After Wedding Story // The Trouble Begin..!! // Part 6

Tittle : After Wedding Story / The Trouble Begin..!! / Part 6
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre :Romance-Comedy

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun Super Junior
  • Shin Nara a.k.a Aira Andriani

Support Cast :

  • All Member Super Junior

Masih ada yang inget ama FF ini? Bagus kalo ada. kalo gak ada juga gak papa sih.. *nyengirkudanil*
Author bingung kenapa FF ini genrenya jadi romantis gagal gini. padahal udah author rancang supaya ceritanya jadi mengharu biru gitu. tapi eh, malah jadi amburadul gini ya..

daripada banyak ngebacot, lebih baik kita baca bersama saja lah..

Happy reading ^^

After Wedding Story - The Trouble Begin By Dha Khanzaki1

——-o0o——-

Part 6

Mereka terdiam cukup lama dalam pikiran masing-masing. Kyuhyun sibuk menatapi Aira yang terpaku mencerna bagaimana perasaannya sendiri. Mendadak Aira berdiri, membuat Kyuhyun terkesiap kaget.
“Kenapa?”
Aira tampak seperti orang linglung. Pandangannya menatap ke sana kemari tak menentu “Aku harus pergi” ucapnya menggantung. Aira meraih tasnya lalu berbalik pergi. Kyuhyun yang tidak mau Aira meninggalkannya segera bangkit. Dengan cekatan ia berhasil menangkap tangan Aira.
“Kau mau kemana? Sekarang sudah malam dan di luar hujan deras. Menginap saja di sini” Kyuhyun memasang tampang memohon.
“Tapi GC,.”
“Aku sudah menelponnya. Aku jamin, dia tidak akan mencemaskanmu. Ayolah..” Pintanya sungguh-sungguh.Wajah memohon Kyuhyun berhasil membuat Aira luluh. Ia menghela napas lalu mengangguk.
“Baiklah. Lagipula aku masih lapar. Bolehkah jika makanannya kuhabiskan?” Itu bukan pertanyaan tapi pernyataan. Karena pada kenyataannya, tanpa menunggu jawaban Kyuhyun Aira melengos melewatinya lalu duduk di depan meja. Membuat Kyuhyun serasa tertimpuk palu. Ia kembali menggeram.
“Dasar yeoja 4D! Kenapa moodnya cepat sekali berubah?” padahal tadi ia berniat merayu Aira dengan wajah aegyeonya.*emang Kyu aegyeo? Evil iya* namun rencana itu gagal total.

—o0o—

*Kyuhyun Pov*
Aku berguling-guling di atas tempat tidur tanpa berhasil memejamkan mata. Sial! Malam ini aku terpaksa tidur sendiri karena Aira menolak tidur bersamaku. Dia memilih tidur di kamar lain yang ada di lantai 2. Kalau begini kapan aku berhasil memberi Umma cucu? Sekarang aku penasaran apa yang sedang dilakukan yeoja 4D itu malam-malam begini. Karena itu kuputuskan untuk melihatnya apa dia sudah tertidur atau tidak. Aku melangkah ke luar kamar. Keningku mengerut kala menemukan gadis itu tertidur pulas di atas sofa ruang tv. Bukankah seharusnya ia tidur di kamar atas?

Kudekati perlahan sosok cantiknya yang berbaring sambil memeluk boneka Mickey Mouse yang kuberikan padanya dulu. Bibirku mengerucut sebal dengan sendirinya. Aku menggeram tertahan.
Grr, kenapa boneka itu selalu beruntung bisa dipeluk olehnya? Aku juga mau! Aku beranjak lebih dekat dan berlutut tepat di depan wajahnya. kupandangi lekat wajah Aira. Senyumku merekah. Sungguh, aku sangat merindukannya, rindu menatapi wajahnya saat sebelum tidur seperti sekarang.

Aku merapikan poni yang berantakan di dahinya. Tiba-tiba terlintas ide cemerlang. Seringaian tersemat di bibirku tanpa sadar. Bukankah Aira jika sudah tidur tidak akan merasakan apapun? Baiklah, aku akan membawanya ke kamar dan.. oh, selanjutnya rahasia. Aku singkirkan dulu boneka pengganggu ini jauh-jauh. Lalu pelan-pelan kuangkat tubuhnya agar dia tidak tersadar. Dasar yeoja 4D, dia benar-benar tidak memiliki kepekaan saat tidur. Lihat saja. Aku akan melakukan sesuatu padanya. Siapa suruh jika sudah tidur seperti orang mati.

