Kanpeki Na Bad Girl (Part 12B-End)

Tittle : Kanpeki Na Bad Girl Part 12 B End
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast :

  • Shin Nara
  • Cho Kyuhyun
  • Cho Yoora (Kyuhyun-Nara’s Daughter)
  • Cho Hyunji (Kyuhyun-Nara’s Son)

Akhirnya, tiba juga di part ending FF ini. Makasih banyak buat reader-deul yang setia baca FFku yang gaje dan abal ini *Bow*
see you at the next FF ^_^

Disclaimer : This FF is mine. Don’t copy paste or reposting without my permission!!

Happy Reading ^^

Kanpeki Na Bad Girl by DhaKhanzaki

—–o0o—–

Nara termangu menatapi ekspresi Kyuhyun yang sulit dibaca olehnya.
“Aku ingin memberimu kesempatan untuk memikirkan kembali perasaanmu. Apakah keberadaanku cukup berarti di hidupmu? Apakah aku sudah menjadi oksigenmu? Apakah kau benar-benar mencintaiku..” Kyuhyun terdiam sejenak, senyum misterius terukir di bibirnya. Nara merenungkan ucapan Kyuhyun. Memang benar. seluruh ucapan Kyuhyun tidak meleset sedikitpun. Namja itu berhasil membuat hidupnya terporos hanya pada Cho Kyuhyun.
“Lalu apa yang terjadi setelah lima tahun kita tidak berjumpa?”

Nara merasa dadanya kembali sesak. Mengapa matanya kembali berat oleh airmata?
“Kau berhasil Oppa..” suaranya tercekat. Ia menarik napas untuk mengurangi rasa tersendat di dadanya itu. “Selama kau pergi, aku memang tidak bisa mencintai pria lain. Aku sudah menjadi orang bodoh selama lima tahun terakhir dengan setia padamu meskipun aku tidak tahu kapan kau akan kembali.” Setetes bulir airmata jatuh di pipinya, di susul oleh tetesan yang lain dan semakin lama semakin banyak mengalir.
“Apa kau tidak tahu betapa tersiksanya aku setiap malam mengetahui kau tidak tidur bersamaku. Setiap hari aku tidak bisa makan dengan nyaman. Meskipun aku harus bekerja keras menggantikan posisi Appa di perusahaan dan mengurus Hyun Ji, aku harus tetap tersenyum dan tampak bahagia. Kau tahu Oppa, setiap kali melihat foto pernikahan kita airmataku selalu saja menetes. Aku..aku benar-benar menyesal membiarkanmu pergi begitu saja. Aku menyesal karena sudah membuatmu menanggung beban seberat itu sendirian. Aku menyesal karena membuatmu memutuskan untuk meninggalkanku. Di atas segalanya..aku menyesal karena terlambat menyadari bahwa kau lah satu-satunya pria yang mencintaiku dengan tulus. Aku—“
“Sssttt..” Kyuhyun memotongnya. Ia segera meletakkan jari telunjuknya di bibir Nara. membuat aliran kata-katanya terhenti.
“Kau terlalu banyak berbicara.” Tangannya terangkat mengusap airmata di pipi Nara. Sejujurnya, Kyuhyun merasa sangat tersentuh. Ia tidak tahu harus berkata apa lagi sekarang setelah mendengar pengakuan Nara. Ia merasa sangat lega, terharu, sedih, dan merasa bersalah di saat yang bersamaan.
“Maaf sudah menyusahkanmu. Aku tahu seharusnya aku kembali saat pengobatanku selesai. Aku terlalu pengecut, Nara.”

Kyuhyun terdiam untuk beberapa saat menatapi wajah cantik istrinya yang basah oleh airmata. Mendadak saja dadanya bergemuruh. Suara di otakknya meneriakkan bahwa sudah saatnya ia menceritakan sebuah rahasia besar yang disimpannya selama ini.
“Nara. Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu. Dan kumohon, jangan tinggalkan aku meskipun apa yang kukatakan nanti akan menyakiti hatimu.” Pintanya sungguh-sungguh. Kyuhyun bahkan menatap langsung mata Nara.
“Malhaebwa..”
“Dulu..aku..” Kyuhyun merasa lidahnya kelu tiba-tiba. Kenapa ini? Ia harus memberitahu Nara bahwa ia sudah menyamar dengan nama Lee Donghae untuk menarik perhatiannya.
“Aku tahu..” sela Nara, membuat Kyuhyun membelalakkan matanya kaget. Jantungnya hampir saja berhenti berdetak begitu Nara menyela kalimatnya. Nara balas menatap Kyuhyun. Tidak ada kemarahan ataupun kebencian dari sorot matanya. Kyuhyun justru menemukan rasa bersalah, sedih, dan tidak berdaya di manik mata jernih Nara.
“Temanmu Lee Donghae, dia sudah menceritakan semuanya..” gumam Nara pelan. Seketika, seluruh tubuh Kyuhyun bergetar. Bahkan Nara bisa merasakannya karena namja itu menggenggam erat kedua tangannya.

