Hello My Charming Yeoja (Part 2B)

Tittle : Hello My Charming Yeoja Part 2B
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Shin Je Young
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Lee Min Ah
  • Lee Sungmin

Balik lagi dengan FF di mana author ngeksis *kibar bendera*. Semoga gak ada yang bosen ama Kyu-Young Couple. Selain Kyu-Ra couple, author juga seneng banget ama Kyu-Young Couple *gak nanya sumpah*

Inget FF Hello My Glassess Namja kan? Nah, ini sekuelnya loh.

Warn : typo bertebaran

Happy Reading

Hello My Charming Yeoja by Dha Khanzaki

——o0o——-

Part 2 b

Ketika menghampiri kedua orang itu dan berbicara, betapa terkejutnya mereka melihat Kyuhyun dan Je Young, terutama Eomma Je Young.
“Eomma, apa yang Eomma lakukan di sini. Eomma bilang akan pergi menemui teman” Protes Je Young ketika tiba di hadapan Eomma. wanita paruh baya itu terkejut. Tuan Cho pun tampak terkejut karena Kyuhyun kini menatapnya dengan mata menyipit curiga.
“Kau sendiri bagaimana bisa di sini?” tanya Eomma heran. Bukankah Je Young juga bilang akan pergi ke pesta natal bersama temannya?
“Aku yang mengajaknya..” jawab Kyuhyun lebih dulu. Ia melirik Appanya dengan tatapan menyelidik.
“Nyonya Jung..” sela Tuan Cho. “Perkenalkan dia anakku..” ucapnya mengenalkan Kyuhyun. wanita itu kini menoleh pada namja yang berdiri di samping putrinya.
“Omo, jadi dia Kyuhyun? tampan sekali. bagaimana dia bisa bersama denganmu, Je Young?” tanya Eomma takjub.
“Eomma belum menjawab pertanyaanku.” Ucap Je Young mengalihkan pembicaraan. Eomma mengerjap lalu berdehem.
“Tuan Cho adalah sunbae Eomma saat kuliah dulu. dan kebetulan mendiang istrinya adalah pelanggan tetap butik Eomma. jadi yah, kami bisa dikatakan teman lama.” jelas Eommanya. “Dan aku tidak tahu kau mengenal putranya.”
“itu karena Nona Shin bekerja di perusahaanku. Dia adalah sekretarisku.” Jawab Tuan Cho lebih dulu. Eomma terkejut.
“Jinjja? Kenapa kau tidak pernah bilang Je Young-ah.” Dia tidak menyangka bahwa putrinya mengenal Tuan Cho, seniornya di kampus dulu. Dan ia pun tidak tahu bahwa selama ini putrinya bekerja di perusahaan Tuan Cho.
“Kalian tampak serasi..” canda Tuan Cho melihat Kyuhyun bersama Je Young. Gadis itu menundukkan kepalanya malu. Ia berusaha menjauhkan jarak berdirinya dengan Kyuhyun. namun namja itu tetap menariknya mendekat. Ia tersentak kaget ketika Kyuhyun dengan sengaja menggenggam tangannya di depan para orang tua itu dan tersenyum manis, yang berhasil membuat semburat merah di kedua pipinya.
“Jika kalian merestui, harus bagaimana lagi..kita menikah saja Youngie..” balas Kyuhyun sambil tersenyum lebar. Je Young menoleh cepat. Ia ingin protes namun tak berhasil menemukan kalimat yang tepat untuk membalasnya. Ia hanya diam dengan mata menatap Kyuhyun. berbagai perasaan berkecamuk dalam dirinya saat ini dan ia tidak tahu harus menanggapinya dengan seperti apa. Para orang tua hanya tersenyum melihat kedua anak itu. Mereka tidak memberikan komentar apapun.

“Acara dansa sudah mulai. Bagaimana kalau kita ikut berdansa, Youngie..” ajak Kyuhyun begitu mendengar alunan musik romantis dan lembut menggema di seluruh ruangan. Beberapa pasangan sudah berdansa di tengah ruangan dan Kyuhyun ingin sekali bergabung dengan mereka.
“Tapi, aku tidak bisa berdansa..” cicit Je Young malu. Namun sepertinya Kyuhyun tidak mendengarkan karena namja itu tetap menariknya ke arah orang-orang yang tengah berdansa. Ia berusaha memberontak. Namja ini sudah gila. Teriak Je Young dalam hati.
“Kyuhyun-ssi, aku tidak bisa berdansa..” ulang Je Young ketika mereka sudah berdiri berhadapan di antara pasangan yang berdansa. Berapa kalimat yang harus ia keluarkan agar namja itu paham dengan ucapannya?

