No Other (Part 8) End

Tittle : No Other Part 8 END
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Family, Friendship

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • *Find By Yourself*

Warning : Typo bertebaran

No Other by Dha Khanzaki

——-o0o——–

Part 8

Akhirnya, ia membalikkan tubuhnya menghadap Kyuhyun meskipun ia yakin ia tidak sanggup.
“Mwo?” Ia takut salah paham.

Kyuhyun mendekat. “Aku serius. Kau membuatku jatuh cinta. Dan Kau harus bertanggung jawab, Lee Jiyeon!” tegas Kyuhyun dengan nada tajam namun matanya berkaca-kaca.

Jiyeon mengatupkan bibirnya rapat-rapat, berusaha menahan isak tangis yang hampir saja lolos. Kepalanya berkunang-kunang. Semuanya terlalu mendadak. Ia tidak bisa menerima semua ini begitu saja. Ia bahkan tidak bisa membaca kesungguhan dari mata namja itu.
“Geojitmal!” teriak Jiyeon. Akhirnya air mata itu mengalir juga.
“Kenapa semuanya begitu mendadak? Dulu kau tiba-tiba mengajakku pacaran, sekarang tiba-tiba kau.. Kau.. Bilang suka padaku..” jiyeon mendadak linglung. Ia menggelengkan kepalanya cepat lalu menatap Kyuhyun yang tercengang di depannya.
“Yang mana dari semua perkataanmu yang bisa ku percaya! Semuanya seperti main-main. Kau tidak punya keseriusan sedikitpun!”
jiyeon berbalik dan berlari meninggalkan tempat itu. Kyuhyun mengulurkan tangannya hendak menahan yeoja itu namun terlambat. Gerakan tangannya terhenti di udara saat ia sadar Jiyeon sudah berada terlalu jauh dari jangkauannya. Dan kini, ia kembali terdiam. Mulutnya bergetar. “tapi, tapi aku serius!” lirihnya pelan. Ia tidak percaya sekaligus tidak mengerti. Apa ada yang salah dengan caranya berbicara? Mengapa Jiyeon justru menangis seperti ini?

—-o0o—-

Beberapa hari berlalu. Sekolah memasuki libur semester. Tak di sangka Sekarang adalah hari ulang tahunnya. Tadi pagi ia sudah merayakannya bersama appa, eomma dan kedua oppanya, Sungmin dan Eunhyuk.

Sekarang ia tengah membuka kado yang diberikan keluarganya tadi. dan ia penasaran sekali dengan kotak kado yang ada di depannya, ini dari Oppanya yang artis itu. Jiyeon membuka kado yang di kirimkan Siwon untuknya.
“waah!!” jiyeon takjub melihat sepasang sepatu indah di tangannya.
Ia mendesis senang. “Hu, jika sudah punya penghasilan sendiri baru bisa memberi kado yang bagus” Habis, tahun lalu Siwon memberinya boneka Mickey Mouse. Sekarang ia tinggal menunggu hadiah dari sahabatnya, Im Yoona.

“Saengil chukkae, changi,” Yoona mendadak muncul lalu memeluk Jiyeon dari belakang. gadis itu sempat menjerit namun begitu ia mendengar suara kekehan Yoona, jeritannya tertahan begitu saja. Ia membalikkan tubuhnya menghadap Yoona.
“aigoo.. Kau membuatku kaget! Gomawo..” Jiyeon balas memeluk Yoona.
“Kado untukmu..” Yoona menyerahkan sebuah kado padanya.
“Gomawo..” seru Jiyeon senang. ia segera membukanya dan ia mengerjap saat melihat sepasang anting-anting cantik, gelang, dan kalung yang terbuat dari perak.
“Ini..indah sekali..” Jiyeon terharu. Yoona tersenyum ringan.
“Syukurlah kau suka..”

Jiyeon ingin sekali mengucapkan sesuatu namun terpotong saat secara tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ia mengambil benda rewel itu yang tergeletak di atas tempat tidur. Ia melihat nama yang muncul di layar. CHO KYUHYUN.

Matanya melebar. Ha? Namja itu! sesuatu yang aneh kembali berdesir. Membuatnya kebingungn sendiri antara harus mengangkatnya atau tidak.
“kenapa tidak dijawab?” tanya Yoona heran.
Jiyeon menggigit bibirnya, ragu. “ini dari..”
“Kyuhyun, right ? Sudah jawba saja san!” sela Yoona. Ia tidak menghiraukan tatapan heran Jiyeon. Ia mendorong gadis itu agar segera mengangkat panggilan dari Kyuhyun.

