Kanpeki Na Bad Girl (Part 10)

Tittle : Kanpeki Na Bad Girl Part 10
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Shin Nara
  • Cho Kyuhyun

Udah lama banget gak posting FF nih. Mumpung sekarang dapet waktu luang, jadi author posting FF deh.. ^^ semoga gak pada jamuran yah nunggunya..

Happy Reading ^^

Kanpeki Na Bad Girl by DhaKhanzaki

———–o0o————

Author POV

Pemandangan pertama yang ditangkap oleh indera penglihatan Kyuhyun ketika sadar adalah langit-langit putih sebuah ruangan. Dari hidungnya pun ia bisa mencium bau obat yang sangat menyengat. Ia tidak suka bau ini. Tak perlu waktu lama untuknya sadar ia berada di mana. Pasti rumah sakit.
“Nara..” serunya panik. Hal pertama yang ia ingat begitu sadar adalah istrinya. Kyuhyun beringsut bangun dari tidurnya.
“Kyuhyun..”
Kepalanya tertoleh begitu mendengar suara lembut ibunya. Matanya melebar kaget melihat kedua orang tuanya dan Orang tua Nara berada di ruangan itu dengan wajah cemas. Menatapnya dengan pandangan sendu.
“Eomma, Appa..” lirihnya pelan. Ia bingung harus mengatakan apa. Ia merasa sangat menyesal sudah membuat orang-orang terdekatnya cemas. Eomma berjalan ke dekatnya, duduk di samping tempat tidur lalu memeluk lembut tubuhnya yang lemah.

“Kyuhyun-ah..hiks..” Eomma Kyuhyun terisak. “Kenapa kau menyembunyikan penyakitmu dari kami..” lirihnya membuat Kyuhyun terkesiap kaget. Orang tuanya sudah tahu tentang penyakit yang di deritanya. Setelah ini, apa yang harus dijelaskannya? Ia memutar kepalanya menatap Appanya yang berdiri di samping Eomma. Appanya pun tidak bisa menyembunyikan rasa cemas di balik raut tegasnya itu.
“Kau benar-benar pintar membuat cemas orang lain.” Ucap Appa datar. Kyuhyun menunduk lemah.
“Mianhae..” lirihnya penuh penyesalan. Ia juga tidak menginginkan penyakit ini. Siapa yang ingin menjadi lemah dan tidak berdaya.

“Kau harus segera menjalani pengobatan. Kita pergi ke Jerman untuk mengobati penyakitmu.” Ucap Appa Nara. Kyuhyun menggeleng lemah.
“Aku tidak bisa, Appa..aku tidak ingin pergi kemanapun sebelum bertemu dengan Nara.”
“Kyuhyun, ini demi kebaikanmu. Soal Nara serahkan pada kami.” Eomma Nara berusaha merayu Kyuhyun agar setuju dengan ucapan suaminya.
Kyuhyun menoleh ke arah orang tuanya dan mertuanya dengan sorot mata penuh luka. “Nara adalah istriku. Bagaimana mungkin aku meninggalkannya sendirian di saat ia sedang mengandung seperti sekarang? Aku..sampai kapanpun tidak akan pergi sebelum aku yakin Nara baik-baik saja.”

Ke empat orang tua itu saling berpandangan. Mereka tidak tega untuk memaksa Kyuhyun dalam keadaan seperti ini. Jika mereka tetap memaksa Kyuhyun pergi, pengobatan kemanapun tidak akan berguna karena hati namja itu tidak tenang.

Di saat suasana sedih, terdengar bunyi ponsel. Kyuhyun menoleh ke arah ponselnya yang tergeletak di nakas samping tempat tidur. Ponsel itulah yang berbunyi nyaring. Meskipun keadaannya masih lemah, ia memaksakan diri untuk meraihnya.
“Yeobseo..” jawabnya dengan suara serak dan rendah. Seseorang berbicara dengan cepat dan panik di ujung sana. Mendengar hal itu, mata Kyuhyun seketika membulat dan bibirnya bergetar.
“Kau tidak bercanda? Kau bilang istriku di temukan dan sekarang berada di rumah sakit???” ucapnya hampir berteriak. “Aku akan ke sana!!” Kyuhyun segera mematikan ponsel lalu bergegas turun dari tempat tidur.
“Kau mau kemana? Dan tadi apa? Nara sudah di temukan?” cegah Eomma saat Kyuhyun turun dengan raut panik bercampur lega.
“Sekarang tidak ada waktu untuk menjelaskannya. Aku ingin melihat Nara..”
“Kyuhyun!!!” teriak Eomma panik karena Kyuhyun tidak mengindahkan larangannya untuk tidak kemana-mana. Putranya itu malah berlari dengan langkah agak terhuyung ke luar ruang rawat.