Kyuhyun tersenyum penuh arti lalu meletakkan satu tangannya di pinggang Je Young dan yang satunya lagi menggenggam tangan gadis itu. Perlahan ditariknya mendekat tubuh Je Young.
“Chankkaman, Kyuhyun-ssi..” desis Je Young gugup ketika jarak di antara dirinya dan Kyuhyun tidak ada sama sekali. Namja itu benar-benar mendekap tubuhnya. Kyuhyun tetap tidak menggubris penolakan Je Young dan kini ia justru kembali memamerkan senyum manis.
“Kau tidak perlu menghiraukan hal itu. Aku akan mengajarimu pelan-pelan. Kau tinggal mengikuti gerakanku saja.” jelas Kyuhyun dan ia mulai menggerakkan kakinya. Je Young terkesiap kaget dan buru-buru menyesuaikan gerakan kakinya sebelum ia terpaksa menginjak kaki Kyuhyun.

Benar saja, Je Young sempat kewalahan selama beberapa saat karena ini pertama kalinya ia berdansa di pesta. Sudah beberapa kali ia menginjak kaki Kyuhyun karena tidak bisa mengikuti gerakan dansa namja itu.
“Asshh..” Kyuhyun kembali meringis halus ketika Je Young kembali menginjak kakinya. Je Young kelabakan kaget.
“Mianhae..Ini salahku..” sesalnya panik dan gugup.
“Gwaenchana. Aku anggap ini hadiah..” balas Kyuhyun menenangkan. Ia mengeratkan dekapannya di pinggang Je Young.
“Sudah kubilang aku tidak bisa berdansa..seharusnya kau tidak mengajakku berdansa..” gumam Je Young dengan wajah tertunduk. Ia benar-benar tidak sanggup untuk memandang orang lain lagi. pasti orang-orang yang melihat gerakan dansanya yang aneh akan tertawa.

Sementara itu, di sisi lantai dansa, Tuan Cho dan Nyonya Jung Min Ri—Eomma Je Young—tersenyum melihat keakraban anak-anak mereka.
“Sudah kubilang mereka serasi, Nyonya Jung.” Ucap Tuan Cho sambil sesekali menyesap sampanye yang ada di tangannya.
“Aku juga berpikir begitu. Tapi sekali lagi aku tidak bisa memaksakan kehendak pada Je Young. Kita lihat saja bagaimana kelanjutan hubungan mereka..” sahut Nyonya Jung ringan. Mereka kembali memusatkan perhatian pada kedua anak mereka yang kini sedang berdansa.

“Lihat, sekarang kau sudah mulai bisa mengikuti gerakanku..” ujar Kyuhyun. Je Young tersenyum samar lalu mengangguk.
“Ternyata tidak sulit.” Ucapnya bangga. Ini prestasi besar. Ia bisa belajar berdansa dengan sangat cepat. Padahal ia paling tidak bisa menari. Min Ah saja sering mengatainya si tubuh kaku karena tidak bisa melakukan gerakan-gerakan menari yang mudah. Ia mengangkat kepalanya ke arah Kyuhyun dan di saat bersamaan ia terkesiap kaget karena saat ini Kyuhyun tengah menatapnya dengan senyum lebar. Senyum yang memancarkan kebahagiaan.
“Kau tahu Shin Je Young, aku sangat beruntung bisa bersamamu malam ini. Kau sangat cantik..” ucapnya tanpa ragu. Je Young terkejut dengan ucapan Kyuhyun. Itu membuat ia tidak bisa berkonsentrasi dan kembali menginjak kaki Kyuhyun.
“Ahhh..” Je Young terkesiap kaget, tubuhnya hampir saja terhuyung ke belakang jika ia tidak cepat-cepat mencengkram kerah tuxedo Kyuhyun dan namja itu pun dengan sigap menahan punggungnya dengan kedua tangan.

