Cherry Blossom (Part 9) End

Tittle : Cherry Blossom Part 9 END
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast :

  • Park Je Young
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Eunhyuk – Eunri
  • Donghae – Raeseok
  • Kibum – Heerin
  • Siwon – Nichan

Warning : Typo bertebaran

Cherry Blossom By Dha Khanzaki2

——o0o——

Nichan terbelalak. Ia tidak percaya Kyuhyun akan mengatakan itu. Berarti dia sungguh-sungguh mencintainya? Sudut bibirnya membentuk senyuman dan dalam hatinya membuncah perasaan yang bahagia. Kyuhyun tersenyum dan mendekati Nichan. Ia menatap lurus yeoja yang pernah dicintainya itu, membuat Nichan gugup.
“Dulu mungkin aku akan berkata begitu. Tapi sayang, semua sudah terlambat”

Nichan kaget dan mengerutkan kening. Ia tidak paham. Kyuhyun memandangnya tulus. “Kau terlambat mengakui perasaanmu, Kae Nichan. Aku sekarang sudah tidak menyukaimu lagi. Aku sudah jatuh cinta pada Park Jeyoung, istriku sendiri. Dan aku tidak akan pernah menceraikannya. Aku akan menjaga dan mencintainya seumur hidupku”

“Mwo??” Nichan tidak percaya mendengarnya, ia tertawa sesaat dan kembali menatap Kyuhyun. sungguh, ia ingin penjelasan yang bisa membuatnya paham.
“Lalu untuk apa kau bertanya?!” serobotnya dengan nada tinggi. Kyuhyun mengendikkan bahunya.
“Aku hanya penasaran. Lalu kenapa kau bilang bukan kau orangnya. Lalu siapa? Cinta pada pandangan pertamaku itu kau!” tegas Kyuhyun. ini yang ingin ia ketahui dari Nichan. Sudah jelas dulu gadis kecil yang menolongnya itu Nichan. Bukan orang lain.

Nichan menggeleng tidak percaya. Kyuhyun masih amnesia juga. Ia menatap Kyuhyun lurus-lurus sementara namja itu sibuk dengan pikirannya sendiri.
“Dan sekarang aku membenarkan ucapan Youngie dan kau. Bahwa cinta pada pandangan pertama itu semu dan tidak nyata. Karena hal itu kualami sendiri” ujar Kyuhyun di selingi helaan napasnya.

Nichan tersenyum miris “Kau salah Kyu. Orang yang kau maksud itu bukan aku. Cinta pada pandangan pertamamu itu bukan aku”
Emosi Kyuhyun mulai tersulut “Kau Nichan, kau orangnya!” tegasnya agak membentak.
“Gadis berambut panjang, memakai kaus putih dan memakan lolipop itu kau! Aku tidak mungkin salah orang!”
“Iya. Tapi aku bukan gadis yang menolongmu” Nichan ikut berkata dengan nada tinggi. Matanya agak melotot menatap Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam. Apa maksudnya? Rautnya mendadak berubah tercengang. Nichan mencelos melihat expresi Kyuhyun. Ia tahu Kyuhyun akan bereaksi begini.
“Kau bilang kau cinta padaku sejak pandangan pertama, oke aku sangat bahagia. Tapi ketika kau bilang cinta pada pandangan pertamamu adalah gadis yang menolongmu, hatiku sangat kecewa. Karena bukan aku gadis yang dimaksud. Kyu, kau salah. Kau jatuh cinta bukan padaku, tapi pada gadis itu. Dan itu alasan mengapa aku menolakmu” ucap Nichan kembali meneteskan airmata.

Namja itu terpaku. Ia terbelalak kaget. “Jadi, maksudmu, aku salah mengenali orang waktu itu? Bukannya menyapa gadis itu aku malah menyapamu. Tapi..” otak Kyuhyun rasanya berputar-putar. Kenangan-kenangan itu begitu samar. Ia tidak mengerti. Kenapa bisa?

Kyuhyun melirik Nichan yang menangis. Tuhan, ia sudah melukai hatinya selama ini. Dan dengan egoisnya ia menuduh macam-macam pada sahabatnya itu. ia menatap iba Nichan. Bagaimana ini, jadi selama ini ia jatuh cinta pada orang yang salah?
“Mianhae. Gara-gara keegoisanku kau jadi terluka begini” Kyuhyun mengulurkan tangan untuk memeluk Nichan, mencoba menenangkannya. Babo.. Babo.. Babo.. Kyuhyun terus mengumpat dirinya sendiri. Ia merasa sangat bodoh dan konyol.

