All My Heart (Part 2)

Tittle : All My Heart Part 2
Sequel of : No Other
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Family, Friendship,

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Lee Hyukjae / Eunhyuk
  • Kim Kibum
  • Kim Ryeowook
  • Yesung
  • Choi Sooyoung, etc

Akhirnya punya waktu juga buat posting FF. Semoga FFnya gak ngebosenin deh.

Happy Reading ^^

All My Heart by Dha Khanzaki1

—-o0o——

“Appa?! Se-sejak kapan berdiri di sana?” tanya Jiyeon gugup. Appa melipat tangan di dada dengan wajah tidak bersahabat. Membuat posisinya tidak tenang.
“Ah, anak itu. Benar-benar!” geram Appa jengkel. Ia yakin Appa marah karena melihat kejadian tadi. Appa memang tidak pernah membentaknya secara langsung. Ia hanya menggeram pelan atau menggerutu sendiri. Namun ia selalu ada cara untuk mengalihkan perhatian Appa.

“Hehe, Appa, aku lapar. Aku ingin makan..” Jiyeon mengapit lengan Appa dan menariknya masuk.
“Ah, Tidak kamu tidak Sungmin. Senang sekali mengalihkan pembicaraan ke makanan”

Malam itu, Jiyeon makan dengan lahap. Ia menoleh ke sekitar. Ia baru menyadari bahwa rumah terasa begitu sepi. Eomma pasti sudah tidur di jam selarut ini. Lalu bagaimana dengan Eunhyuk? Oppanya itu tidak biasanya sudah tidur.
“Appa, Eunhyuk Oppa mana? Apa dia sudah tidur?” tanyanya di sela makan. Appa langsung terdiam. Ekspresinya menunjukkan ia tidak tenang.
“Eunhyuk, dia.. Ah, kau temui saja. Dia ada di atas” ucapnya gusar.

Jiyeon berhenti mengunyah makanan. “Memangnya Eunhyuk Oppa kenapa?” tanya Jiyeon waswas. Sebelum Appa menjawab, Jiyeon langsung pergi menemui Eunhyuk. Ia berjalan cepat menaiki tangga menuju kamar Eunhyuk yang terletak di lantai 2.

“Hyukppa!” Jiyeon berseru ketika sampai di kamar Eunhyuk. Di kamar, ia melihat Eunhyuk sedang duduk di depan laptopnya.
“Oppa, kau kenapa??” tanya Jiyeon cemas sambil berjalan menghampirinya.
“Aku tidak apa-apa. Memang apa yang terjadi?” tanyanya polos. Terlihat jelas dia sedang berbohong. Jiyeon tahu Oppanya itu sedang berbohong. Eunhyuk itu tipe orang yang tidak bisa menyembunyikan emosinya.
“Bohong! Oppa, kalau ada masalah, kau harus menceritakannya padaku. Kau tahu, Yoona sangat mencemaskanmu. Dia merasa kau aneh akhir-akhir ini”
“Jinjja?” Eunhyuk malah balik bertanya. Ia tersenyum dan mengelus kepala Jiyeon “Tidak ada yang terjadi. Dan tenang saja, aku tidak apa-apa”
Jiyeon masih tidak percaya. Namun senyum Eunhyuk membuatnya merasa sedikit lega. Semoga benar tidak ada apa-apa. Tapi tetap saja ia merasa memang ada sesuatu yang terjadi pada Eunhyuk.

—-o0o—-

“Benar kau tidak tahu apa-apa? Bukankah akhir-akhir ini dia sering ke tempatmu?” tanya Jiyeon pada Donghae. Ia masih tidak bisa mempercayai ucapan Eunhyuk tadi malam. Maka dari itu, untuk menjawab rasa penasarannya ia bertanya pada Donghae. Karena ia tahu Eunhyuk kerap kali bermain ke tempat Donghae jika sedang bosan atau pun tertimpa masalah. Namun sayangnya kali ini Donghae tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan hatinya.
“Hyung tidak pernah cerita apapun. Dia hanya mengajakku berlatih dance saja. Memang kenapa?” Donghae jadi penasaran juga.
“Ah, tidak.”
“Kau juga sepertinya menyembunyikan sesuatu!” ucapnya dengan mata menyipit. Mendadak saja Jiyeon mematung.
“Aku tidak menyembunyikan apapun..” elaknya.
“Aku tahu kau bohong. Ayo cerita!” Desak Donghae. Ia mencubit kedua pipi Jiyeon.
“aduh, lee Donghae! Sakit tahu!” Jiyeon mencoba melepaskan tangan Donghae. Bagi orang lain yang melihat, mungkin tingkah Donghae dan Jiyeon tampak seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Hal itu bisa saja menimbulkan kecemburuan bagi orang lain, termasuk Kyuhyun dan Suzy yang kebetulan melintas di taman tempat Jiyeon dan Donghae bertemu.
“ya! Lepaskan tanganmu dari yeojaKU!” bentak Kyuhyun yang melihat Donghae lagi-lagi berakrab ria dengan Jiyeon.
Kedua orang itu mnoleh dan salah tingkah di saat yang bersamaan. Seperti orang yang tertangkap basah sedang selingkuh. Donghae membeku di tempatnya karena Suzy kini menatapnya dengan pandangan datar. Jangan sampai yeojachingunya itu marah. Seluruh kampus bisa gempar jika hal itu terjadi.

