After Wedding Story // The Trouble Begin..!! // Part 4

Tittle : After Wedding Story [The Trouble Begin..!!] Part 4
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast :

  • Shin Nara a.k.a Aira
  • Cho Kyuhyun Super Junior

Ada yang kangen ama FF ini? *kalau ada syukur kalau gak ada juga gak papa* gimana nih pesan kesannya selama mengikuti FF gaje ini? apakah makin rame atau malah tambah membosankan? ah, itu sih urusan reader-deul. tapi lebih bagus lagi kalau reader-deul komen. *modus*

Warning : typo bergentayangan dan bahasa gak sesuai EYD

Happy Reading ^^

After Wedding Story - The Trouble Begin By DhaKhanzaki

—–o0o——

Part 4

Aira masih terpaku dan hanya menatap Kyuhyun tanpa mengedipkan mata sedikitpun. Ia tidak tahu harus menjelaskan kondisinya dengan kata apa. Ia sungguh tidak mengerti. Semua orang mengatakan bahwa pria yang sekarang sedang mengelap mulutnya yang belepotan saus ini adalah suaminya. Namun, tak ada satu memori pun yang diingatnya tentang Kyuhyun. Aneh, segala situasi yang dialaminya aneh.
“Aku ingin pulang..” ucap Aira tiba-tiba. Kyuhyun tersentak kaget. Refleks ia menjauhkan tangannya dari wajah gadis itu. Senyumnya pun hilang.
“Tidak. Memang kau sudah sembuh” ujarnya tegas. Baru beberapa hari lalu ia bangun dari koma dan sekarang ingin pulang?

Aira menatap Kyuhyun yakin. “Aku sudah sembuh” lalu ia tersenyum “Aku rindu pada apartemenku”
Seketika Kyuhyun dan GC saling berpandangan. GC segera menarik Kyuhyun keluar ruang rawat Aira.
“Biarkan dia pulang” ucap GC dengan wajah serius.
Kyuhyun merasa bimbang. Ia ingin membiarkan Aira pulang, hanya saja ia juga masih mencemaskan kestabilan kondisi istrinya itu. “Pulang? Lalu bagaimana cara kita menjelaskan kalau dia tidak tinggal di apartemennya lagi? Meskipun pulang dia harus pulang ke rumahku, bukan, ke rumah kami” ucapnya beralasan.
GC mendadak menemukan ide. “Begini saja, biarkan dia tinggal di apartemenku lebih dulu. Aku pelan-pelan akan membujuknya agar tinggal di rumahmu. Bagaimana? Apartementku letaknya tidak jauh dari kampus. Kau tenang saja.”

Kyuhyun berpikir sejenak. Jika ia memaksa Aira untuk tinggal di rumah, Aira pasti tidak akan mau semudah itu. Mengingatnya saja tidak, apalagi tinggal di rumahnya. Akhirnya, menerima ide GC adalah hal terbaik.
“Baiklah. Tapi kau harus berjanji, kau harus membujuknya”
GC mengacungkan jempolnya. “Tapi tidak gratis” lanjutnya sambil tersenyum evil. Kyuhyun refleks memundurkan tubuhnya dengan tatapan curiga. Ia mencium bau tidak enak.
“Apa? Kau mau dibayar berapa?”
GC menggeleng. “Bukan dengan uang. Tapi bantu aku agar bisa dekat dengan Sungmin Oppa”
Kyuhyun mendengus, ternyata dari awal GC memang ada maunya. Sejujurnya ia tidak masalah jika harus mendekatkan GC dengan salah satu Hyungdeul. Tapi kenapa harus partner kesayangannya? Dan demi Aira, terpaksa ia mengangguk meskipun enggan.
“Baiklah..” Kyuhyun rela tak rela.
“Kyaaa…gomawo! Aku akan memujimu di depan Aira. Aku jamin!” GC berjingkrak senang. Kyuhyun menghela napas. Dalam hati ia hanya meratapi nasib Hyung kesayangannya itu jika ia mengenalkan GC padanya. ‘Dosa apa Hyung sampai disukai yeoja sepertinya’ batin Kyuhyun.