Setelah membaringkannya di atas ranjang, perlahan aku menarik selimut dan berbaring di sampingnya. Tangan Aira ku lingkarkan di pinggangku dan aku juga memeluknya. Ah, ini yang sangat aku rindukan. Hangatnya.. Tidur sambil memeluknya. Aku pun memejamkan mata, aku yakin bisa tidur nyenyak kali ini.

—o0o—

“Ai-chan..” aku mengerang saat terbangun dari tidur. Tanganku masih ingin memeluk Aira yang tidur di sampingku. Tapi, tunggu dulu! kenapa tubuhnya berubah menjadi empuk seperti guling?
Mataku terbuka cepat dan aku sangat kaget karena yang kupeluk sejak tadi memang guling! Kuedarkan pandangan ke sekitar. Aira tidak ada di sampingku! Dia sudah pergi!
Segera kusibakkan selimut lalu berlari ke luar kamar, aku harap bisa menemukan Aira di salah 1 ruangan di sini. Namun dia tidak ada di manapun. Dia benar-benar sudah pergi.
“Sial, tahu begini aku borgol dia saja semalam” aku mengumpat frustasi. Yah, memang seharusnya aku melakukan itu semalam, aku ikat dia agar tidak kabur.

Aku menghentak-hentakkan kaki saat berjalan menuju dapur untuk mengambil minum. Rasa kesalku mendadak hilang ketika melihat sepiring spagetti di atas meja. Dan secarik kertas yang ku tahu isinya tulisan tangan Aira.

_Mianhae, di dapur hanya ada ini yg bisa dimasak. Sebelum kerja harus sarapan dulu. Oke!_

Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum. Aira, ternyata hilang ingatan pun kau tetap menjadi istri yang baik.

Setelah makan, mandi, dan bersiap-siap karena tadi Teuki Hyung sudah mengoceh di telepon agar aku tidak terlambat datang. Lalu aku kembali dibuat terharu oleh yeoja 4D itu. Dia menyiapkan baju yang akan kupakai di atas meja riasnya. Kenapa tadi aku tidak menyadarinya? Sebaiknya segera kupakai.
“Ai-chanku tetap memiliki selera fashion yang unik ternyata” gumamku kagum sambil mematut diriku sendiri di depan cermin.
“Bagaimanapun caranya, dia harus mengingatku!” tekadku sudah bulat. Aku tidak mau membuatnya jauh dariku. Karena itu, Cho Kyuhyun fighting!!

—o0o—

@Seoul Art College, classroom

*Aira Pov*
Aku mendengus untuk ke tiga kalinya hari ini. Bahkan kegiatanku membuat disain jadi terhenti. Pikiranku melayang kembali ke kejadian tadi pagi. Aku tidak habis pikir, bagaimana bisa aku terbangun dalam kondisi berpelukan dengan Kyuhyun?! Bukankah aku tertidur di sofa? Atau jangan-jangan aku mengigau dan berjalan sendiri ke kamarnya.
Aku menggelengkan kepala. Mana mungkin. Hal yang paling mungkin adalah dia yang memindahkanku ke kamarnya. Untung saja dia tidur nyenyak sampai tidak menyadari aku secara perlahan melepas pelukannya. Jika ia sadar, bisa habis aku dimakannya.

