Shady Girl Kyuhyun’s Story (Part 4)

Tittle : Shady Girl Kyuhyun’s Story Part 4
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Family

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Na Hyun Jung

Support Cast :

  • Yesung
  • Lee Donghae
  • Lee Hyukjae/Eunhyuk
  • Choi Siwon

Udah mulai timbul gejala pusing, mual-mual, atau sakit perut gara-gara bosen baca FF ini? semoga aja gak yah ^^. Karena perjalanan FF ini untuk nyampe tamat masih panjang loh.

Kalau nemu typo, salahin author yang gak teliti ngetiknya. Kalau feelnya gak dapet, salahin author juga karena gak bisa nyusun kalimat bagus yang bisa bangkitin emosi hati. Kalau bahasanya amburadul ato gak sesuai EYD, salahin lagi aja author karena author ngetik FF ini gak didampingin kamus B. Indo *bow*

happy Reading ^^

Shady Girl Kyuhyun's Story by Dha Khanzaki1

——o0o——-

Part 4

“Hyun Jung, kau membawa namja kemari?” Appa kaget. Ia hampir saja tersedak teh yang sedang di seruputnya begitu melihat Hyun Jung besama seorang namja tak di kenal. Ini pertama kalinya selama 22 tahun terakhir.
“Perkenalkan, dia Cho Kyuhyun.” Hyun Jung memperkenalkan Kyuhyun kepada Appanya. Jujur saja, Kyuhyun gugup sekali saat berhadapan dengan Appa Hyun Jung. Ia membungkukkan badannya sedikit sebelum mengulurkan tangan.
“Aku Cho Kyuhyun.” Suaranya bahkan terdengar kikuk.

“Wah, ada tamu..” seorang wanita berusia 40 tahunan muncul dari arah dapur. Itu pasti umma Hyun Jung.
“Umma, perkenalkan ini Cho Kyuhyun.” Hyun Jung pun tak lupa mengenalkan Kyuhyun pada ibunya.
“Kyuhyun imnida..” Kyuhyun mencoba meninggalkan kesan baik di hadapan kedua orangtua Hyun Jung.
“Ini pertama kalinya Hyun Jung membawa teman laki-lakinya kemari.” Kata Umma takjub. Terpikir dalam benaknya bahwa namja di hadapannya ini adalah seseorang yang istimewa bagi putrinya.

“Tunggu!!” cegah Appa ketika Hyun Jung hendak membawa Kyuhyun ke lantai atas. Kedua orang itu menoleh bersamaan.
“Kalian mau kemana? Appa tidak mengizinkan kalian berduaan saja di atas Sana” ekspresi Appa menajam. Inilah salah satu kesamaan dari Yesung dan Appanya. Sama-sama overprotektif.
“Omo, biarkan saja. mereka tidak mungkin berbuat macam-macam” hanya Umma satu-satunya di rumah itu yang bersikap selayaknya manusia normal.
“Ayolah Appa, biarkan aku menyelesaikan tugasku. Lagipula dia ini dosen pembimbingku kok. Dan kami akan belajar di ruang tengah.” Jelas Hyun Jung sabar. menghadapi keluarganya memang memerlukan tenaga ekstra serta hati yang lapang.

Mata Appa maupun Umma membulat begitu ‘ngeh’ pada ucapan Hyun Jung tadi. Reaksi mereka sama terkejutnya seperti Yesung.
“Apa? Dia, dosenmu?” Appa melongo. Pandangannya bergantian menatapi Hyun Jung dan Kyuhyun. Jelas sekali bahwa pria berusia 50 tahunan itu tercengang. Sementara Umma hanya membulatkan bibirnya pertanda ia pun tak kalah kaget dengan suaminya.
“Iya” Hyun Jung mengangguk pelan. Kemudian ia menghela napas lemah “Appa, jangan tunjukkan ekspresi seperti Oppa. Memang seaneh itukah menjadi seorang dosen di usia muda?”

