After Wedding Story // The Trouble Begin..!! // Part 3

Tittle : After Wedding Story [The Trouble Begin..!!] Part 3
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance-Comedy, Married Life

Main Cast :

  • Shin Nara a.k.a Aira
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • *find by yourself*

Warning : Typo berkeliaran

After Wedding Story - The Trouble Begin By DhaKhanzaki

———-o0o———–

Sampai hampir satu bulan berlalu, Aira tetap sama. Tidak ada perubahan apapun dengannya. Dan mulai dari teman-teman Aira datang menjenguk, kakak-kakaknya, sampai member Suju yang datang mencoba membuat Aira bereaksi pun, Aira tetap tenang terlelap dalam mimpinya.

Kyuhyun berusaha tegar. Ia tetap menjalani hari-harinya tanpa Aira dengan tersenyum. Pekerjaan pun ia selesaikan dengan baik sampai orang-orang tidak sadar kalau di dalam hatinya, Kyuhyun menanggung beban batin yang berat.

Sampai suatu saat, ketika tampil di sebuah acara, Suju KRY bersama Sungmin dan Donghae menyanyikan lagu In My Dream.. Kyuhyun meneteskan airmata ketika menyanyikannya..

Yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo
Yeojeonhi geunyeoro ggaeeonado
Dasineun ggumuji angireul baraedo
Oneuldo geunyeoro naneun jami deul suga isseo

Orang-orang sampai ikut menangis melihat Kyuhyun yang menyanyikan lagu itu dengan sepenuh hatinya. Mereka tidak tahu Kyuhyun menangis karena teringat Aira.. Istrinya yang terbaring koma di rumah sakit.

Sampai-sampai sang MC bertanya kenapa Kyuhyun bisa sangat menghayati lagu itu. Kyuhyun menatap orang-orang yang ada di studio.. Ia ingin sekali mengeluarkan unek-uneknya.
“Aku hanya teringat seseorang ketika menyanyikan lagu ini” ucap Kyuhyun jujur. Orang-orang kaget. Member SJ yang lain diam saja, hanya melempar tatapan satu sama lain.
“Siapa jika kami boleh tahu” tanya MC yang ikut penasaran.
Kyuhyun tersenyum ringan dan menatap kamera. “Aku hanya ingin bilang padanya, cepatlah sembuh. Aku, keluargaku, dan semua orang yang menyayangimu berharap kau segera sembuh..” Kyuhyun sungguh-sungguh mengatakannya. Setelah itu ia tidak berbicara apapun lagi.

Tapi naasnya, mereka mengira kalimat yang Kyuhyun katakan tadi ia tunjukkan pada Seohyun. Dan gosip tentang mereka pun semakin menyebar luas dan menelan kabar kedekatan Seohyun dengan Jung Yong Hwa.

—-o0o—-

@dorm Super Junior
“Kau harus bersabar.. Nara pasti segera sadar..” hibur Sungmin ketika melihat Kyuhyun kembali bersedih. Ia duduk di samping dongsaengnya yang sejak tadi terus termenung.
“Ne Hyung” Kyuhyun meremas halaman tabloid yang dibacanya. Tepat di halaman yang menceritakan gosipnya dengan Seohyun. Ia jengkel dengan gosip ini.

—o0o—

*Kyuhyun Pov*
“Jangan pikirkan gosip itu. Lama-lama juga pasti bakal hilang” Sungmin Hyung menepuk pundakku agar aku tenang. Aish, jujur saja ini sangat menggangguku. Tiap hari aku jadi santapan para wartawan yang penasaran dan bertanya padaku soal gosip kedekatanku dengan Seohyun. Ingin rasanya aku berteriak di depan mereka kalau aku sudah punya istri dan tidak mungkin aku mengkhianatinya. Tapi tidak jadi, aku ingat Aira memintaku agar merahasiakan status pernikahan kami.

Malam ini aku tidak bisa tidur tenang. Sudah satu bulan ini, selama Aira dirawat di rumah sakit aku terus tidur di dorm. Aku tidak sanggup tidur di rumah. Pasti aku akan menangis karena teringat pada Aira. Yah, Hyungdeul sampai bilang aku jadi namja cengeng semenjak Aira koma. Oh, demi Tuhan, siapa yang tidak sedih jika orang yang disayanginya dinyatakan koma. Tahu kan.. Koma.. Keadaan dimana seseorang dalam kondisi mati sementara dan tidak ada yang tahu kapan akan terbangun kembali.. Mengingatnya saja membuat airmataku jatuh.

