Shady Girl Kyuhyun’s Story (Part1)

Tittle : Shady Girl Kyuhyun’s Story Part 1
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Family

Main Cast :

  • Na Hyun Jung
  • Cho Kyuhyun

 

Shady Girl masih berlanjut saudara-saudara..
Author harap belum ada yang bosen atau eneg ama FF ini. dan apakah ada yang menyangka kalau main cast berikutnya itu Kyuhyun, nae nampyeon yang paling ganteng sejagat raya? kalau ada yang kepikiran, berarti anda sepikiran ama saya.. hahahahha.. *evil laugh*

okelah, author capek ni ngomong mulu. sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan lebih baik kita baca bareng-bareng FFnya ^^

Happy reading

Shady Girl Kyuhyun's Story by Dha Khanzaki2

——–o0o———

“Sherry..jangan pergi jauh-jauh!!”

Pagi itu Kyuhyun seperti biasa, ia membawa Sherry-anjing Shih Tzu miliknya jalan-jalan. Sherry tampak gembira di ajak berjalan-jalan menyusuri taman kota. Kyuhyun sengaja melepaskan tali yang mengikat lehernya agar anjingnya itu bisa berlari dengan bebas.

“Wah, penjualan game-ku laris manis lagi!!!” teriak Kyuhyun. Ia berlari sambil melihat-lihat daftar penjualan yang dikirim pegawainya pada I-pad miliknya. Ia tertawa girang sampai-sampai tidak menyadari Sherry berlari entah kemana.

“Loh, Sherry..” wajah Kyuhyun memucat kala mengetahui anjing kesayangannya itu menghilang. Ia sudah mencari kemana pun tetap tidak menemukannya. Kepanikan melanda dirinya detik itu juga.
“Sherry!!!!!!” teriakannya membuat seisi taman gempar.

Kyuhyun berlarian ke sana kemari seperti orang yang baru saja kehilangan uang sebesar 1milyar. Panik bercampur takut. Tak henti-hentinya juga ia meneriakkan nama anjingnya itu berulang-ulang berharap Sherry akan muncul dengan menggonggong ke arahnya.
“Sherry, jebal jangan tinggalkan aku..” Kyuhyun mulai bertingkah berlebihan. Ia seperti seseorang yang ditinggal pergi kekasihnya saja.

Saat keadaannya putus asa itulah, ia melihat Sherry sedang memakan eskrim yang di berikan oleh seorang gadis di dekat kolam yang ada di taman itu. Hatinya sangat lega. Ia segera mendekati anjingnya.
“Sherry..” Kyuhyun berlari kecil. Gadis berambut panjang bergelombang itu mendongkakan kepalanya. ia tersenyum.
“Oh, jadi ini anjingmu” ucapnya. Kyuhyun mengangguk. Ia tak banyak bicara lagi. Segera memeluk anjingnya itu agar tidak kabur lagi.
“Kamu membuatku cemas saja” Kyuhyun mengusap-usap kepalanya.
Gadis itu takjub melihat Kyuhyun begitu menyayangi anjingnya. Ia jadi merasa sedikit bersalah.
“Maaf, tadi aku sedang makan eskrim. Mendadak saja dia menghampiriku dan sepertinya ia ingin sekali eskrim ini. Jadi kuberikan”
Kyuhyun melirik sisa-sisa eskrim yang masih ada di tangan gadis itu.
“Apa itu rasa melon?”
“Iya”
“Pantas saja. Anjingku ini suka sekali melon”
“Ah, lucunya!!” gadis itu ikut berjongkok. Ia mengusapi kepala Sherry. “Siapa namamu?”
“Sherry”
Gadis itu menolehkan kepalanya pada Kyuhyun. Wajahnya tampak bingung. “Namamu Sherry? Bukankah kau itu namja?”
Kyuhyun gelagapan. Oh, jadi maksud gadis itu namanya? “Namaku Kyuhyun. Cho Kyuhyun” kenapa mendadak ia jadi gugup begini ya? Ini pengalaman pertamanya ada gadis yang dengan terang-terangan menanyakan namanya.
“Aish..anjingmu ini tampan yah..” gadis itu mengusap-usap bulu panjang Sherry. Terlihat dengan jelas kalau dia menyukai anjingnya.
“Em, anu..” Kyuhyun memotong. Gadis itu kembali menoleh. “Ya?”
“Sherry, anjingku.. dia betina”
“Nde?” gadis itu menunjukkan wajah ‘cengo’ untuk beberapa saat. Sepertinya kali ini dirinya yang salah kaprah.
Senyumnya merekah. “Ah, begitu ya. Aku kira dia jantan” gadis itu berdiri. “Waktunya aku pergi. senang bertemu denganmu Tuan Cho Kyuhyun” ucapnya. Kyuhyun mengangguk seperti orang bodoh. Gadis itu melenggang pergi. baru sampai sosoknya menghilang, Kyuhyun baru teringat satu hal penting.
“Ah!! Aku lupa menanyakan namanya!!!!” Kyuhyun mencari-cari gadis itu lagi. Tapi tetap tidak bertemu. Hmm.. kira-kira siapa ya dia?