Mendadak saja, tatapan Nara berubah sendu. “Oppa..” bisiknya dengan suara dalam. Di dalam otaknya terngiang kembali pembicaraannya dengan Donghae lima tahun yang lalu.

Flashback

“Ah, Nara-ssi.. apa kau memiliki waktu? Ada yang ingin kubicarakan denganmu. Ini tentang Kyuhyun..”

Nara merasa firasat buruk mendengar Donghae berkata dengan nada serius seperti itu. Dan ia tidak bisa menolak ataupun menghindar karena ia tidak bisa memungkiri bahwa dirinya ingin tahu apa yang akan dibicarakan Donghae. Maka dari itu sekarang ia tengah duduk berhadapan dengan Donghae di kafetaria rumah sakit. Sae Ryung sudah pulang lebih dulu bersama anaknya tadi. Istri Donghae itu dengan lapang dada dan senyum hangat membiarkan suaminya berbicara dengan yeoja lain.
“Aku tidak akan terbelit-belit.” Ujar Donghae mengawali. Nara mengangguk karena ia pun tidak suka pembicaraan yang memutar. Sementara itu hatinya was-was dan tangannya yang ia tumpukan di atas paha mencengkram erat rok selututnya.
“Nara, apa kau tahu bahwa Kyuhyun pernah mengubah penampilan fisiknya demi dirimu?”
Nara terbelalak kaget. “Mengubah penampilan fisiknya demi aku? Apa maksudmu?”
Donghae mendesah berat. “Apa kau tidak pernah merasa heran mengapa Kyuhyun tidak pernah mau melepaskan kacamatanya?”
Jantung Nara berdebar kencang. Mengapa Donghae bisa tahu pertanyaan terbesar yang membuatnya sangat penasaran? Apa ada alasan kuat mengapa Kyuhyun enggan melepaskan kacamatanya?
“Itu bukan karena Kyuhyun memiliki masalah dalam penglihatannya. Tapi ia ingin menyembunyikan suatu fakta darimu. Kyuhyun, adalah ‘Lee Donghae’ yang selama ini kau cari”

Nara merasa seperti baru saja di jatuhkan dari atas gedung. Dirinya merasa melayang-layang dan menunggu waktu untuk terhempas menimpa bumi. Seluruh tubuhnya bergetar dan dadanya terasa sesak. Kyuhyun adalah Lee Donghae yang selama ini dicarinya? Bagaimana bisa?
“Itu tidak mungkin. Jelas sekali Kyuhyun dan Donghae berbeda. Donghae..” Nara terdiam dan menatap Donghae. Lambat laun, seolah tersadarkan ia mengerjap seketika begitu memahami semua keterkaitan yang selama ini tidak di sadarinya. Kenapa selama ini Kyuhyun tidak pernah mau melepas kacamatanya? Kenapa Kyuhyun selalu marah setiap kali ia mengungkit soal ‘Lee Donghae’? Dan alasan kenapa Kyuhyun memiliki sahabat bernama Lee Donghae.
“Jadi maksudmu, Kyuhyun Oppa mengubah penampilannya di hadapanku, dan mengaku dirinya orang lain dengan menggunakan namamu?” Nara berusaha menahan airmatanya. Dengan berat hati Donghae mengangguk.
“Begitulah.” Ucapnya lemah. “Aku pun sempat memarahi Kyuhyun karena dengan seenaknya menggunakan namaku. Dan kau tahu betapa tersiksanya Kyuhyun ketika mengetahui bahwa kau justru tergila-gila pada ‘Donghae’ dan bukan pada ‘Kyuhyun’?”
Nara terdiam. Di dalam dirinya sekarang meluap berbagai macam emosi. Pikirannya kosong. Dan ia bingung harus bereaksi seperti apa. Sekarang yang dilakukannya hanya diam seperti patung.
“Mengertilah Nara, Kyuhyun sangat mencintaimu lebih dari dirinya sendiri. Dia melakukan itu pada awalnya bertujuan untuk menarik perhatianmu. Namun ia tidak menyangka jika ia akan mengatakan bahwa dirinya—“
“Tidak perlu dilanjutkan, Donghae-ssi. Aku sudah cukup paham maksud yang ingin kau sampaikan.” Potong Nara dengan tatapan kosong ke depan. Hatinya mencelos jatuh. Nara bahkan sudah tidak memiliki airmata lagi untuk menangis. Rasanya ia ingin bunuh diri saja. Ia sudah melakukan banyak sekali kesalahan. Kyuhyun, ia ingin Kyuhyun sekarang. Ia ingin melihat Kyuhyun, memeluknya, dan meminta maaf.

