Cherry Blossom Minwoo’s Story (Oneshot)

Tittle : Cherry Blossom Minwoo’s Story
Length : Oneshot
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Park Minwoo
  • Kang Soo Joon

Support Cast :

  • Jeyoung – Kyuhyun Couple

Ekhem *check sound* Tau gak siiih.. ini adalah FF bagian dari FF Cherry Blossom loh.
#reader : tau, kan liat di judulnya *gak nyante*
#Me : Ok ok.. *angkat tangan

pada tau kan Minwoo yang jadi adeknya Jeyoung? Nah,berhubung dia adalah cast kesayangan author.. so, author bikinin deh cerita khusus Minwoo. coz dia sendiri ngambek ampe ngacak-acak kamar Lee Soo Man cuma buat ngerayu author agar mau bikinin FF khusus dia. *diamuk Sooman

Okelah, daripada banyak ngegaje.. Happy Reading

Warning : typo bertebaran

Cherry Blossom Minwoo's Story by Dha Khanzaki

————–o0o—————

Bete!
Pulang sekolah, lagi-lagi Minwoo tidak kembali ke asrama sekolah dan memilih jalan-jalan di taman favoritnya. Ia masih kepikiran mimpinya semalam. Ia bertemu seorang yeoja bergaun putih dan memegang mawar merah. Tapi Minwoo tidak melihat wajahnya, terhalang silaunya sinar matahari. Bunga-bunga sakura berguguran mengiringi pertemuan ajaib itu. Minwoo jadi gelisah, karena setiap ia bermimpi aneh pasti mimpi itu jadi kenyataan. Termasuk saat ia brmimpi Nunanya, Jeyoung menikah. Itu terjadi beberapa hari kemudian.

Karena itu Minwoo pergi ke taman ini. Banyak pohon sakura di sini. Siapa tahu ia akan bertemu dengan yeoja misterius itu. ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling berharap menemukan seseorang dengan ciri-ciri serupa. Namun yang ia lihat justru hal lain yang membuat senyumnya mengembang sempurna.
“Nuna!” teriak Minwoo girang. Ia melihat Jeyoung di sana bersama Kyuhyun, suaminya. Minwoo berlari menghampiri Je Young.
“Minwoo!!” seru Je Young tak percaya lalu memeluk dongsaengnya itu. Kyuhyun melengos malas. Ia memang tidak terlalu suka pada Minwoo yang menurutnya sangat manja pada istrinya.
“Nuna sedang apa di sini?”
“Kau tidak lihat, kami sedang berkencan” ucap Kyuhyun ketus lebih dulu.
Minwoo memperhatikn Je Young dan Kyuhyun, keduanya memang terlihat sangat rapi. But, whatever, ia tidak peduli. Ia mulai memasang wajah memelas namun aegyeo dan menatap Je Young.
“Nuna, sebenarnya kemarin aku bermimpi aneh lagi tentangmu”
wanita di hadapannya itu mengerjap kaget. “Wae.. Soal apa?!” Je Young sedikit waspada. Mimpi Minwoo sangat berbahaya.
“Nuna akan punya baby” ucap Minwoo polos
“MWO!” seru Je Young hampir berteriak. Mendengarnya Kyuhyun tersenyum.
“Pastilah. Itu tidak akan lama lagi. Iya kan chagi” sambung Kyuhyun sambil merangkul Je Young dan ditanggapi senyum oleh istrinya.

Minwoo merangkul lengah Je Young dan merengek pada Nunanya itu. “Nuna, jangan dulu punya bayi. Aku belum mau di panggil paman. Mana ada paman semanis dan seimut diriku” rengek Minwoo. Kyuhyun buru-buru menjitaknya. Ia sudah tidak bisa menahan tangannya yang sudah gatal itu.
“Ya! Kenapa harus kau yang mengatur?”
“Auch, Hyung!” Minwoo mengerang kesakitan.
“Kyu, jangan pukul Minwoo” protes Je Young. Kyuhyun tidak peduli. Ia malah memalingkan wajahnya ke arah lain.
“Sudahlah, ayo pergi” Kyuhyun menarik Je Young pergi.
“Bye bye Minwoo, oh iya, ini untukmu” sebelum pergi Je Young menyerahkan buket mawar yang dibawanya pada Minwoo.
“Loh, Nuna!” teriak Minwoo. Je Young dan Kyuhyun sudah pergi. Sekarang ia sendirian lagi. kepalanya tertunduk memandang buket mawar di tangannya. Wajahnya merengut.
“Ah, aku tidak butuh ini!” teriak Minwoo sambil melempar bunga itu ke sembarang arah.

