Kanpeki Na Bad Girl (Part 12 A)

Tittle : Kanpeki Na Bad Girl Part 12 A
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast :

  • Shin Nara
  • Cho Kyuhyun

Disclaimer : This FF is mine. don’t copy paste or re-post without my permission !!

Warning : typo bertebaran

Author pengen banget ngucapin terima kasih yang sebesar-besarnya pada seluruh reader yang setia baca FF aku sampai detik ini. Tanpa partisipasi kalian kerja keras author takkan pernah berarti *bow*

Happy reading ^^

Kanpeki Na Bad Girl by DhaKhanzaki

——–o0o——–

Seoul, South Korea

Kilatan-kilatan cepat yang berasal dari kamera foto menghujani sosok cantik yang berdiri di atas sebuah podium. Penonton yang hadir di acara peresmian hotel baru Shin Corp itu bertepuk tangan setelah sang CEO, Shin Nara meresmikan hotel baru tersebut. Shin Nara tersenyum hangat lalu turun dari atas podium setelah selesai memberikan pidato singkat.

Acara pembukaan telah selesai, ia menyapa beberapa koleganya sambil sesekali berbincang. Ruangan aula itu dipenuhi oleh tamu undangan yang sekarang tengah bercengkrama sambil menikmati hidangan. Nara menyingkir sebentar dari keramaian karena ponselnya berdering.

“Yeobseo..” jawabnya segera setelah berada di pintu keluar aula.
“Nara, Hyun Ji hilang..” begitu Nara menjawab telepon, terdengar suara Eommanya yang berkata dengan nada panik. Nara membelalak seketika.
“Mwo? Bagaimana bisa, Eomma?” sela Nara kaget. Ia segera berjalan keluar aula dengan ponsel tetap menempel di telinga. Eommanya bilang, Hyun Ji—putranya menghilang karena lepas dari pengawasan. Nara memang menitipkan putranya itu pada Eommanya selama pesta pembukaan berlangsung. Ibu mana yang tidak panik mendengar anaknya menghilang. Hatinya tidak akan tenang sebelum melihat putranya baik-baik saja. Yang membuatnya cemas adalah, Hyun Ji sering kali tidak terlalu menghiraukan keberadaannya di mana. Apalagi jika tangannya memegang PSP. Ia segera mencari Hyun Ji di sekitar hotel itu. Mudah-mudahan saja perginya tidak terlalu jauh.

—o0o—

Seseorang baru saja turun dari mobil Mercedez Benz SLR hitam metalik. Senyumnya mengembang sempurna dan kepalanya mendongak ke arah gedung pencakar langit yang ada di depannya. Ia berjalan memutari mobilnya untuk membukakan pintu lain. Seorang gadis cilik dengan wajah riang dan penuh rasa ingin tahu turun. Ini pertama kalinya ia menginjakkan kaki kembali di Korea setelah lima tahun meninggalkan negara tempatnya dilahirkan. Mata kecilnya menelisik ke setiap sudut dengan binar mata gembira. Ini benar-benar tempat baru yang membuat jiwa gadis itu penasaran sekaligus senang.

“Appa..air mancurnya indaaahhh..” Yoo Ra berceloteh sambil mendongak ke arah Kyuhyun, sang ayah. Tangan mungilnya menunjuk-nunjuk kolam air mancur yang terdapat di depan gedung begitu mereka turun. Kyuhyun berhenti menatapi gedung mewah di depannya lalu beralih menatap putri cantiknya. Ia hanya tersenyum sambil mengusap puncak kepala putrinya lembut lalu menuntunnya berjalan memasuki hotel mewah di depannya.

Ketika kakinya menginjak lobi hotel dan berjalan, ia tersenyum dengan kepala menengadah ke sekitar lobi hotel yang glamor dan klasik. Ini adalah hotel yang baru saja diresmikan perusahaan milik istrinya. Ia mengetahui hal itu dari Eommanya. Dan Kyuhyun berencana memberikan kejutan pada istrinya itu hari ini. Sepanjang perjalanan, ia mulai memikirkan bagaimana reaksi Nara ketika melihatnya kembali.

