Shady Girl Kyuhyun’s Story (Part 3)

Tittle : Shady Girl Kyuhyun’s Story Part 3
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, family

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Na Hyun Jung

Gak ada komentar. jadi, Happy Reading ^^

Shady Girl Kyuhyun's Story by Dha Khanzaki1

—–o0o—–

Seperti pekan-pekan sebelumnya, hari ini Kyuhyun kembali mengajar sebagai salah satu dosen di fakultas sains Universitas Seoul.
Ia melirik adiknya, Ja Rin. Gadis itu sibuk membenarkan dandanannya yang menurutnya sangat fashionable itu. Kyuhyun sampai berpikir, sebenarnya Ja Rin ingin ke sebuah acara fashion atau kampus sih? Ah, atau dirinya saja yang tidak mengerti apa itu modis? Berhubung dirinya dan Ja Rin bertolak belakang dalam beberapa hal.
“Aku takjub pada Kibum yang tahan memiliki pacar sepertimu.” Kyuhyun menggeleng pasrah. Ja Rin menoleh.
“Tentu saja. aku ini sangat berharga untuk di abaikan. Bye bye Chocobi..” Ja Rin melenggang pergi dengan langkah anggunnya yang bak model berjalan di atas catwalk.

Sekarang giliran Kyuhyun sibuk dengan kegiatannya mengajar.

__o0o__

“Kenapa sedih?” seseorang menyadarkan Hyun Jung dari lamuannya. Gadis itu mengangkat kepala dan mendapati Ryeowook tersenyum manis padanya. Hyun Jung balas tersenyum. Ryeowook duduk di sebelah Hyun Jung. Kebetulan kelasnya akan mulai 30 menit lagi. Jadi ia memiliki waktu untuk mengobrol dengan gadis cantik yang kini duduk di sebelahnya.
Hyun Jung tidak menjawab. Ia memandangi kue yang ada di dalam kotak bekalnya.
“Oh, itu kue buatanmu? Boleh aku coba?” Ryeowook semangat sekali. Sudah lama ia tidak mencicipi kue yang dibuat Hyun Jung. Namja itu mencomot salah satu potong kue brownis lalu menyuapkan ke dalam mulutnya.
“Hm.. mashita..” lirihnya. “Ini enak sekali Hyun Jung-ah. Lalu kenapa kau sedih?”
“Anu, Wookie-ah..ini soal Appa.” Lirihnya dengan wajah murung.
“Nde? Sekarang kenapa lagi?” Ryeowook sudah banyak mendengar cerita dari Hyun Jung bahwa ia tidak bisa melawan Appanya dalam hal apapun.
“Appa hanya memintaku melakukan 1 keinginan kecilnya.” Nada bicaranya terdengar pasrah. “Dan itu bukan masalah bagiku”
“Jinjja? Baguslah.”
“Kalau begitu aku duluan ya.. ini habiskan saja.” Hyun Jung bangkit dari tempat duduknya. Ia berjalan perlahan keluar kantin.

Drrtttt..drrrtttt…

Ponselnya berdering. Di saat seperti ini siapa yang menelponnya?
“Yeobseo..” ucapnya mengawali.
“Halo, Hyun Jung-ah..” suara pria yang dikenalinya menggema di ujung sana. Senyuman manis pun mengembang di bibirnya.
“Nichkhun..” lirihnya. “Ada apa?”
“Hari ini kau ada acara?”
“Tidak. Wae?”
“Temani aku. Hari ini Umma mengajakku makan malam. ia ingin aku mengajak salah satu teman wanitaku. Hanya kau teman wanita yang kupunya. Kau mau kan?”
“Em? Bagaimana ini? Aku ada pekerjaan. Tapi aku akan menyempatkan diri untukmu.”
“Ah, Hyun Jung. Kau memang temanku yang terbaik.”
Hyun Jung memasukkan kembali ponselnya setelah pembicaraan itu selesai. Sudah waktunya ia masuk kembali ke kelas untuk memulai pelajaran berikutnya.

“Na Hyun Jung?”
Langkah Hyun Jung terhenti mendengar suara seseorang menyebut namanya. Tunggu, kenapa jantungnya berdebar lebih cepat mendengar suara ini? Apa ini suara orang yang dikenalnya? Perlahan gadis itu membalikkan badannya. Matanya terbelalak lebar melihat orang yang berdiri tak jauh dari tempatnya. Itu, Cho Kyuhyun. Aigoo, apa yang dilakukannya di sini?

