Shady Girl Kyuhyun’s Story [Part 7]

Tittle : Shady Girl Kyuhyun’s Story Part 7
Author : Dha Khanzaki
Genre : Romance

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Na Hyun Jung

Support cast :

  • Nickhun

jangan lupa follow twitter author yah.. @julianingati23 *promosi*

Happy reading ^^

Shady Girl Kyuhyun's Story by Dha Khanzaki1

—o0o—

Hyun Jung pun menghentikan senyumnya begitu menyadari tatapan Kyuhyun begitu serius.
“maksudmu Oppa? Aku tidak mengerti.”
Kyuhyun mengusap tengkuknya sejenak. “Tidak. Aku hanya kebingungan akhir-akhir ini.”
“Kebingungan bagaimana?”
Bagaimana ini? Sebaiknya Kyuhyun memulai dari mana untuk menceritakan keadaan hatinya sekarang? Ia sendiri bingung. Kalimat yang sudah ia susun tadi buyar begitu saja.
“Aku kebingungan, Na Hyun Jung”
Gadis itu mengerutkan keningnya. Wajah Kyuhyun semakin menekuk. Kentara raut bingung dari air mukanya.
“Tepatnya karena apa?”

Langkah kaki Kyuhyun mendekatinya. Sementara Hyun Jung pun tak berniat mundur atau bergerak dari tempatnya berdiri.
“Karena dirimu.” Ungkap Kyuhyun sejujur-jujurnya. Akhirnya, setelah agak ragu antara mengatakan hal itu atau tidak, Kyuhyun memutuskan untuk bicara yang sebenarnya. Namun hal itu membuat hatinya lega.
“Na(aku)?” Hyun Jung bingung sekaligus kaget seraya menunjuk dirinya sendiri. Mendadak perasaan was-was melingkupi dirinya. “Memang apa yang sudah kulakukan? Apa aku berbuat salah padamu?”
“Bukan..” Kyuhyun buru-buru mengibaskan tangannya. Ia tidak ingin Hyun Jung salah paham.
Kyuhyun merasa gugup. Situasi yang dialaminya ini serupa dengan saat ia akan sidang tesisnya di Amerika dulu. namun ini sedikit berlebihan.
“Na Hyun Jung, sepertinya aku.. aku..” sial!! Kyuhyun mengumpat mulutnya yang mendadak kaku di hadapan Hyun Jung. Ini lebih menegangkan dari pada saat presentasi di depan dewan direksi untuk game terbarunya.
“ya?” Hyun Jung pun tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.
“Nan…naneun…johahae yo..”

Hyun Jung terpaku. Ucapan Kyuhyun terdengar kaku namun cukup jelas menggema di telinganya. Sungguh, kalimat sederhana itu sudah membuat seluruh jaringan sel di tubuhnya beku sementara.

“Hyun Jung-ah, aku serius..” tambah Kyuhyun begitu menyadari ekspresi Hyun Jung tampak tidak begitu yakin.

Seketika Hyun Jung tersentak. Kepalanya mengangguk pelan.
“Begitukah Oppa? Gomawo.” hanya itu yang bisa di ucapkan Hyun Jung. Ia terlalu terkejut dengan pernyataan yang tiba-tiba seperti ini. Hatinya belum siap.
Kyuhyun pun tidak bisa berkomentar apa-apa lagi. Ia memakluminya.
“Maaf kalau pernyataanku ini mendadak. Aku tahu kau kaget. Namun aku hanya ingin mengutarakan kebingunganku saja” Kyuhyun diam sejenak. kata-katanya tadi masih terbata-bata. Dan Kyuhyun tetap mengatakannya dengan kalimat sesederhana mungkin.
“Akhir-akhir ini aku tidak mengerti. Setiap kali aku bertemu denganmu, selalu ada hal yang aneh terjadi dalam diriku. Jujur saja aku bingung. aku selalu bertanya-tanya, apa yang terjadi padaku? Apa ini tidak normal atau memang gejala dari sebuah penyakit yang tidak terduga” Kyuhyun diam kembali untuk sekedar mengambil napas. Aigoo, jantungnya berdebar begitu cepat dan darahnya berdesir hebat.
Hyun Jung tidak berniat menyela. Ia mendengarkan Kyuhyun dengan baik.