Kyuhyun berlari cepat dengan segenap tenaga yang tersisa dalam dirinya. Meskipun seluruh otot tubuhnya terasa lemah dan kakinya tidak sanggup menopang tubuhnya terlalu lama, ia memaksakan diri untuk berjalan. Rasa rindunya pada Nara sanggup mengalahkan rasa sakit yang sekarang ia rasakan.

Rae Mun mengatakan bahwa Nara sekarang di bawa ke ruang bersalin di rumah sakit tempatnya di rawat karena kontraksi. Mendengarnya saja sudah membuat Kyuhyun membayangkan betapa menderitanya Nara menahan rasa sakit saat kontraksi. Ia sudah berjanji untuk berada di sisi gadis itu ketika proses persalinan berlangsung dan ia akan menepatinya. Jeritan, erangan, dan tangisan gadis itu seketika menggema dalam telinganya.

“Nara..” seru Kyuhyun ketika tiba di ruang persalinan istrinya. Rae Mun di bantu dokter yang bertugas membantu proses persalinan Nara sudah berkumpul di dekat tempat tidur Nara.
“Kyuhyun..” seru Rae Mun. Ia agak tercengang karena melihat sahabatnya itu dalam balutan baju rumah sakit dan wajahnya sangat pucat. Tidak perlu waktu lama untuk membuatnya mengerti bagaimana kondisi Kyuhyun.
“Kenapa kau kemari?” tanyanya panik sambil berusaha mencegah Kyuhyun yang menerobos masuk. “Kau harus beristirahat. Serahkan Nara pada dokter.”
Kyuhyun menepis cepat tangan Rae Mun. Ia tidak menatap sahabatnya itu sedikitpun. Karena yang menjadi fokus utamanya sekarang adalah istrinya yang terus mengerang kesakitan di depan sana.
“Nara!!” serunya. Ia segera menerobos masuk dan berjalan cepat ke samping tempat tidur tempat gadis itu berbaring lemah. Rae Mun menghela napas berat dan ia membiarkan Kyuhyun mendekati istrinya.

“Nara..” Lirih Kyuhyun. Hatinya lega luar biasa ketika berhasil melihat wajah istri yang ia rindukan. Ia merasa dadanya seperti di himpit sesuatu begitu menyadari kondisi Nara sekarang sangat menyesakkan hati. wajahnya yang lelah dan berkeringat, mulutnya yang terus mengerang menahan sakit dan napasnya yang terengah-engah membuat Kyuhyun tak kuasa menahan tangis. Ia menitikkan airmata dan tangannya terulur menggenggam tangan lemah istrinya.
“Kyuhyun Oppa…” desis Nara dengan suara lemah. Meskipun tampak menderita, namun semua itu tak bisa mencegahnya untuk tersenyum senang saat melihat Kyuhyun ada di sampingnya.
“Aku di sini, chagi… aku di sini..” jawab Kyuhyun cepat lalu membungkukan tubuhnya untuk mengecup kening Nara, menenangkannya. Sejuta rasa syukur ia ucapkan dalam hati karena ia masih bisa melihat Nara. Gadis ini baik-baik saja.

“Maafkan aku Oppa..” gumam Nara susah payah. Ia terus mengerang kesakitan dan Kyuhyun merasa sangat tidak berguna karena di saat seperti ini ia tidak tahu apa yang harus dilakukan.
“Kau tidak bersalah. Aku yang salah karena tidak bisa menjadi suami yang baik untukmu..Mianhae..” Kyuhyun mengecup tangan Nara berkali-kali. Ia benar-benar merasa bersalah. “Percayalah Nara, aku akan selalu mencintaimu. Meskipun masih ada sejuta gadis yang lebih cantik darimu, aku akan selalu memilih berada di sampingmu..” Kyuhyun merasakan matanya berkaca-kaca begitu mengatakannya. Ia harap Nara akan percaya kali ini.
“Oppa benar-benar tidak berselingkuh??” ucap Nara di sela napasnya yang putus-putus. Kyuhyun mengangguk cepat.
“Oppa.. aku.. akkhhh..” Nara kembali mengerang karena kontraksi kembali terjadi dan kali ini lebih menyakitkan di banding sebelumnya. Dokter segera mengambil peralatan untuk membantu proses persalinan.