Kyuhyun sang subyek pembicaraan tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Tepatnya ia pun kebingungan. Sering sekali ia menghadapi situasi macam ini. Dan anehnya, justru di hadapan Hyun Jung dan keluarganyalah ia mengalami ketegangan yang luar biasa.
“bukan begitu” Appa buru-buru menepis dengan tangan mengibas-ngibas.
Hyun Jung segera mempersilakan Kyuhyun untuk duduk di depan meja rendah yang ada di tengah ruang keluarga itu.
“Tunggu, Appa, haruskah mengikutiku sampai kemari? Appa ingin mengawasi kami?” Hyun Jung protes kembali karena sang Appa mengekor di belakangnya.
Appa kelabakan tidak jelas. “Oh, tenang saja. Appa tidak akan mengganggu kalian. Appa di sini untuk bermain catur dengan Yesung.” Untuk menghindari kecurigaan Hyun Jung, Appa segera menarik kursi yang biasa ia gunakan untuk bermain catur. Tak lupa juga meletakkan papan catur di atas meja bulat yang ada di hadapan kursi itu.

Hyun Jung menggelengkan kepala sementara Kyuhyun bingung juga menghadapi keadaan aneh di rumah gadis itu. Hyun jung memahami sikap perhatian yang sedikit berlebihan dari Appanya. Dan sekarang ia berusaha untuk melupakan gangguan kecil itu agar bisa lebih berkonsentrasi pada tugas kuliahnya. Sia-sia seorang professor muda seperti Kyuhyun membantunya jika ia tidak bisa merampungkan tugasnya yang menumpuk.

“Baik, kita mulai dari mana?” Kyuhyun mulai mengeluarkan laptop dari dalam tas yang dibawanya.

Sementara Kyuhyun dan Hyun Jung memulai pekerjaan rumah mereka, Appa diam-diam mengawasi mereka dari jauh. Sesekali matanya melirik putrinya dan Kyuhyun walaupun tangannya tetap aktif memainkan bidak-bidak catur.
“Appa.” Yesung menghampiri lalu duduk di seberang kursi yang di tempati Appa. Sesaat kepala pria itu menoleh. Menyadari anak lelakinya sudah berada di sana, ia merasa telah mendapatkan 1 pendukung.
“Sejak kapan Hyun Jung dekat dengan namja itu?” Appa bertanya dengan suara pelan tanpa mengalihkan pandangannya pada Yesung.
“Entahlah” Yesung mengendikkan bahu meskipun Appa tidak mungkin melihatnya. “Aku juga baru kali ini melihat Hyun Jung bersamanya.”

Terdengar Appa menghela napas kemudian, membuat Yesung mengerutkan kening.
“Kudengar dia itu seorang professor.” desah Appa, terkesan putus asa. Seperti orang yang baru saja mengakui kekalahan. Yesung menelan ludahnya dengan susah payah. Ia pun merasakan tenggorokannya tercekat.
“Dan sepertinya Appa terlalu mengekang Hyun Jung sampai dia berbuat senekat itu membawa namja ke rumah.” Tambah Appa. Meskipun ia mendengar dari Hyun Jung bahwa Kyuhyun adalah seorang professor, namun sepertinya tidak semudah itu Appa percaya. Karena di lihat dari sudut mana pun, namja itu tidak tampak seperti seorang dosen pada umumnya.
“Jadi, Appa setuju saja Hyun Jung bersamanya?” Yesung tak percaya. Ia menyimpulkan hal itu setelah melihat reaksi Appa.
“Tidak!!!” tegas Appa membuat Yesung menyunggingkan senyum evil. Ternyata Appa tetap satu pemikiran dengannya.
“Tidak sebelum namja itu menunjukkan diri bahwa ia pantas menjaga Hyun Jung.” Tambahnya membuat Yesung kembali cemberut.


“Boleh aku bertanya?” Kyuhyun memecahkan suasana hening yang sejak beberapa menit lalu melanda mereka berdua. ia tidak menyadari tatapan dari 4 pasang mata begitu mengintimidasi dirinya kala mengajak Hyun Jung berbicara.
Hyun Jung mengangkat kepalanya dari depan netbook miliknya.
“Tentu saja.”
“Kenapa kau bekerja di kafe? Kulihat kondisi keluargamu tidak begitu mengkhawatirkan.”

