Shady Girl Kibum’s Story (Part 10) End

Tittle : Shady Girl Kibum’s Story Part 10 END
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Family

Main Cast :

  • Cho Jarin
  • Kim Kibum

Support Cast :

  • Tan Hangeng
  • Cho Kyuhyun

Warning : typo bertebaran

Okelah, karena author udah males ngetik kata-kata pembukaan, so, let’s read aja ^^

Shady Girl Kibum's Story by Dha Khanzaki1

—-o0o—-

Part 10

Acara pertunangan itu tetap berlangsung tanpa bisa dicegah. Padahal Kibum berharap akan terjadi sesuatu yang bisa membatalkan acara itu. Seperti gempa bumi atau badai mungkin. Oh, dia terlalu banyak berkhayal. Ia memutuskan untuk mendekati Ja Rin.
“Congratulations” Kibum mengulurkan tangannya pada Ja Rin. Gadis itu sempat terpana beberapa saat melihat ekspresi yang ditujukan Kibum padanya. Namun dengan canggung Ja Rin menjabatnya juga.
“Gomawo.”
“Aku harap kau bahagia bersamanya” Kibum memaksakan diri untuk tersenyum. Setelah itu, ia melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ja Rin. Setelah ini, ia akan mengubur perasaannya jauh-jauh. Yah..

Ja Rin berkaca-kaca menatap punggung Kibum yang semakin menjauh dan tak lama kemudian menghilang. Cintanya sudah pergi. harapannya untuk mewujudkan mimpi indahnya itu sudah sirna.
“Ja Rin” Hangeng menggenggam tangan Ja Rin yang terasa dingin. Mulutnya tak bisa mengucapkan sepatah katapun melihat kondisi tunangannya sekarang.

Beberapa saat tadi, ia seperti menyaksikan sebuah adegan miris dalam sebuah film dimana dua orang yang saling mencintai harus berpisah karena cinta mereka terhalang oleh orang ketiga. Oh Tuhan, apa yang harus ia lakukan sekarang?

Harus diakui ia-hangeng-memang memiliki perasaan pada Ja Rin, gadis yang baru ditemuinya seminggu yang lalu. Dan ia juga tidak ingin melepaskannya semudah itu. Tapi, apa jadinya jika ja Rin tidak bahagia bersamanya? Bukankah itu lebih menyedihkan lagi?

__o0o__

Sudah beberapa hari berlalu dan besok lusa adalah hari pernikahannya dengan Ja Rin. Namun di detik-detik itulah Hangeng merasakan kegundahan yang teramat sangat. Ia melirik sekali lagi Ja Rin yang sekarang tengah berbicara dengan kedua orangtuanya yang baru datang dari China.
Semalaman ia tidak bisa tidur memikirkan bagaimana perasaan Ja Rin yang sebenarnya pada dirinya. Hari ini, ia harus memastikannya atau nanti ia akan menyesal.

“Ja Rin..” Hangeng meminta waktu berbicara padanya.
“ne? Duduk saja, Oppa” Ja Rin menepuk kursi di sebelahnya. Sekarang mereka berada di salah satu lounge yang ada di hotel milik Cho Corp.
“Ada yang ingin kutanyakan padamu. Em, ini soal bagaimana perasaanmu padaku.” Hangeng menatap Ja Rin serius.
Tentu saja di tanya begitu Ja Rin tersentak kaget. Ia meremas tangannya sendiri.
“Aku menyayangimu, Oppa” Ja Rin menunduk. Jawabannya membuat Hangeng semakin yakin bahwa Ja Rin memang mencintai orang lain. Hangeng memegang tangannya.
“Jangan bohongi dirimu sendiri. Kita masih bisa membatalkan pernikahan kita jika kau tidak menyukaiku” Hangeng meyakinkan Ja Rin.
“Apa maksudmu?” Ja Rin mengerjap. Kata-kata Hangeng tadi..oh, tidak.. jangan bilang dia sudah tahu perasaannya pada Kibum.
“Aku tahu kau menyukai namja itu, namja yang kita temui di taman waktu itu. Iya kan?”

