Shady Girl Kibum’s Story (Part 5)

Tittle : Shady Girl Kibum’s Story Part 5
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Cho Ja Rin
  • Kim Kibum

Warning : Typo bertebaran

Shady Girl Kibum's Story by Dha Khanzaki1

——-o0o——-

Hari ini Kibum mendapat hari libur dari pekerjaannya. Di hari bebas itu ia memanfaatkannya dengan berjalan-jalan di departement store itu untuk menemui beberapa temannya semasa magang di Swiss lalu.
Ia sedang berbicara di telepon sambil berjalan. Biasa, mengobrol dengan Siwon yang sampai saat ini masih juga menanyakan hubungannya dengan Ja Rin. Padahal sudah dikatakan berkali-kali bahwa dirinya dan Ja Rin tidak memiliki hubungan apapun.
“Siwon, kau ini keras kepala sekali!” protes Kibum.
“Lalu yang kulihat kemarin itu apa? Kau tidak mungkin hampir menciumnya jika tidak memiliki perasaan khusus kan? Lagipula kau sudah membawanya ke rumahmu. Ah, jangan-jangan kalian juga sudah menjalin hubungan terlarang.” Oceh Siwon di telepon.

Kibum mengusap pelan pelipisnya. Tak di sangka Siwon akan begitu kekeuh mengira dirinya backstreet dengan Ja Rin. Kibum sudah mendengar cerita Siwon bahwa dirinya dan Ja Rin sudah mengenal sejak lama. ia tahu Ja Rin itu karakter gadis yang pantang menyerah jika sudah jatuh cinta. Ya, Kibum mengakui kegigihan gadis itu. Sudah sebulan terakhir ini Ja Rin terus berusaha menemuinya dan ia menghindarinya di saat yang bersamaan. Tapi sudah hampir satu minggu Ja Rin tidak menampakkan dirinya. Apa mungkin gadis itu menyerah? Atau.. dia yang mulai merindukan gadis itu? Tunggu, yang terakhir itu adalah gagasan buruk.

Saat menoleh ke arah depan, tubuh Kibum bergetar seketika. Mungkin ini halusinasi karena ia sedang memikirkan Ja Rin karena sekarang matanya menangkap sosok Ja Rin berdiri di hadapannya dalam kondisi terpaku. Seperti patung saja, gadis itu tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Dan matanya, ah tidak, dia akan terhipnotis lagi oleh tatapan Ja Rin, mata gadis itu menatap lurus ke arahnya…

Tanpa sadar Kibum menghentikan langkah kakinya 2 meter sebelum dirinya tepat berada di hadapan Ja Rin. Ia pun tak kalah tercengang. Kibum mematikan ponselnya, padahal di seberang sana Siwon sedang mengoceh tentang Ja Rin padanya. Ia tidak peduli lagi pada cerita Siwon. Karena sekarang, gadis itu berdiri di depannya.

“Dokter Kim?” lirih Ja Rin dengan suara pelan.
Kibum hanya menatapnya. Tidak berniat menyapa ataupun berbicara. Hatinya bergetar aneh lagi. Tidak, jangan sampai dirinya kembali terbius oleh pesona Ja Rin yang tak dimengertinya.
“Halo, nona Cho” ucapnya kaku. Ia tersenyum ramah. Gadis itu mengangguk lalu berjalan mendekatinya. Kibum mematung, tidak, jangan mendekat atau dia akan lepas kendali lagi.
“Long time no see” ujarnya. Kibum mengalihkan pandangannya. Ini tidak benar, seharusnya ia tak bertemu Ja Rin hari ini.
“Em, Nona Cho, aku harus pergi” Kibum berlalu begitu saja melewati Ja Rin yang terbelalak bingung. Cepat-cepat gadis itu menahan pergelangan tangan Kibum.
“Tunggu!!” ujarnya. Kibum menolehkan kepalanya. terlebih karena ia merasakan getaran aneh kala kulit mereka bersentuhan. Sekarang yang dilihatnya adalah ekspresi Ja Rin yang tersenyum. Senyum sedih. Entahlah, yang pasti itu bukan senyum yang bahagia. Matanya berkaca-kaca. Kibum berdebar. Ada apa ini?
“Jangan menghindariku lagi Dokter. Kau tidak perlu melakukannya mulai sekarang. Karena aku akan menyerah untuk mengganggumu” ujar Ja Rin masih tetap dengan senyum yang sama.

