Shady Girl Kibum’s Story (Part 4)

Tittle : Shady Girl Kibum’s Story Part 4
Sequel of : Shady Girl
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, family

Main Cast :

  • Cho Ja Rin
  • Kim Kibum

Support Cast :

  • Cho Kyuhyun

Warning : typo bertebaran

Shady Girl Kibum's Story by Dha Khanzaki

——-o0o——-

Part 4

Ja Rin mengendarai mobil mewahnya dalam keadaan gugup. Hari ini ia bersikeras ingin mengantarkan Kibum ke rumah sakit. Yah, hitung-hitung sebagai tanda terima kasih dan permintaan maaf karena sudah merepotkannya.
Selama perjalanan, tak ada yang berinisiatif memulai pembicaraan. Kibum pun tampak gugup setiap kali mengingat hal yang ia lakukan pada Ja Rin beberapa saat lalu.
“Em, jeongmal mianhae Ja Rin-ssi” ucap Kibum kaku.
“Untuk apa?” Ja Rin malah balik bertanya. Tentu saja hal itu membuat Kibum makin gusar.
“Itu, soal aku dengan lancang em, mencuri ciuman darimu” Kibum memalingkah wajahnya untuk menyembunyikan mukanya yang merona merah.
“Ah, itu. Tidak perlu dikhawatirkan Dokter Kim. Aku tidak terlalu memikirkannya. Lagipula itu bukan yang pertama untukku.” Jawab Ja Rin santai. Tapi ciuman itu adalah ciuman pertama yang membuatku berdebar hebat. Sampai sekarang pun aku masih belum bisa melupakan rasanya. Batin Ja Rin.

Kibum terkesiap sesaat. Jadi, bagi Ja Rin itu tidak terlalu istimewa? Padahal baginya itu adalah yang pertama kali. Kibum memang belum pernah berciuman sebelumnya. Hmmfh.. kenapa ia merasa kecewa begini ya?
“Oh, syukurlah kalau begitu..” jawab Kibum. Sesampainya di rumah sakit, ia segera turun.
“Dokter Kim, terima kasih ya sudah menolongku semalam.” Ujar Ja Rin. Kibum menjawabnya dengan anggukan disertai senyuman maut miliknya.

__o0o__

“Kemana saja semalaman tidak pulang?” baru saja Ja Rin menginjakkan kakinya di rumah, Appanya muncul dan menghujaninya dengan sederet pertanyaan. Membuat otaknya kembali pening.
“Tidak dari mana-mana Appa. Aku hanya sedikit refreshing.” Jawab Ja Rin sambil lalu. Ia bahkan melewati Ummanya yang mengajukan pertanyaan serupa.
“Cho Ja Rin! Sampai kapan tingkahmu akan kekanakan seperti ini? Lekas kau kembali ke perusahaan dan belajar berbisnis. Jika tidak, maka menikahlah dengan namja yang bisa meneruskan perusahaan Appa!” bentak Appa. Langkah Ja Rin yang akan menaiki tangga terhenti. Ia membalikkan tubuhnya dengan enggan, menatap wajah geram Appanya.
“Sampai kapan juga Appa akan mengaturku? Aku ini sudah dewasa. Usiaku sudah 24 tahun. Kenapa Appa masih juga menyuruhku melakukan hal-hal yang tidak kusukai?”
“Kau memang harus di atur! Lihat tingkah lakumu. Mana ada yeoja baik-baik yang tidak pulang semalaman. Apa yang kau lakukan di luar sana? Bermain dengan pacar-pacar mu yang tidak jelas itu?”
“Appa!!” wajah Ja Rin sudah memerah lagi. Ia menahan airmatanya.
“Sudahlah Ja Rin” Umma cepat cepat menenangkan putrinya itu.

Pertengkaran mereka terhenti karena Tuan Cho mendapat panggilan dari kantor. Ja Rin berlari ke kamarnya setelah Appanya pergi. ia menangis di kamar. Sungguh, ia tidak suka di atur-atur seperti ini. Ja Rin teringat pada Kyuhyun. Haruskah ia pergi dari rumah seperti kakaknya yang setengah gila itu? Baik, sepertinya ia memang harus pergi.

