Hello My Charming Yeoja (Part 1)

Tittle : Hello My Charming Yeoja Part 1
Author : Shin Je Young a.k.a Dha Khanzaki
Genre : Romance

Main Cast :

  • Shin Je Young
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Lee Min Ah
  • Lee Sungmin

Hai hai, ada yang inget ama FF ‘Hello My Glassess Namja?’ Nah, ini adalah FF yang khusus nyeritain kisah cinta Kyuhyun ama Author *plak* maksudnya ama Je Young. pasti penasaran kan gimana kisahnya *gak ada* *author kepedean*

Maaf ya kalau ada typo atau pun bahasanya amburadul.

Hello My Charming Yeoja by Dha Khanzaki

—–o0o——

Sesuatu yang indah, tidak berarti harus sempurna. Sesuatu yang cantik, tidak selalu harus indah. Dan sesuatu yang sempurna tidak selalu bermakna. Namun, dirimu adalah sesuatu yang indah, cantik, sempurna dan tanpa kehadiranmu, hidup tidak akan pernah bermakna. –Cho Kyuhyun—

—o0o—

Kyuhyun POV

“Berhenti menggangguku, Cho Kyuhyun!!”
Entah sudah berapa kali kalimat itu terucap dari mulutnya. Aku sangat bosan mendengarnya namun mengganggunya adalah sesuatu yang tidak pernah membuatku bosan. Ada sensasi gembira tersendiri saat aku berhasil membuatnya gusar dan tidak tenang. Gadis itu kembali meninggalkanku dengan tatapan jengkelnya setelah tadi berhasil kubuat keki. Aku tersenyum dalam hati. Shin Je Young, lihat saja nanti. Aku yakin suatu saat kau pasti akan menerimaku.

Aku benar-benar heran pada gadis satu itu. Dan aku sudah beribu-ribu kali bertanya pada diri sendiri di depan cermin besar yang terdapat di ruang kerjaku. Apa kekuranganku? Lihatlah, secara fisik aku sangat tampan. Tubuhku tinggi tegap dengan tubuh atletis seperti aktor-aktor Hollywood sana. Haruskah aku jabarkan satu persatu kelebihanku? Rasanya tidak mungkin mengingat bakatku sangatlah banyak. Tapi mengapa gadis bodoh bernama Shin Je Young itu tidak pernah sekalipun melirikku bahkan dia nyaris menganggapku seperti virus H5N1 yang wajib dimusnahkan. Sejujurnya, dialah satu-satunya yeoja yang bisa membuat duniaku terporos total padanya. Hanya padanya. Ini sangat konyol namun dengan berat hati aku harus mengakuinya. Dia..sudah membuatku jatuh cinta.

Kejadiannya berawal dari hari itu, saat pertama kali aku melihatnya muncul dalam hidupku..

And The Story begin..

—o0o—-

Author POV

“Ruang HRD ada di lantai 5, nona..” ucap resepsionis pada Je Young dan Min Ah—sahabatnya—pagi itu. Cuaca Seoul saat itu sedang tidak bersahabat. Hujan turun deras di luar sana. Dan sialnya, Je Young lupa membawa payung dan membuat penampilannya sedikit berantakan. Padahal ini adalah hari penting. Je Young akan melakukan wawancara pekerjaan di perusahaan itu. Dengan susah payah, ia akhirnya bisa juga lulus tes masuk perusahaan.
“Kau membawa kaca, Min Ah?” tanya Je Young ketika mereka sedang duduk di depan ruang HRD. Menunggu giliran untuk di panggil. Min Ah mengambil cermin kecil dari dalam tas tangannya.
“Tapi aku yakin cermin ini tidak bisa membuat penampilanmu rapi. Pergilah ke kamar mandi dan merapikannya. Giliran kita masih lama..” saran Min Ah.
“Kau benar..” Je Young bergegas pergi ke kamar mandi.