Sebenarnya Jiyeon sangat ingin menjawabnya. Beberapa hari tidak bertemu dan mendengar suara namja itu rasanya seperti ada sesuatu yang hilang. ia pun tidak paham mengapa. Ini kondisi yang sangat aneh. Akhirnya ia memilih menjawab panggilan itu atau ia akan mati penasaran. Jiyeon pergi menyingkir. Ia berdiri di tepi jendela kamarnya sementara Yoona memperhatikannya dari jauh dengan senyum mengembang.
“Hallo..” jawab Jiyeon ragu.
“Hai. Bagaimana perasaanmu saat mendengar suaraku? Kau senang?” serobot Kyuhyun di ujung sana.

Namja ini! Umpat Jiyeon dalam hati. dia sudah mengawali percakapan dengan kalimat senarsis itu? aigoo.. Jiyeon membuang napasnya cepat. Namun, sudut bibirnya membentuk senyuman tipis. Memang tidak bisa dipungkiri ia merasa senang dan lega.
“ada apa menelepon?” Jiyeon berusaha menjaga nada suaranya tetap terkesan cuek.
“Siang ini kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu berkencan.”
Tubuh gadis itu seketika mematung. Jantungnya seperti terlepas dari tempatnya. Namja rese ini! Umpatnya pelan.
“Kencan?”
“Iya. Semacam jalan-jalan dan makan siang sambil mengobrol ringan.”
“Aku tidak bisa!!” ucap Jiyeon cepat. “Aku—“ ucapannya terpotong karena tiba-tiba Yoona merebut ponsel dari tangannya.
“Ok. Setuju. Kau jemput ke rumah, oke. Aku tunggu. Bye” jawab Yoona setelah itu ia langsung memutuskan sambungan.

Jiyeon membelalakkan matanya lebar-lebar. Ia kaget sekaligus panik. “Mwo? Yoona, siapa yang setuju. Sekarang berikan ponselku. Aku akan meralatnya segera!” Ia berusaha merebut tapi Yoona dengan sigap menyembunyikan ponsel itu di belakang tubuhnya. Ia tidak akan memberikan ponsel Jiyeon.
“Tidak akan! Ada namja keren yang mengajak berkencan kenapa harus ditolak. Lagipula sekarang hari ulang tahunmu. Keluar sebentar tentu tidak masalah bukan.”
“Iya tapi kenapa harus dengan Kyuhyun? aku bisa keluar bersamamu” ucapnya nyaris frustasi.
“geureojimaseyo, aku tidak bisa mengantarmu pergi. Lagipula Kyuhyun namjachingumu. Dia lebih berhak”
Jiyeon menggeram dalam hati. lagi-lagi ia harus mendengar kata itu. “Yoona, Kyuhyun bukan pacarku lagi!”

Yoona tidak mau mendengarkan. Ia akan berpura-pura tuli saat ini. Sekarang ia malah membantu Jiyeon bersiap-siap dan membantunya berdandan. Gadis itu pun tidak bisa meronta lagi jika Yoona sudah bertindak. Ia pasrah saja.

Jiyeon memakai baju hadiah dari mamanya dan sepatu dari Siwon. di tambah lagi dengan aksesori yang dihadiahkan Yoona. Ajaibnya semua sangat cocok dipadu padankan. Sekarang ia merasa takjub sendiri ketika melihat pantulan dirinya dari cermin.
“You’re so beautiful!” ucap Yoona pada Jiyeon lewat cermin. Gadis itu tersenyum sambil mematut dirinya di cermin. Ya, memang terlihat sangat bagus. Dan sekarang masalahnya adalah..tak lama lagi ia akan bertemu dengan namja itu untuk.. berkencan..

—o0o—

Jiyeon menunggu di depan rumah dengan hati gusar. Bagaimana ia akan menyikapi diri saat bertemu Kyuhyun nanti? Sekarang sudah terlambat untuk menghindar karena ia melihat sebuah mobil menepi di dekatnya. Kyuhyun keluar dari mobil, ia tersenyum sekilas padanya lalu membukakan pintu untuknya. Jiyeon menghela napas lalu masuk ke dalam mobil.