Kyuhyun segera menarik Jiyeon ke dekatnya. “Kau jika ingin bermesraan lakukan pada pacarmu!” sewotnya pada Donghae.
“Arra” ucap Donghae sambil menggaruk-garuk kepalanya. Ini sudah jadi kebiasaannya. Sejak dulu ia selalu bercanda seperti yang dilakukannya tadi dan tanpa sadar ia terus melakukannya hingga sekarang. Dengan ragu, Donghae lalu melirik Suzy, gadis itu diam saja di tempatnya berdiri. Kediaman Suzy membuatnya sangat gugup.
“Anu, tadi tidak berarti apa-apa” ucap Donghae canggung, ia tidak ingin Suzy marah. Tak disangka detik berikutnya Suzy tersenyum. Ia berjalan cepat ke arahnya lalu merangkul lengannya dengan manja. Reaksi Suzy membuat Donghae, Jiyeon, dan Kyuhyun melongo.
“Tidak apa-apa. Aku tidak keberatan. Dia hanya sahabatmu bukan?” Ucap Suzy dengan wajah ceria.
Donghae mengusap tengkuknya kikuk. “Ah, iya.”
“Ih, kau memang lucu!” Suzy mencubit pipi Donghae karena gemas.
“hei,” donghae sedikit keberatan, tapi ia membiarkan Suzy mencubitnya.
“Ah, mereka manis sekali..” Jiyeon yang mlihatnya jadi iri. Ia lalu menoleh pada Kyuhyun. “apa Suzy memang seperti itu?”
“Iya. Dia si optimistic princess. Terlalu jujur, polos, dan naif.” ucap Kyuhyun dengan nada datar.
“Ha? Sifatnya lebih bagus dariku. Lalu, kenapa kau tidak suka padanya?”
Pertanyaan Jiyeon membuat Kyuhyun mendelik tajam ke arahnya.
“She’s not my type!” tegas Kyuhyun di setiap kata yang di ucapkannya.. “sudah, ayo pergi!” kyuhyun menarik Jiyeon pergi.
“mau kemana?”
“ke kantin, aku lapar”

—-o0o—-

Di kantin, Jiyeon mlihat Kibum sedang makan sendiri di bangku yang terletak di sudut ruangan. Mendadak, ia mendapat ide untuk mengajak Kyuhyun makan bersama di meja itu.
“Ah, kita duduk disana saja yuk!” ajak Jiyeon sambil menunjuk bangku tempat Kibum duduk. Kyuhyun meringis.
“Di sana? Tidak ada tempat lain apa?”
“Tidak ada. Kantin penuh sekarang” gantian Jiyeon yang menarik Kyuhyun. Sebenarnya Kyuhyun sangat malas, tapi apa boleh buat.
“Halo” sapa Jiyeon pada Kibum. Namja itu mengangkat wajahnya, dan agak terkejut melihat Kyuhyun dan Jiyeon. Sahabat lama dan mantan pacarnya. Apa semalam ia bermimpi buruk? Mengapa bisa bertemu dengan kedua orang ini?
“Mau apa kalian?” tanya Kibum cuek.
“Jangan terlalu percaya diri. Aku dan Jiyeon hanya ingin ikut duduk. Tidak ada tempat kosong selain di sini” Kyuhyun dengan wajah tanpa dosanya duduk di hadapan Kibum. Tingkahnya membuat Kibum jengkel.

“kalau begitu aku pergi” Kibum hampir saja bangkit dan meninggalkan kursinya. Namun tiba-tiba Ryeowook datang menghalangi jalannya.
“Hei, kau mau ke mana? Ada yang ingin kubicarakan, ayo duduk” Ryeowook dengan polosnya mengajak Kibum duduk kembali. Anak itu tidak bisa menolak.
“Hei Kyu, Jiyeon.” sapa Ryeowook santai.
“Hallo” jawab Jiyeon. Kyuhyun tidak menjawab karena sibuk menghabiskan jajangmyun di depannya. Ryeowook kembali fokus pada Kibum.
“kau ingin bicara apa?” Tanya Kibum antara bosan, pasrah, dan malas.
“Tiket konser Heechul hyung, bisa kan kau memberikannya pada Yesung hyung” ucapnya sambil menyerahkan tiket. Gerakan makan Kyuhyun terhenti mendengar Heechul akan melaksanakan konser. Mengapa ia tidak di undang?
“Ya! Hyung tidak mengundangku? Kenapa?” Kyuhyun malah sewot mendengar Heechul akan mengadakan konser tapi dia tidak mendapat tiket. Ryeowook melengos malas.
“Sabar, kau juga dapat! Nih” Ia menyerahkan tiket pada Kyuhyun juga. Namja itu langsung diam.
“Jadi ini tiket konser pertama Chullppa? Ah, dia memang hebat! Padahal baru beberapa bulan lalu dia debut” ucap Jiyeon. Kyuhyun menoleh, ia sangat tidak suka jika mendengar Jiyeon mulai memuji-muji sunbae sekaligus mantan namja yang disukai gadisnya itu. Ryeowook juga menyerahkan 3 tiket pada Jiyeon
“Itu untukmu, Eunhyuk hyung, dan Sungmin hyung”

Jiyeon menerimanya dengan senang hati. “Minppa sedang tidak ada. Aku kasih pada Yuri Eonni saja ah” ucap Jiyeon.
“Sebenarnya hyung sedang sakit. Dia tidak mungkin bisa datang” ucap Kibum lemah. Ryeowook terkesiap kaget.
“Jinjja? Ah, pantas dia sudah lama tidak muncul di tv. Memang dia sakit apa?”
Kibum menghela napas berat. “Jantung. Sebentar lagi dia harus menjalani operasi”
“APA?!!” Kyuhyun, Jiyeon, dan Ryeowook berseru bersamaan. Orang-orang di kantin sampai menengok ke arah mereka.

