Shady Girl Kyuhyun’s Story (Part 2)

Tittle : Shady Girl Kyuhyun’s Story Part 2
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Na Hyun Jung

Support Cast :

  • Cho Jarin

Semoga gak bosen deh ama serial Shady Girl. Bagi yang baru baca ini adalah FF Serial. Beda main cast di setiap serinya. tapi setiap seri Shady Girl berhubungan meskipun gak ada sangkut pautnya sama cerita sebelumnya.. so, semoga kalian menikmati FF ini..

Maaf untuk typo, bahasa berantakan, cerita aneh, feel gak dapet dan efek-efek seperti pusing kepala, mual, dan sakit perut. *itu sih sakit namanya..*

Happy Reading..

Shady Girl Kyuhyun's Story by Dha Khanzaki2

———-o0o———-

Kyuhyun berteriak cukup keras. Manager serta pelayan itu hingga mengalihkan perhatian padanya. Tidak hanya mereka tapi beberapa pengunjung kafe yang lain juga.
Kyuhyun yang duduk sambil melipat dada mengangkat pelan kepalanya. pandangannya pada manager itu menajam.
“Cepat minta maaf pada pegawaimu” ucapnya dengan suara dingin dan berat.
Manager itu tersentak. Terlebih mendengar nada bicara Kyuhyun yang terkesan membentaknya.
“Anu, Pak” ia gelagapan. Bergantian perhatiannya bolak-balik antara Kyuhyun dan pelayannya.
“Aku tidak suka melihat caramu memperlakukan pegawai. Meskipun dia melakukan kesalahan, tapi kau tidak berhak memarahinya di tempat umum. Kau tidak lihat tangannya terluka”
Kali ini gantian pelayan itu yang tersentak. Ia segera menyembunyikan tangannya yang tadi tergores pecahan beling. Kyuhyun bangkit. Ia menarik pelayan itu pergi.

__o0o__

Hyun Jung sempat kaget karena Manager galak itu di tegur oleh tamu. Tapi siapa yang menyangka kini tamu itu malah menariknya pergi dengan lancang. Aduh.. malunya..
Ia sampai harus menutupi wajahnya dengan tangan karena orang-orang memperhatikannya. Dan yang paling tak dipahaminya adalah, mengapa namja ini menariknya pergi? apa urusannya?

“Mana tanganmu?” ujarnya. Sekarang mereka sedang duduk di taman yang tak jauh dari kafe. Tamu tadi sempat menghilang beberapa saat. Tak lama dia kembali lagi membawa sebuah kotak obat. Entah mengambil dari mana.
“nde?” Hyun Jung ragu. Namun melihat tatapan serius darinya akhirnya ia menyerah lalu mengulurkan tangannya yang tergores tadi.

Kyuhyun membuka kotak P3K yang tadi diambilnya dari mobil. Dia mengambil obat merah dan plester. Dengan telaten ia mengobati luka di jari yeoja yang ditolongnya tadi.
“Sudah selesai” seru Kyuhyun setelah ia memakaikan plester pada jari yang tergores itu.
Hyun Jung memandangi jarinya lalu pada namja-entah siapa-yang sudah menolongnya sekarang.
“Gomawoo” Hyun Jung seakan tersadar. Ia segera mengucapkan beribu kata terima kasih padanya.
“Never mind..” Kyuhyun tersenyum manis. Melihat senyumnya Hyun Jung terdiam. Kenapa rasanya pernah melihat namja ini sebelumnya? Apa ini hanya perasaannya saja?
“Em, apa kita pernah bertemu?” tanya Hyun Jung halus. Ia tetap tidak bisa menemukan jawaban dari rasa penasarannya meskipun otaknya sudah berputar hingga seribu kali.
Kyuhyun tersenyum lagi. Ia menatap yeoja yang tampak bingung.
“Kau benar-benar tidak mengenaliku?” tanyanya. Hyun Jung semakin heran.
“Kita saling mengenal?” Hyun Jung mengerjap.