“Kau cantik sekali hari ini” ucap Kyuhyun sambil menyetir. Wajah Jiyeon merona. Namun ia cepat menguasai diri. Ia terus memperingatkan diri agar jangan sampai terbawa suasana.
“Kita akan kemana?” tanya Jiyeon setenang mungkin. bertentangan dengan hatinya yang berdebar kencang.
Kyuhyun tersenyum manis. “Kau akan mengetahuinya nanti” ucapnya misterius.

—-
Mobil menepi di sebuah kafe. Kyuhyun turun lebih dulu lalu berjalan memutar. Ia membukakan pintu untuk jiyeon. Gadis itu mendongak menatap kafe di hadapannya.
“Kita akan langsung makan?” tanyanya heran.
“Begitulah.” jawab Kyuhyun singkat. Mereka masuk ke dalam kafe. Pelayan membimbing Jiyeon dan Kyuhyun menuju ke bagian kafe yang lebih dalam lagi.
Jiyeon merengutkan kening bingung. Ruangan tempatnya berada sekarang remang-remang. Memangnya bisa makan dengan nyaman di tempat yang pencahayaannya kurang begini?
“Kyu, sepertinya ada yang salah” Jiyeon menoleh dan ia terbelalak. Sekarang Kyuhyun tidak ada di sampingnya.

“Kyuhyun, Kau di mana?” jiyeon mengedarkan pandangannya ke sekitar. Ia bingung. Kenapa Kyuhyun tiba-tiba menghilang? Ia memutuskan memasuki restoran itu lebih dalam lagi dan saat itulah ia kembali terkejut karena lampu menyala secara mendadak. Ia mengerjap kaget sekaligus takjub begitu retina matanya menangkap pemandangan yang ada di sekelilingnya saat ini.
“Oh my..” seru Jiyeon takjub dan tidak percaya. Seluruh ruangan itu dipenuhi lampu hias yang berkelap kelip. Tak hanya itu, tempatnya berada sekarang sudah didekor dengan sangat indah.
“Bagaimana tuan putri? Terkesan dengan kejutannya?” Bisik Kyuhyun tepat di telinganya. Jiyeon terkesiap kaget. Tadi namja ini menghilang tiba-tiba dan muncul pul tiba-tiba. Namun melihat wajah tersenyum Kyuhyun ia tidak jadi mengeluarkan kalimat makian atau semacamnya. Ia tersenyum lalu mengangguk cepat. Ia tidak sanggup berkata-kata karena terlalu senang.
“Semua ini adalah hadiah ulang tahun dariku” tambah Kyuhyun. Jiyeon terperangah kagum. Ia menoleh cepat ke arah Kyuhyun.
“Kau.. Tahu aku ulang tahun hari ini?” tanyanya kaget dan terharu. Matanya berbinar saat menatap Kyuhyun.
Kyuhyun mendelik. “Jadi kau meremehkanku? Tentu saja aku tahu! Sebagai bonus, aku akan bernyanyi untukmu”
Jiyeon terkesiap kaget lagi. Kyuhyun berjalan menuju grand piano yang ada di sana dan menyanyikan lagu untuk Jiyeon.

_gyeoure taeeonan areumdaun dangshineun,
nun cheoreom kkaekkeuthan namaneui dangshin..
Hajiman bomyeoreumgwa gaeul gyeoul,
eonjena.. Malgo kkaekkeuthae.._

Mata Jiyeon berkaca-kaca mendengarnya. Badannya tidak bisa digerakkan. Lumpuh begitu saja.

_saengil chukhahamnida..
Saengil chukhahamnida
dangshineui saengireul..
Happy birthday to you
happy birthday to you_
*Winter Child-Suzy Miss A*

Air matanya menetes kian deras. Ia hanya memandang Kyuhyun dengan tatapan terharunya tanpa bisa bergerak. Setelah selesai menyanyi, Kyuhyun berjalan menghampri Jiyeon.
“Bagaimana lagunya tuan putri?” tanyanya dengan wajah supermanis. Jiyeon belum bisa menjawab. Gadis itu masih terharu. Kyuhyun meninggalkannya sebentar lalu kembali membawa buket bunga mewar merah muda.
“Ehm. Aku tidak tahu kau suka bunga apa. Jadi aku membawa bunga seperti ini” ujar Kyuhyun gugup. Sesekali ia tertawa linglung. Jiyeon belum mengatakan apapun karena ia penasaran dengan yang akan Kyuhyun lakukan.

