After Wedding Story // The Trouble Begin..!! // Part 8

Tittle : After Wedding Story [The Trouble Begin..!!] Part 8
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance-Comedy, Married Life

Main Cast :

  • Shin Nara a.k.a Aira
  • Cho Kyuhyun Super Junior

Warning : Typo bertebaran di mana-mana

Haduh, author bingung harus komentar apa. Yang pasti, author pengen ngucapin seribu kata terima kasih buat reader-deul yang nyempetin diri singgah di blog ini terus baca FF-FF yang ada di sini. Pengen deh melukin atu-atu. *peluk*

dari pada banyak ngomong gak jelas, dan Untuk mempersingkat waktu, Happy reading aja deh.

After Wedding Story - The Trouble Begin By Dha Khanzaki1

——–o0o———

Part 8

Mr. Sooman menatap pasangan di depannya bergantian. Sekuat tenaga ia menahan hasratnya untuk tertawa. Mereka berdua tampak tercengang dan ekspresi itu membuatnya tidak tahan lagi. Sesaat kemudian ia tergelak. Hal itu membuat Kyuhyun maupun Aira mengerjap bingung lalu saling pandang heran.
“Aku hanya bercanda” ucap Mr. Sooman di sela tawanya. Kyuhyun merosot lega dari duduknya. Demi Tuhan, ini sama sekali tidak lucu. Jantungnya hampir berhenti tadi.
“Sajangnim..” Protes Kyuhyun tidak terima. “Jadi maksud Anda apa?”

Mr. Sooman menarik napas, menenangkan diri setelah puas tertawa. “Aku memang sudah tahu sejak awal kalian menikah”
“Dari siapa?” serobot Kyuhyun hampir berteriak. Ia kaget sekali mendengarnya. Ia penasaran inginmengetahui siapa yang sudah membocorkan rahasia terbesarnya. Tangan Mr. Sooman terangkat menunjuk Aira sebagai jawaban. Gadis itu terbelalak kaget, dan Kyuhyun pun menunjukkan reaksi yang sama.
“Aku? Aku tidak pernah mengatakan apapun!” bela Aira sambil menunjuk diri sendiri.
“Memang bukan. Tapi Mamamu” Kedua orang itu kembali kaget.
“Mamamu, Ms. Viona datang ke kantorku, menjelaskan semuanya dan memintaku untuk merestui pernikahan kalian” jelasnya tenang.
“Dan Anda setuju?” tanya Kyuhyun antusias.
Lee Soo Man menghela napas pasrah, seolah ia tidak memiliki pilihan selain menyetujui permintaan ibu Aira. “Hahh~ harus bagaimana lagi. Dia mengancamku jika tidak merestui pernikahan kalian”
Aira menahan tawa melihat wajah pasrah Mr. Sooman. Ia bisa membayangkan bagaimana tangguhnya Mamanya jika menginginkan sesuatu. Mr. Sooman pasti sudah ditakhlukan olehnya, entah dengan cara apa.
“Jadi, aku tidak akan dikeluarkan dari SM? Karena pernikahan ini” tanya Kyuhyun.
Mr. Sooman mengangguk. Pernyataan itu membuat rasa bahagia dalam diri Kyuhyun meluap-luap seperti lava gunung meletus. Ia serta merta bangkit dari duduknya, lalu menghampiri Mr. Sooman, memeluknya erat.
“Kamsahamnida sajangnim. Kamsahamnida..” Kyuhyun bahagia sekali dengan keputusan bijak ini. Ia bahkan terlalu erat memeluk pria setengah baya itu hingga Mr. Sooman terpaksa menahan tenggorokannya yang terasa sesak.
“Asal kau berjanji akan bekerja sebaik mungkin, dan jangan sampai media tahu” ucapnya susah payah. Kyuhyun melepaskannya seraya memamerkan senyum lebar dua senti.
“Siap!” seru Kyuhyun sambil hormat. Ia segera mendekati Aira yang menatapnya bingung, kemudian menarik gadis itu dalam pelukannya. Membuat Aira terkesiap kaget.
“Dengan ini kita tidak akan terpisahkan” gumam Kyuhyun senang.
“Enghh..” Aira sejujurnya bingung harus mengatakan apa. Namun, pelukan Kyuhyun membuat jiwa dan raganya tenang. Inilah yang disebut kedamaian. Dan ia sudah menemukannya.

Semua suasana romantis nan syahdu itu mendadak saja terganggu karena sebuah suara. “Ekhem~” Mr. Sooman berdehem. “Bukannya bermaksud melarang kalian bermesraan, tapi di sini masih ada aku” tegurnya.
Kyuhyun seakan baru tersadar dari dunia khayal yang dimasukinya sesaat tadi. Memeluk Aira membuatnya lupa pada dunia dan sekitarnya. Ia segera melepaskan pelukannya. Lalu bertingkah kikuk di hadapan atasannya Itu.
“Mianhanda, sajangnim” ucap Kyuhyun tersenyum gembira.

Pemimpin SM Entertainment itu tiba-tiba saja menatap Aira dengan penuh minat. “Shin Nara, apa kau berminat menjadi artis?”
Pertanyaan mengejutkan dari Mr. Sooman membuat Kyuhyun dan Aira kaget kembali.
“ANDWAE!” seru Kyuhyun mendahului Aira.
“Wae? Dia punya potensi” ucap Mr. Sooman yakin.
“Tidak. Aku tidak mengizinkan!” Kyuhyun tetap kukuh.
“Em, sebenarnya aku juga tidak berminat menjadi artis, model, atau semacamnya. Aku ingin jadi desainer” Aira mengutarakan pendapatnya sendiri. Kyuhyun bersyukur ternyata Aira tidak setuju dengan pendapat Mr. Sooman.
“Kau yakin?” tanya Mr. Sooman memastikan. Aira mengangguk.
“Baiklah” Mr. Sooman paham “itu saja yang ingin kubicarakan. Aku harus pergi. Ada urusan lain.”
“Mari ku antar sampai depan” ucap Kyuhyun.