Mata Ja Rin yang bulan melotot lebar. Hatinya bergetar, tubuhnya juga. Ia tak menyangka akan mendengar kata-kata itu dari seorang Hangeng.
“itu..” Ja Rin menundukkan kepalanya lagi.
“Aku tidak akan memaksamu untuk menikah denganku”
“Tapi, Oppa.. ini sudah terlambat.” Ja Rin menunduk sedih. Bagaimana mungkin pernikahan yang sudah di depan mata dibatalkan begitu saja. apa jadinya citra dirinya dan keluarganya di mata orang-orang nanti.
Hangeng menggeleng cepat. “Tidak. Justru karena kita belum menikah jadi kita belum terlambat untuk membatalkannya”
Ja Rin mengangkat kepalanya. ia menatap Hangeng dengan perasaan campur aduk. Matanya pun berkaca-kaca.“Kenapa Oppa ingin membatalkannya? Hanya karena aku menyukai namja lain?”
“Aku memang merasa sangat bahagia karena bisa menikah denganmu Ja Rin..” ujar Hangeng. Ja Rin bisa melihat jiwa yang terguncang dari sorot matanya yang selalu meneduhkan itu. Hangeng pun tampak berat untuk mengatakan kalimat selanjutnya.
“Tapi aku akan merasa sangat sedih jika kau tidak bahagia hidup bersamaku. Bukankah kau menikah untuk bahagia? Dan apa gunanya jika pernikahan kita nanti hanya akan membuatmu tersiksa”*pernikahan yang menyakiti pasangan itu haram hukumnya-_-**Author ganggu mulu ya?#kabur*

Tetesan airmata meleleh dari pelupuk mata Ja Rin. Mengapa bisa ada orang sebaik Hangeng? Yang begitu memahami perasaannya.
“Benarkah? Ini tidak melanggar peraturan kan? Apa aku benar-benar bisa membatalkan pernikahan ini?” Ja Rin berkata di sela isakannya. Hangeng mengangguk.
“Aku akan menjelaskan pada keluargamu maupun keluargaku mengapa kita memutuskan untuk membatalkan pernikahan kita.”
Ja Rin menatap Hangeng lagi. “Lalu bagaimana dengan perjanjian proyek itu? Bukankah jika kita batal menikah perusahaan Appa..”
“Ja Rin..” Hangeng memotong. “Memang kau pikir aku memutuskan bekerja sama dengan perusahaan Appamu karena aku akan menikah denganmu? Kau terlalu percaya diri” Hangeng tersenyum.
“Benarkah? Syukurlah.. aku pikir..” Ja Rin merasa lega. Ia memutuskan untuk pergi. ada satu orang yang harus tahu kabar paling menggembirakan ini.
“Oppa, boleh aku pergi sekarang?”
Hangeng mengangguk. Ja Rin segera melangkah pergi. namun baru saja beberapa langkah ia berjalan, Ja Rin kembali lagi.
“Kenapa?” Hangeng bingung. Ja Rin mengulurkan tangannya.
“Oppa, kau harus mencopot cincin tunangan kita.”
Hangeng mengerjap. Ia tertawa pelan. “Ah, aku kira kau akan melupakannya.” Hangeng lalu mencopot cincin itu. Ja Rin memberikan senyum yang sangat manis untuk orang yang paling baik dalam hidupnya itu. Lalu ia pergi.

Hangeng menghela napas setelah sosok Ja Rin tak terlihat lagi. Senyumnya terhenti. Ia terdiam. Hatinya bergemuruh dan matanya memanas.
Tidak. Ini adalah keputusan yang benar. Tetap menurut pada egoku itu yang salah. Hangeng memandangi cincin di tangannya.
Cho Ja Rin, kenapa aku harus jatuh cinta pada yeoja sepertimu?

