Hello My Charming Yeoja (Part 2 A)

Tittle : Hello My Charming Yeoja Part 2 A
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Shin Je Young
  • Cho Kyuhyun

Support Cast:

  • Lee Sungmin
  • Lee Min Ah

Hai hai. ini adalah FF sekuel dari Hello My Glassess Namja. di sini khusus nyeritain soal Kyu-Young couple alias author ama nae nampyeon Kyuhyunnie *dihajar massa*

Maaf untuk typo dan sebagainya. Happy Reading ^^

Hello My Charming Yeoja by Dha Khanzaki

—-o0o—–

Kyuhyun POV

Masih terbayang dengan jelas di wajahku ekspresi terakhir sebelum di a turun dari mobilku. Dan sampai detik ini aku masih bertanya-tanya apa yang membuatnya semarah itu. Omo, mungkinkah aku sudah menyinggung perasaanya?

“Tentu saja, pabo!!” seru Nuna Ahra di telepon. Aku sampai menjauhkan sejenak ponsel dari telinga. Sudah kuduga, Shin Je Young memang marah karena ucapan yang sudah kulontarkan kemarin.
“Lalu apa yang harus kulakukan? Jika dia marah bagaimana dengan rencanaku mengajaknya ke pesta Natal?” keluhku lagi. Jika aku sedang bingung, aku memang terbiasa menceritakannya pada kakak perempuanku yang kini sudah tinggal di Jepang bersama suaminya. Dan baru saja Nuna memarahi sikap kenakanku.

Aku memang berniat mengajak Je Young ke pesta natal di yang sengaja diselenggarakan oleh Appa untuk rekan-rekan kerja dan para kerabat. Moment itu akan kugunakan untuk mengenalkan Je Young pada seluruh keluargaku. Tapi sepertinya rencana itu akan gagal mengingat aku sudah membuatnya marah tadi sore.
“Minta maaf lah pada gadis itu. Lain kali kau harus menghilangkan kebiasaanmu yang terlalu ingin ikut campur urusan orang lain. Sepertinya dia adalah gadis yang sensitif. Jadi kau harus hati-hati jika ingin berbicara apapun dengannya.” Saran Nuna.
“Baik, Nuna..”
“Ngomong-ngomong, kau bisa mengirimkan foto gadis itu? Nuna penasaran ingin melihat seperti apa rupanya..”
“Ah, dia sangat cantik. Nanti saja jika aku sudah berhasil mendapatkan hatinya. Aku pasti akan mengirimkan fotonya padamu.”
“Baiklah jika maumu begitu. Semoga sukses, Kyu.. ah, salam sayang untuk Appa. Kau jaga Appa baik-baik..”

Aku menghela napas setelah pembicaraan ini selesai. Aku harus meminta bantuan Min Ah. Aku sudah memberikannya saran bagus untuk rencana kejutan ulang tahun suaminya. Dan aku akan meminta dia memberikan saran bagus untuk membujuk Je Young agar ikut ke pesta natal bersamaku.

—o0o—

Je Young POV

“Kau kelihatan tidak baik. Apa yang terjadi?”

Aku tersentak kaget mendengar suara seseorang. Kuangkat kepalaku dari atas bantal dan aku menemukan sosok Eomma berdiri di ambang pintu kamar.
“Tidak apa-apa..” gumamku pelan. Sebenarnya suasana hatiku memang sedang tidak baik. Tapi kupaksakan seulas senyum untuk mengelabui Eomma. Dia sudah cukup lelah setelah bekerja seharian dan itu membuatku tidak tega untuk membuat beban pikirannya bertambah.
Eomma berjalan mendekat kemudian duduk di tepi ranjang. Tangannya yang hangat itu mengusap keningku.
“Kau tidak bisa berbohong pada Eomma. Kau seringkali mengurung diri di dalam kamar jika sedang ada masalah. Katakan, apa masalahmu?”