Semenjak turun dari pesawat, debaran jantungnya tak kunjung menormal. Entah ini karena perasaannya yang terlampau gembira karena akan bertemu Nara setelah lima tahun, atau karena kegugupan dan bingung ketika bertemu nanti ia akan berkata apa, atau harus melakukan apa. Yang pasti ia sangat bahagia. Terlebih Yoo Ra. Ini pertama kalinya Kyuhyun mengajak Yoo Ra kembali ke Negara tempatnya dilahirkan. Ia sengaja melepaskan tangan Yoo Ra dari genggamannya. Gadis cilik itu berjalan ke sana kemari, tidak mau diam.

“Yoo-chan, jangan pergi jauh-jauh..” seru Kyuhyun. Yoo Ra mengangguk lalu duduk di salah satu kursi yang tersedia di lobi sementara Kyuhyun berjalan menuju meja resepsionis.
“Permisi, aku ingin bertemu dengan Direktur Shin..” ucap Kyuhyun pada resepsionis.
“Sebentar Tuan..” resepsionis itu mencoba menghubungi lewat telepon. Sementara menunggu, Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekitar tempatnya berada. Senyumnya tidak pernah menghilang dan Kyuhyun tidak pernah merasakan sensasi gugup, berdebar, dan bahagia seperti yang ia rasakan sekarang. Ia akan bertemu Shin Nara. setelah lima tahun tidak menatapi wajah cantik istrinya itu akhirnya sekarang tiba waktunya untuk kembali menikmati sosok menawan yang sudah membuatnya terpikat.
“Aku penasaran bagaimana reaksinya nanti.” Gumamnya. Ia menoleh ke sudut ruangan, tepat ke arah sofa set yang tadi diduduki Yoo Ra. Ia mengerjap kaget. Alangkah terkejutnya ketika ia menyadari Yoo Ra tidak ada di sekitarnya. Sosok putri kecilnya itu menghilang entah kemana. Seketika perasaan panik melanda diri Kyuhyun.

“Yoo Ra..!!” Kyuhyun segera berlari mencari putrinya.

—o0o—

Nara mencari Hyun Ji hingga ke tempat yang sekelilingnya di penuhi pohon-pohon kecil dan rindang, menyerupai taman di dalam gedung. Masih, di dalam hotel mewah itu. Hatinya was-was sebelum berhasil menemukan putra tercintanya yang menghilang di hotel seluas itu.
“Hyun Ji..” lirihnya cemas. Ia mengedarkan pandangannya ke sekitar.

“Appa… Hiks..”

Langkah Nara terhenti ketika ia mendengar suara gadis kecil menangis. Tak jauh di dekatnya, berdiri seorang gadis kecil yang memakai baju warna putih, bando warna putih, dan ada tas punggung berbentuk boneka Mickey mouse di punggungnya. Entah kenapa tanpa pikir panjang ia segera menghampirinya.
“Anak manis, kenapa kau sendirian di sini? Mana orang tuamu?” Tanya Nara lembut. Gadis kecil itu masih terisak.
“Appa..Yoo-chan kehilangan Appa..” lirihnya dengan airmata berlinang. Nara merasa simpati melihatnya. Kasihan sekali, anak selucu ini kehilangan Ayahnya.
“Aigoo.. Jangan menangis, sayang..” Nara berjongkok lalu mengeluarkan sapu tangan untuk mengusap airmata di pipinya. Ketika tangannya menyentuh wajah gadis cilik itu, Nara merasa ada sesuatu yang menjalar meresapi kulitnya, membuatnya tersentak. Ini adalah sesuatu yang asing namun terasa begitu familiar. Firasat apa ini? Ia tertegun menatap gadis cilik di hadapannya. Mengapa rasanya ia familiar sekali padahal ia yakin tidak pernah melihat gadis ini sebelumnya. Tanpa sadar ia tertegun. Gadis ini…
Nara terdiam sejenak, ia menggelengkan kepala cepat. Kenapa tiba-tiba saja dalam otaknya terlintas pikiran bahwa ia mengenal gadis ini. Ia lalu kembali mengusap airmata di pipi chubby gadis cilik itu.
“Ayo, Bibi bantu cari Ayahmu..” ucap Nara sambil tersenyum. Gadis cilik itu mengangguk lalu nara segera menggendongnya.