Mereka sempat terdiam sesaat dalam posisi yang sama. Je Young mengerjapkan matanya berkali-kali. Jantungnya berdebar cepat begitu ia sadar bahwa posisi mereka terlampau dekat. Ia tidak menyadari bahwa jarak itu membuat Kyuhyun tidak kuasa menahan hasratnya untuk mengecup bibirnya yang hanya berjarak beberapa senti saja. Je Young berusaha menormalkan posisi berdirinya namun hal itu membuat sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan terjadi. Karena Kyuhyun mendadak saja menarik tubuhnya mendekat dan..mengecup bibirnya.

“Uhuk-uhuk..”

Dari jauh Tuan Cho tersedak sampanye yang sedang di telannya ketika menyaksikan adegan itu secara langsung. Sementara Eomma Je Young hanya membulatkan matanya kaget.
“Anak itu benar-benar..” gumam Tuan Cho antara geram dan gemas. Ia hanya bisa menghela napas melihat tingkah putra bungsunya itu. Ia tahu Kyuhyun tidak akan segan-segan melakukan hal itu di depan umum. Dan satu hal yang sangat ia pahami. Kyuhyun sangat mencintai Je Young.
“Dia berhasil memanfaatkan kesempatan..” balas Eomma Je Young tak kalah gemas.

Je Young mengerjapkan matanya beberapa kali. Butuh waktu sekitar beberapa detik untuk membuatnya tersadar tentang hal yang sedang dialaminya. Ia terlalu terkejut ketika tahu bibirnya bersentuhan dengan material lembut yang bergerak melumatnya secara halus. Tubuhnya kaku mendadak dalam pelukan Kyuhyun. Matanya pun tidak sanggup menutup. Ia membulatkan matanya lebar-lebar.
Kyuhyun menjauhkan wajahnya lalu tersenyum tak berdosa. Hal itu membuat Je Young tidak dapat menyembunyikan wajahnya yang terkejut dan merona kemerahan. Matanya masih tak berkedip menatap Kyuhyun. Namja itu semakin gemas dengan reaksi polos Je Young. Ia kembali mengecup ringan bibir Je Young untuk sekedar menyadarkannya. Benar saja, ciuman kedua ini mampu menyadarkan Je Young. Gadis itu mengerjapkan matanya kembali.
“Kau…” ucapnya terpatah-patah. Mulutnya bergetar saat berucap.
“Anggap saja ini adalah hadiah natal dariku..” gumam Kyuhyun memamerkan deretan giginya yang rapi.
“Jangan bercanda!!” teriak Je Young geram. Ia mendorong Kyuhyun lalu menderap pergi dari lantai dansa. Kyuhyun tercengang melihatnya.
“Je Young-ah..” Kyuhyun segera berlari mengejarnya. Ia tahu ia salah karena sudah melakukan hal semena-mena begitu pada Je Young.

—o0o—

Je Young berhenti di balkon rendah yang menghadap ke arah kolam renang. Ia mencengkram erat pagar besi yang terasa beku di kulitnya. Udara musim dingin yang menusuk tidak membuatnya beranjak dari tempat itu. Ia harus ada di sana untuk menormalkan debaran jantungnya dan sel-sel di tubuhnya yang terasa memanas.
“Apa yang dia lakukan.” Desisnya pelan. Ia meraba bibirnya sendiri dan baru menyadari bahwa beberapa saat lalu Kyuhyun baru saja mencuri ciuman pertamanya. Ini tidak mungkin. mendadak saja, ia merasa menggigil. Bukan dingin yang dirasakannya, melainkan ketakutan yang teramat. Bayang-bayang Appanya kembali terlintas dalam retina matanya. membuat trauma itu kembali mencuat ke permukaan.
“Tidak..” ia menggeleng-gelengkan kepalanya cepat. “Kyuhyun bukan Appa.. Kyuhyun tidak seperti Appa..” gumamnya cepat berkali-kali. Ia mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa Kyuhyun tidak akan menyakitinya seperti Appanya.

“Kau kedinginan?”

Tiba-tiba saja suara seseorang mengagetkannya. Je Young terkesiap dan refleks tangannya menepis tangan yang menyentuh pundaknya.
“Jangan sentuh aku!!” teriaknya tanpa sadar. Ia mendekap tubuhnya sendiri dan menempelkan punggungnya ke pagar besi untuk menghindari seseorang yang menyentuh pundaknya tadi.

