Shady Girl Kyuhyun’s Story [Part 6]

Tittle : Shady Girl Kyuhyun’s Story Part 6
Author : Dha Khanzaki
Genre : Romance

Main Cast :

  • Na Hyun Jung
  • Cho Kyuhyun

 

Wah, udah lama nih gak apdet blog.. udah hampir bulukan karena ditinggal dua bulan ama yang punyanya *sapa seh?-_-
Nah, setelah kegalauan panjang author berakhir, bisa juga apdet ni blog. semoga gak bosen baca FF di sini yah.. ^^

Shady Girl Kyuhyun's Story by Dha Khanzaki2

—o0o—

Part 6
.
.
.

Hyun Jung buru-buru bangkit dari tempat tidur. “Maaf, aku tidak tahu kalau Kyuhyun Oppa sudah memiliki istri. Aku, aku hanya temannya. Sungguh.” Ia takut gadis di hadapannya itu berpikir macam-macam tentangnya.

Namun siapa sangka ternyata Ja Rin malah tertawa lepas. Hyun Jung mengerutkan kening. Hei, apanya yang lucu?
“Aku hanya bercanda. Kau tidak perlu sepanik itu.” Jelasnya. Melihat Hyun Jung masih kebingungan, Ja Rin segera menambahkan. “Oh, jangan salah paham dulu. aku ini adiknya.”
“Adik?”
Ja Rin mengangguk. “Iya. Ah, atau Kyuhyun belum menceritakan tentangku?”
“Ani. Justru sebaliknya. Dia sering sekali menyinggungmu.”
“Benarkah? Oh iya, namaku Ja Rin. Cho Ja Rin.” Ja Rin mengulurkan tangannya.
“Na Hyun Jung.” Dengan senang hati Hyun Jung menjabat tangannya.
“Kau boleh pakai kamar mandi dan bajuku. Pilih saja yang kau suka.” Setelah mengatakan itu Ja Rin bergegas pergi.

Baju? Ah!! Hyun Jung baru ingat kalau bajunya kemarin basah? Lalu siapa yang mengganti bajunya? Karena baju yang ia kenakan sekarang berbeda dengan kemarin. Seketika ia tercengang.
“Tenang, bajumu aku yang mengganti..” lanjut Ja Rin sebelum ia menghilang dari balik pintu.
“Itu melegakan.” Gumam Hyun Jung lega.

__o0o__

“Come on Ja Rin, aku bisa memasak sendiri..”
Kakak beradik itu tengah berdebat di dapur. Ja Rin melarang Kyuhyun untuk sekedar memegang pisau sementara Kyuhyun ingin sekali memasak sesuatu untuk Hyun Jung.
“Duduk di sana Chocobi. Kau menggangguku.” Ja Rin mendorong tubuh Kyuhyun agar menjauh dari sampingnya. Demi Tuhan, ia sedang berbaik hati memasak untuk sarapan pagi ini. Mengapa kakaknya yang pintar ini malah mengganggunya? Apa ini karena gadis tadi?
“Tapi, tapi..”
“Sit down!!” teriak Ja Rin akhirnya. Kyuhyun ini keras kepala sekali. Mirip siapa sih?
“Baik nyonya..” Kyuhyun akhirnya mengalah. Sambil mendengus dan menghentakkan kakinya, ia kembali duduk di salah satu kursi meja makan.