Saat perjalanan menuju kamar mandi ia tersesat. Gedung kantor tempatnya berada sangat luas dan banyak sekali ruangan. Ia tidak bisa membedakan mana pintu untuk ke kamar mandi dan pintu untuk ke ruang rapat.
“Ah, ada cermin!!” Je Young tersenyum lega melihat cermin menempel di pintu masuk sebuah ruangan. Ia sempat bingung kenapa ada cermin di pintu itu. Orang bodoh mana yang memasang cermin selebar pintu di daun pintu? Ah, tapi siapa yang peduli. Lorong tempatnya berada sepi. Ia tidak tahu kamar mandi di mana, jadi apa salahnya jika menggunakan cermin ini. Lagipula, tidak akan ada yang melihat.

Je Young merapikan rambut panjangnya dengan sisir kecil yang ia bawa, lalu mengeluarkan beberapa alat make up untuk memperbaiki tata riasnya yang agak memudar karena air hujan. Ia melakukannya sambil sesekali bersenandung.

Sementara itu, di dalam ruangan, Kyuhyun sedang pusing dengan setumpuk tugas yang harus di selesaikannya.
“Aigoo, aku bisa mati muda jika begini akhirnya..” keluhnya sambil meletakkan map berisi laporan keuangan yang sedang diperiksanya. Ia iseng menolehkan kepalanya ke arah pintu dan saat itulah ia baru menyadari ada seseorang yang berdiri di depan pintunya. Sebenarnya, pintu itu terbuat dari kaca khusus yang jika dari luar tampak seperti cermin biasa, namun jika dilihat dari dalam ruangan justru seperti kaca tembus pandang pada umumnya. Dan kini, Kyuhyun hampir tidak bisa mengedipkan matanya sendiri melihat seorang gadis dengan santainya berdandan di depan pintunya sambil bersenandung ringan. Gadis itu tersenyum bahagia dan di akhir kegiatannya, ia mengedipkan mata lalu melenggang pergi dari depan pintunya. Kyuhyun seakan baru tersadar dari dunia asing yang sesaat sudah menghipnotisnya. Tanpa sadar ia melonjak dari tempat duduknya, lalu berjalan agak cepat dan dalam satu sentakan membuka pintunya. Ia mengedarkan pandangan ke arah gadis tadi pergi, namun sosok itu sudah tidak ada di lorong. Mengilang bagai asap.
“Siapa dia?”gumamnya penasaran.

Beberapa hari berlalu dan Kyuhyun seperti orang gila. Ia terus dibayangi oleh halusinasi yang dilihatnya tempo hari. Gadis itu benar-benar mengganggu ketenangan hidupnya. Mengapa ia tidak bisa melupakan wajah itu, gerak tubuhnya, bahkan senandung ringannya yang justru seperti menggema jelas di telinganya.

“Tuan Cho, Anda di minta Presdir untuk datang ke ruangannya..” ucapan sekretarisnya membuat Kyuhyun terkesiap dari lamunan.
“Oh, baik..” Kyuhyun merapikan jasnya lalu bangkit pergi menuju ruang kerja Appanya. Ia berjalan santai dengan sebuah map berisi laporan mingguan di tangannya. Bagaimanapun ia seorang General Manager. Tak peduli suasana hatinya seperti apa, ia harus tetap bertanggung jawab pada pekerjaannya. Ia membuka pintu ganda menuju ruang kerja Presdir Cho dan pemandangan pertama yang dilihatnya justru membuat matanya kembali terbelalak. Gadis itu, gadis yang dilihatnya kemarin kini sedang duduk di balik meja sekretaris dengan telepon di tangannya. Sepertinya gadis itu menggantikan sekretaris terdahulu Presdir yang mengundurkan diri karena akan melahirkan.

