All My Heart (Part 4)

Tittle : All My Heart Part 4
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, sad,

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho kyuhyun

Support Cast :

  • Leeteuk
  • Seohyun
  • Hangeng
  • Kibum

Ceramah Author : Bingung juga. apa yah? gak ada deh.. selamat membaca aja ^_^
Warning :
Banyak typo di mana-mana
Bahasa tidak sesuai EYD
Maaf kalau feelnya gak dapet
Maaf kalau ceritanya makin gak rame

Happy Reading ^^

All My Heart by Dha Khanzaki1

——o0o——

Part 4

BRUKKK!!

Kyuhyun terjatuh kemudian pingsan. Jiyeon menoleh. Matanya melebar kaget saat melihat Kyuhyun terkapar di lantai. Jiyeon segera berlari menghampiri Kyuhyun.
“Kyu, kyuhyun. Kau kenapa? Bangun.. Jangan bercanda padaku” cecar Jiyeon panik luar biasa. Kibum ikut mendekat. Murid lain yang kebetulan berada di sekitar pun mendekat penasaran. Mereka terperanjat kaget ketika mengetahui bahwa Cho Kyuhun, murid terpopuler di sekolah itu jatuh pingsan. Keributan pun seketika terjadi. Suara gemerisik orang yang berbisik terdengar di sekeliling.
“Cho Kyuhyun, bangun.” Jiyeon menepuk-nepuk pipi Kyuhyun, ia hanya berharap kekasihnya ini sedang bercanda namun ternyata tidak. Kyuhyun tidak kunjung sadar. Rasa panik, cemas, dan takut membuat dadanya sesak dan airmata mengalir dengan sendirinya. Jiyeon menangis.
“kyu.. Banguun!!” teriak Jiyeon. Kibum segera menelepon rumah sakit dan tak lama ambulans pun tiba di sana. Kyuhyun secepat mungkin dilarikan ke rumah sakit.

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Jiyeon tak henti-hentinya memanggil nama Kyuhyun berharap pria yang berbaring di hadapannya ini sadarkan diri. Wajahnya tampak pucat dan alat bantu pernapasan terpasang di hidungnya. Kenapa? Apa yang membuat Kyuhyun tumbang secara tiba-tiba seperti ini? Semua pertanyaan itu bersimpangan begitu cepat dalam otak Jiyeon. Ia benar-benar bingung dan khawatir.
“Kyuu..” airmatanya jatuh ke tangan Kyuhyun yang digenggam erat olehnya.

Tuhan, apapun yang terjadi tolong selamatkan Kyuhyun.

—o0o—

Lampu ruang IGD menyala sementara Jiyeon dan Kibum menunggu di luar. Jiyeon masih belum sadar dengan apa yang terjadi. Semuanya berlangsung begitu cepat dan tiba-tiba. Satu jam yang lalu Kyuhyun masih bercanda dengannya, masih tersenyum dengan riang dan berbicara tanpa ada keanehan apapun. Lalu apa yang sedang terjadi sekarang? Mengapa Kyuhyun yang tampak sehat mendadak saja jatuh tak sadarkan diri? Semuanya terlalu aneh dan membingungkan.

Seluruh tubuh Jiyeon bergetar ketakutan. Airmata pun tak henti-hentinya mengalir dari kedua sudut matanya. Sekarang yang bisa ia lakukan hanya duduk di depan ruang IGD dan berdoa. Berharap Tuhan memberikan mukjizat pada Kyuhyun.

Kibum terus mondar-mandir di depan ruang IGD. Dalam otaknya pun berkelebat pertanyaan yang sama. Sebenarnya ada apa dengan Kyuhyun? Batinnya. Kenapa tiba-tiba pingsan? Padahal sebelumnya ia tampak baik-baik saja.