Gadis ini benar-benar tidak ingat? Kyuhyun bengong mengetahui hal itu. Padahal tadi saat pertama kali melihatnya di kafe, ia senang sekali karena sudah bertemu kembali dengan yeoja cantik di taman tempo hari. tapi sepertinya dia tidak mengenalinya. Padahal Kyuhyun sengaja memasang sikap se-tenang mungkin di hadapannya. Ternyata gadis ini memang tidak mengenalinya sama sekali. Hal ini membuatnya sedih.
“Tentu saja. kau tidak ingat? Kita bertemu di taman kemarin” ujar Kyuhyun mengingatkan. Yeoja itu tampak berpikir. Tak lama ia menepuk tangannya pertanda ia teringat kembali.
“Oh iya!!! Cho Kyuhyun, right!”
Kyuhyun tertawa ringan mendengarnya. Gadis itu ingat!!
“Right, right!! Siapa namamu?” kali ini Kyuhyun tidak akan melewatkan kesempatan untuk berkenalan begitu saja.
“Na Hyun Jung.”
Kyuhyun segera menjabat tangan gadis itu yang terulur. Dia tampak lebih cantik dan manis saat tersenyum seperti itu.
“senang berkenalan denganmu, Hyun Jung”
“Aku juga”
“Usiamu berapa?” Kyuhyun penasaran sekali. Jika dilihat dari penampilannya, sepertinya Hyun Jung tidak jauh berbeda dengan adiknya, Ja Rin.
“Aku baru 22 tahun” ucap Hyun Jung jujur.
“22!!!” Kyuhyun nyaris berteriak saat mendengarnya. Ya ampun, jadi dia lebih muda dari Ja Rin? Adiknya saja usianya 25 tahun.
“Kenapa? Aku terlihat tua ya?” Hyun Jung tersenyum ragu. Kyuhyun segera menggeleng.
“Bukan begitu”
“Kulihat kau juga masih muda” Hyun Jung memperhatikan penampilan Kyuhyun.
“Tentu saja” Kyuhyun dengan bangganya memamerkan dirinya sendiri. “Usiaku baru 26 tahun loh” akunya tanpa di tanya. Hyun Jung mengangguk.
“Terlihat kok. Ngomong-ngomong, tadi terima kasih sudah menolongku. Sebenarnya kau tidak perlu membawaku sampai kemari. Ah, aku yakin sekarang manager itu sedang uring-uringan karena bingung mencariku”
“Biarkan saja. aku tidak suka melihat caranya memperlakukan pegawai” Kyuhyun mengibaskan tangannya.
“Kenapa tidak suka?” Hyun Jung bingung. Seharusnya Kyuhyun kan tidak perlu mempermasalahkan hal tadi seperti kebanyakan tamu lainnya.
“Aku juga pernah mengalami hal sepertimu saat di Amerika dulu”

Hyun Jung tertegun. Ia tidak berniat untuk menyela karena sepertinya Kyuhyun akan menceritakan sebuah kisah yang menarik.
“Omo, jadi kau pernah tinggal di Amerika?” Hyun Jung takjub.
Kyuhyun mengangguk semangat. “Dulu, saat aku kuliah di Amerika, selain kuliah aku juga bekerja sebagai pelayan restoran cepat saji di sana. Bosku sangat cerewet waktu itu. Dia senang sekali mencari masalah dengan pegawai-pegawainya. Aku juga sering sekali di marahi seperti tadi. Malah lebih parah. Oleh karena itu, melihat hal tadi aku jadi teringat dengan masa-masa sulit itu” kenangnya.
Saat ia mendapatkan beasiswa untuk sekolah di Harvard, Kyuhyun memutuskan pergi ke sana tanpa memberitahu orang tuanya. Jadi selama di Amerika Kyuhyun hidup dengan penghasilannya sendiri bekerja sambil kuliah. Itu masa-masa paling luar biasa dalam hidupnya. Berkat perjuangannya itu pula, Kyuhyun bisa membangun perusahaannya hingga sebesar sekarang.
“Karena itu sekarang aku juga tidak pernah tega memarahi pegawaiku secara terang-terangan seperti tadi. Jika memang mereka melakukan kesalahan, aku akan memarahi mereka secara halus.”
Hyun Jung tersenyum melihat caranya bercerita. Ia teringat pada Appanya saat bercerita pun mengeluarkan binar seperti itu. Tapi kemudian Hyun Jung mengerjap.
“Omo, aku harus kembali atau manager itu akan memecatku sekarang!!” teriaknya. Hyun Jung bangkit.
“Kyuhyun-ssi, terima kasih atas pertolonganmu tapi aku harus pergi”
“Ne. Pergilah”
Hyun Jung menundukkan kepalanya sebentar lalu berlari pergi. kyuhyun menatapi kepergian Hyun Jung dengan senyuman.