—–o0o—-

“Kenapa aku mesti tinggal di apartemenmu?” tanya Aira ketika GC mengajaknya masuk ke apartemennya. Ia bingung juga, karena GC tidak mengantarkannya ke apartement yang ditempatinya namun justru mengatakan ia akan tinggal dengannya, entah sampai kapan. Hari ini ia diperbolehkan pulang oleh dokter. Namja bernama Kyuhyun itu hanya mengantarkannya hingga ke depan rumah sakit setelah itu langsung pergi dengan mobil lain karena sibuk dengan pekerjaannya. Syukurlah, itu justru lebih baik.
“Bukankah sudah kubilang, apartemenmu sudah di sewa orang. Harusnya kau tinggal dengan suamimu” GC terpaksa mengulangi penjelasan itu entah untuk ke berapa kali. Aira duduk di sofa yang ada di ruang tv. Ia masih sering kebingungan. Terkadang bayangan-bayangan aneh seringkali berkelebat dalam pandangannya. Terkadang ia juga merasakan sakit di bagian kepalanya saat ingatan aneh mulai melintasi otaknya. Ia menoleh memandangi Gong Chan Mi yang kini sedang sibuk membuat sesuatu di dapur.
“Chan Mi, apa aku betul-betul sudah menikah?” tanya Aira polos.
“Iya.” jawab GC berteriak dari dapur. Kemudian ia menghampiri Aira sambil membawa minuman.
“Cho Kyuhyun, namja tadi adalah suamimu”

Aira masih menunjukkan eskpresi bingung. “Jika aku sudah menikah, lalu kemana cincin kawinku? Buktinya aku tidak memakainya” Aira menunjukkan tangannya yang tidak dihiasi perhiasan apapun. GC mengangkat bahu.
“Mana aku tahu soal itu”
Aira memandangi tangannya yang kosong tanpa melingkar cincin apapun. Ia pun penasaran dan ingin tahu apakah ucapan orang-orang itu benar atau mereka hanya sepakat untuk mengerjainya.
“Akh..” ringisnya ketika secara mendadak bagian depan kepalanya terasa berdenyut. Ia merasa kepalanya sakit setiap kali berusaha mengingat kejadian-kejadian yang dilupakannya. Sudahlah, untuk saat ini ia tidak perlu memikirkan hal lain. Lebih baik ia fokus pada kuliahnya saja.

—o0o—

*Aira Pov*

“GC, kau tahu laptopku di mana?” tanyaku bingung. Kemana benda kesayanganku itu. Aku harus segera menyelesaikan tugas kuliahku sementara datanya kusimpan di laptopku. Aku benar-benar lupa meletakkannya di mana.
“Mungkin tertinggal di rumah suamimu” balas GC yang sudah rapi. Dia akan pergi ke sebuah acara bersama Oppanya, Gong Chan Shik. Aku baru tahu kalau dia punya Oppa.
“Suamiku? Ah, maksudmu Cho Kyuhyun?” aku tidak mengerti. GC bilang namja itu suamiku. Benarkah? Memang sejak kapan aku menikah? Aku tidak ingat sama sekali. Dan semua orang mengatakan aku amnesia. Jadi tidak ingat. Ah, tapi siapa peduli. Aku tidak mau percaya begitu saja.
“Iya. Memang ada namja lain?”
Aish, okelah. Tidak peduli dia siapa aku harus mendapatkan laptopku kembali. Aku harus menelponnya. Dan yang membuatku aneh adalah no. Ponselnya ada di ponselku dengan nama ‘Kyuttie Husband’. Nama yang norak. Dan kepalaku jadi pusing memikirkannya. Segera kutekan nomor itu. Tak butuh waktu lama untuk Kyuhyun menjawabnya.
“Annyeong chagi, tumben menelepon. Kau merindukanku? Atau, sudah mulai mengingatku?” belum aku menempelkan ponsel di telinga, namja itu sudah berkoar koar tidak jelas. Mataku menyipit mendengarnya. Kenapa dia percaya diri sekali?
“Bukan. Aku hanya ingin bertanya. Laptopku ada padamu?” tanyaku to the point.
“Aish, panggil aku Oppa atau aku tidak akan menjawab pertanyaanmu” Sial! Sekarang dia malah mengancamku. Dengan malas kuturuti maunya karena percuma saja berdebat dengannya.
“Ne Oppa” aku memutar bola mataku saat mengucapkannya.
“Good. Laptopmu memang ada padaku. Jadi ambil saja kalau kau butuh”