Bunga itu melayang ke suatu arah lalu jatuh tepat ke kepala yeoja yang sedang mengayuh sepeda.
“Auch!!”

BRUKK! Yeoja itu jatuh seketika.

Minwoo membalikkan badan secepat kilat mendengar suara benda jatuh dari arah belakangnya. Matanya terbelalak lebar melihat yeoja jatuh dari sepedanya karena bunga yang ia lempar tadi. ia berhambur menghampiri yeoja itu.
“Omo. Mianhae. Naneun gwaenchana?” cecar Minwoo panik sambil membantunya berdiri. Wajah yeoja itu meringis ketika mencoba untuk berdiri. ia merasa sakit di bagian lututnya akibat jatuh tadi.
“Siapa sih orang bodoh yang melemparkan bunga mawar sebesar gajah ini!” umpat yeoja itu geram sambil menepuk-nepuk bajunya yang kotor. Minwoo tersentak karena ia merasa yeoja ini menyinggungnya. Bukan merasa, tapi memang menyinggungnya.
“Anu, bunga itu aku yang lempar” Aku Minwoo polos.
“Ap~” ucapan Yeoja itu terhenti ketika ia menoleh ke samping dan bertemu pandang dengan wajah namja di hadapannya. matanya melebar takjub. Namja ini sangat manis, tampan dan aegyeo!! Tipe namja favoritnya.

“Anu, kau yakin tidak apa-apa?” Minwoo cemas. Sekarang ia bingung karena yeoja aneh ini tertegun menatapnya dengan tubuh kaku. Sedetik kemudian, ia mengerjap. Seperti baru tersadar dari lamunannya. Yeoja ini menggelengkan kepalanya cepat dengan senyum mengembang. Minwoo merasa aneh.
“Ani. Aku baik-baik saja” yeoja ini menjawab dengan pandangan aneh
“Oh. Syukurlah” Minwoo mengambil sepeda yang terkapar di tanah, mengembalikannya ke posisi semula.

Minwoo sama skali tidak sdar kalo yeoja di hadapannya ini tidak lepas memandanginya.
“Siapa namamu?” tanya Minwoo menyadarkan lamunan gadis ini. Ia tersentak saat Minwoo menolehkan pandangan ke arahnya.
“A-aku Kang Soo Joon” jawab Soo Joon gelagapan
“Aku Park Minwoo” jawab Minwoo dengan senyuman aegyo menghiasi bibir manisnya. Tak lupa juga ia memamerkan winx andalannya dan berhasil membuat Soo Joon berdebar tidak jelas.
“Aigoo, manis sekali namja ini” batin Soo Joon
“Senang bertmu denganmu, tapi maaf aku sedang buru-buru” ujar Soo Joon dengan nada super menyesal. Padahal kesempatan emas bisa bertemu dengan namja setampan Minwoo. Soo Joon baru melangkahkan kakinya satu langkah, tiba-tiba saja rasa sakit yang menusuk menjalari sebelah kakinya.
“Akhhhh” erangnya pelan.

Minwoo terkesiap, ia baru sadar kalau lutut Soo Joon terluka dan mengalirkan darah.
“lututmu berdarah. Harus segera di obati! Ayo ke rumahku, jaraknya tidak jauh dari sini” ujar Minwoo. Ia menaiki sepeda Soo Joon.
“Kenapa kau naik sepedaku?” tanya Soo Joon heran
“Aku akan memboncengmu. Kakimu sakit kan? Kau pasti kesulitan mengayuh sepeda. Kajja naik” Minwoo mengendikkan kepalanya ke arah belakangnya menyuruh Soo Joon naik.
Soo Joon entah kenapa tidak dapat menolak. Ia menurut dan duduk di tempat di belakang Minwoo.
“Peluk pinggangku, Soo Joon-ah. Agar kau tidak jatuh” ujar Minwoo
Soo Joon mnolak. ” Tidak usah. Kalau pacarmu melihat lalu salah paham bagaimana”
“Tenang, aku tidak punya pacar kok. Ayo” Minwoo tetap kukuh pada keputusannya.
“Tidak!” tegas Soo Joon sama keras kepalanya. Lagipula mereka baru bertemu. Apa urusannya memeluk pinggang namja tak dikenalnya segala.