—o0o—

Mereka mengobrol sepanjang jalan menuju lobby. Sampai akhirnya pembicaraan terhenti karena mereka berpapasan dengan beberapa member SNSD, Taeyeon, Jessica, Sunny, dan Yoona.
“Annyeong sajangnim” sapa mereka pada Mr. Sooman.
“Wah, siang begini baru datang latihan?”
“Ne. Em, siapa dia?” Sunny menanyakan yeoja yang berdiri di antara Kyuhyun dan Mr. Sooman. Kyuhyun menelan ludah dengan perasaan bercampur aduk. Dia harus menjawab apa?
Sementara itu Aira yang tidak menyadari ekspresi Kyuhyun membungkukkan badannya singkat lalu memberi salam dengan senyum hangat menghiasi wajahnya.
“Annyeong, aku..”
“Ah, dia calon trainee SM” potong Mr. Sooman membuat Aira menoleh cepat ke arahnya. Ia tercengang karena tidak menyangka dengan ucapan yang dilontarkan pria tua di sampingnya.

Tak di sangka pernyataan itu dipercaya begitu saja oleh gadis-gadis cantik didikannya. Mereka berseru takjub sesaat. “Benarkah? Annyeong. Kami dari SNSD” Taeyeon memberi salam lebih dulu. “Aku Taeyeon, mereka Sunny, Jessica, dan Yoona”
“Annyeong, Shin Nara imnida” Aira mengenalkan diri. Sial, semua ini sudah terlanjur terucap. Ia hanya tinggal mengikuti alur yang sudah ditetapkan saja. Diam-diam ia melirik Kyuhyun yang sejak tadi tetap diam. Dalam ekspresinya saat ini, Aira bisa menangkap beberapa ekspres. Seperti cemas, perasaan bersalah, gusar, dan takut.
“Ah, kami harus pergi, ada urusan penting” potong Kyuhyun gugup. “Kalau begitu kami pamit. Ayo Aira” Kyuhyun membungkukan badan sekilas lalu menarik Aira pergi dari sana. Tidak baik jika terlalu lama berada di sana. Bisa-bisa rahasia yang sudah mereka jaga rapat-rapat terbongkar begitu saja.

—o0o—

“Dasar Sajangnim, kenapa dia ikutan bilang aku calon trainee SM juga?” gerutu Aira ketika dalam perjalanan.
“Sudahlah, yang penting mereka percaya saja” Kyuhyun bisa tenang, setidaknya ia tidak perlu mencemaskan Mr. Sooman lagi. Pernikahannya aman. Yang perlu ia cemaskan adalah, bagaimana caranya ia menjelaskan pada rekan-rekan satu agensinya yang bertanya padanya ‘siapa dia’ tentang Aira. Mendadak saja ia ingat, ada satu hal yang membuatnya sangat penasaran sejak di ruang Lee Soo Man tadi.
“Tapi aku takjub. Apa yang dilakukan Eomonim sampai Sajangnim yang keras kepala itu takhluk”

Mendengarnya membuat Aira tersenyum sumringah. Ia cekikikan sendiri memikirkan bagaimana Mamanya saat menemui Mr. Sooman.
“Mama itu lebih keras kepala, nekad, berani, gila, dan tak terduga dariku. Jika dia sudah menginginkan sesuatu, meruntuhkan menara Eiffel pun bukan masalah untuknya”
Namja di sampingnya membelalakkan mata takjub. “Benarkah? Wah, aku harus hati-hati padanya” ucap Kyuhyun setengah serius. Suasana sempat hening beberapa saat.
“Kenapa diam?” tanya Kyuhyun bingung. Tidak ada jawaban, hanya helaan napas yang terdengar.
“Mianhae” malah kata itu yang keluar dari mulut Aira. kalimat itu membuat Kyuhyun terkejut.
“Loh, untuk apa?”

Aira kembali menghela napas kemudian menoleh ke arah Kyuhyun dengan ekspresi lelah. “Sepertinya aku hanya menjadi bebanmu saja. Apa sebaiknya aku pergi sementara waktu selagi ingatanku belum kembali”
Kyuhyun terkejut, ia mendadak menghentikan mobil. Dunia serasa berhenti berputar ketika Aira mengatakan kalimat itu.
“Kau gila! Beban apa? Mana mungkin aku terbebani oleh istriku sendiri. Sudah diam! Aku tahu ini hanya alasanmu saja untuk lari dariku, iya kan?” cerocos Kyuhyun cepat. Aira membuka mulut untuk protes, namun ia menutup mulutnya lagi. Sebagian memang benar.
“Maaf. Aku tidak akan bilang itu lagi” Aira menyerah saja, ia malas berdebat.
“Huh, sekarang antar aku ke rumah, aku ingin menyelesaikan tugas kuliahku”

—o0o—

Beberapa minggu setelahnya, Kyuhyun tetap sibuk dengan kegiatannya bersama Super Junior. Jadwalnya yang sangat padat dan gila membuat mereka jarang sekali bertemu. Entah kenapa, intensitas pertemuan mereka yang semakin renggang menimbulkan dampak serius bagi Aira. Ia merasa kehilangan. Sudah berapa kali dalam beberapa hari ini ia terus uring-uringan karena tidak mendapat kabar dari namja itu. hingga akhirnya, ia memutuskan untuk menyerah dan fokus pada kuliahnya saja. Ia sengaja menyibukkan diri. Hal itu dilakukannya untuk menghindari perasaan aneh yang menghinggapinya.