Kyuhyun berjalan menghampirinya tanpa sadar. Gadis itu menyadari kehadirannya lalu meletakkan gagang telepon di tempatnya. Ia berdiri lalu membungkuk sekilas dan tersenyum. Senyum yang benar-benar membuat Kyuhyun kembali berfantasi dan irama jantungnya berubah tidak normal.
“Ada yang bisa dibantu, Tuan?” tanyanya ramah. Kyuhyun masih terdiam memandangnya. Ia baru akan membuka mulut namun sebuah suara mengagetkan mereka.
“Oh, Kyuhyun. syukurlah kau cepat datang..” Kyuhyun menoleh ke arah pintu, di sana berdiri sosok Appanya yang seorang Presiden direktur perusahaan itu.
Presdir Cho tersadar bahwa ia belum memperkenalkan sekretaris barunya.
“Perkenalkan dia Shin Je Young. Sekretaris baru di sini. Nona Shin, dia Cho Kyuhyun putraku, General Manager kita.” Tuan Cho memperkenalkan mereka.
Je Young membungkukkan badannya sekilas lalu mengulurkan tangan dengan senyum manis tersungging di bibirnya. “Shin Je Young imnida..”
“Cho Kyuhyun..” Kyuhyun menjabat tangan Je Young dan saat itulah ia merasakan getaran aneh menjalari tubuhnya kala kulit mereka saling bersentuhan.

Tuan Cho melihat tingkah aneh anaknya itu dengan alis terangkat sebelah. Ada yang aneh dengan perangai Kyuhyun terhadap sekretaris barunya itu. Ah, anak ini. Benaknya. Diam-diam ia tersenyum dalam hati. Sepertinya hari-hari ke depan akan semakin menarik. Sebagai ayah ia penasaran dengan apa yang akan Kyuhyun lakukan nanti.
“Kyuhyun, kita harus mulai rapat sekarang..” ucap Tuan Cho agak kencang. Kyuhyun mengerjap lalu menoleh ke arah Appanya itu.
“Oh, baik..” Kyuhyun menoleh sekilas ke arah Je Young yang sudah duduk kembali di kursinya lalu pergi menyusul ke dalam ruangan kerja Tuan Cho.

Sejak saat itu, Kyuhyun mulai bersikap aneh. Entah berapa kali sehari namja itu datang ke ruangan Presdir meskipun tidak ada urusan. Menghujaninya dengan pertanyaan-pertanyaan aneh yang tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan pekerjaan. Pada awalnya Je Young menganggap sikap berlebihan Kyuhyun karena dia adalah sekretaris ayahnya. Namun pikirannya itu salah setelah ia mendengar dari Min Ah, sahabatnya bahwa kemungkinan Kyuhyun menaruh minat padanya.

Kenyataan itu, entah kenapa membuatnya merasa terganggu. Sejak dulu, Je Young memang tidak terlalu bersimpatik pada pria-pria yang mendekatinya. Bukan karena ia tidak pandai bergaul, hanya saja, ia terlalu takut. Dalam benaknya, pria adalah makhluk berbahaya. Mereka suka seenaknya dan terkadang tidak pernah bisa memahami luka yang harus di derita kaum hawa karena mereka sendiri.

—o0o—

“Aku yakin Pak GM menaruh hati padamu Je Young-ah..” ucap Min Ah. Je Young menoleh ke arah sahabatnya itu. langkahnya terhenti sejenak.
“Kau bercanda. Memang gadis di dunia ini hanya aku? Masih banyak yeoja di dunia ini yang lebih cantik dan lebih pantas disukainya daripada aku. Mengapa harus dia jatuh cinta padaku. Itu tidak mungkin..” elaknya sambil melangkahkan kakinya kembali.
“Aku tidak bercanda” tegas Min Ah yakin. Ia heran pada sahabatnya ini. Siapapun pasti akan beranggapan begitu jika melihat tingkah Kyuhyun padanya. Namja itu terlalu menaruh perhatian lebih pada Je Young. Dan hal itu membuat Je Young sering menjadi bahan gunjingan karyawati yang iri padanya.
“Apa kata Presdir Cho jika ia tahu putranya memang menyukai sekretarisnya sendiri..” gumam Min Ah disertai kikikan geli. Ia penasaran sendiri saat membayangkannya.

