After Wedding Story // The Trouble Begin..!! // Part 5

Tittle : After Wedding Story [The Trouble Begin..!!] Part 5
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance-Comedy, Married Life

Main Cast :

  • Shin Nara a.k.a Aira
  • Cho Kyuhyun Super Junior

Warning : typo bertebaran.

mumpung lagi ada waktu jadi author posting lagi FF ini ^^ semoga reader-deul gak bosen yah.

happy reading ^^

After Wedding Story - The Trouble Begin By DhaKhanzaki

—-o0o—–

Part 5

Author POV

Aira tidak mau menunggu Kyuhyun lagi. Ia ingin pulang. Setelah mendengar berita konyol itu, Ia serasa dipermainkan.
“Hei!” Aira kaget. Mendadak ada tangan yang menariknya masuk ke dalam sebuah mobil ketika ia berjalan menuju pintu gerbang gedung itu. Ia hampir menjerit namun diurungkannya setelah tahu siapa pelakunya.
“Kau” Aira menggeram dan hasratnya untuk memukul Kyuhyun semakin kuat.
“Sudah kubilang, panggil aku Oppa” Kyuhyun tidak mempedulikan raut wajah Aira yang marah karena sibuk menyetir.
“Shireo!”Aira menggembungkan pipinya kesal. Kyuhyun mencubit pipi Aira yang menggemaskan itu dan sebelah tangannya tetap memegang stir.
“Lepas! Setir mobil ini dengan benar! Setelah aku ambil laptopku, jangan hubungi aku lagi!!” Aira tidak mau melihat Kyuhyun. Ia memandang ke arah luar jendela. Situasi kaku ini benar-benar membuat namja itu jengkel.
“Ya! Lihat kemari Ai-chan, kau ini kenapa?” Kyuhyun jadi tidak berkonsentrasi menyetir.
“Hoi, lihat ke depan!” teriak Aira panik karna mobil yang dikendalikan Kyuhyun mulai mengarah ke sisi jalan. Aira segera meraih stir dan membelokkannya. Namun gagal, mobil terlanjur menabrak tiang listrik.

Brakk..

Kyuhyun memekik dan Aira menjerit kencang. Sesaat suasana hening. Kyuhyun mengangkat kepalanya yang pening karena terbentur stir mobil. Untung ia memakai sabuk pengaman.
“Auw..” Aira memegang kepalanya yang terbentur dasbor mobil.
“Gwaenchana, Ai-chan!” Kyuhyun yang panik segera melepas sabuk pengaman, keluar dari mobil dan memapah Aira keluar dari mobil. Aira meski masih merasa pusing segera mendorong Kyuhyun.
“Dasar pabo! Kau ini bisa menyetir tidak sih!” umpatnya kesal. Berkat kecerobohan Kyuhyun itu, sekarang kepalanya terasa diputar-putar cepat.
“Ya! Kau pikir ini gara-gara siapa? Kau yang menyebabkan kecelakaan ini!” Kyuhyun malah menuding Aira.
“Mwo?” Aira terperangah kaget. Kyuhyun berdecak kesal lalu beralih melihat keadaan mobilnya. Sial, bagian lampu depan pecah dan sedikit rusak karena menabrak tiang.
“Lihat! Mobilku rusak Ai-chan!” gerutunya.
“lalu, kita pulang bagaimana? Jalanan ini sepi” Aira tidak melihat mobil lain yang lewat di jalan itu.
Kyuhyun mengeluarkan ponsel lalu menelepon bengkel dan managernya. Setelah selesai, ia kembali mendekati Aira yang duduk di rumput di sisi jalan itu.
“Kepalamu, tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun cemas melihat Aira terus memegangi pelipisnya.