“Akhirnya, setelah aku memikirkan baik-baik perasaan ini, aku menyimpulkan bahwa… aku menyukaimu..” ucap Kyuhyun di akhir penjelasannya. Setelah itu ia menghela napas lega. Tak lama, pandangannya kembali tertuju pada Hyun Jung yang tampak terpaku di hadapannya.
“Geuraeyo(Begitu)..” Hyun Jung mengangguk kembali. Bibirnya terasa kelu untuk berucap. Ia juga kebingungan. Harus bagaimana ia menanggapi perasaan Kyuhyun padanya? Menolak dengan tegas? Tidak! Itu bukan keputusan bijaksana. Lalu menerimanya? Itu juga terkesan terburu-buru. Otte?

“Tidak perlu menjawab sekarang. Aku tahu kau masih terkejut. Pikirkanlah baik-baik sampai kau menemukan jawaban yang pasti. Aku akan menunggunya.” Cegah Kyuhyun sebelum Hyun Jung membuka mulutnya. Suasana kembali sepi. Kyuhyun menundukkan kepalanya canggung dan Hyun Jung pun berlaku sama.

Guk guk..

Hyun Jung mengangkat kepalanya mendengar suara anjing menggonggong. Tepat di samping Kyuhyun ia melihat seekor anjing lucu duduk dengan mata menatap mereka.
“Aigoo, lucunya..” seru Hyun Jung. Ia kenal anjing ini. Bukankah ini adalah anjing yang dilihatnya di taman waktu itu? Hyun Jung segera jongkok lalu membelai bulu halus dan lebat anjing itu.
“Sherry..” Kyuhyun ikut berjongkok lalu mengusap kepala anjingnya. Kehadiran Sherry sudah membuat suasana kembali mencair. Sesaat, mereka melupakan pernyataan Kyuhyun sebelumnya.

—o0o—

“Wookie-ah, bagaimana ini?” Hyun Jung kembali mengeluh pada Ryeowook, temannya yang paling dekat di kampus.
“Waeyo?” tentu saja Ryeowook tidak mengerti. Sudah lebih dari satu minggu mereka tidak bertemu dan begitu bertemu Hyun Jung sudah mengeluh padanya.
“Aku bingung.” Hyun Jung menelungkupkan kepalanya di atas meja. Kelas kebetulan sudah bubar beberapa menit lalu. Dan yang tersisa tinggal mereka berdua.
“Apa yang membuatmu bingung?” Ryeowook menopangkan tangan untuk menahan dagunya. Pandangannya kini lurus menatap Hyun Jung. Gadis di sampingnya itu sempat menghela napas sebelum menengokkan wajah padanya.
“Wookie-ah, apa yang kau lakukan jika ada seseorang yang menyatakan perasaannya padamu, namun kau bingung bagaimana menjawabnya?”

O ow.. Ryeowook tertegun sejenak. sudah lama tidak ada yang menyatakan perasaan padanya. Terakhir kali adalah temannya sejak kecil. Itu pun terjadi 10 tahun yang lalu.
“Bagaimana ya? Aku sendiri bingung.” ujar Ryeowook sambil mengusap dagunya. Hyun Jung menghela napas berat. Ia tahu sudah salah bertanya. Harusnya ia memikirkan jawabannya sendiri.

Tak di sangka Ryeowook tertawa pelan. Hyun Jung menoleh bingung.
“Apanya yang lucu?”
Ryeowook menggeleng. “Eopseo. Aku jadi teringat perkataan seseorang.” Ucapnya kemudian dengan pandangan menengadah. Ia sedang mengenang sesuatu.
Ryeowook kembali tersenyum manis sambil menatapnya. “Sebenarnya tak perlu bertanya pun jawaban itu sudah ada dalam dirimu.” Ucapnya kemudian. Hyun Jung memiringkan kepalanya, tidak paham atas ucapan Ryeowook.
“Aku tidak mengerti.”
Ryeowook meletakkan kedua tangannya di bahu Hyun Jung. Menatap kedua mata gadis itu dengan ekspresi hangat.
“Kau tidak paham?” tanyanya
Hyun Jung mengangguk.
“Kau kebingungan?”
Hyun Jung kembali mengangguk.
“Mudah saja, kau juga memiliki perasaan padanya.” Jawabnya lugas.
“Apa?!!” seru Hyun Jung nyaris berteriak.
“Maksudmu, aku juga memiliki perasaan pada Professor Kyu?”
Kali ini gantian Ryeowook yang mengerutkan kening bingung. “Professor Kyu? Maksudmu Dosen Kyu?” matanya terbelalak kaget saat menyadarinya.