Akhirnya Kibum menyerah untuk menghindari Ja Rin. Ia lebih tercengang terhadap ucapan yang baru saja dilontarkan Ja Rin.
“Kenapa?” tanpa sadar Kibum bertanya. Aish.. sudah bagus ja Rin berhenti mengejar-ngejarnya kenapa ia malah bertanya alasannya..
Ja Rin menunduk sebentar sebelum ia menjawab. “Aku akan menikah” ucapnya getir.
Untuk yang ini Kibum terbelalak. Dia seperti barus saja mendengar sebuah berita kematian. Begitu menyesakkan dan membuat jantungnya serasa remuk. Oh, bukankah seharusnya ia gembira. Bagaimanapun ini adalah berita bahagia. Tapi kenapa hatinya malah sedih seperti ini?
“Benarkah? Selamat..” ujarnya dengan napas tercekat. Tidak.. reaksi seperti ini pun tidak benar. Kenapa ia tidak rela mendengar berita ini??? Kibum memaksakan diri tersenyum selepas mungkin di hadapan Ja Rin. Agar gadis itu percaya bahwa ia memang senang.

Sejujurnya Ja Rin ingin menangis saat memberitahukan dirinya akan menikah pada Kibum. Sampai detik ini jantungnya masih berdetak tak karuan jika berada di dekat namja itu. Ya, ia memang tidak bisa membohongi perasaannya sendiri. Bagaimanapun, hatinya, otaknya, pikirannya, semua sudah terpaut seutuhnya pada Kim Kibum. Kenapa namja itu begitu menyiksanya dengan perasaan yang bisa saja membunuhnya ini??

Terlebih ketika ia melihat reaksi Kibum setelah ia mengatakan berita itu, Kibum memberinya selamat dengan wajah tersenyum. Tuhan, apakah namja itu memang tidak memiliki perasaan apapun padanya?

__o0o__

“Umma, Minnie ingin eskriiimmm..” Minki merengek pada In Sung. Gadis yang sudah menjadi istri dari Sungmin itu segera memberikan apa yang Minki, anaknya inginkan. Yaitu es krim..
“Tapi makannya jangan sampai belepotan yaa..” ujar In Sung sambil mencubit pipinya. Minki mengangguk. In Sung kembali memusatkan perhatiannya pada Haebin, sahabatnya yang sekarang sedang mengandung.

Hari ini entah kenapa Nyonya Lee itu memintanya mengantar berjalan-jalan di departement store yang dibangun oleh perusahaan konstruksi suaminya. tidak mungkin dia mengidam karena usia kandungannya sudah menginjak delapan bulan. Seminggu lagi sembilan bulan dan mungkin akan melahirkan tak lama lagi. Tak salah lagi, menikmati fashion terbaru memang hobi Haebin sejak dulu. Dan sekarang ia diberi kesempatan untuk mewujudkan keinginannya itu.
“In Sung, bagaimana menurutmu? Apa baju ini lucu?” Haebin memperlihatkan jumper untuk bayi berwarna biru muda dengan gambar keroro. In Sung mengangguk. Sekarang mereka memang sedang berbelanja untuk keperluan bayi. Padahal Donghae sudah memperingatkan Haebin agar tidak boleh terlalu sering bepergian. Tapi begitulah Haebin, keras kepala.
“Lucu sekali. Beli saja.” In Sung menuntun Minki yang masih terus menikmati eskrimnya. Ia memperhatikan wajah gembira Haebin saat memilih perlengkapan bayi untuk anaknya yang akan lahir tak lama lagi. Ia merasa iri.
“Haebin, aku jadi iri melihatmu hamil seperti itu.” Ujar In Sung. Haebin tertawa pelan.
“Kalau begitu cepatlah mengandung dan beri Minki dongsaeng.” Ucapnya. Seketika wajah In Sung memerah.
“Kau ini. Memang semudah itu.”