__o0o__

Sebenarnya setelah ini Kyuhyun sudah tidak ada kegiatan lagi. Ia berniat pulang untuk mengajak Sherry jalan-jalan atau pergi menengok perusahaannya. Namun semuanya terlupakan ketika ia melihat seseorang yang tidak asing lagi baginya. Orang yang baru saja muncul di dalam hidupnya tapi tidak pernah terlupakan sedetikpun dalam benaknya.
“Na Hyun Jung..” panggilnya. Untuk beberapa saat ia ragu. Apa yang dilakukan gadis itu d kampusnya? Tapi Ia tidak mungkin salah. Gadis itu bereaksi. Dia menghentikan langkahnya. Badannya perlahan membalik ke arahnya. Kyuhyun mengerjap. Tuhan, itu memang Na Hyun Jung? Gadis itu menatap lurus ke arahnya.
Mengapa sekarang tubuhnya yang jadi kaku? Kenapa pula ia selalu bisa mengenali gadis itu di manapun ia berada? Kenapa harus Na Hyun Jung?
Otaknya terus berputar-putar pertanyaan yang sama. Ini aneh memang. Seumur hidup ia tidak pernah merasa ‘dihantui’ hingga seperti ini. Na Hyun Jung, sebenarnya kau ini gadis seperti apa?
“Kyuhyun-ssi, apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya setelah ia berada di hadapan Kyuhyun. Bahkan ia tidak sadar saat Hyun Jung menghampirinya.
“Aku? Aku dosen di sini. Kamu?”
“Dosen?” Hyun Jung terkesiap. Jelas sekali ia terkejut.
Kyuhyun mengangguk. “Iya. Kau tidak tahu?”
“Tidak.”
Masa sih? Mustahil ada murid di kampus ini yang tidak mengenalnya. *pede amatan kau, Kyu-_-*
“Kalau kau? Apa yang kau lakukan di sini?”
“Aku murid di sini.”
“Jinjja!!!” Kyuhyun bereaksi tak kalah kaget. Lalu mengapa selama ini ia juga tidak pernah melihat Hyun Jung?
“memang kau mengajar apa di sini?” Tanya Hyun Jung penasaran.
“Aku mengajar untuk Fakultas Sains”
“Ah, pantas saja. aku ini murid Fakultas Seni dan Design”

Entah apa yang merasukinya sekarang. Namun Kyuhyun menyadari keanehan menyerbu dirinya kala menatap wajah ceria Hyun Jung. Ini sangat aneh. Sejak kapan wajah cantiknya begitu mengganggu indra penglihatannya?
“Kalau begitu, aku permisi dulu…”
“Nde? Kenapa pergi?” Kyuhyun buru-buru mengatupkan bibirnya begitu ia menyadari kalau nada bicaranya barusan terkesan terlalu tinggi.
Hyun Jung menatapnya bingung.
“Maaf, silakan pergi Hyun Jung-ah..” Kyuhyun mempersilakan Hyun Jung pergi. sesaat gadis itu sempat bingung. Namun setelahnya ia tersenyum lalu pamit pergi.
Kyuhyun memutuskan untuk mengikutinya diam-diam hingga depan kelasnya. Dari jauh, ia melihat Hyun Jung berjalan menuju kursi bagian belakang. ia mundur sedikit untuk mellihat papan yang ada di depan kelas.
“Design interior..Omo, jadi dia belajar design interior? Tapi ini kan kelas untuk pascasarjana” gumamnya. sekali lagi perhatiannya seolah tersedot oleh yeoja yang baru ditemuinya seminggu lalu itu. Ada rasa penasaran merasuk ke dalam setiap inchi pembuluh darahnya. Satu hal yang paling ia ingin kan saat ini. Yaitu mengetahui seperti apa sebenarnya seorang Na Hyun Jung itu.