Kyuhyun merasa hatinya mencelos melihat reaksi Je Young yang diluar dugaan.
“Je Young, ini aku..” lirih Kyuhyun takut bercampur ragu. Ia perlahan melangkah mendekati Je Young.
“Mianhae..” ia mengulurkan tangannya untuk menyentuh pundak gadis itu. Kyuhyun mengerjap menyadari bahu Je Young bergetar. Entah karena udara dingin atau karena hal lain. Ia merasa sangat bersalah. Bagaimanapun, semua ini terjadi karena ulah lancangnya tadi. seharusnya ia bisa menahan diri. Seharusnya ia tidak melukai hati rapuh Je Young.
“Appa, jangan sakiti aku..” lirih Je Young dengan suara bergetar. Kyuhyun kembali mengerjapkan mata. Apa maksud ucapannya? Mungkinkah Je Young memiliki kenangan buruk tentang Appanya?
“Aku bukan Appamu, aku Cho Kyuhyun..” lirihnya. Ia segera menarik Je Young ke dalam pelukannya. Mencoba memberikan keamanan pada gadis itu. Ia benar-benar tidak tahan melihat kondisi Je Young.

Pelukan Kyuhyun rupanya memberikan dampak bagus untuk Je Young. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali dan tubuhnya pun berangsur berhenti bergetar. Hatinya mendadak tenang karena Kyuhyun terus mengelus punggungnya, memberikan rasa aman bagi dirinya.
“Maafkan aku Je Young-ah. sepertinya aku sudah mengingatkanmu pada kenangan burukmu..” gumam Kyuhyun dengan suara rendah. Je Young seakan tersadar bahwa kini Kyuhyun sedang memeluknya, ia segera mendongkakkan kepala.
“Cho Kyuhyun?” ucapnya seperti bertanya. Ia memang tidak sadar bahwa pria yang sedang memeluknya adalah Kyuhyun.
“Ne, ini aku..” Kyuhyun merasa sangat lega karena Je Young sudah mengenalinya lagi. ia merasa menjadi sangat asing selama beberapa saat lalu. Je Young memberontak ingin melepaskan diri dan kini Kyuhyun mengizinkannya meskipun enggan.

“Sekali lagi aku meminta maaf.” Ucap Kyuhyun sekali lagi. Ia menunjukkan raut menyesal.
“Gwaenchana..” Je Young memalingkan wajahnya ke arah lain. Mengingat kejadian tadi membuat debaran jantungnya kembali tidak normal. Tidak, ia tidak boleh tersipu di hadapan Kyuhyun.
“Kau, mau memaafkanku?” tanya Kyuhyun cemas. Je Young menoleh.
“Kau…tidak bersalah. Aku anggap tadi sebagai, kecelakaan..” ucap Je Young rendah. Ia seperti orang yang tersesat. Wajahnya menunjukkan raut bingung. ia pun tidak mengerti kenapa tiba-tiba saja ia teringat trauma masa lalu ketika Kyuhyun mencium bibirnya. Ini tidak benar.

Kyuhyun mengangguk dengan perasaan gamang. Banyak sekali hal yang ingin ia utarakan namun ia bingung harus memulainya dari mana.
“Je Young-ah..aku memiliki hadiah untukmu..”
Je Young menoleh cepat mendengar kata ‘hadiah’. Jangan bilang hadiah yang dimaksud..
“Bukan, aku tidak akan menciummu seperti tadi. aku berjanji..” ucap Kyuhyun seolah menyadari tatapan Je Young.
Kyuhyun segera merogoh saku jasnya, mengeluarkan sebuah kotak kecil berlapis beludru warna merah dan pita berwarna hijau.
“Hadiah natal..” ucap Kyuhyun dengan pipi merona kemerahan. Sesungguhnya ia sangat malu menyerahkan hadiah itu pada Je Young.

