All My Heart (Part 3)

Tittle : All My Heart Part 3
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Family, Friendship

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Kim Kibum
  • Kim Ryeowook
  • Im Yoona
  • Choi Sooyoung, etc

Gak kerasa udah nyampe part 3 lagi yah.. *luncurin confetty* untuk part 3 ini, siapin aja satu kotak tissue karena ceritanya bakal mengharu biru alias sedih. Author coba untuk bangun feelnya sebisa mungkin. semoga aja mempan dan reader-deul pada mewek semua. hahahah… *ketawa di atas monas*

Warning : Hati-hati dengan Mr. Typo. dia bergentayangan di mana aja.

Happy Reading ^^

All My Heart by Dha Khanzaki1

—-o0o—–

Di stasiun, Jiyeon tidak tahu harus pergi ke mana. Meskipun begitu, ia akan tetap pergi. Yang ada di pikirannya hanya Eunhyuk yang harus dibawa pulang olehnya. Begitu melihat kereta api berhenti di depannya, tanpa pikir panjang kakinya bergerak menuju kereta api. Namun tiba-tiba ada yang menarik tangannya. Kepalanya berputar cepat ke arah tangan yang menahan dirinya. Ia terbelalak ketika pandangannya menangkap sosok yang ia kenal, Cho Kyuhyun. Jiyeon merasa dirinya tercabik-cabik begitu matanya bertatapan dengan mata tajam elang milik namja itu.
“Mau kemana kau?” tanya Kyuhyun tajam dan dingin. Napasnya tersengal.
“Mwo, Kyu. Ke-kenapa kau ada di sini?” Jiyeon kaget, suaranya bahkan terbata.
Namja bermata hitam itu menaikkan satu alisnya, “Aku datang untuk mencegahmu pergi! Ayo pulang.” Kyuhyun menarik Jiyeon, namun yeoja itu memberontak dan menarik tangannya kembali.
“Aku tidak mau! Aku harus mencari Eunhyuk Oppa!”
“Ya! Memang kau tahu dia pergi ke mana? Tanpa satupun informasi kau akan mencari ke mana?!” bentak Kyuhyun kesal. Di saat seperti ini ia tidak bisa membawa pikirannya untuk jernih. Emosinya tersulut. Bukan karena ia jengkel pada Jiyeon, namun ia tidak mau Jiyeon melakukan hal konyol seperti mencari Eunhyuk yang entah pergi ke mana.
“Aku tidak peduli. Aku tetap harus membawanya pulang lagi.”
Jiyeon berbalik dan berjalan menuju kereta. Kyuhyun memejamkan matanya sejenak. Ia terpaksa menggunakan cara itu untuk membawa Jiyeon yang keras kepala pulang.
“Baik! Kau yang meminta aku melakukannya!” seru Kyuhyun. Jiyeon menoleh, keningnya mengkerut tidak mengerti.
“Do what?”

Kyuhyun menderap cepat ke arahanya. Sebelum Jiyeon sempat menghindar Kyuhyun menggendong Jiyeon di pundaknya dan membawanya pergi. Tindakan nekad Kyuhyun berhasil menarik perhatian orang-orang untuk melihatnya. Mereka bereaksi macam-macam.
“Kyuhyun, turunkan aku.!” Mohon Jiyeon panik. Kyuhyun seolah tuli, ia tidak mau mendengarnya. Kakinya terus melangkah menerobos orang-orang yang berlalu lalang di stasiun saat itu.
“Oke, oke, aku janji aku tidak pergi. Tapi turunkan aku!” mohonnya sekali lagi. Jiyeon benar-benar serius dengan ucapannya. Kyuhyun berhenti melangkah, sudut bibirnya tertarik membentuk seringaian. Aku menang. Batinnya. Kyuhyun lalu menurunkan Jiyeon.

Begitu kakinya menapaki tanah kembali, Jiyeon merasa lega luar biasa. Matanya mendelik tajam ke arah Kyuhyun yang kini tengah berdiri dengan posisi angkuh, seolah ia ingin memberitahukan dirinya bahwa ia adalah raja. Jiyeon hanya bisa mendesah berat. Ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran namjachingunya itu. Kyuhyun sangat gila, apa ia tidak tahu jika tindakannya tadi membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian?
“Karena kau sudah berjanji, kau harus menepatinya!” tegas Kyuhyun dengan nada mengancam. Jiyeon mengangguk cepat. Ia tidak mau membayangkan adegan memalukan apa lagi yang akan dilakukan Kyuhyun seandainya ia tidak menepati janji.
“Araseo! Ah, kau ini ternyata bisa sangat menakutkan!” desis Jiyeon. Ia menarik napas lalu membuangnya kembali. Pikirannya kosong sekarang. Mendadak saja pikirannya dipenuhi tentang Eunhyuk yang pergi jauh. Tidak, ini semua tidak benar. Mungkin saja ia sedang bermimpi.