“Ah, itu..” Hyun Jung sadar ia sudah salah bicara. Buru-buru ia memalingkan pandangannya ke arah lain.
“Hyun Jung, jangan bilang kalau dosen itu menyukaimu. Dan dia.. Omonaaa!! Dia menyatakan perasaannya padamu? Maksudmu begitu!!” Ryeowook mendadak heboh sendiri.

Professor Kyuhyun.. hello.. mahasiswa mana yang tidak mengenal dosen dengan penampilan paling eksentrik itu? Dan selama pengetahuannya, Dosen itu tidak pernah terdengar dekat dengan yeoja manapun. Maka dari itu Ryeowook benar-benar merasa ini berita ajaib jika memang benar Professor muda itu menyukai Hyun Jung. Tapi ayolah, siapa juga yang tidak terpesona padanya. Hyun Jung gadis yang cantik dan sederhana. Ryeowook saja sempat tertarik padanya.
“Bukan begitu..” Hyun Jung entah kenapa menjadi gugup seperti ini.
“Lalu?” Ryeowook benar-benar kaget. Ia masih tak percaya.
“Anu, itu…”
“Oke, baik. Aku tidak akan mendesakmu untuk bercerita lagi.” Ryeowook akhirnya menyerah karena Hyun Jung terlihat sangat gugup.

“Hyun Jung, kau tidak akan segugup ini jika kau tidak memiliki perasaan apapun.” Ucap Ryeowook lagi. Dan kalimat itu mampu membuat Hyun Jung serasa tertampar. Tepat sekali.
“Tapi selanjutnya, tergantung dirimu.” Ryeowook menepuk bahu Hyun Jung pelan.
“Tergantung kau ingin mengikuti kata hatimu atau lebih memilih mengabaikannya.”
Ekspresi Hyun Jung sekarang sulit di utarakan. Ia menatap Ryeowook yang tetap tersenyum manis khas miliknya. Aigoo, ini membuatnya semakin kebingungan.

—o0o—

Ada yang berbeda dengan acara lunch siang itu. Bagaimana tidak, ini pertama kalinya Kyuhyun bersedia datang di acara keluarga yang sangat private. Kebetulan acara makan siang itu di adakan di sebuah restoran ternama di pusat kota Seoul.

Nyonya Cho—Umma Kyuhyun—sedari tadi tak henti-hentinya tersenyum sambil menatapi putra kesayangannya. Ada apa gerangan sampai Kyuhyun mau ikut acara seperti ini. Padahal biasanya ia menolak dengan tegas.
Ja Rin pun terheran-heran. Namun ia tidak begitu peduli, karena di sampingnya kini ada Kibum yang menemaninya makan.
“Umma senang sekali. Ternyata kau bisa meluangkan waktu untuk datang.” Ucap Umma gembira. Tuan Cho—Appa Kyuhyun—hanya mengangguk setuju.
“Ah, itu karena aku merindukan kalian.” Ucap Kyuhyun setengah bohong.
“Rindu? Lagi-lagi kata ajaib keluar dari mulutmu.” Ucap Ja Rin. Kyuhyun mendelik pada adiknya yang duduk tepat di seberangnya. “Pasti ‘dia’ yang membuatmu begini. Iya kan..” tambahnya.
“Aish, bisakah kau bersikap manis sedikit Ja Rin. Lihat ada Kibum di sampingmu.” Ucap Kyuhyun jengkel. Kibum tersenyum tipis.
“Loh, bukankah justru itu daya tariknya.” Balas Kibum.
Ja Rin menoleh pada Kibum dengan mata berbinar. “Aigoo, chagiya—“ seru Ja Rin manja. Ja Rin semakin menyayangi Kibum. Jika tidak ada orang tuanya dan Kyuhyun, Ja Rin mungkin sudah memeluknya.
“Bagus. Ja Rin, selamat. Kau mempunyai namjachingu yang baik seperti Kibum” ucap Kyuhyun mencibir.

“Apa kau benar-benar datang karena merindukan kami, atau kau memiliki alasan lain?” kata Appa membuyarkan pertengkaran kecil Kyuhyun dan Ja Rin. Kyuhyun menoleh menatap Appanya. Sejenak ia menelan ludahnya. Aigoo, apa tampak sangat jelas ya? Tebakan Appa memang sangat benar.
“Ekhem..” Kyuhyun berdehem sebentar. Ia meletakkan sumpit di samping mangkuk nasinya yang sudah habis separuh, lalu menegakkan duduknya. Bersiap untuk mengutarakan tujuan sebenarnya ia ikut acara keluarga itu.
“Appa..” ucap Kyuhyun menggantung. Membuat Umma, Ja Rin serta Kibum memfokuskan perhatiannya pada Kyuhyun. Appa pun melakukan hal yang sama. Kyuhyun mengubah ekspresinya menjadi serius.
“Aku membutuhkan bantuanmu.” Ucap Kyuhyun lantang. Kesungguhan hati jelas terlihat dari wajahnya.

