Hello My Charming Yeoja (Part 3)

Judul : Hello My Charming Yeoja Part 3
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Shin Je Young
  • Cho Kyuhyun

Ceramah Author : aduh.. sebelumnya aku pernah salah posting. harusnya part 2b dulu baru part ini. eh malah part ini dulu yang diposting. yang belum baca part 2b :

Hello My Charming Yeoja Part 2B

Hello My Charming Yeoja by Dha Khanzaki

——–o0o———

Part 3.

 

Je Young POV

Kesepian merayapi suasana di antara aku dan Kyuhyun. Aku hanya terdiam dalam pelukannya sambil sesekali terisak. Kyuhyun hanya diam dan tidak berkata apapun. Tangannya dengan halus bergera mengusap rambutku. Hal yang sama seperti yang selalu dilakukan Eomma untuk membuatku tenang.

Luka hati yang hampir mengering akhirnya terkelupas kembali. Perkataan Kyuhyun berhasil membuat perih itu kembali. Secara perlahan aku melepaskan diri dari pelukannya dan Kyuhyun tidak menolak.

“Ceritakanlah, Youngie. Aku tahu kau butuh seseorang yang bisa menjadi tempatmu berbagi..” Kyuhyun menatapku sungguh-sungguh. Aku bahkan tidak berani membalas tatapannya. Aku menarik napas dalam-dalam.

“Appa, dia yang sudah membuatku menjadi yeoja penakut seperti ini..” lirihku. Tanpa sadar, aku mulai menceritakan kisah gelap yang selama ini kututup rapat dari siapapun.

#Flashback

Author POV

Jeritan itu kembali terdengar di malam sunyi. Je Young yang baru berumur 5 tahun kala itu. Ia terbangun dan penasaran mendengar keributan yang tidak biasa di rumahnya. Dengan langkah pelan dan mencoba tidak menimbulkan suara sedikitpun, Je Young berjalan menapaki lantai kayu rumahnya lalu turun ke lantai bawah, tepat suara itu berasal. Ia melihat lampu ruang makan dan dapur masih menyala. Sambil menyeret bonekanya, Je Young mendekatinya. Hati kecilnya semakin tergugah untuk melihat apa yang sekiranya terjadi di sana.

“Lalu sekarang apa maumu? Tinggalkan saja aku dan Je Young di rumah. Kembali pada pelacur itu!”

Je Young membelalakkan mata mendengar suara umpatan Eomma di telinganya. Kakinya bergetar. Ia mengintip dari ambang pintu dan seluruh tubuhnya bergetar melihat keadaan dapur yang berantakan, pecahan piring dan gelas berserakan di mana-mana. Dan sosok Eomma yang tersungkur lemah di sudut dapur dengan tangan yang mengalirkan darah. Appa berdiri di hadapan Eomma dengan mata berkilat-kilat marah.

“Dasar wanita jalang!! Kau yang seharusnya patut dimaki!!”

Je Young tersentak kembali karena sekarang Appa menampar Eommanya dengan penuh emosi. Pertengkaran kembali berlanjut dan Je Young semakin tidak tahan melihat Eommanya di siksa tanpa ampun. Sebenarnya ini bukan kali pertama ia melihat kekerasan yang dilakukan Appanya. Sudut hatinya terluka melihat kejadian itu. Dan ia menangis.

Appa jahat. Appa tidak berhak memperlakukan Eomma seperti itu!! Appa yang seharusnya dipukul, bukan Eomma. Teriak  Je Young dalam hati.

“Appa hentikaaaann..” teriak Je Young ketika Appa akan memukul Eomma lagi. Kedua orang tuanya terkejut melihat Je Young berada di sana.

“Je Young-ah..” lirih Eomma dengan mata terbelalak. Je Young berlari ke pelukan Eommanya, menangis di sana.

“Minggir kau dasar anak sialan!!!” Appa menarik tubuh kecil Je Young dari pelukan Eomma lalu membantingnya ke sudut ruangan. Eomma menjerit histeris sementara Je Young menangis kesakitan. Appa kembali memukuli Eommanya dengan brutal. Mungkin karena pengaruh alkohol juga, buktinya di atas meja makan tergeletak berbotol-botol soju yang sudah kosong.

“Eommaa…” teriak Je Young sambil berusaha bangun.

“Jangan mendekat sayang..lari dari sini!!” teriak Eomma. Je Young menggeleng cepat lalu memeluk kaki Appanya, berusaha menghentikan seluruh gerakan tubuhnya sambil menangis.