Hyun Jung baru saja selesai mandi, sebenarnya ia ragu karena memakai baju orang lain. Tapi ia berusaha untuk tidak canggung. Telinganya menangkap suara ribut dari arah dapur. Begitu kakinya menginjak area dapur, ia bisa melihat dengan jelas pertengkaran Kyuhyun dan adiknya. Sampai di akhir perdebatan, Kyuhyun mengalah dan memilih duduk di depan meja makan. Di matanya, mereka tampak akrab. Hyun Jung dibuat iri karenanya.
“Oh, Hyun Jung. Kenapa berdiri di situ? Kemarilah..” Kyuhyun tersenyum lebar. Ia bangkit lalu menggeser salah satu kursi agar Hyun Jung bisa duduk di situ.
“Gomawo.” Hyun Jung begitu tersanjung dengan sikap manis yang ditunjukkan Kyuhyun.
“Aigoo, kau salah minum obat ya? Mengapa bertingkah begitu sopan? Apa karena ada gadis cantik di hadapanmu?” ledek Ja Rin. Kyuhyun langsung gelagapan mendengarnya.
“Tutup mulutmu! Aku tidak mau makan jika kau menggosongkan masakanmu.”
“Baik, aku lupa kalau di sini aku hanya pembantu.” Ja Rin mengendikkan bahunya malas. Ia kembali berkutat dengan penggorengan dan spatula.
“Cih, pembantu apa.. kau sendiri yang menolak ku bantu.” Cibir Kyuhyun dengan suara pelan.

Tentu saja Hyun Jung bisa mendengarnya. Ia tertawa pelan.
“Kalian lucu sekali. Apa setiap pagi kalian mengakrabkan diri seperti ini?”
“Mwo? Istilah apa itu? Kesannya seperti kami adalah saudara yang akur.” Ucap Kyuhyun. Ia mengerjapkan matanya, takjub juga.
“Dia benar. Asal kau tahu, kami tidak begitu akrab.” Balas Ja Rin sambil meletakkan sepiring ayam goreng di atas meja. Lalu kembali ke dapur.
“Adikmu baik sekali. Menyiapkan sarapan seperti ini” Hyun Jung kagum. Sekarang di atas meja sudah tersaji beberapa hidangan. Membuat perutnya meronta-ronta.
“hahahah.. itu karena dia sedang belajar untuk menjadi seorang istri.” Tutur Kyuhyun sementara tangannya terulur mengambil sepotong ayam yang masih mengepulkan asap itu.
“Istri? Oh, adikmu akan menikah?”
Mulut Kyuhyun sudah penuh dengan ayam. Dia belum sempat menjawab, Ja Rin sudah memotong. “Diamlah Chocobi! Kibum tidak akan secepat itu melamarku. Dia akan melakukannya jika Heechul Oppa sudah menemukan pendamping hidup.”
“Jinjja? Wah, kalau begitu tunggulah sampai 10 tahun lagi.” Ledek Kyuhyun dengan mulut penuh dengan makanan. Ia tahu seperti apa karakter Kim Heechul. Sampai detik ini pun namja itu belum juga menunjukkan tanda-tanda keinginannya untuk menikah.

Meskipun tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan, namun Hyun Jung tersenyum. Ah, suasana seperti ini sangat ia rindukan. Kapan ya terakhir kali ia bercanda dengan bebas seperti ini dengan kakaknya?
“Oh, iya Hyun Jung-ah” suara Kyuhyun membuat Hyun Jung menolehkan kepalanya.
“Ya?”
“Kau cantik sekali” ucapnya.
Hyun Jung terdiam. Senyuman yang di tunjukkan Kyuhyun padanya entah kenapa mampu membuat jantungnya berhenti berdetak. Ini aneh. Apa maksudnya?

Sesungguhnya Kyuhyun bukanlah manusia yang pintar menggombal ataupun bersikap romantis. Pengalaman merayu wanita? Jika ada pelajaran seperti itu di sekolah, di jamin dia akan menjadi murid paling bodoh di kelas. Kyuhyun NOL BESAR dalam urusan seperti itu. Ia hanya mengatakan apa yang ada dalam benaknya. Di matanya, Hyun Jung memang sosok wanita yang begitu memikat, cantik, dan apa adanya.

“Jeongmal gomawo..” Hyun Jung sedikit menundukkan kepalanya. ia sering mendengar beberapa namja mengatakan hal yang sama padanya. Tapi ini pertama kalinya ia mendengar kalimat biasa seperti itu terasa luar biasa. Apa mungkin karena Cho Kyuhyun yang mengucapkannya dengan cara yang berbeda? Entahlah.