__o0o__

“Kemana Dokter Kim?” Ja Rin melajukan mobil mewah berwarna hitam mengkilat miliknya dengan kecepatan tinggi. Sekarang ia harus segera menemui Kibum. Harus. Namja itu harus tahu berita ini.
Drrrrttt.. drrrttttt….
“Aish, siapa yang meneleponku saat aku sedang sibuk begini..” dengan sebelah tangannya Ja Rin memasangkan Headset yang sudah tersambung dengan ponsel ke telinganya.
“Yeobseo. Oh, kau Chocobi” Ja Rin mendengus saat mendengar suara Kyuhyun dari ujung sana.
“Yaaa.. Cho Ja Rin, ada kabar menggemparkan!!!!” seru Kyuhyun heboh.
“Apa?” Ja Rin tidak berminat dengan ‘kabar menggemparkan’ yang dimaksud Kyuhyun. Paling-paling soal grafik penjualan gamenya yang meningkat drastis atau mungkin Sherry-nya bisa berbicara. Entahlah.
“Kim Kibum akan pergi ke Jerman!!!!!”
“Mwooooo!!!” jerit Ja Rin bersamaan dengan suara deritan ban dan aspal yang bergesekan sangat keras karena Ja Rin mengerem mobilnya secara mendadak. Sungguh, berita ini memang sangat menggemparkan! Ja Rin membenarkan posisi headsetnya.
“Apa maksudmu? Ke Jerman? Kapan? Mau apa?” cecar Ja Rin panik. Tidak. Ini tidak bisa di biarkan. Kibum harus tahu kalau ia tidak jadi menikah..
“Dia akan berangkat hari ini. Sebaiknya cepat kau segera menuju bandara Incheon!!!”
“baik.. baik..” Ja Rin kembali menancap gas. “Em, Chocobi, gomawo..” ujar Ja Rin sebelum menutup teleponnya. Setelah itu, ia seperti orang gila, semakin memacu mobil dengan kecepatan tinggi. Beruntung di jalan tidak ada mobil polisi yang berpatroli. Jadi dia selamat sampai ke bandara.

Ja Rin berlari-lari di antara ribuan orang di pelataran bandara yang luas itu untuk menemukan sosok Kim Kibum meskipun rasanya mustahil. Kepalanya menengok ke sana kemari dengan cepat. Matanya memidai secepat mesin scanner untuk menemukan Kibum. Tapi.. ia tidak juga menemukannya. Hatinya makin panik. Ia kembali berlari kearah lain.

Sementara itu,

Kibum menatap paspor di tangannya. Ia bersiap dengan penerbangan menuju Jerman yang akan berangkat sekitar 30 menit lagi. Ia tidak membawa banyak barang. Hanya 1 tas selempang dan koper kecil berisi pakaiannya. Hatinya mendadak gundah. Ia menoleh ke arah samping. Entah siapa yang di carinya. Hanya saja hatinya berharap akan ada yang datang untuk mengantarkannya pergi.
“Berhenti berkhayal Kim Kibum” tegasnya pada diri sendiri. Sesaat tadi otaknya masih juga dengan lancang kembali teringat pada Cho Ja Rin, gadis yang akan menikah besok lusa. Sayangnya ia tidak akan bisa menghadiri pernikahannya itu karena hari ini ia akan pergi ke Jerman.
Hatinya kembali terasa seperti di sayat pisau begitu nama Ja Rin terlintas dalam benaknya. Lupakan dia!

“Dokter Kim.. Dokter Kim Kibum..”