Secara diam-diam, selama satu minggu Kyuhyun mengamati Hyun Jung dari jauh. Selama penglihatannya, ia mengetahui beberapa hal dasar yang ada pada diri gadis itu. Kenyataan yang membuatnya sedikit terpuruk. Na Hyun Jung, sangat bertolak belakang dengannya. Dia gadis yang begitu supel, penampilannya rapi meskipun tidak semodis adiknya. Malah terkesan bersahaja. Menurut desas desus yang di dengarnya, Hyun Jung adalah salah satu murid pandai dengan nilai di atas rata-rata. Dia juga populer di kalangan namja seangkatannya.
“Hmmft.. bagaimana caranya agar aku bisa lebih dekat dengan Hyun Jung?” renungnya. Ia duduk di balik salah satu meja yang ada di ruangan khusus dosen di kampus itu.
“Kyuhyun Songsaengnim..”
Seseorang memanggilnya saat Kyuhyun tengah asyik terlelap dalam lamunannya sendiri. Buru-buru ia menoleh sebelum ada yang memanggilnya aneh lagi.
“Bisakah kau bantu aku?” Yoon Songsaengnim, salah satu dosen yang mengajar di fakultas seni dan design datang menghampirinya.
“Bantu apa?” Kyuhyun mengamati sebuah map yang terulur padanya.
“Itu salah satu murid terbaikku. Dia membutuhkan bantuanmu untuk menyelesaikan mata kuliahnya yang sempat tertinggal. Kudengar kau sangat berbakat dalam bidang itu.”
Kyuhyun mengerutkan kening. “Aneh. Jika dia murid terbaikmu kenapa nilainya bisa tertinggal?”
“Entahlah, dia sibuk bekerja. Urusan kuliah dia jadikan sampingan saja.” Yoon Songsaengnim mengangkat bahu. Ia juga bingung. Karena penasaran, Kyuhyun membuka map itu. Matanya dengan cekatan memindai setiap kata demi kata yang terhimpun di dalamnya.
“Nilainya rata-rata bagus. Lalu kenapa harus aku?”
“Oh ayolah, kau itu jenius kan dalam hal programmer. Dia butuh orang sepertimu untuk menyelesaikan satu rancangannya. Kau Pasti bisa membantunya.”
“Baik. Siapa murid itu?”
“Na Hyun Jung.”

Seketika Kyuhyun menghentikan gerakan tubuhnya saat nama itu selesai di sebutkan. Ia cepat membalikkan badannya ke arah Yoon Songsaengnim dengan tatapan menyelidik.
“Apa? Na Hyun Jung?”
“Iya. Dia murid yang cantik. Kau pasti senang bisa membimbingnya. Aku hanya bisa mempercayakan dia kepadamu. Bagaimana?”
Kyuhyun segera bangkit. Ia memasang gaya ‘hormat’ seperti seorang prajurit pada jendralnya.
“Ayayayay, Yoon songsengnim, aku siap menerima tugas mulia ini!!” serunya semangat.

Mungkin ini adalah jawaban atas doanya tadi. Tuhan telah memberinya jalan agar bisa lebih dekat dengan Na Hyun Jung..

__o0o__

“Bimbingan dengan Dosen Cho?” Hyun Jung mengerjap kaget sesaat setelah Yoon Songsaengnim memberitahukannya tentang bimbingan itu. Dari sekian banyak dosen kenapa harus Cho Kyuhyun yang menjadi pembimbingnya?
“Tapi, kenapa harus dia?”
“Miss Na, Kyuhyun Songsaengnim itu adalah pengajar terbaik di kampus ini. Lagipula dia masih muda. Jadi tidak akan menjadi masalah jika menjadi pembimbingmu..” ucapnya.
Na Hyun Jung menyipitkan matanya menatapi wajah lelah Yoon Songsaengnim.
“Jangan bilang Anda sedang mencoba menjodohkanku lagi..”

Mendengarnya Yoon songsaengmin tergelak.
“Ya ampun Miss Na, kau ini terlalu curiga. Kejadian Nichkhun tidak akan terulang lagi” ujarnya. Gadis itu segera menghembuskan nafas lega.
Hyun Jung sangat ingat. Dulu dosennya ini pernah menjodohkannya dengan Nichkhun, mahasiswa yang memiliki prestasi gemilang di kampus itu. Namun sayang perjodohan itu tidak berakhir baik meskipun Hyun Jung dan Nichkhun masih berhubungan sebagai teman hingga sekarang.
“Baiklah. Kapan aku mulai dibimbing olehnya?”
“Hari ini juga.”
“Hari ini??” Hyun Jung kaget.