Kyuhyun dengan perasaan panik terus menggenggam tangan Nara yang saat ini sedang berjuang melahirkan anak mereka.
“Kau bisa, chagi..kau Eomma yang hebat..” bisik Kyuhyun memberikan spirit. Nara tidak menjawab karena ia terlalu sibuk untuk mengerang dan mencengkram apapun yang bisa diraihnya.

Tepat setelah beberapa saat menegangkan berlalu, suara tangis bayi pun terdengar. Kyuhyun mendesah sangat lega dan tanpa sadar ia berlutut karena kedua kakinya tidak sanggup menopang berat tubuhnya lagi.
“Selamat, tuan..bayi yang lahir laki-laki..” ucap salah satu suster sambil menggendong bayi yang masih berlumuran darah dan sekarang sudah terbalut kain hangat. Kyuhyun berusaha bangkit dengan perasaan gembira. Ia ingin melihat anaknya ketika dokter tiba-tiba berseru kembali.
“suster, masih ada bayi yang harus dilahirkan.” Ucap dokter kepada suster lain. Kyuhyun mengerjapkan mata. Apa? jadi, Nara akan melahirkan bayi kembar?

Benar saja, Nara kembali merasakan kontraksi dan Kyuhyun dengan sigap kembali memberi spirit dengan menggenggam erat tangannya.
“Nara, kita akan memiliki bayi kembar..” ucap Kyuhyun senang. Senyum bahagia pun tak bisa disembunyikannya. Tak menunggu waktu lama hingga akhirnyasuara tangis bayi kembali terdengar. Nara mendesah lega dan untuk beberapa saat ia memejamkan matanya.
“Chagi..kau sangat hebat..” Kyuhyun mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang. Ia ingin menangis karena sekarang ia sudah menjadi seorang ayah. Rasa haru yang membuncah tidak bisa ia bendung lagi.
“Oppa..” desah Nara. Ia tersenyum samar lalu menggenggam erat tangan Kyuhyun.

“Selamat Tuan Nyonya, bayi yang lahir kali ini perempuan..” ucap dokter sumringah. Ia memperlihatkan bayi itu pada Kyuhyun dan Nara.
“Nara lihat bayi kita..” senyum Kyuhyun lenyap seketika ketika ia menoleh pada istrinya, gadis itu tampak sangat lemah. Kesadarannya sudah hampir menipis.
“Chagi..” seru Kyuhyun panik. “Dokter, istriku…”

Dokter segera melakukan penanganan darurat. Mereka memasangkan selang infus di tangan Nara dan selang pernapasan di hidungnya.
“Oppa..Maaf..jika aku..tidak bisa menjadi ibu dan istri yang baik..” ucap Nara terpatah-patah. Kyuhyun menggeleng cepat dengan tangan menggenggam erat.
“Tidak, itu tidak benar.. Chagi jebal bertahanlah..” airmata sudah tidak bisa Kyuhyun bendung lagi. Ia menangis melihat Nara yang mulai kehilangan kesadarannya.
“Kau harus bertahan..banyak sekali yang ingin aku jelaskan padamu.. chagi..!!!!” teriak Kyuhyun karena detik itu juga mata Nara tertutup dan genggaman tangannya melemah.
“Shin Nara!!!” teriak Kyuhyun sambil mengguncang tubuh istrinya tapi sayang, gadis itu tidak bergeming sama sekali. airmata tumpah membasahi sepanjang pipinya melihat gadis yang amat ia cintai tak sadarkan diri. Dokter pun bergegas mengambil peralatan darurat karena alat pendeteksi detak jantung menunjukkan bahwa detak jantung pasien melemah.

