Shady Girl Kibum’s Story [Part 3B]

Tittle : Shady Girl Kibum’s Story Part 3B
Author : Dha Khanzaki
Genre : Romance, Family
Length : Chapter

Main Cast :

  • – Cho Ja Rin
  • – Kim Kibum

Support Cast :

  • – Choi Siwon

Kayaknya author lupa posting bagian ini deh. jadi rada-rada aneh gitu pas baca bagian selanjutnya. iya kan.. hehehe.. mian ya.. untung ada reader yang cermat banget bacanya ampe ‘ngeh’ ada part yang terlewat. makasih ya. *bow

Happy Reading ^^

Shady Girl Kibum's Story by Dha Khanzaki

—o0o—

Ja Rin membuka sedikit pintu kamar. Sebenarnya ia ragu keluar dalam kondisi sekarang. Ia hanya memakai kemeja putih yang kebesaran. Bajunya basah oleh cipratan air saat ia mandi tadi jadi tidak bisa ia pakai. Dan ia menemukan kemeja itu di dalam lemari.
“Anu, Dokter Kim” lirih Ja Rin ketika menemukan namja itu ada di dapur tengah menyiapkan sarapan.

Kibum membalikkan tubuhnya. Lagi-lagi ia harus menelan ludah saat matanya melihat sosok Ja Rin dengan pakaian yang memperlihatkan kaki jenjangnya. Kemeja yang Ja Rin pakai hanya mampu menutupi hingga setengah dari pahanya.
“Iya, kenapa?” tanya Kibum susah payah. Ia berusaha terlihat senormal mungkin. Bertentangan dengan jantungnya yang berdebar kencang.
“Apa kau punya baju yang bisa kupakai?” Ja rin tampak canggung. Ia menutupi bagian kakinya yang terlihat. Rasanya tak nyaman juga.
“Baju?” Kibum terkesiap sesaat. Aduh, pikirannya ini kenapa? Biasanya ia selalu fokus tapi kenapa pikirannya selalu kabur saat menatap yeoja itu. “Oh, iya ada. Sebentar aku ambilkan” Kibum meletakkan 2 piring nasi goreng kimchi di atas meja makan. “Kau makanlah dulu, nona Cho, akan aku ambilkan baju untukmu” selah itu ia berlari ke tangga.

Ja Rin duduk di salah satu kursi meja makan. Ia memindai setiap sudut ruangan tempatnya berpijak sekarang. Rapi sekali dan sangat bersih. Ia bahkan tidak percaya kalau rumah serapi ini ditinggali oleh seorang namja. Berbeda jauh sekali dengan rumah kakaknya yang pemalas itu. Rumahnya lebih cocok di sebut kandang anjing daripada sebuah rumah.

“Maaf, aku tidak tahu ukuranmu. Tapi kurasa baju ini cocok.” Kibum meletakan pakaian yang terlipat rapi di dekat Ja Rin. Gadis itu langsung fokus menatap namja itu. Ya ampun, Ja Rin baru tersadar kalau Kibum tampak berbeda saat baru bangun tidur seperti itu. Ia bahkan masih memakai piyamanya. Tambah tampan.. ia menahan senyumnya mengingat hal itu.
“Gomawo. maaf merepotkan.” Ja Rin melihat baju itu. Eh, ini kan baju yeoja. Sebuah dress berwarna biru dengan lengan panjang. Bagaimana mungkin Kibum mempunyai baju yeoja? Pikirannya berkelebat ke mana-mana. Ia mulai mengira-ngira. Jangan-jangan Kibum pernah membawa seorang yeoja kemari lalu mereka….. akhhhh tidak!!!!

Kibum paham kebingungan yang nampak di wajah Ja Rin. Lantas ia menjawab sebelum gadis itu bertanya.
“Jangan curiga dulu. Baju itu milik mendiang Nuna-ku” Kibum menjawab ekspresi heran Ja Rin.
“Eh, really?” Ja Rin kaget, Kibum mengatakannya sebelum ia bertanya. Tapi tadi Kibum bilang apa? Mendiang? Jadi Nunanya itu sudah meninggal dunia..
“Maaf, sepertinya aku sudah membuatmu teringat kenangan yang tidak menyenangkan.” Ja Rin tidak enak hati karena sekarang Kibum tampak sedih.
Namja itu cepat menormalkan kembali ekspresinya. “Tidak apa-apa” Kibum melihat Ja Rin belum menyentuh sarapannya. “Kenapa tidak dimakan? Ah, kau tidak suka?”
Ja Rin buru-buru menarik salah satu piring lalu mencicipinya. Ia tidak mau membuat Kibum semakin sedih. “Ah, mashita..” ujar Ja Rin. “Aku tidak tahu kalau kau pandai memasak juga.”

