsis” cibir Aira. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain.

Tidak hanya memakaikan Aira syal tebal, Kyuhyun juga memakaikan topi rajutan beserta sarung tangan dari wol yang senada dengan syal dan topi itu.
“Ih, kenapa sih? Kau membuatku seperti orang yang akan pergi bermain ski.” Keluh Aira.
“Jangan banyak mengeluh. Ini untuk melindungi bayi kita agar tidak kedinginan.” Ujar Kyuhyun. Sekarang ia merapikan jaket yang dipakai Aira dan gadis itu hanya pasrah saja. Tanpa ada perlawanan sedikitpun.
“Ingat ya, saat jurit malam nanti jangan jauh-jauh dari Donghae Hyung. Jika kau tersesat nanti bukan hanya aku yang panik, tapi semua orang ikut kelimpungan mencarimu.”
“Araseo.. kau ini cerewet sekali.”

Kyuhyun mengusap kepala Aira pelan, lalu tersenyum. “Ai-chan, I Love You”
Aira mengerjapkan matanya berkali-kali, tidak percaya mendengar kalimat yang baru saja diucapkan Kyuhyun. Mendadak jantungnya berdebar kencang. Mereka saling bertatapan untuk beberapa saat lamanya. Perlahan Kyuhyun mendekatkan wajahnya dan Aira tidak mencoba untuk menghindar. Ketika jarak mereka hampir tidak ada dan saat yang paling penting itu nyaris terjadi, seseorang memekik melihat pemandangan 2 orang yang hampir saja berciuman.

“Yaaa~ kaliaaaan….”

Kyuhyun kembali terkesiap dan seketika menjauhkan diri. Ia mendengus kesal, kenapa di saat penting seperti ini selalu saja ada yang mengganggunya. Dan orang yang membatalkan moment penting tadi tetap orang yang sama. Yakni Heechul.
“HYUNG!! Kenapa kau selalu muncul di saat yang tidak tepat dan mengganggu urusanku!!” Protes Kyuhyun sambil bertolak pinggang. Kekesalannya sudah memuncak hingga ubun-ubun. Sementara Aira menundukkan kepalanya, ia malu karena dipergoki Heechul untuk kedua kalinya sedang berduaan dengan Kyuhyun.

“Bermesraannya lain kali saja! Belle, ayo pergi” Heechul menggerakkan tangannya meminta Aira ikut bersamanya. “Acaranya akan dimulai. Dan kau juga magnae! Ayo pergi!” perintah Heechul. Kyuhyun menggeram sesaat, namun pada akhirnya tetap ikut juga.

Sesungguhnya, baik Kyuhyun, Aira, maupun Heechul tidak tahu jika sedari tadi ada sepasang mata lain yang memperhatikan mereka. Orang ini terdiam, merenungkan apa yang baru saja ia lihat dan ia dengar. Ternyata memang benar dugaannya. Antara Kyuhyun dan Aira memang terjadi sesuatu dan kenyataannya lebih dari yang ia bayangkan.

—o0o—

Seohyun menghela napas semenjak kembali dari toilet. Hatinya berkecamuk, pandangannya teralih ke arah Aira yang sedang mengobrol dengan Key dan Minho.
“Yeoja itu.. dia adalah istrinya Kyuhyun, dan sekarang ia sedang mengandung” batinnya tidak percaya. Ya, tadi Seohyun secara tidak sengaja memang menyaksikan saat-saat Kyuhyun dan Aira sedang berduaan saja. Namun yang membuatnya heran adalah kenapa semua member Suju sepertinya care pada yeoja itu. Apa mereka juga dari awal sudah tahu dan hal ini menjadi rahasia bersama mereka.
“Seo, kau kenapa? Dari tadi kulihat kau melamun terus.” Tegur Hyoyeon membuat Seohyun tersentak.
“ah, tidak apa-apa.” Ia menjawabnya dengan senyuman manis andalannya. Untuk saat ini ia memilih menyimpan hal ini sendiri. Ia tidak mau berburuk sangka lebih dulu.

“oke, semuanya… perhatian..” ucap Eunhyuk yang entah sejak kapan sudah berdiri di depan semua orang. Mereka semua sudah berkumpul di halaman belakang untuk memulai acara Jurit malam. dan yang menjadi pemimpin acara itu tentu saja Eunhyuk, yang mengusulkannya.
Seketika perhatian tertuju padanya. Eunhyuk berdehem sebentar sebelum melanjutkan ceramahnya.
“kulihat ini sudah waktunya. Apa kalian sudah siap?!!!!” tanyanya semangat seraya mengacungkan tangannya tinggi-tinggi.
“Tentu!!!!” seru yang lain.
“Baiklah, ingat ya, selama acara jurit malam ini, kalian tidak boleh ke tempat lain selain rute yang sudah ditentukan atau kalian akan tersesat. Rutenya ini.. perhatikan baik baik.” Eunhyuk lalu menunjukkan gambar rute yang sudah dibuatnya tadi. semua orang memperhatikan baik-baik rute yang tercetak di kertas lebar itu.
“Tapi tenang saja. Di hutan sana kalian bisa melihat petunjuk yang sudah disediakan” Lanjutnya.

“wah, sepertinya kau memang berniat untuk mengadakan jurit malam ini.” Ucap leeteuk.
“Hehe, tapi ini ide bagus kan Hyung.” Ucapnya sambil cengengesan.
“Ide bagus kepala lo! Dasar monyet!” gerutu Donghae kesal. Hanya dia yang tidak setuju dengan jurit malam ini. Tapi bagaimana lagi, ia tidak bisa berbuat apa-apa jika semua orang sudah menyetujuinya.