—o0o—

“Ai chan.”
Malam ini aku bermimpi buruk. Dalam mimpi aku melihat Ai-chan yang memakai gaun putih pergi dan menghilang di tengah kegelapan malam, meninggalkanku yang berusaha meraih tangannya dan terus menyerukan namanya agar tidak pergi. Andwae..

“ANDWAE!!”

Aku terbangun dalam keadaan berkeringat, panik, tegang, dan ketakutan. Tanganku pun teracung ke langit-langit seperti ingin menggapai sesuatu. Napasku terengah-engah.
“Waeyo?”
Aku tersentak mendengar suara Shindong Hyung. Aku mengerjapkan mata, rupanya aku tertidur di sofa di ruang Tv. Aku sangat bersyukur ternyata hanya mimpi.
“Kenapa Kyu? Kau berteriak kencang sekali?” tanya Shindong Hyung lagi.
“Tidak.. Aku hanya bermimpi Ai-chan…” aliran kata-kataku terhenti, tubuhku bergetar seketika. Firasat apa ini? Oh, jangan bilang aku bermimpi begini karena terjadi sesuatu pada Aira.
Kepalaku berputar cepat ke arah Shindong Hyung. “Hyung, jam berapa sekarang?”
ia melihat jam dinding. “Pukul 06.45”

Baru kusadari hari sudah terang saat ini. Tanpa membuang waktu aku bergegas bangkit.
“Mau kemana Kyu?” teriaknya ketika aku mengambil kunci mobil dan berlari ke pintu depan.
“Rumah Sakit Hyung” balasku berteriak kemudian pergi secepatnya.

Perasaanku tidak enak. Sejak terbangun dari mimpi tadi pikiranku mulai dirasuki macam-macam bayangan buruk. Semoga firasatku salah. Semoga tidak terjadi apa-apa pada Ai-chan.
—o0o—

@Seoul Hospital
Aku segera berlari menuju kamar rawat Aira tanpa mempedulikan perawat yang mengomel agar tidak berlari di lorong rumah sakit. aku benar-benar tidak bisa tenang sebelum memastikan Aira baik-baik saja. Secepat kilat aku membuka pintu kamarnya.
“Ai-chan.. Omo..” aku kaget luar biasa. Kamar Ai-chan kosong.. Dan kemana Umma.. Bukankah Umma menjaga Aira semalam? Dan yang lebih membuatku panik adalah Ai-chan tidak ada di tempatnya.. Jangan bilang.. Andwae!!
“Ai-chan..” teriakku seperti orang kerasukan. Sungguh, aku panik sekali!

Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka. Aku segera berbalik. Mataku melebar.. Ai-chan.. Dia tengah berjalan masuk sambil membawa boneka Mickey Mouse yang kuberikan.
“Ai..” panggilku dengan suara bergetar. Takut pemandangan yang kulihat ini hanya ilusi. Aira mengangkat kepalanya. Matanya tepat menatap mataku yang mulai berkaca-kaca.
“Ne” jawabnya sambil tersenyum. Baik, ini bukan mimpi. Tanpa membuang waktu, aku segera menghambur dan memeluknya erat. Aku lega.. Sangat lega dan bahagia. Ini bukan mimpi.. Ini kenyataan.. Kehangatan tubuh Aira bisa kurasakan. Hembusan nafasnya yang menerpa dadaku pun kurasakan dengan jelas. Ai-chanku sudah siuman! Dia sudah kembali lagi padaku! Tuhan, terima kasih..

“Ai-chan.. Saranghae..” airmataku mengalir begitu saja. Dekapanku makin erat. Aira masih belum membalas pelukanku. Hei, apa dia masih marah padaku?
“Umm” Suara Aira mulai terdengar, lebih terdengar seperti gumaman. Ia melepaskan pelukanku.
Aku tersenyum menatap wajahnya. Aku sangat merindukan gadisku.

Aira mengerutkan kening. Tanganku terulur untuk menyentuh pipinya, namun dengan cepat Aira menepisnya. Aku terkejut.
“Wae?” tanyaku bingung. Apa dia sungguh masih menaruh amarah untukku?
Tatapannya kian menajam, oh aku tahu dia marah. Aku harus meminta maaf padanya. Saat aku maju selangkah, Aira mundur selangkah. Mataku terbelalak.
“Wae, Ai-chan?” aku mulai panik.