Tidak mungkin, Yesung Hyung menderita penyakit jantung juga? Kyuhyun membatin.

“Aku tahu Oppa mu sakit. Tapi tidak tahu jika sakitnya separah itu” ucap Jiyeon. Ia segera menutup mulutnya tanda dirinya bersimpati.
“Aku ikut sedih mendengarnya.” ucap Ryeowook. Jiyeon memandangi Kibum yang tetap duduk dengan wajah sedih. Sekarang ia baru tahu kenapa akhir-akhir ini Kibum terlihat sangat lelah.
“Sejak kapan hyung terserang penyakit itu?” tanya Kyuhyun. Ia tidak menyangka, Yesung yang terlihat sangat sehat ternyata menderita penyakit parah.
“Sejak musim gugur tahun lalu ia mulai drawat. Tapi sejak kapan penyakit itu dideritanya, aku tidak tahu” jawab Kibum.
Kyuhyun mengangguk pelan. Ia juga berpikir begitu. Dulu, saat SMP, ia dan Yesung sering latihan bernyanyi bersama. Mereka sangat akrab.
“Ah, aku ingin menjenguk Yesung hyung!” ucap Ryeowook
“aku juga!” seru Jiyeon sambil mengangkt tangan. Kyuhyun ragu-ragu antara ingin mengangkat tangannya atau tidak.
“dia juga ikut!!” Jiyeon menarik tangan Kyuhyun dan mengangkat tangannya bersama.
“ya! Aku tidak bilang iya” sewot namja itu dengan mata melotot. “Kyuuu..” desis Jiyeon meminta agar Kyuhyun bisa menurutinya sekali saja.
“Tidak datang juga tidak apa-apa” balas Kibum. “Ryeowook, Jiyeon, jika kalian ingin menjenguk hyung, aku tunggu pulang sekolah di depan gerbang” ucap kibum sambil beranjak pergi.

Kyuhyun terdiam bahkan setelah Kibum tidak terlihat lagi di ruangan itu.
“Kyuuu.. kau harus ikut ya..” rayu Jiyeon sambil mengguncang pelan lengannya. Ryeowook bergidig ngeri melihat Jiyeon yang bermanja-manja.
“Kyu, kau harus menurut jika Jiyeon sudah merengek seperti itu. Jika tidak…kau tidak akan membayangkan apa yang akan terjadi nanti..” ucap Ryeowook ikut beranjak pergi.
“Ya, Wookie-ah…apa maksud ucapanmuuu..” teriak Jiyeon sebal.

—o0o—-

Pada akhirnya, di depan gerbang sekolah Kibum mengerjap takjub begitu menemukan Kyuhyun ada di sana bersama Jiyeon dan Ryeowook.
“Ho, kau bilang tidak akan ikut” ucap Kibum dengan nada menyindir. Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah lain.
“Aku juga mencemaskan hyung” balas Kyuhyun cuek. Jiyeon menahan tawa melihat Kyuhyun seperti itu. Ryeowook pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.

Di rumah sakit..

“Oh, sooyoung. Kau sudah tiba di sini” ucap Kibum ketika melihat Sooyoung berada di ruang rawat Yesung. Gadis itu tersenyum lalu berdiri.
“Hei. Omo~” Sooyoung takjub melihat Kyuhyun dan Jiyeon juga ada di sana.
“Kyu, Jiyeon, aku senang kalian datang, dan kau..” Sooyoung bertanya pada namja asing yang berdiri di samping Kyuhyun.
“Aku Kim Ryeowook, teman Kibum juga” ucap Ryeowook memperkenalkan diri.
Sooyoung mengangguk. “Aku Choi Sooyoung.”

Kyuhyun mendekat ke pinggir ranjang tempat Yesung berbaring.
“Hyung, kau jahat. Kenapa sakit tidak mengabariku” ucap Kyuhyun. Yesung tersenyum samar.
“Aku sangat ingin memberitahumu. Hanya saja aku tidak ingin membuatmu cemas. Ah, dia siapa? Yeojachingumu?” tanya Yesung ketika melihat Jiyeon. Yesung tidak pernah bertemu Jiyeon sebelumnya. Meskipun gadis itu pernah menjadi pacar adiknya sendiri.
“Ah, ne.” jawab Kyuhyun sambil tersenyum bangga. Sooyoung melihat Kibum sedikit bereaksi. Rahangnya tampak bergemeretak halus, namun namja itu tetap diam menahan diri.
“Oppa, semoga kau cepat sembuh” ucap Jiyeon.
“Hyung, aku juga berharap kau cepat sembuh” timpal Ryeowook.
“Oh, kau dongsaengnya Heechul bukan. Bagaimana kabar dia sekarang?” Tanya Yesung kemudian.
“Baik. Dia akan menggelar konser bulan depan” jawabnya.
“Araseo. Sudah ku duga dia juga akan cepat debut” lirih Yesung dengan suara lemah.
“Hyung, kau juga harus cepat sehat. Agar bisa menyusul Heechul Hyung” ujar Kyuhyun.
Yesung tersenyum kecil. Ada segurat rasa putus asa dalam senyumannya.
“Aku tidak berani memimpikannya . Sudah tidak ada lagi harapan untukku.” jawabnya dengan wajah sedih.
“Hyung!!” seru Kibum. Ia terkejut mendengar ucapan kakaknya. Tidak hanya Kibum, bahkan Sooyoung sampai membelalakkan matanya. “Mana boleh kau bicara begitu. Sebentar lagi kau juga akan menjalani operasi”
“Tapi kemungkinan berhasil hanya 40%” jawab Yesung lemah.
“Hyung!” Kibum kesal. Ia pergi keluar ruangan. Menghiraukan teriakan Sooyoung dan yang lainnya.