“Ajaib sekali.” Seru Ja Rin takjub. Ia menatap Hyun Jung. “Kau tahu, Kakakku bukan orang yang romantis. Dia tidak pandai menggombali wanita.” Ujar Ja Rin membuyarkan fantasi sementara di otak Hyun Jung. Kini dilihatnya Ja Rin sudah duduk di kursi tepat di hadapannya.
“Yak! Aku tidak sedang menggombal!” tegas Kyuhyun. Ja Rin tidak mempedulikan ucapan Kyuhyun. Matanya kini memandang Hyun Jung lekat dan agak menyipit.
“Berhati-hatilah, Hyun Jung-ah, sepertinya Tuan Cho menaruh hati padamu.” Ujarnya dengan suara pelan. Kyuhyun mendecakkan lidah sebal.

Respon yang ditunjukkan Hyun Jung hanyalah sebuah senyuman manis. Ia lalu menoleh pada Kyuhyun yang tengah sibuk makan di sampingnya.
“Menurutku, Kyuhyun Oppa juga terlihat tampan pagi ini.”

Uhuk uhuk!!

Satu kalimat sederhana yang diucapkan Hyun Jung membuat Kyuhyun maupun Ja Rin kaget setengah mati. Keduanya kompak tersedak dengan makanan yang tengah dinikmati masing-masing.
“Jeongmal? Hyun Jung-ah, apa matamu minus?” seru Ja Rin. Ia cepat mengambil serbet untuk mengelap mulutnya yang belepotan. Matanya melotot sempurna. Kalimat Hyun Jung benar-benar membuatnya terkejut.

Kyuhyun entah harus terharu atau apa, namun pernyataan Hyun Jung membuat jantungnya nyaris jatuh. Senang? Tentu saja. bangga? Jelas. Dua kata itu tidak cukup untuk menjelaskan perasaan yang kini membuncah dalam dirinya.
Ia mendadak menjadi canggung seperti ini. Dan seulas senyum gembira tidak bisa ia sembunyikan. Menyeruak begitu saja di bibirnya.
“Aku sangat tersanjung. Jeongmal gomawo Hyun Jung-ah.” Ucap Kyuhyun dengan wajah tersipu.

Ja Rin mendecak. Ia kembali memperhatikan Hyun Jung. Apa yang salah dengan gadis cantik sepertinya? Maksudnya… masih banyak namja tampan dan ‘normal’ di luar sana yang bisa ia puji. Mengapa harus namja seperti Cho Kyuhyun yang mendapatkan kalimat terhormat seperti itu.
“Well, kalian saling memuji. Bagus. Sepertinya kalian berjodoh atau semacamnya. Chocobi, selamat ya..” gadis itu lalu bangkit. Malas sekali berdialog dengan pikirannya sendiri. Sudahlah, mungkin memang sudah takdir Kyuhyun mendapatkan pujian dari gadis cantik seperti Hyun Jung.
“Aku terlambat ke kampus. Jadi sebaiknya aku bergegas” serunya tanpa di tanya. Tak lama ia sudah meninggalkan Kyuhyun dan Hyun Jung berdua di rumah itu.

Keadaan sempat canggung dan sepi. Kyuhyun inisiatif berdehem untuk memecah keheningan.
“Jika sudah selesai, kau tidak perlu membereskannya. Biarkan saja” ucap Kyuhyun seraya bangkit.
“Kau mau kemana?” Hyun Jung kebingungan karena Kyuhyun beranjak meninggalkannya di ruang makan.

—o0o—

Ini sudah waktunya Kyuhyun merawat Sherry. Jadi ia terpaksa meninggalkan Hyun Jung sebentar untuk memberi makan Sherry dan sekedar menyisir bulu-bulunya yang lebat dan terawat itu.
“Aigoo, anak manis. Kau tampak cantik pagi ini..” serunya gemas sambil mengusap-usap punggung Sherry. Anjingnya hanya menggonggong menyahuti ucapan Kyuhyun. Setelah selesai, ia bangkit. Matanya tanpa sengaja melirik ke arah kaca jendela. Ia tercengang sendiri melihat penampilannya yang jauh dari kata tampan seperti yang Hyun Jung katakan tadi. Bisa dibilang, ia berantakan. Kini Ia bingung, dari mana ide Hyun Jung mengatai dirinya tampan? Apa gadis itu berniat mengejeknya? Omona!!