Suara derap kaki terdengar menggema dan makin lama semakin mendekat. Leeteuk dan Seohyun tiba di sana dengan wajah serupa. Panik.
“Apa yang terjadi? Mana Kyuhyun sekarang?” Leeteuk berbicara dengan terburu-buru dan mendesak. Ia sangat mencemaskan keadaan adik satu-satunya. Ia bahkan sampai meninggalkan rapat penting yang sedang di hadirinya tadi begitu di telepon oleh pihak sekolah bahwa Kyuhyun dilarikan ke rumah sakit. Ia kalut sepanjang perjalanan. Jika Seohyun tidak menemaninya mungkin ia sudah menabrakan mobil yang dikemudikannya tadi.
“Dia sedang di periksa di dalam Hyung” ucap Kibum sambil menunjuk ke ruang IGD.
Leeteuk mendekat, dia ikut bergerak-gerak gelisah.

Seohyun menghampirinya. “Tenanglah, Oppa.” Ucap Seohyun sambil mengusap punggungnya. Leeteuk menggeleng khawatir.
“Aku tidak akan bisa tenang sebelum mendengar adikku baik-baik saja. Kau tahu bagaimana kondisi kesehatan adikku, bukan” gumamnya frustasi. Gadis itu hanya bisa menghela napas. Saat ini tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu dokter keluar dari ruang IGD. Seohyun melirik pada Jiyeon. Ia tersenyum mengenali wajah gadis berpakaian seragam yang duduk di kursi itu. Ah, nona cantik yang waktu itu. Bukankah dia yeojachingu Kyuhyun?
“Tenang saja. Kyuhyun tidak akan apa-apa” Seohyun duduk di samping Jiyeon untuk menenangkannya. Gadis itu menoleh pelan. Matanya berkaca-kaca. Seohyun tersenyum sehangat mungkin lalu memeluknya.
“Aku tahu ini berat bagimu. Tapi tenanglah, kau tidak sendirian di sini.” Ucapnya sambil mengusap punggung Jiyeon. Pelukan Seohyun seperti obat penenang bagi Jiyeon. Ia memang merasa lega, namun entah kenapa sekarang dadanya semakin sesak? Mengetahui kenyataan ada orang lain yang satu perasaan dengannya membuat airmatanya tidak bisa dibendung lagi.
“Eonni,.” Jiyeon balas memeluk Seohyun kemudian menangis. “Aku takut. Aku takut terjadi apa-apa pada Kyu,.” lirih Jiyeon di sela-sela tangisnya.

Seohyun tidak membalas. Dia juga takut. Mengingat kondisi kesehatan Kyuhyun yang tidak bisa diprediksi di tambah penyakit parah yang dideritanya bisa merengut nyawanya kapan saja. Lampu merah ruang IGD padam pertanda operasi selesai dilakukan. Leeteuk, Kibum, Jiyeon dan Seohyun berhamburan mendekat bahkan sebelum pintu ruang operasi terbuka.

Dokter Shin keluar dari ruang IGD dengan ekspresi tak terbaca. Leeteuk segera bertanya karena ia yang paling khawatir di sini.
“Bagaimana keadaan adik saya Dok? Dia tidak apa2-apa bukan?”
Dokter Shindong yang merupakan dokter pribadi Kyuhyun hanya menghela napas pasrah. Leeteuk dan yang lainnya mempersiapkan diri untuk mendengar diagnosa dokter tentang keadaan Kyuhyun.
“Sudah kuduga. Penyakitnya memang semakin parah. Aku sudah pernah memperingatkan Kyuhyun. Tapi sepertinya dia tidak menuruti nasihatku. Sebaiknya dia cepat menjalani operasi.” Jelas Dr. Shindong.

Wajah Leeteuk memucat. Ia mendadak linglung dan hampir saja terkulai jatuh jika Seohyun tidak cepat-cepat menahan tangannya. Lain halnya dengan Kibum, ia tampak terpaku. Ia sudah menebak satu kemungkinan namun ia tidak ingin membenarkan firasatnya. Semoga apa yang sekarang ada di dalam otaknya salah. Kyuhyun baik-baik saja. Itu pasti.