Kibum baru berhenti setelah berada cukup jauh. Ia duduk lemah pada salah satu bangku yang ada di lorong. Ia menutup muka dengan kedua tangannya, menunduk lemah. Sejujurnya,Ia merasa frustasi dengan keadaann kakaknya. Kibum sangat menyayangi Yesung. Ia akan melakukan apapun agar Yesung sembuh. Namun, sekarang ia harus bilang apa jika Yesung sudah putus asa. Ia merasa menjadi orang yang tidak berguna. Pantas saja orang tuanya lebih menyayangi Yesung. Pantas saja Kyuhyun lebih senang bermain dengan Yesung. Pantas saja Sooyoung lebih menyukai Yesung.

“Ternyata kau tidak berubah sejak dulu” suara Kyuhyun mmbuat Kibum menoleh. Tidak hanya Kyuhyun yang ada di sana, Jiyeon dan Ryeowook juga.
“Kau tidak pernah bercerita tentang masalahmu padaku. Bahkan pada Yesung Hyung. Kau selalu berusaha mengatasi semua masalahmu sendiri. Menanggung semuanya sndiri. Kau pikir kau hebat” nada bicara Kyuhyun terdengar menyindir. Jiyeon menoleh pada Kyuhyun. Dalam hati ia bergumam, ternyata dia memang mengenal Kibum dengan baik.

Kibum bangkit, “ini bukan urusanmu. Jangn sok mengenalku! Bukankah sejak dulu kau hanya bermain dengan Hyung bukan denganku!” ujarnya kesal.
“Aku mengenalmu dengan baik. Ku tegaskan, AKU MENGENALMU DENGAN BAIK!” tegas Kyuhyun ikut jengkel. “Meski aku bukan orang yang peka, tapi aku mengenalmu dengan baik. Kau tahu, kau adalah orang pertama yang kupercayai sebagai sahabat.”
Kibum terdiam. Kata-kata Kyuhyun membuatnya terpukul. Semuanya terdiam untuk beberapa saat. Ryeowook sejak tadi pun tidak ikut bicara karena tidak paham dengan apa yang sedang diributkan baik Kibum maupun Kyuhyun.

“Kim Kibum seperti kaca” tiba-tiba saja Jiyeon berkata, memecah keheningan di antara mereka. Kibum menoleh ke arah Jiyeon yang kini tengah tersenyum hangat.
“Terlihat bening dan kuat dari jauh. Tapi ketika didekati, maka akan terlihat retakan-retakan kecil di permukaannya. Hanya tinggal menungu waktu untuk hncur. Seperti itu kan keadaanmu.” Ucapnya membuat Kibum kembali bungkam.
“Aku juga paham keadaanmu” lanjutnya. Kibum terduduk kembali di bangku. Wajahnya terlihat sangat putus asa. Setelah mendengar ucapan Kyuhyun dan Jiyeon, pertahanan dirinya akhirnya roboh, dengan lemah dan bingugn Kibum menceritakan semua isi hati yang sudah dipendamnya cukup lama.
“Eotteokajyo? Aku sangat bingung bagaimana cara membuat Hyung bersemangat lagi” lirihnya.

Ketiga orang yang sejak tadi berdiri di depannya saling berpandangan. Mereka berpikir keras untuk membantu Kibum menemukan solusi yang tepat. Ryeowook yang sejak tadi diam saja tiba-tiba berseru. “Ah, I have an idea!”

Jiyeon, Kyuhyun dan Kibum berpandangan heran. Ryeowook hanya memamerkan senyum manis lalu membisikkan idenya itu pada teman-temannya.

—-o0o—-

Sore tu, Sooyoung sengaja membawa Yesung jalan-jalan memakai kursi roda ke taman rumah sakit. Yesung sedikit memamerkan senyum gembira karena entah sudah berapa lama ia tidak menghirup udara segar. Rupanya, ia sudah cukup lama terbaring di atas tempat tidur karena ia hampir saja melupakan bagaimana segarnya oksigen yang keluar dari pepohonan ataupun wanginya bunga. Ia merasa bahagia melihat daun, pohon, semak belukar, dan rumpun bunga yang berpadu indah di taman rumah sakit itu.
“Tidak biasanya kau membawaku jalan-jalan” ucap Yesung, kepalanya agak mendongak ke belakang. Tepat ke arah Sooyoung yang mendorong kursi roda di belakangnya.
“Oppa harus menghirup udara segar sekali-kali” jawab Sooyoung ringan.