“Youngiee.. pergi!!” teriak Eomma.

“Jangan ikut campur!!” Appa menatapnya dengan sorot mata  tajam, lalu menggenggam pundaknya. Saat itulah Je Young merasakan ketakutan yang luar biasa. Ia berpikir bahwa Appanya akan menghabisi nyawanya malam itu juga. Tidak, ia tidak mau mati.

“Appa..jangan sakiti Eomma lagi..” lirihnya memohon ampun. Appa tidak mendengarkan ucapannya sedikit pun ia sudah mengangkat tinjunya hendak memukul Je Young namun setelahnya ia tidak ingat apa-apa lagi karena seluruh pandangannya menggelap.

Flashback End

Je Young POV

“Aku pingsan malam itu karena di dorong oleh Appa dan kepalaku terantuk meja makan. Itu malam paling kelam dalam hidupku. Beberapa hari setelahnya, Eomma melayangkan gugatan cerai dan Appa di tahan di penjara selama satu tahun. Lama waktu berselang, aku melihat Appa bersama wanita lain bermesraan di depan sebuah klub. Aku benar-benar membencinya. Aku benci semua pria. Dan sentuhan Appa sebelum aku pingsan benar-benar membuatku takut. Dan ketakutan itu masih ada hingga sekarang. Entah kenapa, rasanya sulit sekali untuk menghilangkan trauma yang melekat dalam diriku. Ini, benar-benar membuatku frustasi. Karena itu maaf, jika aku..aku sudah membuatmu susah dengan sikapku” Pandanganku menerawang jauh ke depan. Ingatanku masih tetap kuat tentang kejadian malam itu. Aku tidak bisa membohongi diriku bahwa aku sangat terluka karenanya hingga tanpa sadar, aku berpikir semua pria di dunia ini sama seperti Appa. Nyatanya, tidak selalu begitu.

Aku menghela napas di akhir cerita. Aku melirik Kyuhyun yang menatapku tanpa mengedipkan mata sedikitpun. Sepertinya ia terkejut mendengar ceritaku. Mungkin setelah ini Kyuhyun akan menjauh dariku secara perlahan. Aku sudah bersiap menerima tanggapan terburuk dari Kyuhyun mengenai diriku hingga akhirnya seluruh anggapanku musnah ketika ia mulai bersuara.

“Pria itu patut dibunuh..” lirihnya dengan suara tajam. Aku terbelalak dengan reaksi Kyuhyun, langsung menatap wajahnya yang menggeram. Sekarang dari sorot matanya aku bisa melihat aura kemarahan.

“Pria tidak berperasaan sepertinya pantas  mati. Jika aku menjadi dirimu, malam itu mungkin aku sudah mengambil pisau dan menancapkan ditubuhnya. Dan aku tidak mungkin di penjara karena umurku masih lima tahun.” Lirih Kyuhyun. Ia balas menatapku yang melongo menatapnya.

“Dan aku, tidak akan membiarkan pria seperti itu melukai dirimu lagi..”

Jantungku berdebar kencang mendengar kalimatnya yang terakhir. Sorot mata Kyuhyun seolah menusukku, mencoba membuatku yakin bahwa ia tidak main-main dengan ucapannya. Eotteohke? Apa yang harus kulakukan sekarang? Di antara keheningan otakku suara Kyuhyun kembali memecah lamunan.

“Tapi aku yakin bukan masa lalumu yang membuatmu menangis tadi. Pasti karena sebab lain”

Aku tersentak kaget. Apa katanya?

“Kau menangis karena Sungmin Hyung? Kau menyukainya?”

Tubuhku kembali kaku. Tidak mungkin, Kyuhyun tidak mungkin bisa membaca pikiranku.

“Tidak” elakku. Aku memalingkan wajah kearah lain. Dari sudut mataku aku bisa merasakan sorot mata Kyuhyun meredup. Aku tahu mungkin aku kembali membuatnya terluka.

“Kau tidak bisa membohongiku, Youngie..” balas Kyuhyun. Suaranya terdengar seperti orang yang putus asa. Perlahan, kutolehkan pandanganku ke arahnya. Kyuhyun terlihat seperti orang yang tersesat. Kebingungan jelas terlihat di wajah lelahnya. Tuhan, aku tidak tega melihat ekspresi itu. Kyuhyun menundukkan kepalanya, lalu kembali menatapku.