Kyuhyun terkesiap karena Jiyeon menampakkan wajah sedih beberapa detik kemudian. Ia tidak suka ekspresi itu. Ia segera menarik Jiyeon pergi dari tempat itu. Membawanya ke lokasi lain yang bisa membuat jiwa dan raga gadis itu tenang.

—o0o—

Dari tempat mereka sekarang, pemandangan kota terlihat jelas karena mereka ada di ketinggian. Sebuah taman yang ada di atas bukit. Suasana di sana begitu berbeda dengan suasana hiruk pikuk kota Seoul. Di sana begitu hening dan tenang. Membuat Jiyeon merasa seperti berada di dunia tanpa makhluk hidup di dalamnya.
“Nah, di sini kau bisa meluapkan semua perasaanmu.” Bisik Kyuhyun di telinganya. Jiyeon menolehkan kepalanya ke arah Kyuhyun, menatapnya sekilas. Namja itu tersenyum lalu mengangguk pertanda ia memberikan kelonggaran bagi Jiyeon meluapkan isi hatinya.
“Lakukan saja, jangan sungkan..” Kyuhyun merapikan poni Jiyeon yang berantakan tersapu angin.

Perlakuan manis Kyuhyun membuat Jiyeon ingin menangis rasanya. Baiklah, sekarang tidak ada alasan baginya untuk berpura-pura bahagia. Jiyeon kemudian mendekat hingga pagar pembatas. Ia menarik napas sejenak sebelum meluapkan seluruh ganjalan dalam hati.
“DASAR BODOH!!!” teriak Jiyeon sekencang-kencangnya. Tangannya mencengkram pagar erat.
“KALIAN BODOOH! KENAPA KALIAN PERGI MENINGGALKANKU! TERUTAMA KAU EUNHYUK OPPA! KAU BAHKAN LEBIH BODOH DARI SEEKOR BABI!!” lanjut Jiyeon. Ia terengah di sela-sela teriakannya. Kemudian suaranya melemah dan semakin berat. Tidak ada yang dilakukan Kyuhyun. Dia hanya terdiam tak jauh di belakang Jiyeon. Menatapinya dengan raut simpati.
“Memang apa salahnya kalau kita bukan saudara kandung? Dari dulu bukankah kau sudah tahu. Kenapa baru sekarang kau sadar! Kalau memang ingin pergi kenapa tidak dari dulu. Ketika aku tidak terlalu menyayangi mu..” Jiyeon memasang wajah sedih dan pandangan kosong ke arah kota. Airmatanya menetes satu persatu dan semakin deras. Kyuhyun yang sejak tadi tidak berkomentar apa-apa perlahan mulai mendekatkan dirinya. Dadanya terasa sakit dan sesak lagi. Sebenarnya ada apa ini? Apa ini rasa sesak karena ia bersimpati ataukah karena hal lain?

Kyuhyun mendekati Jiyeon lalu memeluknya dari belakang. Membiarkan Jiyeon menangis dalam dekapannya.
“Aku benci melihatmu menangis. Tapi aku tidak akan melarangmu menangis.” bisik Kyuhyun. Jiyeon tidak menjawab, ini karena ia terlalu sibuk menangis.
“Kau tahu Jiyeon, perpisahan itu adalah awal dari sebuah pertemuan yang lebih indah?”
“Mwo?!” Jiyeon terkesiap mendengar perkataan yang diucapkan dengan sangat lembut itu. Terdengar aneh di telinga bila Kyuhyun yang mengatakannya. Ia melepaskan pelukan Kyuhyun lalu membalikkan badan.
“Darimana kau mendapat kata-kata itu?” tanyanya heran. Ia menghapus jejak airmata yang tertinggal di pipi. Entah kenapa rasa sedihnya menguap begitu saja. Kyuhyun mengendikkan bahu dengan ekspresi innocentnya.
“Tidak tahu. Terlintas di otakku begitu saja” ucap Kyuhyun sambil terkekeh pelan. Jiyeon mengerucutkan bibirnya lalu memukul halus pundak Kyuhyun.
“HU!! Aku kira kau mendapatkannya dari buku-buku romantis!”
Kyuhyun meringis sambil memegangi bahunya. “He, tapi aku serius” selanya. Ia memberikan Jiyeon tatapan yang meneduhkan. “Sekarang mungkin kau berpisah dengan orang-orang yang kau cintai. Tapi nanti, jika tiba saat berjumpa, moment itu bisa menjadi moment terindah dan tak akan bisa terlupakan”