Sementara itu, Jiyeon di dera rasa kebingungan yang teramat sangat. Mengapa Kyuhyun harus dioperasi? Dan penyakit apa yang di maksud dokter tadi? Ia sungguh tidak mengerti apapun. Ia ingin membuka mulut namun tertahan karena Leeteuk berbicara dengan suara berat. “kalau begitu cepat operasi saja” ujar Leeteuk pasrah. Ia terlihat frustasi dan cemas saat mengucapkannya.
“Operasi bisa kapan saja. Tapi, donor untuk transplantasi jantung sulit di dapat”
Kibum dan Jiyeon membelalakkan mata. Apa katanya? Transplantasi jantung? Sekarang ia tidak bisa berdiam diri lagi. Ia harus bertanya untuk memperjelas semuanya.
“Dokter tadi bilang jantung? Jangan katakana bahwa Kyuhyun menderita penyakit jantung.” Ujar Jiyeon agak histeris. Sekarang ia berharap Dokter itu menggeleng dan mengatakan bahwa ia salah bicara tadi. Namun sayangnya kenyataan seolah bersekongkol untuk menjatuhkan dirinya. Dr. Shin mengangguk pelan. Seketika, seluruh pertahanan dalam tubuhnya goyah. Pikirannya melayang entah kemana dan airmatanya meleleh begitu saja. Jiyeon menutup mulutnya dengan tangan, syok dengan pernyataan Dr. Shin.
“Andwae, tidak mungkin!!” Ia kembali menangis, lebih histeris dari sebelumnya. Seohyun langsung memeluk Jiyeon.

Kibum pun terpaku mendengarnya. Ia duduk lemas di bangku. Rupanya firasat yang ia rasakan benar. Bahkan sekarang Kyuhyun pun mengalami sama seperti yang terjadi pada Yesung?
“Tidak mungkin” gumamnya tidak percaya. Pandangannya menerawang kosong ke depan. Ia tidak bisa membayangkan apapun. Bahkan ia tidak mau membayangkan jika Kyuhyun akan pergi seperti Yesung. Jangan sampai hal itu terjadi.

—o0o—

Dr. Shindong mengajak Leeteuk berbicara di ruangannya. Kyuhyun sudah dipindahkan di ruang rawat biasa. Jiyeon menunggu Kyuhyun dengan ekspresi lelah, khawatir, dan sedih. Melihat kondisi Kyuhyun saat ini benar-benar membuatnya takut. Wajah Kyuhyun yang pucat, tubuhnya yang terkulai lemah, dan suara mesin pendeteksi detak jantung seperti suara nyanyian pemanggil kematian. Hatinya kini diselimuti oleh rasa takut yang luar biasa. Bagaimana jika Kyuhyun akan pergi meninggalkannya? Tidak, tidak boleh. Ia tidak mau kehilangan untuk yang kesekian kalinya.

Tangannya terulur menggenggam tangan Kyuhyun yang terpasang selang infus. Matanya menelusuri wajah tampan Kyuhyun yang masih tak sadarkan diri. Sekarang hanya ada dirinya dan Kyuhyun di ruangan itu. Seohyun pergi untuk mengabari orangtua Kyuhyun sementara Kibum pergi membeli makanan. Pandangan matanya kembali mengabur oleh airmata. Ia menarik napas sejenak untuk menghilangkan rasa sesak yang menghimpit dada.
“Kyu, kenapa ku begini padaku? Cepatlah sadar, jangan buat aku menangis seharian karena mencemaskanmu” lirih Jiyeon sambil menggenggam erat tangan Kyuhyun. Namja itu tidak merespon. Tentu saja, dokter sudah memberikan obat tidur dan Kyuhyun baru akan siuman keesokan hari.