Senyumku mengembang. Benar kata GC. Laptopku benar-benar ada padanya. Syukurlah. “Benarkah? Oke, aku ke sana. Kau di mana sekarang, Oppa” ucapku senang dan di akhir kata aku malas mengucapkan kata ‘Oppa’.
“Di dance room SMent. Dan jika kau kemari, kau harus bawa makanan untuk 15 orang! Dan itu wajib masakanmu! Araseo!”
Mwo!! Aku memekik mendengarnya. Namja aneh! Ini sih perampokan secara tidak langsung namanya! Menyuruhku datang ke dance room apa itu, dan memerintahkanku juga untuk membawa makanan porsi 15 orang? Dia sudah gila.
“Tapi..” aku hendak protes dan dia memotongnya lagi.
“Aku tidak mau mendengar penolakan. Kau wajib datang atau laptopmu tidak akan kuserahkan”
Huh! Dasar pemeras licik! Umpatku pelan. Awas saja jika aku berhasil mendapatkan laptopku kembali. Aku hampir saja memutuskan sambungan ketika suaranya kembali terdengar.
“Dan Ai-chan, berdandanlah yang cantik. Oke..” suaranya begitu lembut di telingaku.

deg~deg~

Aneh. Kenapa dada ini berdesir? Perasaan aneh ini muncul kembali. Aku tidak paham, tapi mendengarnya mengucapkan kata sayang, ketika dia menyentuhku, entah kenapa semua itu membuatku rindu dan bahagia. Apa memang sebelum ini aku menyukainya?

—o0o—

“Ternyata GC benar. Dia memang seorang artis” ucapku kagum memandangi poster besar Super Junior yang terpampang di depan gedung SMent. Aku melihat Kyuhyun ada di poster itu. GC sudah menjelaskan banyak hal padaku tentang namja itu. Entahlah apa maksudnya. Aku hanya bisa mendengarkannya dengan setengah hati.

Oke, aku sudah ada di sini. Di tanganku ada satu keranjang berisi makanan sesuai yang ia pinta. Tinggal masuk, menemui namja itu, mengambil laptopku dan selesai. Aku tidak akan berurusan dengannya lagi.

“Dance roomnya di mana?” gumamku bingung. Gedung ini luas sekali. Dan aku takut tersesat di dalam gedung seperti ini. Semua orang yang berlalu lalang pun tidak ada yang bisa kutanyai. Mereka terlihat sibuk. Kepalaku terus menengok kiri kanan, berharap menemukan ruangan bertuliskan Dance Room. Hingga tiba-tiba..

Brukkk..

Seseorang berlari cepat hingga menubrukku. Aku jatuh ke lantai tanpa ampun seperti pohon tumbang. “Aduh! Aw, sialan!” aku terduduk dengan bagian bawah tubuhku berdenyut sakit dan tanpa sadar mengumpat dalam bahasa Indonesia.
“Gwaenchana? Mianhae..”
Aku mendongakkan kepala mendengar seseorang berbicara dengan napas terengah. Di hadapanku, berdiri namja bertubuh tinggi dan tampak ehm, tampan. Ekspresinya khawatir dan tangannya terulur agar aku meraihnya dan ia membantuku bangun.
“Gomawo” ucapku setelah berhasil bangun. Dia tersenyum. Mengapa senyumnya manis sekali?
“Aku kira kau orang asing. Ternyata bukan. Tadi kau mengucapkan kalimat yang tidak kumengerti”
“Oh, tadi. Itu refleks saja” jawabku. Aku mengambil keranjang makanan yang tergeletak di lantai. Sekilas kucek kondisi makanan dalam keranjang. Untung tidak tercerai berai isinya.
“Oh, kau ingin mengantar makanan? Ke mana?” serunya takjub.
Aku tersenyum kikuk. “Anu, sebenarnya aku tersesat. Apa kau tahu dance room Super Junior di mana?” Aku yakin ekspresiku sekarang tampak seperti orang bodoh. Aku malu sekali saat mengatakannya.
“Oh, mau kuantar?” tawarnya ramah.
“Boleh” aku mengangguk senang. Tak kusangka dia baik sekali. Siapa dia? Jika dilihat dari penampilannya aku yakin usianya kira-kira berada di akhir belasan tahun.