Di taman, tepatnya di dekat kolam. Ada satu set peralatan band lengkap dengan soundsystem. Entah siapa yang sengaja menyiapkan itu semua. Yesung mengerjap kaget. Karena Kibum, Kyuhyun, Ryeowook dan Jiyeon sudah ada di sana di depan instrument masing-masing.
“Omo, ada apa ini?” tanya Yesung bingung.
“lihat saja, Oppa” bisik Sooyoung

Kyuhyun berbicara lewat mike, membuat Yesung menoleh ke arah mereka. “Kami ada di sini untuk menyanyikan sebuah lagu untuk menyemangatimu Hyung. Hyung, jangan pernah putus asa. Karena keberadaanmu seperti bintang di langit. Begitu indah dan bersinar.”

Kyuhyun lalu mulai memainkan keyboardnya, memulai sebuah nada awal dari lagu yang akan mereka bawakan.

_Superstar ijen naya mokseoril nopyeo jilreo,
Naega nuguyeottdeon ok,
Nae kkumeul hyanghayeo let’s go!
Superstar ijen naya mokseoril keuge jilreo, j
ujeoma, sijakhae, neoman-ui ujureul boyeobwa_
*FLY~Super Junior KRY

Yesung meneteskan airmata bahagia mendengarnya. Ia sangat mengenal lagu ini. Bukankah itu adalah lagu yang dulu diciptakannya untuk persiapan debutnya. Lagu itu menjadi lebih indah setelah sekarang Kyuhyun mengaransemen ulang. Sooyoung menghapus airmata di pipi Yesung. Ia pun ikut terharu.
“Kalian ini, lihat apa yang kalian lakukan padaku” lirih Yesung setelah lagunya selesai. Kibum mendekat.
“hyung, kau harus kuat. Kau pasti bisa sehat kembali. Ingat, bagiku, Appa dan Eomma, Sooyoung, dan teman-temanmu keberadaanmu sangatlah penting” ucap Kibum dengan airmata menetes pelan di pipinya.
“Anak nakal. Aku juga tidak ingin meninggalkan kalian” jawab Yesung dengan suara bergetar.
Jiyeon ikut menangis. Ia jadi ingat ketika mengantar Sungmin ke bandara dulu. Ia menangis sambil memeluk Sungmin. Membuat mereka menjadi selebriti dadakan di bandara.
“Oppa, jangan pergi.. Kau tahu, keberadaanmu sangat penting untukku..” seperti itulah Jiyeon saat tidak terima Sungmin akan meninggalkannya. Meski bukan pergi untuk selamanya, tapi tetap saja menyedihkan. Apa lagi perasaan Kibum saat ini.

Kyuhyun mendekat lalu merangkul Jiyeon agar dia tenang. Ya, Jiyeon memang merasa sedikit tenang.
Ryeowook juga terharu, tapi dia bingung harus bagaimana. Jadi ia merangkul Kyuhyun dan bersedih ria di pundaknya.
“hei!” protes Kyuhyun tidak terima. Ia mengendikkan bahunya agar Ryeowook mau mengangkat kepala dari bahunya. Ryeowook menunjukkan wajah polosnya. “habis aku bingung harus memeluk siapa”

—o0o—

Setelah hari itu, hubungan Kyuhyun dengan Kibum mulai membaik. Dan Kibum juga bilang Yesung sudah siap di operasi. Perlahan, Kibum mulai menunjukkan ekspresi bahagia meskipun raut sedih masih terselip di wajahnya.

Masa-masa yang tenang. Jiyeon tersenyum sambil menatap langit biru. Ia baru pulang sekolah. Namun, ketika sampai di rumah, ia terkesiap kaget, karena melihat Eomma menangis.
“Mwo, Eomma, kau kenapa?” tanya Jiyeon panik. Tiba-tiba Eunhyuk berjalan melewatinya sambil membawa tas ransel.
“oppa, kau mau kemana?” cegahnya sambil meraih tangan Eunhyuk. Namja itu tidak menoleh sedikitpun, ia melepaskan tangannya dan terus pergi. Ah, ada apa sebenarnya! Jiyeon bingung harus mengejar Eunhyuk atau menenangkn Eomma.
“Eomma, kau kenapa?” jiyeon akhirnya memilih menenangkan Eomma.
“Eunhyuk, oppamu, dia.. Bilang ingin pergi dari rumah ini.”
“MWO?!” Jiyeon kaget setengah mati. Tanpa di tunggu lagi Jiyeon segera berlari mengejar Eunhyuk. Tapi sosok Eunhyuk sudah menghilang. Jiyeon terus berlari sampai ke jalan raya, berlari menyusuri pertokoan.

Kyuhyun baru saja keluar dari apotek setelah membeli obat untuk dirinya sendiri. Matanya mengerjap kaget ketika melihat Jiyeon melintas di depannya sambil berlari dengan kecepatan tinggi. Ia segera berlari menyusul Jiyeon, setelah dekat secepat mungkin ia menangkap tangannya.
“Jiyeon, kau kenapa?” tanya Kyuhyun bingung bercampur cemas. Gadis itu tidak menjawab karena saat ini keadaan pikiran dan hatinya sedang kalut.
“Hyukppa, dia pergi dari rumah”
Kyuhyun terperangah kaget. “Arraseo! Ayo, naik mobilku, kita cari bersama. Dia pasti belum jauh.”