Kembali, rasa aneh itu menghinggapi dirinya. Sebenarnya apa yang sedang ia rasakan sekarang? Sesekali Nara memperhatikan gadis cilik ini. Mengapa ia merasa begitu mengenal anak ini? Apa mungkin ia pernah bertemu dengannya di suatu tempat?

—o0o—

“Yoo-chan..kenapa kau membuat Appa panik..” lirih Kyuhyun khawatir. Ia terus mengedarkan pandangannya ke sekitar. Yang membuatnya sepanik ini karena Yoo Ra anak yang lincah dan rasa ingin tahunya tinggi sekali. Bisa saja gadis itu pergi ke suatu tempat yang menurutnya sangat asing dan itu membuatnya tertarik. Dan hotel ini begitu asing dan baru bagi gadis kecil sepertinya.

Kyuhyun terdiam sejenak. Ia menatapi daerah sekitarnya namun tidak menemukan sosok putri ciliknya selain orang-orang dewasa yang melintas.
“Ahjussi..”
Kyuhyun tersentak kaget karena ada seorang anak kecil yang menarik-narik ujung mantel panjangnya. Ia menolehkan pandangannnya ke samping, tepat ke arah bocah laki-laki yang memasang tampang memelas. Ketika matanya bertemu pandang dengan mata memohon anak kecil itu, desiran aneh menelusupi dirinya begitu saja. Aneh sekali. Melihat wajah anak itu, entah kenapa Kyuhyun langsung teringat pada Yoo Ra.
“Ada apa nak?” Tanya Kyuhyun ramah. Ia berjongkok di depannya. Anak laki-laki itu menunjuk ke arah sebuah sofa set yang ada di sudut ruangan.
“PSPku jatuh ke bawah kursi itu. Apa Ahjussi mau membantuku mengambilnya? Tanganku terlalu pendek untuk mengambil PSP yang jatuh ke sana..” ucapnya jujur dan polos, khas anak kecil.

Kyuhyun mengerjap sekaligus takjub dengan kelancaran dan kepintaran anak kecil ini berbicara. Bahasa yang digunakannya terlalu terlalu rumit dan bagus untuk anak seusianya.
“Baik, ayo..” Kyuhyun tanpa pikir panjang segera menuju sofa set yang dimaksud, lalu menggeser sedikit sofa itu.
“Aaaa.. PSPku!!!” teriak anak kecil itu girang ketika melihat PSPnya setelah Kyuhyun menggeser sofa. Ia segera meraihnya dan dengan mata berbinar ia menatap Kyuhyun yang sekarang tengah mengembalikan sofa itu ke tempat semula.
“Ahjussi, jeongmal kamsahamnida..” anak kecil itu membungkukkan badannya sebentar.
Kyuhyun tersenyum simpul. Anak ini benar-benar lincah. “Kau tidak bersama orang tuamu?”
Anak kecil itu seakan tersadar, ia tersentak. “Aaa…Eomma..!!!” serunya. “Aku sedang mencari Eomma..” lirihnya lalu melirik kiri dan kanan seperti mencari sesuatu. Kyuhyun ikut menoleh ke kiri dan kanan meskipun ia tidak tahu seperti apa wajah bocah laki-laki ini. Tepat saat itu, detik itu ia melihat pemandangan yang mampu membuat seluruh kerja syaraf di tubuhnya berhenti total. Ia melihat sosok cantik sedang berjalan ke arahnya sambil menggendong seorang anak kecil. Batinnya berteriak memanggil namanya. Namun bibirnya tidak sinkron bahkan nyaris kelu tak bergerak. Otaknya bahkan memerintahkan tubuhnya untuk berlari memeluknya, namun kaki dan tangannya seperti terpaku di tanah, tak berpindah sesenti pun.