__o0o__

CHO KYUHYUN.. WAKE UP.. CHO KYUHYUN…WAKE UP…

“Hoammhh..” Kyuhyun menguap. Ia terbangun dari tidurnya karena suara alaram dari ponselnya berbunyi nyaring. Ah, sial! Dia tertidur setelah seharian tadi berkutat di depan laptopnya demi menyelesaikan konsep game terbaru yang akan diluncurkan akhir tahun ini. Ia meraih ponsel yang tergeletak di dekat mesin printer lalu mematikannya.

Ting tong..

“Aish, siapa lagi yang bertamu di jam segini!” gerutunya. Ia melirik jam dinding. Pukul 15.00. omo… kenapa sudah sore seperti ini? Berarti ia tertidur lebih dari 10 jam!!! Kyuhyun mengerjap lalu berdiri dari depan meja kerjanya. Ia mencari-cari Sherry, anjing kesayangannya itu. Ia lupa memberikannya makan.
“Sherry..” desisnya memanggil anjing pemberian mendiang neneknya itu. Hatinya sangat lega ketika menemukan Sherry duduk di depan pintu masuk. Sepertinya ia tahu kalau ada tamu dan menunggu di sana sampai Kyuhyun membuka pintu.
“Anjing pintar..” ujar Kyuhyun sambil mengelus-elus kepalanya. ia lupa melihat penampilannya sendiri yang sangat berantakan. Wajarlah, ia kan baru saja bangun tidur.
Kyuhyun membuka pintu rumahnya tanpa melihat layar intercom dulu.

Cklekkk..

“Yuhuuuu.. my Chocobii…”
Kyuhyun membelalakkan matanya begitu ia melihat Ja Rin berdiri di depan rumahnya dengan pakaian rapi dan menyeret satu koper besar di sampingnya.
“Sedang apa kau di sini? Bukankah kau harusnya ada di Juilliard sekarang?” cecar Kyuhyun bingung. Ja Rin melengos masuk tanpa menjawab dulu.
“Aku membatalkan rencanaku. Sekarang aku akan tinggal di sini. Boleh kan?” Ja Rin meletakkan kopernya di ruang tamu. Lalu duduk di atas sofa dengan lancang. Seperti biasa.
“Mworago!!!” teriak Kyuhyun. Ia bergegas mendekati Ja Rin. “Wae? Wae? Wae? Jangan bilang kau kabur dari rumah!!!” tuduhnya sambil menunjuk tepat ke depan wajah adiknya itu.
Ja Rin mendengus lalu menyingkirkan tangan Kyuhyun. “Jangan panik begitu. Aku memang kabur”
Kyuhyun duduk di sampingnya. “Kau gila! Kau ingin Appa membunuhku karena sudah meracuni pikiranmu ini!!” Kyuhyun meneloyor kepala Ja Rin dengan telunjuknya.
“Aish..kau menyebalkan. Lalu aku kabur kemana? Hanya tempat ini yang terpikirkan olehku!!” teriak Ja Rin.
“Kemanapun terserah tapi tidak kemari!”
“Ya!!! Kau ini dingin sekali! Padahal aku kan adikmu!!! Hiks hiks..” Ja Rin menggunakan jurus terampuhnya untuk membuat Kyuhyun luluh. Menangis.
“Aish…jangan mulai lagi. Aku tidak akan luluh dengan mudah! Sekarang jelaskan kenapa kau kabur dari rumah?” Kyuhyun tetap saja tidak tega jika Ja Rin sudah menangis seperti itu.
“Appa menyuruhku menikah..” ujar Ja Rin. Kini ia benar-benar menangis.
“Mwo?? Hahahahahah…..” Kyuhyun malah tertawa lepas mendengar pengakuan Ja Rin. “Rasakan Cho Ja Rin! Siapa suruh kau menentang keinginan Appa..”

Ja Rin makin dibuat jengkel saja pada kakaknya yang tidak bisa membaca situasi itu. Harusnya kan saat ini dia simpati. Bukan menertawakannya. Ja Rin lantas mencubit pinggang Kyuhyun.
“Auchhh…!!! appo!” ringis Kyuhyun. Ia refleks menjauh dari Ja Rin lalu mengusap pinggangnya.
“Kau ini kenapa kasar sekali?” keluhnya jengkel. Ia tidak bohong, cubitan Ja Rin terasa sakit sekali.