__o0o__

“Huwaaaaaa!!!!!” Kyuhyun berteriak kaget. Saat ia menginjakkan kaki di rumahnya yang indah tapi sedikit berantakan, matanya menangkap sosok Ja Rin duduk di sofa ruang tamunya.
“Aish, kau ini berisik sekali. Chocobi!” seru Ja Rin. Ia mengunyah permen karetnya sambil memainkan PSP kesayangan Kyuhyun.
“Apa yang kau lakukan di sini?” langkahnya dipercepat mendekati adiknya yang dua kali lipat lebih aneh darinya. Ia mengambil PSP dari tangan Ja Rin seolah takut benda keramat kesayangannya itu akan rusak bila disentuh oleh orang lain.
Ja Rin mendecak jengkel. “Aku akan tinggal di sini untuk sementara waktu” putusnya sembarangan. Ah, Ja Rin memang seperti itu.
Kyuhyun tercengang mendengarnya. Sampai kapan adiknya akan terus semena-mena terhadapnya begini?
“Wae? Sekarang ada masalah apa lagi! Kenapa kau tidak tinggal denga Kibum saja!! bukankah kalian sudah resmi berpacaran! Sana pergi ke rumahnya!!” usir Kyuhyun.
“Omo.. kau ini jahat sekali.” Ja Rin mengeluarkan jurus ampuhnya untuk meluluhkan Kyuhyun. Ia mulai menangis.
“Huh, jangan coba rayu aku!” Kyuhyun sekarang tidak akan mudah tergoda lagi.
“Aku akan memperlajari bisnis di Universitas Seoul. Bukankah itu tempatmu mengajar sebagai dosen.” Ja Rin mulai menjelaskan.
“Lalu apa hubungannya dengan tinggal di rumahku?”
“Ayolah..” Ja Rin memegang tangan Kyuhyun. “Jarak rumahmu lebih dekat dengan Universitas itu dari pada dari rumah. Lagipula Appa sudah mengijinkan. Aku akan belajar untuk meneruskan Cho Corp”
“Huh, bilang saja kalau ini adalah alasan mu agar terbebas dari pengawasan Appa” Kyuhyun cemberut. Ia tetap tidak mau membiarkan Ja Rin ‘menjajah’ rumahnya lagi.
“Jadi, kau mengijinkan apa tidak?”
“Baiklah.”
Mendengar persetujuan Kyuhyun, Ja Rin langsung bersorak gembira. Ia meloncat-loncat seperti anak umur lima tahun yang baru dipergolehkan pergi bermain oleh Ummanya.

Kyuhyun mendesah pasrah. Percuma ia menghalangi apa yang diinginkan adiknya. Kakinya melangkah gontai menuju kamar. Ia menjatuhkan diri di atas tempat tidur dengan seprei warna putih miliknya. Matanya fokus menatapi langit-langit kamar. Pikirannya terlempar pada kejadian di taman tadi.
“Hmm.. aku lupa menanyakan siapa namanya.” Kyuhyun bergumam sendiri begitu teringat pada gadis itu. Wajahnya, suaranya, caranya tersenyum, gerak-geriknya, semuanya membekas di benaknya. Kyuhyun terus terbayang padanya bahkan hingga sekarang saat ia tengah memejamkan matanya.

Padahal pertemuan tadi begitu singkat. Namun sangat berkesan. Apa ini yang namanya takdir Tuhan?
Ranjang yang ia tiduri terasa bergerak tapi Kyuhyun tak berniat untuk membuka matanya. Sedetik kemudian ia merasa sesuatu yang lunak dan basah menjilati pipinya. Omona..ini pasti ulah Sherry. Ia akan seperti itu jika ingin dimanja-manjakan olehnya. Kyuhyun menoleh. Benar saja kan, little lion itu kini berada di sampingnya. Duduk manis di atas tempat tidur empuk bersama dengannya.
“Sherry, kau tahu tidak nama gadis tadi? Aku lupa bertanya padanya. Hm..siapa tahu dia memberitahumu sebelum aku datang?” Kyuhyun menelungkupkan badannya. Ia bertanya sambil menopangkan tangan pada dagunya. Sherry tidak menjawab. Ia menatap bingung majikan yang selama 3 tahun ini merawatnya.
“Guk guk..” hanya sebuah gonggongan yang berhasil dikeluarkan Sherry. Kyuhyun mendesah.
“Bodohnya aku. Mana mungkin anjing bisa menjawab” gumamnya sambil berguling untuk kembali tidur terlentang. “Siapa dia?” Kyuhyun masih juga penasaran. Akhirnya ia terlupa dengan renungannya itu karena beberapa detik kemudian ia terlempar ke dalam alam mimpi.