Senyuman Kibum perlahan terbit. Ia menarik kursi yang ada di hadapan Ja Rin.
“Kamsahamnida..” Kibum pun ikut sarapan.

Ja Rin tersenyum. Ia sangat menikmati situasi seperti ini. Sarapan hanya berdua saja. Terkesan romantis. “Aku gagal makan malam denganmu, siapa yang menyangka ternyata aku bisa sarapan bersamamu. Di rumahmu pula.”
Kibum mengangkat kepalanya, menatap lurus yeoja itu.
“Sebenarnya ini rumah Nuna, tapi dia memberikan padaku sebelum dia menikah.” Aku Kibum. Ja Rin lagi-lagi terdiam. Apa Kibum itu sister kompleks? Kenapa selalu menyebut mendiang Nuna-nya?
“Rumah ini rapi sekali. Dokter Kim, apa kamu yang merapikannya?” Ja Rin kagum pada keadaan rumah yang tertata rapi dan bersih.
“Begitulah. Aku tidak suka debu dan semua benda harus berada di tempatnya.” Jelas Kibum. Ja Rin mengangguk. Huh, kenapa kakaknya tidak bisa seperti Kibum ya?

“Apa aku yeoja pertama yang kau ajak kemari?” Ja Rin ingin tahu semua hal tentang Kibum.
“Iya.”

Jawaban Kibum membuat Ja Rin kaget. Entahlah, ia harus merasa senang atau heran. Ia senang karena ia bisa menjadi yang pertama. Namun di sisi lain ia heran. Kibum adalah namja tampan, baik, dan ia seorang dokter. Apa kekurangannya? Tapi sepertinya dokter itu tidak terlalu dekat dengan yeoja.

“Kenapa? Apa kau tidak pernah pacaran?”
Kibum terkesiap sesaat. Pertanyaan Ja Rin telak memukul hatinya. Berbeda jika namja yang bertanya. Ia tidak akan terlalu mempermasalahkannya. Tapi jika yeoja yang bertanya, hatinya akan sesak.
“Tidak.” Kibum memilih jujur.
Ja Rin menatap lurus namja itu. “Waeyo? Kau tidak pernah jatuh cinta?”
“Tidak. Aku tidak tahu rasanya jatuh cinta itu seperti apa.” Kibum menjawabnya tanpa memandang Ja Rin. Sementara Ja Rin sendiri tercengang. Sungguh, ini pertama kalinya ia mendengar namja setampan Kibum mengaku tidak pernah jatuh cinta. Rasanya mustahil.
“Apa kau…gay?” tanya Ja Rin hati-hati. Kibum langsung mendelik tajam ke arahnya. Aish.. sepertinya ia salah bicara.
“Tentu saja tidak!!”
“Kalau begitu kenapa tidak pernah? Pasti ada yang salah dengan dirimu”
“Mungkin.” Kibum diam sejenak. “Kau sendiri, kenapa mendekatiku? Apa kau menyukaiku?”

Ja Rin terdiam. Jantungnya berdetak kencang. Apa sejelas itu ya? Apa tindakannya ini terlalu mudah dibaca?
“Iya. Aku memang menyukaimu, Dokter Kim.” Jujur Ja Rin. Matanya menatap lurus ke dalam mata Kibum. Memperlihatkan kesungguhan hatinya. Ia harap Kibum bisa melihat dan merasakannya. Tak di sangka Kibum tersenyum.
“Sudah kuduga. Kau terlalu mudah ditebak, nona Cho” Kibum tersenyum tipis. Lalu membenarkan letak kacamatanya yang melorot.
Ja Rin terpaku di tempat duduknya. Kenapa reaksinya seperti itu? Apa dia tidak senang karena ada yang menyukainya? Ja Rin tidak pernah merasa sekecewa ini. Biasanya namja yang ia dekati akan sangat antusias padanya. Tapi, kenapa Kibum tidak seperti itu?
“Kau tidak senang? Aku menyukaimu dokter Kim.” Tegas Ja Rin sekali lagi.
“Lalu apa yang harus kulakukan? Aku harus menerimamu? Lalu kita pacaran, tunangan, lalu menikah? Begitu?”