Saat mereka keluar dari lift, tanpa di sengaja mereka berpapasan dengan tuan Cho, Presdir perusahan itu sekaligus ayah dari pria yang sedang mereka bicarakan tadi.
“Selamat siang, Presdir..” ucap Min Ah dan Je Young bersamaan. Tuan Cho tersenyum ramah pada pegawainya itu. Ia mengerjap ketika menatap Je Young. Ia baru saja teringat sesuatu.
“Nona Shin, besok pagi datanglah ke rumahku. Ada data penting yang harus kau ambil di sana. Aku selalu lupa membawanya..” ucap Presdir Cho pada Je Young sebelum gadis itu melenggang pergi. Je Young membelalak kaget.
“Ke rumah Presdir?” tanyanya kaku. Seumur hidup, ia tidak pernah berpikir bahwa akan diminta datang ke rumah bosnya.
“Tentu saja. Jangan terlambat.”
“Baik tuan..” Je Young mengangguk patuh. Setelah itu Tuan Cho pergi memasuki lift. Min Ah menatapnya penasaran sekaligus takjub.
“Ini kesempatan emas untuk tahu seperti apa Cho Kyuhyun. kau bisa melihatnya besok, di rumahnya..” seru Min Ah senang. Je Young meringis ngeri. Ia tidak berani membayangkan macam-macam.

—o0o—

Besoknya, tepat satu jam sebelum waktu masuk kantor Je Young sudah berdiri di depan sebuah rumah mewah dan megah. Ia menganga melihat arsitektur bangunan tiga lantai bergaya klasik khas Eropa itu. Ia bahkan tidak bisa menyembunyikan wajah kagumnya.
“Oh, Nona Shin. Kau cepat sekali.” ucap Tuan Cho sambil menyesap kopinya. Ketika Je Young datang, Pemimpin utama Cho Corporation itu sedang menikmati sarapannya di meja makan, seorang diri. Je Young baru tahu dari Min Ah bahwa istri Presdir sudah meninggal lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Ia tadi sempat melihat foto keluarga di ruang tamu. Dan ia baru tahu bahwa Tuan Cho memiliki dua anak. Satu yeoja dan satu namja. Sepertinya yeoja di foto itu adalah kakak perempuan Kyuhyun. Namja sepertinya tidak mungkin memiliki adik. Dia terlalu manja jika dilihat dari sikapnya.

“Presdir, tugas apa yang harus kuselesaikan di sini?”
Tuan Cho mengangkat kepalanya. Ia mengerjap sesaat. “Ah, ada berkas di ruang kerjaku yang harus kau bawa. Tapi sebelumnya, bisakah kau membangunkan Kyuhyun lebih dulu? Dia memiliki kebiasaan tidur yang buruk. Maka dari itu hari sudah siang pun dia belum terjaga. Bangunkanlah dia, kamarnya ada di lantai dua..” ucap Tuan Cho bahkan sebelum sempat Je Young membuka mulut untuk menjawab, ia menyela kembali.
“Setelah itu, ambil berkas di ruang kerjaku. Lalu kita berangkat bersama.. Aku tidak mau ada pegawai yang terlambat masuk kantor..” tambahnya.