Samar-samar Kibum mendengar suara yang amat familiar memanggilnya. Kibum menolehkan kepalanya ke arah asal suara. Matanya melebar melihat sosok yang tengah berlarian dengan wajah panik di depan sana. Itu, ah, tidak mungkin. Tapi matanya tidak mungkin salah. Itu memang Cho Ja Rin!!!
Deg.. deg.. deg..
Jantungnya berdebar cepat melihat sosok gadis itu semakin mendekat. Dan tepat pada detik itu, mata keduanya bertemu. Sesaat waktu seperti berhenti dan semua yang ada di sekitar mereka memudar seolah dunia hanya milik mereka berdua. baik Ja Rin maupun Kibum terpaku.
“Ja Rin..” Kibum memutuskan berbicara meski lebih tepat di sebut sebagai gumaman. Ia berdiri.
“Dok-ter Kim” Ja Rin terbata. Matanya tidak kuasa membendung airmata lagi. Ia secepat mungkin berlari dan berhambur memeluknya. Kibum tentu saja kaget. Kejadian ini berlansung sangat cepat. Ia bahkan belum menyiapkan diri untuk menerima pelukan Ja Rin.
“Nona Cho, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Kibum kaku. Ia hanya diam. Tidak balas memeluk Ja Rin apalagi menenangkannya. Suaranya hilang saat ia mendengar isak tangis Ja Rin. Apalagi saat air mata Ja Rin menembus baju bagian pundaknya, menyentuh kulitnya. Omona.. terasa dingin.
“Babo! Kim Kibum babo! Kenapa kau pergi! kenapa? Untuk menghindariku? Atau karena kau tidak ingin datang ke pernikahanku?” Ja Rin berceloteh di sela isak tangisnya. Kibum terdiam.
“Jadi, kau memang sengaja datang ke mari? Kenapa?” Kibum seperti orang bodoh saja. meskipun ia bisa menebak apa alasan Ja Rin kemari, tapi ia tidak mau terlalu percaya diri.
Ja Rin mengangkat kepalanya. ia menatap Kibum. Lelehan airmata itu masih tersisa di pipinya yang bersemu merah muda.
“Tentu saja! hal seperti itu saja kenapa masih bertanya? Tentu karena aku tidak ingin kau pergi begitu saja. setidaknya biarkan aku menjelaskan satu hal padamu kalau aku—“
“Sstttt..” Kibum meletakkan telunjuknya di bibir Ja Rin, membuat gadis itu terpaksa menghentikan kalimatnya. Kibum menatap lekat-lekat mata Ja Rin. Sebuah senyuman mengembang tulus dari bibirnya.
“Sekarang sudah tidak ada lagi waktu untuk kita. Aku sudah merelakanmu nona Cho. Meskipun aku terlambat menyadari perasaanku padamu, tapi sekarang yang bisa kulakukan adalah mendoakan agar kalian bahagia dengan pernikahan kalian.” Jelas Kibum. Ja Rin mengerjapkan mata berkali-kali. Tadi apa yang ia dengar? ‘menyadari perasaanku’? apa maksud dari kalimat itu?
“Dokter, maksudmu…” ja Rin sekarang sangat berharap Kibum akan mengatakannya. Sungguh, ia butuh penegasan itu keluar dari mulut Kibum sekarang juga.
Kibum tersenyum lagi. “Aku terlambat menyadari perasaan bahwa aku juga mencintaimu, Cho Ja Rin” tegas Kibum.

Kalimat itu.. akhirnya di dengar juga.. kalimat yang sudah Ja Rin mimpikan sejak mereka pertama kali bertemu. Kalimat yang terasa sangat melegakan bila di dengar, kalimat yang terasa hangat saat di rasakan, dan kalimat yang begitu membahagiakan ketika di hayati. Mata Ja Rin kembali berkaca-kaca. Ini adalah kalimat paling mengharukan.
“Kau ini sangat lambat Dokter, kenapa baru mengatakannya sekarang?” lirih Ja Rin. Ia terisak.
Kibum mendekat lagi. Ia menarik dagu Ja Rin hingga mendongkak ke arahnya lalu dengan jarinya ia menghapus airmata di pipi Ja Rin.
“Karena itu kubilang aku sangat terlambat. Kau akan menikah besok lusa. Dan aku ingin airmata ini hanya akan kau keluarkan saat di altar nanti. Maaf aku tidak bisa datang nanti. Tapi aku tetap akan mendoakan kalian bahagia” Kibum berusaha menahan airmatanya.
Ja Rin memegang tangan Kibum yang ada di pipinya. Ia balas menatap Kibum. “Tapi Dokter, aku tidak jadi menikah” ujar Ja Rin dengan wajah polosnya.