__o0o__

“Hyun Jung!!” seseorang menggedor-gedor pintu kamarnya padahal waktu masih menunjukkan pukul 05.00. suara itu semakin keras membuat sang pemilik nama harus memaksakan diri bangun dari tempat tidurnya, keluar sejenak dari alam mimpi yang membuainya demi meladeni orang yang membuat keributan di pagi buta seperti ini.

Cklekk..

“Hoamhh..ada apa Oppa?” Hyun Jung sesekali menguap begitu membuka pintu dirinya menemukan Yesung, Oppanya berdiri dengan wajah khawatir di depan kamarnya.
“Bantu aku” ucapnya setengah memaksa. Gadis manis itu terpaksa membuka lebar-lebar matanya yang mengantuk.
“Di pagi buta seperti ini? Apa tidak ada waktu lain?” erangnya tak rela. Tentu saja, siapa yang rela waktu tidurnya diganggu seperti ini?
“Tidak atau kau ingin melihat Oppamu ini sengsara karena diputuskan oleh yeojachingunya..”
Oh, bagus sekali. Yesung mengganggu tidur indahnya hanya demi yeojachingunya itu?
“Sekarang apa masalahnya Oppa? Eunri Eonni tidak mungkin marah jika bukan kau yang salah” Hyun Jung mengucek matanya yang tetap enggan terbuka. Ia baru saja tidur selama 4 jam sekarang waktu istirahatnya terganggu kembali karena rengekan manja dari Yesung.
Yesung tanpa basa-basi menunjukkan ponselnya.
“Lihat ini”
Hyun Jung menatapi baik-baik layar ponsel itu. Hanya menampilkan sebuah menu kalender. Tapi ada salah satu tanggal yang sepertinya ditandai.
“Apa itu?” Hyun Jung masih tidak mengerti.
“Ulang tahun Eunri” serunya gemas. Kenapa adiknya yang pintar ini begitu lamban jika bangun tidur? *itu namanya lulungu, mas-_-*
“Tapi sekarang kan tanggal 17” Hyun Jung menguap lagi. Sepertinya dalam beberapa detik jika ia tidak berusaha untuk tetap sadar, ia bisa saja jatuh tertidur.
“Justru karena itu! Aku lupa ulangtahunnya! Kumohon Hyun Jung, bantu aku katakan padanya agar tidak marah padaku..” Yesung memohon setengah mati kali ini. Ia sampai menarikan tarian khas Super Junior dalam MV Sorry-Sorry*lebeh amat bang Encung-_-*
“Iya akan aku bantu tapi tunggu sampai aku menyelesaikan mimpiku, Oppaku tercinta..” Hyun Jung dengan gerakan halus mendorong Yesung keluar kamarnya. Dengan gerakan cepat ia mengunci kembali pintu kamarnya, dan melanjutkan mimpi indah yang tadi sempat tertunda.

Yesung mengumpat kesal di depan kamar Hyun Jung.
“Huh! Kalau aku tidak sibuk di kejaksaan, aku tidak mungkin melupakan ulangtahun Eunri!..” ia memelas kemudian. Menatap pintu kamar adiknya yang tertutup. “Hyun Jung-ya.. bantu aku jebal..” mohonnya..

__o0o__

Rapat, rapat, dan rapat. Kyuhyun benci dengan kata itu. Tapi harus bagaimana lagi, ia sangat membutuhkan laporan dari bawahannya tentang perkembangan game terbarunya yang baru saja di rilis minggu lalu. Dan syukurlah, belum ada masalah yang berarti.

“Hyaaa.. akhirnya selesai juga..” Kyuhyun meregangkan tubuhnya yang terasa kaku karena selama satu jam ke belakang ia berusaha duduk dengan gaya se-wibawa mungkin di hadapan bawahannya. Dan itu sukses membuat punggunggnya terasa begitu pegal.
“Pak, ada dokumen yang masih harus ditanda tangani” Sunny meletakkan satu lagi dokumen ke hadapan meja Kyuhyun.
“He? Lagi?” Kyuhyun merengut kesal. Padahal ia berniat untuk pergi dari kantor ini setelah rapat membosankan tadi. Ia ada janji khusus hari ini. Yaitu membawa Sherry untuk perawatan ke salon.