Kyuhyun segera berlari menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Ia harus segera merapikan dirinya!

—o0o—

Aish, wangi apa ini? Batin Kyuhyun saat ia turun dari tangga. Matanya sampai terpejam menikmati aroma yang tidak biasa ia cium dari dalam rumahnya. Wangi itu berasal dari arah dapur. Tunggu? Bukankah tadi ia meninggalkan Hyun Jung di sana? Apa mungkin…

Kyuhyun mempercepat gerakan kakinya. Dan benar saja, di dapur ia menemukan Hyun Jung sedang duduk di kursi tinggi yang ada di dekat dapur.
“Hyun Jung-ah, apa yang sedang kau lakukan?” tanya Kyuhyun heran. Gadis itu menoleh lalu tersenyum manis seperti biasa.

Deg deg..

Kyuhyun terpaku kembali. Demi apapun, haruskah Hyun Jung tersenyum semanis itu padanya? Ia bisa mati jika terus berdebar setiap Hyun Jung tersenyum seperti itu.
Hyun Jung turun dari atas kursi dan mendekatinya perlahan.
“Maaf Oppa, aku sudah lancang memakai dapurmu. Aku hanya ingin membuatkan kue sebagai tanda terima kasihku.” Jelas Hyun Jung.
“Kue?” Kyuhyun melirik oven yang menyala. Oh, pantas saja. jadi wangi ini adalah wangi kue yang sedang di bakar?
“Ah, kau tidak perlu repot-repot. Tapi terima kasih.” Kyuhyun menoleh pada meja makan yang ternyata juga sudah rapi. Mulutnya hampir menganga tak percaya.
“Hyun Jung-ah, sudah kubilang kau tidak perlu merapikannya—“ ucapan Kyuhyun terhenti. Karena ia kini melihat gadis itu tampak bahagia begitu mengeluarkan kue yang sudah matang dari dalam oven.

Jinjja.. Kyuhyun menelan ludahnya dengan susah payah. Situasi macam apa yang sedang di hadapinya sekarang? Ia sungguh tidak mengerti. Tapi satu hal yang ia tahu, menatapi Hyun Jung, hanya menatapnya, mampu membuatnya yakin bahwa hidupnya akan sangat membahagiakan.

Aku ingin menghabiskan hidupku bersamanya..batin Kyuhyun meliar.

Tak ada satu patahpun yang keluar dari mulutnya. Ia perlahan mendekati Hyun Jung yang tengah menghias kue dengan cream cheese dan beberapa potong buah segar.
“Selesai!!” teriak Hyun Jung senang.
“Wah, kue apa ini?” Kyuhyun takjub. Ia baru tahu kalau Hyun Jung bisa membuat kue dengan tampilan seindah ini.
“Namanya Sponge Cheese cake.” Ucap Hyun Jung. “Aku menemukan bahan-bahan ini di dalam kulkas mu. Tidak apa-apa kan jika kupakai?” Hyun Jung tampak takut-takut.
“Aish, setelah kau membuat cake seindah ini? Tentu saja. kau boleh memakainya.” Kyuhyun tersenyum. “Boleh aku mencobanya?”
“Tentu..” Hyun Jung segera memotong kue itu dan menyerahkannya pada Kyuhyun. Ia tertegun sejenak sebelum akhirnya menyuapkannya ke dalam mulut.
“Mashita!!” serunya. Kue ini enak sekali. Teksturnya lembut dan meleleh saat menyentuh lidahnya. ia sampai memejamkan matanya.
“Kau pintar sekali Hyun Jung-ah. Seharusnya kau menjadi seorang pattisier..”