–o0o–

Jiyeon kembali menjenguk Kyuhyun keesokan harinya. Ketika ia tiba di sana, kebetulan hanya ada orang tua Kyuhyun. Ini adalah kali pertama ia bertemu dengan kedua orang tua kekasihnya itu. Ia membungkuk sebentar dengan senyum sehangat mungkin. Ia merasa sangat canggung terlebih karena mereka sekarang tengah menatapnya heran.
“Joneun Lee Jiyeon imnida.. aku..aku..” Jiyeon bingung harus memperkenalkan diri sebagai siapa. Ia juga tidak tahu apakah Kyuhyun sudah menceritakan tentangnya atau tidak. Eomma mengerjap ketika mendengar nama Jiyeon di sebutkan.
“Oh, jadi kau gadis yang bernama Jiyeon?” serunya. Senyum ramah kemudian terbit di bibir wanita itu. Ia menoleh pada suaminya yang duduk di sampingnya.
“Appa, dia Jiyeon.” Raut wajah Appa Kyuhyun pun berubah dan mereka tersenyum kepada Jiyeon kemudian.
“Kemarilah..” pinta Eomma Kyuhyun. Jiyeon menundukkan kepalanya sekali lagi lalu berjalan mendekat. Eomma Kyuhyun mengajaknya duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur Kyuhyun, kursi yang semula di tempati Appa. Sementara Appa Kyuhyun keluar karena harus menjawab telepon.

Jiyeon merasa gugup. Sekarang ia sedang berhadapan dengan wanita yang sudah melahirkan Kyuhyun, ia bingung harus mengatakan apa nanti. Tapi tampaknya Eomma Kyuhyun adalah seorang ibu yang ramah dan hangat. Seperti Eommanya.
“Kau tahu, Jiyeon-ah. Kyuhyun selalu membicarakan dirimu jika sedang berkumpul bersama kami.” Terang Eomma langsung. Jiyeon terkejut mendengarnya. Benarkah? Jiyeon ingin membalas namun tidak jadi karena ia ingin mendengar cerita lebih dari Eomma Kyuhyun. Ia penasaran dengan apa yang Kyuhyun bicarakan tentang dirinya pada kedua orang tua Kyuhyun.
“Dia tampak antusias setiap kali menceritakan dirimu. Sorot matanya memancarkan kebahagiaan dan Eomma tidak pernah melihat Kyuhyun segembira itu ketika membicarakan sesuatu. Biasanya ia selalu tidak peduli dan dingin terhadap topik pembicaraan apapun”
Ada perasaan haru menelusup ke dalam relung hati Jiyeon ketika mendengarnya. Ia begitu gembira mengetahui kehadirannya mampu membuat kehidupan Kyuhyun menjadi lebih baik. Namun di saat yang bersamaan, ia justru semakin merindukan pria itu. Pria dengan watak keras kepala, sedikit angkuh, narsis, dan sulit sekali di tebak seperti Kyuhyun mampu membuat hatinya luluh. Setetes airmata jatuh di pelupuk matanya. Bola matanya beralih ke sosok yang hingga kini masih terlelap. Cho Kyuhyun, kau benar-benar menyusahkan. Cepatlah sadar. Kau bukan pangeran tidur. Batin Jiyeon.

—o0o—

Jiyeon menunggu Kyuhyun menggantikan Eomma yang pergi untuk istirahat. Terlalu lelah menanti, tanpa sadar ia tertidur dengan tangan menggenggam erat tangan Kyuhyun.

“Emmnh..” Jiyeon mendengar suara Kyu. Ia tersentak dan cepat mengangkat wajahnya. Benar saja. Kyuhyun sudah siuman. Ia hampir melonjak dan nyaris memekik ketika Kyuhyun membuka matanya perlahan. Ia sangat bersyukur dan lega.
“Kyu, ini aku. Kyu.. Kau tidak apa-apa kan?” ucap Jiyeon. Mata Kyuhyun bergerak begitu lemah, melirik ke arahnya. Perlahan senyumnya terbit mengenali wajah orang yang dicintainya.
“Jiyeon..” gumamnya dengan suara lemah. Jiyeon tersenyum senang. Ia kembali mendesah lega. Rasanya sudah lama sekali ia tidak mendengar suara Kyuhyun. “Senangnya, aku kira aku tidak akan pernah melihatmu lagi..” ucapnya dengan suara terpatah-patah dan lemah.
“Harusnya itu kalimatku! Kau ini bodoh atau apa sih! Aku pikir aku tidak akan melihatmu lagi” Jiyeon mengatakannya sambil menangis.
“Mianhae…” lirih Kyuhyun. Ia menatap lembut gadis yang kini menangis di depannya. Ia ingin sekali memeluk Jiyeon seperti yang sering dilakukannya dulu. Namun menggerakan tangannya saja ia tidak bisa. Seluruh tubuhnya seperti tak bertulang. “Aku ingin memelukmu, tapi tidak bisa” lanjutnya menyesal.