Matanya yang bulat dan tajam itu menatapku curiga, seperti aku adalah pelaku kejahatan. Dan kalimat yang keluar dari mulutnya membuatku terkejut.
“Siapa kau?”

Tubuhku membatu seketika. Bahkan aku sempat mengira telingaku ini sudah tuli dan aku yakin aku hanya salah dengar. Tadi Aira bertanya siapa aku? Mustahil. Apa mungkin?
“Ai-chan, jangan bercanda denganku. Ini tidak lucu..” aku tersenyum masam. Tubuhku tanpa komando berjalan perlahan mendekatinya. Kerutan bingung di wajah cantik istriku makin kentara. Membuat seluruh tubuhku bergetar ragu bercampur takut.
“Siapa yang bercanda! Siapa kau?!” bentaknya.
Aku bergetar. “Aku suamimu.. Cho Kyuhyun” suaraku terdengar parau dan serak.

Aira tercengang. “Su, suami? Aku tidak punya Suami! Aku belum menikah! Jadi tuan, jangan berbohong padaku”

Sungguh, ini tidak lucu sama sekali. Aira, tidak ingat padaku?!

“Aku tidak berbohong, lihat, kau pakai cincin ka..” aku terkejut ketika meraih tangannya. Ia tidak memakai cincin kawin ataupun cincin yang kuberikan saat melamarnya dulu.
“Kemana cincinmu? Kenapa tidak kamu pakai?” cecarku tidak sabar. Aira menarik tangannya dan menatapku tajam.
“Cincin apa? Sudah kubilang aku belum menikah, kau ini.. Kurang waras? Sayang sekali masih muda sudah gila”

Aku mohon, siapapun jelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Aku langsung bergegas memanggil dokter.


Aku menunggu di luar sementara dokter memeriksa Aira di dalam. Aku tetap tidak bisa tinggal diam saja. sejak tadi, entah sudah berapa kali kakiku berjalan bolak-balik di depan kamar rawat Aira. aku benar-benar cemas. Umma yang tadi baru kembali dari kantin rumah sakit pun berusaha menenangkanku.

Siapa yang tidak panik, istriku yang amat kurindukan akhirnya sadar. Tapi, dia tidak ingat padaku? Rasanya aku ingin terjun ke dalam jurang saja. akhirnya saat yang kutunggu tiba juga. Dokter keluar dari ruang rawat Aira. aku dan Umma segera menghambur ke hadapannya.
“Dokter, bagaimana keadaan Aira?” tanya Umma.
“Iya. Kenapa dia tidak ingat padaku?” timpalku.
Dokter menghela napas. “Pasien baik-baik saja. Tidak ada masalah dengan kondisi fisiknya. Hanya saja, pasien mengalami amnesia sebagian” ujar dokter itu dengan suara menyesal, seperti memberiku ucapan bela sungkawa.

Aku maupun Umma terkejut. otakku kosong tiba-tiba.
“Amnesia?” tanyaku tidak percaya.
“Iya. Jadi ada sebagian memori yang terhapus dari ingatannya karena benturan di kepalanya cukup parah. Dari yang kuketahui, ingatannya hanya sampai sebelum ia menikah. Setelah itu, pasien tidak mengingat kejadian apapun”

Bohong!! Aku menjerit dalam hati. Aira tidak mungkin melupakanku! Lalu, bagaimana denganku jika ia tidak ingat padaku?
“Dokter, lalu apa yang harus kulakukan agar ingatannya kembali?” tanyaku panik
“Kita lihat perkembangannya dulu. Memaksanya mengingat akan membuatnya tersiksa” jelas dokter membuatku lemas dan putus asa. Ai-chan.. Kenapa kau lakukan ini padaku?

Aku kembali ke kamar rawat Aira dengan langkah gontai. Saat aku masuk, Aira sedang memainkan boneka Mickey Mouse dengan ekspresi aegyeonya. Andai ia tidak hilang ingatan, sudah kupeluk detik itu juga.