Caranya berbicara, caranya tersenyum, dan caranya menghibur sungguh membuatnya terharu. Cho Kyuhyun, namja seperti apa kau sebenarnya? Terkadang bisa menjadi sangat menyebalkan, jahat, terlalu percaya diri, nekat, dan sekarang..romantis serta tulus. Jiyeon tertegun untuk beberapa saat lamanya. Sedetik kemudian ia tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun.
“Kau benar” gumam Jiyeon. Senyum cantiknya merekah indah. Senyum itulah yang sebenarnya ditunggu Kyuhyun sejak tadi. Senyuman yang membuat seluruh sudut hatinya lega.
“Ah, seharusnya kau tersenyum seperti ini sejak tadi. Kau tahu, kau lebih cantik saat tersenyum seperti ini” ucap Kyuhyun dengan wajah evil teasernya.
Jiyeon merasa jantungnya hamper copot melihat senyum itu. “Ya! Jangan tersenyum begitu padaku!” tegas Jiyeon.
“loh, kenapa?” Kyuhyun terbelalak kaget.

Jiyeon menyipitkan matanya bersiap untuk mengumpat. Kyuhyun mundur selangkah berusaha menghindari Jiyeon. Namun detik berikutnya yeoja itu balas tersenyum jahil. Ia mendekati Kyuhyun, menyentuh sweter hitam yang dipakai namja itu dengan lembut. Ia mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun yang lebih tinggi darinya.
“Bagaimana jika aku semakin mencintaimu. Bukankah itu berbahaya” ucap Jiyeon lalu mengedipkan mata.
Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan mata kaget. Jiyeon tertawa melihat ekpresi Kyuhyun.
“Kau mudah sekali tertipu, Tuan Cho..” Jiyeon mendorong kening Kyuhyun dengan jari telunjuknya. Sadar bahwa Jiyeon hanya sedang menggodanya, Kyuhyun menggeram.
“Ya! Lee Jiyeon!!!” sewot Kyuhyun jengkel.
Jiyeon tertawa puas sampai ia memegangi perutnya. Ia senang karena berhasil mengerjai Kyuhyun. Tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kyuhyun tidak terima kenyataan bahwa dirinya tengah dikerjai saat ini. Maka sebagai bentuk balas dendam dirinya, tanpa memberikan komando sama sekali Kyuhyun menarik pinggang Jiyeon mendekat lalu mendaratkan bibirnya tepat di bibir Jiyeon.

Deg.

Jiyeon terbelalak kaget begitu sadar Kyuhyun tengah menciumnya. Tubuhnya bahkan kaku, tidak bergerak sama sekali. Kyuhyun mengulum senyum lalu menjauhkan wajahnya. Di tatapnya baik-baik wajah terkejut Jiyeon. Ia bahkan bisa menemukan semburat merah di pipi kiri dan kanannya. Ia benar-benar ingin tertawa lepas. Namun ia bertahan dan hanya mengeluarkan seringaian kecil.
“ya! Siapa suruh kamu begini! Heh” Jiyeon berteriak begitu sadar. Ia mengejar Kyuhyun yang lebih dulu berlari. Mereka berlari saling kejar mengejar mengelilingi taman itu. Rasanya menyenangkan.

Jiyeon mendapati ponselnya bergetar saat sedang berlari mengejar Kyuhyun. Ia berhenti sebentar lalu merogoh saku roknya.
“Yeobseo?” tanya Jiyeon sambil menempelkan ponsel di telinga. Keningnya berkerut samar. Di ujung sana, Jiyeon mendengar Kibum berbicara dengan suara bergetar. Namja itu berkata dengan suara teramat lirih. Sesaat kemudian tubuh Jiyeon mematung. Matanya terbelalak begitu mendengar kalimat yang Kibum sampaikan sekarang.

Kyuhyun menghampiri Jiyeon. Ia heran karena Jiyeon diam saja.
“Kenapa? Ada masalah?”
Jiyeon menoleh pada Kyuhyun dengan pandangan kaku.
“Kibum tadi telepon.. Dia bilang.. Dia bilang.. Yesung oppa meninggal dunia.” Jiyeon berkata dengan suara berat dan terbata-bata.
“MWO!!!” Kyuhyun memekik kaget. Otaknya berputar teramat cepat ketika ia mencoba mencerna apa yang Jiyeon sampaikan. Yesung meninggal dunia? Apa ia tidak salah dengar? Tidak mungkin. Tidak mungkin.