Senyuman Hyun Jung sedikit memudar setelah mendengarnya. Ia menunduk.
“Wae?” Kyuhyun merasa kalimatnya tadi telah membuat Hyun Jung sedih.
“Menjadi seorang pattisier memang cita-citaku sejak kecil” gumam Hyun Jung pelan. Ia tersenyum tipis kemudian.
“Hm, lalu kenapa tidak kau lanjutkan?” Kyuhyun menaruh perhatian sepenuhnya pada Hyun Jung. Gadis itu menghela napas, kembali duduk di kursi tinggi tak jauh darinya.
“Appa menginginkanku menjadi seorang designer interior”
“Lalu kau menuruti keinginan Appamu?”
Hyun Jung mengangguk. Wajah memelas Hyun Jung mampu membuat Kyuhyun ikut merasakan kesedihan yang dirasakannya. Ia merasa, Hyun Jung memiliki nasib yang sama sepertinya.
“Memang kau tidak bilang kalau cita-citamu bukanlah menjadi designer?”
“Appa tidak pernah menanyakan apa cita-citaku.”
“Harusnya kau bilang” ucap Kyuhyun semangat. Hyun Jung sampai menoleh.
“Kau berhak memiliki mimpi. Dan kau juga berhak mengatakan apa mimpimu. Kenapa kau malah diam dan menuruti semua rencana yang sudah dijalurkan orang tuamu.” Jelas Kyuhyun dengan semangat menggebu-gebu.

Hyun Jung mengerjap-ngerjapkan matanya. Sedikit kaget mendengar rentetean kata-kata yang diucapkan Kyuhyun.
“Oppa, aku tidak tahu kalau kau seatraktif ini.” Ucapnya. Kesedihan di wajah gadis itu memudar dan perlahan tergantikan oleh senyuman manis. “Dan terimakasih atas saranmu. Itu sangat membantu.” Mendadak Hyun Jung menghentikan senyumannya ketika matanya melirik jam dinding.
“Mwoya!!! Aku lupa mengabari orangtuaku! Eotteohke, mereka pasti cemas setengah mati..” Hyun Jung segera berjalan pergi untuk mengambil ponselnya yang ia tinggal di kamar Ja Rin.
“Chakkaman!!” cegah Kyuhyun. Langkah Hyun Jung terhenti tepat sebelum ia mencapai tangga.
“Keluargamu sudah dikabari kemarin, kau akan menginap di sini.” Jelas Kyuhyun. Hyun Jung mengerutkan kening sejenak sebelum akhirnya ia mengerjap kaget.
“itu gila! Aku tidak akan selamat jika pulang ke rumah nanti! Ayahku pasti marah besar mengetahui putrinya bermalam di rumah namja.” Hyun Jung panik.
Kyuhyun berjalan mendekatinya. “Tenang saja. yang menelepon bukan aku. Tapi Ja Rin.”
“Ja Rin?”
Kyuhyun mengangguk. “Ja Rin menggunakan identitasnya sebagai direktur Cho Corp. Dia bilang ada urusan penting denganmu sehingga kau harus bermalam di rumahnya.”
“Lalu?”
“Tentu saja Appamu mengijinkan.”
Hyun Jung tersenyum lega. Ia mengusap dadanya yang berdebar tak karuan. “Ah, jantungku hampir saja copot. Kukira kau yang menelepon Appaku.”

“Ah, kau mencemaskanku. Iya kan?” Kyuhyun asal tebak. Dan memikirkan itu senyumnya semakin melebar.
“Tentu saja. kau tahu betapa menyeramkannya Appaku dan Yesung Oppa? Mereka bisa saja mencekikmu jika bertemu lagi.” Ekspresi Hyun Jung menunjukkan kekhawatiran. Membuat senyum Kyuhyun terhenti begitu saja.
“Hyun Jung-ah..” lirih Kyuhyun. Mendadak ekspresinya berubah suram.
“Iya.”
“Menurutmu, aku ini seperti apa?”

To be continued….

67 thoughts on “Shady Girl Kyuhyun’s Story [Part 6]

  1. Wuahhhhh tanda2 Kyu pngn ngungkapin perasaannya nih hehehehehe smngat trus Kyu
    qu ykin klrg Hyun Jung stuju aplg clom mantunya ky Kyu yg msi mudah tp udh sukses,,ortu mna yg gk nglirik kekekekeke

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s