“Cukup basa-basinya. Kita mulai saja. Oke, siapa pasangan pertama” ucap Eunhyuk lagi.

“Kami” Sungmin maju bersama dengan Sooyoung. Eunhyuk memberikan beberapa pengarahan pada Sungmin setelah itu Sungmin dan Sooyoung segera bergerak memulai perjalanan jurit malam mereka yang pertama.
“huwa, Sooyoung Eonni beruntung sekali bersama dengan Minnieku..” ucap GC kembali mendesah.
“Minnie-ku?” ujar Yesung dan Ryeowook yang mendengarnya agak bergidik juga.
“Wae? Dia memang Minnie-ku” jawab GC mempertegas

“kau sudah bawa senter?” tanya Kyuhyun pada Seohyun
“ne. Nih.” Seohyun menggoyang-goyangkan senter di tangannya. Kyuhyun mengangguk.
“Selama di hutan nanti, jangan jauh-jauh dariku. Nanti kau tersesat” ucapnya memberikan petuah.
“Tenang saja. Aku tidak akan jauh-jauh darimu.”
“Cie… ekhem.. di sini sepertinya sudah terjadi sesuatu.. Oppa, kau perhatian sekali..” ledek Yoona. Seohyun seketika memukul pelan lengan Yoona sementara Kyuhyun hanya tersenyum kilat.
“Tidak ada yang terjadi kok di sini.” Ucap Kyuhyun

“Hyung, boleh kita bertukar pasangan?” tanya Key pada Donghae. Namja itu terkesiap, “Kenapa?” tanyanya bingung.
“Ah, kau ingin berpasangan denganku ya?” tanya Aira setengah menggoda Key.
“Iya memang. Tidak boleh ya.” Ucapnya langsung. Aira tertawa mendengarnya.
“kau ini..” Aira menepuk pelan bahu Key, membuat namja itu kebingungan. Dikiranya ia bercanda, padahal tidak sedikitpun.
“Tentu saja tidak boleh!!” tegas Donghae. Key memberengut.
“Huh, padahal pasanganku Jessica Nuna. Kau sangat beruntung jika mau bertukar pasangan denganku Hyung.” Tambah Key. Kini gantian Aira yang mengerjap
“memang kenapa dengan Jessica Eonni?”
“Donghae hyung menyukainya.” Ucap Key seraya melirik Donghae.
“Ya! Seenaknya anak ini.” Donghae menjitak kepala Key. Namja itu meringis seketika.
“Auch.. hyung, kau tega sekali.” Keluhnya.
“Aku tidak akan mengganti pasanganku meskipun dia Jessica! Araseo!” tegas Donghae. Tentu saja ia tidak mau. Bagaimanapun Kyuhyun sudah memintanya agar menjaga yeoja yang sangat dicintai dongsaengnya itu.

Berikutnya pasangan nomor 2 yang berangkat. Yaitu pasangan Siwon dan Taeyeon. Tak lama waktu berselang, giliran pasangan nomor 3 yang berangkat, yaitu GC dan Yesung.
“Bye Aira.. kita akan bertemu setengah jam lagi..” ucap GC berpamitan pada Aira.
“Ne. Yesung Oppa, jebal, jaga sahabatku ini baik-baik.” Ucap Aira pada Yesung sebelum mereka berangkat.
“Serahkan padaku.” Ucap Yesung sambil mengacungkan jempol.
“Mereka kan hanya jurit malam, kenapa berlebihan begitu.” Cibir Kyuhyun yang sudah berada di samping Aira.
“Ya, dia sahabatku. Pantas dong aku mempedulikannya.” Jawab Aira hampir saja menitikkan airmata.
“lalu aku? Kau tidak mencemaskanku?”
“Kau kan bukan sahabatku. Kau..” Aira menahan kalimatnya. Ia lalu memalingkan wajahnya, tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini. Ia malah melambaikan tangan pada GC yang sudah memulai perjalanannya.
“HYUNG, hati-hati yaaaa..” teriak Ryeowook sambil melambaikan tangan.

Setelah jeda beberapa waktu, giliran Eunhyuk sang pelaksana acara ini.
“Hyoyeon.. kajja..” ucapnya semangat. Hyoyeon menghela napas sejenak. Lalu ia mengangguk. “Ayo kita mulai”
“Yaaa.. di sana kalian jangan berbuat yang aneh-aneh ya..” seru Heechul. Eunhyuk menoleh.
“Tentu saja tidak akan Hyung. Kau pikir kami akan berkencan!” balas Eunhyuk. “Hyung, selama aku pergi, kau yang bertanggung jawab ne..” ucap Eunhyuk melirik pada Leeteuk.
“Araseo. Cepat sana kau pergi.”

Eunhyuk dan Hyoyeon pun pergi. Setelahnya, giliran Jonghyun dan Sunny yang pergi. Lalu pasangan Onew dan Ryeowook pergi. Berikutnya pasangan Key dan Jessica. Lalu pasangan Heechul dan Tiffany.
“Belle, doakan aku agar selamat, ne.” Ujar heechul
“Hati-hati dan jaga Tiffany eonni baik-baik Oppa.” Ucap Aira.
“Hwaiting!!” seru mereka bersamaan kemudian berhigh five.
“Dasar!!” gerutu Kyuhyun jengkel.