Haebin ingin tertawa keras karena wajah In Sung kini semerah tomat. Ia jadi semangat untuk menggodanya.
“Aih, jika kau malu, akan aku katakan pada Sungmin Oppa kalau istrinya ini ingin segera dihamili”
“Ya!!” bentak In Sung malu. “Awas kalau sungguhan bilang!”
“Ups..” Haebin menutup mulutnya sambil terkekeh pelan. Uuhh.. Haebin memang senang sekali mengusili orang.
“Ngomong-ngomong, kapan rencana kau melahirkan?” tanya In Sung lagi.
“Dokter bilang sekitar 2 minggu lagi” jawabnya senang sambil mengusap perutnya.
“Wah, cepat sekali waktu berlalu”
“Itu menurutmu. Bagiku waktu 9 bulan itu lama sekali. Aku kan sudah tidak sabar ingin melihatnya lahir. Hihi, pasti jika namja akan tampan seperti Donghae Oppa”
“Dan kalau yeoja, pasti cantik seperti Go Ah Ra” tambah In Sung. Haebin mendelik.
“Kenapa harus dia? Kan seharusnya cantik sepertiku..” Haebin sedih. Saat hamil ia sangat sensitif. In Sung tertawa. “Iya.. pasti cantik sepertimu. Tapi kuharap sifatnya tidak sepertimu, keras kepala. Harusnya sekarang kau tidak boleh bepergian Haebin!”
“Huh!! Kau tidak tahu saran dokter apa? Aku harus sering-sering bergerak agar saat melahirkan nanti tidak ada kesulitan!!”

Haduh, susah jika berdebat dengan Haebin. In Sung baru akan membuka mulutnya untuk protes, namun tangan Minki menarik-narik bajunya.
“Umma..”
“Iya sayang..” In Sung segera memperhatikan putrinya itu. Haduh, dia belepotan sekali.. In Sung harus membersihkan sekitar mulutnya yang kotor oleh sisa-sisa eskrim.
“Kibum Oppa..” ujarnya sambil menunjuk ke arah luar toko. In Sung mengerutkan kening bingung.
“Mana ada Kibum Oppa di sini. Dia kan bekerja di rumah sakit” jawab In Sung sabar.
“Tunggu, In Sung, Minki benar, lihat itu Dokter Kim!!” Haebin menepuk pundak In Sung. Dia berdiri, menatap ke arah luar toko di mana dia memang melihat Kibum bersama seorang yeoja. Ya Tuhan, mereka sedang berpegangan tangan!!

“Siapa yeoja itu?” tanya Haebin penasaran. Setahunya, Kibum tidak pernah dekat dengan siapapun. Setidaknya itu yang suaminya ceritakan. Dan ia takjub melihat Kibum sedang bermesraan dengan seorang yeoja.
“Kibum hebat sekali. Bisa mendapatkan yeoja secantik itu” gumam In Sung kagum. Yeoja yang bersama Kibum memang sangat cantik. Seperti seorang model terkenal saja. Oh, atau dia memang model?
“Umma, Minnie ingin ke Kibum Oppa..” rengek Minki.
“Aish, jangan sayang, Kibum Oppa sedang sibuk.” In Sung menggendongnya. Ia lalu melirik Haebin.
“Kita teruskan saja belanjanya.”
“Oke.”

__o0o__

Sekarang, Kibum dan Ja Rin sedang duduk berhadapan di sebuah restoran di mall itu. Tidak tahu apa yang membuat mereka memutuskan untuk mengobrol. Hanya saja baik Ja Rin maupun Kibum sama-sama ingin mengenal satu sama lain.