Aira tidak menjawab dan sibuk memijat halus pelipisnya. Kepalanya terasa sakit dan berdenyut-denyut. Sekelebat bayangan-bayangan aneh melintas. Gambaran apa itu? bersamaan dengan itu pula gelombang nyeri menyerang otaknya. Ia mengerang tertahan.
“Ai-chan, kau kenapa!” Kyuhyun panik. Aira terlihat menderita. Sebelah tangannya mencengkram baju Kyuhyun untuk mengalihkan rasa sakit di kepalanya.
“Apa kita harus ke rumah sakit?” Kyuhyun segera meraih ponsel. Tapi Aira menahan tangan Kyuhyun.
“Jangan. Aku benci rumah sakit!” ucap Aira dengan napas terengah. Wajahnya mulai basah oleh keringat.
“Tapi, Ai, kau..” Kyuhyun tidak tega melihat Aira menahan sakitnya.
“JANGAN!” Aira membentak. Kyuhyun memilih mengalah saja. Percuma saja mengajak Aira berdebat di saat seperti ini.
“Baiklah.. Sekarang ayo bangun. Kita pulang” Kyuhyun dengan lembut membantu Aira bangun. Ia mengambil tas Aira. Lalu Kyuhyun memakaikan sweternya ke tubuh Aira yang tidak bisa menolak. Sakit di kepalanya pun berangsur menghilang.
“Aku tidak apa-apa. Jangan perlakukan aku seperti orang sakit” ucap Aira. Kyuhyun tidak mendengarkan. Sekarang ia merapikan rambut dan sweter Aira.
“Diam! Aku tidak mau dengar omelanmu. Kita jalan sebentar ke jalan raya, setelah itu kita cari taksi di sana. Kau masih bisa jalan kan? Atau ingin kugendong?” tanya Kyuhyun cemas.
Aish, dia sudah berlebihan! Batin Aira.
Aira menjauh dari Kyuhyun lalu bergerak-gerak melakukan beberapa gerakan pemanasan. “Lihat, aku baik-baik saja, bukan? Kajja” ia jalan lebih dulu.
“Dia benar-benar yeoja ajaib. Tadi saja kesakitan sekarang lincah begitu” Kyuhyun menghembuskan nafas berat. Setelah memakai alat penyamaran, dia pergi menyusul Aira. Tadi dia sudah menelepon bengkel dan akan ada yang menderek mobilnya ke bengkel. Jadi dia tidak cemas.

“Kau tidak cemas dikenali orang?” Aira memperhatikan Kyuhyun yang berjalan di sampingnya dengan topi, kacamata, dan mantel panjang yang dipakainya. Ekspresinya tidak menunjukkan raut khawatir. Kyuhyun mengendikkan bahu ringan.
“Tidak. Atau, kau ingin mengubahku lagi dengan tangan ajaibmu itu?”
“Mwo? Maksudmu?”
“Yah, dulu kau pernah mendandaniku sampai orang-orang tidak ada yang mengenaliku. Tentu saja sekarang kau tidak ingat”
Lagi-lagi cerita aneh yang entah kenapa terdengar tidak asing. Terlalu banyak yang berputar di otaknya sehingga ia tidak tahu mana yang sungguhan dan mana yang hanya hayalannya semata. Namun, Aira merasa aneh. Bersama dengan Kyuhyun seperti ini begitu membuatnya bahagia. Apa benar dia menikah dengan Kyuhyun?

Tes, Tes

Kyuhyun maupun Aira mengerjap kaget merasakan tetesan air jatuh membasahi tubuh mereka. Hujan perlahan turun dan semakin deras. Baik Kyuhyun maupun Aira panik dan berlari untuk berteduh. Untung mereka sudah sampai ke jalan raya. Segera saja mereka menyetop taksi walau hujan tetap membuat tubuh mereka basah kuyup.
“Akhirnya” ucap Kyuhyun lega.
“Tapi aku basah kuyup” Aira mengusap rambutnya yang basah dan meneteskan air hujan.
“Tenang saja, Kau tetap cantik.” ujar Kyuhyun. Mendengar kalimat itu tak ayal dengusan pun keluar dari bibir gadis di sampingnya. Dasar perayu ulung! Cibir Aira pelan.
Kyuhyun mengusap pipi Aira yang dingin. “Kau kedinginan chagi?”