Namun yang membuatku heran adalah, mengapa aku memasak dan sempat-sempatnya memilihkan baju untuknya? Aneh sekali. Semua itu seperti sudah biasa kulakukan. Tubuhku melakukannya tanpa diperintahkan.
“Cho Nara!!”
GC mendadak muncul membuatku kaget.
“Ya! Kenapa kau mengagetkanku!” aku tanpa sadar berteriak padanya. GC mendecakkan lidah lalu duduk di depanku.
“Anak-anak departemen drama sudah meminta kita menunjukkan sampel busana untuk drama mereka. Kau sudah menyelesaikannya?”
Aku menepuk dahiku, ini membuatku sedikit panik. “Aku belum menyelesaikannya” aku kembali berkutat pada desainku.
“Hei, bukankah kau sudah membuatnya? Jika kau membuatnya lagi sekarang kapan kau akan menjahitnya” protes GC.
Tunggu, aku sudah membuat sketsa desainnya? “Kapan?” aku bertanya sambil mengerutkan kening. Mendadak aku teringat pada sketsa yang ada di rumah Kyuhyun. Apa itu sketsa yang dimaksud? Sial, kenapa aku meninggalkan benda penting itu di sana!!
“Wae?” GC bingung melihatku gusar.
“Baju itu, tenang saja. 2 hari lagi pasti selesai” ucapku sesumbar. God, mulut ini! Siapa suruh bicara seenaknya.
“Kau harus tepati janjimu. Sketsa buatanku juga besok pasti selesai” kalimat GC membuatku semakin panik. Kalau begini artinya Aku harus ke rumah itu dan.. Bertemu Kyuhyun lagi. Eotteohke..

“Oh, iya. Hari ini bagaimana kalau kau ikut aku lagi. Aku akan pergi menonton Super Junior.” GC bertopang dagu di depanku. Nadanya tidak terdengar mengajak, melainkah memaksa.
“Mwo!” pekikku kaget. ah, jangan sebut nama itu.
” Apa kau percaya, aku diminta Sungmin Oppa untuk datang.” Pamernya bangga.
“Lalu kenapa aku harus ikut?”
“Hei” GC menepuk pundakku sambil tersenyum aneh, membuatku merinding saja. Jangan-jangan dia hendak mempertemukanku dengan Kyuhyun. Sungguh, aku belum siap bertemu dengannya lagi.
“CN Blue juga tampil.” Serunya dengan wajah sumringah. Aku menghela napas lega. Ternyata dia tidak menyinggung tentang Kyuhyun. Untunglah, aku sudah asal curiga. Tapi tadi apa katanya? CN Blue?
“MWO! Jinjja! Aku harus ikut!” teriakku. Aku ingin sekali melihat penampilan CN Blue secara langsung. Jika datang untuk menonton CN Blue, tentu saja aku bersedia!!

—o0o—-

“Aku ke toilet sebentar, ne. Kau tunggu di sini” GC melengos dan meninggalkanku sendiri ketika kami sudah berada di gedung KBS TV. Sekarang aku menolehkan kepala ke kiri dan kanan. Aku kebingungan di antara sekian banyak orang yang berlalu lalang di sekitarku. Apa sebaiknya aku menyusul GC saja? Sebaiknya begitu sebelum ada orang yang mengira aku orang hilang.