Di dalam mobil, sepanjang jalan Jiyeon terus memperhatikan ke luar jendela karena siapa tahu bisa melihat Eunhyuk.
“Mungkin dia ke stasiun” ujar Kyuhyun.

Kyuhyun memutar mobil menuju ke stasiun. Begitu sampai di sana, Jiyeon langsung keluar dan berlari ke sekitar stasiun yang kini dipadati oleh ratusan orang. Kyuhyun juga ikut mencari. Mereka berpencar.
Jiyeon mengedarkan pandangannya ke segala penjuru. Berharap bisa menemukan Eunhyuk di sekian ratus orang di stasiun.

Tepat pada detik itu, Jiyeon melihat sosok Eunhyuk berjalan akan memasuki kereta. Jiyeon segera menarik tangan kakaknya itu.
“Oppa, apa yang kau lakukan? Kau akan pergi kemana?” cerca Jiyeon dengan napas tersengal-sengal.
“aku akan pulang” Jawab Eunhyuk singkat
“Pulang ke mana? Rumah oppa kan rumahku juga!” Jiyeon tidak mengerti dengan maksud ucapan Eunhyuk.
Namja itu tersenyum samar “tapi mereka bukan keluarga kandungku” ujarnya pelan dan lirih.

Jiyeon merasa jantungnya akan mati ketika mendengarnya. Matanya membulat dan wajahnya tercengang tidak percaya. Ia tidak paham dengan ucapan Eunhyuk barusan. Keluarga kandung? Jangan katakana Eunhyuk bukanlah anak kandung dari Eomma.
“Apa maksudmu oppa? Aku tidak paham sedikitpun” ucap Jiyeon dengan airmata tertahan.
“Aku bukan anak kandung Eomma seperti Sungmin hyung. Aku hanyalah anak angkat.”
“Geojitmal!!” teriak Jiyeon. Airmatanya mulai mengalir deras.
“Oppa sedang berbohong padaku, iya kan! Aku tidak percaya, AKU TIDAK PERCAYA!” teriak Jiyeon. Ia tidak peduli seandainya mereka menjadi pusat perhatian.
“Aku tidak berbohong. Jika kau tidak percaya silakan tanya pada Eomma”

Jiyeon menatap Eunhyuk dengan matanya cukup lama. Ia ingin menemukan satu saja raut kebohongan dalam sorot mata itu namun ia tidak menemukannya. Dan itu semakin membuatnya depresi.
“Ta-tapi kenapa harus pergi? Apa yang membuatmu merasa tidak nyaman?”
Eunhyuk memeluk Jiyeon. “Tidak ada. Kalian adalah keluarga terbaik yang pernah kupunya. Aku hanya mrasa aku harus kembali pada keluarga kandungku. Jaga dirimu baik-baik. Karena sementara aku tidak bisa menjagamu”

Terdengar tanda bahwa kereta akan berangkat. Eunhyuk melepaskan pelukannya. Jiyeon menggeleng sambil menahan tangan Eunhyuk.
“Malhajima! Oppa,,”
Eunhyuk tersenyum manis, memberikan pelukan terakhir untuk adiknya lalu dengan perlahan melepaskan tangan Jiyeon yang menahan lengannya. Namja itu tetap pergi. Dia menaiki kereta. Secara perlahan kereta itupun bergerak.
“oppa..kajimaa! Oppa..” Jiyeon berlari mengejar kereta api sambil menangis. Laju kereta api semakin kencang dan jauh meninggalkannya.
Jiyeon jatuh terduduk lemah, ia menangis.
“Malhajima.. Jebal..”

Kyu melihat Jiyeon menangis. Hatinya terasa sakit dan perih.

Kyuhyun menghampiri Jiyeon. Ia tidak tega melihat Jiyeon menderita seperti tu.
Ia mengulurkan tangannya, menepuk pundak Jiyeon. Ia membantu Jiyeon berdiri.
“Jangan menangis.” Kyuhyun merasa iba, ia menghapus airmata di pipi Jiyeon dengan tangannya.
“Hyukppa, dia pergi Kyu.. Dia pergi..” lirih Jiyeon dengan suara tercekat.
Kyuhyun segera memeluk Jiyeon erat. Dia mencoba untuk menenangkan gadis itu. “Tenang, aku sudah bersamamu” bisik Kyuhyun pelan sambil terus memeluknya.

Langit senja yang berwarna oranye kala itu menjadi saksi dari hari paling menyesakkan dalam sejarah hidup Jiyeon.

—-o0o—

Jiyeon merasa rumah menjadi sangat sepi. Biasanya, malam begini ia bercanda dengan Eunhyuk ataupun Sungmin. Dan setelah kedua kakaknya itu pergi, Jiyeon baru tersadar bahwa keberadaan mereka sangatlah pnting. Rasa kesepian berhasil membuatnya kembali menangis. Ia menuju dapur tanpa sadar. Ia duduk di kursi meja makan yang biasa di tempati Eunhyuk.
“Kau belum tidur chagi?” Eomma duduk di samping Jiyeon. Ia mengusap kepala putrinya itu dengan lembut. Bukannya berhenti menangis Jiyeon justru semakin kencang menangis. Ia teringat lagi pada Eunhyuk. Karena Eunhyuk juga selalu mengusap kepalanya seperti ini.
“Omo, putri Eomma, kenapa menangis?” Eomma kaget melihat Jiyeon meneteskan air mata. Untuk sesaat Eomma membiarkan Jiyeon menangis. Ia tahu, kejadian hari ini memang terlalu berat untuk diterima. Namun sebagai ibu ia pun menyesal karena tidak bisa mencegah kepergian Eunhyuk. Putranya itu pergi atas keputusannya sendiri. Apa haknya untuk melarang?