“Aish, kenapa banyak sekali cucian kotor di sini!” keluh Aira memandangi keranjang yang penuh dengan baju kotor. Ini adalah minggu ke tiga ia sendirian di rumah. Sekarang hari minggu dan tugas rumahnya sudah menumpuk minta ia selesaikan segera.
“Aku sudah cukup sibuk dengan tugas kuliah kenapa namja itu masih merepotkanku juga” gerutunya sambil memasukkan baju-baju itu ke dalam mesin cuci. Akhir-akhir ini ia merasa aneh, tubuhnya cepat sekali lelah dan ia merasa sakit di bagian pinggangnya. Apa ini dampak lain yang ia rasakan akibat kecelakaan waktu itu?

Tanpa sengaja ada sesuatu yang terjatuh saat Aira mengangkat salah 1 baju. Di lantai, tak jauh dari mesin cuci, sebuah benda kecil berkilauan tergeletak di sana. Aira mengambilnya.
“Apa ini? Cincin?” alisnya bertautan saat menatapi cincin bermata berlian di tangannya.
“Kenapa bisa ada cincin di saku celananya? Milik siapa ini?” Aira berdialog dengan dirinya sendiri. Banyak hal berkelebat dalam benaknya. Untuk apa Kyuhyun menyimpan cincin seindah ini dalam celananya? Aira terkesiap.
“Ah, jangan-jangan, dia..”

—o0o—

@Seoul Art College

“Ya! Melamun lagi!” pekik GC untuk yang kesekian kalinya hari itu. Lagi-lagi ia mendapati Aira sedang melamun padahal sudah tidak ada lagi tugas yang harus dipusingkan. Sebagai sahabat ia merasa heran. Sebenarnya ia sudah dimintai tolong oleh Kyuhyun untuk mengawasi istrinya itu di saat ia sibuk dengan jadwal kerjanya. Dan ia tidak keberatan, karena sebagai gantinya ia bisa berbincang sepuasnya dengan Sungmin.
“Kau kenapa? Ah, ingatanmu mulai kembali?” tebak GC curiga.
“Ingatan apa? Kau ini” timpal Aira, ia mendengus. Sebenarnya bukan itu masalah yang sedang dipusingkannya saat ini. Semenjak menemukan cincin itu, ia selalu merasa ada yang mengganjal di otaknya. Entahlah, namun sepertinya cincin itu tidak asing. Meksipun ia tidak mengingat apa makna di balik cincin itu, melihatnya saja mampu membuatnya penasaran setengah mati. Hal itulah yang membuatnya terus melamun sepanjang hari.

“KYAAA~ SUPER JUNIOR!!”

Aira terkesiap mendengar pekikan tiba-tiba yang berasal dari mulut sebagian yeoja di kantin. Mendadak seisi kantin menjadi ribut. Pandangannya otomatis tertoleh ke arah layar tv. Sedetik kemudian ia tahu apa yang membuat keributan tercipta. Rupanya Super Junior. Padahal hanya penampilannya saja di tv, namun sudah menimbulkan dampak dahsyat seperti ini. Bagaimana jika mereka melihat langsung, dan oh, ia pun penasaran bagaimana reaksi orang-orang jika mengetahui ia adalah istri salah satu dari Member Super Junior.

“SUNGMIN OPPA, KYAA” Aira tersentak kaget kembali, karena kali ini suara keras itu berasal dari sahabatnya sendiri. GC mendadak memekik di sampingnya.
“Ya! Kenapa berteriak begitu. Kau membuatku kaget!” protesnya.
GC tidak peduli. Ia segera merangkul Aira tanpa memperhatikan ekspresinya. “Kau tidak senang, lihat, suamimu juga ada”
“Suami?” ulang Aira dengan nada heran. Sampai hari ini ia masih merasa aneh, benarkah suaminya seorang bintang? Aira beralih menatap layar tv yang menampilkan SJ, seulas senyum merekah di sudut bibirnya.
“Aku adalah istri namja itu? Benarkah~hmmft~” Aira berhenti bergumam sendiri karena mendadak ia merasa mual. Tangannya refleks menutup mulutnya. Aneh sekali, rasa mual dan perutnya yang terasa melilit menyerangnya secara tiba-tiba. apa ini diakibatkan oleh pola makannya yang tidak teratur akhir-akhir ini?
“Wae? Gwaenchana?” GC melihat wajah Aira memucat. Ia panik. Aira mengangguk lemah untuk menenangkan sahabatnya itu.
“Sepertinya aku hanya masuk angin. Perutku tidak enak, dan aku juga pusing” Aira memegangi perutnya yang terasa bergolak.
“Aigoo, ayo, aku antar ke klinik kampus. Bisa dicincang setan itu jika aku membiarkanmu pingsan di sini” GC memegangi lengan Aira, membimbingnya berdiri.

