Shady Girl Kibum’s Story (Part 9)

Tittle : Shady Girl Kibum’s Story Part 9
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Family

Main Cast :

  • Cho Jarin
  • Kim Kibum

Support Cast :

  • Tan Hangeng
  • Cho Kyuhyun
  • Choi Siwon
  • Lee Donghae

Akhirnya, ada waktu juga buat update FF. Semoga reader-deul gak bosen baca FF aku yah. *nyengirkuda*
Nah, tetep aku mau minta maaf kalau-kalau terdapat typo, feel gak dapet, bahasa amburadul, dan tidak sesuai EYD.

Happy Reading ^_^

Shady Girl Kibum's Story by Dha Khanzaki1

——-o0o———

Part 9

Awalnya Ja Rin tidak menyadari kehadiran Kibum. Ia tengah tertawa karena mendengar lelucon yang dilontarkan Hangeng. Saat kepalanya menoleh ke depan, ia kembali melihat Kibum. Langkahnya terhenti seketika. Mengapa kejadian yang sama kembali terulang? Kenapa namja itu selalu muncul di saat yang tidak tepat?
“Ja Rin, kau kenapa?” tanya Hangeng cemas. Ia menatap ke arah pandang Ja Rin. Di saat itulah ia melihat Kibum untuk pertama kalinya. Ho.. siapa namja itu?
Kibum sudah terlanjur bertatapan dengan Ja Rin dan namja yang bersamanya. Tak ada alasan lagi baginya untuk kabur apalagi pura-pura tidak mengenal. Ia mencoba mendekat dan tersenyum. Seolah tidak ada apapun yang terjadi di antara mereka.
“Nona Cho, senang bisa bertemu denganmu lagi”

Ja Rin sempat terdiam melihat senyum Kibum. Dia masih bisa tersenyum lepas seperti itu saat hatinya hampir hancur seperti ini. Hangeng menyadari keanehan dalam diri Ja Rin itu. Ia pun menyadari bahwa kini Ja Rin sedang berusaha membohongi dirinya sendiri dengan tersenyum. Dirinya sendiri tidak menyadari bahwa senyumnya terlihat aneh.
“Oh, aku juga Dokter Kim. Tak kusangka kita bisa bertemu di sini. Kau baru saja belanja? Banyak sekali barang yang kau bawa” Ja Rin penasaran dengan beberapa kantong belanja yang dibawa Kibum.
“Ah, ini. Aku akan memberikan hadiah pada temanku” perhatian Kibum kini teralih pada namja yang berdiri di dekat Ja Rin.
“Wah, sepertinya kau juga sedang berkencan” ucapnya. Sesaat kemudian Kibum menyesali diri telah mengatakan hal itu. Ja Rin menoleh sekilas pada Hangeng. Ah, dia hampir saja melupakannya.
“Maaf aku lupa mengenalkan. Dokter Kim, dia Tan Hangeng. Hangeng-ssi dia Dokter Kim Kibum” Ja Rin terpaksa mengenalkan mereka meskipun ia enggan.
“Hangeng. Senang bertemu denganmu. Teman Ja Rin adalah temanku juga” Hangeng mengulurkan tangan. Kibum menyambutnya. Ia sedikit terganggu dengan ucapan Hangeng. Ia seolah menyatakan Ja Rin adalah miliknya dan Kibum hanya teman. HANYA TEMAN.
“Kalian sudah lama dekat?” tanya Hangeng penasaran. Ia juga ingin tahu seperti apa kehidupan Ja Rin sebelum bertemu dengannya.
“Lumayan. Kau sendiri? Sudah lama mengenal Ja Rin?”
“Tidak. Kami baru bertemu beberapa hari lalu. Dan kau tahu, aku adalah Calon suaminya”

Ja Rin merasa tenggorokannya tercekat mendengar pernyataan Hangeng. Sesaat Kibum terdiam. Senyumnya terhenti seketika.
“Calon suami?” Kibum bertanya ulang seperti orang bodoh. Hangeng mengangguk.
“Seminggu lagi kami akan menikah. Karena kau teman Ja Rin, tentu kau harus datang. Ah, besok lusa kami akan bertunangan. Kau juga harus datang. Aku tidak menerima penolakan”
Bahkan mereka akan bertunangan besok lusa? Tuhan.. kenapa harus begini akhirnya??
“Te-tentu” ucap Kibum kaku. Pikirannya melayang kemana-mana. Dunia serasa berakhir detik itu juga.