Tanpa membuang waktu Kyuhyun pergi ke rumah sakit. Jiyeon juga berlari mengikutinya.

—o0o—

Kyuhyun tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Yesung yang beberapa hari lalu masih tersenyum dan berbincang dengannya, sekarang sudah terbujur kaku tidak bernyawa. Orang tua Yesung menangis di sudut ruangan. Ia juga melihat Sooyoung menangis di samping tubuh tak bernyawa Yesung. Seluruh tubuhnya bergetar, Kyuhyun merasa ia tidak menapaki bumi lagi saat berjalan menghampiri sosok Yesung yang sudah tertidur untuk selamanya.
“Hyung..” lirik Kyuhyun pelan dengan air mata tertahan. Kakinya terasa lemas dan ia terkulai lemah, berlutut di samping tempat tidur.
“Kenapa kau pergi secepat ini?” air mata jatuh perlahan. Melayang-layang dalam ingatannya sosok Yesung yang tersenyum, sosok yang begitu baik dan menyenangkan. Hyung yang ia sayangi itu kini sudah pergi. Ia terisak mengingat kenangan manis yang tak akan pernah terulang lagi.

Kyuhyun mengusap airmatanya, ia tidak ingin menangis. Ia berusaha menahan airmatanya.
Ia melirik pada Sooyoung, yeoja itu pun menangis. Sudah sewajarnya, karena orang yang dicintainya telah pergi untuk selamanya.
Jiyeon juga tak kuasa menahan airmata. Entah sudah keberapa kali hari ini dirinya menangis. Ia menoleh ke arah Kyuhyun. Namja itu malah mendekati Sooyoung. Hatinya sedikit tersayat melihat adegan itu.

Kyuhyun mendekati sahabat sejak kecilnya yang sdang menangis.
“Sooyoung..” Kyuhyun menepuk pundaknya pelan. Sooyoung menoleh. Ketika tahu itu Kyuhyun, Sooyoung langsung memeluknya dan menangis.
“Yesung Oppa…Yesung Oppa, Kyu..dia pergi..” Sooyoung berkata begitu lirih di sela isakannya.

Jiyeon hampir bergerak melihat Kyuhyun dipeluk oleh yeoja lain. Namun entah kenapa langkahnya kembali terhenti. Ia justru terpaku sekarang. Hatinya seperti tercabik-cabik. Kyuhyun dan Sooyoung, mereka terlihat begitu akrab.

Kyuhyun pun merasa terkejut. Namun untuk kali ini ia tidak akan keberatan. Keadaan seperti ini Sooyoung hanya butuh seseorang untuk dijadikannya tempat bersandar. Kyuhyun menepuk-nepuk punggung Soyoung pelan untuk menguatkannya.
“Tak ada yang abadi di dunia ini” bisiknya. Sooyoung tidak berkata apapun. Hanya menangis.

Melihat Sooyoung dan keluarga Yesung menangis sedih seperti ini, Kyuhyun jadi berpikir. Mungkin, tidak akan lama lagi dirinya juga akan membuat orang-orang yang dicintainya seperti ini. Jika penyakitnya mulai semakin parah. Mungkin Jiyeon juga akan menangis seperti Sooyoung sekarang. Ia akan menimbulkan kesedihan bagi keluarganya karena Kyuhyun pun tidak bisa memungkiri penyakit yang di deritanya bisa merenggut nyawa kapanpun dan tanpa di duga.

Jiyeon tidak mau melihat Kyuhyun memeluk Sooyoung lebih lama lagi. Ia pergi dari ruangan itu dengan wajah pasrah. Sekarang bukan saatnya untuk cemburu dan ia terus meyakinkan diri bahwa Sooyoung hanyalah teman. Ia teringat Kibum. Di ruang duka, ia tidak melihat namja itu. Jiyeon mencarinya. Akhirnya ia menemukan Kibum sedang duduk termenung di lorong sepi dengan pandangan kosong.
“Kibum..” Jiyeon duduk di sampingnya. Kibum hanya menoleh sebentar. Lalu kembali merenung. Ia menghela napas berat. Meskipun tidak menangis, namun Jiyeon melihat muka Kibum memucat.
“Aku tidak apa-apa. Kau tidak perlu menghiburku” lirihnya dengan suara serak, seperti orang yang menahan tangis. Jiyeon mendesah pelan.
“Aku kemari bukan untuk menghiburmu. Tapi untuk meminjamkan pundakku. Kau pasti membutuhkannya”
Kibum melirik Jiyeon yang tersenyum padanya. Melihat ekpresi menenangkan itu, Entah kenapa ia benar-benar ingin menangis.
Kibum menunduk. Airmatanya menetes satu persatu. Pundaknya bergetar. Akhirnya, Kim Kibum meluapkan seluruh isi hatinya. Jiyeon terpekur simpati. Ia mengenal Kibum dengan baik. Namja manis itu kerap kali berpura-pura menjadi lelaki yang kuat dan tegar. Namun sesungguhnya, di balik sikap kuatnya Kibum adalah pria yang rapuh.