Aku mengerang pelan. Oh, sial. Aku lupa bahwa aku tidak mungkin bisa menyembunyikan apapun dari Eomma. Dia pintar sekali membaca pikiranku. Aku menghela napas lalu menatapnya.
“Moodku buruk hari ini, Eomma..” akhirnya aku lebih memilih bercerita saja. Aku menggeser dudukku lalu memeluk Eomma. Rasanya nyaman, apalagi jika Eomma mengusap kepalaku dengan lembut, seperti yang dilakukannya saat ini.
“Ceritakanlah.” Gumamnya lembut.
“Ada seorang pria yang kusukai selama beberapa tahun ini..” ungkapku memulai cerita. Eomma terkesiap senang.
“Oh ya, apa dia tampan?”
“Tentu saja. Tapi, tidak banyak yeoja yang terpesona padanya”
Eomma menganggukkan kepalanya. “Lalu, di mana letak permasalahannya?”
“Dia..namja itu.. sekarang sudah menjadi suami sahabatku sendiri..”
“Omo..” Eomma tampak terkejut mendengar ceritaku. Selama ini aku memang tidak pernah berkata bahwa aku menyukai seorang namja. Dan namja beruntung itu adalah Lee Sungmin.

Min Ah sering mencurigaiku bahwa aku menyukai suaminya. Tapi memang begitulah kenyataannya. Aku menyukai Sungmin Sunbae karena dia sangat baik. Tidak pernah kulihat dia dekat dengan yeoja manapun dan kepribadiannya yang tenang dan pendiam membuatku salut. Namun sayang, aku tidak berani mendekatinya Karena Min Ah kerap kali mengganggu Sungmin sejak kami di bangku kuliah dulu. Aku sudah berkali-kali membujuk Min Ah agar melupakan niatnya membully Sungmin. Tapi, sahabatku itu benar-benar mencintai Sungmin bahkan sejak dahulu. Aku tidak bisa berbuat apapun.

Bahkan, ketika mendengar Min Ah akan menikah dengan Sungmin, aku sempat mengurung diriku di kamar selama beberapa hari. aku sedih namun tidak berani menceritakannya pada siapapun. Dan aku hanya bisa menatap iri setiap kali melihat Min Ah bersama Sungmin.

“Je Young-ah..”

Gumaman Eomma membuat lamunanku buyar. Kepalaku terangkat menatapnya.
“Namja yang kau sukai itu bukanlah takdirmu. Kau tidak perlu membuang tenaga dan pikiranmu hanya untuk menantikan hal yang sia-sia. Bukankah dia sudah bahagia bersama temanmu, yang perlu kau lakukan hanyalah merelakannya.” Tangan Eomma kembali mengelus rambutku. Ucapannya memang benar. Aku terlalu banyak menyia-nyiakan tenagaku hanya untuk mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin. Sungmin Sunbae sudah menjadi milik Min Ah.
“Jalanmu masih panjang, nak. Percayalah bahwa Tuhan itu Maha Adil. Jika kau gagal sekarang, bukan berarti kau sial, hanya saja keberuntunganmu masih harus kau dapatkan. Eomma yakin di luar sana masih ada seseorang yang bisa mencintaimu dengan tulus..”

Deg..

Mendengar ucapan Eomma, mendadak saja jantungku berdebar cepat. Itu karena, secara tiba-tiba bayangan Kyuhyun berkelebat dengan cepat dalam pikiranku. Apa yang terjadi sebenarnya?
“Entahlah, Eomma. aku..terlalu takut untuk mempercayai seorang pria..”
“Waeyo?”
Ku tatap Eomma dengan pandangan sendu. “Aku takut dia akan melukaiku seperti Appa melukai Eomma..”

Tepat di saat aku sudah mengatakannya, Eomma mengerjap kaget. Sepertinya kalimatk sudah membuka luka lama yang selama ini di simpannya rapat-rapat.
“Maaf..” ucapan Eomma membuatku terkesiap. Kenapa Eomma meminta maaf? “Eomma menyesal karena tidak bisa memberimu kenangan baik.”
“Eomma..” aku melonjak kaget karena sekarang Eomma menitikkan airmata. Aku benar-benar anak durhaka. Bagaimana mungkin aku membiarkan Eomma mengingat kenangan buruk yang membuat hidup kami berantakan selama beberapa tahun yang lalu.