Aira menoleh mendengar suara langkah kakiku mendekatinya. “Mwo, kenapa kamu kemari lagi?” tanyanya ketika menyadari kehadiranku.
Aku tidak boleh tampak lemah di depannya. Bukankah Aira menyukai pria kuat dan tegar. “Aku ingin melihat kau, istriku” jawabku tegas. Tak kusangka Aira malah tertawa lantas memegang keningku.
“Kepalamu tidak panas. Tapi kenapa bicaramu melantur? Aku kenal saja tidak kenapa kita bisa jadi suami istri?” ucapnya di sela tawa.
“Ceritanya panjang Ai-chan..” ujarku pasrah.
“Apa? Ai-chan! Ya! Jangan sembarangan memanggilku! Namaku..”
“Aira Andriani atau Shin Nara. Tapi margamu berubah jadi Cho Nara setelah menikah denganku” potongku. Dan muka bodoh yang membuatku bersusah payah menahan diri untuk tidak memeluknya muncul kembali.
“Kenapa kau bisa tahu namaku?” tanyanya bingung. Aira, kau benar-benar membuatku gemas sekaligus depresi.
“Aku tahu semua tentangmu. Karena aku SUAMIMU!!” aku menekankan suaraku di akhir kalimat.

Kami akhirnya berdebat. Dan semua suasana akrab kami terputus karena ibu mertuaku datang.
“Aira sayang, kau sudah siuman nak.” serunya seraya memeluk Aira. aku tidak begitu mengerti apa yang mereka ucapkan karena mereka berbicara dalam bahasa asing. Aku yakin itu Bahasa Indonesia.
“Mama.. I miss you..” Aira memeluk erat Mamanya. Adegan itu membuatku iri. Aku juga ingin dipeluk seperti itu.
“Kau membuat mama hampir mati nak.. Syukurlah kau selamat. Kau tahu kan Mama sangat ketakutan mendengar kau koma”
“Koma? Aku koma?” Aira kaget. Mama mengangguk. Ia lalu menoleh padaku.
“Suamimu ini juga sangat mengkhawatirkanmu sayang” Mama kini berbicara dalam bahasa Korea, membuatku paham apa yang sedang mereka bicarakan.
Mata istriku kembali membulat. Ia terkejut. “Suami? Dia? Memang aku sudah menikah?”

Tampak perubahan ekspresi di wajah Mama Aira. Ia menatapku bingung, meminta penjelasan. Aku hanya menatapnya sememelas mungkin. Mama lalu menoleh pada Aira.
“Kau tidak ingat pada suamimu Nak?”
Aira menggeleng. Mama memucat, tanpa membuang waktu ia segera pergi meminta penjelasan pada dokter. Dan aku hanya terpaku.
“Jadi, kau suamiku?” pertanyaan Aira membuatku tersentak.
“Ne” ujarku senang. Mungkinkah Aira mulai mengingatku. Aira menatapku dari atas sampai bawah, lalu menggeleng dengan tatapan tidak yakin.
“Mustahil. Kau bukan tipeku. Mana mungkin aku menikah denganmu”
Seperti baru saja ada hujan meteor yang jatuh menimpaku, seluruh tubuhku otomatis terhempas jatuh tak berdaya ke dasar jurang. Membuatnya kaku seperti patung perunggu yang ada di taman kota. Apa katanya? Bukan tipenya? Aku, Cho Kyuhyun, namja ‘the most wanted’ ini tidak masuk tipe istriku sendiri? Mana mungkin! tanpa sadar emosiku tersulut.
“Bu, bukan tipemu? Ya, kau tahu, di luar sana banyak yeoja yang menginginkanku. Kau sudah sangat beruntung bisa menikah denganku” aku berkacak pinggang sambil mengendikkan daguku dengan gaya angkuh.
“Mwo? Memang kau siapa? Artis terkenal?” ucapnya sambil menahan tawa. Aku tercengang. Aku ingat kata-kata yang sama pernah diucapkannya dulu. Oh, tidak, jadi aku harus mengulangnya dari awal lagi?

“Sekarang pergilah, aku ingin istirahat” Aira membalikkan badan.
“Tunggu!” cegahku sambil menahan pundaknya. Dan kejadian tidak terduga selanjutnya adalah, dia refleks menarik tanganku dan segalanya menjadi sangat cepat hingga aku tidak tahu apa yang terjadi padaku hingga saat sadar tubuhku di tarik ke depan lalu terhempas jatuh ke lantai dalam durasi sepersekian detik.

Brukk!!