Minwoo mengangguk “Terserah. Tapi kalau jatuh jangan salahkan aku, ok” jawab Minwoo. Ia mulai mengayuh, kayuhan pertama yang di sertai ancang-ancang membuat Soo Joon kaget, tubuhnya hampir terjungkal ke belakang.
“Kyaa” Soo Joon memekik pelan dan refleks memeluk pinggang Minwoo agar tidak jatuh.
“Haha, tuh kan. Aku bilang juga apa.” Minwoo tertawa menang. Soo Joon menunduk malu di balik punggungnya. Minwoo memegang tangan Soo Joon yang memeluk pinggangnya dengan sebelah tangan. Soo Joon berdebar lagi. Tangan Minwoo menyentuh tangannya!
“Sekarang pegang yang erat karena aku akan mengebut” ujar Minwoo.
“Apa?!”

Soo Joon memekik lagi karena Minwoo mempercepat laju sepeda mereka. Soo Joon membenamkan kepalanya di punggung Minwoo karena takut. Ah, punggung Minwoo begitu hangat.. Tanpa sadar Soo Joon mempererat pelukannya dan bersandar dengan mata terpejam.

Kali ini Minwoo berdebar-debar. Soo Joon, yeoja yang ia bonceng memeluknya erat dan menyandarkan kepala di punggungnya! Aigoo, adegan ini seperti dalam film-film romantis. Dan bukankah biasanya cinta berawal dari kejadian seperti ini?

Minwoo mendadak sadar, mimpinya.. Soo Joon sekarang memakai baju putih, tadi mereka bertemu juga karena mawar yang ia lempar. OMG, jangan-jangan.. Soo Joon yeoja dalam mimpinya. Mimpinya menjadi kenyataan lagi!

Soo Joon menikmati bersandar dipunggung Minwoo. Ia sampai tidak sadar Minwoo memanggil namanya.
“Soo Joon-ah, kita sudah sampai” ucap Minwoo. Soo Joon membuka mata cepat, ia kaget. Ditambah lagi ia sedang memeluk Minwoo dan tadi bersandar dengan seenaknya di punggung namja aegyo itu.
“Mianhae..” Soo Joon segera turun dengan panik sambil menundukkan kepala berkali-kali.
Minwoo tertawa kecil melihat tingkah Soo Joon.
“Ayo masuk. Anggap saja rumah sndiri” Minwoo berjalan masuk setelah membuka pagar rumahnya. Soo Joon menganga melihat rumah Minwoo. Rumah itu memiliki dua lantai dan bergaya arsitektur khas Belanda. Indahnya.. Ia tak menyangka ternyata Minwoo anak orang kaya.

—o0o—

Dengan ramah Minwoo mempersilakan Soo Joon masuk. Minwoo pergi untuk mencari kotak obat, membiarkan Soo Joon di ruang tamu sendirian. Yeoja itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan Soo Joon dibuat takjub lagi. Di sana ia melihat banyak terpajang figura berukuran besar yang berisi poster film-film terkenal.
“Minwoo-ssi, kenapa di sini banyak poster film?” tanya Soo Joon heran dan penasaran ketika Minwoo kembali dengan kotak obat dan 2 gelas minuman serta camilan.

“Keluargamu fans berat film?” tanya Soo Joon ingin tahu. Minwoo menoleh setelah meletakkan minuman dan makanan itu di atas meja ruang tamu.
“Bukan. Itu poster-poster film buatan Appaku” jawab Minwoo polos tanpa bermaksud sombong sedikitpun.
“Nde!!” Soo Joon terbelalak kaget.
“Iya. Kau tahu Sutradara Park Jung Soo? Dia Appaku”

Soo Joon terperangah. Ia mengangkat tangannya sebelah dengan kening berkerut bercampur histeris. “tunggu, Jika Appamu Park Jung Soo itu artinya Ummamu adalah Kim Heechul? Mantan supermodel Korea yang sekarang sibuk menjadi aktivis lingkungan?”
Minwoo mengangguk, agak takjub juga. “Iya. Kau tahu mereka juga rupanya.”
Soo Joon mengangguk takjub. Sekarang ia tahu alasan kenapa Minwoo tampan dan super aegyeo. Park Jung Soo adalah Sutradara yang karismatik dan ketampanannya menyaingi aktor-aktor dalam filmnya sendiri. Dan Kim Heechul, benar-benar wanita anggun yang sangat cantik dan pintar.