Mengapa penyesalan selalu datang terlambat?

Flashback End

Kyuhyun dan Nara terdiam, saling menyelami perasaan masing-masing melalui sorot mata. Kyuhyun mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Jadi, Nara sudah tahu bahwa dirinya adalah ‘Lee Donghae’ yang ia cari?
“Kenapa kau melakukan semua itu? Kau mengubah dirimu sendiri demi membuatku terkesan namun aku justru tidak bisa mengenalimu sama sekali. Aku tahu perasaanmu pasti sangat terluka saat itu. Dan aku..aku sudah mengatakan hal yang jahat padamu..”

_“Siapa yang mau menikah dengan namja sepertimu! Kau itu terlalu kaku dan tidak romantis!! Bahkan aku baru tahu bahwa kau juga kasar! Lagipula, kenapa kau mau menikahiku? Aku sudah tidak suci. kau tahu, aku sudah tidak perawan lagi.”_

Betapa bodohnya Nara saat itu. Ia bahkan tidak tahu betapa terlukanya hati Kyuhyun saat mendengarnya. Meskipun sebenarnya Kyuhyun yang merebut mahkota itu dari Nara, namun Nara mengenalinya sebagai Donghae, bukan Kyuhyun.

“Seperti yang kau tahu, aku namja pengecut Nara. Malam itu kau tampak sangat bahagia ketika bertemu dengan ku dalam penampilan baru. Awalnya aku mengira kau terkejut melihatku berubah. Namun anggapanku karena kau tidak mengenaliku sama sekali.” Gumam Kyuhyun sedih. “Apa kau sungguh-sungguh tidak mengenaliku saat itu?”
Nara menundukkan kepalanya. “Maaf.”
Kyuhyun tersentuh, lantas ia memeluk tubuh istrinya dengan lembut. “Gwaenchana. Lagipula salahku sendiri mengapa tidak berkata jujur” Ia terdiam sejenak. “Bagaimana perasaanmu ketika mengetahui hal itu? Apa kau marah, sedih, atau menyesal?” Tanya Kyuhyun penasaran. Nara tersenyum samar.
“Tidak ada. Aku hanya terdiam dengan pikiran entah kemana. Aku terlalu terkejut untuk marah, sedih, ataupun menyesal. Tapi ada satu perasaan yang langsung meluap dalam diriku kala itu” kenang Nara dengan pandangan menerawang.
“Apa?”
“Aku lega.”
Kyuhyun mengerutkan kening. “Lega?”
Nara mengangguk. “Saat itu perasaanku entah kenapa begitu lapang. Aku lega, ternyata..orang yang mengambil mahkotaku adalah dirimu. Bukan orang lain.” Ia tersenyum.
“Jadi, kau tidak marah padaku?”
“tidak. Lagipula semuanya sudah lewat lima tahun..”

Kyuhyun merasa sangat lega setelah mendengarnya. Rasanya seperti baru saja melepaskan beban berat di pundak yang membuatnya lelah berjalan selama ini. Kyuhyun mendesah lega lalu merenggangkan pelukannya. Ia menatap Nara cukup lama dalam diam. Hal itu membuat Nara gugup.
“Ke-kenapa Oppa menatapku seperti ini?” Kyuhyun tidak menjawab. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Nara lalu berbisik.
“Saranghae, Shin Nara…”
“Nado..”
Kyuhyun tersenyum cerah. Lalu merengkuh kembali gadis itu ke dalam pelukannya. Tak ada yang lebih melegakan di banding ini. Sekarang semuanya sudah jelas. Nara mencintainya dan tidak ingin kehilangannya. Tidak ada lagi perjanjian bodoh yang mengharuskannya pergi, ataupun Shin Nara yang membencinya. Inilah, inilah impiannya seumur hidup dan sekarang sudah terwujud. Kyuhyun merenggangkan pelukannya dan menyadari Nara menatap intens wajah Kyuhyun dengan ekspresi tak terbaca. Seperti ingin memastikan sesuatu dan Kyuhyun menyadarinya.
“Kau kenapa?” ia bertanya karena penasaran. Tangan istrinya terangkat mengelus pipi Kyuhyun dengan lembut.
“Oppa, maukah Oppa mengabulkan satu permintaan kecilku?” tanyanya halus, dengan sorot mata memohon. Bagaimana mungkin Kyuhyun tega menolaknya? Ia akan mengabulkan apapun permintaan Nara selama itu bisa membuatnya gembira.
“Katakanlah..” jawabnya dengan senyuman.