“Kau boleh membangkang pada Appa kenapa aku tidak!” teriak Ja Rin dengan wajah berderai air mata.
“Tentu saja. Aku namja dan aku punya kemampuan untuk membuktikan bahwa cita-citaku itu tidak main-main. Sementara kau.. ckckckck. Kau hanya menyiksa dirimu sendiri. Sudahlah, mengalah saja pada Appa..”
“Cho Kyuhyuuuun!!! Kau ini memang menyebalkaaann!!!!” Ja Rin melempari Kyuhyun dengan bantal sofa. Kyuhyun segera bersembunyi di balik sofa yang ada di hadapan Ja Rin.
“Ya! Kalau kau membuat rumahku makin berantakan, jangan harap aku mengijinkanmu tinggal di sini!!” teriak Kyuhyun dari balik sofa.
“Apa peduliku? Jika kau tidak ingin membantuku aku akan menganggapmu musuh! Hiks hikss…”

Kyuhyun mengintip sedikit dari tempat persembunyiannya, ia melihat Ja Rin menangis sesenggukan. Hatinya mencelos. Dari dulu, ia tidak pernah tega melihat adik perempuannya itu menangis. meskipun Ja Rin sangat menyebalkan dan selalu mengatainya, di balik semua itu Ja Rin adalah pribadi yang rapuh. Maka dari itu Kyuhyun tidak pernah tega membiarkannya menangis seperti yang tengah dilihatnya sekarang. Perlahan ia keluar dari tempatnya berlindung, lalu mendekati Ja Rin. Ia duduk kembali di sebelah gadis itu sambil mengusap kepalanya.
“Baiklah, aku paham. Apa yang bisa kubantu hmm??”
Ja Rin mengangkat kepalanya. “Benarkah?” ia mengerjap senang. Wajah sedihnya seketika berganti dengan wajah cerah ceria.
Kyuhyun mengangguk yakin. “Asalkan kau tidak memintaku untuk membunuh orang” tambah Kyuhyun.
Ja Rin melonjak senang. Sedetik kemudian ia berhambur memeluk Kyuhyun dengan erat. “Gomawo.. kau memang Oppaku yang paling baik di duniaa..” pujinya.
“I-iyaa…tapi Ja Rin.. sesak tau.. kau ingin membunuhku ya???” suara Kyuhyun terbata. Ja Rin memeluknya terlalu erat sampai-sampai ia sulit bernapas.
“Maaf, aku terlalu senang.” Ja Rin melepaskan pelukannya. Ia memegang kedua tangan Kyuhyun.
“Janji ya.. hanya kau yang bisa membantuku..”
Kyuhyun tersenyum evil. Ia merasa terhormat karena sangat dibutuhkan seperti ini. “Apa yang harus kulakukan?”

Ja Rin berdehem sejenak, lalu kembali menatap serius kakaknya. “Chocobi..” ucapnya mengawali. Kyuhyun mengangkat tangannya. Ia merasa keberatan dipanggil seperti itu oleh Ja Rin.
“Tunggu, aku bersedia membantumu asal kau tidak memanggilku dengan panggilan jelek seperti itu. Sangat tidak keren tau!!”
Ja Rin memutar bola matanya malas. “Baik, maaf Kyu..”
Kyuhyun masih menunjukkan ketidak terimaannya.
“Lalu kau ingin kupanggil apa??” Ja Rin sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.
“Oppa. Itu cukup.” Balas Kyuhyun sambil tersenyum penuh kemenangan.
“Okey, Oppa..” huekkkk.. batin Ja Rin dalam hati. “Aku tahu kau adalah teman dari Kim Kibum” ujar Ja Rin.

Untuk yang ini Kyuhyun mengerutkan kening. Lah, apa hubungannya dengan Kibum?

“Iya, terus? Tunggu, kau mengenalnya?” Kyuhyun heran.
“Ah, itu bisa kuceritakan nanti. Begini, maksudku adalah.. aku ingin kau membantuku dekat dengan namja itu.”
Beberapa saat setelah Ja Rin mengatakan maksudnya ia menatap Kyuhyun yang terpaku. Sungguh, namja itu menjadi patung sekarang. Sepertinya ia terkejut.
“Apa kau bilang? Kau ingin aku menjodohkanmu dengan Kim Kibum?” tanya Kyuhyun setelah ia tersadar. Ja Rin mengangguk. Kyuhyun mebulatkan matanya.
“MWOOOO!!!! Cho Ja Rin, kau ingin mengencani Kim Kibum???????” teriaknya
“Wae? Aku jatuh cinta padanya! Jika aku bisa berpacaran dengannya mungkin Appa akan membatalkan niatnya untuk menjodohkanku!!”