“Katakan, apa yang membuatmu begitu menyukai Lee Sungmin? Apa yang kau lihat dari pria itu dan hal apa yang tidak ada dalam diriku hingga kau tidak melirikku sama sekali?” lirihnya seolah memohon. Kalimatnya itu membuatku tersudut dan hatiku sakit karena aku merasa seperti penjahat yang sudah melukai hatinya.

Aku terdiam di tempatku. Tenggorokanku rasanya tercekat. Tidak Kyuhyun, kau teramat sempurna untuk ukuran seorang pria. Banyak sekali hal yang patut dibanggakan dari dirimu. Kau hebat, namun tidak pantas untukku. Aku siapa? pria hebat sepertimu lebih pantas mendapatkan gadis yang jauh lebih segalanya dariku.

“Aku..” entah kenapa suara yang keluar dari tenggorokanku terdengar begitu serak dan jauh. Kutahan airmata yang kembali menggenang di pelupuk mata. Aku tidak boleh menangis lagi.

“Aku tidak pantas untukmu, Kyuhyun-ssi..” lirihku akhirnya. “Kau pria yang sangat hebat, sungguh. Hanya saja, aku merasa tidak pantas jika bersanding dengan pria hebat sepertimu..” dan akhirnya airmata itu kembali jatuh juga. Kenapa hatiku terasa sakit setelah mengucapkannya? Harusnya aku merasa lega. Namun kebalikan dari itu, aku justru merasa menyesal.

Kyuhyun terbelalak. Mulutnya bergetar. “Tidak pantas? Bagaimana bisa kau tidak pantas untukku?” lirihnya. “Siapa yang mengatakan kau tidak pantas? Aku tidak pernah mengatakan kau tidak pantas untukku. Dan kau…” Kyuhyun memalingkan wajahnya ke arah depan. “Sudahlah, kita bicarakan ini lain kali. Aku tidak ingin membahasnya sekarang..” Kyuhyun memilih melanjutkan perjalanan. Dan setelah itu kami tidak berbincang sama sekali. Diam dalam pikiran masing-masing. Sekarang, aku benar-benar merasa sangat bersalah. Apa aku sudah melukai perasaannya? Kulirik Kyuhyun yang tetap fokus mengemudi. Ekspresinya datar dan rahangnya tampak mengeras. Aku tahu dia sedang menahan amarah. Aku, benar-benar sudah melukai hatinya.

Cho Kyuhyun, maafkan aku.

—o0o—

Kyuhyun POV

Dasar gadis bodoh! Shin Je Young memang gadis bodoh yang pernah kutemui seumur hidup. Bagaimana bisa dia mengatakan bahwa dia tidak pantas denganku? Siapa yang mengatakan hal itu? dia hanya menyimpulkannya sendiri. Lagipula memang apa bagusnya Lee Sungmin itu di banding diriku? Kenapa sulit sekali bagi Je Young menerimaku padahal sudah jelas-jelas dia mengatakan sendiri bahwa aku pria yang hebat dan mengagumkan, juga tampan.  Kutahan sebisa mungkin emosiku hingga tiba di depan rumahnya. Aku harus mengantarkan Je Young selamat hingga rumah. Jika aku tidak sabar, mungkin sudah kulakukan sesuatu pada Je Young sejak tadi. jika ia tidak mau menerimaku maka aku akan paksa dia menerimaku meskipun dengan cara yah.. sedikit ekstrim. Namun, aku tidak ingin membuat Je Young teringat pada trauma-nya. Dan aku juga bukan pria brengsek.

“Terima kasih sudah mengantarku, Kyuhyun-ssi.” Ucap Je young sebelum turun dari mobilku.

“Je Young-ah..” panggilku saat ia akan menutup pintu mobil. Aku benar-benar tidak mengerti kenapa dia begitu bodoh. Mengapa Je Young tidak bisa menerimaku?

“Ne?” tanyanya dengan wajah polos. Ah, sial. Pikiranku kembali buyar melihat ekspresinya itu.

“Ani, besok jangan terlambat masuk kantor.” Akhirnya aku mengucapkan kalimat tidak penting. Dia mengangguk dan aku terpaksa kembali melajukan mobil, meninggalkannya sendirian di depan rumah.

Cho Kyuhyun, Neo jeongmal paboya!!

—o0o—

“Kau tahu apa yang salah darimu?” aku mendengar Nuna berbicara dengan nada datar. Kupindahkan ponsel dari telinga kiri ke telinga kanan. Aku penasaran dengan apa yang akan Nuna katakan berikutnya. Dan seperti biasa, aku kembali berkonsultasi pada kakak perempuanku itu soal Je Young. Sepertinya kali ini pun aku akan dimarahi.