“Kudengar, kau menjadi dokter karena sahabatmu” Ja Rin memulai pembicaraan lebih dulu. Kibum mengangkat kepalanya dari segelas capucino yang tengah diminumnya.
“Aku tidak akan bertanya kau tahu darimana. Tapi itu memang benar.” Kibum menjawabnya dengan tenang.
Ja Rin menatap Kibum lebih lekat lagi. “Dokter, apa karena sahabatmu itu kau tidak pernah tertarik pada yeoja?”
Mendengar ucapan Ja Rin, Kibum sedikit kaget. “Aku? Kenapa harus begitu?”
“Aku hanya menebak.” Ja Rin mengangkat bahunya.

“Mungkin kata-kata itu ada benarnya.” Jawab Kibum setelah mereka terdiam cukup lama. ja Rin memperhatikan ekspresi Kibum sekarang. Dia seperti sedang mengenang sesuatu.
“Yoona” Lirihnya. “Adalah sahabatku. Dia teman yeojaku satu-satunya sebelum akhirnya ia meninggal karena kanker. Dia sangat baik dan lembut. Dia menerimaku apa adanya”
Ja Rin melihat Kibum begitu bahagia saat mengingat kenangannya bersama gadis bernama Yoona itu.
“Dia pasti sangat cantik” ujar Ja Rin. Kibum hanya tersenyum.
“Bisa dibilang begitu.” Ia menyesap capucinonya lagi sementara Ja Rin merasa hatinya sakit.
“Kau tahu nona Cho, aku ini sejak dulu selalu disisihkan dalam keluarga Kim”
Untuk yang ini Ja Rin tersentak. Di sisihkan? Maksudnya??? Sekarang ekspresi Kibum berubah suram. Sepertinya kali ini ia teringat kenangan buruk di masa lalunya.
“Maksudmu?” ja Rin tidak paham sedikitpun.
“Anggota keluargaku semuanya adalah orang-orang terpelajar yang memiliki otak cemerlang. Mereka pintar dan berbakat. Hyungku, Kim Heechul adalah orang jenius yang menguasai berbagai macam bidang terutama bidang seni. Dan Nunaku, Kim Taeyeon adalah yeoja cantik yang bisa memikat banyak namja sekali waktu. Dia juga pintar dalam bidang sains hingga dia bisa menjadi seorang peneliti. Orangtuaku bangga pada anak-anaknya. Kecuali padaku.”
“Mwo? Kenapa bisa. Bukankah kau itu pintar?” Ja Rin yakin sekali. Mana ada kan seorang dokter yang bodoh…
“Dulu, aku hanya orang yang bodoh. Kedua orangtuaku tidak pernah peduli apa yang aku pikirkan ataupun betapa kesepiannya diriku karena tidak pernah diperhatikan. Karena itulah, aku selalu berusaha membuktikan pada mereka bahwa aku ini berguna. Saat semua teman-temanku mendapatkan pelukan dari orang tua mereka karena berhasil meraih prestasi, aku hanya bisa menatap iri mereka karena tidak ada orang tua yang memberikanku pelukan.” Kibum terdiam. “Kecuali, Yoona dan Taeyeon nuna. Mereka selalu berada di sampingku. Karena itulah, aku sangat menyayangi kedua orang itu. Tapi, baik Yoona maupun Nuna, keduanya meninggalkanku.”

Ja Rin merasa tenggorokannya begitu perih bahkan menelan pun rasanya sulit. Dia tidak menyangka sama sekali bahwa Kibum yang dari luar selalu ceria itu ternyata menyimpan masa lalu yang begitu menyesakkan.
“Sepertinya mulai sekarang aku harus lebih bersyukur pada hidupku sendiri.” Ucap ja Rin. Kibum menatapnya bingung. Ja Rin menunduk, tangannya memainkan sedotan jus yang belum ia sentuh sama sekali. Senyumnya sedikit miris.
“Sebenarnya, sekarang aku sedang menghindari Appaku” aku Ja Rin. “Dia terlalu mengaturku sejak aku kecil. Dan saat Kyuhyun keluar dari rumah, Appa memintaku untuk menggantikannya mengurus perusahaan. Jujur saja, aku tidak suka di atur seperti itu. Mereka tidak pernah memikirkan perasaanku dan apa yang aku sebenarnya inginkan”