“Tuan, Anda harus keluar karena kami akan segera melangsungkan operasi..” ucap dokter. Ia meminta suster membawa Kyuhyun keluar dari ruangan. Kyuhyun memberontak.
“Andwae..aku tidak ingin meninggalkan istriku.. Andwaeee!!!” Kyuhyun berteriak dengan airmata yang tumpah di pipinya. Rae Mun yang sejak tadi menunggu di luar segera menarik Kyuhyun keluar di bantu oleh kedua orang tua pria itu.

“Nara.. jebal..” teriak Kyuhyun di luar ruangan. Ia menangis ketakutan karena tak mau membayangkan apa yang sekarang sedang terjadi pada istrinya itu.
“Kyuhyun..kuatlah..” Eomma memeluk tubuh putranya yang terkulai lemah di lantai dan ikut menangis bersamanya.
“Nara..” Eomma Nara pun tak kuasa menahan tangis mengetahui putrinya dalam kondisi kritis sekarang.

Nara mengalami komplikasi pasca melahirkan. Dia kehilangan banyak darah dan mengharuskan dokter melakukan operasi sekaligus transfusi darah segera.

Waktu rasanya berjalan sangat lambat ketika berada dalam situasi genting seperti ini. Kyuhyun merasa dunia di sekitarnya mengabur dan yang terpampang dengan jelas di indera penglihatannya hanyalah sosok Nara yang tersenyum. Sebanyak apapun airmata yang ia keluarkan, tidak akan bisa membuat waktu berjalan lebih cepat dan memberikan dirinya kabar gembira. Yang ia rasakan justru perasaan mencekik yang membuatnya ingin mati.

Ia hanya ingin gadis yang dicintainya baik-baik saja. Sejahat itu kah takdir mempermainkan? Kapan kebahagiaan akan menghampirinya? Harus berapa banyak luka yang ia rasakan agar ia bisa merasakan kebahagiaan yang sejati?

Ia merasa dadanya sesak dan tenggorokannya sakit karena terlalu lelah menangis. Rasa sakit yang melanda dirinya tidak bisa menandingi rasa takut yang sekarang dirasakannya. Nara tidak boleh pergi. Nara tidak boleh meninggalkannya dan bayi kembar yang baru saja dilahirkan.

Tak lama, dokter keluar dari ruang operasi membawa secercah harapan bagi orang-orang yang menunggu di luar dengan cemas. Semua orang menghambur menghampiri dokter tak terkecuali Kyuhyun.
“Bagaimana keadaan istriku?” tanyanya mendahului yang lain. Dokter menghela napas lega.
“Masa kritis pasien sudah lewat. Setelah melahirkan, pasien kehilangan banyak darah dan membuat sedikit kejutan bagi jantungnya. Sekarang pasien sedang beristirahat setelah kami beri obat penenang. Kemungkinan pasien baru bisa siuman esok hari.” jelas dokter membuat orang-orang menghembuskan napas lega. Kyuhyun mendesah lega, sangat lega. Hatinya mendadak ringan dan tubuhnya melemah bersamaan dengan itu. Ia jatuh terhuyung dan segera di songsong oleh kedua orangtuanya. Dalam keadaan setengah sadar, ia tersenyum, senyum bahagia.

Nara baik-baik saja. Dan bukankah itu berarti ia bisa pergi dengan tenang?

—o0o—

“Kau harus segera menjalani pengobatan..” ucap Rae Mun dan kali ini Kyuhyun tidak membantah. Ia mengangguk.
“Kapan aku bisa pergi..” jawab Kyuhyun membuat gadis berpakaian dokter itu mengerjap kaget. Kyuhyun yang penurut membuatnya sedikit terkejut.
“Secepatnya..” jawab Rae Mun sambil tersenyum. Ia merapatkan selimut yang menyelubungi tubuh Kyuhyun.
“Ngomong-ngomong, selamat karena kau sekarang sudah menjadi Ayah. Apa ini yang membuatmu jadi penurut?”

Kyuhyun tersenyum tipis lalu mengangguk dengan gerakan pelan. Semenjak melihat sendiri kedua anaknya yang kini tertidur di ruangan khusus bayi tadi pagi, Kyuhyun merasa ia harus sehat dan melihat sendiri pertumbuhan kedua anaknya di masa depan. Karena itu, pengobatan seperti apapun akan ia jalani. Dan kali ini ia tidak akan keras kepala. Melihat bayi kembar yang menggeliat halus dan menangis membuat keinginannya untuk sehat begitu kuat.