Terasa sengatan listrik menyerang saraf kulit wajahnya saat tangan Kyuhyun menyentuhnya. Ia tersentak kaget lalu menurunkan tangan Kyuhyun dari wajahnya.
“Aku tidak kedinginan! Bukankah aku memakai swetermu” elaknya bohong. Padahal memang ia kedinginan. Buktinya saja suaranya mulai bergetar.
“Pembohong” Kyuhyun tersenyum evil sambil menyipitkan mata. Ia meraih tangan Aira.
“Lihat, tanganmu dingin. Sini mendekat denganku” Kyuhyun menarik tubuh Aira ke dekatnya, lalu memeluknya dari samping. Sebenarnya Aira merasa risih, namun entah kenapa ini membuatnya sangat nyaman.
“Aigoo, lepas, nanti bajumu basah” Aira agak memberontak namun Kyuhyun malah menyandarkan kepalanya ke bahu Aira.
“Ya!” Aira protes. Namja ini selalu seenaknya.
“Sebentar saja seperti ini. Aku lelah dan ingin tidur” Kyuhyun memejamkan matanya. Kedua tangannya memeluk pinggang Aira dari samping.
“Dasar egois!” rutuk Aira yang tak bisa mengelak dari ulah Kyuhyun. Ini juga aneh. Sekarang, dalam perjalanan menuju rumah Kyuhyun, dia menghabiskannya dengan merenung. Ia berkali-kali menguras otaknya untuk mengingat memori yang dilupakannya. Tapi otaknya selalu sakit.
Aira menoleh ke arah Kyuhyun yang tertidur di pundaknya. Wajahnya basah. Pelan-pelan Aira mengambil saputangan dari dalam tasnya, lalu mengelap wajah Kyuhyun. Rasanya nyaman. Aneh.
“Ai-chan.. Nan bogoshipo..” Kyuhyun mengigau. Tubuh Aira bergetar karena igauannya.
“Aku.. Aku..” Aira ingin menjawabnya. Perasaan aneh menelisik hatinya.
“Nona, sudah sampai” ucapan supir membuyarkan Aira. Ia mengerjap dan menengok ke luar jendela. Oh, jadi ini rumahnya. Batinnya tanpa sadar begitu melihat bangunan kokoh dua lantai di depannya.
“Ya. Bangun,.” Aira susah payah membangunkan Kyuhyun. Karena tidak kunjung bangun, Aira mendorongnya kuat-kuat hingga membentur pintu taksi. Hentakan tiba-tiba itu membuat Kyuhyun tersentak sadar.
“Appo..” Kyuhyun tersadar seketika. Aira keluar lebih dulu.

Hal pertama yg di dapat Aira ketika melihat rumah di depannya adalah ‘deja vu’. Ia mengenal rumah ini, tapi ia tidak ingat.
“Ayo masuk” Kyuhyun menarik tangan Aira memasuki rumah dan ia tidak mengelak. Perasaan itu semakin menguat ketika ia menapaki bagian dalam rumah. Kyuhyun memberikan sandal rumah pada Aira yang tampak kebingungan.
“Wae? Kau juga tidak ingat rumah ini?”
“Ah, bukan begitu” Aira menggeleng gugup. Matanya berkeliling ke seluruh ruangan dan terhenti di sebuah foto besar di ruang tamu. Foto prewedding mereka.
“Omo.. Foto itu” Aira mendekat agar bisa melihat lebih jelas.
“Iya. Itu foto pernikahan kita” Kyuhyun berdiri di samping Aira. Sudut bibirnya membentuk seulas senyum dan matanya terus memandangi foto itu. Aira tidak menjawab, masih menatapi foto di hadapannya.
“Sekarang percaya, kan, kalau kita sudah menikah” lanjut Kyuhyun dengan suara lembut. Ia meneliti setiap inchi wajah istrinya untuk mengetahui reaksinya.

Aira ingin membantah karena ia masih tidak ingat. Tapi bagaimana bisa menjelaskan foto ini. Di foto ini, ia tersenyum bahagia dan di rengkuh mesra oleh Kyuhyun. Apa artinya ini?
Aira menunduk. Mendadak saja, sekelebat rasa sakit menyerang hatinya. “Apa yang sudah kau lakukan padaku?” Pertanyaan Aira membuat Kyuhyun tersentak.
“Maksudmu?”
Aira kini menatap Kyuhyun serius. “Kesalahan apa yang kau lakukan padaku sampai bawah sadarku memutuskan untuk melupakan semua memori tentangmu?”
Kyuhyun membeku seketika. Pertanyaan Aira memukul hatinya dengan telak.
“Hatiku pasti sangat sakit sampai-sampai aku melupakanmu” tatapan Aira semakin kuat. Dan itu membuat Kyuhyun dilanda dilema dan rasa bersalah.
“Ah, dilihat dari reaksimu sepertinya iya” Aira mengangguk pelan menyimpulkan aksi diam Kyuhyun.