“Siapa namamu?” tanyaku ketika kami menuju ke dance room. Ia mengerjap dan buru-buru mengenalkan diri.
“Mianhae, aku lupa. Namaku Choi Minho”
“Oh, aku Shin Na Ra. Tapi aku harap kau memanggilku Aira” aku tersenyum. Aku menjabat tangannya dan kami saling melempar senyum. Tak kusangka mengobrol dengannya sangat menyenangkan. Selama perjalanan, kami banyak berbagi cerita. Ternyata usianya tidak jauh berbeda denganku. Hanya berbeda 2 bulan.
“Ah, itu ruangannya” Minho berseru sambil menunjuk ke arah depan. Aku melihat sebuah pintu kayu yang agak terbuka.
“Gomawo sudah mengantarku” aku menundukkan kepala sebentar. Bagaimana pun dia lahir lebih dulu dariku.
“Cheonma. Kalau begitu, aku pergi dulu”
“Ah, wait!” cegahku. Dia berhenti dan menoleh. Aku segera mengeluarkan satu kotak makanan dan kuberikan padanya. Ia menatapku bingung sesaat.
“Untukmu. Terimalah” aku menyodorkan kotak itu berharap ia mau menerimanya.
“Ah, tidak perlu repot-repot”
“Terima atau aku akan marah” ucapku memaksa.
“Tapi itu untuk Hyungdeul SJ kan?”
Aku mendengus. “Iya. Tapi mereka kan ada 10 orang. Sedangkan aku membawa 15. Jadi kurasa tidak masalah”
Ia tampak menyerah. “Ok. Gomawo” Minho mengambilnya juga. Senangnya.

Setelah Minho pergi, aku segera menuju ke ruangan itu. Aku membuka pintu perlahan, ku longokkan kepalaku untuk mengintip ke dalam. Aku mendengar suara musik beat menggema di seluruh ruangan. Mereka sedang latihan menari rupanya. Tidak semua, hanya sebagian, beberapa orang sedang beristirahat sambil duduk-duduk di lantai. Aku lebarkan pintu dan masuk pelan-pelan. Aneh, kenapa aku masanya berdebar begini?
“Excuse me..” suaraku begitu pelan seperti suara cicak. Tapi berhasil mengalihkan perhatian mereka padaku.
“Naraa” seseorang berteriak heboh. Aku belum sempat bereaksi orang itu langsung memelukku. Omo, aku kaget. Siapa dia? Lancang sekali.
“Nuguya?” tanyaku bingung. Ia menatapku dengan mata yang membuatku tenang.
“Ini aku Leeteuk. Kau biasa panggil aku Daddy..”
“Nde?” aku bingung. Belum selesai kebingunganku, tiba tiba seseorang datang memelukku lagi.
“Nara-chan..” serunya girang. Haduh, kenapa semua orang di sini bersikap aneh begini?
“Aku Eunhyuk, chagi..” ucapnya sambil mencubit pipiku. Dia lebih lancang lagi.
“Ya! Dia istriku Hyung, minggir!” Ini dia yang sejak kemarin menggangguku. Cho Kyuhyun. Dia mendorong namja bernama Eunhyuk agar menjauh dariku. Aku yang masih kebingungan kini memandang wajahnya yang berseri menatapku.
“Aku tahu kau akan datang” ucapnya lembut. Dan sial! Dia tersenyum! Membuat detak jantungku menggila kembali.

Mendadak namja di hadapanku ini memelukku dengan erat dan lembut. Aneh, sensasi yang ditimbulkan berbeda dengan sebelumnya. Dan anehnya tubuhku merasa sangat nyaman dan bukannya menolak aku malah berharap lebih. Aira, kau gila!
“Kau cantik sekali, Ai-chan” bisiknya di telingaku. Mataku melebar karenanya dan dadaku.. Sesak. Seperti ada perasaan gembira merasuki diriku sekarang.
“Omo, mesranya.. Jadi iri” aku lupa kalau di sini banyak orang. Aku berontak ingin melepaskan diri. Namun tenaganya kuat sekali.
“Aku sesak. Jangan siksa aku seperti ini” teriakku.
“Mianhae” dia segera melepasku. Aku sampai terengah-engah karenanya.