Tak disangka Kyuhyun berlutut di hadapannya, mengangkat buket bunga ke hadapannya. Oh my! Jiyeon terbelalak takjub. Jangan katakan Kyuhyun akan menyatakan cintanya.
“Aku memang bukan orang yang romantis atau pun pangeran dari negeri dongeng. Tapi ada satu hal yang ingin aku katakan padamu” ucap Kyuhyun.
“Saranghae.. Sepenuh hati aku mencintaimu. Jiyeon, would you be my girlfriend?” ucap Kyuhyun dengan tatapan tulus. Jiyeon tidak percaya dengan yang di dengarnya. Ia terlalu bahagia. Kyuhyun melakukan semua yang dimimpikannya.

Mulutn bergetar, ia menangis tertahan. “kau memang namja paling menyebalkan di dunia. Bagaimana mungkin kau bisa membuatku menangis begini. Kau harus bertanggung jawab,” lirih jiyeon dengan air mata terus membasahi pipinya.
Kyuhyun mendekat dan menghapus airmata di pipi jiyeon dengan tangannya. Kyuhyun menatap mata jiyeon dalam-dalam.
“baik. Aku akan bertanggung jawab. Jika kau berada di sisiku” jawab Kyuhyun sambil tersenyum. Jiyeon trdiam. Kyuhyun memang pria paling menyebalkan di dunia!!!

“Mana mungkin aku bilang tidak setelah semua yang kau lakukan. Dasar namja rese!” tegas Jiyeon. Kyuhyun terperangah senang.
“Maksudmu, kau menerimaku?”
jiyeon mengangguk pelan sambil mengambil bunga dari tangan kyuhyun. kyuhyun merasa sangat lega dan senang. Jiyeon ikut tersenyum melihat Kyuhyun gembira.
“boleh aku memelukmu?” tanya Kyuhyun
“tidak!!” tegas jiyeon. Kyuhyun menyipitkan matanya dan perlahan, sudut bibirnya tertarik naik.
“sayangnya kau terlambat untuk bilng tidak” kyuhyun langsung memeluk jiyeon erat. Rasanya sangat hangat dan menyenangkan bisa mendekap jiyeon dengan bebas seperti ini. Ia juga balas memeluk kyuhyun. Perasaan bahagia ini, jiyeon harap bisa bertahan seterusnya.
“aku juga memiliki hadiah lain untukmu” bisik kyuhyun di telinga jiyeon.
“apa?” tanyanya penasaran.

kyuhyun melepaskan pelukannya. Lalu ia meminta pelayan untuk memanggilkan seseorang. Lagi-lagi jiyeon di buat terkejut. Ia melihat orang yang paling dirindukannya ada di depan mata.
“Mommy..”lirih jiyeon tidak percaya.
“mybabydoll!” seru mama tak kalah gembiranya. Jiyeon tanpa menunggu lagi langsung berlari memeluk mamanya itu.
“I miss you, mom” lirih jiyeon kembali meneteskan airmata.
“miss you so much, baby” jawab mama terus memeluknya.
“bagaimana mom bisa kemari? Bukankah mom sibuk di hongkong?” tanya jiyeon lalu melepas pelukannya.
“berterimakasihlah pada namja chingumu. Dia yang memohon pada mom untuk datang hari ini”

jiyeon menoleh pada kyuhyun. namja itu hanya tersenyum. “Cho Kyuhyun, tidak ada yang bisa membuatnya kesulitan” ucap kyuhyun sambil mengedipkan mata. Jiyeon berdecak pelan.
“jeongmal gomawo. Hari ini kau memberiku begitu banyak hadiah. Kau ingin hadiah apa dariku?” tanya jiyeon. Kyuhyun tersenyum senang lalu mendekatkan wajahnya. “cium aku!” ucapnya polos. Jiyeon membelalak kaget.
“ya! Di depanku ada mommy!” ucap jiyeon sambil memukul kyuhyun pelan.
“tenang, mom akan pura-pura tidak melihat” ucap mama ikut bercanda.
“mommy..” jiyeon tidak percaya mamanya akan setuju. Jika itu appa, pasti ia sudah membuat kyuhyun terkapar di tempat.
“ya sudah kalau begitu mom pergi” mama keluar dari ruangan itu.