“Argh” erangku kesakitan. Jurus apa yang dipakainya sampai ia membantingku ke lantai begini! Tega sekali. aku menatap Aira yang terkejut atas gerak refleksnya itu.
“Oh dear, mianhae, aku tidak sengaja!” Aira membungkuk meminta maaf dan wajahnya tampak ia sangat menyesal.

Sebenarnya tidak terlalu sakit juga. Tapi aku pura-pura menderita dan memelas di hadapannya.
“Aduh, apa itu tadi? Kau ingin membunuhku? Tulang-tulangku rasanya remuk semua” rintihku mendramatisir. Benar dugaanku. Aira sangat menyesal dan kini ia berlutut di hadapanku.
“Mianhae, tadi itu ippon seoi. Salah satu jurus dalam judo. Tapi sungguh aku tidak sengaja.” Aku hampir saja memekik kaget. Sial, aku lupa. Bukankah Aira sudah sabuk hitam di judo. Tentu saja akan sangat berbahaya jika aku memegang pundaknya secara tiba-tiba. gerak reflek yang benar-benar mematikan.
Aira mengulurkan tangannya membantuku bangun. Aku menyeringai pelan. Saat ia mencoba membantuku bangun, kutarik tangannya hingga Aira jatuh ke pelukanku. Matanya terbelalak kaget. Tapi aku senang ekspresi itu.
“Ya! Apa yg kau lakukan! Lepas!” Aira memberontak membuatku semakin mempererat pelukanku.
“Aku rindu memelukmu seperti ini” ucapku sambil membelai rambutnya.
“Kau gila! Lepaskan atau aku akan berteriak!” ancamnya. Aku suka sekali melihatnya ketika sedang marah begini.
“Teriak saja. Toh aku suamimu, tidak akan ada yang protes” aku merasa menang setelah mengatakannya. Aira mulai tenang dan tidak memberontak lagi. Apa dia mulai nyaman dengan pelukanku?
Aku menatap matanya yang balas menatapku. Tersirat di matanya rasa bingung dan takut. Mana rasa cinta dan rindu yang selalu kulihat tiap kali kutatap matanya?
Kami saling diam beberapa saat. Situasi ini membuat hatiku berdesir dan bergejolak. Aira, apa kau merasakannya juga?

Aku menelan ludah ketika menatap bibirnya yang merah muda dan menggiurkan tepat beberapa senti di depanku. Mungkin aku salah berpikiran kotor saat ini. Tapi sungguh, aku rindu perasaan bahagia ketika bisa merasakan bibirnya dengan bibirku. Seolah aku menyatakan pada dunia bahwa yeoja ini adalah milikku seutuhnya.
Tanpa sadar aku mendekatkan wajahku dan mengecup bibirnya pelan. Kurasakan tubuhnya menegang. Saat-saat indah itu hanya sesaat karena Aira segera mendorongku.
“Kau.. Kenapa lakukan ini padaku?” dia melepaskan diri dariku. Ia mengusap bibirnya dengan punggung tangan. Seperti ingin menghapus ciuman tadi.
“Kenapa? Karena aku mencintaimu Ai-chan.” ucapku untuk meyakinkannya.
“Pergi!!” usirnya setengah berteriak. Aku terbelalak.
“Tapi..”
“Pergi!” dengan paksa ia mendorongku keluar kamar rawatnya, lalu membanting pintu tepat di depan wajahku. Tingkahnya tidak seperti pasien yang baru bangun dari koma. Lalu apa yang selanjutnya kulakukan? Apa ini hukuman yang harus kuterima karena telah membuatnya menderita? Tidak, ini terlalu keji.
“Ai-chan, cepatlah ingat padaku..” lirihku sebelum pergi.

—o0o—

*Author Pov*
“Mwo? Amnesia!!” teriak member Super Junior lain ketika Kyuhyun menceritakan kondisi Aira. Mereka kaget bukan main lalu saling berpandangan. Kyuhyun mengangguk lemah. Ia tidak tahu harus menumpahkan keluh kesahnya pada siapa lagi karena ia benar-benar frustasi dengan apa yang terjadi pada Aira. Mengetahui gadis itu tidak mengingatnya membuat dunia yang ia tapaki seperti berguncang hebat.
“Berarti Nara tidak ingat padaku?” tanya Leeteuk menunjuk dirinya sendiri. ekspresinya tercengang.
“Jangankan padamu, Hyung. Padaku saja tidak ingat” Kyuhyun mendesah berat.
“Lalu aku? Kami sudah berjanji akan masak sama-sama.” timpal Ryeowook.
“Ai-chan tidak ingat apapun. Dia hanya ingat sampai ia belum bertemu denganku. Setelah itu ia tidak ingat apa-apa lagi. Termasuk pernikahanku, bulan madu, dan pertengkaran kemarin” Kyuhyun mulai frustasi lagi. Tangannya bergerak mengacak-acak rambutnya.