Aku tidak berani menatap matanya yang seakan menghipnotisku. Aku memalingkan wajahku.
“Ini, makanan yang kau minta” aku mengangkat keranjang makanan sampai setinggi dada ke arahnya dan tanpa memandangnya.
“Gomawo chagi..” dia mengambil keranjang itu dengan satu tangan. “Omo..” ia mengerjap kaget dan hampir saja menjatuhkan keranjang itu jika aku tidak segera menahannya.
Ia tercengang menatapku “Ini berat” komentarnya tak percaya.
“Memang. Kau pikir ringan” ucapku sarkastis.
“Tapi, kau terlihat santai saat membawanya”
“Aniyo. Tanganku sampai pegal-pegal karena itu” kupijat pelan bahuku yang terasa kaku. Raut wajahnya yang semula heran berubah kaget.
“Jinjja? Kenapa tidak bilang? Mana yang sakit?” cercanya panik sambil memegang pundak dan tanganku.
“Aish, lepaskan, aku tidak apa-apa!” aku menyingkirkan tangannya dari pundakku.
“Sekarang mana laptopku?” aku tidak mau berlama-lama berada di sini. Maka dari itu aku segera menagih laptopku saja. Tak kusangka dia malah tersenyum licik. Aku merasakan aura hitam mengelilingi tubuhnya.
“Tidak ada. Aku tinggalkan di rumah” jawabnya innocent.
“MWO?” pekikku kaget. Ternyata dia hanya mempermainkanku.
“Kau..” geramku rsambil menunjuknya.

Kyuhyun tidak mempedulikan aku yang memandangnya marah, ia malah membalikkan badan ke arah member Super Junior lain yang sejak tadi hanya menjadi penonton saja. “Hyung, Ai-chan membawakan kita makanan!” teriaknya pada orang-orang di ruangan. Sontak ini membuat amarahku hilang berganti dengan kepanikan karena orang-orang itu langsung menyerbuku. Dasar bocah licik! Umpatku dalam hati. Awas kau nanti.
“Jinjjayo? Wah, gomawo” seru mereka bersamaan. Daripada tampak konyol, aku tersenyum pada mereka dan membuka keranjang.
“Ini Oppa, makan yang banyak yah” aku menyerahkan kotak pertama pada namja yang mengaku Eunhyuk tadi.

Kulihat Kyuhyun-aku belum bisa memanggilnya Oppa- tersenyum licik melihatku membagikan kotak makanan. Dia tampak seperti mandor yang tengah mengawasiku. Kurang ajar.
“Belle..” siapa ini? Namja ini cantik sekali dan memelukku sekilas. Kenapa juga dia memanggilku Belle. Ada apa sebenarnya dengan orang-orang di sini?
“Who?” aku mengerutkan kening.
“Heechul. That’s my name” Aku mengangguk dan menyerahkan kotak makanan padanya.
“Aigoo, kenapa makin hari kau makin cantik” dia malah menggombaliku.
“Oppa lebih cantik dariku” jawabku tersipu.
“Aish, bisa saja” dia hendak mencubitku namun Kyuhyun segera berseru.
“Ya, Hyung! Dia istriku!” teriaknya. Heechul menolehkan kepala padanya.
“Wae? Aku kan Oppanya!”
“Andwae. Udah Hyung sana!” Kyuhyun mendorong Heechul Oppa pergi.

Aku mendengus sebal. Dia menyebalkan. Aku melanjutkan pekerjaanku lagi sampai di hadapanku kini berdiri namja tinggi dan tampan. Omo, lesung pipi saat dia tersenyum mengingatkanku pada Kak Rasya, kakakku yang sekarang sekolah di Amerika.
“Siwon imnida. Terima kasih makanannya” Namja tampan ini tersenyum kembali. Belum sempat aku menjawab ia pergi setelah mengambil kotak di tanganku. Perhatianku terus tertuju padanya.
“Hei, di larang melirik namja lain!” aku mengerjap kaget karena Kyuhyun menepuk-nepuk pipiku agar aku tersadar.
“Ya! Sakit!”