Tak kupedulikan arah. Aku mengikuti kemanapun kakiku melangkah. Dan akibatnya, sekarang aku TERSESAT. Ini karena aku bersikukuh menyusul GC. Aku seharusnya tahu studio TV itu luas. Dan aku juga tidak tahu toilet itu letaknya di mana. Aku tak memperhatikan jalan di depanku. Tiba-tiba..
Brukk…
“Ah..” seseorang menubrukku dan Ice Capucino yang dibawanya tumpah mengenai kaos yang kupakai. Aku hanya meringis singkat lalu menatap namja yang menabrakku tadi.
“Omo, mianhae!” dia mengerjap melihat kaosku basah dan bernoda capucino. Dia lantas membungkukkan badan berkali-kali.
“Gwaenchana” aku mengusap bagian yang basah dengan tanganku.
“Ani. Aku harus tanggung jawab! Ikut aku” tanpa permisi dia menarik tanganku ke suatu tempat. Aku belum sempat memikirkan apa yang terjadi karena begitu sadar aku sudah tiba di depan sebuah ruangan. He, dia membawaku masuk ke ruang rias? Memang siapa dia? Kepalaku tertoleh ke arahnya.
“SHINee” aku membaca nama yang tertulis di pintu. Apa itu?
Namja itu menarikku masuk lalu dia entah melakukan apa. Mendiamkanku yang melongo bingung. Aku melirik namja yang tadi membawaku ke sini. Sekarang dia sibuk mengobrak abrik baju yang ada di tempat gantungan baju.
“Ini. Ganti bajumu dengan ini” ucapnya menyodorkan sebuah kaos padaku. Omo, jadi dia menarikku kemari untuk mengganti bajuku yang bernoda kopi? Tapi aku tidak yakin. Aku tidak mungkin memakai baju orang lain sembarangan.
“Ini milik Taemin. Aku yakin ukurannya pas untukmu” tambahnya melihat wajah tidak yakinku. Dengan tidak enak hati aku tetap mengambilnya. Aku mengganti bajuku. Tentu tidak di hadapannya. Dia keluar sementara aku mengganti bajuku.
“Em, gomawo. Ini pas dibadanku” ucapku ketika dia sudah kembali masuk.
“Ara” dia tersenyum manis padaku.
“Em, siapa namamu?” tanyanya. Ah, aku lupa mengenalkan diri.
“Aira imnida” ucapku sambil menundukkan kepala. Dia mengangkat alisnya sebelah, aku tahu namaku tidak biasa bagi orang korea kebanyakan.
“Aira? Nama yang tidak umum. Aku Kim Kibum. Tapi orang-orang memanggilku Key”
Aku balas menjabat tangannya yang terulur. Sekilas dia namja yang baik dan senyumnya manis seperti gulali. Kami berbincang-bincang sebentar setelahnya. Tak cukup lama karena tiba-tiba terdengar suara ribut di belakangku.
“Mwo? Kenapa ada yeoja di sini?” seruan seseorang membuatku membalikkan badan. Dan aku kembali membelalakkan mata ketika melihat namja yang kutemui kemarin di gedung Sment ada di antara orang-orang yang menghambur masuk ke ruangan.

“Choi Minho!” aku berseru senang menyebutkan namanya. Minho menoleh lalu tersenyum. Ah, aku senang karena sepertinya dia mengenaliku.
“Kau, em..” dia berusaha menyebut namaku tapi sepertinya dia lupa. Aku baru akan membuka mulut namun dia mengangkat tangannya. “Jangan dijawab, aku tahu namamu.. Em. Ah! Kotak makanan! Aira! Iya kan?”
Aku tertawa melihat tingkahnya. “Bingo!” seruku.
“Kalian sudah saling kenal?” kini Key bertanya dengan raut heran bercampur takjub.
“Kemarin kami bertemu. Dia mengantar makanan untuk Hyungdeul SJ” Jawab Minho mendahuluiku.
“Ya! Kau ini, kenapa kesannya aku seperti pengantar makanan” protesku. Minho malah cekikikan.
“Hyung, mana Ice Capucinoku!” seseorang muncul dari pintu dengan wajah manis tapi jengkel.
“Oh, Taemin.. Itu..” Key menggaruk kepalanya bingung. Aku kebingungan di antara namja-namja tampan. Entah siapa mereka sebenarnya.
“Mwo, itu kan baju kesayanganku!” Namja yang baru masuk itu mengerjap lalu berteriak sambil menunjuk baju yang kupakai. Dia pasti namja yang bernama Taemin, pemilik dari baju ini. Aku mendadak salah tingkah dibuatnya.
“Kenapa kau memakainya!” tambahnya lagi dan tangannya terulur hendak meraih ujung kaosnya yang kupakai. Key segera menariknya menjauh dariku. Tapi aku masih bisa mendengar pembicaraan mereka.
“Mwo, Hyung, kau tumpahkan ice capucinoku kebajunya dan menggantinya dengan bajuku!”
“Sst, hanya bajumu yang pas dengan ukurannya”
“Tapi itu baju kesayanganku!”