__o0o__

“Terima kasih Dokter Kim, kau sangat baik” Haebin senang sekali menerima hadiah dari Kibum. Dia belum diperbolehkan beranjak dari tempat tidur. meskipun ia sudah berada dirumah.
“Sama-sama” Kibum tersenyum. “Ngomong-ngomong, mana bayimu?” Kibum mencari-cari ke sekitar kamar tempatnya berada.
“Oh, Umma sedang menimang-nimangnya di halaman. Dia bersemangat sekali.”
Kibum mengangguk. “Donghae? dia pergi ke kantor hari ini?”
Haebin menggeleng. “Dia mengambil cuti selama seminggu. Berhubung Leeteuk Oppa sudah pulang, kepemimpinan Donghae Oppa di kantor untuk sementara digantikan olehnya. Sekarang sedang membeli makanan ke swalayan.”

Kibum menunduk. Wajahnya tampak lesu. Seperti orang yang baru saja ditinggal pergi kekasihnya. Eh, tunggu.. ditinggal pergi kekasihnya??
“Kau kenapa Dokter? Wajahmu terlihat..em, galau” Haebin yang notabene-nya seorang psikolog dibuat penasaran. Kibum mengangkat kepalanya. ia menatap Kibum beberapa saat kemudian menghela napas. Omona.. sepertinya tidak ada gunanya ia membohongi seorang psikolog.
“Ketahuan dengan mudah ternyata” ia tersenyum tipis. “Bukankah kau sudah pernah melihatku dengan seorang gadis di mall?” tanya Kibum. Haebin mengangguk.
“Dia gadis yang cantik” Haebin tersenyum senang.
“Tapi gadis yang kau anggap cantik itu akan segera menikah.” Ucapnya sedih.
“NDEEE!!!!” Haebin terbelalak kaget. “Kenapa bisa??” cecarnya panik. “Memang kau belum mengatakan perasaanmu?”
Kibum memandang Haebin dengan tatapan penuh tanya. “Perasaan apa?”
“Perasaanmu tentu saja. kau menyukainya kan?”
“Sepertinya lebih dari itu.” Kibum merenung. “Aku tidak bisa hidup tanpanya. Entahlah, tapi semenjak dia menghilang dari hidupku, seolah-olah separuh dari jiwaku pun pergi.”*weiss. Lagunya Anang, Mas..^^v*

Haebin terdiam karena ia melihat sebuah ekspresi sedih yang tidak pernah Kibum perlihatkan padanya. “Omo.. dokter Kim, seorang wanita tidak bisa menunggu” ucap Haebin membuat Kibum menolehkan kepalanya ke arahnya. Haebin melanjutkan.
“Wanita selalu butuh kepastian dan kejelasan dari seorang pria. Wajar saja jika dia-wanita itu-memilih untuk menikah dengan orang lain karena dia mengira kau tidak memiliki perasaan apapun darinya.”
“Jinjja???” Kibum mengerjap saat menyadarinya. Memang benar. Ia ini benar-benar lamban dalam hal cinta.
“Itukah hal yang membuatmu tidak pernah jatuh cinta? Kau terlalu lamban untuk merespon apa yang namanya cinta”

Kibum maupun Haebin menolehkan kepalanya pada seseorang yang baru saja mengucapkan kata itu. Donghae muncul dari balik pintu membawa beberapa buah-buahan yang tadi dibelinya untuk Haebin.
Donghae menatap Kibum dengan mata tajam. “Aku kasihan sekali pada gadis itu. Karena dia jatuh cinta pada namja lamban sepertimu. Siapa dia?”

Belum sempat Kibum menjawab, ada orang lain yang lebih dulu menjawab.
“Cho Ja Rin namanya” Siwon muncul. Dia sengaja datang untuk memberikan hadiah pada Haebin, sama seperti Kibum.
Donghae dan Haebin terkejut bersamaan. “Tunggu, Cho?” Donghae bereaksi lebih dulu.
Siwon mengangguk seolah ia tahu apa yang dimaksud Donghae. “Benar. Dia itu adiknya Cho Kyuhyun”
“MWOOOO!!!!” Kedua orang itu memekik berbarengan.
“Jadi Professor Kyu memiliki yeodongsaeng?” Haebin tidak percaya. Tapi dia memang pernah mendengar Kyuhyun mengatakan kalau dirinya anak sulung. Bukankah itu artinya Kyuhyun memang memiliki adik? Pikiran Haebin melayang kembali pada sosok gadis yang dilihatnya di mall itu. Oh, jadi dia adiknya Kyuhyun. Cantiknya..
“kenapa? Tidak percaya ya?” Siwon melihat gurat kebingungan jelas terpatri di wajah gadis itu.
“Iya. Mereka tidak terlalu mirip.”
“Omo, aku pernah bertemu dengannya sekali. Di sebuah seminar tahun lalu. Kuakui, Ja Rin itu memang gadis yang..sedikit berbeda” Donghae teringat saat Tuan Cho-Appanya Kyuhyun-mengenalkan seorang gadis padanya. Sebenarnya tujuan Tuan Cho mengenalkan Ja Rin padanya berharap Donghae bisa berjodoh dengannya. Tapi sayang, baik Ja Rin maupun Donghae menolaknya mentah-mentah.