—-o0o—-

Kyuhyun dan Nichan kembali ke resort dengan pikiran masing-masing. Bahkan saat berpisah untuk kembali ke kamar masing-masing pun Nichan tidak mengatakan apapun. Sekali lagi Kyuhyun menggumamkan kata maaf. Ia benar-benar menyesal.

Saat Kyuhyun masuk ke dalam kamarnya, ia bingung karena tidak menemukan sosok gadis itu di sana. Ia merogoh ponselnya untuk menelepon Je Young, keningnya mengerut bingung karena ponsel istrinya itu tidak aktif. Kyuhyun pergi mencari ke seluruh resort dan tetap tidak menemukan istrinya di manapun. Je Young menghilang!!!! Mendadak saja ia diserang rasa khawatir yang berlebihan. karena terlalu panik dan khawatir ia tidak terpikir untuk meminta bantuan teman-temannya.

Sementara itu…

Je Young menangis di pantai sendirian, duduk di atas pasir sambil memeluk lututnya. Pandangannya ia arahkan ke laut. Angin laut yang dingin membelai kulitnya pun tidak bisa mengeringkan airmatanya. Hatinya sakit dan perih.

Kyuhyun akan menceraikanku.. Dan kembali pada Nichan.. Batinnya. Ia terisak.

Cinta sangat menyakitkan. Benar kata Kyuhyun. Kalau begini bertentangan dengan ucapannya sendiri. ‘jika kau merasa sakit, maka yang kau rasakan itu bukan cinta, karena cinta tidak akan pernah membuatmu merasa sakit’.

Apa yang harus dilakukannya? Ia memang belum mengatakannya, tapi ia sangat mencintai Kyuhyun dan tidak ingin kehilangan dirinya. Tapi bagaimana jika Kyuhyun tidak bahagia bersamanya? Itu jauh lebih buruk. Airmata itu kembali mengalir membentuk sungai kecil di pipinya. Semua ini terlalu menyesakkan. Apakah ada cara untuk menyembuhkannya?

Kyuhyun akhirnya menemukan Je Young juga. Ia tengah duduk di pantai sana. Hatinya lega luar biasa. Sambil tersenyum ia berjalan menghampiri Je Young. Tapi langkahnya terhenti ketika jarak mereka tinggal 3 langkah lagi karena ia mendengar Je Young terisak. Astaga, istrinya mnangis. Apa yang terjadi? Kyuhyun segera menghampiri Je Young. Senyumnya hilang dan berganti dengan wajah penuh kecemasan dan kepanikan. Ia duduk di samping istrinya.
“Youngie, kau kenapa? apa yang terjadi?” cercanya panik. Begitu mendengar suara suaminya, Je Young kaget, secepat kilat ia menghapus airmata.
“Tidak, aku tidak apa-apa” elaknya lalu memalingkan wajah. Ia tidak mau Kyuhyun melihat mata sembabnya. Namun Kyuhyun yang sudah terlanjur tahu tidak akan percaya begitu saja.
“Kau menangis?” tanyanya tidak sabar.
“Tidak” jawab Je Young, masih tidak mau memandang Kyuhyun.
“Youngie, lihat kemari” Kyuhyun yang sudah tidak bisa menahan diri lagi memegang kedua pipi Je Young dan menghadapkan wajah Je Young ke arahnya. Gadis itu terkesiap.
“Andwae!” seru Je Young sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Kyuhyun semakin bingung. Kenapa Je Young tidak mau melihat mukanya? Apa kesalahan yang sudah diperbuatnya?
“Youngie, ada apa denganmu? Kenapa kau tidak mau melihatku?” tanya Kyuhyun sambil berusaha menyingkirkan tangan yang menghalangi wajah istrinya. Terpaksa ia mencengkram erat pergelangan tangan Je Young untuk menahannya agar tidak menutup wajahnya lagi.