Shin Nara.. ia menemukan Shin Nara..

Pemandangan di sekitar gadis itu tampak mengabur dan tak ada yang menjadi obyek pandangannya lagi selain gadis itu. Ia benar-benar merindukannya. Ia ingin berlari memeluk gadis itu. Merengkuhnya sekuat tenaga dan tak akan pernah melepaskannya kembali. Bolehkah, bolehkah ia melakukannya.

Ketika otaknya kalang kabut dan kinerja tubuhnya kacau balau, tepat saat itu juga Shin Nara mengangkat wajahnya dan pandangan mereka bertemu. Kyuhyun terpaku, ia melihat kilatan kaget dari sorot mata Nara yang menghujam tepat ke jantungnya. Membuatnya kembali kaku. Ia terkesiap menyadari Nara pun terpaku menatapnya. Waktu pun terasa berhenti.

—o0o—

Anak ini benar-benar lucu. Entah berapa kali Nara mencubit gemas pipinya karena celotehannya yang terlalu polos dan jujur, khas anak kecil. Beruntung sekali siapapun orang tua dari anak ini. Dia sangat pintar berbicara. Sesaat ia melupakan bahwa dirinya sekarang sedang mencari Hyun Ji. Anehnya Nara justru merasa tenang. Dan ia merasakan sebuah firasat. Bukan firasat buruk melainkan firasat baik. Ia merasa seperti bertemu dengan seseorang hari ini. Tapi siapa?

“Kalau melihat Appamu, beritahu Ahjumma oke..”
Gadis yang ada di pangkuan Nara itu mengangguk lalu tersenyum manis. Entah kenapa senyum lugunya membuat Nara teringat pada cara Hyun Ji tersenyum.

“Eomma..”

Nara terhenti sejenak ketika mendengar suara Hyun Ji. Kepalanya tertoleh ke arah suara dan senyumnya pun mengembang melihat putranya itu baik-baik saja. Entah siapa yang sekarang sedang berdiri di samping putranya. Ia berjalan mendekat namun langkahnya kembali terhenti ketika pria di samping Hyun Ji menolehkan kepala tepat ke arahnya.

Cho Kyuhyun.

Dunia di sekitar Nara terasa mengabur dan waktu berhenti detik itu juga. Apa matanya tidak salah lihat? Bukankah yang berdiri di samping Hyun Ji itu adalah Kyuhyun? Nara tidak mungkin salah mengenali. Matanya tidak mungkin salah melihat. Sosok yang berdiri dengan mantel panjang berwarna hitam itu adalah Kyuhyun. Nara mengenal dengan jelas siluet tubuh Kyuhyun. Seluruh tubuhnya terasa kaku dan jantungnya berdebar kencang.