“Dokter Kim, sebaiknya kau nyatakan perasaanmu pada Ja Rin. Setidaknya biarkan dia tahu bahwa kau memiliki perasaan untuknya” usul Haebin semangat.
“Tapi bagaimana jika setelah aku mengatakannya Ja Rin memilih untuk meninggalkan calon suaminya itu? Bukankah itu artinya aku sudah menghancurkan semua rencana pernikahan yang sudah tinggal menghitung hari itu?”
*lagu Krisdayanti, mas^^v*
*Bum: Author geblek:bikin feel ancur ajah#tendangAuthor#*
*Ampuni sayah-_-#kabur#*
“Itu artinya Ja Rin juga mencintaimu. Bukan namja itu” ujar Siwon.
“Tapi jangan” cegah Donghae.
“Wae. Kasihan Dokter Kim” Haebin cemberut mendengar ucapan Donghae.
“Karena pernikahan itu melibatkan transaksi sebesar 100milyar won.”

Orang-orang itu kebingungan. Terlebih Kibum. Donghae buru-buru menjelaskan sebelum terjadi kesalah pahaman.
“Aku baru mendapatkan sebuah proposal dari Cho Corp pagi tadi.” Donghae mengambil sebuah map dokumen dari atas meja. “Ini adalah proposal mengenai mega proyek yang akan dilaksanakan akhir tahun nanti. Bekerja sama dengan sebuah perusahaan dari China. Dan anak dari pemilik perusahaan itu adalah calon suami dari anak perempuan Tuan Cho. Itu yang kudengar. Bukankah itu artinya calon suami Ja Rin?”
“Proyek? Lalu apa hubungannya dengan kita?” Siwon menyambar proposal dari tangan Donghae. karena penasaran, ia membacanya dengan buru-buru.
“Mwo? Jadi kita akan menjadi kontraktor untuk proyek itu?”
Donghae mengangguk. “Jika kita menyetujuinya.” Tambahnya. Ia lalu menoleh pada Kibum.
“Kau tahu kan? Jika sampai pernikahan itu batal, aku takut pihak dari China itu akan membatalkan proyek dan Cho Corp akan mengalami kerugian sebesar 100milyar won. Dan tentu kau tahu dengan jumlah kerugian sebesar itu, perusahaannya akan bangkrut dalam sekejap”

Seperti ada sebuah palu keras yang memukul hatinya, Kibum terdiam di tempat duduknya. Ia mengangguk lemah, lebih tepatnya putus asa.
“Apa itu artinya, sudah terlambat bagiku untuk mengatakan perasaanku?”

__o0o__
“Awas jika kau tidak datang, Chocobi! Aku akan memanggangmu dan Sherry-mu itu di tiang gantungan!!” teriak Ja Rin sore itu. Kyuhyun baru saja melepas jas dan dasi yang dipakainya. Dia bahkan belum sempat duduk. Adiknya yang lebih cerewet dari burung beo itu sudah merecokinya dengan serentetan kalimat yang garis besarnya mengharuskan ia datang ke acara pertunangannya dengan namja bernama Tan Hangeng malam ini.
“Arraseo! Jangan teriak-teriak begitu, nanti Sherry bangun” celotehnya sambil mengorek-ngorek telinganya yang berdengung. Sherry bahkan tidak tidur. dia sedang asyik memainkan bola karet di atas karpet ruang tengah. Itu hanya alasan agar Ja Rin tidak membuat telinganya jebol.
“Ingat, jangan permalukan aku! Pakai pakaian manusia dan buat dirimu mengagumkan malam ini!” cerocosnya lagi. Aish, kenapa dia ini lebih cerewet dari Ummanya sendiri? Dan juga mengapa semua orang begitu merisihkan penampilannya yang amburadul? Pentingkah itu? Urus saja urusan kalian sendiri! Gerutunya dalam hati.
“Baik nyonya..” Kyuhyun memilih menghindar dari perdebatan kecil antara dirinya dan ja Rin. Ia segera menutup telepon itu lalu membantingnya ke atas sofa. “Dasar Nyonya cilik! Terserah aku ingin pakai baju apa. Aishhhh!!” Kyuhyun mengacak-acak rambutnya sendiri. Baiklah, demi hari istimewa Ja Rin, malam ini ia akan sedikit lebih rapi dari biasanya.