Deg deg deg…

Hyun Jung dibuat terpaku oleh pertanyaan sederhana itu. Ia tercengang sesaat sebelum bisa menguasai dirinya lagi. Duduknya pun sedikit gusar. Bagaimana sebaiknya ia menjawab pertanyaan itu? Sementara tak jauh dari tempatnya ada 2 mata-mata yang sedang mengawasi setiap gerak-geriknya.
“Tidak perlu di jawab, jika kau tidak bersedia. aku hanya penasaran saja” Kyuhyun segera menarik pertanyaannya tadi begitu menyadari keadaan Hyun Jung. Terlihat jelas gadis itu tidak ingin menjawab rasa penasarannya.
Hyun jung tersenyum tipis sebagai rasa terima kasihnya. Hatinya begitu lega karena Kyuhyun tidak memaksanya.
“Gomawo. lain kali aku akan menjawabnya. Oppa tinggal menunggu waktu yang tepat saja.” ujarnya. Kyuhyun mengangguk. Sepertinya memang ada alasan kuat di balik semua ini. Ah, kenapa ia menjadi penasaran begini ya?

“Kudengar Oppa sering sekali menjadi dosen pengganti di luar kampus.” Kini gantian Hyun jung yang bertanya. Kyuhyun kembali menganggukkan kepalanya.
“Tidak sering juga sih..”
“Universitas mana saja yang pernah Oppa singgahi?”
“banyak sekali. Hampir semua universitas di Seoul.” Ucapnya sambil menghitung-hitung dengan jari.
“Apa pernah ke Universitas Myungji juga?”
“Tentu saja”
Hyun Jung mengerjap takjub. “Wah, apa kau mengenal Park Haebin? dia siswi di sana. Tapi sekarang sudah tidak lagi.”

Kyuhyun bereaksi tak kalah heboh. “Haebin? dia siswi jurusan psikologi?”
Hyun Jung mengangguk. “Ne. Kau kenal?”
“Tentu saja.” Kyuhyun menepuk pelan meja. “Dia kan menikah dengan sahabatku” ujarnya bangga.
“Jinjja?????” Hyun Jung memekik pelan. Appa dan Yesung sampai melotot kaget apalagi Kyuhyun. “Bagaimana keadaannya sekarang? Sudah lama aku tidak mendapatkan kabar darinya.”
“Terakhir kali kulihat dia baik. Kau tahu, sekarang Haebin sudah menjadi seorang ibu.”
“Kyaaaaaaa!!!!” lagi-lagi Hyun Jung bereaksi di luar dugaan. Ia melonjak dari tempat duduknya lalu meloncat-loncat girang. Gadis itu segera mendekati Kyuhyun. Ia menatap Kyuhyun dengan mata berbinar. Jantung Kyuhyun hampir saja copot melihat ekspresi yang tengah Hyun Jung tunjukkan sekarang.
Tanpa di duga Hyun Jung menggenggam erat tangannya. “Oppa, kau harus mengantarku ke rumahnya. Sekarang juga.” Serunya setengah berteriak.

“Whuaaaaa!!!” kompak ayah dan anak—Yesung—itu berteriak histeris ketika menyaksikan adegan pegang-pegangan tangan yang dilakukan Hyun Jung serta Kyuhyun. Rupanya mereka berdua memiliki ketakutan yang sama.

“Ba-baik. Tapi..” Kyuhyun ragu dan kalimatnya terbata.
“Tapi apa?” Hyun Jung menunjukkan ekspresi memelasnya.
Ragu-ragu bola mata Kyuhyun berputar ke arah samping mereka. Tepat menuju 2 sosok yang kiti sedang menatap mereka dengan pandangan mematikan. Namja itu tampak kesulitan menelan ludahnya sendiri. Sebab ia merasakan ada aura iblis di sekitarnya.
Seolah paham dengan maksud dari isyarat mata Kyuhyun, Hyun Jung buru-buru mengibaskan tangannya.
“Jangan pedulikan mereka. Biar aku yang akan mengurusnya. Jadi mau kan mengantarku..” kini Kyuhyun semakin bimbang karena Hyun Jung menunjukkan puppy eyes yang begitu menggemaskan. Aigoo.. kejam sekali jika dirinya menolak permintaan tulus seperti itu.
“Arraseo. Kajja..” Kyuhyun akhirnya menyerah. Ini ia lakukan demi Hyun Jung. Meskipun ia tidak tahu apakah bisa keluar hidup-hidup dari rumah ini.
“Yes!!”
Hyun Jung segera berlari menghampiri Appa dan Yesung.
“Appa, aku akan pergi mengunjungi temanku. Oppa, kau tidak perlu mengantarku. Bye..” Hyun Jung mengecup bergantian pipi Appa dan Yesung, tersenyum manis lalu pergi menuju kamarnya di lantai 2 untuk berganti baju.