Eomma dan Appa bercerai ketika usiaku lima tahun. Saat itu adalah masa-masa paling kelam dalam hidup kami. Appa adalah sosok ayah yang baik. hanya saja dia terlalu tempramental dan tidak bisa mengendalikan emosi jika sedang marah. Entah sudah berapa kali aku menyaksikan Appa menyiksa Eomma dan memukuliku. Bahkan setelah bercerai pun, aku sering sekali memergoki Appa bermain dengan banyak yeoja yang berbeda. Hal itu yang membuatku sangat membencinya dan berpikir bahwa semua pria itu jahat. Karena itu, setiap ada pria yang mendekatiku, aku selalu terbayang saat Appa berlaku kasar. Aku takut jika mereka menyakitiku lagi seperti Appa menyakitiku dan Eomma. tapi sekarang semuanya sudah menjadi masa lalu. Sejak orangtuaku bercerai, hidupku terasa sangat damai. Meskipun rasa takut itu masih tersisa di hatiku. Seperti luka bakar yang membekas di kulit.

Seperti saat Kyuhyun mendekatiku, aku merasa sedikit takut. Meskipun namja itu tidak pernah berlaku kasar, namun aku juga tidak bisa berlaku halus padanya. Maafkan aku Cho Kyuhyun, aku menjauhimu bukan karena aku benci, tapi..karena aku takut.

—o0o—

Author POV

“Benarkah? Suamimu merajuk?” seru Kyuhyun kaget saat Min Ah menceritakan padanya. Gadis yang duduk di seberangnya itu menoleh dengan mata menyipit ke arahnya. Kyuhyun menelan ludah, tanpa dijelaskan pun ia tahu arti dari ekspresi itu.
“Haruskah aku mengulanginya?” tanyanya dalam dan penuh penekanan. Kyuhyun mengangguk canggung. Bagaimana pun ia ikut bertanggung jawab atas yang terjadi pada Min Ah dan Sungmin.
“Mianhae. Lalu apa yang harus kulakukan?” tanya Kyuhyun memelas. Ia selalu seperti ini jika sudah melakukan kesalahan. Ia tidak mau berhutang pada siapapun. Dan ia harap ia bisa melakukan sesuatu untuk membuat pasangan suami istri itu rukun kembali.
Min Ah bangkit dari duduknya. “Kalau begitu buat rencana kejutan yang sudah kita rancang berhasil.” Suruhnya seperti bos. Kyuhyun mengangguk cepat.
“Itu sudah pasti.” Yakinnya sambil mengangkat jempol. Sesaat kemudian ekspresi antusias Kyuhyun berubah kembali, menjadi tatapan memohon.
“Kenapa? minta imbalan?” tebak Min Ah yang seratus persen benar. Kyuhyun kembali menganggukkan kepalanya seperti anak kecil.
Min Ah menghela napas. Ia tahu Cho Kyuhyun adalah namja yang licik. “Baiklah, apa maumu?”

Kyuhyun hampir melonjak senang ketika mendengar pernyataan Min Ah. Ia segera berdiri. “Bujuklah sahabatmu. Aku berniat mengajaknya ke Pesta Natal di rumah. Tapi, dia terus menolak ketika memintanya ikut.”
Min Ah mengangkat alisnya sebelah dengan tatapan meremehkan. “Cho Kyuhyun, kau Seorang General Manager, tampan, kaya raya dan pintar. Kenapa menakhlukan satu yeoja saja tidak bisa?”
“Justru itu! Aku yakin ada yang salah dengan sahabatmu. Benar dia bukan pasien rumah sakit jiwa? Bagaimana bisa dia mengabaikan namja tampan sepertiku?” erang Kyuhyun dengan percaya diri. Kedua tangannya melipat di depan dada dan ia menerawang ke depan dengan gaya dramatis. Seolah hal itu memang sesuatu yang sangat tidak wajar.

Sifatmu itu yang harusnya dipertanyakan, Cho Kyuhyun. Batin Min Ah iba. Siapa sangka jika Kyuhyun memiliki kepercayaan diri yang di atas ambang batas orang normal.

Min Ah mendesah berat. “Baiklah, aku akan mencoba membujuk sahabatku yang lambat itu, Pak GM..” ucap Min Ah dengan berat hati. Seseorang memang harus menyadarkan Je Young tentang betapa beruntungnya ia karena ada seseorang yang mencintainya seperti Kyuhyun.