Mendengar itu, tanpa ragu lagi Jiyeon segera memeluk Kyuhyun. “Jangan tinggalkan aku.. Tolong jangan tinggalkan aku.. Aku tidak ingin orang yang kucintai meninggalkanku lagi” isak Jiyeon sambil memeluk Kyuhyun erat.
“ne~” Kyuhyun sekuat tenaga mengangkat tangan untuk balas memeluk Jiyeon. Setelah berhasil, ia mengusap kepalanya agar gadis itu tenang. Senyumnya mengembang dan ia mengucap beribu kalimat syukur karena masih bisa melihat dunia.
Kibum baru saja tiba di depan kamar rawat Kyuhyun dan berniat membuka pintu ketika ia melihat Jiyeon dan Kyuhyun saling berpelukan dari kaca pintu. Seluruh gerakan tubuhnya terhenti. Ia terpaku. Entah kenapa ia merasa sesak. Apa yang tengah terjadi sekarang? Apakah ia merasa iri, sedih, atau cemburu?

—o0o—

Beberapa hari berselang, Kyuhyun masih dirawat di rumah sakit. Jiyeon tiap hari datang menjenguk. Sekarang ia bisa memahami perasaan Soyoung ketika menjenguk Yesung tiap hari. Ia tidak pernah bisa tenang sebelum memastikan Kyuhyun baik-baik saja.

Hari ini tidak hanya Jiyeon yang datang, teman-teman di sekolah juga datang. Seperti Ryeowook, Donghae dan Suzy, Kibum, Yoona, bahkan Sooyoung juga datang. Kyuhyun terharu sekaligus senang sekali. Ternyata banyak yang peduli padanya. Ia sempat tertawa menanggapi candaan tak penting yang dilontarkant teman-temannya. Dan Jiyeon senang sekali melihat Kyuhyun tertawa seperti itu. Tak lama lagi, tak akan lama lagi Kyuhyun pasti sembuh. Ia sangat rindu pada sosok Kyuhyun yang jahil dan suka sekali mendebatnya.

Hari menjelang sore ketika teman-teman Kyuhyun pulang. Sekarang yang tersisa hanya Jiyeon. Ia tetap setia menemani Kyuhyun.

Kyuhyun sudah lebih baik. Dia bisa duduk meski belum bisa beranjak dari tempat tidur. Tadi mereka sempat berdebat karena Kyuhyun susah sekali saat Jiyeon memaksanya makan bubur. Tapi akhirnya Kyuhyun mengalah karena Jiyeon mengancam tidak akan datang lagi jika Kyuhyun tidak mau menurut.

“Mianhae, gara-gara aku tiap hari kau harus sibuk kemari” ucap Kyuhyun. Gadis itu hanya tersenyum sambil membenarkan posisi bantal agar Kyuhyun bisa tidur dengan nyaman.
“Karena itu kau harus cepat sembuh” jawab Jiyeon dengan wajah sendu, ia memaksakan seulas senyum agar Kyuhyun tidak cemas.
Kyuhyun tersenyum simpul. Ia tahu apa yang Jiyeon rasakan. Tapi ia pura-pura tidak tahu.
“Sudah lama aku tidak mendengarmu bernyanyi. Nyanyikan 1 lagu untukku.” Pinta Kyuhyun. Jiyeon mengerucutkan bibir.
“Suaraku tidak sebagus dirimu.”
“Gwaenchana. Ppalli..” rajuknya sambil memasang wajah aegyeo. Gadis itu mendesah pasrah. Baiklah, untuk menghibur Kyuhyun ia akan bernyanyi.
“Jika suaraku jelek, jangan ditertawakan oke. Ehm..” Jiyeon berdehem untuk menyesuaikan suaranya. Ia mulai bernyanyi.

_Nan kimi deulttaemyeon lucky in my life,
Geudaega kkumcheoreom dagaoneyo
Seulpeo jilttaemyeon nan lucky in my dream,
Geudae ttaseuhage nareul kkok gamssajuneyo_

Jiyeon menyanyikannya dengan sepenuh hati dan Kyuhyun bisa merasakannya. Dia terharu dan tak ada yang bisa dilakukannya selain tersenyum.