__o0o__

Kyuhyun kembali ke rumah dengan wajah riang. Siapa sangka hari ini dia bertemu dengan gadis itu yang ternyata bernama Na Hyun Jung.
“Hihihi.. namanya mirip denganku” lirihnya bahagia.. saat melewati ruang tengah, ia menemukan Ja Rin tengah sibuk di depan laptopnya. Omo.. ini pemandangan langka! Ia tahu adiknya itu paling anti dengan belajar.
“Wah, apa hari ini matahari terbit dari barat? Sejak kapan Cho Ja Rin bersedia belajar?” Kyuhyun takjub.
“Diam kau Chocobi! Ini data penting tentang mega proyek yang akan dijalankan Cho corp bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar di Korea dan China” jelas Ja Rin. Kini gadis itu sibuk menelaah dokumen-entah apa-dengan serius. Kyuhyun semakin takjub saja. ya ampun, Kim Kibum benar-benar sudah merubah adiknya menjadi sosok yang luar biasa berbeda seperti ini. Apa dampak jatuh cinta itu memang sangat luar biasa ya?
“Kau bahkan mau membaca proposal proyek?” seru Kyuhyun lagi. Entah sejak kapan dia kini duduk di sebelah Ja Rin. Memperhatikan adiknya itu bekerja.
“Ini sangat penting. Nanti aku akan mengadakan rapat internal bersama beberapa perwakilan dari masing-masing perusahaan.” Jelas Ja Rin.
“Apa Cho Corp akan berkembang di bawah kepemimpinanmu?” tanya Kyuhyun polos. Ja Rin menjitaknya sebal.
“Itu sudah pasti Chocobi! Tak akan kubiarkan Cho Corp bangkrut pada masaku!”
Kyuhyun mengangguk sambil memegangi kepalanya yang berdenyut. “Baguslah. Ah, apa kau tetap bekerja sama dengan perusahaan milik mantan tunanganmu itu?”
“Hangeng Oppa? Tentu saja. ah..” Ja Rin baru teringat. “Aku juga bekerja sama dengan perusahaan L.D Corp”
“Perusahaan Donghae?”
“Iya. Juga dengan beberapa perusahaan besar lain”
“Wah, sepertinya ini proyek besar”
“Sangat besar.” Ja Rin fokus pada Laptopnya lagi.
“Ngomong-ngomong, kau hari ini tidak kuliah? Aku dengar dari Dosen Ma kau tidak masuk kelasnya lagi”