Lalu pasangan Minho dan Yoona yang berangkat.
“Minho.. hati-hati di sana.” Ucap Aira. “kudoakan kau bertemu dengan makhluk halus di sana.” Lanjutnya sambil cekikikan.
“ya. Semoga” ucap Minho semangat.
“’kalian.. jangan sampai dong.” Ucap Yoona.

—o0o—

Sekarang, di tempat itu tinggal ada Leeteuk, Taemin, Shindong, Yuri, Seohyun, Kyuhyun, Donghae dan Aira.
“Oke, kini giliran Kita Oppa.” Ucap Aira semangat.
Donghae tersentak. “Giliran kita sudah tiba? Aishy..” keluhnya seraya mengacak rambutnya sendiri. Ia berharap gilirannya tidak pernah tiba.
“Ingat Hyung, jaga Ai-chanku… “ bisik Kyuhyun sekali lagi. Donghae mengangguk.
“Ara…” balasnya.
“Aira.. ayo kita berangkat.” Ucap Donghae.
“Ai..” panggil Kyuhyun sebelum Aira pergi. Yeoja itu menoleh. “Hati-hati. Kau harus kembali dengan selamat.”
Aira tersenyum lalu mengangguk. “Tenang saja. Aku ini yeoja luar biasa. Jurit malam tidak ada apa-apanya untukku.”
Kyuhyun menatapi kepergian Donghae dan Aira dengan wajah sendu, seolah ia tidak rela melepaskan Aira pergi.

Melihat ekspresi Kyuhyun, Seohyun semakin yakin kedua orang itu memang memiliki hubungan yang sangat kuat. Bahkan orang lain seperti dirinya tidak bisa menembus hubungan itu.

—o0o—-

“Huwaaa suara apa itu…” teriak Donghae kaget sambil menutup kedua telinganya. Aira yang berjalan di depan Donghae sampai membalikkan badan. Ia menghela napas berat untuk ke sekian kalinya melihat donghae yang ketakutan.
“Ayolah Oppa, itu hanya suara anjing hutan.” Ucap Aira sambil membantu donghae berjalan. Habis dari tadi namja itu tidak kunjung melangkahkan kaki juga.
“Kau sama sekali tidak takut. Ini hutan liar loh Aira..” ucap Donghae tidak habis pikir. Di sekeliling mereka sangat gelap dan mereka hanya memakai senter sebagai penerangan. Mana hutan ketika malam 100 kali lipat lebih menakutkan daripada hutan di saat siang.
Aira menggeleng. “aku sudah sering ikut kegiatan seperti ini saat di Indonesia dulu. Jadi sudah tidak takut lagi.” Ucapnya ringan. Donghae tercengang. Kenapa kesannya jadi dia yang lemah begini.
“Aku bahkan pernah mengalami 1 kejadian mistis saat jurit malam begini. Waktu itu aku bertemu dengan sesosok bayangan putih yang melayang di sekitarku..”
Donghae merinding roma mendengar cerita Aira, maka dari itu ia segera memekik agar Aira menghentikan ceritanya.
“Stop it!! Aku tidak ingin mendengar cerita apapun lagi!!”
Aira malah cekikikan dan semakin semangat menakut-nakuti Donghae. “Ah, Oppa.. kau tahu kan Nicky.. sahabatku yang kukenalkan padamu waktu itu.”
“Ya… memang kenapa dia?”
“Dia itu sahabatku yang mempunyai kekuatan supranatural loh.. dia memiliki sixthsence.. atau indra ke enam..” Aira mendekati Donghe, dan memasang wajah sedikit menyeramkan. “dengan kata lain, dia bisa melihat hantu..” ucapnya dengan nada mencekam. Donghae makin merinding dan mundur beberapa langkah..
“Jebal Aira.. hentikan cerita horormu itu..” pintanya ketakutan. Aira tertawa puas.. senang sekali rasanya bisa menakuti namja seperti Donghae.. ternyata ini sisi lain seorang donghae.. namja yang tampak romantis, lugu, manis, dan tampan bisa ketakutan setengah mati seperti ini. Sepertinya dia akan menceritakan hal ini pada sahabatnya Nicky nanti..

Aira mengdongkakkan kepalanya ke atas, ia melihat bulan purnama yang sangat jelas dan tampak begitu bulat sempurna. Ia tersenyum, “Oppa, kau tahu, saat bulan pertama adalah saat yang paling tepat bagi makhluk halus untuk berkeliaran di dunia nyata..” ucap aira. Donghae mendelik, “Demi apapun, Aira, berhenti bercerita tentang hantu!!”
Namun bukannya mendengarkan ucapan Donghae, ia malah melanjutkannya.
“dan di saat bulan purnama, tepat di saat anjing hutan melolong, itulah saat yang paling mencekam karena semua makhluk halus keluar di saat yang bersamaan..” tepat di saat Aira menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara lolongan anjing hutan yang sangat jelas dan terkesan menyeramkan.

Auuuuummm….

“HUWAAAAAAAA”

—-o0o——

Sementara itu, Seohyun dan Kyuhyun sudah memulai perjalanan jurit malammya. Tidak ada yang banyak terjadi, mereka hanya berjalan beriringan sambil sesekali mengobrol.
“Aish, ternyata hutan memang seseram ini ya..” ujar Seohyun. Ia bergidig memandangi hutan di samping kiri dan kanannya.
“Kalau tidak seram pasti banyak yang bermain di sini.” Ucap Kyuhyun. Seohyun menoleh ke arah namja itu, ada yang ingin ia tanyakan padanya namun terhalang oleh keragu-raguan.
“Em, Oppa, ada yang ingin kutanyakan..” Seohyun memutuskan untuk bertanya daripada ia mati penasaran.
“apa.” Kyuhyun menoleh, Seohyun sempat ragu, ia bertingkah aneh, tidak seperti biasanya.
“Aira..”
“Kenapa dengannya?”