Haaaa…. mulut Appa, Umma, dan Ja Rin terbuka hingga setengah menganga. Sementara Kibum bingung kenapa mereka begitu terkejut mendengar ucapan Kyuhyun.

“Bantuan apa?” tanya Appa setelah berhasil menormalkan diri. Ia mencoba untuk mendengarkan Kyuhyun. Sudah lama sekali ia tidak berbicara dengan putranya. Umma dan Ja Rin hanya berpandangan.
“Appa pasti mengenal Tuan Na Jae Hoon kan? Presdir dari Na Group Company.”
Appa mengangguk. “Iya, lalu?”
Kyuhyun mengusap tengkuknya perlahan. Sebelum mulutnya berucap lagi, ia sempat cengengesan tidak jelas. “Aku, aku tertarik pada putrinya.” Aku Kyuhyun malu-malu.

Suasana sempat hening kembali. Appa maupun Umma menunjukkan reaksi yang sama. Mereka lebih dari sekedar terkejut dan takjub. Ini, adalah kalimat paling ajaib yang pernah diucapkan Kyuhyun. Mereka sampai melongo. Bahkan Kibum yang sejak tadi diam pun ikut menunjukkan ekspresi yang sama.

Perlahan keadaan mencair saat Appa tertawa pelan. Di susul dengan Umma, Ja Rin lalu Kibum. Mereka semua tertawa. Kyuhyun menundukkan kepalanya, malu. sudah ia duga akan seperti ini. Harusnya ia tidak mengatakannya tadi.
“Selama ini kau menghindari kami. Dan sekarang kau kemari hanya untuk meminta bantuan Appa agar menjodohkanmu dengan Putri Tuan Jae Hoon, begitu?” ujar Appa di sela-sela tawa ringannya. Kyuhyun ragu-ragu mengangguk. Ia menggaruk kepalanya dengan canggung.
“Hebat sekali putri Tuan Na. Bisa membuat putraku seperti ini.” Lanjutnya.
“Tunggu, Na?ah, pasti yang di maksud adalah Na Hyun Jung. Iya kan!!” seru Ja Rin. Kyuhyun kelabakan tidak jelas.
Ja Rin tersenyum penuh arti sambil menatap Kyuhyun. “Ah, Chocobi.. seleramu tinggi juga rupanya.”
“Apa dia cantik?” tanya Umma penasaran. Mendengar penuturan Ja Rin dan sikap Kyuhyun, ia yakin yeoja yang dimaksud pasti hebat. Ja Rin menoleh pada Ummanya.
“Tentu saja Umma, dia sangat cantik.” Pujinya sambil mengacungkan jempol. Pipi Kyuhyun entah kenapa jadi sedikit merona karena Ja Rin memuji Hyun Jung. Tunggu, kenapa dia yang jadi malu?

Umma langsung bangkit dari tempat duduknya lalu bergerak memutari meja makan tepat ke hadapan Kyuhyun yang duduk di seberangnya.
“Aigoo, ternyata putraku ini normal. Umma kira kau hanya memikirkan soal game dan anjingmu saja..” seru Umma seraya memeluk leher Kyuhyun yang saat itu tengah duduk. Ia sangat bersyukur. Selama ini, Kyuhyun tidak pernah menyinggung soal yeoja atau semacamnya. Putranya itu hanya tertarik pada game, game, dan game. Hanya itu yang ada di dalam otaknya. Sebagai seorang ibu, ada juga perasaan was-was terhadap masa depan Kyuhyun.

Kibum menahan tawa melihatnya. Ya ampun, apa benar Kyuhyun itu anak sulung? Jika melihat perlakuan Umma pada namja itu, Kibum jadi ragu.
“Umma. Jangan berlebihan..” lirih Kyuhyun antara sebal dan malu. Umma malah mengacak-acak rambutnya.
“Putra Umma sudah dewasa..” ujarnya kemudian menatap suaminya dengan wajah berbinar.
“Appa, kau harus membantu Kyuhyun.”
Appa mengangguk pelan. “Baiklah. Jika itu maumu. Lagipula kau sudah menuruti keinginan Appa menjadi direktur Cho Corp meski hanya sebagai pengganti saja.”