—o0o—

“Masih pusing?” tanya dokter setelah memeriksa Aira. ia sekarang tengah berada di klinik kampusnya.
“Tidak. Tapi perutku rasanya aneh” keluh Aira sambil mengusap lembut perutnya dengan gerakan memutar.
“Lebih baik periksa ke rumah sakit saja. Di sini peralatannya kurang memadai” usul sang dokter membuat kedua gadis itu terkesiap. Aira berpandangan dengan GC.
“Jadi, maksudnya, ini kemungkinan gejala penyakit aneh?” seru Aira panik. Otaknya sudah meliar kemana-mana membayangkan hal itu.
“Bukan” Dokter itu ragu sejenak, “Em, apa kau sudah menikah?”
Aira menegang, omo, apa yang harus dikatakannya. Ia hanya bisa menelan ludah tanpa bisa mengatakan apapun.
“Tentu saja dok” ucap GC semangat.
“Ya!” Aira memukul lengan GC pelan. Dokter itu tersenyum.
“Kalau begitu selamat, kau hamil”

“MWO??” baik Aira maupun GC menjerit kaget. Hamil? Tubuh Aira kaku selama beberapa detik lamanya mendengar kata itu.
“KYAAA~Chukkae Shin Nara. Kau akan jadi ibu..” GC memeluk Aira saking senangnya. Sementara Aira masih belum menunjukkan reaksi apapun. Ia masih terkejut. Dunia di sekitarnya seakan melebur dan ia tidak bisa membedakan mana ilusi dan mana kenyataan.

—o0o—

*Aira Pov*
Aku yang masih belum bisa memulihkan kadar keterkejutanku sempat terpaku beberapa saat. Hingga akhirnya GC menyadarkanku.
“Hei, Kenapa kau kembali melamun. Ah, kau pasti terlalu senang sampai speechless”
“Eh, iya” jawabku asal, tetap linglung.

Sepanjang perjalanan pulang, aku tetap sibuk melamunkan kenyataan ini. Aku hamil. Hei, AKU HAMIL!! Bagaimana mungkin? Karena tidak yakin, aku memberanikan diri memeriksakakan ke rumah sakit dan meminta keterangan serta bukti akurat dari sana. Dan hasilnya, aku memang POSITIF hamil! Usia kandunganku menginjak 10 hari. Entah aku harus senang atau tidak.

Di rumah, aku mondar mandir tidak jelas dengan surat dari rumah sakit tadi di tanganku.
“Haduh, kenapa aku jadi panik dan gugup begini?” keluhku. Beberapa kali kulihat jam di dinding. Ya, sekarang aku sedang menunggu pulangnya Kyuhyun. Dia harus tahu soal ini. Sudah hampir dua minggu aku tidak bertemu dengannya dan aku bingung bagaimana caranya menyampaikan berita ini. Dan aku pun tidak berani membayangkan bagaimana reaksinya nanti. Apa mungkin dia akan senang?

“Huh, ini kan wajar Aira, wanita yang sudah menikah memang sudah sewajarnya hamil. Tapi~” entah apa yang kucemaskan hingga aku berdebat dengan diriku sendiri. Langkahku terhenti. Tanganku beralih memegangi perutku.
“Aku hamil.. Di dalam sini ada calon bayiku” mendadak rasa bahagia menyeruak di hatiku hingga aku tersenyum lebar. GC benar, 9 bulan lagi aku akan jadi ibu. Hei, bukankah itu bagus sekali! Aku memang suka sekali anak kecil.
“Huwa.. Aku akan jadi ibu! Yeiy!!” teriakku kencang

Ting Tong

Aku mendengar suara bel berbunyi. Mungkinkah itu Kyuhyun?
“Sayang, cepat besar dan lahir ya? Mama tidak sabar melihatmu di dunia ini” ucapku sambil mengusap-usap perutku. Setelah itu segera pergi membukakan pintu.
“Ai-chan” seru Kyuhyun dari balik pintu. Mataku terbelalak lebar seakan baru saja menyaksikan sesuatu yang menakjubkan. Aku tidak percaya kini aku sedang berhadapan dengannya. Aku bahkan berulang kali mengerjapkan mata untuk meyakinkan yang sedang kulihat bukanlah halusinasi. Rasa bahagia dan rindu membuncah begitu saja. pandanganku terasa mengabur. Namun Kyuhyun sepertinya tidak menyadari ekspresiku.
“Aku sulit membuka pintu karena ini. Kenapa lama sekali” ia malah mengeluh padaku dengan tangan yang memegang entah berapa banyak boneka. Dia masih belum juga menyadari ekspresiku?
“Nih, buatmu” dia menyerahkan semua boneka itu padaku.
“Gomawo” ucapku dengan suara bergetar. Sedetik kemudian Kyuhyun berhenti tersenyum seolah baru menyadari ada yang aneh dengan reaksiku.
“Sepertinya kau sedang tidak senang” ucapnya cemas. Ia melangkah masuk lalu mengambil semua boneka yang diberikannya padaku tadi, meletakkannya di atas kursi ruang tamu. Ia kembali menghampiriku. Raut khawatir tampak jelas di wajahnya.

Aku menundukkan kepala. Sekuat tenaga kutahan rasa ingin memeluknya yang begitu besar. aku pun tidak mengerti dengan situasi ini. Namun ada keinginan yang kuat dalam diriku untuk menghambur ke pelukannya. Ingin sekali rasanya aku bermanja-manja dengan tangannya yang melingkari tubuhku. Aku, tidak pernah merasa sesentimental ini. Apa karena pengaruh janin dalam kandunganku?
“Ai-chan..” suara lembut Kyuhyun terdengar menembus lamunanku. Mataku semakin berat ketika kurasakan tangannya mengusap pipiku.
“Apa yang terjadi? Maaf, aku tahu aku salah karena seminggu ini tidak mengabarimu. Tapi percayalah, aku sangat merindukanmu. Setiap menit dan detiknya aku selalu merindukanmu..” jelasnya. Sekarang tangannya merambah turun meraih daguku lalu mengangkat kepalaku hingga mendongak menatapnya.