“HUWAAAAAAAA”

Kyuhyun dan Seohyun segera menatap ke sekeliling mereka mendengar suara teriakan itu. Mereka sama-sama terkaget.
“Itu, suara teriakan siapa?” Seohyun ketakutan, ia mendekatkan jaraknya dengan Kyuhyun.
“Entahlah, mungkin salah satu dari Hyungdeul.” Ucap Kyuhyun. *bener bgt Kyu, seratus buat kamu*
“Apa mungkin sesuatu terjadi pada mereka?” tanya Seohyun yang kini ekspresinya berganti cemas.
“Mungkin, ah..” Kyuhyun tersadar sesuatu, jangan-jangan itu suara donghae, dan mungkin saja terjadi sesuatu pada Aira… andwae…
“Ayo Seohyun, kita susul mereka!” Kyuhyun mengajak Seohyun lari bersamanya.

—o0o—

Aira tertawa terbahak-bahak melihat Donghae yang sudah histeris stadium 4. Namja itu menutup telinganya seraya berjongkok dan memejamkan mata erat-erat. Jika seperti itu, dia benar-benar tampak seperti anak kecil.
“Oppa, mianhae.. aku hanya bercanda..” ucap Aira di sela tawanya. Donghae menyadari tingkahnya yang memalukkan itu di depan seorang yeoja. Ah, karismanya runtuh sudah. Ia segera bangkit dan menjitak kepala Aira.
“Dasar!! Mempermainkan orang yang lebih tua nanti akan terkena akibatnya!!” Donghae manatap aira jengkel.
“Ara.. mianhae..” Aira mengusap kepalanya yang tadi dijitak Donghae.
“Kajja, kita lanjutkan.” Donghae berjalan lebih dulu. Aira masih diam di tempatnya. Ia memandangi punggung Donghae yang menjauh.
“Lihatlah Nicky, orang yang kau kagumi itu sangat kekanakkan dan penakut” gumamnya lalu segera menyusul donghae

Kali ini Aira tidak berniat menggoda donghae lagi. Ia menikmati pemandangan di sekitarnya yang gelap dan hanya ada pohon-pohon besar dan semak belukar. Tapi ia melihat sebuah pemandangan yang indah namun letaknya agak jauh.
“Oppa, di sana ada padang bunga!!” ucap Aira. Namun Donghae tidak mendengarkan. Ia memutuskan pergi sendiri ke sana untuk mellihatnya.

“Daebakk..” ucap Aira melihat hamparan padang bunga liar yang begitu jelas karena paparan sinar bulan purnama. Ia hendak berjalan lebih dekat lagi, namun ia tersandung sesuatu dan terjatuh dan kepalanya terbentur tanah dengan keras. Ia pingsan.

Donghae merasakan hening dan sepi di belakangnya. Kenapa? Apa Aira mulai jengkel padanya karena di diamkan? Ia membalikkan badan. Namun betapa terkejutnya ketika ia mendapati Aira tidak ada di belakangnya.
“AIRA….” teriaknya histeris, panik, dan takut. Ia segera berlari mencari Aira, namun tidak kunjung menemukannya.
“Eotte.. Aira hilang..” ujarnya panik..

—o0o—

Di villa..
Semua orang sudah berkumpul. Tinggal Seohyun, Kyuhyun, Donghae dan Aira yang belum kembali. Tak lama, sosok Kyuhyun dan Seohyun kembali juga.
“Omo, kenapa kalian yang lebih dulu kembali. Mana Donghae dan Aira?” tanya Leeteuk heran. Kyuhyun mengerutkan kening kaget.
“Mereka belum kembali Hyung?” serobot Kyuhyun. Leeteuk menggeleng. Namun ia segera menenangkan Kyuhyun yang mukanya sudah memucat.
“Kau tenang saja, kan ada Donghae.”

“HYUNG…” Donghae muncul sambil berlari ke arah mereka dengan wajah yang panik dan napas yang memburu.
“Wae? Mana Aira?” tanya Leeteuk
“Hyung.. dia… hilang..” ucap Donghae hampir saja ia menangis. Matanya sudah berkaca-kaca..
“MWORAGOOO!!!!!!!!!!!!”

Kyuhyun dan Leeteuk memekik bersamaan mendengar berita mengejutkan yang dilontarkan Donghae. Semua orang yang kebetulan ada di sekitar mereka menoleh dan mengeluarkan ekspresi yang sama.
“Hyung, hilang bagaimana maksudmu..” teriak Kyuhyun sambil mengguncang-guncang bahu Donghae.
“Molla. Aku juga tidak tahu. Ketika menoleh ke belakang, dia sudah tidak ada. Padahal sebelumnya masih ada di belakangku.” Donghae memucat, tentu saja. Kyuhyun sudah mewanti-wanti sebelumnya agar menjaga Aira baik-baik.
“Bagaimana ini.. Hyung…..” Kyuhyun memelas dengan wajah paniknya pada Leeteuk.
“Araseo. Kita cari bersama. Kau tenangkan dirimu Donghae, dan kau Kyuhyun,jangan panik dulu. Aira pasti baik-baik saja.” Leeteuk menepuk pundak Kyuhyun.