“Sekarang ulurkan kakimu, aku akan beri obat” perintah Minwoo. Soo Joon yang duduk di sampingnya menjulurkan kakinya yang terluka. Minwoo dengan tekun mengobati lutut Soo Joon.
Terbawa suasana, Soo Joon memandangi Minwoo, entah kenapa jantungnya berdegup tidak normal lagi. Oh dear, jangan-jangan ia jatuh cinta pada Minwoo..
“Kau, tidak berniat menjadi artis juga?” tanya Soo Joon, ia sedang berusaha menepis pikiran anehnya dengan mengajak Minwoo berbicara
“Aku tidak berminat. Memang sih ketampanan ku melebihi Appa an ke-aegyo-an ku melebihi Umma, tapi, tidak, terima kasih” jawab Minwoo asal sambil mengangkat bahu.
Soo Joon mendengus. “Aish, ternyata kau sama narsisnya dengan Umma-mu” ujar Soo Joon. Minwoo mewarisi sifat Heechul, yang sangat mmuja kecantikan dan tidak ragu-ragu mengakuinya di depan orang.

“Selesai!” Minwoo tersenyum manis begitu selesai mengobati Soo Joon. Senyum manis Minwoo membuat Soo Joon gugup, ia mengambil gelas minuman dan akan meneguknya. Tapi karena gugup, ia menumpahkannya ke baju dan roknya.
“Aishy, bagaimana ini?!” Soo Joon panik.
“Harus cepat di keringkan” Minwoo berlari mencari handuk. Tak lama ia kembali dengan handuk bersih dan mengulurkannya pada Soo Joon. Gadis itu segera mengusap bagian yang basah namun sialnya, minuman yang tumpah itu meninggalkan bekas noda yang tampak kontras.

“Aku mana bisa pulang dalam keadaan begini” keluh Soo Joon. Bajunya kotor oleh noda minuman yang ditumpahknnya tadi. Apalagi bajunya berwarna putih.
“Pakai milik Nunaku saja. Aku lihat ukuranmu tidak jauh berbeda dengannya”
“Jinjjayo? Tidak apa-apa?” seru Soo Joon senang
“Tenang, Nuna orang yang baik. Dia pasti tidak akan keberatan.”
Minwoo mengajak Soo Joon ke kamar Jeyoung di lantai 2. Berseberangn dengan kamarnya sendiri.
“Nah, kau pilih saja baju yang kau suka” ucap Minwoo sambil membuka kloset lemari
“Benar tidak apa-apa aku memakai baju kakakmu?” Soo Joon masih merasa tidak yakin.

“Sudah kubilang tidak apa-apa! Ayo pilih sana!” Minwoo bergerak keluar kamar Jeyoung, meninggalkan Soo Joon sendiri. Agar dia lebih bebas memilih baju.
Awalnya Soo Joon ragu, tapi keraguannya hilang ketika melihat deretan baju di lemari besar itu.
“Waa.. Bajunya banyak benar, bagus-bagis pula” mulut Soo Joon hampir menganga. Ia cepat memilih baju dengan semangat, berhubung Minwoo sudah mengizinkan.

—o0o—

Minwoo menunggu di ruang tengah sambil meminum cola. Ia menoleh saat mendengar suara langkah kaki mendekatinya. Matanya melebar terpana mlihat Soo Joon memakai salah 1 baju kakaknya.
“Wah, ternyata baju nuna memang muat dipakai olehmu” seru Minwoo takjub, lalu tersenyum manis. “Kau cantik” lanjut Minwoo dengan expresi manis dan menggemaskan.

Lagi-lagi, wajah Minwoo yang aegyo itu membuat Soo Joon malu dan tersipu.
“Gomawo” ujar Soo Joon. “Sekarang aku boleh pulang kan?”
“o.,” Minwoo melongo. “Boleh saja sih. Tapi..” Minwoo melihat ke luar jndela. “Diluar hujan deras” lanjut Minwoo.

Soo Joon baru sadar. “Ah iya! bagaimana ini?! Sekarang juga sudah mau malem!” ia baru sadar ketika melirik ke arah jam dinding waktu sudah menunjuk pukul 06.00. Ia panik dan bergerak tidak jelas.
“Ah, aku juga mau telepon asrama dulu. Malam ini aku tida bisa pulang ke asrama” Minwoo mengeluarkan ponsel. Ia pergi untuk menelpon.