Kyuhyun mengerjap melihat mataku berkaca-kaca. “Waeyo? Apa yang terjadi?” cecarnya panik. Rasa rinduku sudah tidak bisa dibendung lagi kali ini. Tanganku bergerak begitu saja merengkuh lehernya dan tanpa kumengerti sedikitpun bibir ini entah sejak kapan memagut begitu saja bibir lembut milik Kyuhyun.

Kurasakan tubuh Kyuhyun sempat menegang namun beberapa detik kemudian ia merilekskan kembali badannya. Aku hanya ingin meluapkan rasa yang mengendap dalam diriku selama beberapa hari ini. Aku hanya ingin melampiaskan semua perasaan aneh yang kurasakan saat Kyuhyun jauh dariku. Aku semakin mengeratkan pelukanku dan bibirku bergerak melumatnya. Kyuhyun pun mulai membalas dengan melingkarkan tangannya di pinggangku, menyelubungiku dengan kehangatan yang nyata dan hal itu membuatku merasa sangat nyaman dan lega.

“Mianhae…” lirihku ketika kujauhkan wajahku dari wajahnya. pipiku rasanya memanas dan aku tidak berani menatap Kyuhyun. dia pasti menganggapku lancang.
“Gwaenchana. Ini ucapan selamat datang yang paling indah bagiku..” ujarnya dengan senyuman tulus. Tangannya masih sigap melingkar di pinggangku. “Aku hanya sedikit terkejut karena kau tiba-tiba saja menciumku. Kenapa? kau merindukanku?”

Kenapa dia bertanya dengan nada jahil begitu? Membuatku malu saja. aku tahu tadi memang terlalu agresif. Aku pun tidak mengerti.
“Kenapa? kau keberatan? Kalau begitu anggap saja tidak terjadi..” gerutuku sambil mengerucutkan bibir. Aneh sekali, kenapa emosiku jadi tidak stabil begini?
Kyuhyun tergelak lalu mengecup bibirku kembali. “Aku akan mengingatnya seumur hidupku, Ai-chan..” bisiknya. Aku memberanikan diri menatap lurus ke arah matanya dan saat itulah jantungku berdetak tak terkendali.
“Bolehkah kali ini aku yang menciummu?” tanyanya membuatku terbelalak. Aku menganggukkan kepala singkat sambil menunduk.

Setelah itu, bibirku kembali bertemu dengan bibirnya yang lembut dan kami berciuman dengan sangat pelan dan tekun untuk beberapa saat lamanya. Dan aku bisa merasakan rindu yang sangat besar dari perlakuannya. Kyuhyun, dia merindukanku. Dan aku pun merindukannya.

“Em, sebenarnya..” Aku membuka mulut ketika Kyuhyun menjauhkan wajahnya. Aneh, kenapa mendadak lidahku jadi kaku begini? Aku memainkan ujung bajuku dengan gusar. Aku tahu dia sangat lelah tapi aku harus memberitahukan berita kehamilanku.
“Kenapa?” Kyuhyun. Ekspresinya terlihat penasaran dan heran. Aku menundukkan kepala. Perasaanku kini gugup, takut, linglung, namun senang. Ah, bagaimana ini, tubuhku malah gemetaran.
“Ai-chan, gwaenchana?” tanyanya panik. Kyuhyun memeriksa keningku, hei, aku tidak sakit!
“Anu, ini..” ayolah Aira, cepat katakan.
“Aku.. Aku..”
“Ne. Kenapa?”
Aku memberanikan diri menatap wajahnya yang khawatir.
“Aku hamil” akhirnya berhasil juga kukatakan. Kutatap wajahnya untuk mengetahui reaksinya. Namun Kyuhyun malah termangu, mungkin dia syok. Suasana hening sejenak.
“Kau apa?” tanyanya tak percaya seraya memandangku lekat. Ia melepaskan pelukannya dan saat itulah aku merasa sedih dan kesepian. Ia menatapku dengan raut yang sulit kujelaskan. Hal ini membuatku seperti pelaku kejahatan yang sedang di interogasi.
“Aku hamil” ulangku dengan suara kecil.

“WHUAAA~”

Tiba-tiba saja sebuah teriakan mengagetkanku. Kyuhyun berteriak sambil berjingkrak jingkrak. Ekspresinya tampak, sangat bahagia. Kyuhyun segera memelukku setelah puas berjingkrak.
“Akhirnya..” lirihnya. Dekapannya semakin erat. Jantungku makin berdetak cepat karenanya.
“Kita akan jadi orangtua, Ai-chan. Aku senang sekali!!”
“Oh, iya” ucapku linglung. Diam-diam aku tersenyum lega. Syukurlah, reaksinya sesuai dengan dugaanku.