—o0o—

Je Young membungkukkan badannya ramah ketika Presdir Cho dan putranya, Cho Kyuhyun berjalan melewatinya memasuki ruang Presdir. Ia sempat melihat senyum manis Kyuhyun dan senyum itu berhasil membuatnya terpaku seperti patung. Namun Je Young berusaha mengabaikan tatapan itu. Berkat perkataannya tempo hari, ia merasa sangat canggung jika berada di dekatnya dan selama ini juga ia berusaha menghindar meskipun Kyuhyun tetap tidak menyerah untuk mengganggunya.

“Kau belum membalas pertanyaanku kemarin, Shin Je Young..” Kyuhyun kembali mengikutinya bahkan ketika ia sedang makan siang bersama Min Ah di kantin. Namja itu menatap penuh harap ke arah yeoja di seberangnya.
“Aku tidak bisa, Pak GM..” Je Young kembali mengulang jawaban yang sama kali ini. Ia mencoba mengabaikan debaran jantungnya yang mulai tak terkendali.
“Kenapa?” Kyuhyun masih belum menyerah. Min Ah hanya memperhatikan perdebatan kedua orang itu dengan mata agak menyipit, seolah tengah mengamati. Rupanya benar, Je Young sepertinya terlalu mengabaikan namja tampan yang sudah mengejar-ngejarnya selama hampir dua tahun itu. Ada yang aneh, pasti ada sesuatu yang terjadi pada gadis itu.
“Aku ada acara pada hari natal nanti” ucapnya acuh tak acuh. Kyuhyun hanya menghela napas lalu menoleh pada Min Ah sekilas dengan raut memprihatinkan.

Drrt..drrrttt

Dering ponsel mengagetkan ketiga orang itu. Kyuhyun segera merogoh ponsel yang ia simpan di dalam saku celana lalu mengangkatnya setelah melihat nama yang tertera di layar.
“Iya, Appa..” ucapnya cepat. Je Young mengangkat kepalanya mendengar Kyuhyun menyebut Ayahnya. Namja itu berbicara dengan wajah serius, lalu beranjak pergi dari sana tanpa sempat berpamitan dulu.

“Annyeong Pak GM..” sapa beberapa karyawati ketika Kyuhyun berjalan meninggalkan kafetaria dengan ponsel di telinganya. Namja itu hanya tersenyum sekilas lalu kembali sibuk berbicara di telepon. Lihat, betapa populer dan terkenalnya Cho Kyuhyun. Itulah salah satu alasan Je Young mengapa ia terlalu segan untuk dekat dengan anak dari Presiden Direktur perusahaan itu.
“Sepertinya masalah serius..” ucap Min Ah membuyarkan lamunan Je Young karena gadis itu terus menatap punggung Kyuhyun yang menjauh.

Seolah tersadar, gadis itu tersentak lalu menoleh dengan gerakan cepat. “Apa?” tanyanya linglung.
Min Ah menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi lalu menatap serius sahabatnya itu.

“Aku masih tidak mengerti mengapa sampai saat ini kau masih menolak GM kita, Je Young-ah” ujar Min Ah dengan alis bertautan dan tangan melipat di depan dada. Je Young menghentikan sejenak kegiatan makannya lalu menoleh pada sahabatnya itu.
“Memang apa yang salah?”
“Tentu saja..” Min Ah menegakkan posisi duduknya. Tangannya ia sandarkan di atas meja. “Coba kau perhatikan, banyak sekali yeoja yang terpesona pada seorang Cho Kyuhyun. Menurutku dia baik, tampan, kaya, dan dia anak Presdir kita. Coba kau sebutkan apa yang tidak di miliki oleh pria yang sudah hampir mendekati sempurna itu?” jelas Min Ah agak menggebu. Dalam hati ia gemas sekali karena sekarang ekspresi yang ditunjukkan Je Young tidak sesuai dengan harapannya. Je Young hanya menatapnya datar, menghela napas lalu meletakkan sendoknya di atas piring.
“Kau tidak mengerti, Min Ah. Kuakui dia memang hebat dan seperti yang kau katakan tadi. Hanya saja…” Je Young terdiam sebentar lalu menundukkan kepalanya. Mendadak saja lidahnya terasa kelu. Selama ini, Je Young memang enggan menceritakan kisah pahit masa lalunya kepada siapapun karena menurutnya, hal kelam itu tidak seharusnya diketahui oleh orang lain.
“Hanya saja apa? Kau menyukai pria lain?” tebak Min Ah dengan mata memicing curiga. Je Young tersentak kaget.
“Aniyo..” bantahnya cepat dan gugup. Hal itu semakin membuat tanda tanya besar dalam diri Min Ah. “Atau..” lanjutnya menggantungkan kalimatnya. Ia semakin menyipitkan mata. “Jangan bilang kau memang menyukai suamiku!! aku sudah mencurigainya sejak dulu, Je Young!!” tuduhnya.