“Ai-chan, soal itu..” ucapan Kyuhyun terpotong
“Ah, apa ini karena gosip kedekatanmu dan Seohyun?”
Kyuhyun menggeleng cepat “Bukan. Kita tidak bertengkar karena itu” tegasnya.
“Geurae, lagipula bukan urusanku” Aira masuk lebih dalam. Kyuhyun mengejar Aira. Yeoja itu pasti salah paham, Kyuhyun tidak mau itu terjadi.
“Sekarang mana laptopku? Ah, itu dia” Aira menemukan laptopnya di atas meja. Ia sudah sangat rindu dengan laptopnya. Ia segera meraih dan mendekapnya.
“I miss you darling..” seru Aira. Kyuhyun menelan ludah dan menatap laptop itu iri.
“Kenapa aku bisa kalah dengan laptop?” gumam Kyuhyun dongkol. Waktu itu ia kalah oleh boneka Mickey Mouse dan sekarang oleh laptop?

Saat melihat ke sekitar, Aira tersadar. Meja di hadapannya berserakan kertas dan buku sketsa. Bukan hanya meja itu, setelah diamati ternyata rumah itu juga agak berantakan dan berdebu. Kepalanya berputar cepat ke arah Kyuhyun.
“Kau tidak pernah membereskan rumah?” tanya Aira pada Kyuhyun dan dijawab dengan gelengan kepala.
“Selama kau di rumah sakit aku tidak pernah kemari”
Aira terdiam mendengarnya. Kyuhyun menatapnya lurus-lurus. “Kau tahu kan Ai-chan, aku tidak bisa tidur tenang jika kau tidak ada” lanjutnya.

Aira berdebar. Perasaan berdebar yang asing kembali menyerbunya. Ada apa ini? Ia segera menepis perasaannya sebelum pikirannya berkembang jauh.
“Ya sudah. Akan kubereskan. Setelah ini aku pergi” Aira meletakkan tas dan laptopnya di atas sofa.
“Sebaiknya kau ganti baju dulu” usul Kyuhyun.
“Ganti baju? Aku tidak bawa baju ganti”
Kyuhyun tertawa. “Bajumu ada di sini semua Ai-chan, kau lupa?”
Ah, Aira baru ingat. Jika ini memang rumah mereka tentu bajunya ada di sini semua.
“Benar juga”
Kyuhyun tertawa senang. Tiba-tiba dia bersin sangat kencang. Aira sampai harus mundur satu langkah.
“Aish, menyebalkan” keluh Kyuhyun sambil mengusap hidungnya. Aira mengerjap melihat sesuatu mengalir di hidung Kyuhyun.
“Anu, itu” Aira ragu menyebutkannya. Ia segera mengambil tissue dari dalam tasnya dan mengelap sesuatu itu.
“Gomawo” Kyuhyun terharu menerima perhatian Aira. Ekspresi Angel Kyuhyun membuat Aira gugup. Ia mendorong wajah Kyuhyun tanpa sadar. Namja itu terkesiap kaget.
“Ya!!!!” geramnya.
“Ka-kau dulu saja yang mandi. Aku bereskan dulu kekacauan ini” Aira mengalihkan perhatiannya dan mendorong Kyuhyun pergi. namja itu mendengus sebal lalu pergi.

“Lama-lama aku bisa gila karena dia” gerutu Aira sambil membereskan kertas-kertas yang berserakan di atas meja. Aira tanpa sengaja melihat buku sketsa yang terbuka. Matanya melebar takjub.
“Ini, sketsa disain buatanku” serunya tak percaya. Aira bisa mengenalinya karena di sudut kanan bawah setiap sketsanya pasti ada tandatangan, tanggal, dan jam pembuatannya. Hal ini semakin menegaskan bahwa ia memang menempati rumah ini. Ia tersentak dan kertas-kertas yang dipegangnya terjatuh dilantai.