Sama halnya dengan Nara, Kyuhyun pun tampak membeku di tempatnya berdiri. Mereka saling memandang, tanpa bersuara sedikitpun. Mereka seperti memastikan penglihatan masing-masing. Mungkinkah, apa yang sedang disaksikan mereka sekarang hanyalah fatamorgana? Atau sebuah ilusi optik yang diakibatkan oleh rasa rindu dalam dirinya.
“Shin Nara..” Lirih Kyuhyun.
Nara tersentak dan ketika telinganya mendengar suara Kyuhyun, pandangannya mengabur dan jantungnya berdetak kencang. Ia tidak salah lihat. Namja di depannya memang Kyuhyun. Dia Cho Kyuhyun. Dia suamimu yang pergi lima tahun lalu. Berbagai bisikan terdengar nyaring di dalam telinganya. Dan tubuhnya bergerak tanpa perintah, seolah mendapatkan dorongan tersendiri untuk menghampiri Kyuhyun. Ia menurunkan Yoo Ra tanpa melepaskan pandangannya sedikitpun dari Kyuhyun. Kakinya bergerak dengan sendirinya, berjalan agak cepat dengan airmata meleleh di sepanjang pipinya.

Kyuhyun belum sempat menyiapkan diri ketika sosok cantik itu berlari ke arahnya. Ia bahkan masih tidak mampu menyeimbangkan antara kerja otak dan tubuhnya ketika Nara menghambur memeluknya dengan erat.
Matanya mengerjap beberapa kali dan ketika menyadari semua ini adalah nyata, Kyuhyun tidak kuasa untuk menahan rasa terharunya. Jantungnya berdetak cepat dan dadanya terasa sesak.
“Oppa…Kyuhyun Oppa kau kembali!!” suara Nara terdengar lirih di telinganya. Kyuhyun merasa teramat lega. Ini kenyataan. Sekarang Shin Nara tengah memeluknya setelah lima tahun kehangatan itu tidak ia rasakan. Tak henti-hentinya Kyuhyun mengucap syukur dalam hati begitu merasakan pelukan Nara. Bibirnya tertarik membentuk lengkungan senyum gembira sementara sudut matanya mengalirkan airmata.
“Jangan menangis..” Kyuhyun membalasnya dengan suara serak. Tangannya ia lingkarkan mengelilingi tubuh Nara. Mendekap tubuh gadis itu dengan erat seolah akan menghilang jika ia tidak melakukannya. Nara terisak, lalu merenggangkan sedikit pelukannya. Ia mengangkat wajahnya dari bahu Kyuhyun untuk menatap wajah suaminya itu dari jarak sedekat mungkin. Kyuhyun tersenyum padanya, bahkan setelah lima tahun berlalu pria ini tidak berubah sama sekali. Melihat wajah Kyuhyun, entah kenapa timbul perasaan jengkel, geram, sesak, gembira, dan rindu dalam hatinya.
“Kenapa baru kembali! Oppa tidak tahu jika aku mencemaskanmu selama lima tahun ini!! Kenapa baru kembali dasar Cho Kyuhyun pabo!!!!” Nara memukul pelan dada Kyuhyun di sela isakan tangisnya. Ia lalu kembali memeluk namja itu.

Kyuhyun terkekeh pelan di sela tangisnya, entah apa yang ditertawakan. Ia hanya merasa terlalu senang karena tahu Nara begitu mencemaskannya, dan terharu juga. Matanya perlahan terpejam meresapi pertemuan ini. Benar-benar sudah lama. Ia hampir saja melupakan hangatnya tubuh gadis ini. Dan kini ia tahu. Ah, beginilah rasanya.
“Dan kau bertambah cantik dari yang terakhir kali kulihat.” Bisik Kyuhyun, bermaksud membuat gadis itu semakin terharu. Namun pada kenyataannya Nara justru mengerutkan kening.
“Setelah lima tahun, hanya itu yang kau ucapkan?” tanyanya, sedikit menyindir. Kyuhyun tersenyum kembali.
“Tentu saja tidak, banyak sekali yang ingin kuucapkan. Aku hanya bingung harus memulainya darimana” ia terdiam sejenak menatapi wajah Nara. Ia menyadari desiran-desiran bahagia masih menjalari dirinya setiapkali matanya bertemu dengan mata indah Nara.
“Tapi aku mempunyai satu cara untuk mengungkapkan isi hatiku dengan cepat” Tanpa sadar, ia mendekatkan wajahnya lalu mendaratkan bibirnya di permukaan bibir gadis itu. Mengecupnya ringan, setelah itu kembali menjauhkan wajahnya. Seluruh kulit wajah Nara terasa memanas. Ia bisa merasakannya, dari ciuman singkat tadi ia bisa merasakan segurat rasa rindu yang mendalam. Kyuhyun merindukannya, begitupula dirinya.