Leeteuk segera menginstruksikan pada semua orang agar membantunya menemukan Aira.
“Yeoja tidak usah ikut mencari. Kalian menunggu di sini saja. Araseo!!” perintah Leeteuk. Mereka mengangguk.
“Aku ingin ikut!” ucap GC
“Kau tunggu di sini saja. Jangan ikut” ucap Sungmin menenangkan GC.
“Tapi.. dia sahabatku. Dan dia..” GC menatap Kyuhyun yang sama cemasnya dengan dirinya. GC terdiam, ia tidak melanjutkan kata-katanya. “Baiklah, aku akan diam di sini.”
Setelah itu, semua namja mencari Aira. Mereka di bagi menjadi beberapa kelompo dan bergerak mencari Aira di tempat yang sudah ditentukan.

Di hutan..

“Tenanglah Kyuhyun, istrimu pasti akan segera ditemukan.” Ucap Leeteuk sambil menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan berharap menemukan sosok Aira.
“Bagaimana mungkin aku bisa tenang Hyung.. Ai-chan..” Kyuhyun berhenti melangkah. Membuat Leeteuk, Donghae, dan Ryeowook menoleh padanya
“kenapa dia?”
“Dia tengah mengandung Hyung..” ucap Kyuhyun akhirnya..
“MWO….” teriak mereka bertiga bersamaan. Tentu sangat terkejut. Donghae mengacak-acak rambutnya..
“Eotteohke.. Kyuhyun, bunuh saja aku jika terjadi sesuatu padanya..” ucap Donghae panik,

Leeteuk segera menjitak kepala Donghae. “Tidak akan ada yang dibunuh di sini. Diamlah kau ikan! Kita akan segera menemukannya”
“Tapi..”
“Tenang saja Hyung, Ai-chanku gadis yang kuat. Dan aku tidak akan membunuhmu. Aku tidak ingin masuk penjara.” Kyuhyun menenangkan Donghae.
“Sekarang lebih baik kita segera mencarinya saja.” Ujar Ryeowook.
“Hyung, aku mencarinya ke sana. Oke, kalian bertiga lebih baik mencarinya ke sebelah sana saja.” Ucap Kyuhyun.
“Kau hati-hatilah. Dan cepat kembali jika tidak menemukannya, dan cepat hubungi jika kau menemukannya. Araseo!” Leeteuk kemudian meninggalkan Kyuhyun sendiri yang berinisiatif mencari seorang diri.

“Ai-chan.. kau dimana?” gumamnya cemas. Ia membayangkan hal-hal yang kemungkinan terjadi pada istrinya itu. Mungkinkah dia terperangkap sesuatu, atau terjatuh ke dalam lubang, atau yang lebih menakutkan, di serang binatang hutan. Aaarh… memikirkannya saja membuat Kyuhyun semakin panik.

Di tempat lain..

Aira tersadar dari pingsannya. Ia perlahan bangkit meski merasakan sakit di bagian kepalanya. Ia menatap sekelilingnya dengan heran. Dan matanya menyipit mendapati pemandangan yang tidak dikenalinya.
“Dimana aku?” tanyanya bingung. Pelan-pelan ia mencoba berdiri dan mengejapkan matanya mencoba mengingat-ingat.
“Ah, iya. Aku kan sedang jurit malam” setelah ingat, ia kembali menikmati pemandangan indah yang terhampar di hadapannya. Ia baru menyadari, bukankah ia kemari untuk melihat pemandangan ini?
“How beautiful..” gumamnya kagum.. ia tidak tahu bahwa di tempat lain orang-orang tengah mencarinya dengan panik.

Aira mengagumi lautan bunga liar di sekelilingnya. Dan tepat di hadapannya, ada sebuah danau yang tak kalah indah. Mungkin bagi orang biasa danau di malam hari tidak memperlihatkan pemandangan mengagumkan seperti di siang hari. Tapi bagi Aira, ini jauh lebih indah. Apalagi sinar bulan terpantul dari jernihnya air danau.
Ada sebuah batu di dekat danau itu dan Aira duduk di atasnya sambil menikmati pemandangan danau. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket. Ia terkesiap, merasakan ada benda di dalam sakunya. Aira mengeluarkan benda itu dari saku jaketnya.
“Cincin.. ini..” gumamnya.. “Cincin pernikahanku..” aira merasaskan matanya memanas, dan perlahan airmatanya menetes membasahi wajahnya.
“Apa yang aku lakukan selama ini? Aku wanita yang sudah menikah..” ucapnya. Entah ini keajaiban atau bukan, tapi ingatannya telah kembali.

Kejadian yang aneh dan ajaib..

Semua memori yang sempat hilang dalam ingatannya kini telah kembali lagi. Memori saat ia bertemu dengan Kyuhyun, ketika ia menikah, berbulan madu.. dan kecelakaan itu.. dan yang ajaib lagi, memori saat ia hilang ingatanpun tetap ada di dalam otaknya. Ia tidak melupakannya. Aira kembali memakai cincin itu di jari manisnya, kemudian seulas senyum terbit di bibirnya. Ia segera menghapus airmatanya dan kembali memandangi indahnya langit yang dihiasi bulan purnama.

“Ai-chan..”