Tentu saja kalimat itu berhasil membuat jantung yeoja berambut panjang itu hampir jatuh dari tempatnya. Matanya mengerjap beberapa kali dan seluruh tubuhnya mendadak saja bergetar takut. Min Ah, tidak mungkin mengetahuinya.
“Tidak!!!” bantahnya cepat.
“Kalau begitu pergilah dengan Cho Kyuhyun agar aku percaya! Jika kau memang tidak menyukai pria lain tentu tidak masalah bukan pergi dengan Kyuhyun?”
Je Young mendesah berat. “Lihat saja nanti..” ujarnya kalah. Bagaimanapun percuma berdebat dengan Min Ah. Ia pasti tidak akan bisa menang.

—o0o—

Je Young menunggu dengan harap-harap cemas di depan rumahnya sendiri. Entah karena pengaruh Min Ah atau karena ia sudah bosan terus mendengar ajakan namja itu, akhirnya ia bersedia datang juga. Sekarang sudah pukul 7 malam dan ia sudah menunggu di depan rumah hampir sepuluh menit yang lalu.

Kemana Kyuhyun!! bukankah namja itu sudah berjanji akan menjemputnya semenjak satu jam yang lalu? Sekarang ia merasa kakinya mulai kesemutan karena high heels setinggi sepuluh senti yang dipakainya dan gaun yang terbuat dari kain satin tidak berhasil melindunginya dari cuaca dingin mengingat saat ini adalah pertengahan musim dingin. Ia hanya memakai mantel selutut. Tangan dan kakinya mulai mendingin.
“Lebih baik aku menunggu di dalam saja..” baru ia akan melangkahkan kaki, sebuah lampu mobil menyorot tepat ke arahnya. Ia membalikkan badan dan mendapati mobil Kyuhyun berhenti tepat di depannya. Akhirnya,namja itu datang juga. tanpa sadar ia menghela napas lega. Rasa lega tidak berlangsung lama, karena secara perlahan ia kesal sekali. mengapa namja itu datang terlambat? Apakah sengaja atau..
“Kenapa lama…”
“Mianhae..” ucap Kyuhyun cepat, memotong kalimat gadis itu. Ia turun dari mobil dengan penampilan yang sangat berbeda. Membuat Je Young terpaku sesaat dan lupa bagaimana caranya bernapas. Kyuhyun tampak sangat berbeda dengan tuxedo berwarna hitam dan rambutnya yang ditata sedemikian rupa memperlihatkan keindahan bentuk rahangnya yang kokoh dan menawan. Oh, my.. rupanya Cho Kyuhyun memang mempesona.

Kyuhyun tidak menyadari raut terkejut di wajah gadis itu karena ia pun merasakan hal serupa. Jantungnya berdebar semakin kencang tatkala matanya menangkap sosok gadis yang disukainya dalam balutan gaun berwarna hitam dan rambutnya yang panjang itu di gulung ke atas, memperlihatkan leher putihnya yang jenjang dan mulus. Ia bahkan tidak sanggup untuk memalingkan pandangannya sedetikpun. Ia, terpesona.
“Kenapa kau lama sekali? kau tahu aku menunggumu sampai kesemutan.” ucapan Je Young membuyarkan lamunan sesaatnya. Ia mengerjap ketika kakinya tiba tepat di hadapan gadis itu. Bukan sadar karena pertanyaan gadis itu, melainkan ia kembali terpesona karena Je Young tampak semakin menakjubkan dari jarak sedekat ini.
“Kau menungguku di luar? Di cuaca sedingin ini? Aigoo..kenapa kau melakukan itu?” omel Kyuhyun setelah berhasil mengendalikan dirinya. Raut terkejutnya berubah cemas ketika ia menyadari wajah gadis di hadapannya tampak pucat dan pipi putihnya kemerahan.
Je Young menggembungkan pipinya lalu melipat tangannya di depan dada. “Kau bilang akan datang dalam sepuluh menit.” Keluhnya.