Bayangan-bayangan aneh itu kembali berkelebat lagi. Apa itu sebenarnya? Samar-samar tampak gambaran dirinya tengah tertawa bersama Kyuhyun.
“Akh..” sakit yang teramat sangat di kepalanya timbul kembali. Aira sampai harus berpegangan ke pinggiran meja karena tak kuasa menahan rasa sakit itu.
“Mama, Ayah.. Apa yang terjadi padaku” rintihnya sambil memegangi kepala.

—-o0o—-

Kyuhyun baru selesai mandi. Ia mencari Aira di ruang tengah ternyata tidak ada. Kemana perginya gadis itu!!
“Ai-chan!” Kyuhyun panik seketika. Ia takut Aira pulang begitu saja selagi ia mandi. Ruangan itu juga sudah rapi. Kemungkinan itu bisa saja.
“Ai-chan..” Kyuhyun berteriak sambil mencari ke sekitar rumah. Dan betapa leganya ketika ia menemukan Aira di dapur, sedang mengacak-acak isi lemari es.
“Kau sedang apa Ai-chan?” kening Kyuhyun berkerut. Ia mendekati Aira.
“Mencari makanan. Aku lapar” jawabnya dengan kepala masuk ke lemari es. Kyuhyun segera menariknya.
“Jangan lama-lama di situ. Nanti kau sakit, kalau lapar kita pesan makanan saja. Oke”
Aira mengangguk saja. Ia jadi penurut kalau sedang lapar.
“Sekarang cepat mandi! Nanti kau masuk angin” Kyuhyun mendorong Aira pergi.

Seusai mandi, Aira menatapi kamar tidur tempat dirinya berada sekarang. Lagi-lagi ia merasa sangat kenal dengan suasana ini. Letak tempat tidurnya, meja rias, lemari, semuanya.
“Ternyata aku memang tinggal di sini” gumam Aira ketika membuka salah satu pintu lemari dan ia menemukan seluruh bajunya di sana.

“Makanannya sudah datang?” tanya Aira pada Kyuhyun yang sedang asyik bermain game di ruang tengah.
“Belum..” Kyuhyun menoleh sebentar ke arah Aira. Ia tertegun, Aira memakai hotpants dan baju atasan longgar bergambar Mickey Mouse.
“Yeppeo..” gumamnya tanpa sadar dan ia lupa kalau ia sedang main game. Dan ia tersentak ketika terdengar bunyi nyaring dari Tv tanda game over.
“Yaa!! Aish!!” Kyuhyun menggerutu sambil mengacak-acak rambutnya.
Aira cekikikan. “Rasain. Emang enak” ejeknya dalam Bahasa Indonesia.
“Mwo? Apa kau bilang? Kau mengejekku kan! Meski aku tidak paham tapi aku yakin kau menghinaku!” sungut Kyuhyun yakin.

“Tidak” elak Aira sambil duduk di sofa. Kyuhyun berdiri, ia bertolak pinggang di hadapan Aira.
“Bohong! Mengaku atau aku cium sekarang juga!” ancamnya seraya mendekat dengan tatapan seduktif.

Mulai lagi. Aira selalu merinding jika ditatap seperti itu olehnya. “Ya! Kenapa kau selalu bertindak mesum padaku! Pergi jauh-jauh sana!” Aira mendorong Kyuhyun yang jarak dengannya semakin dekat. Kyuhyun memegang tangan Aira yang terulur, akibatnya tanpa sengaja*sebenernya sengaja banget*dirinya tertarik jatuh hampir menimpa Aira.
“Kyaa..” pekikan keluar dari mulut Aira. Jantungnya hampir saja copot. Untung Kyuhyun segera menahan tubuhnya dengan kedua tangannya, sehingga tubuhnya tidak menindih Aira.
“Hihi, nyaris saja” Kyuhyun cengengesan. Jarak di antara mereka hanya beberapa senti saja.
“Ya! Minggir!” Aira mencoba mendorong Kyuhyun lagi. Ia tidak bisa kabur. Ia terpojok di sofa dengan tangan Kyuhyun ada di kedua sisi kepalanya.
“Ani. Kau harus mengaku dulu. Kau mengejek permainan game-ku kan?” tanyanya dalam jarak yang sangat dekat. Yeoja itu tidak menjawab karena terlalu gugup.
“Sok tahu. Kau saja yang payah, bahkan aku saja pernah mengalahkanmu” celetuk Aira.