Tak lama Jiyeon pun berhenti menangis. sekarang yang tersisa hanyalah isakan sesekali saja.
“Eomma, Eunhyuk Oppa.. Dia bilang dia bukan anak kandungmu. Itu bohong kan?”
Eomma memeluk Jiyeon.
“Dia anak Eomma dan Eomma sangat menyayanginya. Hanya saja, bukan Eomma yang melahirkannya”
Eomma melepaskan pelukannya. “Eunhyuk baru berusia 2 bulan ketika Eomma memutuskan untuk mengadopsinya. Orang tua kandung Eunhyuk adalah teman lama mendiang Suami Eomma. Mereka meninggal karena kecelakaan”

Eomma mengenang saat itu. Saat pertama kali ia menerima bayi mungil yang di rumah sakit. Itu terjadi belasan tahun silam, ketika ia mendengar bahwa salah satu sahabat suaminya meninggal karena kecelakaan. Sahabatnya itu meninggal dengan istrinya, dan yang selamat saat itu hanya bayi mungil yang berusia 2 bulan. Eomma dan suaminya yang terdahulu, memutuskan untuk mengadopsi Eunhyuk kecil meskipun mereka sudah memiliki Sungmin yang usianya baru satu tahun.

“Eomma membesarkannya sama seperti Sungmin. Dengan kasih sayang yang sama. Dab Eomma tidak berniat mengatakan bahwa dia hanya anak angkat. Tapi setelah beberapa tahun, ketika Eunhyuk memeriksa golongan darah, dia bingung karena golongan darahnya tidak sama dengan Eomma atau Appanya. Dari situ dia tahu, bahwa dia bukan anak kandung Eomma”
Jiyeon menutup mulutnya. Ia benar-benar tidak pernah menyangka hal itu. Matanya kembali mengalirkan cairan bening. Ia menangis lagi. Begitu pun Eomma, hal ini terlalu sensitif baginya untuk diceritakan.
“Eunhyuk tidak berkata apapun ketika Eomma menceritakan kenyataan itu padanya. Dia hanya tersnyum dan memeluk Eomma” jelasnya di sela isak tangis.
“Mungkin Eunhyuk kembali hanya ingin tahu seperti apa keluarga kandungnya. Eomma juga tidak bisa melarang keinginannya” Jiyeon memeluk Eomma erat.
“Eomma, kau adalah wanita terbaik d dunia. Meskipun aku bukan putri kandungmu, aku tidak merasa kau mendiskriminasikan diriku” Eomma balas memeluk Jiyeon.
“Omo, kau adalah putri kesayangan Eomma.” ucap Eomma.

—–o0o—-
Beberapa hari berlalu, Jiyeon merasa keadaannya tidak baik. Sampai sekarang ia belum terbiasa dengan ketidakhadiran Eunhyuk dalam kesehariannya. Yoona bahkan masih sering menangis bila teringat Eunhyuk.

Di rumah, Jiyeon terdiam di dalam kamarnya. Ia memandangi fotonya bersama Eunhyuk dan Sungmin.
“Kalian jahat! Kenapa kalian meninggalkan aku sendiri? Kalian kan tahu kalau aku ini tdak mau kehilangan kalian”
Jiyeon sudah tidak tahan lagi. Dia segera meraih tasnya, dan pergi.
“Kau mau kemana?” tanya Appa terkejut.
“Aku mau mencari Eunhyuk Oppa dan membawanya pulang kembali” ucap Jiyeon.
Appa kaget. Ia menghampiri Jiyeon cepat. Putrinya ini sudah gila. Untuk apa dia menyusul Eunhyuk yang pergi entah kemana.
“Untuk apa? Tidak, Appa tidak mengizinkan!”
“Appa tidak mencemaskan Eunhyuk Oppa? Kenapa Appa tenang-tenang saja?”
“Appa harus berbuat apa? Itu sudah keputusan Eunhyuk”
“Appa tidak mengerti! Aku akan tetap pergi!” Jiyeon berjalan cepat keluar rumahnya. Appa mengejarnya namun Jiyeon sudah menghilang.
“Kenapa?” Eomma heran melihat suaminya panik di depan rumah.
“Jiyeon, dia bilang ingin menjemput Eunhyuk”
“Omo??” Eomma terkesiap kaget. Ia segera menelpon Kyuhyun. Hanya namja itu yang bisa dimintainya tolong. Tidak mungkin Eomma meminta tolong Siwon yang pasti sedang sibuk dengan jadwalnya di dunia entertainment.

to be continued

24 thoughts on “All My Heart (Part 2)

  1. omomo jiyi mau kemanaaa? Aigo hyukpa kajimaa. Dorawa jebaall..
    Kibum semangat!! Yesung oppa jangan putus asa!! Ak selalu mendukung mu yeobo #plak
    haha yang awal tengok jiyi sama donghae lucu cuma seru kali ya kalau jiyi ma donghae berpaling bentar dari pasangan masing2.. Jiyi ma donghae merasa mereka saling menyukai.. Seru juga tt kekekek