Je Young akhirnya mengangguk patuh tanpa bisa membantah ataupun mengiyakan. Ia berjalan menuju lantai dua rumah itu, mencari kamar tuan muda Cho Kyuhyun yang sering kali terlambat datang ke kantor.
“Kenapa aku harus membangunkan anaknya segala? Aku sekretarisnya..” gumam Je Young heran ketika ia sudah berdiri di depan pintu ganda kamar Kyuhyun. Tapi tugas dari bos tetap harus ia lakukan. Siapa tahu nanti Presdir Cho akan memberinya gaji tambahan.
Pintu menderit terbuka begitu Je Young memutar kenop pintu. Ia melongokkan kepalanya ke dalam kamar Kyuhyun yang luas dan di dominasi oleh warna putih itu.
“Wah, kamarnya lebih luas dari luas rumahku sendiri” gumamnya kagum. Interiornya modern dan tertata dengan sempurna. di sisi kiri kamar terdapat rak tinggi berisi video game dan di dekatnya terdapat teve plasma dan seperangkat perlengkapan bermain game. Apa Kyuhyun suka bermain game? Entahlah.

Sekarang kepalanya tertoleh pada ranjang besar dengan bed cover berwarna putih. Sesosok namja masih tertidur pulas di atasnya. Je Young mendesis, itu dia masalah besar yang harus ia selesaikan. Ia mendekat ke sisi tempat tidur.
“Kyuhyun-ssi, sudah waktunya kau bangun. Ini sudah siang. Kau bisa terlambat pergi bekerja..” Je Young mengguncang halus bahu namja itu. Namun Kyuhyun hanya melenguh lalu membalikkan posisi tidurnya hingga membelakangi Je young. Ia mencoba melakukan berbagai cara untuk membangunkan si raja tidur itu. tapi percuma. Kyuhyun tidur seperti orang mati.
“Namja ini, kenapa sulit sekali dibangunkan..” geramnya kesal. Ia menarik selimut tebal yang menyelubungi Kyuhyun dalam sekali sentakan.
“Engh.. bibi Han, aku masih mengantuk…” gumamnya dengan kening mengkerut karena merasa tubuhnya terkena udara dingin. Kyuhyun mengira yang melakukan ini adalah Bibi Han, pembantu yang bertugas mengurus semua keperluannya sejak kecil. Meskipun menggerutu mata Kyuhyun masih saja terpejam rapat.
“Aish, jinjja..namja ini..” Je Young menggerutu sendiri. “Aku bukan Bibi Han, aku Shin Je Young..” karena kesal, ia naik ke sisi tempat tidur untuk membangunkan namja itu.
“Kyuhyun-ssi, bangun..” ia mengguncang sekali lagi bahu namja itu. tapi tidak ada reaksi. Akhirnya Je young memilik menyerah saja. Terserah dia mau datang terlambat atau apapun. Ia hendak bangkit namun tiba-tiba saja Kyuhyun bergerak. Hal itu membuat ranjang bergoyang dan Je Young tanpa sengaja jatuh menimpa tubuh namja itu.
“Akh…” Je Young segera meredam pekikannya sendiri sebelum namja itu terlanjur bangun. Jantungnya hampir saja copot saat ia jatuh menimpa tubuh Kyuhyun. Ia mengangkat wajahnya menatap Kyuhyun yang masih terlelap. Syukurlah. Ia kira Kyuhyun akan terbangun. Ia hendak beranjak dari posisinya ketika mendengar gumaman Kyuhyun.
“Shin Je Young…”

Je Young mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia kaget. Sekali lagi ia menatap Kyuhyun untuk memastikan apakah namja itu memang mengigau atau sudah sadar sepenuhnya. Ia menghela napas lega saat melihat mata Kyuhyun masih terpejam.
“Kau sangat cantik, Je Young-ah..” gumam Kyuhyun lagi membuat gerakan Je Young saat akan bangkit terhenti. Ia terbelalak. Kyuhyun bermimpi apa sampai memujinya seperti ini? Tepat saat itulah Je Young merasa terenyuh melihat wajah damai Kyuhyun saat itu. Namja itu tampak polos dan senyum samar tersemat di bibirnya. Sepertinya ia bermimpi indah. Tanpa sadar, tangannya terulur hendak menyingkap rambut yang menutupi wajah Kyuhyun dan saat itulah, namja itu membuka matanya.