Mendadak Kyuhyun melepaskanku lalu merogoh sesuatu di dalam kantong celananya. Ponsel? Buat apa dia mengambil itu?
“Mau apa?” tanyaku heran. Dia malah sibuk memencet tombol ponsel.
“Aku harus memberitahu Hyungdeul. Aku akan jadi Appa tidak lama lagi”
Mataku terbelalak kaget. Aku harus mencegahnya!! “jangan!” aku memegang tangannya.
“Wae?”
Kutatap sungguh-sungguh dengan ekspresi memelas. “Aku belum siap. Jangan beritahukan orang-orang dulu. Jebal”
“Tapi ini kabar menggembirakan, Ai-chan” keluhnya setengah merengek.
“Jebal..” pintaku memohon. Kupasang tampang se-aegyeo mungkin. kami saling melemparkan tatapan berbeda. Sesaat kemudian Kyuhyun menghela napas, sepertinya ia mengalah. Bagus.
“Em, oke lah. Kuberitahu mereka jika kau sudah siap”

Aku mendesah lega. Syukurlah dia bersedia mengalah. Tiba-tiba saja.Kyuhyun berlutut di depanku, mau apa dia? Kyuhyun menempelkan telinganya di depan perutku. Aish, apa yang dilakukannya?
“Aegi, kamu ada di sana kan? Cepat besar ya, Appa ingin segera memelukmu” ucapnya dengan rona senang. dan itu membuatku tertegun sekaligus heran.

Aigoo.. untuk apa dia mengajak janin yang bahkan belum berusia 1 bulan bicara.. percuma, dia tidak akan menjawabnya. Namun, di sisi lain aku juga senang. kami, akan menjadi orang tua.
“Dia tidak akan menjawabnya, buat apa kau mengajak dia bicara” keluhku hampir berbisik. Kyuhyun mendongkakan kepalanya ke arahku, tampangnya seperti kecewa.
“Aku hanya menyapanya, Ai-chan, agar dia bisa mengenali suara Appanya..” jawabnya dengan ekspresi innocent. Pipiku memerah dengan sendirinya. Apa dia bilang, Appa?

Kyuhyun berdiri, dia tersenyum sangat manis padaku. “jika kau tidak ingin Hyungdeul tahu, aku tidak masalah. Tapi besok kau harus ikut denganku ke rumah Appa dan Umma. Mereka wajib tahu berita ini”
“Mwo?” pekikku. Tapi perkataannya ada benarnya juga. Orangtuaku juga harus tahu berita ini.
“Baiklah..”

@@@

“Kyaaa~” Aku mundur sedikit dari tempat dudukku saat Eomma memekik mendengar berita kehamilanku.
“Kubilang juga apa. Pasti Umma senang setengah mati.” Bisik Kyuhyun di telingaku. Aku hanya menanggapinya dengan senyuman ringan. Ya ampun, jika ibu mertuaku saja reaksinya seperti itu apalagi mamaku sendiri.-_-
Setelah Eomma sibuk berceloteh di telepon dengan entah siapa, mungkin Appa, dia langsung memelukku dengan penuh kasih sayang. “Selamat sayang..” lirihnya membuat perasaanku nyaman sekali. Sepertinya kehamilanku memberikan dampak baik bagi semuanya.
“Kemarikan tanganmu” pinta Umma. Aku memangkat alisku sebelah, bingung. Tapi pada akhirnya aku menurut juga. Tak kusangka Umma memasangkan sebuah gelang indah di tanganku. Aku dibuat takjub karenanya.
“Anu, ini untukku?” tanyaku sangsi.
“Tentu saja. Karena kamu akan menjadi ibu, nak.. ini sudah menjadi tradisi di keluarga kami. Dulu ketika Umma mengandung Ahra juga Neneknya Kyuhyun memberikan itu pada Umma”
“tapi, kenapa aku? Kenapa Umma tidak memberikan ini pada Ahra Eonni? Bukankah dia sedang hamil juga”
Umma menggeleng sambil tetap tersenyum. “Ini diberikan pada Menantu perempuan chagi.. jadi kamu yang harus menerimanya.”
Oh, aku mengangguk paham. Sepanjang perjalanan pulang, aku termenung. Mataku terus menatapi gelang yang kini melingkar di tanganku. Banyak sekali yang kini kupikirkan.
“Apa yang kamu pikirkan?” tanya Khuhyun yang tengah menyetir di sampingku.
“Aku, merasa bahagia.”
“Hm, tentu saja. Semua ibu hamil seperti itu.” Aku menoleh padanya. Sejak kapan ia menjadi sebijak ini? Tanpa sadar aku memandangnya lama.
“em, aku harus memberitahu orangtuaku.” Segera kualihkan pandanganku ke arah lain. Menatapnya terlalu lama bisa membuatku tenggelam dalam bayang-bayang aneh. Inisiatif ku raih ponsel dari dalam tas dan kupencet nomor Mamaku di Indonesia sana.

“Hallo” Suara Mamaku terdengar ceria di ujung sana. Aku tersenyum. Napasku tercekat, rasanya aku ingin menangis jika mendengar suara Mama.
“Mama..” aku hampir saja terisak. Bahkan Kyuhyun yang sedang konsentrasi menyetir pun menoleh sebentar ke arahku.
“Kenapa sayang?” nada suara mama terdengar panik. “Aku merindukanmu” lirihku. Uh, kenapa aku jadi lebay begini ya? Apa hamil membuatku sensitif seperti ini?
“Mama juga merindukanmu nak, kamu baik-baik saja kan di sana? Apa Kyuhyun ada di sampingmu? Dia juga baik-baik saja kan?”
Aku menoleh sebentar ke arah Kyuhyun “Tentu saja. Dia sangat sehat” ucapku. Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi ucapanku. Dia tidak mengerti ucapanku. Aku sekarang berbicara dalam bahasa Indonesia.
“Ada apa? Tumben kau menelepon Mama”
“em, Mama, aku hamil” ucapku
“BENARKAH!!! Ya ampun, mama harus segera ke Korea sekarang juga!” aku menjauhkan sejenak ponsel dari telingaku karena teriakan Mama terlalu kencang. Sudah kuduga, reaksinya pun seperti ini.
“Aigoo, Mama tidak usah kemari. Aku masih bisa menjaga diri kok.” Ucapku
“Tapi Mama ingin sekali memelukmu nak.. pikirkan, Mama akan menjadi nenek…”
Aku tertawa. Mama, terkadang bisa kekanak-kanakkan juga. Tentu saja, dia mamaku.
“Iya, tapi kalau mama kemari, siapa yang akan menjaga Ayah di sana.”
“Ah, benar juga. Oh, iya, mama harus memberitahu Ayahmu! Dia pasti senang sekali”
“Ya sudah Ma, aku yakin mama sedang sibuk sekarang. Nanti aku akan menelponmu lagi.” Segera kututup telepon setelah aku selesai mengatakannya. Hmmft~ aku kembali menghela napas. Lega rasanya.
“Apa kata mereka? Kau sudah menelpon orangtuamu kan?” tanya Kyuhyun.
“Mereka? Tentu saja bahagia..” ucapku tak hentinya menyunggingkan senyuman.