“Apa?”  tanyaku penasaran sambil memeluk erat bantal.

“Kau tidak memberikan kepastian padanya.”

“Mwo?” mulutku membulat sempurna mendengar pernyataan Nuna. Memberikan kepastian? Kepalaku dimiringkan mencoba memikirkan apa maksud ucapannya. “Nuna, aku tidak mengerti.”

Aku butuh penjelasan segera. Helaan napas terdengar di ujung sana. Aku bisa membayangkan bagaimana frustasinya Nuna menghadapi sikapku dan aku yakin sekarang dia sedang menggelengkan kepalanya sambil sesekali berkomat-kamit.

“Kau benar-benar bodoh dalam hal ini. Tentu saja kau harus mengatakan bahwa kau menyukainya.. kalau bisa kau datang membawa cincin dan mengatakan bahwa kau mencintainya lalu ajaklah dia menikah!!!!” teriak Nuna dan aku kembali menjauhkan ponsel dari telinga untuk beberapa detik. Kenapa Nuna senang sekali berteriak. Apa tenggorokannya tidak sakit?

“Dengan begitu Je Young akan luluh padaku?”

“Wanita tidak memiliki alasan untuk menolak jika kau sudah memberikan penegasan seperti itu. Itulah bodohnya dirimu, Cho Kyuhyun. Kau harus mengutarakan perasaanmu.”

“Ah..” kepalaku mengangguk-angguk. “Aku memang belum mengatakan padanya..” cicitku pelan. Bodohnya diriku. Pantas saja Je Young seperti tidak yakin setiap kali melihat ataupun mendengar aku mulai merayunya. Aku sempat mengira dia wanita tidak peka ataupun abnormal. Rupanya yang tidak biasa adalah diriku sendiri.

—o0o—

Author POV

“Kau lihat Pak GM hari ini? Dia tampak berbeda..”

“Aku pikir terjadi sesuatu dengannya.”

“Penampilan barunya itu..”

“Ah, Pak GM makin terlihat tampan..”

Begitulah desas desus yang beredar di pagi yang cerah. Suasana kantor yang damai mendadak penuh dengan bisikan-bisikan pelan dari beberapa karyawati pengagum Kyuhyun. Mereka menggosipkan penampilan Kyuhyun yang berbeda hari itu. Entah apa yang terjadi pada General Manager Cho Corporation, namun penampilan tak biasanya benar-benar menggemparkan.

Kyuhyun tidak mempedulikannya sama sekali. Ia melenggang dengan penuh percaya diri sambil sesekali tersenyum pada karyawan yang memberikan salam padanya ketika ia lewat.

“Shin Je Young, kita lihat apa kau akan terpesona padaku atau tidak..” gumamnya yakin. Ia rasa idenya kali ini tidak buruk. Kyuhyun berjalan menuju ruangan ayahnya. Satu-satunya tempat dimana ia bisa menemukan gadis pujaannya itu.

Kyuhyun tersenyum ketika masuk ruang kerja ayahnya, ia menemukan Je Young sedang berdiri di sudut di dekat jendela dengan ponsel di telinga. Ia mendekatinya perlahan. Di dalam otaknya terbersit ide untuk memberikan sedikit syok terapi pada Je Young. Kyuhyun mengulum senyum dan dalam otaknya terbayang ekspresi terkejut Je Young ketika melihat penampilan barunya. Ah, pasti sangat menggemaskan. Namun langkahnya terhenti ketika ia mendengar pembicaraan Je Young. Terlebih wajah gadis itu yang tampak kecewa dan sedih.

“Kenapa kau mengundurkan diri, Min Ah..” ujarnya kecewa. Je Young menundukkan kepalanya sejenak. Kyuhyun mengerjap. Lee Min Ah mengundurkan diri? Ia memang sudah mendengarnya dari bagian HRD pagi tadi. Min Ah memutuskan berhenti dari pekerjaannya karena permintaan suaminya.

Yah, rencana memberikan kejutan untuk Sungmin memang gagal karena Min Ah masuk rumah sakit. Namun kegagalan itu memberikan hikmah yang besar. Mungkin tanpa kejadian itu Min Ah dan Sungmin tidak akan berbaikan dan tentunya, tahu satu kabar yang paling membahagiakan. Mereka akan memiliki anak beberapa bulan lagi. Setidaknya itu yang Min Ah katakan padanya di telepon.