__o0o__

Ja Rin bersedekap. Ia duduk di depan meja rias yang ada di sebuah ruangan. Ia sudah sangat cantik. Karena ini adalah hari istimewanya, ia mengerahkan seluruh pesonanya malam ini. Gaun berwarna baby orange melekat sempurna di tubuh proporsionalnya. Rambutnya di sanggul seluruhnya dengan sedikit anak rambut yang jatuh di sisi wajahnya. Ada sebuah tiara cantik di pasangkan di atas kepalanya. ia memang tampak seperti putri. Oh, ayolah, ini hanya acara pertunangan kan? Kenapa mesti heboh begini?
Tentu yang paling membuatnya sangat cemas adalah kibum. Apa benar namja itu akan datang ke pesta pertunangannya?

Tok tok tok..

Kepala gadis itu menoleh. Ia melihat Hangeng masuk dengan tenang ke ruangannya. Penampilannya sedikit berbeda dari biasanya. Ja Rin akui Hangeng tampak lebih tampan. Namun ia tidak merasakan ada getar-getar aneh saat menatap matanya.
“Hmm.. kau tampak sangat cantik memakai gaun itu. Aku jadi tidak sabar melihatmu memakai gaun pengantin” Hangeng memamerkan senyum lembut.
“Gomawo” Ja Rin tersenyum. Hanya senyum biasa.
Lagi-lagi Hangeng melihat ekspresi itu lagi. Ekspresi aneh seperti yang dilihatnya saat berhadapan dengan Namja bernama Kibum. Apakah??
“Bolehkah aku bertanya?” Hangeng duduk di kursi yang ada di samping kursi Ja Rin.
“Tanyalah. Aku tidak akan menolak”
Hangeng berdehem sebentar. “Apa arti pernikahan bagimu?”
Ja Rin menatap Hangeng. Keningnya berkerut bingung. Tapi ia menemukan keseriusan dari wajahnya. Ja Rin membenarkan posisi duduknya sebelum menjawab.
“Pernikahan? Entahlah. Aku juga tidak mengerti. Apa alasan ku menikah juga aku tidak mengerti” Ja Rin kembali menatap Hangeng. Namja itu belum bereaksi. Sepertinya ia masih menunggu Ja Rin meneruskan kalimatnya.
“Aku pernah bermimpi. Aku menikah dengan orang yang benar-benar kucintai dan dia juga mencintaiku. Orang yang aku tidak bisa hidup tampanya. Dengan seseorang yang menjadikanku memiliki alasan untuk hidup. Seseorang yang menjadi oksigen untuk paru-paruku. Dan aku akan sangat bahagia bila hidup bersamanya. Terdengar seperti dongeng kan? Tapi bagiku seperti itulah yang namanya pernikahan. Menikah adalah moment penting dimana aku bisa mewujudkan impianku hidup bersama dengan orang yang kucintai selamanya”

Hangeng tertegun sejenak. Kata-kata Ja Rin menyinggunggnya. Sungguh, ia ragu apakah dirinya adalah orang yang dimaksud itu.
“Apa aku termasuk orang itu?” tanya Hangeng ragu.
Ja Rin menghela napas. Ia tersenyum. “Aku akan berusaha membuatmu jadi namja itu..”

Benarkah? Kau pembohong besar, Nona Ja Rin. Batin Hangeng.