Mereka berdua tertawa kemudian, hampir melupakan dua makhluk cilik yang sejak tadi memperhatikan mereka dengan ekspresi bingung. Otak kecil mereka masih mencerna apa yang sebenarnya tengah dilakukan orang dewasa di depannya.

“Appaaa!!!” serunya memanggil Kyuhyun. Ia memeluk kaki Kyuhyun membuat namja itu mengerjap. Begitu pula yang dilakukan Hyun Ji. Ia menarik-narik ujung gaun selutut yang dipakai Nara. Ia tidak suka jika ibunya di kuasai oleh ahjussi asing itu.

Baik Nara maupun Kyuhyun terkesiap sesaat dan saling pandang. Mereka seperti tersadarkan dengan apa yang mereka lakukan tadi. Bermesraan di tempat umum dan melupakan anak-anak? Pandangan Nara tertoleh ke arah gadis cilik tadi yang digendongnya. Kenapa gadis itu memeluk kaki Kyuhyun?
Menyadari ekspresi Nara, Kyuhyun tersenyum lalu mengangkat Nara ke dalam gendongannya.
“Dia Yoo Ra Kita, Nara..” ucap Kyuhyun disertai senyum lebar. Nara mengerjap. pandangannya bergantian memperhatikan gadis cilik yang digendong Kyuhyun dan Kyuhyun sendiri. jadi, jadi anak kecil yang dikira begitu familiar baginya adalah Yoo Ra, bayi kecil yang lima tahun tidak pernah dilihatnya? Seketika perasaan haru menyeruak dalam relung hatinya yang terdalam. Sekarang matanya berkaca-kaca menatapi gadis cilik itu. Pantas saja ia merasa sangat mengenal gadis ini. Itu adalah firasatnya sebagai seorang ibu. Anak kecil itu adalah putrinya. Anak perempuannya.
“Yoo Ra..” lirih Nara dengan suara serak. Ia segera memeluk gadis cilik itu. Ia merasa lega sekaligus senang karena akhirnya bisa melihat putri kecilnya. Siapa sangka, sekarang bayi mungil yang dilahirkannya sudah tumbuh menjadi gadis cilik yang menggemaskan seperti ini.
Yoo Ra kebingungan. Ia menatap Nara dengan raut heran. Kyuhyun mengusap puncak kepala Yoo Ra lalu tersenyum. “Itu Eomma, sayang..”

Mata bulat Yoo Ra berputar cepat ke arah Nara yang menggendongnya. “Eomma..” serunya riang. Tak bisa dipungkiri gadis kecil itu pun merasa bahagia karena akhirnya bisa bertemu dengan ibu yang hanya bisa ia lihat di foto saja. tangan kecilnya memeluk leher Nara dengan erat. “Eomma..Eomaa..” teriaknya riang, khas anak kecil.