Kyuhyun melemaskan bahunya karena merasa bersalah. “Mianhae..tadi aku harus menjemput Nuna di bandara. Kau pasti kedinginan. Lihat, wajahmu sampai pucat” Tanpa aba-aba apapun secara tiba-tiba Kyuhyun meletakkan kedua telapak tangannya yang kekar dan hangat di kedua sisi pipi Je Young. Membuat gadis itu terkesiap kaget dan tidak sempat menghindar. Rengkuhan tangan Kyuhyun di kepalanya membuat Je Young secara otomatis mendongkakkan kepalanya menatap langsung namja itu.
Tepat saat mata mereka bertemu, Je Young merasa seluruh tubuhnya bergetar halus dan kakinya melemas karena sorot mata Kyuhyun berhasil memperdaya dirinya. Ia ingin menghindar dan mengabaikan tatapan lembut dan penuh kasih sayang dari namja itu namun sayangnya ia tidak bisa. Dan sekarang, setelah berhasil membuat seluruh kerja syarafnya tidak normal, Kyuhyun justru dengan sengaja memperlihatkan senyum manisnya yang hangat dan indah. kini giliran jantungnya yang tidak bisa bekerja dengan normal.
“Bagaimana, apa kau sudah merasa lebih hangat sekarang?” tanyanya halus, dengan tangan tetap menangkup pipinya.

Je Young tidak sanggup menjawab. Bahkan untuk menggerakkan bibirnya pun ia tak sanggup. Dan sialnya ia harus mengakui bahwa tangan Kyuhyun bekerja dengan sangat baik dalam menghangatkan tubuhnya. Bukan hanya menghangatkan, Je Young bahkan merasa seluruh tubuhnya memanas. Ia hanya berharap Kyuhyun tidak merasakannya.
“Lebih baik kita pergi sekarang. Mungkin acara sudah dimulai dan aku tidak ingin kita datang terlambat bukan..” Kyuhyun menurunkan tangannya dan beralih menggenggam tangan Je Young dengan erat. Gadis itu mengerjap tersadar saat Kyuhyun menariknya pergi.

Apa yang baru saja terjadi? Mengapa ia merasa tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari namja itu?

Omo, apa yang terjadi padaku? Batinnya kencang.

—-o0o—-

Ini kali kedua Je Young menginjak kediaman Keluarga Chaebol Cho yang besar dan mewah itu. Hanya saja sekarang suasana di sana tampak lebih hangat dan ramai. Tentu saja, karena saat ini, di rumah itu sedang berlangsung pesta Natal yang sengaja diselenggarakan oleh Tuan Rumah untuk menyambut natal sekaligus pertemuan dengan rekan bisnis dan kerabat. Suasana di sana terasa begitu akrab dan kekeluargaan. Kebanyakan orang saling beramah tamah dan sesekali bercanda sambil menikmati hidangan yang disediakan.

Je Young merasa sangat gugup karena ini pertama kalinya ia berada di keramaian pesta. Hal yang paling membuatnya canggung adalah karena tidak ada satupun yang dikenalnya di pesta itu. tentu saja selain Tuan Cho dan Kyuhyun.
“Kyuhyun-ssi, aku ragu apakah aku diterima di sini atau tidak..” bisik Je Young ragu. Ia merasa pesta yang di datanginya sekarang bukan tempatnya berada. Ia bisa merasakan aura yang tidak biasa karena tamu yang hadir sebagian besar dari kalangan kelas atas.
“Tidak ada yang akan berani mengusirmu. Kau bersamaku, Shin Je Young..” ucap Kyuhyun menenangkan. Akhirnya dengan ragu ia melepaskan mantel yang dikenakannya lalu menyerahkannya pada orang yang bertugas berjaga di dekat pintu masuk. meskipun musim dingin, namun suasana di dalam rumah begitu hangat dan Je Young tidak perlu khawatir akan merasa kedinginan.