Ja Rin menoleh. Ia tersenyum seolah olah mengatakan ‘Hehe, mian aku lupa’. Kyuhyun menjitaknya.
“Hu! Bagaimana kau bisa lulus cepat! Masuk saja jarang!”
“Auch.. Appo..” ja Rin meringis. “Kau sendiri tidak mengajar kan tadi? Jadi jangan sok menceramahiku deh!”
“Itu bukan urusanmu.” Kyuhyun bangkit. Ia teringat dengan kejadian di kafe. “Ah, kenapa dunia ini terasa sangat indah yah?”
Ja Rin menggelengkan kepalanya. sungguh, Kyuhyun tampak tidak biasanya. Sejak kapan dia mengucapkan kata untuk orang normal seperti ‘dunia ini terasa sangat indah’.
“Ah, Chocobiii!!” Ja Rin baru teringat dengan ucapan Ummanya saat meneleponnya tadi. Ia segera bangkit untuk menyusul kakaknya. Ia menemukan Kyuhyun sedang duduk di pinggir kolam renang sambil mengusap-usap bulu Sherry.
“Hei, Umma mengajak kita makan malam.” ucap Ja Rin seraya mendekat.
“Kapan?” tanyanya acuh tak acuh.
“Malam ini”
“Shireo” Kyuhyun menolaknya dengan tegas, seperti biasa. Mendengar penolakan yang begitu langsung, jadi Ja Rin yang jengkel.
“Wae? Kau masih marah pada Appa? Ayolah chocobi. Ini sudah lebih dari 8 tahun. Dan selama tiga tahun terakhir kau selalu menolak makan malam bersama keluargamu sendiri.” Tuduhnya kesal. Kyuhyun memalingkan wajahnya.
“bukan begitu” bantahnya pelan. Ja Rin berhenti memasang tampang kesal. Terlebih karena ia mendengar nada bicara Kyuhyun sedikit lebih rendah dari sebelumnya.
“Aku masih belum berani menunjukkan diriku di depan Appa. Kau tahu kan, aku seperti apa sekarang?”
“Apa? Kau sudah menjadi seorang CEO di usia muda. Professor termuda di Universitas Seoul. Lalu meraih gelar doktor di usiamu yang ke 23. Sebutkan padaku apa masih ada hal yang membuatmu malu menunjukkan dirimu di depan Appa?” Ja Rin benar-benar tidak mengerti jalan pikiran kakaknya itu. Menurutnya keadaan Kyuhyun sekarang sudah jauh dari kata ‘sengsara’. Sangat jauh malah. Dia memiliki perusahaan atas namanya sendiri, rumah besar dan indah, lalu beberapa mobil mahal yang terparkir di depan rumah. Apa lagi yang masih membuatnya tidak percaya diri? Ah…. Ja Rin bisa menebak sesuatu.
“Jangan bilang kau takut Appa menagih ‘calon menantu’ padamu..” tebak Ja Rin. Kyuhyun menegang. Ah, sepertinya tebakannya benar.
“Siapa bilang!” bantahnya lagi, ia terbata. Ja Rin menahan tawa. Sikap gugupnya pertanda kalau tebakan Ja Rin mengenai tepat pada sasarannya.
“Ternyata memang benar. Kau malu pada Appa karena sampai sekarang belum berhasil memikat wanita satu pun. Iya kan”
Kyuhyun menegang lagi. Ja Rin merasa memang itulah masalahnya. Ia tertawa kencang.
“hahahahahah….”
“Yak!! Kenapa kau malah menertawakanku!”
“Kau..” Ja Rin menunjuknya. “Tentu saja tidak akan ada yang melirikmu. Lihat penampilanmu, Chocobi. Aku yakin anjingmu saja tidak mau jika diminta menikah denganmu..”setelah puas mengatai Kyuhyun, Ja Rin melenggang pergi.

Kyuhyun melirik penampilannya sendiri dari pantulan dirinya di jendela. Ia mendengus sendiri. Memang benar apa kata Ja Rin. Penampilannya sangat berantakan. Kalau begini, bagaimana ia bisa mendapatkan pacar apalagi istri. Mendadak teringat kata-kata yang pernah di ucapkan Haebin dulu.

#flashback#
“Ya, Professor. Seharusnya bukan anjing yang kau ajak ke salon.” Ujar Haebin.
“Lalu siapa?” tanya Kyuhyun cuek. Haebin bersedekap jengkel.
“Tentu saja dirimu.” Tegasnya. Kyuhyun menoleh mendengar nada bicara Haebin yang terkesan sedang menceramahinya. Benar saja, kini gadis itu sedang menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki lalu kembali menatap wajahnya.
“Lihat penampilanmu, Professor. Tidak menarik sedikitpun. Jika begini siapa yang akan menyukaimu. Kau akan kesulitan mendapatkan istri kelak.” Omelnya.
#flashback end#

“Haebin-ah.. kau benar. Harusnya aku lebih memperhatikan diriku sendiri..” dengusnya. Ia lalu melirik Sherry. Anjingnya itu tampak sangat berkelas dan rapi. Oh tentu saja. Shery sering ia bawa ke salon untuk perawatan. Bulu-bulunya yang panjang dan lebat saja sering ia sisir minimal 10 kali sehari. Bukankah ironi jika anjingnya tampak lebih cantik dari pemiliknya sendiri.