Kyuhyun mengerjap ketika ia merasakan kedua tangan Nara memegang pinggiran kacamatanya. Berniat melepaskan benda itu dari wajahnya.
“Aku ingin melihatmu tanpa kacamata ini..” lirihnya pelan. Sempat terjadi reaksi penolakan karena Kyuhyun masih merasa takut. Namun Nara berusaha meyakinkannya bahwa ia mencintai Kyuhyun apapun keadaannya. Hingga pada akhirnya, Kyuhyun merelakan diri kacamatanya terlepas.
Tanpa aba-aba Nara melepaskan kacamata yang bertengger di wajah Kyuhyun. Ia terpana, ini pertama kalinya ia melihat Kyuhyun tanpa kacamata tebal dan anggapannya selama ini benar, Kyuhyun memang sangat tampan tanpa kacamata ini. Dan mata itu..mata yang membuatnya terpesona saat di klub malam dulu. Senyumnya perlahan mengembang, menimbulkan desiran-desiran aneh dan membuat jantung Kyuhyun berdetak lebih cepat.
“Sudah kuduga, kau sangat tampan tanpa kacamata ini..” Belum sempat Kyuhyun membalas ucapan Nara, gadis itu merengkuh wajah Kyuhyun dan mendaratkan bibirnya tepat di atas bibir Kyuhyun. Memberinya ciuman yang hangat. Kyuhyun terkejut selama beberapa saat, namun dengan cepat ia membalas Nara dengan melingkarkan tangan di pinggangnya.

Mereka saling melepaskan kerinduan yang selama ini terpendam dan ini adalah ciuman pertama mereka yang disertai perasaan cinta, ketulusan, dan kasih sayang. Nara tersenyum di sela ciumannya. Dalam hati ia berterima kasih pada Neneknya karena sudah meninggalkan surat wasiat agar ia menikahi Kyuhyun. Jika tidak, mungkin sekarang ia masih berada di ‘dunia kegelapan’ dan Kyuhyun datang untuk menariknya keluar dari dunia kelam itu. Keduanya saling menjauhkan wajah untuk mengambil jeda sejenak, saling menatap satu sama lain.

“Aku lupa mengucapkan satu kata untukmu, Oppa..”
“Apa?”
“Selamat datang, kekasih hatiku..” ucap Nara lembut. Namja itu tersenyum dan mereka kembali tenggelam dalam kecupan dalam. Meluapkan kerinduan dan rasa cinta yang sudah lima tahun tak tersalurkan.

Tidak ada yang lebih indah di dunia ini selain dua orang manusia yang saling menyayangi. Bukankah cinta datang untuk membahagiakan seseorang? Bahkan di saat seisi dunia menjauhi, bila kita masih memiliki cinta, maka selama itu pula kita akan baik-baik saja.

.
.
.
.
.
.
.
.

Di suatu pagi..

Nara mengerjapkan matanya ketika mendengar suara pintu kamarnya diketuk dengan cepat oleh seseorang. Ia menoleh ke arah pintu yang memang terkunci sejak malam. Jam berapa sekarang? Ia meraih jam yang berdiri di atas nakas lalu melihatnya. Ya Tuhan, sekarang baru jam dua pagi dan orang bodoh mana yang mengetuk pintu kamar selarut ini? Ia baru akan bangkit dari tempat tidur ketika merasakan sepasang tangan merengkuh pinggangnya, menahannya agar tidak beranjak dari sana.
“Biarkan saja..” ucap suara serak yang masih terbaring manis di sisinya. Nara menoleh ke arah suaminya, Kyuhyun yang tadi berbicara dengan mata terpejam.
“Tapi itu mungkin Hyun Ji, Oppa.. kau tahu bukan dia selalu bangun tengah malam..”
Kyuhyun membuka matanya, mendesah pelan lalu mendudukkan diri di atas ranjang.
“Lalu apa yang akan kau lakukan?” tanyanya terdengar frustasi.
“Mengajaknya tidur bersama kita.”
Kyuhyun berdecak sebal. “Lalu kapan dia akan tumbuh dewasa? Sudah biarkan…saja..”