__o0o__

Entah sudah yang ke berapa kali Kyuhyun melirik pantulan dirinya sendiri di jendela mobil di sampingnya. Apalagi yang ia lakukan selain mengecek penampilannya. Padahal sebelumnya ia tidak pernah peduli bagaimana penampilannya sendiri di depan orang lain. Tapi mengapa ia ingin sekali tampak ‘mempesona’ di depan gadis itu, Na Hyun Jung. Ini adalah satu keanehan yang tidak dimengerti olehnya.
“Mengapa dia lama sekali?” Kyuhyun melirik jam tangannya. Sudah sepuluh menit berlalu dari waktu perjanjian yang dikatakan Yoon Songsaengnim. Tapi gadis itu belum muncul juga. Sekali lagi, mungkin ini untuk yang terakhir kalinya, ia memeriksa penampilannya lagi. Setidaknya ia harus meninggalkan kesan baik kali ini.

“Kyuhyun-ssi, apa kau lama menunggu?”
Kyuhyun menegakkan tubuhnya mendengar suara Hyun Jung. Ia segera membalikkan badan. Benar saja, gadis itu sudah berdiri di belakangnya.
“Ah, tidak. Aku juga baru datang..” ucapnya berbohong. Padahal kakinya sudah pegal setengah mati berdiri selama hampir 15 menit.
Hyun Jung memperhatikan penampilan Kyuhyun yang terasa sedikit berbeda. Namun ia enggan membahasnya.
“Baiklah. Lebih baik kita memulainya saja sekarang. Bagaimana kalau di rumahku?” tawar Hyun Jung. Kyuhyun tersentak.
“Omo, rumahmu? Apa itu boleh?” ia tak percaya. Mereka baru saja bertemu, Kyuhyun sudah memiliki kesempatan langka untuk mengunjungi rumahnya.
“Tentu saja. kajja..”
Dengan semangat penuh Kyuhyun segera membukakan pintu mobilnya untuk Hyun Jung.
“Gomawo..” Hyun Jung memberikan senyum hangat atas tindakan sopan Kyuhyun padanya. Tentu saja hal yang sederhana itu membuat Kyuhyun merasa terbang di awang-awang.
Dia tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya bahkan setelah mobilnya mulai melaju berbaur dengan ratusan mobil di jalan raya.

__o0o__

“Jadi, ini rumahmu?” Kyuhyun mendongkak menatapi bangunan di hadapannya. Gadis cantik itu mengangguk ringan. Ia membuka pintu pagar rumahnya.
“Iya. Maaf kalau rumahku tidak bagus.”
“Ani. Siapa bilang. Ini bagus sekali” Kyuhyun segera mengibaskan tangannya. Benar sekali. Hanya orang buta yang mengatakan rumah Hyun Jung itu jelek. Rumahnya lumayan besar dengan arsitektur bangunan bergaya Jerman. Indah sekali. Tamannya juga tidak luas, namun banyak sekali bunga bermekaran di setiap sudut halaman.
“Ayo masuk. Em, aku harus memanggilmu apa? Ini agar memudahkan komunikasi kita.” Hyun Jung berbalik menghadap Kyuhyun sebelum membuka pintu rumahnya.
“Em, Kyuhyun Oppa sepertinya bagus.” Kyuhyun merasa keputusannya sangat bagus. Omona, ia tidak bisa membayangkan betapa indah hari-harinya ke depan sana jika ada seseorang yang memanggilnya Oppa. Sebab adiknya saja enggan sekali memanggilnya Oppa. Ja Rin hanya bersedia memanggilnya Oppa jika dalam keadaan mendesak.
“Oppa? Aigoo, apa itu tidak terkesan lancang? Kita kan dosen dan murid..” Hyun Jung merengut. Ia merasa tidak enak hati menyebut Kyuhyun dengan sebutan Oppa.
“Wae? Usia kita kan hanya terpaut 4 tahun” Kyuhyun tidak melihat ada masalah.
“Benar juga..” kepalanya mengangguk setuju. Jika dipikirkan baik-baik itu memang benar. Usia kakaknya saja 30 tahun dan ia memanggilnya Oppa.
“Baiklah Kyuhyun Oppa, silakan masuk..”

Baru saja Hyun Jung hampir membuka pintu, ada seseorang yang lebih dulu membukakan pintu rumah dari dalam. Baik Hyun Jung maupun Kyuhyun sempat terpaku menantikan siapa yang akan muncul di balik pintu.
“Hyun Jung..” Yesung mengerjapkan mata melihat adiknya berdiri di depan pintu rumah. Senyumnya mengembang. “Kau sudah pulang?” ia mengerjap kaget. Harusnya Hyun Jung bilang agar dia bisa menjemputnya. Seperti biasa. namun senyum Yesung menghilang ketika matanya menangkap sosok makhluk asing berdiri di belakang adiknya. Siapa namja itu?