Ini adalah moment terindah bagi Kyuhyun karena bisa mempertemukan Yoo Ra dengan ibunya. Sementara Nara yang sibuk melepas rindunya, ia melirik pada anak laki-laki yang sejak tadi di diamkan. Kyuhyun tertegun sejenak memandangi anak kecil itu, kenapa ia tidak menyadarinya tadi? bukankah dia adalah anak laki-lakinya? Kyuhyun berjalan mendekati anak itu lalu menggendongnya. Biasanya ia selalu menolak jika berdekatan dengan orang asing. Tapi entah kenapa Hyun Ji diam saja saat Kyuhyun memeluknya. Ia justru merasa akrab.
“Kau Hyun Ji, bukan..” ucapnya pada Hyun Ji yang merengut heran. Kepalanya mengangguk.
“Aku Appa-mu sayang..” Kyuhyun mencubit gemas pipi bocah lelaki itu. Hyun Ji mengerjapkan matanya.
“Appa?” tanyanya, terdengar takjub. Kyuhyun mengangguk. Ia menatapi wajah Hyun Ji. Anak ini memang putranya. Ia seperti melihat bagaimana dirinya saat kecil dulu ketika menatap wajah anak ini. Perlahan-lahan, senyum di bibir Hyun Ji mengembang.
“Akhirnya Hyun Ji bisa melihat Appa juga..” ujarnya membuat Kyuhyun terharu. Mata bocah itu begitu berbinar, menunjukkan rasa rindu padanya.

“Hyun Ji, ini adikmu.. Yoo Ra..” sela Nara sambil menurunkan Yoo Ra. Kyuhyun pun melakukan hal yang sama. Sekarang giliran mereka mempertemukan saudara kandung yang terpisah lima tahun itu.
“Yoo Ra, ini Hyun Ji..Oppamu..” ucap Kyuhyun. Gadis cilik itu tersenyum kala matanya bertemu pandang dengan mata Hyun Ji. Ini pertama kalinya ia merasa begitu tertarik ketika bertemu dengan anak kecil seusianya. Seperti tertular, Hyun Ji pun tersenyum lalu mengulurkan tangannya. Yoo Ra menyambutnya dengan gembira. Mereka saling melempar senyum, entah apa maksudnya. Nara dan Kyuhyun hanya menatapi tingkah lucu anak-anak mereka dengan perasaan gembira.

Akhirnya, setelah lima tahun berlalu keluarga kecil ini berkumpul juga.

—o0o—-

“Omo, Kyuhyun-ah. Akhirnya kau kembali..” Eomma Nara berteriak histeris begitu melihat menantunya datang bersama Nara. Ia tadi hampir saja mati kelimpungan karena cemas mencari Hyun Ji yang hilang. Siapa yang menyangka ternyata hari ini ia akan bertemu kembali dengan Kyuhyun setelah lima tahun tidak berjumpa.
“Eomma, kau semakin cantik dari yang terakhir kulihat..” puji Kyuhyun setelah memeluk Eomma sekilas.
“Kau masih sama seperti dulu, suka sekali memuji..” Pipi Eomma merona dipuji cantik oleh menantunya sendiri.

Nara tersenyum simpul, sekarang ia tahu kenapa Eomma dan Appanya begitu menyukai Kyuhyun. Namja itu selalu mencoba untuk membahagiakan siapapun. Dirinya saja dulu selalu salah paham dengan semua sikap baik Kyuhyun padanya.

“Kau cucuku.. aigoo, neomu yeppeo..” Eomma memeluk Yoo Ra dengan erat begitu mengenali gadis kecil yang bermain-main dengan Hyun Ji. Ia bisa langsung mengenali karena gadis itu mirip sekali dengan Nara ketika masih kecil dulu.

Sementara anak-anak mereka asyik bermain dengan neneknya, kesempatan ini dipakai Nara dan Kyuhyun untuk berjalan-jalan berdua di sekitar taman hotel. Mereka berjalan santai selayaknya anak remaja yang sedang berkencan. Berjalan berdampingan dengan tangan saling mengait satu sama lain. Terasa sedikit canggung, namun ini membuat mereka bisa merasakan kerinduan dari sentuhan kulit. Nara memang tidak terlalu membutuhkan obrolan panjang saat ini. Ia hanya ingin meresapi kebersamaannya dengan Kyuhyun.