Kibum lalu merangkul Jiyeon dan menangis di pundaknya. Jiyeon mengangkat tangannya untuk mengusap kepala Kibum.
“Perasaanmu itu, jangan kau simpan sendiri. Kau harus membaginya dengan orang lain. Kau tidak akan kuat menanggungnya” nasihat Jiyeon. Kibum tidak menjawab. Ia terus menangis sampai ia tenang.
“Hei,” Kibum mengangkat kepalanya dari pundak Jiyeon. Ia kembali duduk normal. “Kau mencuri kata-kataku dulu” lanjutnya.
Jiyeon memiringkan kepalanya heran. “Oh ya? Pantas teringat begitu saja. Mana mungkin aku bisa mengeluarkan kata-kata menakjubkan begini. Aku tidak pintar sepertimu” cerocos Jiyeon.
Kibum tertawa kecil. Gadis ini benar-benar tidak berubah sejak dulu. dia selalu tampak polos dan apa adanya. Jiyeon ikut tertawa.
“Ah, akhirnya, sudah lama aku tidak melihatmu tertawa. Mungkin sudah.. Em, 2 tahun!”
Kibum berhenti tertawa. Sesaat tadi ia memang melupakan rasa sedihnya.
“Gomawo. Karena kau telah menghiburku” ucap Kibum. Ia menerawangkan pandangannya. “Aku hanya tidak menyangka Hyung akan pergi secepat ni.”
“Aku mengerti bagaimana rasanya” sela Jiyeon. Ia mendadak teringat kejadian ketika Ibu kandungnya, Sungmin, dan Eunhyuk memilih meninggalkannya. Rasanya sungguh menyakitkan. Hatinya sesak bahkan ia kesulitan untuk bernapas. Jiyeon ikut termenung.
“Ditinggalkan orang yang dicintai itu rasanya sangat menyakitkan. Tapi kita tidak bisa selamanya terpuruk bukan, hidup itu bukan untuk direnungkan, tapi untuk dijalani.” Ucapnya kemudian.

Kibum menoleh pada Jiyeon lagi. Ia juga mengenali kata-kata itu.
“Araseo! Ini juga aku ambil dari kata-kata yang kau ucapkan dulu” jawab Jiyeon terlebih dahulu sebelum Kibum membuka mulutnya. Ia menyadari ekspresi namja itu. Kibum tersenyum kecil. Setidaknya itu menjadi pelipur lara baginya.
“Ah, Jiyeon-ah. kau benar-benar..” lirih Kibum. Berkat Jiyeon ia merasa lebih lega. Kibum memejamkan mata sejenak seraya mendongakkan kepala ke atas.

Hyung, baik-baiklah di sana. Jangan cemaskan kami di sini karena suatu saat nanti kita pasti akan berjumpa kembali di tempat yang lebih indah.

—o0o—

Beberapa hari setelah pemakaman, Kibum tidak masuk sekolah. Tampaknya dia masih berduka atas kematian Yesung. Jiyeon dan Kyuhyun berinisiatif mengunjungi rumah namja itu untuk menghiburnya.

“Kyu, kau yakin ini rumah Kibum?” tanya Jiyeon tidak percaya melihat bangunan besar di depannya. Kyuhyun mengangguk cuek sambil membenarkan posisi kacamata hitam yang bertengger di hidungnya.
“Tentu saja. Tapi jauh lebih besar rumahku” jawab Kyuhyun sambil memencet bel.
“ah, mulai lagi narsisnya” ucap Jiyeon malas seraya memutar bola mata.

Hari ini mereka berdua berniat mengajak Kibum ke konser Heechul. Orang tua Kibum tetap baik seperti dulu. Mereka menyambut Jiyeon dan Kyuhyun dengan baik. Ketika di tanya perihal Kibum, dengan berat hati mereka mengatakan bahwa Kibum seperti orang yang membuang dunia. Mereka bilang Kibum masih mengurung diri di kamar. Mengisolasikan diri dari kehidupan di luar.
“Anak itu benar-benar menyulitkan..” desis Kyuhyun antara geram dan gemas. Ia menderap mencari Kibum di rumah itu.