_Eonjena ireoke useoyo nan,
Sesangi himdeulge haedo nan jeoldae,
Nunmureun boigo sipjin anchyo,
Nae mameul moreuneun geudaerado_
*Lucky~Ashily*

Jiyeon menarik napas setelah selesai bernyanyi. Kini ia menatap Kyuhyun ragu. Ia takut Kyuhyun akan menertawakannya namun kenyataannya tidak karena namja itu sedang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
“ah, hatiku tenang begitu dengar nyanyianmu” ucap Kyuhyun tulus. Jiyeon berusaha menahan diri agar tidak menangis. Ia menundukkan kepalanya sejenak lalu kembali menatap Kyuhyun.
“Aku juga ingin mendengar kau bernyanyi” ucap Jiyeon setelah ia bisa menenangkan diri.
Kyuhyun dengan senang hati bernyanyi untuk Jiyeon.

_Saranghae gudae du nun chaeul su itdamyeon
Saranghae geudae naege useum boyeoju damyeon
Jeogi byeol bimajeodo, modu gajyeoda jultende, oh.._
*Love you~Howl*

Suara Kyuhyun tetap indah meski tak semerdu biasanya. Tapi justru membuat airmata Jiyeon tidak bisa dibendung lagi. Perlahan-lahan airmata jatuh membasahi pipinya. Kyuhyun berhenti bernyanyi. Ia tercengang melihat gadisnya menangis.
“Hei, aku bernyanyi bukan untuk membuatmu menangis” protes Kyuhyun tidak tega.
Jiyeon tidak berniat menghapus airmatanya.
“Aku semakin takut..” Jiyeon berkata dengan suara serak dan menatap Kyuhyun lurus-lurus.
“waeyo?”
“Aku takut jika suatu hari aku tidak akan mendengar kau menyanyi lagi.” lanjut Jiyeon dengan suara berat. Kyuhyun merasa bersalah melihat Jiyeon berwajah sedih begitu. Ia mengulurkan tangan hendak mengusap airmata Jiyeon ketika pintu mendadak dibuka.
“Ni hao..!!” Hankyung tiba-tiba masuk dengan wajah ceria, membuat suasana sedih di ruangan itu pecah seketika. Kyuhyun refleks menjauhkan tangannya dari wajah Jiyeon.
“Han” ucap Kyuhyun entah senang atau kesal.

Hankyung berjalan masuk dengan santai. Ia tidak menyadari keberadaan Jiyeon sebelumnya. Namun langkah Hankyung berhenti saat melihat Jiyeon terlebih karena gadis itu sekarang tengah menangis.
“Hei, Kyu. Lihat apa yang kau lakukan pada yeojachingumu! Kau membuatnya menangis” ujar Hankyung. Jiyeon tersadar bahwa ada orang lain di ruangan itu. Ia tersenyum pada Hankyung sekilas, lalu pamit keluar sebelum Kyuhyun membuka mulut. Namja itu hendak protes karena Jiyeon meninggalkannya. Mulutnya bahkan tidak berucap kata sepatahpun. Ia mendesah lalu menoleh pada sepupu Cina-nya.
“Kenapa kau kemari? Kau tidak betah lagi tinggal di China?” tanya Kyuhyun cuek. Hankyung mendelik lalu duduk di kursi yang tadi ditempati Jiyeon.
“Aish, kejamnya. Kau tahu, begitu mendengar kau masuk rumah sakit, aku segera berangkat kemari.”
Kyuhyun menghela napas berat. “Aku begini karena tidak ada yang cerewet padaku” ucap Kyuhyun menyindir Hankyung.
“Ya! Bocah tengik, kau menyalahkanku?!” seru Hankyung dengan bahasa Korea yang masih kacau—belum berubah semenjak ia pertama kali tinggal di Korea. Hankyung mengubah ekspresinya menjadi serius.
“Apa dia tahu kondisimu?”
Mendengar pertanyaan Hankyung, Kyuhyun hanya bisa menghela napas berat. “Jiyeon? Ya. Dia tahu” jawabnya pasrah. Hankyung menepuk tangannya.
“Ah, pantas saja. Kau juga, sudah tahu kondisimu lemah, kau pasti tidak mengikuti saran Dr. Shin”
“Tidak” jawab Kyuhyun polos, tegas, dan langsung.
“Aish, kau ini!” Hankyung ingin menjitak kepalanya tapi tidak jadi.