“Aku ada satu permintaan..” ucap Kyuhyun ketika kedua orang tuanya dan orang tua Nara ada di ruang rawatnya.
“Apa, katakanlah..” ucap Eomma sambil mengusap tangannya yang tertancap selang infus. Kyuhyun menatap satu persatu orang yang berdiri di sekitar tempat tidurnya dengan raut memohon.
“Selama aku melakukan pengobatan, aku ingin membawa salah satu anakku bersama..”

Keempat orang itu terkejut mendengar penuturan Kyuhyun. Mereka saling pandang kembali. Ini permintaan yang sangat berat.
“Aku tidak sanggup berpisah terlalu lama dengan kedua anakku. Karena itu, kumohon.. izinkahlah aku membawa salah satu dari mereka..” pintanya.
“Kyuhyun-ah..kau harus mengerti. Nara bahkan belum melihat bayi yang dilahirkannya. Setega itu kah kau memisahkan anak dengan ibunya?” ucap Eomma berharap Kyuhyun mengerti. Hingga detik ini Nara masih belum siuman. Padahal dokter mengatakan bahwa Nara akan sadar keesokan harinya. Namun hingga hari ke-lima gadis itu belum siuman juga. dan Kyuhyun pun tidak mungkin menunggu terlalu lama untuk mengobati penyakitnya.

Suasana sempat hening. Mereka sedang mempertimbangkan permintaan Kyuhyun. dan suasana itu pecah ketika Eomma Nara dengan bijak angkat bicara.
“Bawalah. Kau boleh membawa salah satu dari anakmu bersama. Biar kami yang akan menjelaskannya pada Nara..” ucapnya membuat Kyuhyun mengerjap senang.
“Jeongmal yo?” ucapnya gembira. kedua orang tua Kyuhyun punt terkejut mendengarnya.
“Eomma..bagaimana jika Nara nanti sedih karena tidak bisa melihat anaknya?” ucap Appa Nara sangsi.
“Ini demi kebaikan Kyuhyun. lagipula bayi itu anaknya juga. kita tidak bisa melarang Kyuhyun jika dia memang ingin membawa salah satu anaknya. Aku juga akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi Kyuhyun” terangnya. Ia lalu menatap Kyuhyun.
“Pergilah. Mungkin dengan membawa salah satu dari cucu kami, kau bisa lebih bersemangat untuk sehat..”

Kyuhyun segera bangkit dari tempat tidurnya lalu menghampiri kedua mertuanya. “Jeongmal kamsahamnida.. eomma, appa..” ucapnya lalu memeluk mereka satu persatu.

—o0o—

Sebelum pergi, Kyuhyun menemui Nara yang masih belum sadarkan diri di ruang rawatnya. Matanya berkaca-kaca melihat istrinya masih terbaring lemah di sana. Ia menghembuskan napas berkali-kali sebelum akhirnya memberanikan diri duduk di sisi ranjang. Ia menatap sendu wajah pucat gadis yang dicintainya itu.
“Nara..” ucapnya dengan suara serak. Kyuhyun lalu menggenggam erat tangan lemah Nara yang terkulai di kedua sisi tubuhnya. Dengan airmata membendung, Kyuhyun mulai menumpahkan semua isi hati yang selama ini di pendamnya.
“Maafkan aku. Seandainya aku tidak pengecut, mungkin kau tidak akan mengalami ini semua. Tapi aku hanya ingin kau mengerti bahwa..bahwa aku sangat mencintaimu. Aku melakukan semua ini karena mencintaimu. Jika kau ingin menghukumku, silakan. Tapi jangan paksa aku untuk meninggalkanmu karena aku tidak sanggup melakukannya” Kyuhyun memejamkan matanya saat airmata dengan seenaknya jatuh dari sudut mata.
“Apa kau tahu, namja yang hari itu bersamamu di hotel adalah aku? Aku terlalu pengecut untuk mengakui bahwa aku adalah Cho Kyuhyun, namja yang kau benci. Semua itu terjadi begitu saja karena aku merasa sangat sakit. Malam itu, di klub itu, aku tampil berbeda di hadapanmu dan berharap kau akan jatuh cinta padaku. Tapi apa yang terjadi, kau tidak mengenaliku sama sekali. kau tahu, Nara..hatiku sangat hancur saat itu. dan meskipun akhirnya aku bisa mendapatkanmu namun..mulut ini dengan sendirinya berkata bahwa aku adalah Lee Donghae, bukan Cho Kyuhyun. Itulah kebohongan terbesarku dan aku sudah mendapatkan hukumannya. Kau tidak mencintaiku dan justru mencintai Lee Donghae.. maaf..” ia menundukkan kepalanya.