Untuk beberapa saat lamanya Je Young terpesona kagum melihat kotak kecil yang berbentuk sangat manis itu. Pada dasarnya ia memang suka sekali jika diberi kado.
“Untukku?” Je Young segera mengambilnya. “Gomawo..”
“Bukalah..”
Je Young segera membukanya. Ia terkesiap melihat isi kotak itu. Kalung yang terbuat dari perak berhiaskan dengan ukiran yang sangat indah dan dihias oleh beberapa mata berlian di tengahnya.
“Ini..” Je Young kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan betapa indahnya benda yang sekarang ada di tangannya. “Indah sekali..” desisnya kagum. ia kemudian terdiam.
“Ini pasti mahal..” gumamnya tidak enak hati.
Kyuhyun menggeleng cepat. “Ini tidak mahal tapi ini sangat spesial. Karena aku memesannya khusus untukmu. Lihat di sini..” Kyuhyun menunjukkan bagian di tengah kalung itu yang terukir nama Je Young di dalamnya.
“Ada namaku..” ucapnya antara takjub dan senang.
Kyuhyun mengangguk. “kalung ini memang untukmu..”
“Ini, hadiah natal yang sangat indah. gomawo.. tapi.. aku belum menyiapkan kado natal apapun untukmu..” Je Young menatap Kyuhyun sedih.
“tidak apa-apa. em, boleh aku pakaikan?”

Je Young mengangguk. Kyuhyun segera memakainkan kalung yang bentuknya pas di leher itu di leher putih Je Young. Ia tersenyum ringan setelah tahu bahwa kalung itu memang sangat pantas di pakai oleh Je Young.
“Em, Kyuhyun-ssi..” ucap Je Young menyadari ada yang aneh. Ia merasa sesak setelah memakai kalung itu. Ia mencoba memberitahu Kyuhyun bahwa ia kesulitan bernapas karena mungkin Kyuhyun memakaikan kalung itu terlalu kencang. Namun Kyuhyun tidak menyadarinya karena di saat yang bersamaan Ahra, Nuna Kyuhyun datang menghampiri mereka. Ia mengobrol sejenak dengan kakak perempuannya itu, mengacuhkan Je Young yang mulai kewalahan karena tidak bisa melepaskan kalung itu dan ia merasa sesak.

“Kyu-hyun-ssi..” ucapnya susah payah. Tangannya terangkat berusaha meraih tubuh Kyuhyun namun tidak bisa karena mendadak saja ia merasa paru-parunya kosong udara. Pandangannya menggelap dan saat itu pula ia merasa seluruh tubuhnya berubah menjadi sangat ringan.

Bruukk..

“Kyuhyun-ah..Je Young..” pekik Ahra kaget melihat Je Young terhuyung seperti seseorang yang hendak pingsan. Kyuhyun cepat menoleh.
“Youngie..!!” teriaknya segera menyongsong tubuh gadis itu yang sudah mulai jatuh seperti pohon tumbang. Je Young jatuh dalam keadaan tak sadarkan diri tepat di pelukan Kyuhyun.
“Youngie…!!” teriaknya panik.

—o0o—

Kyuhyun POV

Aku sangat terkejut ketika melihat tubuh Je Young terhuyung jatuh. Dan aku semakin panik ketika mendapatinya tak sadarkan diri dalam pelukanku. Aku segera membawanya pergi dari sana dan tak kupedulikan tatapan para kerabat dan kolega yang menatapku penuh tanda tanya.
“Je Young memang memiliki penyakit asma ringan..” ucap Nyonya Jung, Eomma Je Young padaku ketika dokter yang memeriksa Je Young sudah pergi. Aku baru mengetahuinya. Dan aku juga sudah menanyakan tentang apa yang terjadi di masa lalu karena Je Young seperti orang ketakutan dan terus bergumam tentang Appanya. Ia seperti mengalami trauma berat. Nyonya Jung menceritakan semuanya. Setelah mendengar ceritanya, aku baru tahu kenapa Je Young selalu terlihat menghindar. Rupanya, ia trauma.

“Aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu. Dan aku juga tidak akan membiarkanmu tersakiti.” Ucapku sungguh-sungguh seraya menggenggam erat tangannya. Aku memang tidak mengada-ngada dengan ucapanku. Ini adalah janjiku padanya.

—o0o—

Je Young POV

Aku tidak ingat apapun lagi setelah tenggorokanku terasa seperti tercekik dan paru-paruku kosong udara. Terakhir kali pemandangan yang kulihat adalah sosok belakang Kyuhyun yang tengah berbicara dengan kakaknya. Tanganku sudah kugapai untuk meraih pundaknya namun tidak bisa. Aku terus berusaha hingga akhirnya kesadaranku hilang sama sekali.