Heechul menepuk pundaknya. “Tenang, kami akan membantumu mengembalikan ingatan Belle. Setuju!” Heechul berseru sambil mengacungkan tangannya dibalas dengan seruan tak kalah hebat oleh member lain.
“Hyung, gomawo..” Kyuhyun terharu dan ingin memeluk mereka satu persatu. Namun ponselnya berdering. Kyuhyun berjalan menjauh dari mereka agar bisa mendengar lebih jelas. Jadi ia keluar tempat latihan dan berdiri di balkon gedung SMent yang menghadap ke jalan raya.

“Yeobseo” Kyuhyun menempelkan ponsel di telinganya sementara tubuhnya ia sandarkan ke pagar balkon.
“Kyuhyun, kau tidak datang ke rumah sakit?” Kyuhyun mengenali suara lantang yang selalu ketus padanya. Hanya helaan santai yang dikeluarkannya.
“Aku masih ada jadwal, GC” jawabnya tenang.
“Em, kau tahu keadaan Aira?” tanyanya ragu.
“Tentu. Dia tidak ingat padaku. Dan apa dia ingat padamu?”
“Tentu saja. Hei, kalau ingin kemari, kau ajak Sungmin Oppa oke!”
Kyuhyun mengerutkan kening. “Ya! Jangan meneleponku kalau hanya ingin memintaku mengajak Hyung. Memang kau sedang di rumah sakit?” sungutnya kesal. Jika ingin mengajak Sungmin mengapa harus meneleponnya segala?
“Iya. Aira tampak kebingungan. Dan dia bilang ingin pulang sekarang”
Namja itu terbelalak. “Mwo? Pulang? Tidak bisa, dia masih harus dirawat” Kyuhyun tanpa sadar berteriak pada GC.
“Makanya datang kemari dan cegah dia!” GC balas berteriak kemudian memutuskan sambungan seenaknya.

Tanpa membuang waktu Kyuhyun bergegas pergi. Akhir-akhir ini ia selalu paranoid setiap kali menyangkut soal Aira. Ia takut, entah apa yang membuatnya takut.

—o0o—-

Setibanya di rumah sakit, Kyuhyun segera menuju ruang rawat Aira, tak lupa juga ia membawa makanan kesukaan Aira. Ia berjalan santai menuju kamar rawat istrinya. Namun saat akan membuka pintu, gerakannya terhenti karena ia mendengar tawa ringan Aira dari luar.
“Aish, aku ragu kau baru bangun dari koma. Kau terlihat sangat segar” ucap GC. Aira yang masih berbaring di atas ranjag dengan selang infus menempel di tangannya hanya tertawa pelan.
“Mungkin karena aku sudah pernah koma sebelumnya. Jadi kali ini bisa lebih cepat pulih” Aira memakan wafle yang tadi dibelikan GC untuknya.
Chan Mi membulatkan mata. “He, kau pernah koma sebelum ini?”
Aira mengangguk. “Waktu aku kecil aku juga pernah kecelakaan. Entahlah, tapi mama bilang begitu”
GC hanya mengangguk. Lalu ia kembali bertanya. “Kau yakin akan pulang hari ini?”
“Iya”
“Pulang kemana?”
“Ke apartemenku”
“Tapi..” GC ragu. “Apartemenmu sudah disewa orang lain. Sekarang kau tinggal dengan suamimu”

Aira menghentikan kegiatan makannya. Ia mengangkat wajah menatap sahabatnya itu dengan ekspresi tidak terima. “Sudah kubilang aku tidak punya suami. Kenapa semua orang yakin sekali aku sudah menikah” protesnya. GC ingin menjelaskan namun pintu terlanjur menderit terbuka. Kyuhyun masuk menginterupsi dengan wajah ceria.
“Yeobo…” serunya sambil melambaikan tangan. Aira mendesah malas.
“Dia lagi” gumamnya.
“Aira dia..” Aira langsung memotong kalimat GC.
“Araseo. Dia fansku mungkin” ucapnya.