Kyuhyun mengusap pipinya sendiri. Aish.. beruntungnya menjadi Appa dan Oppa-nya Hyun Jung. Pasti mereka sering mendapatkan kisseu seperti tadi dari Hyun Jung. Sejujurnya, ia iri.

Yesung melayangkan death glare-nya pada Kyuhyun. Buru-buru namja itu mengalihkan perhatiannya. Ia pura-pura tidak melihat dan memilih membereskan barang-barangnya.

__o0o__

“Berhenti!!” mendadak Hyun Jung meminta Kyuhyun menghentikan mobil begitu mereka melewati sebuah toko perlengkapan bayi.
“Ada apa?”
“Aku ingin membeli hadiah untuk Haebin.” ucapnya buru-buru melepas sabuk pengaman lalu keluar dari mobil. Kyuhyun mengikutinya.

Di dalam toko, ia mengekor Hyun Jung yang tampak asyik memilih-milih baju bayi dan perlengkapannya. Kyuhyun hanya menggaruk bagian belakang kepalanya. jujur saja, ia tidak begitu mengerti mengenai hal ini. Beginilah jadinya, ia hanya bisa menjadi hama pengganggu di sana.
“Oppa, nama bayi Haebin siapa?” tanya Hyun Jung.
“Lee Hae Young.” Jawab Kyuhyun datar. Gadis itu menganggukkan kepalanya. ia mengangkat sebuah jumper berwarna pink.
“Lihat, apakah ini bagus?” tanyanya.
Kyuhyun mengerutkan kening, ia memikirkan pendapatnya tentang baju itu berdasarkan sudut pandang ilmiah dan psikologi.*alah, ribet banget*
“Itu, bagus..” akhirnya hada 2 kata yang bisa diucapkannya.
“Jinjja? Haebin pasti senang.” Hyun Jung memutuskan untuk menghadiahkan jumper itu untuk bayi lucu Haebin.
“em, ngomong-ngomong, bukankah Haebin lebih tua darimu? Kenapa kau tidak memanggilnya ‘Eonni’?”
Hyun Jung tersenyum tipis. “Apa ini juga karena insting professor mu? Yang suka penasaran?”
Kyuhyun menggeleng pelan. “Tidak juga.”
“dia tidak mau kupanggil eonni. Padahal usia kami berbeda 2 tahun.”
“oh..” Kyuhyun mengangguk-angguk.

Setelah 15 menit, akhirnya selesai juga acara belanja dadakan itu. Hyun Jung sudah membeli berbagai macam perlengkapan bayi. Ia senyam-senyum sendiri selama perjalanan.
“Sepertinya kau gembira. Syukurlah..” Kyuhyun ikut tersenyum.
“Aku senang sekali. Bertemu Haebin adalah salah satu keinginanku tahun ini. Habis, setelah dia berhenti bekerja dan menikah, aku tidak memiliki teman lagi.”
“Nde? Jadi maksudmu, temanmu hanya Haebin?”
“Banyak. Tapi tidak ada yang memahamiku seperti dia.”
Kyuhyun mengatupkan kembali mulutnya saat ia melihat wajah sedih Hyun Jung. Ia tidak suka. Ekspresi seperti itu tidak cocok singgah di wajah cantiknya. Tidak boleh. Akhirnya sampai rumah Haebin Kyuhyun tidak bertanya kembali.

__o0o__

“Kyaaa.. Hyun Jung-ah..” Haebin berseru riang begitu mendapati tamu tak terduga hadir di rumahnya. Ia sedang asyik-asyiknya memperhatikan bayinya yang tidur manis dalam keranjang bayi saat mendengar suara Hyun Jung.
“Aku tidak menyangka kau datang kemari.” Haebin memeluk Hyun Jung dengan hangat.
“Lihat, aku membawakan hadiah untuk bayimu..” Hyun Jung menyerahkan 2 kantong berisikan kado pada Haebin.
“Aigoo, uri Hyun Jung memang baik hati. Entah ini kado ke berapa yang kau berikan padaku. Sementara aku..” Haebin terharu. Matanya sudah berkaca-kaca.
“Eits, jangan begitu. Aku senang ko.”
“kau datang dengan siapa?”
“Kyuhyun Oppa..”
“Mwo????” Haebin kaget luar biasa. Dari sekian banyak orang kenapa mesti Kyuhyun?
“Maksudmu, professor Kyu? Dosen di Universitas Seoul?”
Hyun Jung mengangguk.
Haebin menutup mulutnya dengan ke dua tangan. Ya ampun, kenapa reaksinya berlebihan begitu?
“Sekarang mana dia?”
“Sedang mengobrol dengan suamimu di ruang tamu.”
Haebin baru akan mengajak Hyun Jung pergi saat ia mendengar suara tangisan Hae Young.
“Omonaaa..”