Ternyata Kibum tidak ada di kamar. Dia tengah duduk di depan piano yang ada di ruang keluarga. Sambil menekan beberapa tuts, dia teringat kembali saat ia bernyanyi bersama Yesung diiringi piano ini. Ia bersenandung ringan dengan wajah sendu.

Neul ttoggateun haneul-e neul gateun haru,
geudaega obneun geo malgoneun,
dallajin ge eobneunde

Kyuhyun dan Jiyeon mendengar Kibum menyanyikan lagu itu. Mereka hanya diam, terhanyut oleh cara Kibum menyanyikannya. Namja itu, benar-benar merindukan sosok Yesung.

Bogopabogo paseo, geudaega bogo paseo,
ije nan seubgwancheoleom,
geudae ileumman buleu neyo, oneuldo

*Because I miss you~Jung Yong Hwa*

Jiyeon tersentuh, matanya berkaca-kaca mendengar nyanyian sendu Kibum. Rupanya, memang sulit melupakan orang yang disayangi. Lain halnya dengan Kibum, Kyuhyun tidak tersentuh ataupun terharu. Ia malah mendecak.
“Hei, sampai kapan kau akan bergalau ria begitu?” potong Kyuhyun. Kibum tersentak kaget lalu menoleh.
“Ya! Padahal sedang bagus-bagusnya. Kenapa kau mengganggunya!!” protes Jiyeon pelan. Kyuhyun mendelik tidak terima.
“Aku bisa lebih bagus dari dia!” tegasnya penuh penekanan. Kemudian Kyuhyun berjalan mendekati Kibum.
“Ayo pergi. Berdiam diri di rumah juga tidak ada gunanya!” titahnya seperti bos. Sikap angkuh Kyuhyun mulai kambuh. Kibum memalingkan wajahnya ke arah lain.
“Aku tidak mau pergi!” bantah Kibum.
Kyuhyun memutar bola matanya sambil mengorek-ngorek lubang telinganya. Ia tidak mau mendengarkan. Ia menarik Kibum pergi dari sana.
“Ya!!” protes Kibum jengkel. Jiyeon hanya mengikuti Kyuhyun di belakang.

—o0o—

Selama konser, penonton lainnya berjingkrak-jingkrak sambil bernyanyi bersama lagu yang Heechul nyanyikan. Sementara Kibum diam saja dengan wajah malas.
“Hei, let’s have fun. Bro!” seru Ryeowook berusaha menghibur Kibum. Ia merangkul pundak Kibum lalu mengajaknya ikut meloncat-loncat juga.

Seusai konser, Kibum tetap tidak menunjukkan perubahan. Konser Heechul tidak cukup ampuh untuk mengembalikan senyum di wajah Kibum.
“Ah, apa yang harus kita lakukan? Dia masih tetap begitu” ucap Jiyeon sambil menatap Kyuhyun. Mereka melirik Kibum yang saat ini diam sendiri duduk di tangga yang ada di taman kota.
“Ah, anak itu!” Kyuhyun menggaruk-garuk kepala frustasi. Ia menderap cepat menghampiri Kibum lalu duduk di sampingnya.
“Heh, dunia belum kiamat. Kenapa kau bersikap seolah-olah semua sudah berakhir?” Kyuhyun merangkul sahabat sejak kecilnya.
Kibum menerawang. “Aku hanya belum terbiasa dengan kepergian Hyung”
“Arra! Tapi bukan berarti apa yang kau lakukan ini benar. Kau masih hidup. Lakukan apa yang menjadi tugasmu. Lakukan semua yang kau inginkan. Lakukan semua yang Hyung belum sempat lakukan. Dengan begitu hidupmu akan jauh lebih bermakna” Kyuhyun mulai memberikan wejangan. Ia tahu berbicara memang sangat mudah, tidak seperti bagaimana melakukannya. Namun ia hanya tidak ingin Kibum menyesal. Kibum tidak boleh terus bersedih seperti ini.

Mata Kibum perlahan terbuka lebar. Ya, ia ingat. Yesung juga pernah berkata demikian. Bagaimana bisa, bagaimana bisa ia mendengar kalimat yang sama?

Jiyeon ikut duduk di sisi Kibum yang lain. “Kyuhyun benar. Kau sedih sebenarnya bukan karena menyesali kepergian Yesung oppa. Tapi kau sedih karena semasa dia hidup, kau belum sempat membuatnya bahagia. Jadi, jangan kau sia-siakan hidupmu. Hidup itu hanya sekali. Bersemangatlah” Jelas Jiyeon panjang lebar.