“Aku tahu, pasti ini permintaan suamimu…Ah, dan selamat atas kehamilanmu.. Aku akan ke rumahmu sepulang kerja nanti. Ne..semoga kau bahagia, Min Ah..” Je Young tersenyum di akhir pembicaraan. Kyuhyun terenyuh melihatnya. Ini pertama kalinya ia melihat Je Young tersenyum setulus itu. Apa mungkin, dia sudah mulai melupakan Sungmin? Dan apakah sekarang tiba giliran ia memulai kisah cintanya?

Je Young menghela napas lalu menatap layar ponselnya. “Semoga kau bahagia, Min Ah..” Ia memang sudah mulai merelakan perasaannya pada Sungmin. Akuilah, sekuat apapun ia berusaha, Sungmin tidak mungkin menyukainya dan ia tidak mau merusak kebahagiaan orang lain. Pernikahan Min Ah sudah sempurna karena sekarang ia akan menjadi seorang ibu. Mana mungkin ia tega menghancurkan kebahagiaan itu.

“Shin Je Young..”

Saat ia tengah melamun, tiba-tiba saja ada seseorang yang berbisik di telinganya. Je Young terperanjat kaget. Lalu menolehkan kepalanya ke samping dan tanpa sengaja sedikitpun bibirnya menempel dengan sempurna di pipi namja yang ada di sampingnya. Je Young membelalakkan matanya begitu menyadari saat ini ia tengah mengecup pipi namja asing. Ia bahkan tidak bisa menghindar sama sekali.

“Nona Shin tolong si—omonaa..” ucapan Tuan Cho menggantung dan justru sekarang ia terkejut luar biasa begitu melihat pemandangan di depannya. Gerakan tubuhnya terhenti dan ia buru-buru kembali ke ruangannya lalu mengintip dari celah pintu. Ia benar-benar kaget saat membuka pintu ruangannya, ia menyaksikan adegan mesra antara Je Young dan putranya. Saat di pesta Kyuhyun mencium Je Young dan sekarang sebaliknya? Apa kedua anak itu memang benar tengah menjalin hubungan?

“Ah, aku harus menghubungi Nyonya Jung..” Tuan Cho segera kembali ke mejanya sambil mengetik sederet nomor di ponselnya. Ia harus mengabari Eomma Je Young tentang kejadian hari ini.

Sementara itu, Kyuhyun merasa jantungnya bertalu-talu kencang dengan kejadian tak terduga saat ini. Perasaan senang membuncah dari dalam hatinya. Ini, ciuman pertama Je Young untuknya.

“Mi-mianhamnida..” Je Young menjauhkan wajahnya dan menundukkan kepalanya berkali-kali dengan sikap canggung. Ini sangat memalukan.

“Ah, Shin Je Young..kau benar-benar tahu cara membuatku gila..” erang Kyuhyun sambil menatap Je Young. Senyum manis tersungging di bibirnya. ketika mata mereka bertemu, Je Young baru sadar bahwa pria yang tadi di kecupnya adalah Kyuhyun. Ia terkejut. Jadi, jadi, tadi ia mencium pipi namja itu? Ah, malunya..

“Mianhamnida Kyuhyun-ssi..” Je Young menundukkan kepalanya lagi. Ia lalu merengut bingung melihat penampilan berbeda dari Kyuhyun. “Hajiman, kenapa kau memakai kacamata?”

Kyuhyun tersentak dengan pertanyaan Je Young. Ia berdehem sejenak lalu menormalkan posisi berdirinya.

“Hanya ingin mengubah image” ungkapnya senang. hari ini ia memang ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Siapa tahu dengan memakai kacamata Je Young bisa menyukainya. “Apa aku terlihat tampan?” tambahnya.

Je Young terdiam, ia menatapi Kyuhyun dari ujung rambut hingga kaki. Lalu kembali ke wajah tersenyumnya. Sejujurnya, Kyuhyun memang tampak lebih tampan dengan kacamata itu. Jinjja Shin Je Young, apa kau menyukai semua pria yang berkacamata?

“Ne..” cicit Je Young dengan suara pelan, namun Kyuhyun bisa mendengarnya. Senyum namja itu semakin lebar.

“Sudah kuduga!” serunya sambil menepuk tangan kencang. “Ah…kau benar-benar menggemaskan..” Kyuhyun mencubit kedua pipi Je Young gemas. Je Young menundukkan kepalanya, mencoba menyembunyikan wajahnya karena saat ini ia merasakan seluruh wajahnya memanas. Ada yang aneh dengan tubuhnya. Kenapa sekarang ia merasa berdebar sekaligus senang?