“Lihat, Ibumu saja sudah mengijinkan” ucap Kyuhyun jahil. Jiyeon meliriknya.
“dasar prince evil!”
kyuhyun menarik jiyeon mendekat. Tangannya melingkar manis di pinggang gadis itu. wajah keduanya saling mendekat satu sama lain. Mereka akan berciuman, tapi,..
“SAENGIL CHUKHAHAMNIDA..” teriak Yoona, Eunhyuk, Sungmin, Ryeowook dan yang lainnya tiba-tiba muncul. Otomatis kyuhyun dan jiyeon saling menjauhkan diri.
“selamat ulang tahun.. Tiup lilinnya dulu” ucap Ryeowook sambil membawa kue tart dengan lilin angka 16 di atasnya. Jiyeon langsung meniupnya tanpa ragu.
“gomawo.. Kalian yang merencanakan semua ini?” tanya jiyeon terharu.

“Aniyo. Dia pelakunya!” Seru Yoona sambil menunjuk Kyuhyun. namja itu segera memalingkan wajahnya ke arah lain pura-pura tidak tahu. Jiyeon mendelik padanya.
“Aku tahu. Pasti dia otak kriminalnya. Dasar namja evil!” teriak Jiyeon agak jengkel.
“tapi kau senang kan?” tanya Sungmin.
“Ne. Senang sekali. Tapi tunggu!” ia menyadari sesuatu. Ia kemudian menatap satu persatu orang yang ada di sekitarnya. “Jadi kalian semua sudah tahu sejak awal dan berkomplot mnipuku? Ah, harusnya aku sadar sejak awal”
Mereka tertawa senang bersamaan karena berhasil memperdaya Jiyeon. “Aktingku juga hebat kan?” tanya Yoona.
“Iya. Tidak sia-sia kau mengikuti pelajaran akting di sekolah. Sahabatmu sendiri saja kau tipu” ucap Jiyeon jengkel.
“Dan hasil akhirnya, apa si anak kunyuk itu berhasil merayumu?” tanya Eunhyuk.
Kyuhyun mengerjap bangga. “Hyung, teganya kau bilang begitu. Tentu saja aku berhasil” tegasnya sambil menarik Jiyeon mendekat.
“Huuu–” semuanya berseru. Jiyeon mneoleh lagi, dia baru sadar ada seorang yeoja asing berdiri di samping Sungmin.
“Oppa, siapa dia?” Jiyeon menunjuk gadis itu. Sungmin mengerjap.
“Ah, hampir lupa. Perkenalkan, dia Yuri. Yeoja chingu ku.” ucap sungmin.

Jiyeon membelalakkan matanya kaget melihat Sungmin mengenalkan yeojachingunya. Pandangannya tercengang, ia bergantian menatap Sungmin dan yeoja bernama Yuri itu.
“Aku tidak tahu jika Oppa sudah memiliki pacar. Sejak kapan?” Ia kaget luar biasa.
“Kau ingat saat kau kecelakaan motor waktu itu? Kami bertemu di rumah sakit” ucap Yuri dengan senyum mengembang. Jiyeon terenyuh melihat senyum itu. Ah, senyumnya pun sangat menawan.
“Ne, Eonni. Mulai sekarang aku titipkan Oppaku yang manis ini padamu” ucap jiyeon. Ia lalu melirik Yoona.
“Lalu bagaimana dengan Yoona? Ah, apa aku jodohkan dengan Siwon Oppa saja” ucap Jiyeon. Benar juga, ide itu tidak terlalu buruk.

“Tidak bisa!” Seru Eunhyuk menyela. Dengan cepat ia menarik Yoona ke dekatnya. “Yoona itu yeojachinguku. Enak saja main jodoh-jodohkan!” sewot Eunhyuk.
Jiyeon terkesiap. “What? Kalian juga? Sejak kapan?” ia benar-benar mendapat banyak kejutan hari ini.
“Oppa, katamu kita harus merahasiakan hubungn ini!” tegur Yoona.
“Tidak bisa. Aku tahu sifat Jiyeon. Dia akan sangat berbahaya jika sudah memutuskan sesuatu. Aku juga tidak rela kau diambil Siwon Hyung” ucap Eunhyuk.

“Apa ada yang berani membicarakanku di belakang?” ucap Siwon yang baru saja tiba di sana. Semua orang menoleh ke arah namja itu.
“Oppa!” seru Jiyeon senang dan berlari memeluknya.
“Chukkae, my lovely sister” ucap Siwon. dari jauh, Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, ia cemburu. Ryeowook yang berdiri di sampingnya tertawa pelan.
“kau tidak boleh cemburu. Siwon Hyung itu kakak Jiyeon juga.” ucap Ryeowook.
“Arraso!” dengus Kyuhyun.