Sifat overprotektif Yesung terhadap yeodongsaengnya mulai kambuh kembali.
“Siapa kamu?” tanyanya tajam. Matanya yang sipit kian menyipit saja kala menatap Kyuhyun.
“Dia di sini untuk membantu tugas kuliahku Oppa..” Hyun Jung menoleh pada Kyuhyun. “Ayo silakan masuk” ucapnya ramah. Yesung membiarkan Hyun Jung melewatinya memasuki rumah. Kyuhyun menundukkan kepalanya sejenak. ia tersenyum ramah berharap Yesung tidak akan menatapnya seperti penjahat kelas kakap seperti itu.
“Annyeong Hyung..” ucapnya seramah mungkin. Saat ia melewati Yesung, tangan namja itu dengan cekatan menahan tubuhnya.
“Tunggu. Tidak ada kunjungan untuk hari ini. Kau cukup mengantarnya sampai sini.” Ucap Yesung. Nada suaranya terdengar dia ‘tidak suka’.
Mata Kyuhyun membulat. Tentu saja ia terkejut mendengar penuturan namja yang lebih tua darinya itu. Wae? Kenapa tidak boleh?
“Tapi tapi aku..” Kyuhyun tergagap. Entah kenapa ia kehilangan kata-katanya. Harusnya sekarang ia menjelaskan kalau ia adalah dosen pembimbing adiknya. Bukan seorang teman yang datang untuk mengantarnya pulang.

Yesung makin menyipitkan matanya. Jika diperhatikan, sepertinya ia pernah melihat namja dengan penampilan agak berantakan yang kini berdiri di hadapannya ini.
“Tunggu, sepertinya aku pernah melihat kau di suatu tempat..”
Kyuhyun juga merasakan hal yang sama. Di mana ya tepatnya ia bertemu dengan Yesung.
“Aku juga merasa pernah melihatmu” Kyuhyun mengerutkan kening.

Mereka sempat terdiam.
“Ah!!!” Yesung mengerjap lebih dulu. otaknya baru teringat. Sial, kenapa ia tidak mengingatknya dari tadi? Kyuhyun merasa ada aura-aura aneh begitu Yesung menatapnya intens dari ujung rambut hingga ujung kaki.
“Aku ingat. Kau pelaku dari kasus pencurian kartu kredit kan? Kenapa kau bisa mengenal adikku?!!!” ia berbicara seolah Kyuhyun memang narapidana yang kabur dari sel tahanan.

Sial!! Kini Kyuhyun pun baru teringat bahwa namja ini adalah jaksa yang waktu itu menangani kasusnya. *Baca Shady Girl*
“Kau.. jaksa Kim?” Kyuhyun mengerjap kaget. “Tapi, tapi, tapi..” ia menunjuk Hyun Jung yang masuk lebih dulu ke dalam.
“Bukankah Marga Hyun Jung itu Na ya? Kau kan bermarga Kim. Tadi Hyun Jung bilang kau Oppanya..” Kyuhyun kebingungan setengah mati. Dari sekian banyak orang kenapa kakak Hyun Jung harus Jaksa Kim?
Yesung melipat kedua tangannya. Ia menatap Kyuhyun tajam. Bila sebuah tatapan bisa membunuh orang, Kyuhyun pasti sudah mati terkena tatapan yang ia rasa lebih tajam dari sebuah belati itu.
“memang kenapa jika aku bermarga Kim dan adikku bermarga Na? Masalah untukmu?” tanyanya dengan nada tak kalah tajam. Kyuhyun merasa begitu di intimidasi di sini. Jiwanya seperti mengekerut. Aduh.. ia memang paling tidak bisa menghadapi orang berkarakter seperti Yesung.
“Bukan begitu Hyung..” lirih Kyuhyun.
“Siapa suruh kau memanggilku Hyung! Sebaiknya sekarang kau pulang, dan jangan temui adikku lagi! Dia gadis yang sangat polos. Tak pantas mendapatkan namja sepertimu. Apalagi…” Yesung memindai penampilan Kyuhyun dari ujung rambut hingga ujung kaki. “Lihat dirimu. Apa kau cukup pantas untuk mendapatkan adikku?” sindir Yesung.
Kyuhyun serasa tertimpa batu ratusan ton beratnya. Ia tahu penampilannya sangat buruk. Tapi haruskah Yesung menjelaskannya segamblang itu?