Aku mengeryitkan keningku sesaat sebelum terjaga. Hal pertama yang kutangkap ketika mata ini terbuka adalah warna putih bersih dari langit-langit ruangan. Mungkin aku berada di rumah sakit. bukankah aku pingsan kemarin? Tapi kenapa selimut yang menyelubungi tubuhku rasanya sangat tebal dan hangat. Dan tempat tidurku terasa lebih luas dari biasanya. Aneh sekali. tunggu, ini bukan rumah sakit melainkan…

Seketika aku terkesiap menyadari tempatku berada bukanlah rumah sakit. Melainkan sebuah ruangan mewah dengan desain elegan dan modis. Aku kenal ruangan ini. Bukankah ini kamar Cho Kyuhyun? kepalaku tertoleh ke samping dan mataku terbelalak begitu menyadari ada sosok lain yang ikut berbaring di sampingku. Aku terkejut. Namun yang membuatku sangat kaget adalah sosok itu tengah memeluk tubuhku!
“KYAAAAA!!!”

Teriakanku yang terlampau kencang berhasil membangunkan Cho Kyuhyun dari tidur manisnya. Ia mengerjapkan mata dan dengan sikap polos mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur.
“Ada apa Youngie? Kenapa kau berteriak..” ucapnya sambil mengucek matanya. Sesekali ia menguap lebar. Kurang ajar!! Beraninya dia bersikap sewajar itu setelah semalaman tidur sambil memeluk yeoja yang bahkan bukan istrinya?
“Kau..kenapa kau bisa tidur di sampingku????!!!” seruku kencang. Aku mengamati penampilanku sendiri untuk melihat apakah ada perbedaan atau tidak. Aku takut jika Kyuhyun melakukan lebih dari sekedar memeluk padaku. Syukurlah gaun yang kupakai masih utuh dan aku tidak merasa ada yang aneh sedikitpun.
“Oh.. semalam kau pingsan. Karena kamar yang lain dipakai oleh keluargaku yang menginap, satu-satunya kamar yang kosong adalah kamarku. Jadi kau dibawa ke kamarku..” jelasnya santai. Pikiranku terlempar pada kejadian semalam di mana aku kehilangan kesadaran. Dan kenapa pula Eomma tidak membawaku pulang saja?
“Lalu kenapa kau tidur di sini?”
“Ini kamarku, Youngie.. tentu saja aku tidur di sini..”
“Aku tahu. tapi kenapa kau tidur satu ranjang denganku? Kita bahkan bukan suami istri..” debatku masih tidak menerima. Kyuhyun menguap sebentar lalu menggeser tubuhnya ke sisi ranjang.
“Bukankah hal itu tidak akan lama lagi. Kau pasti akan menjadi istriku.. Jadi anggap saja ini latihan..”
“Mwo???” mataku terbelalak sempurna. Kalimat macam apa itu? ‘Kau pasti akan menjadi istriku’? percaya diri sekali. “Aku tidak mau menjadi istrimu, Cho Kyuhyun!!” teriakku namun Kyuhyun tidak mempedulikan ucapanku. Dia justru turun dari ranjang lalu beranjak ke kamar mandi.

Aku ingin berteriak rasanya. Namja itu benar-benar seenaknya. Apa haknya menentukan aku harus menikah dengannya? Dia, mencintaiku saja tidak.

—o0o—

Kyuhyun POV

“Ini semua karenamu!!”

Aku kembali diprotes oleh Min Ah. Kali ini alasannya pun masih sama. Pertengkaran Min Ah dengan suaminya—yang disebabkan olehku—belum juga selesai. Sebenarnya aku malas sekali mendengar keluhannya.
“Bukankah kau bisa meminta maaf dan menjelaskan semuanya?” aku tidak mau disalahkan begitu saja.
“Sudah kulakukan. Tapi, Sungmin Oppa sekarang lebih sensitif dari yeoja. Aku juga tidak mengerti kenapa kali ini sulit sekali membuatnya berhenti merajuk setiap kali melihatku.”
“Jangan salahkan aku soal itu”
“Tapi bukankah kau berhasil mengajak Je Young kencan juga karena aku. Jadi sekarang bantu aku.” Sudah kuduga. Min Ah pasti akan menggunakan Je Young sebagai senjata ampuh. Dan dia tahu sekali kelemahanku.
“Baiklah, baiklah..” Aku angkat tangan menyerah “Aku akan datang ke rumahmu nanti untuk menjelaskan pada suamimu secara langsung!” ucapku akhirnya. Min ah terkesiap kaget mendengar ucapanku. Memang ini satu-satunya cara agar masalah mereka selesai. Dan aku juga memiliki kesempatan untuk mengajak Shin Je Young pergi bersamaku.