Deg..

Je Young merasa jantungnya berhenti berdetak ketika mata mereka saling bertemu. Hal itu membuat tangannya berhenti di udara. Secepat kilat ia menarik kembali tangannya.
“Shin Je Young..” desis Kyuhyun antara takjub, kaget, dan tidak percaya. Namja itu beringsut bangun. “Bagaimana bisa kau ada di sini, di rumahku, di kamarku, di tempat tidurku dan..berada di atasku?” ucapnya kaget bercampur senang. Je Young memalingkan wajahnya dengna wajah memerah. Rasanya malu sekali. jika ada lubang di sana, ia memilih untuk membenamkan diri di dalam sana.
“A-aku di minta Presdir untuk membangunkanmu.. dia tidak ingin kau terlambat masuk kantor..” ucap Je Young terbata. Ia segera turun dari tempat tidur lalu merapikan penampilannya sendiri sebelum memberanikan diri menatap Kyuhyun.
“Appa? Tidak biasanya dia meminta untuk membangunkanku..” ucapnya masih dengan seringaian lebar di bibir. Kyuhyun hampir tak percaya rasanya, saat ia bangun, wajah pertama yang dilihatnya adalah wajah Je Young, yeoja yang sebelumnya hadir dalam mimpi. Ini adalah hari keberuntungannya. Ia menatap Je Young yang masih tetap di posisinya, hanya saja gadis itu tampak gugup dan canggung.
“Rasanya aku tidak percaya bisa melihatmu sepagi ini. Rupanya dewi fortuna sedang mengunjungiku..” ucap Kyuhyun membuat Je Young semakin gugup. “Lalu bagaimana bisa kau berada di atasku? Apa diam-diam kau ingin mencuri ciuman dariku?” goda Kyuhyun.
“Jangan berkata yang aneh-aneh!!!” sela Je Young cepat. “Karena kau sudah bangun, cepatlah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Presdir menunggu di bawah” Ia segera melenggang pergi dengan cepat. Kyuhyun masih tersenyum di tempat tidurnya. Setelah itu ia beranjak untuk bersiap-siap.

—o0o—

“Presdir sudah berangkat dua menit yang lalu nona..” ucap Bibi Han ketika Je Young tiba di bawah dengan berkas yang di minta Tuan Cho untuk ia selesaikan. Je Young terbelalak kaget.
“Apa?” serunya kaget. Lalu bagaimana caranya ia pergi ke kantor? Tadi ia di antar oleh Eommanya kemari. Dan ia tidak membawa mobil karena mobilnya itu sedang direparasi di bengkel.
“Kau bisa berangkat denganku, kajja..” potong Kyuhyun yang sudah rapi dengan setelan jas berwarna abu-abu. Namja itu tampak tampan dan wangi. Je Young tidak punya pilihan lain. Meskipun enggan, terpaksa ia mengikuti Kyuhyun.

“Kau ke rumah karena merindukanku?” gurau Kyuhyun sambil mengemudikan mobilnya di jalan raya. Perhatian Je Young yang semula menatap ke arah jalanan, tertoleh ke arah namja yang duduk di sampingnya.
“Merindukanmu? Kau terlalu percaya diri, Pak GM..” timpal Je Young. “Presdir memintaku datang untuk mengambil berkas yang seringkali lupa dibawanya.”
“Ah, mengecewakan..” erang Kyuhyun putus asa. “Padahal, kukira aku masih bermimpi ketika melihatmu berada di dekatku saat aku membuka mata.” Kenangnya gembira. Je Young menoleh kembali melihat ekspresi yang sekarang tengah diperlihatkan namja itu. Sesaat, ia seperti terhipnotis oleh raut yang ditunjukkannya.
“Mimpi? Aku penasaran mimpi apa yang kau alami. Wajahmu, tampak bahagia..” tanya Je Young penasaran.
Kyuhyun menoleh sekilas lalu tersenyum. Pandangannya kembali fokus ke arah jalanan. “Aku memimpikan ibuku..” ucapnya terdengar dalam. Dan Je Young bisa merasakan kerinduan yang mendalam dari nada suaranya.