Betapa terkejutnya Kyuhyun ketika tahu Je Young menangis, ada sisa-sisa airmata di wajah manisnya.
“Ada apa? Kau kenapa?” tanya Kyuhyun cemas sambil menghapus airmata di pipi Je Young dengan jarinya. Melihat wajah Kyuhyun, justru membuat airmata Je Young semakin deras mengalir. Kini ia menangis tanpa ragu.
“Aigoo, ada apa ini? Aku tidak mengerti” Kyuhyun langsung memeluk untuk menenangkannya.
“Sekarang apa salahku? Aku pasti sudah menyakitimu lagi”
Kyuhyun bisa merasakan tubuh istrinya ini bergetar dalam pelukannya. Je Young benar-benar terguncang. Ia pasti sudah melakukan kesalahan besar.
“Aku sedih karena, karena kau akan meninggalkanku dan kembali pada Nichan” ucap Je Young sembil terisak. Kyuhyun terbelalak kaget, jangan-jangan Je Young mendengar pembicaraannya dengan Nichan tadi..
“Youngie, kau mengikutiku tadi?” tanya Kyuhyun. Je Young segera melepaskan diri.
“Iya. Aku penasaran sekali. Kau pergi meninggalkanku dan berbicara dengan Nichan di tempat sepi. Istri mana yang tidak curiga” jawab Je Young, masih terisak.
Je Young mengangkat wajahnya menatap Kyuhyun, dan saat mata mereka bertemu Kyuhyun seakan didorong jatuh ke dalam jurang. Ia bisa melihat dengan jelas luka dalam sorot mata istrinya. Jantungnya berdebar kencang.
“Kau bilang pada Nichan akan menceraikanku, iya kan?”
dirinya membeku. Rupanya Je Young memang mendengarnya. “Lalu? Kau mendengar semuanya?”

“Mana mungkin! Dasar namja babo! Kau pikir hatiku masih kuat mendengar semuanya setelah kau bilang akan menceraikanku?” teriak Je Young jengkel
dalam hati Kyuhyun mendesah lega. ia menahan senyum “Lalu kenapa kau menangis? Kan kau bilang tidak apa-apa jika aku menceraikanmu” Kyuhyun terlintas ide untuk membuat istrinya ini sadar bahwa ia sudah melakukan kesalahan fatal.
Je Young terpukul “Iya. Aku tahu!”
Kyuhyun menangkupkan tangannya di kedua sisi kepala Je Young, menatapnya dengan lembut.
“Jadi kau menangis gara-gara itu. Youngie, kau tidak mendengar ucapanku sampai akhir. Kau tahu aku bilang apa setelahnya?”
Je Young tidak menjawab. Otaknya lumpuh lagi melihat tatapan Kyuhyun.
“Aku jatuh cinta padamu dan aku tidak akan pernah meninggalkan apalagi menceraikanmu.” Ucapnya tanpa menunggu reaksi Je Young lebih dulu. Je Young mengerjapkan mata. Antara kaget, senang, tidak percaya, dan takut. Namun yang bisa ia pastikan sekarang adalah bahwa hatinya merasa lega luar biasa dan kemudian di susul oleh ledakan rasa bahagia yang tak terkira.
“Apa kau bilang?” tanyanya dengan suara bergetar.
Kyuhyun tersenyum. “Aku jatuh cinta padamu, Park Jeyoung. Dan rasa cinta ini nyata. Bukan sesuatu yang semu atau kosong”