“Wah, ternyata banyak tamu begini.” Haebin agak terkejut. Ketika ia menghampiri Donghae yang dikiranya sedang menemani Kyuhyun seorang, ternyata selain professor muda itu juga ada Siwon dan Eunhyuk.
“Aish, Nyonya Lee datang juga. Bawa si kecil lagi..” kata Siwon. Donghae segera menoleh, ia tersenyum pada istrinya yang datang sambil menggendong Hae Young. Bayi itu kini sudah berusia 2 bulan.
“Aku sengaja meminta Siwon kemari karena ada urusan penting. Sementara Eunhyuk, entahlah. Mungkin dia rindu padaku.” Ujar Donghae narsis.
“Aigoo, percaya diri sekali kau!” Eunhyuk melempar Donghae dengan bantal sofa. “Ngomong-ngomong, siapa yeoja di belakangmu?” dari tadi Eunhyuk memang sudah penasaran. Kyuhyun pada awalnya sibuk memainkan game di PSPnya sampai menengok. ia yakin Eunhyuk sepertinya tertarik pada Hyun Jung. Tampak jelas dari ekspresinya.
“Dia Hyun Jung, sahabatku..”
“Annyeong haseyo. Na Hyun Jung imnida..” Hyun Jung membungkukkan badannya sedikit.

Siwon dan Eunhyuk berdiri sejenak untuk membalas salam Hyun Jung. Haebin duduk di samping suaminya sementara Hyun Jung duduk di kursi terpisah. Dan Kyuhyun, berada tepat di seberang gadis itu.
“Aku Lee Hyukjae. Tapi aku akan sangat senang kalau kau memanggilku Eunhyuk.” Terangnya narsis. Hyun Jung menjabat tangannya yang terulur. Kyuhyun lagi-lagi menatapnya dengan wajah iri.
“Aku Choi Siwon. Jangan lupakan aku oke.”
Hyun Jung mengangguk. “Tentu saja. wajahmu yang paling mudah di ingat.”
Seketika orang-orang tertawa mendengarnya.
“Jinjjayo? Jeongmal gomawo..” Siwon girang sekali saat ada orang yang bilang wajahnya mudah di ingat. *ya eyalah Bang, Abang kan yang paling cuaem* Hyun Jung memperhatikan dengan lebih seksama wajah Siwon, tunggu.. sepertinya ia bukan merasa wajah Siwon mudah di ingat. Namun sepertinya ia memang sering sekali melihat Siwon di suatu tempat.
“Sepertinya aku pernah bertemu denganmu sebelumnya, Siwon-ssi..” ujar Hyun Jung.
Kyuhyun terperanjat dari duduknya. Ekspresinya berubah serius. Aigoo, Hyun Jung, kumohon jangan terpesona pada Siwon.. batinnya.

Alis Siwon terangkat sebelah. “Di mana?”
“Tunggu..” Hyun Jung memutar otaknya. Firasatnya mengatakan bahwa ia memang pernah melihat Siwon sebelumnya. Hanya saja ia tidak bisa mengingat di mana itu.

Kyuhyun memperhatikan dengan seksama setiap ekspresi yang ditunjukkan Hyun Jung. Sial!! Kenapa jantungnya berdebar cepat seperti ini? Ekspresi bingungnya, gerakan tubuhnya saat ia berpikir, semua itu telah membangkitkan minat Kyuhyun. Ini sedikit aneh.

Semakin di ingat Hyun Jung makin kebingungan. Tapi ia tidak semudah itu menyerah terhadap rasa penasarannya.
“Tidak perlu memaksakan diri, Hyun Jung-ssi” ujar Siwon.

“Ah!!!” Hyun Jung menepuk tangannya ketika otak kecilnya berhasil mengingat.
“Aku pernah melihatmu di Namsan Tower!! Tapi wajahmu tampak sedih”
Mendengar Hyun Jung menyebut Namsan Tower, membuat Siwon terpaku sejenak sebelum akhirnya ia menyesuaikan diri.
“Benarkah? Aku memang sering ke sana.” Akunya gugup. Jangan-jangan Hyun Jung melihatnya saat ia sedang menunggu Tiffany, kegiatan yang selalu ia lakukan setiap tahun di tanggal yang sama. Namun setelah 5 tahun berlalu, gadis itu—Tiffany–tidak pernah muncul untuk menepati janjinya.