“Sejujurnya aku seringkali lupa seperti apa wajah ibuku. Dia meninggal dunia ketika usiaku dua tahun. Dan aku hanya bisa mengingat beberapa kenangan tentangnya. Itu pun hanya sekelebat bayangan dan aku tidak tahu itu nyata atau hanya hayalanku saja. Namun, semalam aku merasa potongan-potongan bayangan yang seringkali kuanggap ilusi itu terasa nyata” kenang Kyuhyun menceritakan mimpi yang dilihatnya semalam. “Di dalam mimpi, aku bisa melihat dengan jelas seperti apa Eomma, kehangatannya, dan senyumnya yang tampak menawan. Dan entah kenapa, lambat laun sosok Emma justru berubah menjadi dirimu..” ucapnya membuat Je Young mengerjapkan mata.
“Kau tersenyum seperti cara Eomma tersenyum dan sosokmu benar-benar mengingatkanku pada Eomma..” Kyuhyun menghela napas di akhir cerita. “Karena itulah, aku sungguh tidak percaya bisa melihatmu saat terbangun. Kau ada di sana, di hadapanku..” ia tersenyum kembali.

Je Young terdiam. Ia bersimpati mendengar cerita Kyuhyun. Namja itu, benar-benar mencintai Eommanya yang sudah tiada. Dan ia justru merasa Kyuhyun sudah cukup lama kesepian tanpa kehadiran seseorang yang mau menjadi tempatnya bersandar.

—o0o—

Kyuhyun POV

Memang terdengar klasik dan konyol mengingat aku jatuh cinta padanya hanya karena melihatnya sedang berdandan. Gadis itu memang hebat, karena dalam tempo singkat ia bisa menakhlukkan hatiku.

Tapi, ada satu masalah besar yang menghambat jalanku untuk mendapatkan hatinya. Yaitu, Shin Je Young kemungkinan menyukai pria lain. Aku memang tidak pernah mendengarnya mengakui hal itu, namun aku bisa melihat ekspresinya ketika menatap namja itu. Namja berkacamata yang kuketahui adalah suami dari sahabatnya sendiri, Lee Sungmin. Namja itu adalah suami dari Lee Min Ah, sahabat baiknya yang selama ini memberikan banyak saran padaku untuk mendapatkan perhatian Je Young.

Seperti saat ini, aku sedih melihatnya berwajah murung karena menatapi Min Ah yang pulang bekerja di jemput oleh Sungmin. Aku heran apa yang membuat Je Young begitu tertarik pada pria itu. Lihat saja, secara fisik aku lebih tinggi, keren, dan tampan darinya. Yah, harus kuakui aku kalah dalam hal kedudukan. Sungmin adalah CEO dari Perusahaan Send Bill Corp yang sudah lama menjadi investor di perusahaanku.

—o0o—

Author POV

Hari Ini ada satu masalah lagi terjadi. Min Ah dan Sungmin bertengkar karena salah paham. Tanpa sadar Sungmin melihat istrinya itu sedang di rangkul oleh Kyuhyun ketika mereka membiacarakan sesuatu di ruang rapat. Min Ah sudah berlari mengejar suaminya itu. Di depan kantorr, Kyuhyun melihat Je Young berdiri dengan tatapan menerawang.
“Kau tidak pulang?” tanyanya heran. Dia menjawab tanpa sedikitpun menoleh ke arah Kyuhyun.
“Mobilku kupinjamkan pada Min Ah” ucapnya datar. Melihat ekspresinya, ia semakin tidak tega. Bagaimana caranya agar Kyuhyun bisa melenyapkan ekspresi itu dari wajahnya?
“Bagaimana kalau kuantar?”
“Tidak perlu..” Je Young melenggang pergi. Secepat mungkin Namja itu mengejarnya.
“Tidak apa-apa. Kajja..” Kyuhyun menarik tangannya tanpa permisi menuju mobil yang terparkir di basement gedung itu.