—-o0o—–

*Author Pov*

“Mwo?” Kyuhyun tersentak kaget, lebih tepatnya gembira. Leeteuk mengangguk yakin, sedangkan member lain segera berlompatan gembira seraya bersorak.
“Sooman Sajangnim berbaik hati memberikan kita liburan selama 3 hari. Sebenarnya bukan hanya kita, tapi semua Artis di bawah Manajemen SM diliburkan selama 3 hari” Jelas Leeteuk senang.
“Tumben Sajangnim sebaik itu. Kesambet malaikat mana dia?” celetuk Heechul
“Ah, malaikat manapun yang pasti ni berita gembira” timpal Shindong

Yang lain sibuk merencanakan kegiatan yang akan mereka lakukan selama libur itu. Namun Kyuhyun memilih memisahkan diri dan meraih ponselnya. Selama liburan ini, ia ingin menghabiskan waktunya bersama Aira yang sedang hamil muda. Bukannya ibu hamil membutuhkan perhatian lebih dari suaminya?

“Hei, mau ke mana?” tanya Sungmin mendapati Kyuhyun mengambil ponsel dan jaketnya.
“Em, anu Hyung, aku harus pulang.”
“Wae. Kau tidak ingin ikut kami? Kami berencana pergi berlibur ke villa milik Sooman Sajangnim di Busan. Sekarang kami sedang membahas persiapannya.”
“Jinjjayo? Wah, aku ingin sekali ikut, tapi..” ucapan Kyuhyun tersendat, tiba-tiba Eunhyuk merangkulnya.
“Tidak ada yang boleh absen dari acara ini. Kamu harus tetap ikut. Arasseo!!!” Eunhyuk mengancam Kyuhyun.
“Em, tapi..” Kyuhyun bimbang. “Ai-chanku sedang hamil sekarang..” batinnya. Ia sebenarnya ingin sekali mengatakan ini pada Hyung-Hyungnya tapi bagaimana lagi, Aira memintanya untuk tidak mengatakannya dulu.
“Kenapa? Ragu untuk meninggalkan istrimu?” tebak Siwon yang 100 persen benar. Kyuhyun mengangguk cepat.
“Tenang saja. Dia tetap bisa kau ajak kok.”
Kyuhyun terperanjat senang. “Jinjjayo Hyung? Gomawo…” saking senangnya Kyuhyun segera memeluk Siwon. Ia sempat cemas jika harus meninggalkan Aira sendiri. Tapi ternyata Hyungdeulnya mengizinkan Aira ikut. Tentu ia bisa liburan sekaligus menjaga Aira juga.

@@@

“Wuahhh.. villanya besar sekali!!” Seru Member SJ yang baru saja turun dari mobil ketika melihat bangunan besar di depan mereka. Villa yang sangat indah dengan taman yang luas dan menghadap ke pantai.

Semuanya memang bersenang-senang, tapi tidak dengan Kyuhyun. Ia agak cemberut. Bukan karena Aira yang tidak berangkat bersama mereka, tapi karena ternyata tidak hanya member Suju yang ikut berlibur di sini, tapi Member SNSD dan SHINee juga ikut berlibur di sini. Kalau begini sih sama saja bohong. Ia tidak bisa leluasa bersama dengan Aira. Karena, mereka, member SNSD dan SHINee tidak tahu status perkawinannya dengan Aira.

“Annyeong Oppadeul..” Sapa Taeyeon pada beberapa member SJ ketika mereka sedang beristirahat di teras depan villa.
“Annyeong..” ucap Leeteuk sambil melambaikan tangan. Tidak hanya pada Taeyeon, tapi pada member SNSD lain juga.
“Loh, kenapa Oppa cemberut?” tanya Yoona heran melihat Kyuhyun tidak ikut bercanda dengan yang lain. Dia memilih memisahkan diri sambil mengerucutkan bibirnya. Cemberut.
“Ani. Aku lupa membawa PSPku” jawab Kyuhyun asal. Dan Yoona hanya mengangguk.
“Hmm. Pantas, rupanya istrinya tidak dibawa” celetuk Sooyoung membuat Kyuhyun kaget dan segera menoleh ke arahnya. “I istri??”
“Maksudku, PSPmu, Oppa” ralat Sooyoung segera.
“Hyung, kau boleh pinjam punyaku.” Ucap Taemin polos seraya menyerahkan PSP nya.
“Ya! Aku bukan kesal karena PSP!” keluh Kyuhyun tak mengerti. Kenapa semua orang selalu menganggap kesedihannya karena dia tidak membawa PSP.