Setelah semua pekerjaannya selesai, ia segera pergi dari kantor. Niatnya sih ingin mengajak Sherry kembali berkencan di salon kecantikan binatang, tapi ternyata dia malah masuk ke dalam sebuah kafe untuk meminum secangkir teh dan sekedar merenung.

__o0o__

“Sudah dapat saran untuk membantuku?” tanya Yesung lagi saat Hyun Jung hendak memulai pekerjaannya sebagai pelayan kafe. Ya ampun, kenapa Oppa begitu bodoh? Masa begitu saja belum menemukan solusi? Hyun Jung jadi ragu dari mana asalnya kepintaran Oppanya saat menyelesaikan berbagai kasus rumit di persidangan.
“Ya sudah Oppa, kau belikan saja Eunri Eonni hadiah. Beres kan..” usul Hyun Jung. Ia sudah kehabisan ide.
“Iya tapi apa?”
“Em, bagaimana kalau cincin?”
“Terlalu mahal”
“Boneka”
“Eunri bukan anak SMA lagi, Hyun Jung”
“Kalau begitu bunga saja!! sudah jangan ganggu aku lagi!!”
“Tunggu! Bunga sepertinya bagus. Tapi bunga apa?”
Huuuh.. Hyun Jung ingin sekali melempar ponselnya hingga pecah berkeping-keping.
“Bunga mawar saja”
Seusai menjawab, sesegera mungkin Hyun Jung mematikan ponselnya agar Oppanya yang super cerewet dan overprotektif itu tidak mengganggunya lagi.

“Hyun Jung, antarkan pesanan ke meja no. 3”
Baru saja dia sampai di dapur, pelayan lain sudah memintanya untuk mengantarkan pesanan.
“Baik Eonni.”
Hyun Jung mengambil nampan berisi satu cangkir camomile tea dan sepotong cake cokelat. Pelayan tadi memintanya untuk mengantarkan pada meja yang ada di sudut kafe. Letaknya lumayan jauh karena harus menyebrangi ruangan untuk sampai ke sana.
“Tuan, teh pesanan Anda..”
Hyun Jung menyapa lebih dulu tamu yang duduk di salah satu sofa dekat jendela itu. Rupanya seorang namja. Ia kira yeoja yang memesannya. Jarang sekali ada namja yang memesan teh dan kue cokelat.
“Oh, letakkan saja di sini” ucapnya santai. Hyun Jung tersenyum. Ia mengangkat cangkir dari atas nampan dan hendak ia letakkan ke atas meja. Namun siapa sangka seseorang di belakang menyenggol tangannya hingga semua yang ada di atas nampan berikut dirinya jatuh.

Prangg!!!

Suara benda pecah terdengar gaduh. Perhatian semua orang otomatis mengarah pada Hyun Jung yang kini terjatuh di lantai. Pecahan beling dari cangkir yang tadi di bawanya berserakan di lantai dekat dirinya. Ia tidak tinggal diam. Hyun Jung secepat mungkin membereskan pecahan beling itu.
“Maaf Tuan, akan saya ganti.” Ucapnya merasa bersalah.

Kyuhyun, yang sebenarnya adalah orang yang menunggu pesanan itu kaget. Ia hendak menjawab tapi seorang yang sepertinya manager kafe itu mendekat lantas membentak pelayan malang itu.
“Hyun Jung, apa yang kau lakukan! Cepat bereskan itu!!” teriaknya emosi. Kyuhyun yang mendengarnya tersinggung. Ia tidak suka dengan kelakuan kasar manager itu.
Pelayan bernama Hyun Jung itu mengangguk takut.
Aish, ini sangat menyebalkan!!!
Manager itu bersedekap di dekat pelayan kafe yang masih sibuk membereskan pecahan beling.
“Maaf Tuan, ini murni kecerobohan pelayan kami. Tenang saja. pesanan Tuan akan segera datang” ujarnya pada Kyuhyun. Wajahnya manis sekali. Kyuhyun tidak menjawabnya. Ia masih merasa kasihan pada pelayan itu. Tidak ada yang membantunya sama sekali.
“Aish..”
Kyuhyun mendengar yeoja pelayan itu meringis karena jarinya tergores dan mengeluarkan darah. Tapi dia tetap tidak banyak bicara, dia terus melakukan kegiatannya.
“Cukup!”
Kyuhyun sudah tidak tahan lagi.

To be continued…

102 thoughts on “Shady Girl Kyuhyun’s Story (Part1)

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s