Kyuhyunmemang bahagia karena kini Je Young berada di dalam mobil bersamanya. Hanya saja, ekspresinya tidak membuat kebahagiaannya sempurna. Dia masih tampak murung.
“Kau terlihat sedih. Kenapa?” Kyuhyun tidak berani menatap wajahnya. Ia memfokuskan pandangannya pada jalanan yang sedang dilewati saat ini.
“Tidak apa-apa..” suaranya masih terdengar datar di telinga Kyuhyun. Oh Tuhan, apa yang terjadi pada gadis ini?
“Apa kau sedih karena mobilmu dipinjam Min Ah?”
“Bukan..”
“Lalu?”
Dari sudut matanya ia melihat Je Young menolehkan pandangannya padaku. Sial, aku terlalu banyak bertanya.
“Bukan urusanmu..”
“Benar juga..” ucapnya sedikit sedih. Ia harus mengakui dirinya memang terlalu banyak ikut campur dalam masalah gadis ini. Tapi bukankah tidak masalah jika ia bisa menjadi tempatnya berkeluh kesah?

“Em, boleh aku bertanya?”
“Em..”
“Apa kau menyukai suami sahabatmu itu?” sejujurnya ia memang penasaran. Sudah hampir dua tahun ia terus mengejar-ngejar Je Young tapi kenapa dia sulit sekali ditangkap? Je Young tersentak kaget.
“Tidak..” elaknya tanpa menatap Kyuhyun sedikitpun.
“Kalau begitu kenapa aku sering melihatmu murung ketika Min Ah bersama suaminya? apa kau iri karena Min Ah menikah lebih dulu? atau kau sedih karena mereka bertengkar? Tapi ekspresimu bukan ekspresi orang yang iri ataupun simpati. Kau terlihat, tersiksa dan putus asa.” Ucap Kyuhyun penasaran. Je Young seperti tertimpa batu besar yang jatuh dari langit. Tubuhnya kaku seketika dan tangannya tanpa sadar mengenggam erat ujung baju yang ia kenakan.
“Hentikan mobilnya..” gumam Je Young dingin.
“Mwo?”
“Ku bilang hentikan mobilnya!!!” Je Young agak membentak. Dan yang membuat Kyuhyun menuruti keinginannya adalah sorot mata gadis itu memancarkan luka yang mendalam. Mobilnya menepi di depan sebuah halte bus.
“terima kasih atas tumpangannya, Kyuhyun-ssi..” ujar Je Young langsung membuka pintu dan keluar. Tanpa memandang Kyuhyun lagi gadis itu segera menyetop taksi dan meninggalkan Kyuhyun yang terpaku di tempatnya.

“Apa aku salah bicara?” gumamnya heran.

To be continued

123 thoughts on “Hello My Charming Yeoja (Part 1)

  1. Penasarasan knpa kalo lee min ah sma sungmin je yeong agak sedih…
    Apa je yeong suka sma suami sahabatnya sungmin.
    Kyuhyun harua bekerja keras lagi buat je yeong bisa mencintainya
    Next bacanya

  2. Hahahaah kali pertama ktmu lucu jg ya,, first sight nya…. Wkt yg lma jg ya ngjer udh 2 thn gk dpt2…
    Mgkin bnr ap kata kyu, klo Je young suka am sungmin???

  3. Kyuhyun nya agresif
    Woah jiyoung ternyata cinta nya sama sungmin?
    Jadi penasaran…
    Feel nya udah kerasa, alurnya juga gak kecepetan, pemilihan kata yang sesuai juga udah bagus
    Lanjut baca lagii

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s