Tok..tok..tok..

Nara tersentak mendengar pintunya kembali diketuk. Ia ingin turun namun Kyuhyun malah menariknya jatuh ke atas ranjang lalu menindihnya. Nara membelalakkan matanya kaget.
“Oppa, bagaimana dengan Hyun Ji..”
Kyuhyun bukannya menjawab justru menyeringai. “Dia akan paham dengan sendirinya, bahwa jika malam sudah tiba lebih baik tidak mengganggu Appa dan Eommanya karena mereka akan sangat sibuk..” tangannya merapikan rambut Nara yang jatuh di wajahnya. Tangan Kyuhyun dengan perlahan menelurusi lekukan wajah Nara yang selalu tampak sempurna di matanya. Nara tertegun merasakan sentuhan halus Kyuhyun. jantungnya bertalu cepat dan ia menebak-nebak kira-kira apa yang akan dilakukan Kyuhyun padanya.
Menyadari Nara sudah pasrah, matanya menutup dan mulai muncul desahan halus dari bibir merahnya itu Kyuhyun kembali mengulum senyum.
“Aku jadi terpikir satu ide bagus, Nara..” rayu Kyuhyun dan Nara merasakan firasat aneh karena kini Kyuhyun justru mendekatkan wajahnya.
“Bagaimana kalau kita memberikan si kembar seorang adik?”

Nara mengerjap dan tangannya yang sejak tadi terkulai lemah di sisi tubuhnya terangkat merapatkan selimut untuk menutupi tubuhnya. Bagaimana Kyuhyun bisa berpikir semesum itu setelah beberapa jam yang lalu mereka melakukannya?
“Bagaimana, deal??” tanya Kyuhyun menggoda. Ia sengaja membelai tengkuk Nara, tempat sensitif di tubuh istrinya itu. ia benar-benar tidak bisa menahan diri lagi.
“I-itu..” ucapan Nara terpotong karena Kyuhyun sibuk mengulum bibir bawahnya. Awalnya ia menolak karena masih lelah namun tindakan Kyuhyun selalu berhasil menaikkan kembali gairahnya. Akhirnya Nara kembali pasrah. Tangannya memeluk erat leher Kyuhyun dan malam itu mereka kembali melanjutkan kegiatan indah sebagai suami-istri.

Di luar..

“Appa..Eomma..” lirih Hyun Ji putus asa. Ia mengerucutkan bibirnya lalu berbalik dari depan pintu kamar orang tuanya. Ia hanya menghela napas ketika berpapasan dengan Yoo Ra di dekat pintu kamarnya.
“Sudah kubilang, Eomma tidak akan membukakan pintu. Kenapa tidak percaya..” ucapnya sambil melipat kedua tangannya seperti orang dewasa. Padahal usianya baru enam tahun tapi Yoo sudah bertingkah seperti ia adalah kakaknya.
“Huh, aku tidak suka tidur sendiri..” dengus Hyun Ji. Yoo Ra tersenyum lalu mendekati Hyun Ji.
“Kan sudah ada aku.. ayo..” Yoo Ra menarik tangan saudaranya itu. lalu mereka tidur di kamar Yoo Ra. Hyun Ji lebih suka memeluk guling sedangkan Yoo Ra memeluk boneka Mickey Mouse kesayangannya.

“Eomma..Hyun Ji Oppa menyisakan sayurnya lagi..”
“Kalau begitu kau makan saja semuanya..”
“Shireoo..aku sudah kenyang..”