Je Young tidak bisa menemukan suaranya. Ia terlalu bahagia sampai-sampai tidak bisa berkomentar.
“Dan kau, apa kau juga mencintaiku?” tanya Kyuhyun serius, tatapannya sangat dalam dan tulus. Selama ini ia memang belum mendengar secara langsung kalimat ‘aku mencintaimu’ dari mulut Je Young langsung.
“A aku.. Juga.. Mencintaimu..” jawab Je Young terbata-bata. Ia menunduk malu. Ia tidak percaya, Kyuhyun.. Mencintainya juga..
Kyuhyun tersenyum. “Sudah kuduga” jawabnya. Ia lalu menarik Je Young ke dalam pelukannya. Jantung gadis itu bertalu-talu kencang ketika tangan kekar Kyuhyun menyelubungi tubuhnya dengan kehangatan, dan ia bisa mendengar dengan jelas debaran jantung Kyuhyun yang tak terkendali, sama sepertinya. Sungguh, ia ingin menangis lagi mengetahuinya.
“Kau benar Youngie, patah hati memang menyakitkan, tapi jatuh cinta jauh lebih menyenangkan” gumam Kyuhyun sambil terus memeluk Je Young. Mereka berdiri. Sekali lagi Kyuhyun menghapus airmata di pipi Je Young. Menatap mata gadis itu dengan tulus. Dan tangannya turun memeluk pinggangnya.
“Sekarang tidak ada alasan lagi kau menangis. Aku hanya ingin melihat kau yang tertawa bahagia, bukan sedih apalagi menangis. Araseo!” ujap Kyuhyun.
“Arra” jawab Je Young tersipu, pipinya merona kemerahan. Hal itu menggugah Kyuhyun untuk mengecup singkat pipi merona itu.
Kyuhyun tersenyum puas setelahnya, akhirnya ia menemukan kembali expresi Je Young yang paling dirindukannya. Wajah tersipunya. Je Young selalu tampak cantik dan lugu jika sedang tersipu begini. Membuat minatnya untuk.. Ehm, bangkit begitu saja.
“Youngi..” Ucap Kyuhyun membuat Je Young mengangkat wajahnya. Kyuhyun memeluk erat tubuh Je Young dan menariknya lebih dekat lagi. Omo.. Je Young berdebar-debar lagi. kepalanya terdongak menatap mata Kyuhyun yang berbinar. Namja itu tersenyum manis. Je Young ikut tersenyum. Melihat Kyuhyun tersenyum begini, hanya tersenyum padanya, membuat Je Young bahagia. Ia melingkarkan tangannya ke leher Kyuhyun dan mendekatken wajahnya. namja itu mengerjap gugup.
“Ya! Park Jeyoung, ka-kau mau apa?!” protesnya ketika Je Young semakin mendekat dengannya.
“Tentu saja menciummu, Cho Kyuhyun” jawab Je Young, jaraknya sudah tinggal beberapa cm lagi dan ia perlahan menutup matanya. sesaat kemudian hal terindah itu terjadi. Bibir mereka saling berpagut satu-sama lain.
Kyuhyun tersenyum dan membiarkan Je Young menciumnya lebih dulu-untuk yang pertama kalinya. Ia balas mencium bibir Je Young yang manis itu dengan penuh perasaan dan ia mendekap Je Young lebih erat lagi agar ciuman mereka tidak lepas dan bertahan lama.

Je Young menjauhkan kepalanya, sekarang ia memeluk Kyuhyun dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya yang lapang dan hangat.
“Saranghae” gumamnya.
“Nado saranghae” jawab Kyuhyun sambil membelai rambut Je Young. Beberapa detik berlalu tanpa percakapan apapun. Mereka saling menikmati perasaan yang tersalur lewat sentuhan tubuh masing-masing. Seolah ingin meluapkan semua emosi yang terpendam cukup lama.
“Youngie” ucap Kyuhyun memecah keheningan.
“Hmm?” jawab Je Young masih dalam posisi yang sama.
“Kita jadikan ini malam yang terindah kau mau?”
Kening Je Young mengerut bingung, ia tidak mengerti dengan kalimat yang baru diucapkan suaminya barusan. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun bingung.
“Malam terindah?”
Senyum misterius tersungging di sudut bibir namja itu. ia mendekatkan wajahnya ke telinga Je Young. “Kita melakukannya” bisik Kyuhyun.
“Melakukan apa?” Je Young masih belum paham. Membuat Kyuhyun gemas, haruskah ia menjelaskannya secara detail agar Je Young paham. Atau ia langsung melakukannya saja agar istrinya itu tidak perlu bertanya-tanya lagi.
“Itu.. Yang seharusnya kita lakukan saat malam pertama”
Young mengerjap kaget. Oh my.. Kyuhyun menatap Je Young penuh harap. Sesaat kemudian Je Young tersenyum. “Boleh”
Kyuhyun tersenyum girang. Ia baru akan menarik Je Young saat tiba-tiba gadis itu mendorongnya hingga jatuh.
“Haha, kalau kau bisa menangkapku!” seru Je Young sambil berlari menjauh. Kyuhyun yang masih kaget hanya mengerjap sambil berusaha bangkit dari atas pasir.
“Ya! Park Jeyoung” Kyuhyun jengkel, ia beringsut bangun dan mengejar Je Young.

Mereka berlari-lari di pantai malam itu. Merajut tali cinta yang telah terhubung dengan penuh rasa suka cita dan kebahagiaan.

Sementara Je Young dan Kyuhyun berbahagia dengan kisah cintanya, apa yang terjadi dengan teman-temannya yang lain???