Yang menghampiriku berikutnya adalah namja yang sangat manis seperti boneka Mickey Mouseku. Aku sampai tersenyum lebar hanya melihat wajah aegyeonya saja.
“aku Sungmin”
Aku mengerjap “Jadi Oppa yang bernama Sungmin? Pantas GC suka. Oppa, kau sangat manis!” pujiku tanpa sadar, seperti terhipnotis.
“Hei, kubilang jangan genit!” Kyuhyun menjentikkan jarinya di hadapanku. Namja jahat ini mengancamku lagi. Cih, siapa peduli. Terserah aku mau puji siapa.

Dan terakhir, aku menyerahkan pada namja yang membuatku terpaku beberapa detik. Dan sepertinya aku pernah melihatnya.
“Nugu?” tanyaku penasaran.
“Donghae imnida” Aigoo, senyumnya.. Benar-benar seperti pangeran. Tunggu, Donghae, Super Junior, rasanya aku tahu itu. Oh, iya!
“Ah, Donghae Oppa.. Sahabatku adalah fans beratmu.. Dia..”
“Nicky kan? Aku sudah mengenalnya. Kau yang mengenalkannya padaku”
“He? Benarkah?” aku kaget sekaligus bingung. Kapan aku mengenalkan Nicky padanya? Kenapa semua yang terjadi di sekitarku rasanya begitu aneh? Orang-orang yang baru kutemui seolah sudah mengenalku dengan baik. Apa memang, dulu aku memiliki hubungan khusus dengan mereka?

“Aish, dia benar-benar tampan” gumamku ketika Donghae Oppa pergi. Kurasakan telapak tangan menangkup kedua sisi kepalaku dan diarahkan ke samping. Aku terbelalak saat mata Kyuhyun yang hitam dan tajam menatap tepat ke dalam mataku.
“Jangan membuatku cemburu Ai-chan. Jangan membuatku terbakar api karena melihatmu memuji namja lain di depanku. Aku takut aku kesal dan kehilanganmu lagi. Arraseo” ucapannya tulus dan tatapan matanya begitu lembut. Dan entah kenapa, aku mengangguk pelan. Ini aneh.
“Geurae, sekarang ikut makan bersamaku” ia mengambil 2 kotak makanan dan menarikku seenaknya. Aku bahkan tidak bisa membantah.

—-o0o—-

Aku makan bersama yang lainnya. Mereka bercerita banyak hal padaku. Tak kusangka semuanya adalah orang-orang yang menyenangkan. Aku terkadang tertawa ketika mereka melontarkan lelucon yg lucu. Aku jadi merasa tidak enak karena sudah melupakan orang-orang sebaik mereka.
“Kau tahu Nara, kenapa kau memanggilku Daddy?” tanya Leeteuk Oppa. Aku menggeleng sambil menyuapkan sepotong sosis ke mulutku.
“Kau bilang aku seperti ayahmu. Baik hati dan bertanggung jawab. Jadi kau memohon padaku agar menjadikanmu anakku”
Mataku melebar takjub. “Jinjjayo? Wah, kalau begitu aku beruntung sekali memiliki ayah sepertimu” ucapku takjub.
“Hei, kau juga tidak penasaran kenapa aku memanggilmu Belle?” tanya Heechul Oppa menyela. Aku kembali menggelengkan kepala.
“Kau tahu kan cerita Beauty ang the Beast?” ucapnya dengan wajah misterius. aku mengangguk penasaran. Member lain hanya menatap Heechul Oppa dengan ekspresi aneh, seperti menahan tawa.
“Kau itu seperti Belle dan Kyuhyun adalah monsternya. Aku menganggap kau terlalu cantik untuk Kyuhyun. Kenapa kau tidak menikah dengan pangeran betulan saja. Misalnya Pangeran Harry? Kenapa mesti dengan namja yang menyerupai setan sepertinya”
Aku dan yang lainnya tertawa kencang mendengar penjelasan Heechul Oppa sementara Kyuhyun terbatuk-batuk.
“Haha, benar Oppa. Seharusnya aku menikah dengan Pangeran Harry” ucapku setuju di sela tawa.
“HYUNG! Awas kau!” Kyuhyun bangkit dan mengejar Heechul Oppa yang lebih dulu kabur. Aku puas bisa menertawakannya. Ini, benar-benar menyenangkan.