Tubuh Aira menegang, ia kenal suara ini. Bukankah ini suara Kyuhyun? Aira berdiri dan membalikkan badannya. Matanya seketika melebar. Benar apa yang diduganya, di depannya kini memang ada sosok suaminya itu.
“omo.. Cho Kyuhyun..” lirihnya hampir tak terdengar.

Kyuhyun merasakan kelegaan luar biasa saat matanya bisa melihat kembali Aira dalam keadaan baik-baik saja. Tanpa membuang waktu, Kyuhyun segera berlari dan seketika memeluk gadis itu dengan erat.
“Akhirnya, aku menemukanmu juga.. kenapa kau menghilang Ai-chan.. aku mencemaskanmu.. aku hampir mati karena takut tidak bisa melihatmu lagi..” ucap Kyuhyun bertubi-tubi dan dekapannya makin erat. Tak peduli Aira mulai sesak napas ataupun meronta ingin melepaskan pelukannya.
“Aku baik-baik saja.. jadi bisa kah kau lepaskan aku.. aku kesulitan bernapas..” ucap Aira terbata-bata.
“Tidak mau..”
“Yaa! Cho Kyuhyun..” Aira terpaksa mendorong Kyuhyun sekuat tenaga. Dan Kyuhyun pun melepaskan pelukannya.
“Kau ini! Aku mencemaskanmu tahu!” omel Kyuhyun jengkel

“Iya. Tapi bukan berarti kau membuatku kehabisan napas!!” Aira membalas ucapan Kyuhyun denga suara yang tak kalah tinggi.
Kyuhyun mendekati Aira. “ Aku senang kau baik-baik saja. Syukurlah..” kali ini Kyuhyun dengan lembut meraih pinggang Aira dan menariknya ke dalam pelukannya. Kali ni tidak sekasar tadi, malah lebih lembut dan membuat Aira nyaman.
“Sudah kubilang kan.. jangan jauh-jauh dari Donghae Hyung.. kau ini tidak mendengarkan ucapanku..” ucap Kyuhyun yang kini tengah mengelus-elus rambut panjang Aira yang tergerai bebas.
“Mianhae..” Aira hanya diam dan mengucapkan permintaan maaf. Yah, ia bisa merasakan apa yang dirasakan Kyuhyun terhadap dirinya lewat pelukannya kali ini.
“Tidak apa-apa. Yang penting kau selamat.”

Kyuhyun melepaskan pelukannya. Tangannya turun mengelus di perut Aira.
“Apa anak kita baik-baik saja di sini?”
Aira mengangguk dan ia meletakkan tangannya di atas tangan Kyuhyun.
“Sangat baik, of course..”
Mata Kyuhyun melebar, ia hampir menganga melihat cincin pernikahan kembali melingkar di tangan Aira. Omo.. bagaimana bisa..
“Ai-chan.. cincin itu, kau sudah menemukannya?” Kyuhyun menatap lekat wajah Aira. Ia menuntut jawaban segera.
“Ne.” Aira balas menatap Kyuhyun, raut wajahnya begitu cerah dan matanya berbinar, hal itu membuat Kyuhyun menyadari satu hal.
“Ai-chan, apa ingatanmu sudah kembali?” tanya Kyuhyun hati-hati, dalam hati ia berdoa dugaannya benar.
Dan ternyata Tuhan mengabulkan. Aira mengangguk pelan dan kembali menunduk, menatapi tangan Kyuhyun yang masih berada di perutnya.
“Aku ingat semuanya, suamiku..” ucap Aira.

Saat itu juga, detik itu juga, kebahagiaan yang tak terkira meletup kuat dari dalam dirinya. Entah harus berbuat apa untuk menyalurkan perasaannya itu, Kyuhyun kembali memeluk Aira dengan lembut dan penuh kasih sayang.
“Selamat datang kembali, Ai-chanku, istriku..” ucapnya. Kini kebahagiaannya semakin lengkap. Ingatan istrinya tlah kembali, dan tak lama lagi juga ia akan menjadi Appa. Tak ada lagi hal yang diharapkannya selain ini.
Kali ni Aira membalas pelukan Kyuhyun dengan erat. Ia pun tersenyum dalam pelukan suaminya.
“Sudah cukup, kasian bayi kita jika aku terlalu lama memelukmu.” Kyuhyun melepas pelukannya lalu mengecup pipi Aira sekilas.
“Sekarang ayo kita kembali.” Kyuhyun menggenggam erat tangan Aira.
“Tapi aku suka disini. Pemandangannya indah.” Aira masih tidak rela meninggalkan tempat itu.
Kyuhyun menengokkan badannya ke kiri dan kanan. “Apa indahnya, di sini gelap. Ah, kau menghilang hanya untuk menikmati pemandangan seperti ini? Ai-chan.. kau tahu kan kami semua sangat panik mencarimu.. sekarang ayo kembali..”
“Huh.. kamu tetap egois, oppa.. mengalahlah sekali saja padaku..” ucap Aira sambil menggembungkan pipinya.
“Oppa..” Kyuhyun terharu mendengar Aira kembali memanggilnya Oppa,seperti istri yang dikenalnya dulu. Jadi ia memutuskan untuk menuruti permintaan Aira.
“Baiklah, tapi aku menelepon Hyung dulu ok.”
Kyuhyun menelepon Leeteuk untuk mengabari bahwa Aira sudah ada bersamanya dan agar tidak terlalu mengkhawatirkannya. Mereka akan berduaan dulu. Xixixixii