Kibum tersenyum kemudian. Setelah mendengar nasihat dari Jiyeon dan Kyuhyun, hatinya terasa lebih ringan. Ia telah tersadar akan sesuatu. Hidup akan terasa lebih mudah jika dikelilingi orang-orang yang peduli padanya.
Kibum menoleh bergantian pada Kyuhyun dan Jiyeon “Gomawo. Kyu, Jiyeon. Nasihat kalian akan aku ingat”
“Nah, ini baru Kibum yang kukenal dulu!” seru Jiyeon senang.
“Ah, andaikan saja kau masih sendiri. Aku akan memintamu menjadi pacarku kembali” ucap Kibum setengah bercanda. Ia menatap Jiyeon cukup lama. Kyuhyun terperanjat kaget sementara Jiyeon membelalakkan matanya.
“Ya! Siapa yang mengijinkan?!” bentak Kyuhyun sewot.
Melihat reaksi Kyuhyun, Kibum semakin semangat untuk membuatnya cemburu. Ia bangkit lalu berdiri di hadapan Jiyeon.
“Jiyeon, ayo kita pacaran lagi. Kau putuskan saja namja narsis itu” ujar Kibum sambil mengulurkan tangan.
“Ya!!” Kyuhyun ikut bangkit. Lalu menepis tangan Kibum sebelum Jiyeon menjabatnya. “Siapa yang mengijinkanmu melakukan itu!!!” serunya sambil berkacak pinggang. Kyuhyun sungguh kekanakan jika sudah cemburu.

Jiyeon tidak menjawab. Hanya menahan tawa sambil menutup mulut dengan sebelah tangan.
“Dasar teman tidak setia!” teriak Kyuhyun ngamuk. Kibum kabur sebelum Kyuhyun menghajarnya.
“YA! Kim kibum! Jangan kabur!” Kyu berlari mengejar Kibum. Jiyeon tertawa menyaksikan adegan kejar-kejaran Kyuhyun dan Kibum. Rasanya seperti kembali ke masa lalu ketika melihat mereka berlarian seperti anak kecil.

Benar sekali, hidup memang terasa mudah jika kau dikelilingi oleh orang-orang yang peduli padamu.

—o0o—-

Beberapa hari kemudian, Kibum mulai hidup seperti biasanya. Ia sudah bisa bersekolah dan bergaul dengan teman-temannya. Kim Kibum memang sosok yang membutuhkan perhatian.

Jiyeon baru tiba di sekolah. Ia berjalan santai sambil mengobrol dengan Yoona. Tiba-tiba saja ada yang menutup matanya dari belakang.
“Ya, siapa ini. Kenapa pagi-pagi sudah berbuat iseng!” Jiyeon melepaskan tangan itu dari matanya. Ia hampir mengumpat kesal namun ketika menoleh, ia takjub. Ternyata Kim Kibum-lah pelakunya. Namja itu tersenyum lepas memamerkan deretan giginya yang rapi.
“Ya ampun, aku kira siapa!” desah Jiyeon lega.
“Pagi Jiyeon, pagi juga Yoona” sapa Kibum dengan wajah ceria. Yoona tertegun sejenak melihat ekspresi lain dari Kibum. Ia memang tidak pernah melihat Kibum seceria ini sebelumnya.

“ah, ne” jawab Yoona kikuk.
“Wah, kau terlihat jauh lebih baik sekarang” ucap Jiyeon pada Kibum setelah mengamatinya baik-baik.
“Tentu saja. Hidup itu untuk dijalani, bukan untuk di renungkan. Right!” serunya mengulangi ucapan Jiyeon saat di rumah sakit dulu. Jiyeon tersenyum dan mengangguk.

“Ya! Kau ini. Kau ingin merayu pacarku saat aku tidak ada” tiba-tiba saja sebuah suara menyela perbincangan Kibum, Jiyeon dan Yoona. Ketiga orang itu menoleh. Kyuhyun menghampiri mereka dengan langkah lebar. Ada apa dengannya? Di pagi secerah ini kenapa ekspresinya seperti benang kusut begitu? Kibum tahu alasannya. Tentu saja karena Kyuhyun cemburu.
“Tapi dia kan ex-girlfriendku juga” jawab Kibum bermaksud memanasi Kyu.
“Bocah ini!” Kyuhyun mengepal tangannya hendak meninju Kibum namun pria itu menghindar, berlari dari tempat itu.