Hyun Jung menoleh ke belakang, ia tidak menemukan sosok dosen pendampingnya itu. Walah, ia baru teringat kalau di depan rumah tadi ada kakaknya yang overprotektif itu. Jangan-jangan Kyuhyun kini sedang di interogasi olehnya. Sama seperti Nichkhun saat bertamu ke rumahnya dulu.
“Hyun Jung, kau sudah pulang..” seru Appa ketika melihat Hyun Jung melewati ruang tengah.
“Hei, mau kemana kau..” Appa bingung karena putrinya tampak khawatir dan berjalan sedikit cepat menuju pintu depan.

Hyun Jung memang merasa hatinya tidak tenang. ia ceroboh sekali meninggalkan Kyuhyun di depan bersama Yesung, Oppanya. Harusnya ia tidak membiarkan itu terjadi. Kyuhyun mungkin akan mendapatkan beberapa kalimat tajam yang akan dilontarkan Yesung mengingat kakaknya itu tidak suka ia berdekatan dengan namja yang menurutnya tidak kualified.

Dan benar saja, saat ia berada di ruang tamu, tampak Kyuhyun tertahan di teras rumah karena Yesung tak mempersilakannya masuk.
“Siapa suruh kau memanggilku Hyung! Sebaiknya sekarang kau pulang, dan jangan temui adikku lagi!” Hyun Jung menghentikan langkahnya saat mendengar Yesung mengatakan kalimat itu pada Kyuhyun. Aigoo, kakaknya itu sudah murni salah paham. Hyun Jung merasa bulu kuduknya meremang melihat ekspresi kebingungan di wajah Kyuhyun.
“Dia gadis yang sangat polos. Tak pantas mendapatkan namja sepertimu. Apalagi…” Yesung melanjutkan kata-katanya. Ia memperhatikan Kyuhyun dari atas hingga bawah. Oh tidak, jangan!!
“Lihat dirimu. Apa kau cukup pantas untuk mendapatkan adikku?” sindir Yesung.
Benar saja, kalimat yang paling tidak diharapkan akhirnya terucap juga. Hatinya mencelos, seperti jatuh dari tempatnya begitu melihat ekspresi Kyuhyun. Namja itu tampak terpukul, sakit hati, dan merasa terhina.

Hyun Jung harus segera menyelamatkannya.

“Maaf Jaksa Kim..”
Hyun Jung menghentikan langkahnya kembali ketika mendengar Kyuhyun bersuara. Omona.. bagaimana ia tahu bahwa kakaknya adalah seorang jaksa? Tidak mungkin Yesung dengan senang hati memperkenalkan dirinya pada orang yang tidak disukainya. Mungkinkah mereka saling mengenal?
“Aku mungkin terlihat tidak terhormat dari penampilanku. Tapi aku bukanlah orang seperti yang kau pikirkan. Aku berada di sini dengan tujuan baik. Yaitu untuk menolong adimu. Jadi kau tidak berhak untuk mengusirku ataupun mengatai bagaimana seharusnya aku berpenampilan. Jika kau tetap bersikeras mengusirku, bersiap-siaplah melihat adik tercinta mu itu menangis tahun ini. Karena ia tidak akan lulus dari kuliahnya” Kyuhyun mengatakannya dengan lugas, tegas, dan berwibawa.
Yesung terpaku di buatnya. Kenapa? Namja yang ia lihat sekarang tampak berbeda auranya dengan yang tadi. Ini aneh dan membuatnya kebingungan. Ia tidak mengerti dengan apa yang dikatakannya? Menangis? kenapa ia harus bersiap-siap melihat Hyun Jung menangis?
“Apa maksudmu?” ujar Yesung setengah membentak.