—-o0o—-

*Author Pov*
Aira hendak pulang karena urusannya tidak ada lagi. Ia sudah memenuhi permintaan Kyuhyun dan sekarang giliran ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Pokoknya hari ini aku harus mendapatkan laptopku! Tekad Aira.
“Ambil saja di rumah” begitulah jawaban Kyuhyun ketika Aira bertanya soal laptop itu padanya. Namja itu bahkan menjawabnya dengan sikap acuh tak acuh. Dasar gila, Jadi aku harus ke rumahnya! Umpat Aira pelan. Tapi, jika laptopnya tidak diambil, tugas kuliahnya tidak akan selesai.
“Aku punya usul lain. Bagaimana kalau kau mengambilkan laptop untukku, aku akan menunggumu di sini” usul Aira. Kyuhyun melotot padanya.
“Mworago?! Kau pikir aku pengangguran? Jadwalku padat!” tolaknya langsung. Kyuhyun diam sejenak, berpikir. Mendadak saja ia mendapat ide bagus.
“Bagaimana kalau kau ikuti jadwalku saja. Jadi jika aku selesai kau bisa langsung ikut aku ke rumah”
“Ngawur! Shireo!” Aira menggeleng dengan tangan melipat di depan dada. Kyuhyun melihat jam tangannya dan bangkit. Ia pura-pura mendesah pasrah karena tidak memiliki pilihan lain.
“Ya sudah jika tidak mau” dia pergi. Aira panik dan cepat menahan tangan Kyuhyun.
“Geurae. Aku setuju! Tapi..”
Kyuhyun menolehkan kepalanya, menahan senyum. “Tapi..?”
Aira mengangkat kepalanya. “Aku tidak mau ada yang mencurigaiku karena bersamamu”
Kyuhyun melepas tangan Aira yang menahan tangannya. Dalam hati ia bersorak karena berhasil menakhlukan Aira.”Tentu. Itu tidak sulit. Asal ada syaratnya”

Aira mendongkakan kepala dengan pandangan bertanya namun itu malah dimanfaatkan Kyuhyun untuk menciumnya. Gaids itu mengerjap dan tangannya berusaha mendorong dada Kyuhyun. Namun tangan Kyuhyun dengan sigap melingkar di pinggang ramping Aira untuk merapatkan tubuh mereka sehingga tidak memberikan sedikitpun kesempatan gadis itu untuk melepaskan diri.
“Lepash..” Aira meronta dan Kyuhyun melepas tautan bibir mereka tanpa merenggangkan pelukannya. Jarak mereka sangat dekat. Dan Aira semakin merasa jantungnya hampir meledak saat Kyuhyun menatapnya dan nafasnya terasa membelai wajahmya. Aira terasa kaku di pelukannya.
“I love you” ucapnya nyaris berbisik.
“Jadi ini yang kau maksud syarat tadi?!” tanya Aira sinis. Kyuhyun mengangguk. Aira kesal lalu mendorong Kyuhyun.
“Dasar namja mesum!!” teriaknya. “Semuanya batal! Silakan ambil laptopku! Aku bisa cari cara lain untuk tugas kuliahku!” Aira menghentakkan kakinya pergi.
“Wait” Kyuhyun menahan tangan Aira. Namun yeoja itu dengan sigap menepisnya.
“Jangan sentuh aku!” Aira segera menendang kaki Kyuhyun.
“Aww.. Appo..” Kyuhyun merintih kesakitan sambil memegang kakinya. Aira mendengus lega.
“Benkei crying spot! Aku menendangmu tepat di sana. Aku yakin pasti sakit sekali rasanya. Hope you enjoy it!” Aira tersenyum sinis lalu pergi.
“Aira, tunggu.. Okeh, aku menyesal dan minta maaf” teriak Kyuhyun memohon. Ia mengejar Aira dengan langkah terseok-seok. Aira tidak peduli lagi. Ia benar-benar marah.