—o0o—-

@kamar Eunhyuk
Eunhyuk pura-pura lemah, ia sengaja agar Eunri tidak pergi. ia berbaring nyaman di atas tempat tidur sementara Eunri duduk di tepi tempat tidur, tepat di sampingnya. Eunri mengecek suhu tubuh Eunhyuk sekali lagi. Memang agak hangat.
“Aku sudah memesan makanan untukmu chagi, setelah itu kau harus istirahat. Jadi besok kau harus sehat” ucap Eunri. Eunhyuk tersenyum dan menggenggam tangan Eunri, menatapnya penuh arti.
“Aku pasti sehat. Jika kau..” Eunhyuk menggantungkan kalimatnya. Ia melingkarkan tangannya ke pinggang Eunri, membelai pipinya pelan.
Eunri menelan ludahnya panik dengan hati berdebar-debar. “Jika apa?”
“Jika kau mau menemaniku semalaman penuh” ucap Eunhyuk pelan di telinga Eunri membuat Eunri agak merinding.
“Kau ini, lalu bagaimana dengan Donghae, kau ingin menyuruhnya tdiur diluar?” ucap Eunri gugup. Tatapan Eunhyuk semakin nakal.
“Itu gampang. Aku bisa mengungsikannya ke kamar lain bila perlu” ucapnya enteng mengingat resort ini adalah miliknya. tangan Eunhyuk mulai memegang leher Eunri dan menarik kepalanya mendekat. Eunri gugup dan ingin melepaskan diri tapi pelukan Eunhyuk sangat erat dan membuatnya tidak bisa bergerak. Akhirnya Eunri pasrah saja saat Eunhyuk menyentuhkan bibirnya ke bibir Eunri.

TING TONG!

Suara bel berbunyi membuat keduanya tersadar. Eunri segera melepaskan diri. Dengan gugup ia berlari membuka pintu. Sementara itu Eunhyuk menggerutu. Padahal tadi sedang seru-serunya dan ia hanya menciumnya sekilas.
“Siapa?” tanya Eunhyuk ketika Eunri kembali. Ia menghampiri Eunri yang tengah menata makanan di atas meja kecil dekat pantry.
“Makanannya sudah diantar. Ayo kita makan dulu” Eunri hendak pergi untuk menyiapkan yang lain tapi Eunhyuk menarik Eunri ke pelukannya lagi secara tiba-tiba. gadis itu menerjap kaget.
“Lee Eunri, saranghaeyo” ucap Eunhyuk sambil mendekapnya.
“Me too” jawab Eunri lembut, ia balas memeluk Eunhyuk.
“Janji, kau tidak akan meninggalkanku?”
“tentu” jawab Eunri
“Kau harus menjadi istriku”
“I do”
Eunhyuk tersenyum. “Kalau begitu, aku ingin sesuatu darimu” Tangannya mulai bergerak nakal. Eunri kaget, ia segera melepaskan diri.
“Lee Hyukjae, andwae, kita belum menikah!” seru Eunri panik.
“Kenapa? bukankah sebentar lagi” Eunhyuk mendekat dengan wajah nakalnya. Eunri semakin terpojok hingga tidak ada tempat kabur karena di belakangnya dinding.
“kau mau kan?” Bisik Eunhyuk, ia menghalangi jalan Eunri untuk kabur. Eunri semakin gugup. Eunhyuk membelai pipinya, lalu menyentuh bibirnya pelan. Ia tersenyum. Membuat gadis itu terpedaya di bawah kuasanya. Ia tidak bisa menghindar lagi. Eunhyuk mendekatkan dirinya dan..

*selanjutnya tebak sendiri^^v*

—-o0o—-

setelah tadi pergi dari resort, Donghae membawa Raeseok ke sebuah tempat tak jauh dari resort, sebuah ladang bunga yang menghadap langsung ke pantai lepas.
“Donghae, mau apa kita kemari?” tanya Raeseok bingung sambil menatap sekeliling. Donghae tersenyum manis.
“Menikmati pemandangan tentunya” ucap Donghae penuh makna. Raeseok bingung. Ia melihat sekeliling, tidak ada yang istimewa, padang bunga tidak terlalu indah saat malam. Dan yang terdengar hanya bunyi debur ombak.
“Sekarang memang belum” ucap Donghae seolah bisa membaca pikiran Raeseok dan membuat gadis itu bingung. Donghae menghadapkan tubuhnya lalu menatap Raeseok dalam-dalam. Membuat Raeseok berdebar. Donghae sangat tampan dan mempesona saat menatapnya tulus begitu. Tanpa di duga, Ia mendaratkan sebuah ciuman mesra di bibir mungil Raeseok. Membuat Raeseok terbuai selama beberapa saat.
“Sekarang saatnya. Lihat sekitarmu” intruksi Donghae setelah menciumnya.
Raeseok menurut, ia mengedarakn pandangan dan terpana, matanya melebar dan mulutnya hampir menganga takjub.
“AMAZING!” Seru Raeseok tidak percaya. Sekarang di sekitarnya ada banyak kunang-kunang beterbangan ke segala arah memancarkan sinar redup. Pemandangan sangat indah dan menakjubkan. Donghae puas melihat expresi Raeseok dan tangannya terulur menggenggam tangan Raeseok erat membuat gadis itu menoleh padanya.
“Sebenarnya ada alasan Khusus kenapa aku mengajakmu kemari” ujar Donghae.
“Waeyo?”