“Nah, sekarang kau mau apa? Duduk di sini sampai pagi?” tanya Kyuhyun. Aira mengangguk.
“Sesekali boleh dong, menghabiskan sisa malam bersama suamiku di tempat seperti ini.”
Kyuhyun tersenyum, ia duduk dan meminta Aira agar duduk juga di sebelahnya. Aira menurut, setelah duduk di sampingnya, ia menyenderkan kepalanya ke bahu Kyuhyun. Tangan Kyuhyun memeluk erat pinggang Aira dari samping.
“Ai-chan,” ucap Kyuhyun
“Hmmm..” Aira mendongkakkan kepala ke wajah Kyuhyun.
~Chuu~
Kyuhyun mencium bibir Aira, dan kali ini Aira membalas ciumannya. Mereka saling menyalurkan kerinduan dan kasih sayang masing-masing lewat sentuhan cinta yang mereka lakukan. Kyuhyun menciumnya agak lama, rasanya ia tidak ingin melepaskannya.
“akhirnya, aku bisa juga menciummu tanpa diganggu oleh Heechul Hyung..” ucap Kyuhyun sambil memamerkan evil smirknya seusai mencium Aira.
“Heechul oppa tidak bersalah kok. Oppa saja yang terlalu mesum..”
“Mwo? Mengapa mengataiku seperti itu? Kau ingin ku cium lagi?” goda Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya.
“Shireo! Cukup untuk hari ini! Kita lanjutkan nanti saja”
“Wae? Di sini tidak ada orang. Ayo kita lakukan.”
“What!! Shireo!! Sebaiknya kita kembali saja”Aira bangkit dan melenggang pergi.
“Ya.. Ai-chan.. ini kesempatan langka! Kembali!” teriak Kyuhyun seraya mengejar Aira.

@@@

“Shin Nara.. akhirnya aku bisa melihatmu lagi..” seru GC menghambur ke pelukan Aira begitu mereka kembali ke villa.
“Kyaa.. aku juga senang melihatmu lagi..” Aira membalas pelukan GC tak kalah hebohnya.
“Ckckckck.. dasar yeoja..” ucar Sungmin seraya menggelengkan kepalanya.
Donghae menghampiri Aira dengan wajah menyesal. “Aira, mianhae.. aku tidak bisa menjagamu baik-baik.”
“Omo, Oppa tidak bersalah. Aku sudah tidak apa-apa kan..” Aira menepuk pundak donghae agar namja itu percaya. Donghae mengangguk senang.
“Syukurlah.. aku sudah sangat panik tadi.” Donghae mendekat dan membisikkan sesuatu. “kamu tahu kan, kalau kau tidak kembali suamimu yang jahatnya seperti iblis itu akan membunuhku.”
Aira membulatkan matanya. “Oppa, jika dia membunuhmu, aku orang pertama yang akan memenjarakannya.” Ucap Aira.
Kyuhyun bisa mendengar percakapan itu dari tempatnya berdiri. “Ya! Kalian ini..” teriaknya. Mulai bangkit deh jiwa iblisnya.-_-

Key menghampiri Aira. “Shin Nara.. aku senang kau selamat..” ucapnya sambil tersenyum manis.
“Ne. Gomawo sudah mencemaskanku..” ucap Aira.

Kyuhyun tercengang. Tunggu dulu, kenapa Aira masih juga mengingat Key dan Minho? Bukankah biasanya, seperti yang ia lihat di film-film dan novel, jika orang yang hilang ingatan, ketika ingatannya kembali ia akan melupakan semua kejadian selama ia hilang ingatan. Tapi kenapa Aira masih mengingat Key dan Minho? Bahkan Taemin, Onew, Jonghyun, dan semua member SNSD.

—o0o—

Besoknya..

Kyuhyun memutuskan untuk pulang lebih dulu dengan alasan ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkannya, tak lupa juga ia mengajak Aira pulang dan Aira memberikan alasan kalau dia sedikit tidak enak badan.

“Kita ke rumah sakit dulu ya.”ucap Kyuhyun sambil menyetir mobil.
“Mwo? Untuk apa? Aku tidak sungguhan sakit, oppa..” ucap Aira
“Bukan, aku ingin memeriksa kandunganmu.”

Di rumah sakit..
“Kandungannya baik-baik saja. Tidak ada masalah. Kalian hanya perlu mengecek perkembangannya setiap 2 minggu sekali.” Ucap sang dokter membuat Kyuhyun bernapas lega.
“Tuh kan.. kandunganku pasti baik-baik saja.” Ujar Aira setelah mereka keluar dari rumah sakit. Kyuhyun menghela napas.
“Aku lega jika kita sudah memastikannya di rumah sakit.” Kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka.

“Oppa, sungai han..” ucap Aira menunjuk Sungai Han ketika mereka melewati pinggirannya.
“Iya. Terus?”
Aira mendelik ke arahnya. “Oppa lupa ya? Bukankah dulu kita sudah berjanji untuk bertemu di sana. Di hari ketika aku kecelakaan.”
Kyuhyun mengerjap,”Ah, kau benar. Tapi..” Kyuhyun terdiam, dan ia malah menepikan mobilnya, lalu mengajak Aira berdiri di tepiannya, tempat dulu ia melamar Aira.