Kyuhyun mengerjapkan mata, kaget. Ia menjauhkan dirinya sedikit.
“Ingatanmu sudah pulih?” tanya Kyuhyun antusias. Senyumnya merekah.
Aira juga bingung kenapa bisa bicara seperti itu. “Molla, tadi terucap begitu saja” ia melamun sejenak. Mereka tetap di posisi yang sama. Aira tersadar. Ia secepat mungkin mendorong Kyuhyun lagi, tapi apalah daya, ia lapar dan tenaganya berkurang seperempatnya.
“Percuma Ai-chan” Kyuhyun tersenyum evil. Oh, tidak, jangan senyuman itu! Aira bisa tidak berdaya karenanya.
“Bagaimana jika kuingatkan dengan cara spesial?” usulnya.
“Mwo? Shireo!” Aira merasa dirinya terancam. Kyuhyun pasti ingin berbuat yang tidak-tidak padanya.
Tapi Kyuhyun tidak mempedulikannya. Ia justru semakin mendekatkan wajahnya dan Aira menutup matanya rapat-rapat, ia pasrah. Antara ingin dan tidak ingin..

Ting tong!

Bunyi bel membuat kegiatan mereka terhenti. Aira lega luar biasa sementara Kyuhyun mengumpat jengkel.
“Siapa yang datang!” Bel itu benar-benar mengganggu acaranya. Padahal tadi nyaris saja.
“Pesanan makanannya pasti datang!” seru Aira. Dengan satu hentakan cepat Aira mendorong Kyuhyun hingga dia terjungkal jatuh dari sofa dan kepalanya terantuk pinggiran meja.
“Aw! YA! Yeoja barbar!” teriak Kyuhyun yang tidak didengar Aira karena dia sudah berlari untuk membuka pintu.
“Aishy, jika terus begini bisa-bisa aku yang gegar otak” keluhnya sambil mengusap bagian belakang kepalanya.

“Benar kan, makanannya datang!” wajah Aira berseri-seri. Di tangannya ada 2 kantong makanan. Entah apa saja isinya. Kyuhyun bersedekap di tempatnya dengan mulut dikerucutkan. Dia merajuk.
“Tidak mau makan? Ya sudah” Aira duduk di atas karpet, meletakkan makanan itu di atas meja di depan Kyuhyun. Ia tidak peduli, mau marah atau apapun itu hak Kyuhyun.
“Wah, kelihatannya enak!” seru Aira melihat sekeranjang penuh ayam goreng, 2 kotak pizza, dan beberapa makanan lainnya.

Kyuhyun menelan ludah ketika Aira makan dengan lahap dan melupakannya.
“Ya! Kenapa aku diacuhkan begini? Aku sedang marah! Kau sadar tidak sih?” protesnya. Aira mengangkat bahu sambil tetap melahap sepotong pizza.
“Terserah, mau marah atau tidak. Aku hanya ingin makan”
Akhirnya Kyuhyun menghentikan tingkah konyolnya. Ia menyendokkan spagetti ke dalam mulutnya hingga penuh. Ia juga mengunyahnya dengan jengkel.
“Kau senang kan? Karena makanan yang kupesan tidak membuatmu harus menggunakan sumpit?”
Gerakan makan Aira terhenti karena ucapan Kyuhyun barusan.
“Kau tahu aku tidak bisa makan pakai sumpit?”
“Tentu saja. Aku SUAMIMU!” tegas Kyuhyun dengan menekankan intonasi di akhir kalimatnya. Setelah itu ia kembali menyuapkan spagetti ke mulutnya.