Kyuhyun menelan ludahnya kembali ketika melihat dengan seksama gaun yang dipakai Je Young setelah ia melepas mantelnya. Siapa yang menyangka jika Je Young memakai gaun dengan model backless, memperlihatkan punggungnya yang mulus dan indah. Meskipun gaun itu panjang hingga kaki, namun di sisi kirinya terdapat belahan hingga lutut dan sekali lagi, berhasil membuat kaki indah gadis itu terekspos bila berjalan. Kenapa tadi ia tidak menyadarinya?

“Shin Je Young..” panggil Kyuhyun. gadis itu menoleh dengan wajah polos.
“apa?”
“Siapa yang merancang gaun itu? kenapa kau membelinya? Itu..” Kyuhyun menelan ludahnya dengan susah payah. Sungguh, ia tidak ingin keindahan tubuh gadis yang dicintainya menjadi santapan umum.
“Kenapa? ini gaun milik Eomma. jika kau ingin protes, katakan saja padanya..” ucap Je Young datar.
“Bukan, apa kau tidak sadar jika ini adalah rumahku? Jika kau memakai gaun itu aku bisa saja menarikmu ke atas sana dan…” Kyuhyun menggelengkan kepala cepat. Ia tidak boleh berfantasi yang tidak tidak.
Je Young mengerutkan kening. “Dan apa?” tanyanya penasaran karena kini Kyuhyun tampak gelisah.
“Tidak apa-apa. ayo, sebaiknya kita masuk..” Kyuhyun meraih pinggang gadis itu. sengaja ia lakukan agar tangannya bisa menutupi punggung terbuka Je Young meski hanya sedikit. Seharusnya kemarin ia membelikan gaun yang lebih bagus dan tertutup untuk gadis ini. Ah, sekarang ia menyesali tindakan bodohnya ini.

“Cho Kyuhyun, kemana saja dirimu?” seru seorang yeoja yang berjalan agak cepat menghampiri mereka dengan seorang bayi laki-laki di gendongannya. Je Young cepat-cepat menyingkirkan tangan Kyuhyun dari pinggangnya namun namja itu menolak dan sekarang justru tangannya yang menjadi sasaran. Kyuhyun menggenggam erat tangannya.
“Oh, Nuna..” serunya sambil melambaikan tangannya yang bebas. Je Young terkesiap. Jadi yeoja itu adalah kakak perempuan Kyuhyun?

“Wah, sepertinya kau harus mengenalkan seseorang pada Nunamu ini, Kyu..” goda Ahra—kakak perempuan Kyuhyun—sambil tersenyum penuh arti. Tanpa Kyuhyun mengatakannya pun ia sudah tahu bahwa gadis yang ada di samping adiknya itu adalah Je Young, yeoja yang di sukainya.
“Shin Je Young, kenalkan dia Cho Ahra, Nunaku..” ucap Kyuhyun. Je Young mengulurkan tangannya dan Ahra menjabatnya cepat. Mereka berkenalan. Je Young bisa langsung akrab dengan kakak perempuan Kyuhyun itu dan sesaat ia melupakan keberadaan Kyuhyun karena asyik mengobrol dengan Ahra. Kyuhyun bahkan harus menggendong Baekhyun—putra Ahra—karena ibunya asyik bersenda gurau dengan Je Young.

“Tak kusangka ternyata kau jauh lebih manis dari yang diceritakan Kyuhyun..” Ungkap Ahra langsung. Kyuhyun terkesiap kaget. Kenapa kakaknya ini tidak bisa menjaga rahasia?

“Maksud Eonni?” Je Young terkejut mendengarnya.
“Iya. Setiap kali meneleponku, bukannya menceritakan soal Appa, dia malah menceritakan tentangmu. Ah, sepertinya pria bodoh ini sudah jatuh cinta padamu..” ujar Ahra setengah bercanda. Je Young tersenyum samar lalu menoleh pada Kyuhyun yang sekarang pura-pura asyik bermain dengan Baekhyun.