Kini, di tepian sungai itu, Kyuhyun dan Aira hanya berdiri menatapi aliran air Sungai yang jernih. Kyuhyun membuang napas sejenak, lalu menatap Aira.
“Sebenarnya aku ingin meminta maaf padamu disini. Waktu itu aku sudah salah paham padamu, dan tanpa alasan membuat beban di hatimu. Mianhae.. aku memang suami yang egois..”
“Tidak apa-apa. Aku sudah memaafkanmu, Oppa.. bahkan di saat kesal pun, aku tidak bisa terlalu lama marah padamu, bahkan membencimu pun aku tidak bisa.” Ucap Aira dengan sorot mata yang berbinar.
“Benarkah? Gomawo..” Kyuhyun membelai pipi Aira dengan lembut, mereka berdua saling tersenyum. “Mianhae..” ucap Kyuhyun lagi.
“untuk apa?”
“Aku menghilangkan cincin yang kuberikan ketika melamarmu. Ahra nuna memang sudah mengembalikannya, tapi, aku menghilangkannya..”
Aira tertawa pelan, lalu kembali menatap Kyuhyun yang kebingungan bercampur rasa bersalah. “Oppa tenang saja, cincin itu ada padaku kok.”
“Mwo? Really???” seru Kyuhyun tak percaya, matanya melebar takjub. “bagaimana bisa?”
“Aku tanpa sengaja menemukannya.” Kemudian Aira membuka tas tangannya. Di dalam sebuah kotak kecil berwarna keperakan, Aira mengambil cincin itu.
“Lihat.. saat aku hilang ingatan dulu, karena penasaran dengan cincin ini aku menyimpannya baik-baik.”
Kyuhyun speechles.. entah apa yang akan dikatakannya. Yang pasti ia sangat terharu. Kyuhyun mengambil cincin itu, lalu kembali memakaikannya ke jari manis Aira.
“Dengan ini kau kembali menjadi milikku. Seutuhnya..” mereka saling melemparkan senyum. Kyuhyun kemudian memeluknya mesra..

“Aku heran kenapa kau masih mengingat Key dan Minho” ujar Kyuhyun ketika mereka sudah tiba di rumah.
Aira mengangkat koper dari bagasi mobil dan meletakkannya di lantai.
“Memang kenapa? Masalah?” Aira mengerutkan kening heran.
“Ani. Hanya saja biasanya orang tidak akan mengingat kejadian selama ia hilang ingatan. Harusnya begitu..”
“Oh, sudah kubilang kan, aku ini yeoja yang luar biasa.. lagipula mana mungkin aku melupakan namja setampan mereka..” ucap Aira sambil menerawang, lalu ia tertawa pelan mengingat kejadian-kejadian ketika bersama Key dan Minho.
Kyuhyun menggertakkan kakinya. “Yaa!! Shin Nara…” teriak Kyuhyun segera mengejar Aira yang sudah lebih dulu kabur ke dalam rumah.
“DASAR YOEJA GENITTT.. “ teriakan Kyuhyun menggema hingga penjuru rumah.

@@@

Suatu pagi..

Leeteuk kembali mengawali aktivitas paginya dengan menggosok gigi. Dan kali ini pun suasana dorm yang tenang kembali ribut karena mendadak bel dibunyikan dengan brutal oleh seseorang.
“Shin Nara.. sekarang apalagi…” keluh Leeteuk malas dengan pasta gigi memenuhi mulutnya. Ketika membuka pintu ia kembali menemukan Aira sedang dalam keadaan panik.
“Daddy… Mana Cho Kyuhyun? Mana dia…” cecar Aira tidak sabar. Tanpa permisi yeoja itu menerobos masuk.
“Chankamman.. sekarang ada apa lagi, Belle..” ujar Heechul sambil menggendong Heebum, ia sedang menonton tv di ruang tengah, dan segera menoleh begitu melihat Aira melintas di sekitarnya.
“Mana Suamiku.. dia harus menjelaskan sesuatu..” ucap Aira panik…
Orang-orang di dorm sampai berhamburan keluar dan mengelilingi Aira.
“Sekarang apa masalahnya?” tanya Eunhyuk.

Aira menunjukkan tabloid yang dibawanya. Semua orang membaca tulisan itu sekilas.. dan mereka berseru bersamaan..

_We Got Married, Kyuhyun Super Junior akan menikah kali ini_

“Mwo.. Belle, ini kan hanya reality show.. bukan sungguhan..” ucap Heechul
“Tapi… aku butuh penjelasan…. yaaa cho Kyuhyuuuun…” akhirnya teriakan Aira menggema di dorm super junior pagi itu. Dan tidak ada yang bisa menghindarinya ataupun mencegahnya…

THE END…

Akhir yang gaje.. iya kan.. nah… sementara ini ceritanya selesai dulu ya.. tapi tenang aja.. chingudeul masih penasaran kan anak Kyura yeoja ato namja? Nah, itu bakal dikisahkan di ff berikutnya..

Setelah baca,,, komennya wajib ya… ditunggu banget ni..

Sampai jumpa di ff berikutnya…

122 thoughts on “After Wedding Story // The Trouble Begin // Part 10-End

  1. eonni, mian aku baru bisa coment di WP skrng…😦 biasanya aku coment d fb eonn…

    suerrr eonni… aku udh baca bbrapa kali tp penasarannya masih sama kaya pertama baca ff eonni.. kekekke

    yang when i lost kapan d lanjut eonn?? 😀

  2. Ya ampunnn endingnya sangat mengejutkan sekali…. butttt, ff kakak sangat kerennn kenapa ngga dijadiin film kak. Hehe ga ppa kan dri pd aku minta di jadiin novel ngga dikasih…. makasih udh buat aku tersenyum sendiri saat membaca ff kak.. semangat terusss buat nulis kak semangattttttt!!!!!!!!

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s