“Cukup Oppa!!” potong Hyun Jung. Ia menghampiri kedua namja yang kini terlibat perang dingin itu.
Baik Yesung dan Hyun Jung, mereka menoleh bersamaan.
“Hyun Jung, katakan sebenarnya siapa dia!!” Yesung menuding Kyuhyun dengan jari telunjuknya.
Hyun Jung menghela napas. “Demi Tuhan Oppa, kau sudah mempermalukanku di depan dosenku sendiri..” ucapnya. Ia melirik pada Kyuhyun dengan tatapan penuh penyesalan.
“Maafkan kakakku, Professor. dia tidak tahu tujuan kedatanganmu kemari. Aku harap kau tetap bersedia menjadi pembimbingku.”
Kyuhyun merasa iba. Ia tidak ingin melihat ekspresi itu muncul dari wajah Hyun Jung.
“Tidak apa-apa. Aku yang salah karena lupa menceritakan siapa diriku tadi”

Yesung mengerjapkan mata. Ia kaget sekali. “Tunggu, Hyun Jung! Kau bilang dia dosenmu?” yesung kembali menunjuk Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya. Ia tercengang hebat.
“Dengan sangat menyesal, aku katakan IYA.” Tegas Hyun Jung.
Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi ‘kalah’ yang diperlihatkan Yesung. Tuh, ini akibatnya jika kau main menuduh orang. Kau akan dilanda rasa malu yang tidak bisa kau tanggung ataupun kau sembunyikan.
“Tapi, tapi, tapi, dia.. masih muda. Lagipula..” Yesung tidak melanjutkan kalimatnya. Kyuhyun tersenyum evil. Ini kesempatan untuk membalikkan kata-kata yang sudah dia lontarkan padanya beberapa saat lalu.
“Memang kenapa jika aku masih muda? Tentu itu bukan masalah bukan, Jaksa Kim” Kyuhyun kembali membuat Yesung terbata-bata.

Hyun Jung takjub. Ini pertama kalinya ia melihat Oppanya kelimpungan dalam berdebat dengan orang lain. Selama yang ia tahu, Yesung itu pandai sekali dalam hal berdebat. Tidak heran jika ia bisa menjadi jaksa yang tangguh dalam memenangkan berbagai macam kasus di persidangan. Mulai detik ini, sepertinya ia mulai mengagumi sosok namja bernama Cho Kyuhyun yang berdiri di hadapannya. Ia hebat sekali, bisa membuat sang kakak ‘speechless’ seperti ini.

“Baiklah Professor.. ayo masuk.” Hyun Jung menarik Yesung agar menyingkir dari ambang pintu. Kyuhyun menunduk sebentar. Ia mengangkat kepalanya lalu berjalan dengan gaya penuh kemenangan. Hyun Jung menahan tawanya melihat Yesung begitu terpuruk setelah merasa dikalahkan oleh Kyuhyun.

“Aku kalah..” lirihnya tak percaya. Bagaimana mungkin ia melanggar komitmennya sendiri bahwa ia tidak akan membiarkan namja lain selain dirinya, Appanya, dan suami Hyun Jung kelak masuk ke dalam rumah ini. Selama ini ia selalu berhasil mencegah namja yang bersama Hyun Jung masuk ke dalam rumahnya. Dan bagaimana mungkin juga namja seperti Kyuhyun yang bisa membuatnya melanggar janjinya tersebut. Mustahil. Ia menoleh pada sosok Hyun Jung yang kini berjalan bersama Kyuhyun menuju ruang tengah dengan tatapan memelas.

Ini adalah hari di mana seorang Kim Jong Won di kalahkan oleh namja yang dari luar tampak sederhana bernama Cho Kyuhyun!!

To be continued..

85 thoughts on “Shady Girl Kyuhyun’s Story (Part 3)

  1. lucu ngebayangin yesung pas ngebentak kyuhyun hihi
    terus pas kalah debat bodor kayaknya hehe
    iya kenapa marga nya hyun jung sma yesung beda yaa ?
    hmmm jadi penasaran
    lanjut ^^

  2. Hahahaha,,, yesung tidak akan pernah menang jika melawan si Evil Kyuhyun. Wah bagaimana kehidupan selanjutnya ya?? Apa yesung akan kalah lagi sama Kyuhyun. Patut di baca ni

  3. Wkwkwk kocak banget.. yeppa langsung cengo kali yakk
    Siapa suruh berdebat dengan magnae evil, pasti yang menang ya si evil*ketawa evil*
    akuin aja emang si kyuppa segala’a walaupun berantakan di penampilan.. tp isi otak nya*behh*

  4. whahahaha..yesung sombong sih..jd terima aja akibatnya..malu..
    Pelajaran yg ke2, jgn menilai seseorang dr penampilanny, karena apa yg terlihat blm tentu buruk/baik,

  5. Kak aku boleh minta susunan untuk baca FF Shady ini, kayaknya semuanya berkaitan deh, tapi aku gak tau harus mulai baca dri yg mana dulu.

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s