—-o0o—–

@backroom
Kyuhyun dan member lain sudah siap-siap untuk tampil di acara Music Bank. Di salah satu kursi di depan meja rias, ia duduk dengan wajah menekuk.
“Kenapa?” tanya Siwon ketika melihat Kyuhyun memegangi kakinya.
“Ani. Tadi yeoja barbar itu menendangku. Dasar!” Kyuhyun mendengus sementara yang lain cekikikan. Yah, tidak apa-apa kakinya sakit. Asalkan Aira tetap ikut dengannya. Tadi, meskipun harus menerima segala macam makian dan tolakan akhirnya ia berhasil membuat Aira mengikuti jadwalnya hari ini.
“Sekarang mana istrimu?” tanya Sungmin.
“Aku suruh bergabung dengan penonton lain” ucapnya langsung dihiasi senyuman.

sementara itu, di tempat lain..

“Aish, aku ingin laptopku” Aira mengerang di tempatnya berdiri. Ia pura-pura bersorak seperti penonton lainnya. Sekarang ia terjebak di tengah studio yang dipenuhi ratusan penggemar yang ingin melihat idolanya secara langsung.
“Kapan ini selesai!”
Saat Super Junior tampil, suasana studio mendadak lebih bising dari sebelumnya. Aira menutup telinganya takut gendang telinganya pecah.
“Jadi seperti itu penampilan mereka. Daebak..” gumam Aira tanpa sadar.

Seusai acara, Aira menunggu di lobby sesuai dengan perintah Kyuhyun. Dan anehnya, ia tidak menolak sama sekali.
“Wah, SeoKyu couple memang membuat iri” seseorang bergumam di samping Aira. Karena tertarik dengan topik yang mereka bicarakan, Aira tanpa sengaja ikut bergabung.
“Siapa? SeoKyu?”
“Ne. Seohyun SNSD dan Kyuhyun Super Junior. Menurut gosip yang beredar mereka pacaran” seorang yeoja memperlihatkan sebuah artikel di tablet PCnya. Aira melihat dengan jelas di layar itu menampilkan Kyuhyun dengan yeoja cantik bernama Seohyun itu. Entah kenapa Aira tidak suka mengetahuinya.
“Iya. Tapi bukankah Seohyun itu pacaran dengan Jung Yong Hwa?” yeoja-yeoja itu bergosip lagi.
Aira berbalik pergi. Ia tidak sanggup mendengar mereka bergosip lebih banyak lagi tentang Kyuhyun dan yeoja member SNSD itu. Ia hendak pergi namun di saat itulah ia melihat Kyuhyun dan member SJ lain di kerubuni wartawan tengah di wawancara.

“Apa benar berita kedekatanmu dengan Seohyun SNSD?” tanya salah satu wartawan pada Kyuhyun. Aira bisa mendengarnya dari tempatnya yang tak jauh dengan Kyuhyun. Ia menatap Kyuhyun menunggu jawabannya.
“Em, itu..” Kyuhyun menatap sekeliling, dan saat itu juga pandangannya terhenti pada Aira yang menatapnya datar. Di antara sekian banyak orang di sekitarnya ia bisa menemukan sosok istrinya itu dengan mudah. Kyuhyun tersenyum.
“Itu semua tidak benar. Permisi” ucapnya segera pergi walaupun wartawan terus menerjangnya dengan pertanyaan serupa.

Dari jauh Aira mendengus. “Huh, sudah punya pacar masih mengaku suamiku? Mati kau Cho Kyuhyun!” umpatnya.

To be continued…

28 thoughts on “After Wedding Story // The Trouble Begin..!! // Part 4

  1. yahhh aira ngedenger juga tentang seokyu,,, perjuangan kyuhyun makin berat deh,,,aira blm denger ja susah ngeyakinin y ini ditambah dah denger gosip y….
    lagi kyuhyun y aira y blm percaya n masi bimbang gt udah nyosor main cium2 ja…. ngak bisa nahan gt hehehehe…..

  2. Aigo.. Lucunya mereka
    kyuhyun hrs ektstra sabar skrg, gantian hahahaha…
    Feelnya keren bgt! Sweet dan bikin envy.
    Daebak ff nya

  3. Part ini bener2 menyenangkan? dan gue oenasaran kenapa teukie di panggil daddy dan heechul manggil belle dii sini semua terjawab hehe
    kasian kyu di tendang pasti sakitt

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s