GC terbatuk mendengarnya sementara Kyuhyun mendengus jengkel dan langkahnya terhenti.
‘dasar yeoja 4D! Awas, kusiksa kau nanti’ batin Kyuhyun.

“Kenapa dia datang lagi?” gerutu Aira pelan lalu kembali menghabiskan wafflenya. Kyuhyun tidak mempedulikannya dan memilih mendekati Aira.
“Aira, dia suamimu” ucap GC.
Namja itu mengangguk antusias.”Benar yang GC bilang. Aku suamimu” timpal Kyuhyun.
“GC, kau mengenalnya?” tanya Aira dengan mulut penuh makanan.
“Tentu saja. Kau yang mengenalkannya padaku. Berkat kau juga aku bisa akrab dengan Sungmin Oppa”
Aira mengeryitkan dahi, ia tidak paham dengan yang sedang mereka bahas sekarang. “Siapa Sungmin? Dan Kapan? Mengapa aku tidak ingat.”
“Di hari pernikahanmu. Dan Sungmin Oppa itu member Super Junior sama seperti Kyuhyun, suamimu!” GC mulai gemas dan ingin sekali menjitak Aira agar ingatannya pulih.
“Super Junior? Apa itu?” tanyanya konyol. GC menepuk jidatnya. Bisa panjang ceritanya jika mesti menjelaskannya dari awal.

Perhatian Aira teralih pada Kyuhyun. “Em, ada apa kau kemari? Menjengukku?” Kyuhyun tersenyum lalu duduk di kursi dekat tempat tidurnya.
“Tentu saja. Kau pikir apa lagi. Nih, untukmu” Kyuhyun menyerahkan kotak makanan yang dibawanya tadi.
Mata Aira melebar. “Whua.. Gomawo..” ia segera membuka kotak itu. Matanya berbinar-binar takjub melihat isi dari makanan yang dibawa Kyuhyun untuknya. “Bagaimana kau tahu aku suka spagetti?”
Kyuhyun mengulum senyum. Akhirnya ia bisa melihat Aira yang berwajah cerah seperti sekarang.
“Tentu saja tahu. Aku suamimu” jawab Kyuhyun.
Aira memakannya dengan lahap. GC sampai menelan ludah takjub.
“Aira, kau tidak kenyang? Tadi kan kau sudah menghabiskan 4 porsi waffle”
“Heh, selera makanku besar tahu” jawabnya bangga dengan mulut belepotan saus spageti.
GC bergidig. Sakit saja makannya banyak apalagi sehat.

Kyuhyun gemas melihat Aira makan belepotan. Ia mengambil tisu, memegang dagu Aira, dan membersihkan sekitar mulut Aira yang belepotan. Aira terdiam dengan perlakuan Kyuhyun padanya. Ia merasakan sesuatu yang sama seperti saat Kyuhyun menciumnya kemarin. Seperti perasaan senang yang tiba-tiba meledak dalam dirinya saat Kyuhyun menyentuhnya. Ini aneh. Dan yang membuatnya heran, kenapa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat?

To be continued…

45 thoughts on “After Wedding Story // The Trouble Begin..!! // Part 3

  1. Kyu kasian sekali😦
    Pasti nyesek tuh istri sendiri lupa udh nikah :’)
    Smoga aja lah ingatannya cepat kembali. Apalagi mulai ngerasain tnda” jtuh cinta kyk dlu lgi. Hhe
    Keren abis eon!😉

  2. Ya author… Sembuh kan lai ai-chan kasihanila kyuhyun😀 #plaaak

    kirain aira cuma boongan amnesianya.. Eh ternyata benerann
    keeeeerrrrrren lanjut ne???

  3. Di part ini ada dialog yg q gak suka..gak suka ada kta tentang kedekatan yong wha nd seohyun.th0r saya y0ngshin shiper.

    Q jga gak suka kyuppa di g0sipin ma dy,entalah..
    maaf ya wat fans seohyun.gak ada maksud

  4. Mwo?? Amnesia omg sabar ya magnae evil itu bakalan segera ingat lagi kq sama kamu*doa*
    Ya iyalah ai-chan jantung mu ber detak dia kan suami kamu ><

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s