Aira benar-benar menghentikan kegiatan makannya. Kini perhatiannya teralih pada namja di hadapannya.
“Apa lagi yang kau ketahui tentangku?” tatapan Aira melembut. Kyuhyun balas memandang Aira, tepat ke arah matanya.
“Semuanya”
Aira menangkap ketegasan saat Kyuhyun mengatakannya.
“Kau tahu aku phobia kodok?”
“Tentu”
“Kau tahu aku benci high heels?”
Kyuhyun mengangguk.
“Kau tahu aku suka menyanyi dan bermain gitar?”
ia mengangguk lagi. Hal itu membuat Aira semakin heran.

“Lihat, aku tahu semuanya. Kau yang tidak bisa minum atau makan yang rasanya asam, suka hobi-hobi aneh, pecinta Justin Bieber, sampai-sampai kau seperti orang kerasukan saat menonton konsernya”
“Tunggu, kapan aku menonton konser JB?” Aira kaget untuk yang ini.
“Saat kita bulan madu. Kita juga bertemu dengan saudaramu di LA. Yah, dengan Mr. George Moriarty dan sepupumu, Sonia Johnson”
Aira mengerjapkan mata. “Kau bahkan tahu mereka?”

Kyuhyun melirik ke layar Tv. “Dan game itu, kau yang memberikannya padaku” Kyuhyun tersenyum tipis saat mengingatnya. Bagaimana perjuangan Aira untuk mendapatkan game itu.

“Ternyata, kita sudah melewatkan banyak moment bersama” lirih Kyuhyun. “Dan aku tidak marah meski kau tidak bisa mengingatnya. Ini bukan kesalahanmu”

Aira merenung. Ia merasa bersalah. Dan sekarang, dalam dirinya mulai timbul keinginan untuk mengingat semua hal yang dilupakannya.
“Apa kau juga tahu aku pernah punya kakak perempuan?” tanya Aira ragu.
“Tidak” Kyuhyun menggeleng, ia tercengang. Aira punya kakak perempuan? Tapi kenapa ia tidak pernah bertemu dengannya?
“Apa kau tahu juga kenapa aku benci pada high heels?”
Kyuhyun menggeleng lagi. Ia memang tidak pernah menanyakannya.
Aira mengangguk. “Yah, sebaiknya jangan tahu. Karena itu pengalaman menyakitkan”

Kyuhyun jadi penasaran melihat ekspresi Aira. Namun ia tidak mau bertanya. Karena Aira tampak sedih, terluka, tersiksa, dan merasa bersalah.
“Aku tidak akan memaksamu bercerita” Kyuhyun mengusap tangan Aira untuk menenangkannya. Melihat tangan polos Aira rasa penasaran Kyuhyun muncul kembali.
“Tapi ada satu hal yang membuatku penasaran”
“Apa?”
“Cincin kawin kita, kenapa kau tidak memakainya? Dan cincin pemberianku ketika melamarmu dulu?”

Aira mengerjap menatapi jari-jari tangannya yang kosong. Bahkan dirinya pun heran, kemana cincin itu?
“Molla. Mungkin jatuh ketika di rumah sakit. Entahlah. Aku sudah tidak memakainya ketika siuman”
“Lalu apa yang membuatmu siuman?” tanya Kyuhyun lagi.

Pikiran Aira melayang ke mimpi yang dialaminya saat ia tak sadarkan diri di rumah sakit. Ia terdiam beberapa saat. Dan itu membuat Kyuhyun heran sekaligus penasaran.
“Aku memimpikan kakakku” gumam Aira dengan pandangan menerawang.
“Kakakmu?” Kyuhyun tak mampu berkata apa-apa lagi selain rasa penasaran ingin mendengar cerita Aira selanjutnya. Gadis itu duduk diam dengan pandangan kosong. Mulutnya kembali terbuka untuk bercerita.
“Dalam mimpi, kakak menghampiriku. Ia secantik seperti yang kuingat. Gaun putihnya pun indah. Dia mengajakku pergi naik perahu untuk menyeberangi danau yang indah. Dan tepat ketika akan naik, aku mendengar suara seseorang memanggilku. Entah siapa itu” kenang Aira. Pandangannya masih menerawang.
“Lalu apa selanjutnya?”
Ia mengendikkan bahu. “Aku terbangun”

Kyuhyun teringat. Bukankah ia juga bermimpi Aira pergi meninggalkannya tepat di hari Aira siuman?