Eunhyuk mendekatkan dirinya pada Kyuhyun, hendak berbisik.
“Aku tahu dia sedang apa” bisiknya dengan nada misterius. Matanya lurus menatap Siwon.
“Menunggu Tiffany Hwang” lanjut Kyuhyun pelan, nada suaranya tak kalah misterius.
Matanya pun menyipit.
“Bingo!!”

“Haebin, anakmu cantik sekali..” seru Hyun Jung gemas. Haebin memiringkan kepalanya bingung.
“Em, anu Hyun Jung-ah..” ucapnya ragu. “Tapi anakku itu namja..”
Hyun Jung terpaku. “Ndeeee????” tubuhnya mendadak kaku seperti patung. Ia seakan baru tersadar kalau ia sudah melakukan kesalahan. “Jeongmal? Lalu bagaimana dengan kado yang kubelikan? Semuanya berwarna pink..” lirihnya. “Aku kira anakmu yeoja..”

Suasana mendadak hening. Semua orang menunjukkan reaksi yang sama, melongo.

“Aigoo.. Nan paboya!!” Hyun Jung menjitak kepalanya sendiri. “Bagaimana mungkin aku melakukan kesalahan semacam ini? Memalukan sekali!!”

Sedetik kemudian orang-orang tertawa.
“Hyun Jung-ah, kau lucu sekali..” Eunhyuk bahkan sampai tertawa terpingkal-pingkal.
Hyun Jung menundukkan kepalanya. sungguh, ia merasa begitu malu. “Maaf..” lirihnya.
“Gwaenchana. Bukankah bagus, aku memang belum membeli perlengkapan bayi berwarna pink. Gomawo Hyun Jung-ah..” Haebin menghibur Hyun Jung yang nampaknya terpuruk itu.

__o0o__

“Pulang malam sekali. Apa saja yang kau lakukan?”
Baru saja Hyun Jung tiba di ruang tengah rumah, telinganya sudah diserbu berbagai macam pertanyaan dari Yesung.
“Mengunjungi Haebin. Oppa tentu mengenalnya kan?” jawab Hyun Jung acuh tak acuh. Ia sangat lelah hari ini.
“Sudah jangan berdebat dulu. hyun Jung, ayo makan.” Umma menyuruhnya agar segera bergabung dengannya di depan meja makan. Menikmati makan malam bersama.

Hyun Jung patuh. Dia segera duduk di samping Umma.
“Namja tadi, sudah berapa lama kau mengenalnya?” tanya Umma penasaran. Hyun Jung menghentikan kesibukannya berkutat dengan makanannya.
“hampir 2 minggu yang lalu, Umma.”
Umma, Appa dan Yesung sedikit membelalakkan matanya.
“2 minggu? Tapi dia sudah kau ajak kemari? Wah, pastilah dia namja yang sangat istimewa.” Ungkap Umma takjub.
Yesung mendelik. “Umma, yang benar saja! jangan bilang Umma menyukainya.”
“Wae? Namja itu tampak sopan dan manis”
“Itu tidak penting sama sekali. Apa Umma tidak bisa melihat penampilannya? Dia..”

“Stop!!!”

Seruan Hyun Jung membuat kegiatan makan keluarga itu berhenti. Hyun Jung sendiri itdak paham mengapa hatinya memanas mendengar orang lain mengatakan hal tidak baik soal Kyuhyun.

To be continued..

69 thoughts on “Shady Girl Kyuhyun’s Story (Part 4)

  1. puahahahahaha… kalo jadi hyunjung, aku bakal nyalahin kyu…….😄 salahnya kaga dibenerin dan dikasih tau….😄 puahahahahahahaha
    ecie~ udah ada yang nggak rela niih~ ehem ehem ehem.. :p

  2. Hahahahah,, HyunJung trnyata kocak jg ya,, bli prlngkpan bayi ko gk tnya2,, cwek ap cwok k Kyu ??
    Mlh lngsung bli aja… Kyu jg knp diem aja ?? Tp gk heran c scra Kyu kn orgnya cuek abis…jd gk “ngeh”

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s