“Bukankah Appa bilang ingin kau menikah dengan namja yang bisa meneruskan perusahaannya?” tanya Kyuhyun ulang.
“Iya. Kurasa Kibum cocok”
Kyuhyun kembali menoyor kepala Ja Rin. “Babo! Mana mungkin! Setahuku Kim Kibum itu akan mewarisi rumah sakit Appanya! Ia mana mau bekerja sebagai direktur perusahaan!!”
“Apa? Jadi.. jadi..”
“Ah, sepertinya kau tidak tahu kalau Appanya Kibum itu adalah pemilik dari Seoul General Hospital”
“Mwo?” ja Rin kaget. Ia benar-benar tidak tahu. Mendadak ia melemas. “lalu bagaimana dengan nasibku?”

Kyuhyun menggeleng pasrah. Ia juga tidak bisa memikirkan solusi yang bagus untuk masalah Ja Rin. “Sudahlah. Mulai sekarang kau turuti saja Appa. Dan soal Kibum, lupakan saja dia.. oke..”
“Shireo!!!” teriak ja Rin.
“Ya! Kau tidak perlu berteriak!!”

Ja Rin bersedekap di tempatnya. Ia tidak akan menyerah soal Kibum maupun soal perseteruannya dengan Appa. Pasti ada solusinya.

__o0o__

Sejak insiden ‘ciuman’ itu, Kibum selalu menghindar tiap kali Ja Rin datang untuk menemuinya. Entah kenapa, tapi kibum tidak berani menatap wajah gadis itu. Pasti ia langsung teringat pada debaran aneh yang dirasakannya saat melihat wajah Ja Rin. Ia bisa-bisa lepas kendali lagi jika terus berada di dekatnya.

“Dokter Kim” seru Ja Rin ketika lagi-lagi Kibum memilih menghindarinya. Namja itu pura-pura tidak melihat kehadirannya saat bertemu di lapangan parkir rumah sakit.

Ja Rin terpaku, usahanya hari ini pun sia-sia. Padahal maksudnya kan tidak buruk. Ia hanya ingin menyapa. Ia tidak mengharapkan lebih. Yah, awalnya sih Ja Rin memang ingin sekali membuat Kibum luluh. Tapi ternyata, setelah mereka berciuman waktu itu Kibum bukannya makin terpesona malah semakin menjauhinya.

“Huh, apa aku memang terkesan gadis murahan?” ia berdebat dengan dirinya sendiri. Kepalanya menoleh pada Kyuhyun yang tengah mengusap-usap bulu Sherry setelah memberi anjing kesayangannya itu makan.
“Ya! Kyu! Apa menurutmu aku ini gadis gampangan?” tanya Ja Rin setengah berteriak karena jarak mereka lumayan jauh.
“Syukurlah kau sadar!” Kyuhyun balas berseru. Grrr… ternyata memang benar. Aih.. ini makin menyebalkan. Ja Rin menghampiri Kyuhyun.
“Lalu apa yang harus kulakukan sekarang untuk membuat Dokter Kim melirikku meski sedikit. Kau kan tahu dia seperti apa. Pasti kau juga tahu tipe yeoja yang diidamkannya.”
Kyuhyun menoleh kepada Ja Rin. Ia tersenyum. “Ja Rin, tidak semua namja itu akan mudah luluh dengan yeoja cantik, agresif, dan bertubuh sempurna sepertimu” ujar Kyuhyun. Kini dia terlihat begitu bijak. Ja Rin dibuat tersadar seketika.
“Aku memang tidak tahu tipe gadis yang disukai Kibum itu seperti apa. Tapi sepertinya, Kibum mencari-cari sesuatu dalam diri setiap yeoja yang dikenalnya. Entah apa itu. Mungkin, ada hubungannya dengan Yoona.”
Alis Ja Rin terangkat. “Yoona? Siapa dia?????” mendadak tensi darahnya meningkat.
Kyuhyun lagi-lagi menoyor kepala Ja Rin. “jangan emosi dulu! Dia itu sahabat Kibum yang sudah meninggal.”
“Jinjja?”
“Iya. Kudengar, Yoona meninggal karena sakit kanker. Karena itulah, Kibum ingin sekali menjadi dokter. Yah, selain karena ia ingin meneruskan rumah sakit yang dikelola keluarganya itu.”
“Jadi maksudmu, selama ini Kibum tidak pernah pacaran karena ia mencari sosok sahabatnya itu dalam diri setiap yeoja yang dikenalnya?”
Kyuhyun mengangkat bahu. “maybe. Itu hanya dugaanku saja.”
“Huuh.. mana ada orang yang sama di dunia ini! Dasar Kim Kibum pabo! Dia akan menjadi perjaka tua jika terus mencari sosok orang yang sudah meninggal dalam diri orang yang masih hidup.” Gerutu Ja Rin. Kyuhyun menepuk pundaknya sambil menggelengkan kepala.
“Karena itu, menyerahlah.”
“sudah kubilang aku tidak mau!! semua masalah pasti ada solusinya!” Ja Rin seakan tersulut semangatnya. Ia yakin sekali bisa membuat Kibum luluh padanya. Walaupun mungkin, jalan yang harus ia lalui begitu panjang.