Ja Rin meletakkan sendoknya di atas meja. Jawaban Kibum sedikit melukai hatinya. Apa ia tampak begitu murahan karena tidak mempunyai malu mendekati seorang namja? Oh Tuhan.. kenapa jadi seperti ini.

“Ternyata memang benar, kau tidak pernah jatuh cinta.” Ujar Ja Rin. Kibum kembali menatap yeoja itu. Ia tersentak. Rasanya ia pernah mendengar seseorang mengucapkan kalimat yang sama.
Ah, benar, Siwon pernah mengucapkan itu juga padanya.

#flashback#
“Aku tidak mengerti, apa sebegitu menyakitkannya ketika hubungan kita tidak direstui oleh orangtua?” ujar Kibum
Siwon memalingkan wajahnya menatap Kibum. “Tentu saja” jawabnya. Ia menunjukkan ekspresi tidak percaya. “Memang kau belum pernah jatuh cinta ya?” tambah Siwon.
Kibum balas menatap Siwon. “kau pikir?”
“Mana aku tahu.” Jawab Siwon. Ia mengalihkan pandangannya ke Haebin dan Donghae kembali. Saat itu mereka berdua sedang menemani Haebin dan Donghae memilih cincin pertunangan mereka di tempat Heechul. Berhubung kakaknya itu adalah seorang desainer perhiasan.
“yang pasti.. di saat kau jatuh cinta pada seseorang, kau rela melepaskan apapun agar bisa tetap bersamanya. Namun di saat kau di hadapkan pada masalah hubunganmu dengannya tidak di restui oleh orangtuamu, mana yang akan kau pilih? Orangtuamu atau orang yang kau cintai itu?” tanya Siwon. Kibum berpikir sejenak.
“Tentu saja orangtuaku.” Jawabnya tegas.
Siwon mengangguk. “Kalau begitu benar, kau memang belum pernah jatuh cinta.” Jawabnya datar.
“Ya..” protes Kibum namun tak ditanggapi oleh Siwon.
#flashbackend#

Ja Rin bangkit dari tempat duduknya. Ia berjalan memutari meja menuju ke arah Kibum.
“Seseorang yang pernah jatuh cinta, pasti ia akan merasa berdebar ketika mendengar ada orang yang menyukainya.”
Kibum menatap Ja Rin yang terus berjalan mendekatinya. Tubuhnya bergetar. Apalagi ia melihat bagian bawah Ja Rin yang sedikit terbuka. Membuat darahnya mendidih seketika.namun, Kibum berusaha menahan dirinya. Kini Ja Rin sudah berada di hadapan Kibum.
“Orang yang jatuh cinta, hatinya akan berdebar saat ia berada di dekat orang yang disukainya.” Tambah Ja Rin. Ia tersenyum pada Kibum. Namja itu hanya diam. Oh God.. godaan ini sangat besar. Kibum berusaha agar dia tidak lepas kendali.

Ja Rin memegang tangan Kibum yang ada di atas meja. Seketika Kibum merasakan sengatan listrik menjalari setiap titik syaraf di tangannya.
“Dan orang yang jatuh cinta, hatinya semakin tidak karuan saat orang yang disukainya menyentuhnya seperti ini.”
Kibum menelan ludahnya. Entah apa yang ia rasakan. Hatinya memang tidak karuan sekarang. Tapi agak berbeda. Ja Rin menariknya berdiri. Dia mendekatkan dirinya ke arah Kibum. Membuatnya sedikit mendongkakan kepala karena Kibum lebih tinggi beberapa centi darinya. Ja Rin menatap matanya.
“Apa kau merasakan hal itu, Dokter?”
Kibum menggeleng pelan. Matanya seolah terhipnotis pada wajah cantik Ja Rin karena kini ia tidak bisa berpaling sedetikpun. Ja Rin meletakkan tangannya di atas dada Kibum yang terbalut piyama.
“kenapa bisa begitu? Apa ada yang salah dengan hatimu ini?” Ja Rin mengerutkan dahi
“Entahlah.” Jawab Kibum pelan. Masih tetap memandanginya. Ja Rin tersenyum, ia mendongkakan kepalanya lagi.
“Kau ingin merasakannya?” tanya Ja Rin lembut.
“Kau bisa membantuku?”
Ja Rin mengangguk. “Tentu saja.”
Tangannya bergerak melepaskan kacamata yang dikenakan Kibum. “Bagaimana kalau kita mulai dengan..’skinship’?”
“Skinship?” Kibum bingung. Ja Rin mengangguk. Matanya kini memperhatikan bibir Kibum yang basah dan berwarna plum itu. Aish.. sepertinya ia sudah melanggar batasan. Haruskah ia melakukannya duluan?
Saat Ja Rin mulai mendekatkan wajahnya, Kibum paham apa yang akan dilakukan Ja Rin. Ia langsung menahan pundak Ja Rin dengan kedua tangannya.
“Kumohon, jangan menggodaku Nona Cho” ucap Kibum sambil menahan emosi yang memuncak dalam dirinya. Ja Rin memegang kedua tangan Kibum yang ada di pundaknya.
“Gwaenchana. Aku memang sedang menggodamu” Ja Rin semakin mendekatkan dirinya sementara Kibum tak bisa bergerak seinchipun dari tempatnya berdiri. Sungguh, yeoja ini bisa membuatnya lepas kendali.
“Baiklah, tapi kuharap kau tidak menyesal.” Kibum akhirnya menyerah pada hasratnya sendiri. Ia menurunkan tangannya dan menempatkannya pada ke dua pinggang ja Rin. Gadis itu pun mulai memeluk leher Kibum bersiap melakukan misi pertama mereka, berciuman. Keduanya sama-sama sudah menutup mata. Jarak mereka semakin terhapus dan tinggal beberapa senti lagi misi itu terselesaikan ketika tiba-tiba…..