“Apa aku sudah bilang, kalau kau bertambah cantik dari lima tahun yang lalu?” ucap Kyuhyun tiba-tiba. Nara tersentak dari lamunannya lalu menoleh ke arah Kyuhyun yang tersenyum. Semburat rona merah menghiasi pipinya seketika.
“Sudah berapa banyak pria yang mendekatimu selama aku pergi?” tambahnya. Nara menghentikan langkahnya.
“Kenapa Oppa bertanya perkara tidak penting seperti itu?” debatnya heran. Kyuhyun mengendikkan bahu.
“Just curious..”
Nara mengangguk lalu memiringkan kepalanya. “Mungkin sekitar lima belas..” ucapnya sambil mencoba menghitung dengan jari. Kyuhyun mengerjap kaget.
“Sebanyak itu?” tanyanya dengan nada histeris yang membuat Nara gusar setengah mati. Ia tidak menyangka ucapannya telah menyinggung perasaan Kyuhyun. Sedetik kemudian ia tersenyum, melingkarkan tangannya di pinggang Nara lalu menyandarkan dagunya di pundak kiri istrinya itu.
“Ah, aku lupa kalau aku menikahi wanita yang sangat cantik. Bodohnya aku meninggalkan wanita secantik ini sendirian. Tentu saja akan banyak pria yang memanfaatkan kesempatan.”
Nara terkekeh kecil. Ia memegang tangan Kyuhyun yang melingkar di perutnya.
“Lalu bagaimana denganmu, Oppa? Kau tinggal di mana selama pengobatan? Kenapa baru sekarang kembali? Aku sudah pernah mencarimu, tapi tidak berhasil menemukanmu di manapun.”

Kyuhyun mendesah lalu membalikkan tubuh Nara menghadapnya. Ekpresinya sekarang tidak sehangat tadi. Kini ekspresi itu berganti dengan raut yang lebih serius dari sebelumnya. Nara merasa menemukan rona bersalah di dalam iris mata cokelat Kyuhyun.
“bukankah sudah kukatakan untuk tidak mencariku?” tanya Kyuhyun sambil menatap langsung mata Nara.
“Iya, tapi apa alasannya?”
Kyuhyun terdiam kembali. “Mengertilah, Nara. Aku hanya tidak ingin menyusahkanmu” suara Kyuhyun terdengar begitu pelan dan dalam. “Pengobatan yang kujalani di luar negeri butuh kesabaran dan aku tidak ingin ini membuatmu merasa terbebani. Aku pergi karena aku ingin memberimu waktu.”
“Waktu?”

to be continued..

138 thoughts on “Kanpeki Na Bad Girl (Part 12 A)

  1. Aaaaa banyak yg pengen aku omongiin😀
    entah kenapa..cara eonni menggambarkan perasaan dalam tulisan tu ngrna banget.. aku ngerasa itu bner2 nyata dan aku ijut rasaiin..
    Yaampuun.. yah yang namanya ikatan mau gimana lg.. entah kebetulan ataupun tidak tapi tetep aja gabisa bohong..aku gabisa bayangin kesabaran kyu n nara.. dan besarnya cinta n kesetiaan mereka.. sumpaah aku kagum.. mereka pasti juga merasakan kerinduan yg amat besaar.. tp akhirnya berkumpul kembali.. meskipun butuh waktu..
    Huaaa eonni jjang❤

  2. Akhir’a keluarga kecil di pertemukan*Bahagia’a aku
    Waktu? pasti waktu untuk Kyu dan Nara merenung apakah mereka mencintai dan jawaban nya iya apa lagi dengan kehadiran Yoora sama hyunji^^

  3. Senangnya mereka kembali menjadi keluarga kecil yang bahagia…
    Waktu ?? Ya waktu, kyuhyun ingin membuktikan perkataan nya itu.

  4. fiiuuhhh…ahir ny kluar kecil bersatu kmbali…

    ya kali yg deketin nara ada 15 namja..untung aj si nara udah cinta mati ma lu kyu. jdi kaga kecantol ma laki laen..

  5. Ping-balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s