Kyuhyun diam. Sorot matanya mendadak meredup. Jika ingin berkata sejujurnya, ia pun merasa sedih dan takut. Penyakitnya bukanlah sesuatu yang bisa sembuh dengan cepat seperti demam. Hanya mukjizat yang bisa membuatnya terlepas dari penyakit ini. Dan ia sudah cukup banyak berharap selama beberapa tahun terakhir—semenjak ia divonis menderita penyakit jantung. Tapi bukannya membaik ia justru merasa kondisinya semakin memburuk dari waktu ke waktu. Lalu sekarang apa yang harus dilakukannya? Haruskah ia menyerah dan memasrahkan semuanya?

Jawabannya adalah TIDAK. Selama ini ia selalu berusaha meyakinkan setiap orang dirumahnya bahwa ia baik-baik saja. Dan ia berhasil. Meskipun seringkali sakit itu menyerang, namun ia berusaha untuk tidak membuat orang lain sadar akan keadaannya. Dan ia sangat membenci jika orang lain mengasihaninya.
“Aku tidak mau membuat siapapun cemas. Aku ingin menunjukkan pada semua orang bahwa aku bukan orang lemah. Cukup aku terlalu dimanjakan oleh Hyung dan orangtuaku. Aku ingin mereka berpikir kalau aku baik-baik saja. Aku tidak tega melihat wajah sedih mereka”
Hankyung menghela napas mendengar cerita hati Kyuhyun. “Tapi pada akhirnya kau justru membuat mereka sedih dua kali lipat. Dan itu karena kau egois”
Kyuhyun tersentak, dirinya seperti dipukul oleh palu seberat satu ton mendengar ucapan Hankyung barusan.
“Kau bukan tidak ingin membuat mereka sedih. Tapi kau tidak mau mereka mengasihani dirimu. Kau bersikukuh dirimu baik-baik saja. Padahal tidak. Itu namanya egois Kyu.”

Tidak, aku tidak eogis. Teriak Kyuhyun dalam hati. Ia baru membuka mulut untuk membantah namun Hankyung segera melanjutkan “Kau tidak berpikir, bagaimana perasaan mereka ketika tahu kau tidak baik-baik saja, dan selama ini kau hanya berbohong? Mereka akan merasa tersiksa dan bersalah.”
Kyuhyun terpaku. Ia merasa ucapan Hankyung ada benarnya. Terlintas dalam benaknya bayangan ekspresi Leeteuk, ayah dan ibunya saat mengetahui kondisi kesehatannya yang menurun. Terdengar juga suara tangisan Ibunya dan Jiyeon. Bagaimana mungkin ia mengabaikan itu semua? Bagaimana mungkin ia bersikap egois seperti itu?
“Han, terkadang nasehatmu menakutkan” ucap Kyuhyun kemudian. Hankyung tertawa kecil.

Jiyeon masuk ruangan. Hankyung bangkit dan menepuk pundak Kyuhyun pelan. Sekarang ia bisa pergi setelah Jiyeon kembali.
“Waktunya aku pulang. Aku pergi dulu” Kyuhyun mengangguk. Jiyeon menundukkan kepalanya sekilas saat Hankyung berjalan melewatinya. Hankyung berbalik sebelum membuka pintu. “Dan Kyu, jika aku kembali nanti, itu bukan karena kabar buruk, tapi karena kabar baik. Ok!” ucapnya sambil melemparkan ‘wink’ pada Kyuhyun.
“Ya! Kau mendoakanku mati!” teriak namja itu jengkel. Terkadang Hankyung bisa sangat menyebalkan.