Sesaat suasana di antara mereka sunyi senyap, seperti di kuburan. Kibum masih mencerna baik-baik kata-kata yang baru saja dikeluarkan Ja Rin.
Ja Rin ingin sekali tertawa melihat wajah cengo bercampur bingung yang ditujukan Kibum. Tapi ia masih waras untuk menahannya.
“Aku tidak jadi menikah Dokter” ulang Ja Rin untuk meyakinkannya.
Kibum baru paham setelah mendengar penegasan dari Ja Rin. Tapi ia masih tidak percaya.
“Kau, tidak jadi menikah?” tanyanya kembali menjadi Kibum-si-bodoh. Ja Rin mengangguk.
“lalu kenapa aku kemari? Jangan membuatku seolah-olah menjadi gadis murahan, Dokter Kim yang lambat” Ja Rin mendengus sebal.

Perlahan tapi pasti, Kibum mulai memamerkan senyuman maut miliknya. Tanpa bicara, Kibum segera memeluk Ja Rin sambil berjingkrak-jingkrak.
“Jinjja? Jinjja? Jinjja??” serunya tak percaya. Lebih terdengar seperti sebuah sorakan. Ja Rin ikut senang karena Kibum bahagia seperti ini. Ia balas memeluknya.
“Tentu saja itu benar..”
Kibum melepaskan pelukannya. “Kenapa kau tidak bilang dari awal? Kau ini benar-benar membuatku malu”
Ja Rin tertawa pelan. “Jika aku bilang, aku tidak mungkin mendengar pernyataan indah darimu tadi Dokter” ujar Ja Rin malu-malu.
“pernyataan indah?”
“Itu, yang kau bilang kau terlambat menyadari bahwa kau juga mencintaiku..”
Kibum berdehem malu. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain. “Kau tidak perlu mengulanginya. Itu memalukan tahu”
“Kenapa lucu? Itu sangat manis tahu” ja Rin menggenggam tangan Kibum.
“Ekhem..jadi..” Kibum mendadak canggung dengan situasi ini. “Kita..”
“Kita apa? Menikah? Aku bersedia!!!” seru ja Rin girang.
“Bukan…” Kibum diam sebentar. “Terlalu awal untuk menikah Nona Cho.. karena sekarang..”

Ja Rin tahu maksud Kibum. Ia menunduk sedih. “Aku tahu. Kau akan pergi ke jerman kan? Berapa lama? aku siap menunggu..” ucapnya lemah.
Kibum bingung. Dia kan hanya pergi sebentar. Kenapa kesannya seperti ia akan pergi sangat lama?
“Nona Cho, sepertinya kau salah paham. Aku kan hanya akan pergi selama 3 hari untuk mengikuti seminar dengan Dokter-dokter dari seluruh dunia di Jerman” jelas Kibum.
“Nde???” Ja Rin mengerjap kaget. Entah ia harus lega atau senang. Tapi.. kenapa Kyuhyun tadi bilang, aish..
“3 hari???”
Kibum mengangguk. Ja Rin mengumpat dalam hati. Dasar kau Cho Kyuhyun, aku akan benar-benar memanggangmu dan anjingmu nanti. Bisa-bisanya membodohiku.
#kyu: hatsssyiiii
“Tapi kenapa kau membatalkan pernikahanmu?” tanya Kibum heran.
“Em aku…”

_Pesawat dengan tujuan Jerman akan segera lepas landas dalam waktu lima belas menit. Harap penumpang dengan tujuan Jerman segera bersiap-siap_

Ja Rin cemberut. “yah, kenapa harus di saat penting begini sih?” gerutunya.
“Ya sudah kau. Kau mau menungguku kan? Setelah aku pulang dari Jerman, baru kau menceritakan semuanya..”
“Memang tidak bisa ya kau membatalkan acara di Jerman itu?”
“Tidak bisa. Ini sangat penting untuk tugasku nanti..” Kibum mengulurkan tangan untuk mengusap pipinya. “Kau mau tetap menungguku kan?”
Mau tidak mau Ja Rin mengangguk.
“Tapi janji ya. Kalau sudah kembali nanti, kita pacaran. Tapi…”
“Kenapa?”
“Batal menikah berarti aku harus menjadi penerus dari Cho Corp.” Ja Rin baru teringat persyaratan satu lagi.
“Loh, bukankah itu bagus. Pacarku adalah seorang direktur perusahaan. Wah, Heechul Hyung bisa iri setengah mati.” Kibum menerawang membayangkan ekspresi terkejut Heechul saat mendengar Ja Rin adalah seorang direktur.
Ja Rin langsung mengebu-gebu mendengar ucapan Kibum. Jika Kibum suka, ia benar-benar harus menjadi seorang direktur. Ia tersenyum lalu memeluknya lagi.
“Arra.. aku tahu kau akan mendukungku..”
“Ja Rin..” Kibum melepaskan pelukannya. “lain kali, jangan sembarangan memelukku oke.”
Kata-kata Kibum membuat Ja Rin tersinggung. “Kenapa?”