—-o0o—-

Siang ini aku melihat Je Young diam di balik meja kerjanya. Biasanya dia sibuk. Entah itu mengetik laporan, menulis sesuatu di atas buku atau berbicara di telepon. Wajahnya yang muram itu membuat hatiku sedikit tersayat. Aku tidak suka melihat ekspresi sedih.
“Shin Je Young..” ucapku agak keras ketika tiba di depan mejanya. Je Young tersentak kaget. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali saat menatapku.
“Pak GM..” katanya cepat lalu bangkit untuk memberiku salam. Mengapa dia bersikap seformal ini? Apa karena sekarang kami berada di ruang kerja Appaku?
“Presdir sedang menghadiri meeting di luar, apa ada pesan?” ujarnya sopan dengan senyum dibuat-buat. Aku merasa tidak nyaman dengan sikapnya yang sok formal di depanku. Kemana Shin Je Young yang kukenal? Shin Je Young yang akan mendelik tajam ataupun mendengus sebal ketika melihatku.
“Aku tahu. Karena itu aku datang kemari. Shin Je Young, hari minggu nanti kau harus ikut denganku ke suatu tempat.” Ucapku cepat. “Dan ini adalah perintah..” tambahku sebelum Shin Je Young membuka mulutnya. Aku segera membalikkan badanku pergi dari ruangan itu. sebenarnya aku tidak benar-benar pergi. Setelah keluar dari ruang kerja Appa, ku intip sedikit Je Young dari luar. Kulihat dia hanya menghela napas dan kembali duduk di tempatnya semula. Apa yang dilakukan berikutnya kembali membuat jantungku mencelos. Je Young menundukkan kepalanya dengan raut sedih. Sebenarnya apa yang terjadi pada gadisku?

—-o0o—

Hari Minggu tiba juga. Je Young benar-benar menuruti perintahku untuk datang bersama ke rumah Min Ah. Awalnya ia menolak, namun berkat bujukanku akhirnya ia mengiyakan juga. Selama di rumah Min Ah-Sungmin, aku merasa seperti penjahat yang disidang. Suami Min Ah terus menatapku dengan tatapan menyelidik. Dia benar-benar mencurigaiku.

Ketika dia mulai berbicara dan memojokkanku, kutimpali semua ucapannya. Dia tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Aku, Cho Kyuhyun. Bukan tanpa alasan aku menyelesaikan gelar masterku di usia 21 tahun. Aku pintar dan kemampuan verbalku patut diacungi jempol. Yang kucemaskan bukan Sungmin, tapi Je Young. Kulirik sebentar ke arah dapur, di mana Je Young sedang memasak bersama Min Ah. Aku bangkit lalu menghampirinya ketika Min Ah berbicara dengan suaminya, tentu untuk menyelesaikan masalah mereka. Aku tidak mau menjadi serangga pengganggu di sana.

“Youngie..” bisikku ceria. “Sepertinya mereka akan berbaikan sebentar lagi..” aku menolehkan pandanganku ke samping, tepat ke arah Je Young yang sedang menundukkan kepalanya, menatap kosong sayuran yang sedang dipotongnya.
“Youngieee!!!” seruku dengan suara tertahan ketika melihat Je Young mengiris jarinya sendiri, bukan sayuran. Sebenarnya ada apa dengannya? Kenapa memotong sayuran saja sambil melamun seperti ini?
“Jarimu teriris..” kuraih jarinya yang tersayat pisau dan mengalirkan darah itu. Seakan tersadar, Je Young tersentak lalu menatap jarinya yang terluka.
“Kenapa bisa?” lirihnya dengan suara lemah dan jauh. Pandangannya masih kosong meskipun tidak separah tadi.
“Itu yang ingin kutanyakan. Apa yang kau lamunkan sampai salah memotong..” selaku. “Diam, jangan bergerak..” tanpa menunggu persetujuannya aku segera menarik jarinya yang teriris, lalu kuhisap jarinya. Kulakukan ini untuk menghentikan darah yang mengalir dari luka.
“Omo.. Kyuhyun-ssi..” Je Young terkesiap kaget dan sadar sepenuhnya. Secara naluriah dia menarik tangannya namun kutahan. Setelah aku yakin luka sayatannya steril, kuraih tissue dapur yang ada di dekat wastafel lalu melilit lukanya. Ini hanya sementara.