__o0o__

Tanpa terasa 1 bulan terlewati sudah. Kini Ja Rin kembali harus berhadapan dengan Appanya. Seperti biasa, mendebatkan soal Ja Rin yang harus meneruskan Cho corp. Ja Rin awalnya ingin membantah. Tapi berhubung usahanya untuk mendekati Kim Kibum selalu gagal, pada akhirnya ia menyerah dan memilih mengikuti saran Kyuhyun. Yaitu mengalah.
“Sekarang apa keputusanmu? Ingin meneruskan perusahaan, atau menikah dengan seseorang yang bisa menggantikanmu meneruskan perusahaan?” Tuan Cho mengajukan pertanyaan itu sekali lagi. Ja Rin masih merenung. Sesekali ia melirik Ummanya yang terus menggenggam tangannya. Berharap Ja rin akan mengambil keputusan yang paling bijaksana untuknya.
ia berpikir keras. Lalu menghela napas berat kemudian. “Baiklah Appa, aku pilih yang kedua” ujarnya dengan suara pelan. Tuan Cho tersenyum puas dan umma segera memeluk Ja Rin.
“Umma harap, keputusan apapun yang kau ambil, itu akan membuatmu bahagia.”
“Aku juga harap begitu..”

Setelah pertemuan dengan keluarganya itu, Ja Rin berjalan linglung. Ia memilih mengunjungi sebuah department store yang besar. biasanya, jika moodnya sedang baik, ia pasti akan menghabiskan setengah dari jumlah uang dalam kartu kreditnya untuk berbelanja. Namun keadaannya berbeda sekarang. Ia tidak berminat sedikitpun pada baju-baju model baru yang terpampang di etalase toko berharap ia membelinya.

“Mwo? Yakin? Memang kau siap menikah?” tanya Kyuhyun lewat ponsel yang sekarang tertempel di telinga kiri Ja Rin.
“Iya. Aku gagal mendapatkan Kibum. Sudahlah, tidak masalah. Aku ikuti saranmu. Menyerah.” Ucap Ja Rin dengan suara pasrah.
“Tapi..” Kyuhyun merasa tidak enak hati sudah menjerumuskan adiknya sendiri.
“Gwaenchana. Aku bisa mengatasinya. Karena aku, Cho-Ja-Rin” tegasnya. Ja Rin selalu berbicara dengan penuh penegasan seperti itu kala ia ingin meyakinkan dirinya sendiri.

Ja Rin mengangkat kepalanya. dalam keadaan setengah sadar, matanya hampir tak percaya dengan pemandangan yang dilihatnya. Tak jauh dari tempat ia berdiri, Kibum, namja yang sangat ia sukai itu sedang berbicara di telepon dan berjalan ke arahnya. Ja Rin tidak bisa bergerak dari tempatnya berdiri. Pandangannya hanya tertuju pada Kim Kibum. Hanya dia..

Kenapa saat perasaannya kacau begini dia malah muncul????

To be continued..

54 thoughts on “Shady Girl Kibum’s Story (Part 4)

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s