“Kibuum, aku datang untuk mengambil dokumenku yang ketinggalan di sini..” Siwon masuk rumah itu tanpa izin, karena dia sudah tahu kode keamanannya. Namun saat melihat kejadian tak terduga yang ia saksikan, Siwon mengerjap kaget.

“Omo!!!!!” pekiknya. Sekarang pemandangan yang dilihatnya adalah sepasang pria dan wanita tengah saling berpelukan bersiap-siap untuk bercumbu. O o.. sepertinya ia datang di saat yang salah.
“Kibuuummm” Siwon memekik lagi. Kibum menolehkan pandangannya. Ia terkesiap menyadari Siwon berada tak jauh darinya. Ja Rin pun menoleh, ia sama terkejutnya saat melihat Siwon. Gadis itu buru-buru mengalihkan pandangannya. Takut sekaligus malu.
“Apa yang kalian lakukan???” Siwon kaget luar biasa. Terlebih karena ia melihat yeoja yang bersama Kibum itu memakai kemeja yang kebesaran dan Kibum juga masih memakai piyamanya dan mereka tadi hampir saja berciuman!! Pikirannya mulai meliar. Jangan-jangan mereka baru saja bercinta.
“Ini tidak seperti yang kau lihat, Siwon” ujar Kibum.

Siwon awalnya memang tercengang. Lalu sedetik kemudian ia tertawa. “hahaha.. baguslah. Ternyata kau normal juga. Aku kira kau ini pecinta sesama jenis.” Siwon menepuk pundaknya. “Selamat ya. Aku senang melihatmu sudah punya yeojachingu. Bisakah kau kenalkan dia padaku?” bisik Siwon seraya melirik yeoja yang kini menundukkan kepalanya.
“Aish, dia bukan yeojachinguku!” tegas Kibum sebal.
“Jangan malu. Aku tidak akan bilang pada siapa-siapa jika kau ingin merahasiakan hubungan kalian”
Siwon teralih pada Ja Rin. Ia memandangi sejenak yeoja itu.
“Hai, aku Choi Siwon. Sahabat Kibum. Senang bertemu denganmu”
Ja Rin tadinya ingin pergi saja. Tapi berhubung Siwon terus memaksanya berkenalan, terpaksa Ja Rin mengangkat kepalanya.
Siwon mengerjap karena mengenali wajah yeoja yang ada di depannya ini.

“Kau, Cho Ja Rin!!!!!!” Siwon memekik lagi. Ia sungguh tak menyangka gadis yang tadi bermesraan dengan Kibum adalah Cho Ja Rin, adik makhluk evil yang dikenalnya. Ja Rin menunduk sambil mengumpat pelan. Ia merutuki dirinya sendiri karena tertangkap basah oleh Siwon.
“Kenapa kau bisa ada di sini, Siwon Oppa?” tanya Ja Rin akhirnya.
“Kenapa? Tentu saja untuk bertemu Kibum. Dia temanku”

Aish.. kenapa Kibum harus temannya Siwon???????

Kibum kaget. “Kau mengenalnya?”
Siwon menoleh cepat, ia agak kaget. “Kau tidak tahu? Dia adiknya Kyuhyun..”