untuk menjawab pertanyaan Raeseok, Donghae mengeluarkan sebuah cincin dari dalam saku celananya. Gadis itu mengejrapkan matanya. Apa mungkin. Donghae tersenyum menatap Raeseok, tangannya mengangkat satu tangan Raeseok.
“Raeseok, maukah kau menjadi istriku?” tanya Donghae sungguh-sungguh. Raeseok tak bisa menahan airmata, ia menangis terharu. Ia benar-benar tidak menyangka Donghae mengajaknya kemari untuk melamarnya.
“Mana bisa aku menolaknya Donghae..” jawab Raeseok langsung memeluknya. “Aku brsedia..” lanjut Raeseok sambil menangis terharu di pelukan Donghae. seulas senyum bahagia tersemat di bibir Donghae, ia sedikit menitikkn airmata dan balas memeluk Raeseok. Setelah itu, Donghae memakaikan cincin di jari manis Raeseok. Mereka tersenyum dan saling bertatapan.
“Gomawo Raeseok, karena kau sudah mau menerimaku dan mencintaiku” ucap Donghae, wajahnya makin tampan dengan mata berbinar.
“Dengan senang hati, aku mencintaimu, Lee Donghae..”

Donghae mencium keningnyas sekilas, lalu perlahan ia mencium bibir Raeseok lagi, lebih mesra dan cukup lama. Raeseok tidak ingin moment ini berakhir. Ia balas memeluk Donghae dengan erat. Menikmati ciuman namjachingunya perlahan dan bermain dengan itu. Donghae memeluknya lagi. Ia tersenyum menatap mata Raeseok. Selamanya ia tidak akan melepaskan Raeseok, yeoja yang dicintainya dengan sepenuh hati. Malam ini adalah malam terindah bagi kedua orang itu dan Kunang-kunang menjadi saksi cinta keduanya.

—-o0o—-

“Lihat chagiya, bintangnya banyak sekali ya. Kalau di hitung jumlahnya kira-kira berapa?” ucap Heerin polos pada Kibum sambil menunjuk langit. Perlahan ia mengemut lolipopnya. Mereka berdua sekarang sedang duduk di bangku taman tak jauh dari resort.
“Jumlahnya tak terhingga chagi. Sampai tua pun kalau kau menghitungnya tidak akan habis-habis” jawab Kibum dengan bibir tersenyum. Heerin menoleh kaget dengan expresi polos.
“Jinjja? Kalau begitu aku tidak mau menghitung bintang, nanti aku jadi tua”

Kibum tertawa mendengarnya. Heerin terlalu polos. Tapi justru ini yang membuatnya tidak bisa berhenti mencintai Heerin. Yeoja ini, dengan segala kesederhanaannya mampu menjadikan hidupnya lebih berwarna. Tidak ada Yeoja lain yang bisa melakukannya.
“Kenapa tertawa, aku tidak bercanda!” keluh Heerin. Ia bingung, Kibum selalu tertawa ketika ia sudah mengatakan sesuatu. Padahal menurutnya itu tidak lucu.
“Ara. Mianhae” ucap Kibum. Ia kemudian menarik Heerin lebih dekat dan menyandarkan kepalanya ke bahu Heerin sambil memeluknya dari samping.

“Chagi.. Kau kenapa?” tanya Heerin bingung dengan tingkah Kibum yang mendadak romantis.
“Aku kedinginan, biar aku memelukmu sebentar. Badanmu hangat” ucap Kibum. Angin malam memang bertiup semilir, membuatnya agak menggigil. Tapi Heerin yang polos menanggapinya serius.
“Kau kedinginan? Pakai syalku ya, topiku juga” ucap Heerin sambil melepas syal dan topi rajut yang dipakainya. Kibum hanya pasrah saat ia dipakaikan syal dan topi oleh Heerin. Kibum bingung.
“Nah, sekarang sudah hangat kan?” ucap Heerin sambil menepuk-nepuk pipi Kibum. Wajahnya terlihat gembira.
“Tapi kau nanti kedinginan”
“Tidak apaa-apa. Aku kuat” ujar Heerin pede. Kibum mengeluarkan ‘killer smile’nya. Dan itu selalu sukses membuat Heerin terpesona tiap kali melihatnya. Kibum mendekatkan diri pada Heerin lalu memeluknya lagi. Heerin hanya terdiam dan menikmatinya.
“Aku tahu agar kita sama-sama hangat..” mendadak Kibum tersenyum maut.