    Lanjuutannya sangat ditunggu ne? Jangan lamaaa… Oke*wink

  2. kyahahaha!!! ada juga moment jiyeon dan donghae dan bikin kyuhyun dan suzy cemburu, suka suka abiss jd lucuu hahaha..
    aigoo wookie bikin ngakak!!!! tiba2 merasa ngeri liat jiyeon manja,, eh tapi ryeowook sendiri manja minta peluk ama kyuhyun hahaha..
    ahhh, ternyata dengan kondisi yesung kini.. bisa mendekatkan kyuhyun dan kibum perlahan.. tapi masih penasaran apa sih permasalahan sebenarnya diantara keduanya? Dan sungguh kata2 kyuhyun,, nge-jleb banget!!! “Meski aku bukan orang yang peka, tapi aku mengenalmu dengan baik.” daleeeeeeemmmmmm…..
    aigooo!!! ternyata eunhyuk juga bukan anak kandung dari eomma dan appa jiyeon?! sungmin juga begitu?!! kirain cuman jiyeon yg bukan anak kandung dr eommanya kini,,
    hahhh.. benar2 haru meliahat perpisahan jiyeon dan eunhyuk.. nyeseeek banget!!! oppa yg salama ini ada, sayang dan slalu mendengarkan smua keluh kesah jiyeon.. tiba2 harus pergii.. T__T
    tapi bukan kan ortu eunhyuk sdh meninggal?! lalu siapa yg akan ia temui?! keluarganya kah?!! dan jiyeon??!! aduhhh.. semoga ia baik2 saja.. smoga kyuhyun bisa mengejar jiyeon…
    update soon ya thor!!!🙂

  3. hahaha
    Ryeowook lucu deh *cubit pipi y pke tang (?)
    cieee ,,s evil cemburuan bgt nih
    yahhh ,, Jiyeon mo kemna ? dirimu kan ga tw Eunhyuk pergi kemana.
    ntar ilang gimana ?
    b.harap Kyuhyun g bernasib sama ma Yesung
    kan kasian kalo Jiyeon ditinggal lg ma namja” yg dia sayang

  4. Kyuhyun cemburu nih ye ,,, ciieeeeee
    Eunhyuk mo kemana ? oppa ntar klo balik bawa oleh” yg banyak ya. awas klo g bwa,, ga usah balik!! *Eunhyuk: Bletak!! lo pikir gw jalan”!!* -_-
    hhduhhh Yeonn ,, dirimu mo kemana ? mang taw eunhyuk tuh mo kemana ?
    ntar ilang gima ??
    liat Yesung jadi kepikiran ma Kyuhyun ,, moga z Kyuhyun g akan ky gtu
    kasian ntar Jiyeon ditinggal ma namja” yg dia sayangi ,, kakak y pergi z dah ky gtu apalagi ntar kehilangan pacar y bot … selamanya …
    huh
    nneeeeexxxxttttttttt thor ,, ^^

  5. part donghae ma suzy unyu2 dah😛

    tu jiyeon ,mo pergi kemana nyari lee hyuk jae ?

    author hwaiting😉

    p.s : author nntn mubank ga nih ?

  6. Omo…😮 Jiyi bekat bnget mau cari Eunhyuk…
    Aigo, jgn2 Kyuppa punya penyakit jantung lagi…?

    Lnjut ke Part 3…😀

  7. lucu bgt pas wookie blg gni “habis aku bingung harus memeluk siapa” smbil meluk kyu…hahaha..
    ending’a jg sedih nih dipart ini..T_T

  8. ahh ternyata hyuk itu cuma anak angkat toh😮
    tapi hyuk kenapa harus pergi? u.u
    ji kasihan banget tuh kesepian u.u
    bahaha, aku ketawa sendiri pas ngeliat mereka semua terharu nd berpelukan tapi wookie bingunk mau meluk siapa. dn akhirnya dia memilih meluk kyu yg langsunk kena semprot sama kyu😀 haha
    kasihan wookie😀
    kibum kayaknya masih ada rasa yah sama ji?
    dan ohh, ternyata penyebab dia menjauh dari kyu itu gara” itu kah, dan ternyata yeoja yg dulu dia suka itu sooyoung?
    next^^

  9. Akhirnya kibum sama kyu baikan ..
    Aigooo ga terduga bgt ternyata hyuk bukan anak kandungnya ._.
    Keadaan kyu sekarang gimana ya apa kyu bakal baik” aja sama jantungnya .-.

  10. Mungkinkah ada rahasia terselubung antara kyuhyun dan yesung, karna sama2 punya penyakit jantung ?

    Penasaran baca part selanjutnya🙂

  11. ommo ommo…eunhyuk bukan oppa kandung jiyeon…pasti jiyeon sedih banget tuh…apa lagi kalo jiyeon tau…kyuhyun juga sakit…andweeeeee….jiyeon pasti terpukul banget….Aaaahhh eothokeeeeeee….

  12. Ryeowook kasian.. Sini pelukan ma aku .. :v hahaha ngarep..😀
    Ow critanya tentang kibum ma yesung begitu.. :O
    Trus.. Trus.. Eunhyuk kabur kemana cobak? -_-

  13. Wkwkwk😀 lucu bnget saat ryeowok bilang “habis aku
    bingung harus memeluk siapa” , aplgi sedih bnget dg si monyet😥 saat di bag stasiun kereta tpi ngakak lgi saat jiyeon ikut2an kabut dri rumah😀
    Uttk onnie keep writing😉

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s