Sekarang dari arah pintu masuk muncul Appa dan Eomma. Appa menatap sekeliling dan ia takjub saat melihat ada Siwon di sana. Bukannya menghampiri Jiyeon, sang ratu pesta pria itu justru menghampiri anak laki-lakinya itu.
“My son!” serunya senang.
“Appa!” melihat sang Appa, Siwon langsung memeluknya. Jiyeon menggembungkan pipinya kesal. Ia kembali di diamkan jika Appa sudah berhadapan dengan Oppa-deulnya. Ternyata Appa memang lebih menyukai anak laki-laki.
“appa, jangan lupa, yang seharusnya di peluk anakmu yang ini” gerutu Jiyeon, ia cemburu.
Appa mengerjap lalu melepaskan Siwon. “Ah iya. Putriku,.” Appa baru menghampiri kemudian memeluknya.

Setelah itu mereka bersenang-senang. Jiyeon melihat Mama juga bisa akrab dengan Eomma dan kedua Oppanya. Jiyeon melirik Yoona.
“jadi, sejak kapan kau berpacaran dengan Eunhyuk Oppa. Bukankah kau menyukai Sungmin Oppa?” tanya Jiyeon curiga. Gadis itu tersenyum kaku.
“Ah itu, entahlah, semuanya terjadi begitu saja” jawab Yoona sambil mengendikkan bahu.
Jiyeon mengangguk ringan lalu tersenyum riang. “Begitu. Aku senang. Karena Eunhyuk Oppa akhirnya bisa mendapatkan gadis baik juga”
“Jiyeon..” Yoona terharu dan ia menghambur memeluk sahabatnya itu.
“Ekhem.” Kyuhyun berdehem. Otomatis kedua gadis itu melepaskan pelukannya lalu menoleh bersamaan pada Kyuhyun. “Bisa aku ambil yeojachinguku? Kau meminjamnya terlalu lama”

Belum sempt Yoona menjawab, Kyuhyun sudah menarik Jiyeon pergi. Namun ternyata langkah Kyuhyun terhenti karena Appa menghadang jalannya. Namja itu tersenyum lalu menundukkan kepalanya canggung karena Appa menatapnya tajam. Eomma pun menghampiri mereka. Ia berdiri di samping suaminya.
“Apa kau yang bernama Heechul?” tanya Appa dengan mata menyipit. Kyuhyun tersentak, ia mendadak gugup. Jiyeon menyela sebelum Kyuhyun membuka mulutnya.
“Aniyo Appa. Dia Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Dan dia namjachinguku.” tutur Jiyeon membuat Appa terkesiap kaget. Jiyeon tersenyum simpul lalu ia melakukan hal gila tepat di depan Appanya, ia menarik Kyuhyun mendekat lalu mengecup lembut pipi namja itu. Ia ingin memberitahukan pada Appa bahwa ia amat mencintai namja ini dan ia harap Appa mengerti.

Mata Kyuhyun melebar kaget. Tidak hanya dirinya, Appa dan semua orang yang melihat.
“Ka-kau!” Geram Appa dengan tangan menunjuk. Ia marah, Bukan pada Jiyeon, tapi pada Kyuhyun. ia tidak rela jika putri satu-satunya itu mencium namja lain. Jiyeon segera menarik Kyuhyun pergi dari sana sebelum Appa berteriak-teriak tidak jelas.
“Kalian mau kemanaaaaa…” teriak Appa dan buru-buru ditenangkan oleh Umma.

Jiyeon tertawa puas karena berhasil mengejutkan Appanya sendiri. Ia menarik Kyuhyun keluar dari kafe menuju sebuah taman yang indah.
“Kau gila, jika Appamu sampai murka itu bisa mengancam hubungan kita!” tegur Kyuhyun. Jiyeon berhenti tertawa lalu mengibaskan tangannya ringan.
“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin memberitahu Appa kalau aku sangat, sangat sangat mencintaimu” ucap Jiyeon, menatapnya dengan mata berbinar. Kyuhyun tersenyum senang, ia segera menarik Jiyeon ke dalam pelukannya.
“Gomawo. Atas semuanya. Atas cinta yang kau ajarkan, kasih sayang yang kau berikan, aku akan menjaganya sampai kapanpun” bisik Kyuhyun. tangannya yang melingkar di tubuh gadis itu terasa hangat dan membuat Jiyeon nyaman. Gadis itu tersenyum dalam pelukan Kyuhyun.