“Seandainya kau mendengar semua ini.. seandainya kau mendengar hal ini lebih awal, aku tidak yakin kau akan masih bersamaku. Karena itu tolong pahamlah, aku terlalu takut kehilanganmu sehingga..sehingga aku tidak bisa mengatakan semuanya..” Kyuhyun mengusap kening Nara dengan tangannya yang lain. Sosok gadis itu terasa kabur dalam pandangannya. Itu karena airmata terus membasahi pipinya. Ini adalah terakhir kali ia menatap wajah cantik Nara sebelum ia pergi. dan ia tidak akan sanggup untuk meninggalkan gadis ini.
“Sekarang aku harus pergi. bukan karena perjanjian itu, tapi karena aku memang harus pergi. maaf karena aku tidak bisa menunggumu hingga siuman.” Kyuhyun bangkit, ia mengecup bibir Nara untuk yang terakhir kalinya. Rasanya enggan sekali ia pergi.
“Aku mencintaimu…” gumamnya. ia mengecup bibir istrinya sekali lagi sebelum akhirnya melepaskan tangan gadis itu lalu pergi.

Ini bukan perpisahan. Ini hanyalah waktu jeda yang diberikan Tuhan pada kita. Ini adalah waktu di mana kau bisa merenungkan bagaimana perasaanmu kepadaku.

—o0o—

Eomma Nara mengecup kening bayi yang akan dibawa Kyuhyun pergi.
“Jaga cucuku baik-baik..” ucapnya lalu menyerahkan bayi perempuan itu pada Eomma Kyuhyun sementara namja itu tersenyum ramah di samping kedua orang tuanya. Ia membungkukkan tubuhnya.
“Sekali lagi terima kasih karena sudah mengizinkanku membawanya”
“Semoga kau cepat sembuh dan segeralah kembali..” Ucap Appa Nara. Kyuhyun mengangguk cepat.
“Ah, bolehkan aku meminta bantuan kecil?” ucap Kyuhyun. ia merogoh saku jasnya lalu menyerahkan sepucuk surat pada Eomma Nara. “Berikan ini pada Nara saat ia siuman nanti.”
Eomma mengambilnya lalu mengangguk. Kyuhyun tersenyum dan sekali lagi membungkukkan badannya sebelum ia masuk ke dalam mobil lalu pergi.

Kyuhyun tersenyum. Entahlah, ia tidak mengerti arti dari senyumnya sekarang. Antara bahagia dan sedih. Namun yang paling ia rasakan adalah rindu. Mungkin, ia baru bisa melihat wajah cantik istrinya beberapa tahun kemudian.

“Nara, jaga dirimu baik-baik di sini.. aku akan membesarkan anak kita dengan baik dan kau pun harus melakukan hal yang sama..” ucapnya dalam hati. Kyuhyun memandangi langit biru tak berawan dengan hati lega. Setidaknya, ia sudah menepati janjinya untuk berada di samping Nara hingga anak mereka lahir.

—o0o—

Nara POV

Samar-samar, aku bisa mencium bau menyengat khas rumah sakit ketika siuman. Mataku yang semula berat pun perlahan terasa ringan hingga akhirnya aku bisa membuka kelopak mataku secara utuh. Kuedarkan pandangan ke sekitar dan yang berhasil ku tangkap hanyalah perabotan rumah sakit, selang infus, dan beberapa peralatan medis yang mengelilingi tempat tidur.

“Nara, kau sudah siuman..”