Heerin diam terpaku, ia menatap namjachingunya itu dengan alis bertautan. “Kau juga bisa bilang kapan terakhir kali kita brciuman.” lanjut Kibum sambil menatap Heerin dengan mata berbinar. Heerin sudah melumer. Ia terpaku dan tak bisa bergerak lagi bahkan saat Kibum mendekatkan tubuhnya, mendekap pinggangnya.
“Yaitu hari ini” jawab Kibum lalu mencium Heerin pelan.
Heerin bagai melayang di atas awan. Ciuman Kibum selalu berkesan daan membuatnya lupa pada semua hal di dunia ini. Seolah ciuman itu adalah hal yng terindah di dunia. Entah berapa lama Kibum menciumnya karena Heerin mulai merasa kehabisan napas.

“Omo..Chagi, sesak!” Heerin melepaskan diri karena ia mulai tidak bisa bernapas. Ciuman Kibum terlalu hebat. Kibum tersenyum dan memeluknya. Selamanya Heerin akan menjadi gadisnya yang teristimewa.^_^

—o0o—

malam itu Siwon dilanda rasa panik yang sama seperti Kyuhyun. ia kehilangan Nichan. Ia sudah mencari kemana-mana tapi tidak juga menemukan sosok Nichan. Ia mmutuskn untuk menelepon sekali lagi.

_no gateun saram tto eopseo.. Juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol_

Siwon menoleh. Nada dering ponsel Nichan terdengar di dekatnya. Artinya Nichan berada tidak jauh, Siwon mengikuti arah suara itu. Akhirnya ia menemukan Nichan sedang duduk di pinggir kolam, ponselnya yang berbunyi ia diamkan saja. Ia merengut bingung. Kenapa tidak mengangkatnya? Tapi kemudian ia baru tahu alasannya. Nichan menangis.

“Nichan, kenapa menangis? D tempat seperti ini pula” ucap Siwon sambil duduk di sampingnya. Nichan menengok, ketika tahu itu Siwon, ia segera merangkulnya dan menangis di bahu Siwon. hanya ini yang bisa membuatnya sedikit lebih baik.
“Apa yang terjadi? Apa ini berhubungan dengan Kyuhyun?” tanya Siwon bingung sekaligus panik.
Nichan melepaskan pelukannya.
“Seperti yang kau bilang”
“Lalu?” tanya Siwon penasaran
“Lalu apa? Semuanya berakhir sekarang. Kyuhyun lebih memilih Jeyoung dan melupakanku sepenuhnya. Aku.. Aku.. Tidak tahu harus bagaimana menanggapinya..” Nichan menangis lagi.

Siwon tidak tega melihatnya. Hatinya selalu sakit melihat Nichan menangis. Ia menyandarkan kepala Nichan ke pundaknya sambil mengelusnya pelan.
“Menangislah, jika itu bisa membuatmu tenang” Otomatis airmata Nichan berhenti dengan sendirinya. Ajaib sekali. Di dekap oleh Siwon ini selalu membuatnya nyaman. Dan beban di hatinya pun lenyap.
“Siwon, gomawo. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku jika kau tidak ada” ujar Nichan. Ia melepaskan diri kemudian menatap Siwon.
“Dari dulu kau begitu perhatian padaku. Kau selalu ada ketika aku butuh seseorng untuk berbagi. Kau meminjamkan bahumu ketika aku sedih, memelukku ketika aku takut, dan berdiri di sampingku ketika aku putus asa. Aku tidak tahu bagaimana cara membalas semua kebaikanmu” ucap Nichan tulus.

Siwon tersentuh. Ia tersenyum lalu menggenggam tangan Nichan hangat.
“Ada. Caramu membalas semuanya” ucap Siwon. Nichan agak penasaran dibuatnya. Ia menatap Siwon penuh tanda tanya.
“Kau maukan menjadi yeojachinguku?” ungkap Siwon jujur.