Salju kemudian turun. Membuat pemandangan semakin indah. Kyuhyun dan Jiyeon tersenyum bahagia melihat salju itu.
“oh, kau masih berhutang hadiah padaku” gumam Kyuhyun. Jiyeon mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun.
“Hadiah? Oh yang tadi” mendadak saja ia merasa pipinya memanas teringat ciuman yang terpotong saat di pesta tadi. Kyuhyun tersenyum. Tangannya turun memeluk pinggang gadis itu.
“Hadiah itu, ku minta sekarang boleh kan?” tanyanya dengan senyum nakal. Jiyeon mengangguk.
“No problem!” tangannya terangkat merengkuh kedua pipi Kyuhyun. Ia mendekatkan wajahnya, bersiap untuk memberikan hadiahnya. Kyuhyun tersenyum. Perlahan matanya menutup menanti kejutan yang akan Jiyeon berikan.

Tak lama ia merasakan material lembut itu menyentuh bibirnya. terasa hangat dan nyaman di tengah cuaca dingin seperti ini. Terselip rasa bahagia dalam diri Jiyeon saat mereka saling menyalurkan perasaan masing-masing melalui sebuah ciuman yang mesra.

_neo gateun saram tto eopseo,
juwireul dureo bwado geujeo georeoh deongeol,
eodiseo channi, neo gatchi joheun saram,
neo gatchi joheun saram,
neo gatchi joheun maeum,
neo gatchi joheun seonmul_
*No Other-SUPER JUNIOR*

Ini hanyalah salah satu dari berjuta kisah cinta di dunia. Cinta itu dapat berwujud apapun. Dan cinta datang kapanpun dan pada siapapun. Cinta adalah anugerah terindah dari Tuhan. Karena itu, jika cinta itu datang, sambutlah ia dengan gembira^_^

_TAMAT_

Bagaimana? Akhirnya gaje? Aneh? Ngegantung?
Maklum, ini FF author yang paling aneh. Dan sebagai bonus, author kasih tambahan cerita pendek tentang cast kesayangan author yang lain..

Tambahan:
Tiba-tiba Jiyeon teringat pada Suzy. Ia menatap Kyuhyun.
“Kyu, apa yang terjadi pada Suzy setelah ini?”
Kyuhyun mengendikkan bahu “Entahlah”

Tidak adil jika hanya Jiyeon dan kyuhyun saja yang bahagia. Lalu bagamana dengan nasib suzy? Ini dia kisahnya:

—–o0o——

Siang itu tidak tahunya turun salju. Padahal Suzy sudah memilih hari itu untuk jadwalnya berbelanja. Ia pergi sndri. Ia ingin mengajak Kyuhyun tapi anak itu pergi untuk merayakan ultah yeoja chingunya, Jiyeon. Jadilah Suzy berjalan sendiri. Jalannya menjadi licin karena membeku. Suzy lupa tidak memakai sepatu musim dinginnya dan malah memakai stiletto biasa.
“Aargh!” benar saja musibah terjadi. Suzy terpeleset hingga jatuh dan membuat hak sepatunya patah.
“aish! Sial sekali aku hari ini!” rutuk Suzy jengkel sambil melempar sepatunya. Seseorang mengambil sepatu itu. lalu berjalan mendekatinya. Suzy mendongakkan kepalanya menatap seseorang itu.
“Tidak semua masalah selesai hanya dengan emosi.” Donghae datang menghampiri Suzy. Berjongkok tepat di hadapannya.
“Kau?” seru Suzy tidak percaya bercampur kaget.