Mereka saling berdebat meski dengan suara yang pelan. Aku tidak enak hati mendengarnya. Minho mungkin menyadari ekspresiku. Tangannya menepuk halus bahuku.
“jangan diambil hati. Taemin memang terkadang kekanakan” ucapnya menenangkanku.
“Chogi..” ucapku membuat Key dan Taemin menoleh ke arahku.
“Aku bisa menggantinya lagi jika Taemin-ssi tidak rela bajunya kupakai” tambahku. Aku tidak mau membuat masalah di sini.
“Tidak! Kau pakai saja! Taemin biar aku urusi!” Key tetap bersikukuh dengan pendiriannya.
“Tapi” aku tidak enak pada Taemin. Minho menahan bahuku dan mengajakku ke luar.
“Mereka biarkan saja. Kau boleh pergi” ucapnya.
“Benar tidak apa-apa?”
“Iya. Cepat pergi sebelum ada wartawan yang memotret kita dan menyebarkan gosip yang tidak-tidak” lanjutnya membuatku bingung.
“Wartawan? Apa urusannya denganmu?”
“Kau tidak tahu?” ekspresinya terkejut, lalu ia menunjuk tulisan yang menempel di pintu. “SHINee. Boyband papan atas Korea”
Aku menggeleng seperti orang bodoh. Sedetik kemudian aku tersadar.
“Omo, jadi kau..” Aku menutup mulutku dengan ke dua tanganku. Ini sangat mengejutkan.
“Jadi kau, artis?” tanyaku retoris.

Minho mengangkat sebelah alisnya. Tatapannya menyiratkan ‘SHINee saja tidak tahu? Selama ini apa yang kau tonton?’. Oh, sial! Lain kali aku harus sering-sering ‘searching’ di internet.
“Jadi selama ini kau tidak tahu aku artis? Kita bertemu di gedung SM, dan kau tidak berpikir kemungkinan aku artis?” dengan lemah dan rasa malu aku menggelengkan kepala lagi.
“Ah, sudahlah. Aku justru senang. Kau mengenalku sebagai Choi Minho. Bukan sebagai Artis”
“Kalau begitu aku pamit” aku tidak sanggup menatapnya lagi. Aduh, Aira pabo! Memang aku sudah berapa lama tinggal di Korea? Wajar saja jika banyak yang tidak ku ketahui. Tapi, boyband terkenal seperti SHINee aku tidak tahu? Itu keterlaluan. Setelahnya, aku pamitan lalu pergi dari tempat itu.

—o0o—

“Ya! Sedang apa kau di sini!”
aku mengangkat kepalaku. Sedetik kemudian aku terkesiap. Kenapa Cho Kyuhyun bisa ada di sini bersama Sungmin Oppa? Dia menatapku tajam dengan tangan terlipat di depan dada.
“Kau tahu temanmu GC menelponku bilang kau menghilang. Dia sangat panik karena kau tidak mengangkat telponmu”
Ah, Aku lupa pada GC! Aku segera merogoh ponsel di dalam tas, ternyata benar, ada 20 missed call dan ponsel ini ku silentkan, itu sebabnya aku tidak mendengar suara ponsel berdering.
“Kau bertemu denganku hanya untuk mengomel, hebat” ucapku balas menatapnya.
“Dia mencemaskanmu Nara. Mengertilah” jawab Sungmin Oppa. Aku kembali melirik Kyuhyun. Dari tatapan tajamnya itu aku melihat sorot kepanikan. Ah, ini membuatku gusar saja.
“Oh, mianhae” aku mengalihkan pandanganku. Terlalu lama menatap matanya mampu menimbulkan efek buruk pada jantungku.
“Kau datang untuk melihat penampilan kami?” tanya Sungmin Oppa lagi.
Aku menoleh lalu menggelengkan kepala cepat. “Tidak, aku ingin melihat penampilan CN Blue!” ucapku bahagia.
“Apa? CN Blue?” Kyuhyun berbicara dengan nada tinggi. Kenapa? memang salah.
“Kukira kau mengidolakan Suamimu” timpal Sungmin Oppa sambil menahan tawa karena Kyuhyun terlihat jengkel.
“Tentu saja tidak” tegasku membuat wajah Kyuhyun memerah menahan emosinya. Sebelum di omeli oleh setan ini lebih baik aku pergi saja.
“Ya!!! Mau kemana kau yeoja 4D!!!” teriaknya dan tak kuhiraukan itu semua.

—-o0o—-

*Kyuhyun Pov*
Shin Nara.. Kau benar-benar cari mati eoh! Amarahku sudah mencapai ubun-ubun! Bahkan belum sempat aku memprotesnya dia sudah pergi. Meskipun aku kesal tapi aku tidak bisa membantah kalau aku merindukannya. Apa sebaiknya hari ini aku menculiknya?