Soo Joon bingung. Ia ingin menelpon keluarganya, tapi ponselnya mati.
“Minwoo-ah, boleh aku pinjam ponselmu?” mohon Soo Joon saat Minwoo kembali.
“Nih” Minwoo menyerahkan ponselnya. Cepat-cepat Soo Joon mengambilnya. Tapi baru akan menelepon mendadak lampu di seluruh rumah itu mati bersamaan terdengar suara petir yang mnggelegar
“KYAA!!” teriak Soo Joon kaget sambil menutup telinganya. Minwoo yang kaget relfeks memeluk Soo Joon. Ini sudah menjadi kebiasaan Minwoo yang sulit dihilangkan. Jika ia terkejut ia pasti akan memeluk siapapun yang ada di sekitarnya.

“Andwae, semua akan baik-baik saja” gumam Minwoo panik. Itu ucapan yang otomatis terucap ketika ia panik. Rasa takut dalam diri Soo Joon hilang begitu saja. ia kembali berdebar-debar dipeluk begitu. Tapi ia lebih cemas ketika Minwoo di dekatnya panik dan terus bergumam tidak jelas. kenapa dia?
“Minwoo-ah, gwaenchana?” tanya Soo Joon. Ia tidak bisa melihat ekspresi Minwoo karena suasana gelap. Tapi ia bisa merasakan dekapan Minwoo begitu erat. Omo, Jantungnya hampir mati!

Nafas Minwoo terasa hangat berhembus di telinganya. Oh my, jantung Soo Joon berdebar tak terkendali. Minwoo juga menyandarkan kepalanya di puncak kepala Soo Joon. Membuatnya sadar bahwa Minwoo lebih tinggi darinya.

“Minwoo-ah, kau takut gelap?” tanya Soo Joon halus, sebenarnya dalam hati ia yang ketakutan.
“Mianhae, aku sejak kecil tidak suka gelap. Tapi jika kau keberatan aku peluk begini, aku akan melepaskannya.” jawab Minwoo. Eh, jangan! Teriak Soo Joon dalam hati. Ia merasa nyaman di peluk begini.
“Ani. Tidak apa-apa. Peluk saja kalau ini membuatmu tenang” ucap Soo Joon sambil menepuk-nepuk tangan Minwoo yang memeluknya.
“Mian, biasanya aku memeluk Nuna. Tapi Nuna sekarang sudah menikah dan Hyung tidak mengizinkanku seenaknya memeluk Nuna lagi” Minwoo malah jadi curhat *ga papa, sekali2*
“B-Begitu” jawab Soo Joon gugup. “Minwoo-ah..” Soo Joon menoleh ke arah wajah Minwoo berada. Bersamaan dengan itu lampu kembali menyala.

“MWO!” Minwoo dan Soo Joon sama-sama terkejut karena wajah mereka berada dalam jarak yang sangat dekat.
“Kyaa!!” Soo Joon panik dan tanpa sadar mendorong Wajah Minwoo hingga tubuhnya terjungkal jatuh ke belakang.
“AWW!” Minwoo mengerang kesakitan. Soo Joon baru sadar bahwa yang dilakukannya tadi salah. Secepat mungkin ia meminta maaf sambil membantu Minwoo berdiri.
“Mianhae, aku syok tadi” sekali lagi Soo Joon meminta maaf.
“Tidak apa-apa. Aku juga kaget. Untung kau mendorongku lebih dulu. Jika tidak, maka aku yang akan mendorongmu. Hehehe” Minwoo nyengir kuda, tapi tidak menghilangkan ke-aegyeo-annya.
“Ah, ya..” Soo Joon menghela napas lega. Ia melirik ke jam dinding. Wah, sudah malam!!
“Aish, bagaimana ini! Sudah malam” Soo Joon panik
“Menginap saja di sini” tawar Minwoo polos
“Mwo?! Tapi, tapi”
“Tenang, aku kan namja yang masih polos dan lugu. Aku tidak akan melakukan apapun padamu” aku Minwoo jujur.

Soo Joon mendengus dalam hati. mana ada namja yang benar-benar polos dan lugu mengakui dirinya polos dan lugu. Tapi ia tidak melihat ada aura jahat dalam diri Minwoo. Namja ini memang terlihat polos.
“Baik. Aku akan menginap” Soo Joon memutuskan untuk menginap. Toh malam sudah larut dan hujan juga sangat deras.
“Yes! Aku ada teman menginap malam ini!” seru Minwoo girang.