Kepalaku tertoleh ke arah pintu dan kulihat sosok Eomma berjalan cepat ke arahku. Wajahnya terlihat sangat lega dan aku bisa menemukan senyum yang kurindukan di wajahnya.
“Eomma sangat lega kau sudah siuman..”
Aku tersenyum singkat. “Kyuhyun Oppa, kemana?” itulah hal yang terlintas pertama kali ketika membuka mata. Aku penasaran di mana keberadaan suamiku. Aku tidak menemukan wajahnya dan itu membuatku sedikit takut. Apa mungkin Kyuhyun meninggalkanku?

Benar saja, menatap wajah Eomma membuat firasatku menguat. “Nara..” Eomma duduk di kursi samping tempat tidur.
“Kyuhyun..dia pergi untuk sementara..” ucapnya membuat jantungku berdebar kencang.
“Pergi? kemana?” tanyaku gusar. Aku memaksakan diri untuk bangkit.
“Kyuhyun pergi ke luar negeri..dan mungkin, kalian tidak akan bertemu untuk sementara waktu.”

Aku membelalakkan mataku mendengarnya. Sejujurnya aku sangat terkejut. “Apa maksud perkataan Eomma? Kyuhyun Oppa meninggalkanku? Tidak mungkin!!!” ucapku dengan nada tinggi. Aku histeris. Kyuhyun Oppa tidak mungkin meninggalkanku. Pikiranku langsung berkelebat ke mana-mana. Mungkinkah..mungkin kah Kyuhyun Oppa benar-benar pergi bersama wanita itu dan membawa anakku? Sesuai dengan perjanjian, dia akan pergi dari kehidupanku setelah anakku lahir?
“Andwaeee!!!” teriakku histeris. Emosiku benar-benar tidak bisa dikendalikan. Aku menangis kencang dan Eomma segera menenangkanku. Aku terus menyugestikan diri bahwa Kyuhyun tidak meninggalkanku. Dia tidak mungkin meninggalkanku. Tapi, apa yang kudengar tadi?

Akhirnya, aku kembali tidak sadarkan diri karena syok.

—o0o—

Beberapa jam setelahnya aku kembali siuman. Saat aku sadar, aku terkejut melihat gadis yang kulihat waktu itu di ruangan Kyuhyun duduk di samping tempat tidur. kenapa dia ada di sini? Dia tidak pergi bersama Kyuhyun? dan kenapa dia memakai pakaian khas dokter?
“Kau..” ucapku. Ia membantuku duduk di tempat tidur. Aku tidak bisa terlalu meluapkan emosiku padanya. bagaimanapun dia yang sudah menolongku saat akan kontraksi dulu.
“Syukurlah kau sudah siuman..” ucapnya cemas.

Aku terdiam untuk beberapa saat lamanya. Entahlah, aku sendiri bingung harus mengatakan apa. aku marah? Tentu saja. Dia penyebab aku bertengkar dengan Kyuhyun.

“Nara, ada yang harus aku jelaskan. Ini soal Kyuhyun.” ucapnya dengan penuh kerendahan hati. Aku menoleh padanya meskipun enggan.
“Kyuhyun terpaksa meninggalkanmu karena ia sedang sakit. ia harus menjalani pengobatan di luar negeri.”

Apa? mataku membulat sempurna mendengarnya. Sakit? sakit apa? mendadak saja seluruh tubuhku tergetar.
“Apa maksud ucapanmu?” tanyaku dengan suara bergetar. Apa ini? Kenyataan apa yang akan kudengar setelah ini?

To be continued..

132 thoughts on “Kanpeki Na Bad Girl (Part 10)

  1. hah knp harus begini, nara nyusul aja ke german..
    tapi syukurlah tdk ada perceraian, ini cuma mslh waktu. mereka hanya menunggu kpn waktunya mereka bahagia bersma dgn keluarga kecil mereka..🙂

  2. ahh chukkae ya kyu nara finally babynya lahir, ya walaupun break dlu buat sementara tp itu demi kebaikan kalian juga :’)

  3. waduh
    padahal nara baru siuman
    uda harus ngadepin itu
    kasian bnget
    apa”an itu
    beberapa thn?
    emang kyu sakit apa sampai butuh waktu lama buat sembuhnya

  4. Uwawwww anaknya kembar,dan sesuai prediksi dan keinginan aku si kyu bawa salah satu jabang bayi buat dia bwa,si author mah bs nebak hati orang ahayyy makin seru thor ceritanya

  5. Ping-balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s