Kibum tersenyum manis, kini gantian ia yang lebih dulu memeluk Ja Rin. “Setidaknya biarkan aku melakukannya lebih dulu. Aku tidak mau menjadi cowok lamban lagi. Arraseo!”
Oh.. jadi ini alasannya. Tadi ia hampir saja mati karena kaget.
“Baik. Aku siap melaksanakannya..”

Sekarang, Ja Rin harus bisa merelakan Kibum pergi untuk sementara. Hanya sementara. Ja Rin melambaikan tangannya pada Kibum yang berjalan menjauh. Tak lama, pesawat yang ditumpanginya lepas landas. Ja Rin memandangi pesawat itu dengan senyum mengembang.
“Tuan Kim Kibum, aku akan menunggumu” batinnya.

__o0o__

Ja Rin pulang ke rumahnya di hadang oleh Appa dan Ummanya yang bersedekap di depan pintu rumah. Dari ekspresi mereka, Ja Rin bisa menebak kalau Hangeng sudah menceritakan pembatalan pernikahan mereka.
“Ada yang ingin kau jelaskan, Nona cilik?” tanya Appa sarkastis. Ja Rin menghembuskan nafas berat. Ia maju mendekati ayahnya.
“Soal pernikahan itu..aku setuju untuk membatalkannya. Aku yakin Appa juga sudah mendengar penjelasannya dari Hangeng Oppa” jelas Ja Rin setenang mungkin.
“hanya itu? Lalu bagaimana dengan bisnis Appa yang sudah kau rusak itu?”
“Soal itu..” Ja Rin menghela napas lagi. “Aku siap menggantikan Appa meneruskan perusahaan itu..” ujar Ja Rin. Ia menatap Appanya untuk melihat reaksinya. Awalnya wajah Appa tampak geram. Namun perlahan ia tersenyum.
“Harusnya itu yang kau lakukan sejak dulu Cho Ja Rin. Haruskah Appa melakukan semua ini untuk membuatmu bertanggung jawab seperti itu?” Appa lalu memeluk putrinya. Umma tersenyum lega di samping Appa. Ia kira akan terjadi perang besar di sini. Ia takut insiden Kyuhyun terulang kembali. Syukurlah tidak.
Ja Rin juga kaget dengan reaksi Appanya. Ini.. sangat mengejutkan.
“Benarkah Appa? Kau tidak marah?”
“tentu saja tidak. Baik Kau dan Kyuhyun adalah anak-anak Appa yang membanggakan”
Ja Rin tersenyum. Sambil meneteskan airmata ia memeluk Appanya.
“Gomawo Appa. Aku janji aku akan menjadi direktur yang baik..”
Appa melepaskan pelukannya. “Jadi, kau ingin meneruskan kuliahmu di mana? Cambridge? Oxford? Atau Harvard?” tanya Appa semangat. Ja rin menggeleng.
“Tidak Appa. Aku ingin di sini saja. di Universitas Seoul” ucapnya tenang. ia tidak ingin pergi jauh. Ia hanya ingin berada di dekat Kibum.
Appa tersenyum. “Terserah padamu..”

Ja Rin memulai hidup barunya setelah itu. Ia akan berusaha menjadi anak kebanggaan orantuanya maupun Kibum.

~Shady Girl Kibum’s Story End~

__o0o__

“Sherry..jangan pergi jauh-jauh!!”