Nichan terkesima mendengar pernyataan Siwon. Ada perasaan gembira menyusup di hatinya. Entah kenapa.
“Apa artinya ini? Siwon, kau menyukaiku?” tanya Nichan bingung. Ia takut, bagaimana jika Siwon juga salah orang seperti Kyuhyun. Siwon mengangguk.
“Aku menyukaimu sejak dulu. Aku ingin mengungkapkannya, tapi tidak bisa karena aku tahu kau menyukai Kyuhyun dan..” Siwon menggantungkan kalimatnya.
“Dan?” tanya Nichan tidak sabar. Siwon menghela napas dan menetapkan hati.
“Dan kau adalah orang yang menjunjung tnggi persahabatan. Kau selalu bilang ‘dalam kamusku tidak ada sahabat jadi cinta’. Karena itu, aku tidak berani mengungkapkannya”

Nichan tersadar. Iya, dia memang selalu bilang begitu. Ya ampun, apa yang ia lakukan. Nichan melirik Siwon. Dia begitu baik, tampan, perhatian, dan yang pasti mnyukainya. Tidak ada alasan baginya untuk menolak namja sepengertian Siwon.

Siwon tampak menunggu jawaban. Nichan menatap lembut namja itu.
“tidak ada sahabat jadi cinta” ucap Nichan. Siwon terkesiap, Nichan menolaknya? Tapi kemudian Nichan tersnyum.
“Tapi untukmu, kuberikan pengecualian” ucap Nichan lalu memeluk Siwon. namja itu terpaku. Otaknya masih bekerja lambat untuk mencerna apa yang sedang terjadi. Namun sesaat kemudian ia tersadar ketika mendengar Nichan berkata lirih sambil mendekapnya erat.
“Aku bersedia menjadi yeojachingumu. Asal.” Nichan melepaskan pelukannya. Siwon menatapnya serius, dan Nichan tersenyum manis.
“Kau harus mencintaiku sepenuh hatimu dan berjanji tidak akan mengkhianatiku”
Siwon tersenyum bahagia. Tidak butuh waktu lama untuk menjawabnya. “I do. Itu tidak sulit.” ia memeluk Nichan dan mendekapnya erat.

Keduanya saling melempar senyum. Nichan menunduk malu, entah kenapa tiba-tiba ia menjadi gugup. Ia tidak paham mengapa tiba-tiba saja Siwon jadi tampak sangat tampan dan senyumnya, membuat jantungnya hampir mati. Semudah itukah ia jatuh dalam pesona Choi Siwon?
“Kau gugup?” tanya Siwon
“Ani” Nichan menggeleng.
“Mau kusembuhkan?”
Nichan menoleh, bersamaan dengan itu Siwon mencium bibir Nichan sekilas. Nichan tersentak kaget. Ekspresinya di buat-buat jengkel.
“Choi Siwon. Kau pikir caramu akan berhasil?!” bentak Nichan.
Siwon tidak menjawab, ia terlalu bahagia dan hanya tersenyum simpul. Nichan masih mengerucutkan bibirnya, dan sesaat kemudian tersenyum usil.
“Jawabannya iya!” ujar Nichan. Tanpa ragu ia memegang kedua pipi Siwon kemudian mendaratkan kecupan mesra di bibir plum namja itu.
“Saranghaeyo..” lirih Nichan di sela-sela ciumannya.
“I know” jawab Siwon sambil merengkuh Nichan dengan segenap perasaannya.

Cinta itu sangat ajaib. Datang dan bagaimana terjadinya juga begitu ajaib. Karena itu yang dirasakan oleh Nichan dan Siwon. Suasana begitu hening. Yang terdengar hanya suara debaran dan gemericik air saja. Tapi semua itu terdengar merdu mengiringi alunan lagu cinta yang baru saja tercipta.

cinta itu bisa bertransformasi dalam berbagai macam bentuk. Benci, rindu, senang, bahagia, takut, ragu, dan bimbang. Semuanya kembali lagi bagaimana hati dan pikiran menanggapinya. Namun jika cinta itu bersemi indah selayaknya bunga sakura, nikmatilah keindahannya dengan hati yang lapang dan terbuka. Karena di dunia ini, tidak ada cinta yang membuat hati terasa sakit saat cinta itu datang menyapa, kebahagiaan lah yang akan menyambutnya.

Cherry Blossom End..

121 thoughts on “Cherry Blossom (Part 9) End

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s