Seusai acara, Hyungdeul pergi lebih dulu sementara aku menunggu Aira setelah tadi menelponnya dan memaksanya agar ikut pulang denganku. Dan entah karena apa, dia setuju begitu saja. Hm, pasti dia merencanakan sesuatu.
“Apa aku lama?” suara Aira membuyarkanku. Tak kusadari dia sudah ada di sampingku lagi.
“Sangat lama!” ucapku sinis. Dia menatapku dengan tatapan polos. Tanpa membuang waktu, aku langsung saja menarik tangannya pergi. saat kutarik, ada reaksi penolakan darinya.
“Ya, bagaimana jika orang-orang melihat kita!” dia memberontak dan berusaha melepaskan cengkraman tanganku.
“Kita lewat pintu lain. Tak akan ada wartawan di sana” jawabku malah mempererat genggaman tanganku. Setelah itu, aku tidak merasakan ada penolakan lagi. syukurlah.

Saat tinggal satu belokan lagi menuju pintu keluar, aku tertimpa kesialan. Kenapa aku malah berpapasan dengan Seohyun dan Hyoyeon? Sebenarnya aku tidak rela tapi terpaksa aku melepaskan tangan Aira. Tidak mungkin aku membiarkan kedua gadis itu berpikir macam-macam.
“Annyeong Oppa” sapa mereka bersamaan. Oke, tidak mungkin juga aku langsung pergi tanpa menjawabnya. Aku dikenal sebagai sunbae yang ramah, lucu, dan menyenangkan. *author mutar bola mata liat kenarsisan Kyu*
“Annyeong”
“Siapa dia?” tanya Seohyun padaku saat melihat Aira. Aku melirik yeoja di sampingku, dia tampak kagum pada Seohyun maupun Hyoyeon. Ini membuatku bingung sekaligus gugup. Aku harus menjawab apa?
“Em, dia, calon trainee di SM” jawabku asal. Sebenarnya aku tidak asal bicara, Aira pantas menjadi artis. Dia cantik dan suaranya tidak kalah dari Taeyeon.
Mereka terdiam sesaat lalu mengangguk bersamaan. “Oh, begitu” untungnya mereka percaya.
“Hai, Aku Hyoyeon dan dia Seohyun. Kami dari SNSD” ucap Hyoyeon sambil mengulurkan tangan.
“Neomu yeppeo. Aira imnida” Aira menundukkan kepalanya sejenak lalu menjabat tangan Hyoyeon.
“Gomawo. Kau juga cantik” jawab Seohyun. Tanpa sadar bibirku tertarik seulas senyum. Oh, tentu saja. Dia istriku.
“jadi eonni yang bernama Seohyun, yang digosipkan dengannya?” Aira menunjukku. Aku menelan ludah mendengarnya. Sial, kau kenapa bertanya seperti itu Ai-chan?
Kulirik Seohyun yang terbelalak kaget sesaat. “Ah, itu kan hanya gosip” bantahnya halus sambil tertawa ringan. Aku menghembuskan napas lega. Kau dengar bukan, Ai-chan. Kami tidak memiliki hubungan apa-apa. Dan semua berita itu hanya gosip. Segera saja kulirik bagaimana reaksi Aira. Dia mengganggukkan kepala ringan.
“Benar juga, bukankah Eonnie dekat dengan Jung Yong Hwa? Ah, Bagaimana jika kita bertukar saja, Eon? Aku bersama Yong Hwa Oppa, dan Eonni boleh ambil namja evil di sebelahku ini” ucapnya ngawur. Jantungku hampir saja copot dari tempatnya. Yeoja 4D ini!! Beraninya menukarkanku dengan Jung Yong Hwa? Aku seribu kali lipat lebih bagus darinya. *narsis akut kumat* Kulihat Seohyun maupun Hyoyeon tertawa.
Aku sudah tidak tahan lagi!! “Aira, pulang!” tegasku kesal seraya mendorongnya. Aku berpamitan pada mereka dan kembali mendorongnya pergi.