Kyuhyun jatuh cinta padanya? jika benar begitu lalu kenapa dia tidak pernah mengatakannya secara langsung? Ia memalingkan pandangannya ke arah lain dan saat itulah matanya menangkap sosok seseorang yang amat dikenalnya.
“Eomma..” desisnya. Ia bukan hanya kaget karena melihat ibunya ada di pesta itu, tapi ia juga terkejut karena Ibunya itu sedang berbicara dengan Presdir Cho. Mereka terlihat sangat akrab. Kyuhyun dan Ahra ikut menoleh ke arah mereka. Je Young hendak pergi ketika tangan Kyuhyun menahan lengannya. Ia menyerahkan Baekhyun kembali pada ibunya.
“Jangan pergi sendiri. ayo..”
Kyuhyun menarik tangannya pergi menyebrangi ruangan ke arah Tuan Cho dan Eomma Je Young yang sedang berbincang bersama.

To be continued..

96 thoughts on “Hello My Charming Yeoja (Part 2 A)

  1. itu ngapain eomma jeyoung di pesta? apakah ada sesuatu? jeyoung beruntung bgt yaa disukain ama pak GM nya ,ganteng,kaya,baik lagi. Coba dikehidupan nyata ada

  2. ternyata dua2nya.. >.< jeyoung suka sama sungmin dan punya masa lalu buruk sama papinya…
    terus itu, emaknya jeyoung ngapain?? O.o jangan bilang skenario slasik emak sama bapak saling suka gitu~ gyaaaa.. jangan dong mbak author.. kasian… T^T

  3. klo q jadi je young q pasti langsung bilang “HAAYOOOO…..HAYOOO… ” pas kyuhyun ngajak ke pesta natal ntu
    haaa…haaa….
    sayang nya q bukan je young dan lagi kyuhyun juga g bakalan ngajak q ke party gtw…
    hik hik hik
    emmmm jdi je young puna kenangan buruk sama cowok, pantesan dy nolak kyuhyun
    eh tpi je young suka sama sungmin ya, hadeuh sadar je young dy itu suami sahabat kamu, haram!!!!!
    kuk di pesta itu ada eomma na je young
    kuk bisa???
    terlalu banyak pertanyaan
    mending lanjut baca ke part selanjutnya aja agh

  4. mav y aku komen lgsg dpart 2, tp jujur part 1 blm bisa aku buka coz error mulu..cuma kalo dtebak ff ini kelanjutan dr ff ‘my glasses namja’..ternyata kyuhyun bnr2 suka n setia sama je young..hebat bgt..

  5. Akhirnya nemu satu ff bagus lagi. Keekeke…😀 Ah. Benar” bagus dan bikin penasaran tpi, aku agak bingung disini peran utama nya cho kyuhyuh shin jeyoung atau lee sungmin min ah? Part 1 nya juga masih menggantung, mungkin ada di part 2b nya kali ya?? Lanjut izin baca eon🙂

  6. Weleh lha wong 22nya sama2 ganteng dan cantik siapa jg yg ga terpesona😄
    Ayoo bang kyupil lanjutkan perjuanganmuuu sayang :*

  7. Kyuhyun gak jadi si evil klo di sini. Malah manja banget keliatanya ,,,,
    Itu ayah kyuhyun sma omma ji yeong saling kenal?????
    Semoga buakn calon ibu tiri kyuhyun sma ayah tiri ji yeong kekekke.
    Hanya rekan kerja…

  8. Ternyata Je Young suka Sungmin, sangat di sayangkan Sungmin suami sahabatnya. Udahlah Je Young sama Kyuhyun aja dan knapa eommanya Je Young ada di pesta? Di undang kah? Atw mereka shbtan?
    Cus ah ke part selanjutnya.

  9. Kyu orgnya polos jg ya,,,,
    jd bnr Je young suka sungmin,,ah Je young trnyata udh tau Kyu suka am dy,, tp krn trauma msllu mgkin Je young jd enggan…

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s