__o0o__

Apa aku ini sudah bodoh?
Kibum memandangi hotel mewah di hadapannya. Sesaat ia ragu apa harus menghadiri acara itu? Meskipun ia yakin hatinya akan sangat sesak melihat Ja Rin dan namja lain saling bertukar cincin. Tapi bukankah ia sudah tidak mempunyai kesempatan lagi untuk mencegahnya?
“Hoi, Kibuuum..”
Ah, kenapa di saat ia galau begini yang muncul malah suara cempreng Cho Kyuhyun??? Ia berbalik dengan raut supermalas.
“Ne, ada apa Kyuu??”
“Omo, kenapa wajahmu seperti itu? Harusnya kau bahagia sepertiku” Kyuhyun tanpa bisa membaca situasi menepuk punggung Kibum cukup keras. Namja itu sedikit meringis. Namun ia tetap sabar menanggapi keanehan Kyuhyun.
“Kau sendiri, di saat hari bahagia adikmu kenapa penampilanmu seperti itu?” Kibum memperhatikan Kyuhyun dari atas sampai bawah. Memang dia memakai setelan jas. Tapi rambutnya itu looh.. berantakan. Dia bahkan tidak menyisir rambutnya. Iuuuh..
“Kau tampak kumal.” Tambah Kibum bergidig ngeri. Dia memang suka dengan sesuatu yang bersih dan rapi. Maka dari itu Kibum sejak dulu selalu menghindari Kyuhyun sebisa mungkin. Tapi kenapa sekarang dia harus jatuh cinta pada adik namja seaneh ini?

Daripada meladeni Kyuhyun, Kibum memutuskan untuk masuk mendahuluinya. Saat ia memasuki aula tempat acara pertunangan itu di gelar, ia sudah menjadi pusat perhatian dari sebagian yeoja yang hadir. namun ketika giliran Kyuhyun yang masuk, mereka yang semula terkagum-kagum langsung saja membuang muka jauh-jauh. Seolah pemandangan yang dilihat adalah pemandangan tak penting.

Kibum bertemu dengan orangtuanya di sana. Mereka tengah mengobrol dengan orangtua dari Kyuhyun. Kebetulan mereka-orangtuanya dan orangtua Kyuhyun-memang teman lama.
“Omonaa.. Kyuhyun” Umma Kyuhyun-Nyonya Cho-berseru girang karena akhirnya bisa melihat putranya juga setelah hampir 2 tahun tidak bertemu dengannya. Kyuhyun tersenyum kikuk.
“Umma..” ia ragu. Apalagi kini kedua mata Appanya terus mengawasinya seperti seekor harimau yang tengah mengawasi mangsanya.
“Kenapa penampilanmu seperti ini nak?? Bukankah kau sudah sangat mapan sekarang? Harusnya kau lebih mengurus dirimu sendiri” Umma merapikan rambut Kyuhyun.
“Aish, Umma! Ini tempat umum tahu!” gerutu Kyuhyun seraya menurunkan tangan Umma dari kepalanya. perlu diketahui kenapa Eunhyuk selalu memanggil Kyuhyun dengan sebutan ‘bungsu’, itu karena Eunhyuk seringkali melihat Kyuhyun diperlakukan seperti anak-anak oleh Ummanya.

“Sudah kubilang untuk tidak mempermalukanku, Chocobi..” Ja Rin muncul sambil melipat tangannya di depan dada. Kyuhyun menoleh.
“Hyaaa..kau cantik sekali Ja Riin..” Kyuhyun berhambur untuk memeluknya. Tapi Ja Rin buru-buru menahan Kyuhyun sebelum namja itu mendekatinya.
“Jangan sembarangan memelukku!”
“Wae??”
Ja Rin tidak menjawab. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain. Alangkah tidak di sangka sedikitpun olehnya. Dia melihat Kibum berada di sana. Sedang mengobrol dengan seseorang. Entah siapa. Hatinya mencelos seketika. Kenapa Kibum benar-benar datang?
“Ja Rin” Hangeng menepuk pundaknya. Membuat Ja Rin tersadar dari alam bawah sadar yang dibuatnya sendiri. Ia menoleh.
“Ada apa?”
“Sekarang sudah saatnya acara dimulai.”

Deg..deg..deg..

Ja Rin melirik kembali Kibum. Namja itu tidak menyadari tatapannya. Baiklah, sudah tidak ada jalan untuk kembali. Sekarang ia harus fokus pada keputusan yang sudah di ambilnya. Hangeng mengulurkan tangannya. Dengan hati pasrah, Ja Rin mengapit tangan Hangeng.

To be continued..

55 thoughts on “Shady Girl Kibum’s Story (Part 9)

  1. aduhh si author gila deh ya…… masa pas lagi serius baca udah ampek mau nangis eh malah ada mas anang lewat hdeh………….
    aduh kasian ja rin sama si mbum…….
    huweeee…. (nangis nih…)

  2. Smuanya sudh trlmbat,,kcuali klo Hangeng mau melepaskn Jarin,,
    emng ya klo org kaya gk trlepas dri yg namanya pernikahan bisnis,,biar tmbh brkmbang pesattttttt

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s