“Memang kemana kakak perempuanmu? Aku tidak pernah bertemu dengannya” Kyuhyun heran. Senyum miris tersungging di bibir Aira.
“Tentu saja tidak pernah. Kakakku sudah meninggal”

Kyuhyun terkesiap kaget. “Ai-chan, mianhae” Kyuhyun merasa bersalah telah bertanya.
“Gwaenchana” ia diam sejenak, melamun kembali. “Mungkin jika saat itu aku ikut kakakku, aku pasti sudah meninggal dunia sekarang” gumamnya. Kyuhyun menggelengkan kepala cepat.
“Andwae! Kau tidak boleh mati!” Teriakan Kyuhyun menyadarkan Aira.
“Makanya aku bersyukur tidak ikut!” Aira jadi nyolot juga.

Sedetik kemudian ia menunduk, lalu memandang Kyuhyun dengan muka sendu tapi serius.
“Karena itu, bantu aku untuk mengingatnya lagi. Semua kenangan yang kulupakan, bantu aku untuk mengembalikannya” mohon Aira.
Entah Kyuhyun harus senang, terharu, atau malah menangis, ia mengangguk cepat.
“Dengan senang hati, yeobo” Kyuhyun menyentuh pipi Aira. “Apa yang harus kulakukan? Tepatnya, bagaimana caranya?’ Kyuhyun lalu mengelus pipi Aira lembut. Gadis itu diam sejenak lalu menatap Kyuhyun serius.

“Cium aku” ucap Aira singkat.

“Mwo?” Kyuhyun kaget dan sesaat kemudian ia tersenyum senang. Memang ini yang ditunggunya daritadi. Kyuhyun meraih bahu Aira agar menghadap ke arahnya.
“Kau yakin?” tanyanya sekedar berbasa-basi.
“Jangan banyak tanya! Sebenarnya kau mau kan” ujar Aira tidak bisa dibohongi karena mata Kyuhyun menunjukkan ia sangat senang melakukannya.
“Tahu saja” ia cengengesan. Kemudian, Kyuhyun menyentuhkan bibirnya ke bibir Aira dengan lembut dan melumatnya pelan. Tidak berlangsung lama, Kyuhyun segera melepaskannya. Ia menatap Aira.
“Bagaimana perasaanmu?”
Aira meletakkan tangannya di dada. Ia merasakan sesuatu terjadi pada jantungnya.
“Jantungku, rasanya seperti meledak” lirih Aira.
“Apa?” Kyuhyun tidak paham.
Kepala Aira menggeleng pelan. “Ani, ini tidak membuatku sakit. Tapi aku justru merasa bahagia. Aneh”
“Tidak aneh. Lihat, jantungmu tetap mengenali sentuhanku meskipun otakmu melupakannya” ucap Kyuhyun. Aira terdiam kembali. Ini aneh.. semuanya terasa aneh. Otaknya tidak mengenali Kyuhyun tapi mengapa hatinya begitu mengenalnya???

To be continued..

34 thoughts on “After Wedding Story // The Trouble Begin..!! // Part 5

  1. hohohi..akhirnya datang juga lanjutannya..semakin ke sini semakin bagus tata bahasanya n smakin rapi chingu..cuma kurang panjang aja..keke
    next partnya di tunggu ya

  2. lucu pas aira minta kyuhyun cium tu pasahal moment y lg pas bgt n serius bikin hanyut m suasana yg mereka bikin pas lg ngobrol tentang aira yg lupa n mau inget lg tp jd lucu ma respon y kyuhuun pas aira y minta cium ada terharu aira mau berusaha inget n lucu pas ngomong kyuhyun mengenin ciuman itu….mantap….
    penasaran jug ma cincin y ke mana,,,, pa air buang pas abis tlpn kyuhyun tu???

  3. Daebak bgt sih ff nya..
    Dikit dikit aira jg mulai inget, yg penting sabar aja tp aku msh penasaran tuh cincin 2 ilangnya kemana ya? #bingung
    apa mungkin ada suster yg ngambil as nyolong? Kekeke #ditabok

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s