Senyum Kyuhyun mengembang seketika begitu mendengar pernyataan Appa. Entah ia harus mengucapkan kata apa untuk menggambarkan perasaannya sekarang. Yang pasti ia begitu senang sampai ingin meloncat-loncat rasanya.

“Jinjjayo? Ah, kamsahamnida Appa..” Kyuhyun menundukkan kepalanya berkali-kali. Appa tersenyum. Ini pertama kalinya sejak pertengkaran sepuluh tahun yang lalu ia merasa tidak ada lagi tembok yang menghalanginya dan Kyuhyun.

—o0o—

“Bagaimana, kau suka makanannya Hyun Jung-ah?” tanya Nichkhun sopan sambil menyuapkan sepotong steak ke mulutnya. Hyun Jung mengangguk dengan senyuman tipis menghiasi wajahnya.
“Ini enak sekali”

Siang ini Nichkhun kembali mengajaknya makan siang bersama. Dan Hyun Jung tidak bisa menolak karena kebetulan ia tidak memiliki jadwal apapun.
“Em, kau tampak tidak baik.” Tebak Nichkhun setelah ia mengamati baik-baik kondisi Hyun Jung. Yah, sedari tadi gadis itu memang lebih banyak diam dari biasanya. “Apa kau sedang tidak sehat?”
Hyun Jung menggeleng. “Mungkin karena tugas kuliah menumpuk.” Jawabnya asal. Namun sesungguhnya hatinya gundah gulana seperti ini karena satu orang. Dan Hyun Jung tidak mau mengatakannya pada Nichkhun. Untuk apa namja ini tahu?
“Hyun Jung-ah..” tiba-tiba saja Nichkhun melembutkan nada bicaranya. Selain itu Nichkhun juga menggenggam tangannya yang ada di atas meja. Hyun Jung kaget.
“Ada apa?” ia heran. Ingin sekali Hyun Jung menarik tangannya namun genggaman Nichkhun begitu kuat.
“Ada yang ingin aku katakan” ucapnya pelan. Matanya menatap mata Hyun Jung lembut.
“Katakan saja.”
“Sudah 2 tahun kita bersama, menjadi teman. Dan selama itu pula dalam hatiku timbul perasaan yang belum pernah ada sebelumnya. Hyun Jung-ah, kau sudah membuatku jatuh cinta padamu.”

Hyun Jung terkesiap sesaat. Hanya kaget. Yah. Hanya itu reaksi yang ditunjukkan hatinya. Mengapa berbeda sekali dengan saat Kyuhyun mengutarakan perasaannya. Padahal ia yakin bahwa cara Nichkhun menyatakaan perasaannya jauh lebih halus dan meyakinkan.

“Bagaimana? Apa kau mau menjadi yeojachinguku?” tanya Nichkhun langsung. Hyun Jung melihat kesungguhan dari raut wajah Nichkhun. Bagaimana ini? Kebingungan hebat melanda dirinya sekarang. Ia bertanya pada hatinya sendiri, seperti yang disarankan oleh Ryeowook. Sebenarnya jawaban itu sudah ada dalam dirinya.
Bagaimana perasaaanku pada Nichkhun? Ia berdialog dalam dirinya sendiri. Akhirnya Hyun Jung memejamkan matanya untuk menemukan jawaban yang sebenarnya.
Kuatlah, Na Hyun Jung! Batinnya memutuskan. Setelah berpikir sejenak ia pun mendapatkan jawabannya.
“Aku..”
Nichkhun menegang. Ia penasaran sekali dengan jawaban yang akan dikatakan Hyun Jung.

To be continued…

69 thoughts on “Shady Girl Kyuhyun’s Story [Part 7]

  1. teruuuuus papi hyunjung setuju kalo tuan cho ngebacking kyuhyun, kan kan kan~???😄
    aisht.. tolak aja nickun.. tolak.. >//////<

  2. Wkwkw pasti kocak dah tampang kyu evil, saat dia bilang tertarik ama hyun jung..

    Mudah2-an di tolak tuh si nickhun, jangan sampe namja evil nanti patah hati.. bisa2 penampilan nya lebih parah wkwkakaka

  3. Aigoo… Ditembak 2 cowok tamvan dalam waktu berdekatan!!
    Pilih Kyu aja, Kyu udah berani bilang ke Appanya segala..
    Kyu Daebak!

  4. Qu yakin persaan Hyun Jung pd Nichun hnya sbtas teman,, tp klo dgn Kyu Hyun Jung menaruh hatinya,,walau dy blm mnydrinya…….

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s