Sebenarnya member SJ lain tahu kenapa. Namun mereka tidak berani bicara sembarangan di saat ada beberapa orang yang tidak tahu apa-apa tentang pernikahan Kyuhyun.
“Oke, sekarang kita ke dalam untuk pembagian kamar” ucap Leeteuk yang didaulat sebagai ketua dari kegiatan itu.

—-o0o—-

Di kamar..
Kyuhyun kebagian kamar dengan Sungmin, Minho dan Heechul. Dia duduk di tepian tempat tidur sambil memandangi ponselnya. Apa benar Aira akan datang. Dia menolak untuk ikut bersama karena ada kuliah yang tidak bisa ditinggalkannya. Jadi dia akan menyusul.
“Dia beneran akan datang kan?” gumamnya pada diri sendiri.
“Pasti datang. Udah yuk turun” ucap Sungmin menenangkan. “Aku sudah meminta GC untuk mengantarkannya kemari.” Bisik Sungmin. “Jadi dia tidak akan tersesat atau semacamnya. Jika itu yang kamu cemaskan”
“Benarkah? Ah, aku lega sekarang. Ayo pergi.”

Acara sekarang, mereka sedang berkumpul bersama di halaman samping villa. Sekedar mengobrol sambil memakan camilan yang sudah mereka siapkan sebelumnya.

Tralilalila…

“Yeobseo” Kyuhyun segera mengangkat ponselnya begitu tahu itu dari istrinya. “Kamu di mana sekarang?” tanya Kyuhyun cemas.
“Em, aku ada di depan villa sekarang. Tapi tenang saja, GC akan mengantarkanku masuk. Jadi tidak perlu menjemputku.”
“Oh, baiklah. Aku akan menunggumu di sini.”
Baru beberapa saat Kyuhyun menutup ponselnya, ia sudah mendengar suara seruan seseorang yang amat dikenalnya.
“Hallo semuanya…”
Kyuhyun serta semua orang yang ada di sana segera menoleh ke arah sumber suara. Ternyata benar, memang Aira yang ada di sana. Berdiri tepat beberapa meter di hadapan mereka.

“Omo… Shin Nara!!” seru Key senang. Dia melambaikan tangannya cepat dan Aira membalasnya. Sementara ketika Kyuhyun melambaikan tangan tak lupa dengan senyumannya yang indah mengembang di wajahnya, Aira tidak melihat dan malah berjalan cepat menghampiri Minho dan Leeteuk. Kyuhyun melotot dan hal itu membuat member SJ lain menahan tawanya.
“Daddy,..” sapa Aira pada Leeteuk. “Choi Minho..” ucap Aira senang. Minho segera berdiri dan menundukkan kepalanya sebentar.
“Wah, tidak kusangka kita benar-benar bertemu lagi” ucap Minho.
“Ne. Aku juga tidak menyangka.”
“Tunggu, kalian saling kenal?” tanya Leeteuk takjub.
“Tentu saja. Aku juga kenal member SHINee lain.” Jawab Aira langsung.

“Sepertinya sainganmu berat. Sabar ya..” ucap Donghae sambil menepuk-nepuk pundaknya.
“Ya! Saingan Apaan! Mana mungkin dia sainganku. Jelas-jelas aku yang lebih keren darinya.” Elak Kyuhyun. Tapi ia tidak bisa menyembunyikan nada jengkel dalam suaranya.

“Bukannya kamu calon trainee SM? Wah, apa Sooman sajangnim yang menyuruhmu kemari?” tanya Taeyeon ramah. Mendengar hal itu Aira mendadak gugup. Sementara Leeteuk dan Minho bingung.
“Trainee SM? Dia?” tanya Leeteuk dan Minho bersamaan sambil menunjuk Aira.

Aira terdiam.. omo.. apa yang harus dikatakannya…????

To be continued…

43 thoughts on “After Wedding Story // The Trouble Begin..!! // Part 8

  1. Bwehehehehe
    Kenapa ga dikasih tau ke semua anak-anak sm aja sih kalau kyu sama aira itu udah nikah ?
    Kesian kyu, banyak saingan😦 semoga member suju pada tau kalau aira hamil, kalau bisa semuanya tau hahahahaha
    Maaf baru bisa komen disini -_-…
    Dipart sebelumnya gagal terus😦
    Harap maklum, buka dari hp dan koneksinya minta di injek-injek…
    Part selanjutnya palli juseyo …
    Jangan bilang minho jadi org ketiga ?? Andweeee ….
    Udah cukup aira ilang ingatan, dan soal banji alias cincin, masih ngegantung …

  2. Yey.. Bentar lgi bakal ada aegi *dance*
    Senangnyaaa..
    Setidaknya klo ada aegi, mreka bsa makin akrab dan ikatannya mkin kuat
    Hhi.
    Wih. Keren jg tuh klo SM family lburan breng
    Hhe
    Manteb eon😉

  3. Nah lo… Chukkae aira hamil!
    Nah, ditanya bgtu kira2 jawabannya apa yah? Penasaran😐
    lg-an kyu gk nanya dulu, akhirnya liburannya rame2 deh, mau mesra2an tp sembunyi2 kan gk nyaman wahahaha…
    Daebak bgt ff nya
    lanjut

  4. Haha bakal ketahuan tuh ya pernikahan.y kyu en nara, lagipula lambat laun memang akan ketauan, dikampus kan nara/aira berstatus lajang en tau kl nara hamil, gmn coba… ketauan jg kan…haha

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s