“wah, aku tidak tahu kalau Kibum itu jauh lebih tampan jika berwajah ceria begitu” ujar Yoona. Jiyeon mendelik.
“Hei, kau kan masih punya Eunhyuk Oppa!” Jiyeon mengingatkan Yoona.
“Arra!”
Kyuhyun menoleh pada Jiyeon dengan wajah jengkel.
“Kau tidak suka lagi padanya, bukan?” Tanya Kyuhyun curiga. Jiyeon tertawa mendengar pertanyaan kekanakan seperti itu.
“Tentu saja tidak. Buat apa. Bukankah aku sudah memilikimu.”
Kyuhyun menatap Jiyeon lekat-lekat “janji?” tanyanya sambil mengangkat jari kelingkingnya.
Jiyeon mengangguk lalu menautkan jari kelingking mereka. Kyu baru bisa tersenyum lega dan mereka saling melempar tawa kemudian.
“Ah, akhirnya aku yang jadi serangga penggangu di sini..” desah Yoona sambil melenggang pergi. ia tidak tahan lama-lama melihat kemesraan pasangan itu.

—o0o—

Saat istirahat tiba, Kyuhyun berjalan bersama Jiyeon menuju kantin. Mereka mengobrol dengan akrab namun di tengah jalan, mereka melihat Kibum sedang membaca buku di bangku yang terletak di koridor sekolah. Jiyeon tanpa sadar langsung menghampiri Kibum.
“Hei,” Kyu belum sempat mencegah Jiyeon sudah meninggalkannya. Dadanya mencelos. Entah kenapa ketika Jiyeon melepaskan tangan dari genggamannya, ia merasa dunia di sekitarnya mengabur. Ia merasa Jiyeon sedang berjalan meninggalkannya.

Kyuhyun lebih terpaku lagi ketika melihat Jiyeon tertawa bahagia bersama Kibum. Jantungnya tiba-tiba terasa sakit dan perih. Rasa sakit yang tidak tertahankan. Kenapa ini? Ini rasa sakit yang tidak biasanya. Kyuhyun memegang tembok di dekatnya. Pandangannya mulai berkunang-kunang.
Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepala berusaha mengendalikan dirinya. Tapi rasa sakit itu malah semakin parah. Ia berusaha mengalihkan pandangannya ke arah Jiyeon. Ia ingin memanggilnya. Namun suaranya tidak keluar.

Aku tidak boleh pingsan di sini. Kyuhyun berusaha sekuat tenaga untuk tetap berdiri tegak. Namun ketika ia akan mengangkat kakinya untuk melangkah, usahanya itu sia-sia karena seluruh dunianya menggelap seketika.

Mungkinkah ini saatnya ia pergi?

To be continued

23 thoughts on “All My Heart (Part 3)

  1. mwoya *lirih
    yesung-ah, oppa.. Yesung oppa.. Ige mwoya? *lemah
    kibum-ah jiyeonie.. Hiks..
    Huaaaaaaaaa wae irae… Ada apa kyu kenapa? Aku gg mau kyu sama keg yesung maldo andwae!! Andwaeeee…
    Hiks.. Ji lihat kyu.. Kyu kenapa jiyeon.. Lihat kyuhyun!!!
    Hiks… Wae wae thor.. Wae!! Ini nyesek apalagi bagian yesung dan kibum yang nyanyikan lagi because i miss you..
    Hiks.. Daebak..
    2thumbs buat author..
    Lanjutannya sangaaaat ditunggu *lirih

  2. turut berduka buat Yesung😦
    aku lebih suka Kyuhyun yg seenak y, evil, narsis dll n dr pada Kyuhyun yg berbaring lemah diranjang rumah sakit n bernasib sama ma Yesung nanti y
    ANDWAEYO !!!

  3. Part Ini sedih bngetz….😦
    Hiks…hiks..hiks Yesung oppa…😦

    omo😮 Kyuppa knpa tuhh…?
    Kyaaa >.< kyuppa gak bleh ninggalin Jiyi…!!!

    D'tunggu next part'nya…😉

  4. knp yesung’a mati..hiks..hiks..sedihhh
    eh tp gak nyangka king of evil bisa dikerjain sm killer smile prince..hahhaha
    itu penyakit kyu kmbuh yaa??aigooo..

  5. yesung meninggal! :'(:'(
    bahaha, kibum ada” aja nih buat kyu cemburu:D
    omo.omo ><
    kyu pingsan!! andwee!!😦
    penyakit nya pasti kambuh😥
    semoga kyu nda kenapa"😥
    next!!^^

  6. OMG !! Ini part tersdeihhh bikin nyesek😥
    Andweee kyu Oppa bertahanlah ne ,,,
    Jiyeon lihat kyu Oppa dong. !!!
    Kyu Oppa😥 bertahanlah , ,,,😥

  7. Wae ? Yesung oppa meninggal😥 jangan sampai kyuhyun oppa juga meninggal >_< kyuhyun oppa harus bersatu sama Jiyeon,jangan pisahkan mereka… Ya ampun nyesek'nya !

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s