—o0o—-

“Bukannya mobilmu di bengkel?” Aira bingung melihat mobil di depanku. Aku tersenyum singkat.
“Ini mobil yang kutitipkan di rumah Appa. Sudah, ayo naik” aku membukakan pintu untuknya.
“Pura-pura bersikap romantis?” Aira menyipitkan matanya
“Ini tatakrama, kau tidak tahu?” balasku sambil memutar bola mata. Dia tersenyum lalu masuk. Tumben dia jadi penurut begini. Apa dia mulai mengingatku?

“Seohyun itu benar-benar cantik. Kenapa kau tidak menyukainya?” pertanyaan Aira memecah keheningan selama perjalanan ini.
“Untuk apa? Istriku jauh lebih cantik darinya” jawabku tanpa memandangnya karena fokus menyetir.
“Aku memang cantik” dia malah kepedean begitu. Aku mencubit pipinya karena gemas.
“Auch, appo..”
“Jangan coba-coba genit lagi! Pakai membandingkanku dengan Yong Hwa segala!” ancamku galak.
“Aku tidak genit. Ini insting alamiku sebagai yeoja yang terpesona pada namja tampan” ucapnya sebal sambil mengusap pipinya yang kemerahan. Aishy, alasan macam apa itu? sekali yeoja genit tetap genit. Mendadak saja aku teringat sesuatu.
“Ai-chan, tinggalah di rumah mulai hari ini” pintaku. Dia menoleh cepat ke arahku.
“Wae?”
“Kau bilang ingin ingatanmu cepat kembali. Karena itu, tinggalah bersamaku lagi” Aira tidak membalas ucapanku. Apa dia tidak mau?
“Sebenarnya, aku memang ingin mengatakan hal yang sama” jawabnya ragu. eh, dia bilang apa? Aku terkejut mendengarnya.
“Benarkah?” seruku sumringah dan tetap fokus agar tidak menabrak lagi.
“Iya. Karena, ada sketsaku yang tertinggal di sana dan kulihat juga semua peralatanku untuk membuat baju ada di rumah itu. Jadi..” Sudah kuduga dia punya motif di balik sikap jinaknya.
“Jadi? Ah, apapun alasanmu aku tetap menerimanya. Kau sudah berjanji tinggal di rumah kita.”
Dia mengangguk senang sementara aku menghela napas lega. Akhirnya, satu keinginanku terkabul juga.

Begitu sampai di rumah, tak kusangka Ahra Nuna datang berkunjung. Aira kembali berkenalan karena ia tidak mengingatnya. Untungnya Nuna paham kondisi Aira sehingga dia tidak bertanya macam-macam.
“Ada apa?” tanyaku. Kami duduk di ruang tamu sementara Aira pergi membuat minuman di dapur.
“Dia sudah mengingatmu lagi?” Nuna bertanya dengan suara pelan. Aku menggeleng lemah, nyaris frustasi jika mengingat Aira belum mengingatku.
“Nuna kemari hanya untuk menanyakan ini?”
“Tentu saja bukan. Nuna rindu pada Aira dan padamu. Juga..” Nuna mengusap perutnya.
“Mwo? Nuna hamil?” tanyaku tak percaya. Dia mengangguk senang. Aku segera memeluknya.
“Chukkae, Nuna. Aku akan punya keponakan.” ujarku. Ini berita gembira.
“Aku harus memberitahu Aira”
“Tidak perlu” tahan Nuna. “Dia sudah tahu lebih dulu”
“Jinjja? Kapan?” aku bingung mendengarnya.
“Waktu dia ke rumahku dulu. Saat itu usia kandunganku baru 2 minggu. Dia sangat gembira ketika mengetahuinya. Dan bilang ingin segera punya baby juga”
Aku terdiam. Saat itu kami sedang bertengkar. Yah, pertengkaran yang dimulai olehku.
“Aira juga menitipkan ini padaku.”
Ahra Nuna menyerahkan cincin pemberianku saat melamar Aira dulu, membuatku kaget luar biasa. Kenapa ini dititipkan pada Nuna? Kemudian, Nuna menceritakan kronologi di balik mengapa cincin pemberianku ada padanya.