—o0o—

Keesokan harinya, Minwoo mengantar Soo Joon ke rumahnya.
“Rumahmu seberapa jauh lagi?” tanya Minwoo sambil membonceng Soo Joon di sepeda. Ia menoleh sedikit ke arah belakang di mana Soo Joon berada.
“Ah, masih jauh” jawab Soo Joon bohong. Padahal ia hanya ingin bersama dengan Minwoo lebih lama lagi. ia tidak mau menerima kenyataan bahwa mereka akan berpisah dengan cepat. Minwoo yang polos percaya saja.
“STOP!” seru Soo Joon membuat Minwoo menghentikan laju sepeda.
“Waeyo?” Minwoo heran sambil menoleh ke arah yeoja di belakangnya. mereka berhenti di pintu masuk sebuah taman.

“Lihat, pemandangan di sini indah sekali!” ujar Soo Joon berlari-lari kecil di taman yang penuh dengan ladang bunga. Minwoo tersenyum melihat wajah gembira Soo Joon. Tapi ia heran, perasaan gembira apa ini? Aneh sekali. Ia tidak mengerti dengan apa yang sedang berkecamuk dalam dirinya saat ini. Ia merasa senang dan sedih. Kepalanya menoleh ke arah Soo Joon, dan seketika ia menyadari sesuatu. Lantas ia menggiring sepedanya menghampiri Soo Joon, lalu menyandarkan sepeda itu pada sebuah pohon.

Minwoo mendekati Soo Joon yang sedang mengendus bunga daisy.
“Bunga yang cantik ya?” ujar Minwoo. Soo Joon menoleh lalu tersenyum
“Iya. Baunya juga wangi” serunya.

Deg~

perasaan aneh itu hinggap lagi. Minwoo memetik salah satu bunga daisy itu dan menyisipkannya di telinga Soo Joon.

Deg~

jantung Soo Joon berdebar tidak jelas lagi.
“Bunga ini memang cantik, tapi tidak secantik dirimu” ucap Minwoo sambil tersenyum super aegyo. Muka Soo Joon langsung memerah.
“Kau ini, pintar sekali merayu” ujar Soo Joon sambil memalingkan wajah. Minwoo mengerjap.
“Kau tahu kan, aku ini namja yang polos dan jujur. Aku mengatakan semua yang kupikirkan. Tidak bermaksud merayu apalagi berbohong” aku Minwoo
“Dan sepertinya ada hal gawat etrjadi padaku” lanjutnya sambil garuk-garuk kepala.
“Apa?” Soo Joon cemas. Hal gawat apa?

“Anu, itu, sepertinya aku.. Jatuh cinta padamu”

Soo Joon terpaku mendengar ucapan Minwoo. Jantungnya berdebar tak terkendali. Letupan-letupan rasa gembira dan haru pun menyerbu benaknya secara bersamaan. Omo, sepertinya dia juga merasakan hal sama.
“Tapi, jika kau keberatan. Tolak aku saja. Tidak apa-apa” ujar Minwoo.
Soo Joon tersenyum “Aku tidak kberatan. Dan aku juga tidak akan menolakmu. Karena sepertinya aku juga jatuh cinta padamu” ucapnya malu-malu. Minwoo berseru girang. Ia terkejut, senang, dan tidak percaya. Ia kemudian memegang kedua tangan Soo Joon.
“Kalau begitu mulai sekarang kita pacaran?”
Soo Joon mengangguk pelan, dengan wajah memerah. Minwoo tersenyum manis. Soo Joon mendekat kemudian mencium pipi Minwoo sekilas. Bukannya senang Minwoo justru merengut dengan bibir mengerucut.
“Jika sudah pacaran ciumnya bukan di sini, tapi di sini~” Minwoo dengan polosnya mengecup bibir Soo Joon dan membuat gadis itu terpaku. Minwoo tersenyum usil kemudian. Ia segera berlari meninggalkan Soo Joon yang berdiri kaku.
“Nuna, aku sudah dewasa!” teriaknya gembira. Ia ingin memberitahukannya pada seluruh dunia. Dan kisah Cinta dimulai.

End

Sekian ceritanya… dan Kamsahamnida buat yang udah meluangkan waktunya buat baca FF aku yang gaje bin aneh ini… hehehe

Jeongmal Gomawo,
Shin Je Young, Author…

55 thoughts on “Cherry Blossom Minwoo’s Story (Oneshot)

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s