Sebenarnya ia punya alasan sendiri kenapa ia tak berani menemui Appanya saat ini. Ia teringat kejadian waktu itu, saat ia bertengkar hebat dengan Appanya.

#flashback#
“Apa? Kau ingin menjadi seorang programmer? Jangan bercanda! Kau pikir itu akan membuatmu hidup mapan seperti sekarang?” bentak Appa malam itu. Kyuhyun sudah memerah wajahnya menahan marah. Saat itu, ia masih menjadi bocah berusia 15 tahun. Jadi apa yang dikatakannya memang terdengar seperti bualan seorang anak-anak.
“Aku serius Appa. Aku akan membuktikannya pada Appa!” Kyuhyun ikut berbicara dengan nada tinggi. Tekadnya sudah bulat detik ini juga. Ia harus mewujudkan kata-katanya itu.
“Kyuhyun, sudah..” Umma mengusap-usap punggung Kyuhyun agar dia tenang. Ja Rin hanya menonton adegan pertengkaran itu sambil sesekali membenarkan rambutnya yang sedang dipasangi roll. Kadang-kadang juga ia meniup kukunya yang baru dipasangi kutek warna peach. Ia pikir ini hanya pertengkaran biasa. Jadi ia tidak terlalu peduli. Tapi siapa sangka pertengkaran itu membuat Kyuhyun pergi dari rumah malam itu juga.
“Membuktikan apa? Apa yang bisa dibuktikan anak usia 15 tahun sepertimu! Sudah, berhentilah memimpikan hal sia-sia dan belajar bisnis dengan benar! Jika kau menuruti perintah Appa, perusahaan Cho akan jatuh ke tanganmu! Dengan begitu kau juga tidak akan sulit mendapatkan pendamping hidup kelak.”
“Aku tidak mau perusahaan Cho! Aku ingin menjadi seorang programmer!”
“CHO KYUHYUN!!” teriak Appa sekali lagi. Umma dan Ja Rin dibuat kaget.
“Appa, dengarkan aku!” Kyuhyun balas berteriak. Suasana hening seketika. Appa memandang Kyuhyun dengan mata menyala-nyala. Kyuhyun balas menatapnya dengan mata serius.
“Akan kubuktikan kalau impianku ini bukan omong kosong. Impianku ini adalah nyata dan bukan sebuah racun. Dan soal pendamping hidup, Appa tidak perlu mencemaskan itu! Setelah mewujudkan cita-citaku kelak, aku bisa mendapatkannya dengan mudah!!” ucapnya yakin. Setelah itu, ia membereskan seluruh barang-barangnya dan pergi dari rumahnya.
Meskipun Umma sudah berusaha mencegah, ia tetap saja pergi.
#flashback end#

__o0o__

“Appa akan melibatkanmu dalam misi penting dalam proyek yang Appa tangani sekarang.”
Hyun Jung mengangkat kepalanya begitu mendengar kalimat itu terucap dari mulut Appanya. Kegiatan makan malam pun sempat terhenti sejenak.
“Aku?” Hyun Jung bingung. Ia menatapi Umma dan Yesung serta Appanya bergantian.
“Wae? Appa, aku bahkan belum lulus S2 ku” ucapnya.
“Karena itu. Bukankah sayang jika kemampuanmu dalam bidang Design Interior di diamkan begitu saja? selain itu juga kau akan Appa jadikan perwakilan untuk perusahaan kita pada rapat nanti.” Putus Appa lagi-lagi tanpa persetujuannya. Hyun Jung tidak menjawab. Ia menundukkan kepalanya. tapi terlihat jelas bahwa ia tidak setuju dengan usul Appanya itu. Yesung memandang Appanya serius.
“Appa, bukankah itu sedikit berlebihan? Hyun Jung masih terlalu muda untuk menangani proyek sebesar itu.”
Mendengar pembelaan Yesung, Hyun Jung berharap sedikit bahwa Appa akan mempertimbangkan keputusannya tadi.
“Tidak. Itu akan menjadi sebuah pembelajaran untuknya” Appanya tersenyum. Hyun Jung menghela napas. Ia lupa bahwa ia tidak memiliki kemampuan untuk melawan keputusan Appanya.
“Aku selesai.” Hyun Jung mendadak kehilangan selera makan. Ia memutuskan pamit lebih dulu dan berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai 2. Umma memandang kepergian putrinya dengan wajah sedih.
“yeobo, benar kata Yesung. Hyun Jung masih sangat muda. Usianya saja belum genap 23 tahun. Berikan dia waktu sampai pendidikan masternya selesai.” Umma memelas berharap suaminya luluh.
“Sudahlah. Kita harus percaya pada kemampuannya.” Appa tetap bersikukuh pada pendiriannya.