Donghae membenarkan kembali hak sepatu Suzy. Lalu ia memakaikan sepatu itu pada kaki Suzy dan sukses membuat gadis itu tercengang. Ia sangat terkesan dengan sikap gentle Donghae. Adegan ini sama seperti di cerita Cinderella, ketika sang pangeran datang dan memakaikan sepatu kaca pada Cinderella.
“Lihat, jika kau tenang, apapun tidak akan menjadi sulit” ucap Donghae halus. Senyum manisnya mengembang sempurna. namun saat ia mendongakkan kepalanya menatap Suzy, Ia kaget karena gadis itu memandangnya dengan mata berbinar-binar.
“ka-kau kenapa?” tanya Donghae tergagap. Suzy tersenyum manis sambil menangkupkan tangannya di depan dada.
“Donghae, aku tidak tahu kalau ternyata kau begitu mempesona” ucapnya langsung dan terus terang.
“Mwo???” Saking kagetnya Donghae sampai ia jatuh ke semak-semak di belakangnya dan kepalanya tertimbun salju tipis.
“Ah, mianhae. Aku tidak bermaksud membuatmu kaget?” Suzy membantu Donghae bangun.
“aniyo. Aku hanya tidak terbiasa mendengar orang mengatakan aku mempesona.”
“jinjja? Itu artinya aku orang pertama yang mengatakannya?”
“Bisa di bilang begitu”
Suzy dan Donghae tertawa bersama. Entahlah apa yang terjadi setelahnya, yang bisa di lihat adalah mereka pergi berjalan-jalan bersama.
Sejak saat itu Suzy menjadi lebih dekat dengan Donghae. Dan berselang beberapa waktu kemudian, mereka berpacaran.

_The End_

75 thoughts on “No Other (Part 8) End

  1. kkkk akhirnya selese juga.. ceritanya manis..😄
    tapi masih ada satu teka-teki.. kibum.. kenapa kibum dingin sama jiyeon.. kenapa kibum dingin sama kyu.. :3

  2. Aaaa akhirnya happy end semua nya bersenang2 di ultah jiyeoun, sumpah kyu sweet bangettt
    dan haeppa sama suzy bener dugaan gue ckckck
    hyuk sama yoona, minppa sama yuri. siwon sama???

  3. Yeay! endingnya rame ya. alur ceritanya bagus. boleh komen dikit kan ya? JiKyu momentnya terlalu sedikit menurutku. baru keliatan barengnya di part 5. tapi selebihnya bagus kok. keep writing thor!^^

  4. Mianhae ya thor baru bisa kasih komen.y di akhir..

    cerita.y bagus bgt koq, bkin aku jadi nano nano (senang, sedih, nyesek, terharu, nangis) saat baca.y.. feel.y dapat bgt, thanks for your story..
    keep writing thor..🙂 #waiting

  5. aaaahhhh…kyuyeon so sweet. …akhirnya happy end…smuanya dapat pasangan masing2…Yeeaaahhh…daebaaakkkk chingu ya…*acungin2jempol*…¡(^0^)¡…

  6. Ceritanya bagus eonn,, tapi kurang panjang. Kibumnya gimna coba?? Ga ngerti knp kok aq sukanya klo Ji sam Kibum Oppa aja🙂 Suzynya tetep ama Kyu #Ngayal sendiri (.̮)‎​​ђёéђё(.̮)‎​​ђёéђёђё….. Daebakk eonn, Hwaiting!!!!

  7. Eiisstt .. Gantung eonni .. Kibum ma yesung gimana???😮
    tapi deabakk.. Hahaha😀 suka ma endingnya .. Oh ya.. Emang sibangkyu sakit apa’an yaa??? #kepo ..
    Mian baru komen disini .. :v
    Salam Kenal🙂

  8. Bakalan ke kirim g niii ??😦
    Eiisstt .. Kibum ma Yesung gimana eonni?? Kok gantung gini .. ??😮 hehehe :v suka ma endingnya.. Deabakk !😀
    Mian baru bisa komen dipart ini .. :v
    Salam Kenal ..😀 :3

  9. G tau bakalan kekirim g ni .. -_-
    Gantung thor … Kibum ma Yesung dikemanain? :O
    Hahaha.. Endingnya deabaakkkk!😀 suka pakek banget ..
    Mian baru bisa komen .. :3 Salam Kenal .. :v

  10. Keren, Eon!🙂
    tp, kibum sma yesung akhir’x gmna?! Yuri tiba2 mncul. Knpa kibum cuek sma jiyeon?!
    Crita yg ini agak ngegantung, eon :v.
    Jngn marah sma kmi para reader’x dong, Eon.
    But, tetaplh menulis dn mmbagi’x pda kmi y, Eon. KEEP HWAITING! ><🙂

  11. akhirnya semuanya bhagia🙂 tapi bang encung sma kibum kok gntung ?

    Kerennn,, Aku bcanya smpe senyum2 gaje🙂

    Happy ending^^

  12. Kibumm ama yesung gimana trus sooyoung? Pliss masih kepoo
    Ffmu bgus thor konfliknya gak terlalu berat aku suka
    Cuma masih kepo ama kibum aja

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s