“Ckckck..kenapa mereka suka sekali berdebat saat sarapan?” desah Kyuhyun sambil menatap ke arah anak-anaknya yang sedang beradu argumen di meja makan. Hyun Ji tetap bersikukuh memindahkan sayuran yang tidak dimakannya ke piring Yoo Ra sementara gadis itu menolaknya mentah-mentah.
Kyuhyun menggelengkan kepala karena kejadian ini bukan pertama kalinya. Bahkan hampir setiap pagi si kembar itu saling berdebat. Ada saja hal yang selalu membuat keduanya berisik. Namun baik Kyuhyun maupun Nara tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali. Mereka justru merasa senang karena rumah terasa ramai.
“Biarkan saja Oppa.” Nara menghampiri Kyuhyun yang sedang memasangkan dasinya. Kyuhyun tersenyum dan membiarkan Nara mengambil alih memakaikan dasi di lehernya.
“tapi bukankah itu salahmu juga, Oppa..” tiba-tiba Nara berkata sambil tetap menyimpulkan dasi itu. Kyuhyun mengerutkan kening.
“Wae?”
Nara mengisyaratkan matanya agar melirik ke arah anak-anak mereka. “Kebiasaan Hyun Ji menyisakan sayurannya bukankah itu dia dapat darimu..”
Kyuhyun mendengus. “Aigoo..Yoo Ra juga suka sekali makan salad bukankan karena kebiasaanmu juga..”
Nara tertawa. “Itu membuktikan mereka memang anak kita. Jadi untuk apa mempermasalahkannya..” bersamaan dengan itu ia selesai menyimpulkan dasi Kyuhyun. Ia sedikit menarik dasinya, membuat tubuh Kyuhyun condong ke arahnya. Matanya menatap lurus bola mata Kyuhyun.
“Rasanya satu kecupan di pagi hari tidak masalah..” Nara mengerlingkan matanya. Sesaat Kyuhyun mengerjapkan matanya. ia terkejut, namun senang.
“Dengan senang hati..” Kyuhyun mencium Nara segera, setelah mengatakannya. Mereka sesaat tenggelam dan sibuk menikmati cumbuan pagi itu hingga akhirnya tiba-tiba Nara tersentak kaget.
“Omo..” matanya melebar.
“Kenapa lagi?” erang Kyuhyun tidak rela jika kegiatan mereka tadi terganggu. Nara memberontak dari pelukan Kyuhyun lalu berpaling ke arah dapur.
“Aku sedang memasak sup..” ia berlari menghampiri masakannya yang sempat terlupakan tadi. Nara menghela napas lega, ternyata sup itu tidak apa-apa. Ia mengaduk-aduk sup itu sambil sesekali mencicipinya. Ia benar-benar menikmati tugasnya sebagai seorang istri dan ibu. Sejak Kyuhyun kembali, perusahaan di ambil alih olehnya dan namja itu menerapkan lagi peraturan mutlaknya bahwa Nara harus mengurus keluarga. Urusan perusahaan serahkan saja padanya.

Kyuhyun menarik bibirnya membentuk senyuman. Kakinya perlahan mendekati Nara lalu memeluknya dari belakang.
“Ternyata sup-mu itu lebih penting dariku..”
Tangan Kyuhyun sudah melingkar di pinggang Nara, sedikit mengejutkannya. Kyuhyun menyandarkan dagunya di bahu Nara.
“Oppa, kau belum berangkat ke kantor?” tanya Nara tanpa mengalihkan pandangannya.
“Lanjutkan dulu yang tadi setelah itu aku pergi..” bisik Kyuhyun di telinganya.
“Ini sudah siang, Tuan Cho..jangan lupa antarkan anak-anak dulu ke sekolah..” Nara bukan ingin menolaknya, hanya saja waktu memang sudah siang dan ia tidak ingin si kembar terlambat ke sekolah.
“Kau menolakku, huh?” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. Nara hanya tersenyum dan itu benar-benar membuat Kyuhyun jengah. Ia menggelitiki pinggang Nara sebagai balasannya.
“Ahhaha.. Oppa hentikan..” Nara tertawa geli dan berkat ulah Kyuhyun, pagi itu mereka terlambat.

Sementara itu…

“Sudah kubilang, Appa dan Eomma itu sering melupakan kita jika sudah berduaan..” bisik Hyun Ji pada Yoo Ra. Mereka sudah hampir lima belas menit menunggu di mobil. Yoo Ra mengangguk setuju.
“Ah..menyebalkann..”

The END

457 thoughts on “Kanpeki Na Bad Girl (Part 12B-End)

  1. kasihan si kembar yg terlupakan .. akhirnya selesai jga baca nya .. maaf tour baru bisa comment di part akhir ini.. ff nya bagus bngt tour di part terakhir ini suka sama sikap sikembar yg ngegemesin bngtt ..
    akhirnya happy ending setelah melalui banyak lika liku kehidupan ..🙂

  2. Ping-balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s