Jiyeon menghampiri Kyuhyun yang bersedekap kesal.
“Hankyung pulang cepat sekali?”
“Biarkan saja.” Kyuhyun cemberut. Jiyeon terkekeh kecil lalu duduk di tepi ranjang. Ia benar-benar gemas lantas mencubit pipi Kyuhyun pelan.
“Owh, jangan mesem-mesem begitu. Kau jadi tidak terlihat tampan nanti”
Kyuhyun memegang tangan Jiyeon yang mencubit pipinya, kemudian menggenggamnya dengan kedua tangan. Jiyeon merasa ada yang berbeda dengan cara Kyuhyun memegang tangannya sekarang, terlebih karena namja itu menatap Jiyeon dengan mata berbinar.
“Kau tau, Tuhan sangat baik terhadapku”
Jiyeon mengerutkan kening. Apa maksud ucapannya? Ia tidak berniat bertanya karena ia yakin akan segera mendapatkan jawabannya.
“Karena kau adalah hadiah terbaik dari Tuhan untukku” ucap Kyuhyun tulus.

Deg.. Deg.. Deg..

Jantung Jiyeon berdetak lebih cepat. Sungguh, ia sangat terharu mendengar kalimat yang Kyuhyun ucapkan. Dan itu membuatnya semakin tidak mau kehilangannya.
“Karena itu, kau harus berjanji. Jika aku tidak ada, kau harus hidup bahagia. Karena kau itu berharga.”
Mata Jiyeon membulat. Jantungnya seperti jatuh dari tempatnya mendengar kalimat Kyuhyun berikutnya. Kenapa ia berkata begitu? Kyuhyun tidak akan pergi kemanapun. Tidak akan.

To be continued

27 thoughts on “All My Heart (Part 4)

  1. Andwae… Kyu, ga blh mati (ʃ‾̩̩̩‾̩̩̩~‾̩̩̩‾̩̩̩ƪ)
    Ya ampunn, yesung oppa dah pergi, masa’ kyu juga sih thor??!😦
    Itu kata2 kyu yg akhir2 sedih banget dah ah..😦
    Nexxxtt…😀
    ThanKYU thor..

  2. Kyuppa jgm mnggal donkk…😦
    Kyuppa harus nemenin Jiyi ampe Tua pokok’nya #maksa…
    Smga ada pendonor baik hati yg bklan Donorin jantung’nya buat Kyu…

    D’tunggu next part’nya…

  3. ayolah evil ,,, jangan nakut”n Jiyeon kaya gtu dong
    masa evil nyerah cuma gara” penyakit doang ?!! ni ga sesuai image evil mu
    kan kasian Jiyeon klo harus kehilangan lagi😦

  4. andwaaeeee jeongmal andwaeee…
    Jebal dulu yesung yang pergi jebaaal skrg jangan kyuhyun.. Jebaall😦
    kibum kumohon bantu jiyeon tenangin jiyeon kalau sedih ne…
    Kyu lihat! Lihat!!! Karena kau tdk teratur berobat kan..
    Hiks.. Hiks.. Kyu jebal kajima ne?
    Lanjutannya ditunggu sangaaat

  5. Great! Berhasil mbikin aku nangis berkali kali ;-; fell nya ditambah aku nya yg cengeng, makin jadi dah nangisnya T.T

  6. Hua a a a a andweeee please th0r jngan buat kyu ku mening6al
    hiks hiks
    di tnggu th0r lanjutan y ok aku harap happy ending trakhir y hiks hiks
    *elap ingus

  7. yahh kyu oppa jgn mninggal donk , kasian ntar jiyeonnya
    happy end aja donk thor ..
    cpet thor , pnasaran bgt nih🙂
    hwaiting yaa

  8. aaahhh q gg mungkin sekarang mubta ke tuhan..coz crita ini dah jadi utuh.q cma minta je author tolong jangn buat sad ending. q gg sanggup.!!!

  9. yaaahhh kyu harus tetap hidup untuk jiyeon….kan kasian jiyeon nya…ditinggalkan terus sm orang kesayangan nya…jd kyu harus hidup…Aaaahhh. ..next aja deh biar gak galau. ..hehehe

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s