—o0o—

Je Young POV

Aku tersadar dari lamunan saat merasakan jariku dihisap oleh Kyuhyun. Hya..apa yang namja ini lakukan?
“Omo.. Kyuhyun-ssi..” jeritku kaget. Refleks kutarik tanganku namun ia menahannya. Tindakannya itu membuatku berhenti memberontak. Dalam diam, aku memperhatikan Kyuhyun yang tetap tekun mensterilkan jariku. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku sekarang. Ada perasaan bergejolak dan itu terasa asing.

Padahal beberapa saat yang lalu pikiranku melayang-layang entah kemana karena Min Ah memberitahuku tentang hubungannya dengan Sungmin Oppa. Dan itu membuat hatiku patah untuk kedua kalinya. Sampai tahap ini, aku sudah tidak bisa berharap apapun lagi. Sungmin Oppa sudah menjadi milik Min Ah seutuhnya.

“Sepertinya kita harus pulang” gumaman Kyuhyun menyadarkanku kembali. Kulihat jariku yang terluka sudah terbalut oleh tissue dapur. Aku hanya mengangguk lalu kami berpamitan. Berlama-lama berada di sini pun percuma.

Selama di perjalanan, aku terus diam menatapi jariku yang terluka. Sesekali juga kulirik Kyuhyun yang diam sambil mengemudikan mobil. Aku merasa dia sengaja mengacuhkanku. Mendadak saja Kyuhyun menepikan mobilnya.
“Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Kyuhyun penasaran dan terburu-buru. “Sejujurnya, aku tidak suka melihatmu terus terdiam dan melamun. Kau seperti makhluk dari dunia lain, Youngie..” Kyuhyun terlihat frustasi. Ada apa dengannya? Aku yang bermasalah kenapa dia yang harus ambil pusing?
“Ceritakanlah..”
Aku menunduk sebentar. Seperti mendapatkan izin, tanpa menunggu aba-aba pandanganku mengabur dan dari kedua sudut mata ini mengalir tetesan bening, membentuk anak sungai di sepanjang pipiku. Akhirnya pertahananku runtuh. Aku menangis di hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun menggeser duduknya untuk memelukku. Disandarkannya kepalaku pada dadanya yang terasa bidang dan hangat. Aku merasa sangat sedih. Entah apa alasannya. Rasa sakit, bingung, sesak, perih, semuanya bercampur menjadi satu. Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Ia hanya memelukku dan tangannya sesekali mengusap punggungku. Menenangkan.

To Be Continued..

81 thoughts on “Hello My Charming Yeoja (Part 2B)

  1. aku kirai tadi ibu jeyoung dan ayah kyuhyun ada hubungan spesial ternyata cuma teman.
    apa jeyoung akan menceritakannya pada kyuhyun kalau dia menyukai sungmin

  2. Ji yeong suka sama sungmin dah lama tow… sblum min ah tpi hanya bisa di pendam dlm hati aja…
    Kyuhyun harus eksrta kerja keras lagi kalo pengen ji yeong jatuh cinta soalnya ada trauma masa lalu sma krn Sungmin. Baca part selanjutnya.

  3. Ye Young-ah ku benar2 menyukai suami shbatmu ? Aish, jangan !! Itu tidak boleh kau harus pada Kyuhyun. Kyuhyun yg sabar dan cinta sama kamu.
    Cus ah ke part selanjutnya.

  4. Udh Je Young sama kyuhyun aja,kyuhyun jelas” cinta sama Je Young… Tapi kenapa Je Young malah mengharapkan sungmin ? Yg jelas” udh jadi suami dari sahabatnya sendiri !

  5. Kyu sbar bgt ya ngdepin Je young yg acuh trus pdnya…
    Smg ksbranny mmbuahkan hsil. Kliatannya Je young udh mau trbuka am Kyu???

  6. Ternyata appa nya kyuhyun dan eomma nya jeyoung hanya teman lama,, syukurlah.. Ku kira mereka ada hubungan
    Etjieee ternyata bener jeyoung suka sama sungmin, udah lama pula
    Ya ampun kyuhyun sweet banget 😌😌

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s