#Flashback#
*Author Pov*
Aira ingin mencari penyegaran untuk jasmani dan rohaninya setelah penatnya memuncak karena pertengkarannya dengan Kyuhyun. Dan tempat pertama yang dipikirkannya adalah kediaman Ahra di Incheon. Selama perjalanan, Aira termenung. Matanya terus menatapi 2 cincin di tangannya. Airmata kembali berlinang. Padahal pernikahan belum berjalan 1 tahun, namun sudah ada masalah seperti ini.
“Semua ini salahku! Salahku!” Aira terus menyalahkan diri sendiri. Ia kemudian mencopot cincin pernikahannya dan memasukkannya ke dalam tas. Untuk sementara waktu ia tidak mau memikirkannya. Di rumah Ahra, Aira bersikap seperti tidak ada masalah apapun. Ia bersenang-senang untuk melupakan masalahnya. Walau Ahra tetap merasa Aira seperti menyembunyikan sesuatu.

Aira tidak mau mengkhawatirkan siapapun. Termasuk Ahra, Eonni yang sangat disayanginya. Yah, Aira memang sudah lama ingin punya kakak perempuan lagi setelah kepergian kakak perempuannya. Dan siapa sangka, Ahra sebaik kakaknya dulu. Sebelum pulang, Aira menitipkan cincin pemberian Kyuhyun pada Ahra.

Diperjalanan pulang, Kyuhyun menelepon. Aira merasa bahagia karena Kyuhyun mengatakan ia sudah tidak marah lagi padanya. Mendadak ia teringat pada cincin yang dititipkan tadi.
“Eotteohke, cincinnya?”
Aira memutuskan untuk kembali ke rumah Ahra dan mengambil cincin itu lagi. Ia turun dari bis. Namun, saat akan menyebrang, ia tidak tahu ada mobil dengan kecepatan tinggi melaju ke arahnya dan menabraknya hingga ia tak sadarkan diri.
*flashback end*

Author POV

“Aira bilang, dia menitipkan cincin itu sementara waktu. Jika dia selesai dengan urusannya, dia akan mengambilnya lagi” Jelas Ahra. “Memang itu cincin apa?”
“Ah, tidak penting” Kyuhyun segera memasukkan cincin itu ke dalam sakunya karena Aira datang membawa 3 gelas minuman dan kue.

—o0o—

Setelah Ahra pulang, Kyuhyun kembali memandangi cincin di tangannya.
“Ai-chan, benda sepenting ini kenapa kau lepaskan? Apa waktu itu kau berniat melepaskanku?” gumam Kyuhyun sendiri.
“Aku pergi dulu” Suara Aira membuyarkan lamunan Kyuhyun. Ia kembali memasukkan cincin itu ke saku celananya.
“Pergi ke mana?”
“Ke supermarket. Untuk membeli bahan-bahan makanan dan beberapa keperluan pembuatan bajuku. Bye..”
“Tunggu!” cegah Kyuhyun. Dia mengambil mantelnya lalu menyusul Aira yang sudah berdiri di depan pintu.
“Aku akan mengantarmu” Sekarang Kyuhyun tidak bisa membiarkan Aira pergi seorang diri lagi. Ia takut terjadi apa-apa padanya. Bukankah mulai detik ini mereka kembali tinggal dalam satu atap? Dan Kyuhyun tidak akan melepaskan pengawasannya terhadap gadis itu.

To be continued…

29 thoughts on “After Wedding Story // The Trouble Begin..!! // Part 6

  1. seneng aira y mau tinggal lagi serumah ma kyuhyun n bisa berduaan deh prises ngembaliin ingetan y aira lagi….
    kyuhyun.mikir yg ngak2 nih setelah dikasi cincin yg ditinggal aira ma ahra….
    kapan inget y aira y….

  2. Ya ampun jd ceritanya begitu toh. Oalaaa… Berantem kok cincinnya disepas, besok2 jgn dilepas lg ya.. Xixixi
    kyuhyun jd care bgt sm aira, yah ada hikmah jg buat dia wkwkwk

  3. Aira qm ma kyuppa aja..y0ngppa biar damai ma shin hye eonni..
    Q gak bsa blang buat q,c0z q yeod0ngsaenya..:-D

    waduh pe di lepas,pa frustasi bgt ya ma masalahnya

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s