“Ekhem..”

Kedua orang itu menoleh bersamaan. Je Young tersentak kaget lalu buru-buru membungkukkan tubuhnya karena saat ini Tuan Cho sedang berdiri di ambang pintu ruangannya. Menatap mereka dengan ekspresi tak terbaca. Entahlah, Je Young sendiri tidak bisa mengira-ngira maksud dari ekspresinya itu.

“Appa, em maksudku Presdir..” Kyuhyun menundukkan kepalanya sebentar, namun senyum itu masih tersungging di bibirnya. Ia tidak merasa bersalah meskipun tertangkap basah sedang bermesraan di kantor. Lain halnya dengan Je Young. Ia merasakan malu yang luar biasa dan rasanya ia ingin sekali menceburkan diri  ke dalam sumur. Tamat riwayatnya jika sampai Presdir memecatnya karena berani merayu putra kesayangannya itu.

Tuan Cho melangkahkan diri mendekati kedua orang itu. Alisnya terangkat sebelah melihat reaksi yang berbeda dari Kyuhyun maupun Je Young. Kyuhyun terlihat bahagia namun Je Young tampak, ketakutan dan panik.

“Nona Shin..”

“Ne..” jawab Je Young cepat. Ia bersiap menerima kalimat apapun meskipun dalam hatinya ada ketakutan yang luar biasa.

“Siapkan berkas untuk rapat hari ini.” Ucap Tuan Cho membuat Je Young lega. Ia mengangguk lalu pergi dari sana. Sekarang yang tersisa tinggal Kyuhyun dan Tuan Cho. Kyuhyun tersenyum kecil pada ayahnya itu sementara Tuan Cho hanya menghela napas.

“Dasar anak muda. Jika kau memang menyukainya lekas lamarlah dia..”

“Ne. Appa..” Kyuhyun berseru semangat.

“Sekarang lekas kembali ke ruanganmu!!” titahnya sambil menepuk pundak Kyuhyun cukup keras. Kyuhyun meringis sedikit lalu segera pergi dari ruangan kerja Ayahnya sebelum ia yang terpaksa di pecat dari perusahaan.

—o0o—

“Apa aku benar-benar terlihat tampan dengan kacamata ini?”

Je Young berhenti memakan steak yang sedang dinikmatinya lalu beralih menatap Kyuhyun. Ia menghela napas.

“Jinjja, Kyuhyun-ssi. Kau sudah menanyakan hal itu puluhan kali.”

Kyuhyun menopang dagu sambil menatap gadis di depannya. “Aku ingin mendengar pendapat jujur darimu.”

Je Young menatapnya lagi. Namja ini benar-benar membuatnya jengkel. Lagipula kenapa dia tidak pernah bosan mengganggunya. Ia bahkan tidak bisa menolak sekarang karena tidak ada Min Ah yang menjadi temannya di kantor.

“Kyuhyun-ssi. Sebenarnya kau lebih tampan tanpa kacamata itu..” akhirnya karena jengkel Je Young terpaksa mengatakan hal yang sebaliknya. Kyuhyun terkesiap.

“Jinjja?” ia buru-buru melepas kacamatanya. Je Young mengerang dalam hati. sial, kenapa ia mengatakan hal itu?

“Bagaimana sekarang?” tanya Kyuhyun cemas. Benak Je Young berteriak. Namja ini bisa membuatnya gila.

“Ne, kau sangat sangat tampan..” ujar Je Young penuh penekanan. Ia lalu bangkit, meninggalkan makan siangnya yang baru habis setengah. Lama-lama bersama Kyuhyun bisa membuatnya gila.

“Je Young-ah..” teriak Kyuhyun. Ia mengejar yeoja itu kemudian.

To be continued

85 thoughts on “Hello My Charming Yeoja (Part 3)

  1. Senyum” gaje baca scane terakhir. Yongie bilang klo kyu tampan tanpa kaca mata.. Hihihi….
    Lanjutkan kyu !!! Buat yongie terpesona… Hihihi…

  2. Je Young acuh bnget sih sama kyuhyun,padahal kan kyuhyun sudah berusaha semaksimal mungkin agar Je Young tertarik ! Bahkan dia memakai kacamata segala…

  3. Wkwkwkw Kyu Kyu km qo polos bgt c,, dmi mnrik prhtian Je young image km jd brubh ky sungmin. Tp sukses c bikin Je young suka hahayyy

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s