Kali ini Kibum yang terdiam. Dari wajah Ja Rin, ia bisa melihat ekspresi yang sama seperti dirinya tadi. Ja Rin tampak begitu.. menderita.
“kau sangat beruntung. Aku iri mendengar ceritamu” ucap Kibum. “Kau memiliki orang tua yang memperhatikanmu dan mereka begitu memikirkan masa depanmu. Sementara aku, untuk menjadi seperti sekarang saja perjuanganku begitu berat. Untuk mendapatkan pengakuan dari Appa saja, butuh sekali pengorbanan yang harus aku lakukan. Sementara kau, tak perlu melakukan apapun, kau bisa mendapatkan perhatian penuh dari mereka. Nona Cho Ja Rin, kau membuatku iri”
Ja Rin mengerjap. “Benarkah? Aku beruntung?”
Kibum mengangguk sambil tersenyum. Ja Rin mulai meminum jusnya sambil merenung. Jika dipikir ulang, memang dia jauh lebih beruntung di banding Kibum. Orangtuanya menyayanginya meskipun sering mengaturnya ini dan itu.

“Tapi Dokter, kupikir.. prasangkamu terhadap orang tuamu sedikit berlebihan” ujar Ja Rin. Hal itu membuat Kibum sedikit tersinggung.
“kenapa?” Ia mengerutkan kening.
“Di dunia ini, tidak ada orang tua yang membenci anaknya. Apalagi setelah kau dibesarkan dengan baik hingga menjadi seperti ini. Mereka bukan membencimu. Mereka hanya lupa untuk memperhatikanmu. Lagipula, bukankah sekarang semuanya sudah seperti apa yang kau inginkan? Orangtuamu sudah mendukungmu dan tidak ada lagi yang meremehkanmu.”
Kibum terdiam, kata-kata Ja Rin memang ada benarnya. Ia ingin membuka mulutnya lagi namun terpotong karena seseorang datang mengganggu pembicaraan mereka.

“Waw.. pemandangan yang indah..”

To be continued..

45 thoughts on “Shady Girl Kibum’s Story (Part 5)

  1. siapa yg dateng tuh,,, kyuhyun or heechul or 2 ibu2 rmh tangga+minki td yg lg belanja dateng???
    kibum tau deh ja rin nyerah n patah hati,,, meteka serasi sama2 tertekan sama ortu,, kibum yg nyari perhatian ortu y sementara ja rin yg terlalu diperhatiin sampe dituntut harus ini harus itu sama ortu y…

  2. ah kasian kibum kesepian.. dan saat dia merasa berdebar-debar buat yeoja, yeojanya malah mau dinikahin :” ah knp ga ngaku aja sih buuum ??

  3. mrka ini cocok lho , sma.sma mempunyai mslah dg orangtua . yaa~ wlaupn mslah yg mrka hdapi brbeda . tpi jka mrka menghadapi.na dg brsama sperti.na sangat cocok . ^^

  4. Kibum masih blom nyadar klo dya udah terkena syndrome jatuh cinta sama Ja Rin..
    Sepertinya mereka berdua punya kisah hidup Ɣªήğ hampir mirip..orang kaya tapi hidupnya tertekan..

  5. Ck! Siapa tuh pengacau!! Dah tau lgi saling membuka diri malah ada yg dateng-__-”

    Ja rin !! Gga ada pilihan lain apa??

    Next😉

  6. Seseorang itu cocok krn ada persamaan, apakah itu teman atau pasangan. Jarin dan kibum disini sama2 brmasalah dgn orang tua masing2. Yah, siapa itu yg ganggu !

  7. kandidat pertama yang ganggu momen adalah salah satu dari trio bawel (enhyuk-kyuhyun-siwon)
    kandidat kedua adalah calonnya jarin..😄 wakakakakakaka

  8. akhirnya haebin, in sung dan anak min appa muncul minkie…

    What? siapa yang ganggu sih pasti ni si Hyukie, kyu ato gak siwon yakk?

  9. Tuh sdihkn mw dtnggl nikah ama Jarin??? Kisah hdupmu sngguh memilukan oppa…..
    Siapa ya org yg gnggu obrolan mrka???

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s