“Mwo!!!!” Ja Rin dan Kibum sama-sama tercengang. Lalu mereka saling pandang.
“Kau adik Kyuhyun?” tanya Kibum
“Tunggu dulu, jadi kau teman si Chocobi itu?” Ja Rin menyebut nama panggilannya untuk kyuhyun.

“Chocobi?” gantian Siwon dan Kibum yang bingung.
“Ah, lupakan. Intinya kalian mengenalnya kan? Omona…” Ja Rin meremas rambutnya sendiri. Eottheohke?????? Kenapa lagi-lagi harus berhubungan dengan sesuatu yang dibencinya?
“Sudah kuduga dia memang ada hubungannya dengan Kyuhyun. Tapi aku tidak menyangka kalau dia itu adiknya” batin Kibum. Ia melihat Ja Rin begitu kebingungan. Kibum mengalihkan perhatiannya pada Siwon.

“Ada perlu apa kemari?”
“Aku ingin mengambil dokumen proyek yang ketinggalan di sini. Donghae cerewet sekali hari ini. Dia menyuruhku agar mengambilnya segera. Dasar, mentang-mentang sudah jadi presdir dia memerintahku seenaknya.” Siwon melesat masuk ke ruang kerja Kibum. Minggu lalu Siwon kemari dan meninggalkannya di sana.
“Tenang saja, setelah ini aku langsung pergi.” Siwon membawa dokumennya itu dan sesuai dengan perkataannya, ia pergi setelah itu.

Sepeninggal Siwon, suasana di antara Ja Rin dan Kibum sempat kaku.
“Jadi, kau adik Cho Kyuhyun?” Kibum bertanya lebih dulu.
“Begitulah.” Ja Rin menjawabnya tak kalah canggung.
Kibum tersenyum tipis. “Aigoo, kenapa aku bisa tidak tahu ya? Aku sudah mengenalnya lebih dari 6 tahun.” Ujar Kibum.
“Aku tidak heran. Si Chocobi itu memang tidak pernah bercerita tentangku pada siapapun. Ah, sudah siang. Aku harus bergegas pergi” Ja Rin mengambil baju yang diberikan Kibum tadi.

Perhatian Kibum tidak teralihkan dari sosok Ja Rin yang kemudian menghilang masuk ke dalam kamar. Kibum meraba dadanya lagi. Ada yang aneh. Kenapa ia berdebar kencang seperti ini ya? Entah kenapa kakinya kini bergerak menyusul Ja Rin ke kamarnya.
Ia membuka pintu itu yang tidak terkunci. Sekarang ia melihat Ja Rin sudah rapi memakai gaun yang pernah dipakai Taeyeon semasa hidupnya. Ia mendekat, bahkan Ja Rin tidak menyadari kehadirannya sedikitpun.
Setelah sampai di dekatnya, Kibum memegang pundak Ja Rin. Membuat gadis itu tersentak kaget. Belum sempat Ja Rin bereaksi, Kibum membalikkan badannya lalu melakukan hal yang tidak pernah Ja Rin mimpikan sekalipun.

Chuuppp..

Ja Rin mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia tak percaya sama sekali bahwa yang terjadi sekarang adalah Kibum sedang menciumnya. Benar, mereka sedang berciuman sekarang karena Ja Rin bisa merasakan lembutnya bibir Kibum menyentuh permukaan bibirnya.

Tak berlangsung lama, hanya sekitar beberapa detik saja Kibum segera melepaskan tautan bibir mereka. Ja Rin menatap langsung mata Kibum yang berjarak beberapa senti saja dari wajahnya. Tidak ada ekspresi kelembutan dan kasih sayang. Ekspresi yang diperlihatkan Kibum kini lebih pada rasa heran dan bingung.
“Ma-maaf. Ini tidak benar..” lirih Kibum sambil menggelengkan kepalanya. setelah itu Kibum berlari ke luar kamar. Meninggalkan Ja Rin yang terpaku di tempatnya.

To be continued…

64 thoughts on “Shady Girl Kibum’s Story [Part 3B]

  1. Kok part 3b ini ga nyambung sama part 3 sebelumnya ya eon?

    Kan di part 3, lagi perayaan ultah Minki tbcnya , tpi kok tiba2 di part 3b ini, Kibum sama Jarinnya udah kenalan aja.

    Ga nyambung eon🙂, jng marah ya eon😉.

  2. Hahaa😀 ini bagian lucu. Apalagi waktu siwon memergoki mereka, waktu siwon terkejut hahaa😀
    Aigoo, pasti siwon bakalan gosip-in mereka wkwk ciee ciuman ciee

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s