Pagi itu Kyuhyun seperti biasa Kyuhyun membawa Sherry-anjing Shih Tzu miliknya jalan-jalan. Sherry tampak gembira di ajak berjalan-jalan menyusuri taman kota. Kyuhyun sengaja melepaskan tali yang mengikat lehernya agar anjingnya itu bisa berlari dengan bebas.

“Wah, penjualan game-ku laris manis lagi!!!” teriak Kyuhyun. Ia berlari sambil melihat-lihat daftar penjualan yang dikirim pegawainya pada I-pad miliknya. Ia tertawa girang sampai-sampai tidak menyadari Sherry berlari entah kemana.

“Loh, Sherry..” wajah Kyuhyun memucat kala mengetahui anjing kesayangannya itu menghilang. Ia sudah mencari kemana pun tetap tidak menemukannya. Kepanikan melanda dirinya detik itu juga.
“Sherry!!!!!!” teriakannya membuat seisi taman gempar.

-end-

penasaran siapa Main Cast selanjutnya… tunggu di Shady Girl Next Story ^^

71 thoughts on “Shady Girl Kibum’s Story (Part 10) End

  1. Udah sampe kibum story… ffiuuhh.. baca dr awal shady girl lagi.. biar pas baca another story yg belom aku ikutin jd lebih dapet feelnya.. gyaaa fighting!!! I’m so exited

  2. Syukurlah kibum nyatain perasaan nya walaupun lamban wkwkw

    Nohh magnae evil, peliharaan mu ilang .. ayo cariii sebelum ilang @.@

  3. Kyaaaaa~ FFnya selalu Kereennn!!! >.<
    Aduh kirain di Shady girl Sungmin lanjut ke Shady girl Kyuhyun, eh ternyata mampir/? dulu ke Kibum xDD
    Aissh, Baiklah saya lanjut baca Shady girl Kyuhyun deh (y)
    Author daebakkk!! (y) Saya fansmu thor!! :*

    Tapi maafkan reader mu ini thor, selalu komen di chapter terakhir -_-
    Fighting thor!!

  4. Yaah kok endingnya feelnya kurang greget ya eonn *mian* kayak ada yg kurang aja rasanya.. tapi selama baca shady girl /dari yg punya dongek/ itu kayak nggak bisa stop baca, sehari aja nggak cukup kalo belum 7 chapter hehehe ^-^]v
    Abis setiap akhir chapter bikin kepo.. jadi kalo nggak baca saampe slesai itu nggak afdol *ngomong apa coba*

    Ya sudah eonnie itu adalah komentarku yg paling panjang dari shady girl yang udah aaku baca hehehe xD *mian banyak omong* Daebak! Keep writing eonnie dan bikin aku kepo terus sama karya” ff eonniee

  5. Syukurlah hangeng membatalkan pernikahannya dengan jarin..
    Dan jarin bisa bersama dokter kim😀

    Kkk :v engga bisa bayangin kyuhyun yang selalu heboh

  6. Salut bnget sama Hangeng,rela melepaskan Ja Rin demi Ja Rin bahagia dengan orang yg dicintainya yaitu Kibum😀 walau hatinya sakit karna Hangeng Mulai mencintai Ja Rin

  7. haha jarin untung banget hangeng may lepasin dia kkkkk seneng banget deh nih couple masih malu malu kucing untung kyu so heboh jadilah pengakuan cintabyg ditunggu hadir juga haha 😂😂😂😂😂😁😁😁😁😍😄😘

  8. Sngguh baik skli Hangeng melepas Jarin utk brsm Kibum…
    Hahaha lucu jg ya Jarin dkrjai kkknya sndri…
    Wahhh gara2 sherry ilang jd gempar wkwkwk Kyu2 bkin heboh aja…

  9. Uuu~~~baik bgt hangeng,tpi sedih jug hangeng hrs merelakan gadis yg dicintainya 😢 smoga hangeng dpt jodohnya sendiri *kode bikin shady girl hangeng’s story 😁😁😁
    Yeee mereka bersatu yuhuu~~~(〜^∇^)〜(〜^∇^)〜

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s