Hyun Jung duduk di atap rumahnya yang ada di dekat jendela kamar.*kayak di film doraemon gitu, ngerti kan?* ia memandangi langit dengan wajah sendu. Tangannya membolak-balik halaman sebuah buku resep kue. Ia menghela napas berat.
“Sampai detik ini, Appa bahkan tidak pernah bertanya bagaimana pendapatku dan apa yang kuinginkan.”
Sebenarnya, sejak kecil Hyun Jung bercita-cita menjadi seorang pattisier. Membuat dan meracik resep-resep kue sesuai keinginannya adalah hobi yang berubah menjadi sebuah impian besar baginya. Tapi apalah daya. Dia seperti sebuah boneka yang dilahirkan ke dunia untuk diatur oleh sang Appa. Saat ia ingin mengutarakan cita-citanya, Appa dengan terang-terangan menyuruhnya agar masuk jurusan design interior. Di saat itu pula, impian yang sudah ia rancang seindah mungkin hancur lebur menjadi debu.

Ia tahu bagaimana sifat sang Appa. Keras dan sulit dilawan jika sudah memutuskan sesuatu. Lagipula ia juga bukan tipe anak yang mudah menentang keputusan orang tua. Meskipun sekarang ia tetap belajar membuat kue secara diam-diam pada seorang koki di kafe tempatnya bekerja. Jadi itu alasan kenapa Hyun Jung rela menjadi seorang pelayan di kafe.

Kafe tempatnya bekerja terkenal dengan resep kue, pastry, dan cakenya yang enak dan lezat. Meskipun hal ini pasti akan ditentang oleh orangtuanya, ia tetap nekat bekerja di sana tanpa sepengetahuan orang tua. Hanya Yesung yang tahu. Karena dia satu-satunya orang yang bisa dipercaya olehnya.

Sekarang Appa kembali memutuskan apa yang harus dilakukan olehnya tanpa mendengar pendapatnya dulu?
Hidup ini terkadang berjalan tidak sesuai dengan keinginan kita.

To be continued..

71 thoughts on “Shady Girl Kyuhyun’s Story (Part 2)

  1. teruuuus ketemunya sama kyu lagi gimana???
    kkkkk dunia itu sempit ya di ff ini.. kenalnya mereka cuman seuplekan itu2 aja.. kkkkkk tapi saya suka! saya suka!😄

  2. wkwkwk bener2 menarik..
    kyu keluar dari rumah karna berantem sama appa nya dan dia juga penampilan selalu gelandangan, pd hal tampan, mapan, mempesona wkwkwk

    nah hyun jung juga gitu, appa nya menolak juga apa yang appa nya kasih tuh harus dia turutin, dan dia nyamar juga jadi seorang pelayan, supaya cita2 nya tercapai..

    pd hala pasangan ini kaya wkwkw.. sumpah menarik thorr

  3. baca part ini aku merasa keadaan kyuhyun n hyunjung hampir sama cuma bedany kyuhyun berani nentuin pilihan hidupny n ngambil resiko tp hyunjung dia g bisa nolak..aku tw rasanya jd hyunjung..tegar dluar tp sakit n tertekan ddlm..

  4. Mungkin dengan kesamaan yg mereka alami bisa jadi kesempatan mereka saling mengerti suatu hari nanti *sok bijak* xD mian..mian.. jangan hiraukan komenan ini ㄟ( ̄▽ ̄ㄟ)

  5. Wowww Kyu emng daebakkkkkk
    d usia muda udh jd profesor…
    Hyun Jung jg daebakkk,, sbntr lg slsei S2… Bakal jd couple yg pass.

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s