Cherry Blossom (Part 7)

Tittle : Cherry Blossom Part 7
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast :

  • Park Je Young
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Lee Donghae
  • Lee Hyukjae / Eunhyuk
  • Choi Siwon
  • Kim Kibum

 

Warning : Typo bertebaran dan bahasa tidak baku

Cherry Blossom By Dha Khanzaki2

——-o0o——-

Kyuhyun mengulurkan tangan “Raeseok, ayo kita berdansa” ajaknya. Raeseok terperangah. Apalagi Donghae. Sekarang apa maksud bocah evil ini! Geramnya dalam hati.
“Kenapa? Kau belum ada yang mengajak kan?” tanya Kyuhyun tersenyum evil. Ia sengaja melirik Donghae untuk membuatnya cemburu. Benar saja, Donghae tersinggung, ia tampak menggeram.
“Bukan begitu. Lalu bagaimana Youngie?” tanya Raeseok tidak enak hati pada sahabatnya.
“Tidak apa-apa. Ayo” Kyuhyun menggandeng tangan Raeseok menuju lantai dansa dan mulai berdansa. Sambil berdansa, Kyuhyun bisa melihat Donghae tersulut api cemburu.

Donghae kesal. Sangat kesal. Bukan pada Kyuhyun tapi pada dirinya sendiri. Kenapa ia jadi namja pengecut? Kenapa ia tidak berani menunjukkan perasaannya seperti Siwon dan Kibum? Atau melamar di depan umum seperti yang dilakukan Kyuhyun dan Eunhyuk? Payah! Payah! makinya jngkel.

ah, Donghae melihat Jeyoung masih berdiri di tempatnya. Ia terlintas ide. Ok, jika Kyuhyun mengajak perang dengan mengambil Raeseok, aku ambil istrinya. Batin Donghae.

Perlahan ia mendekati Jeyoung. “Jeyoung, berdansa denganku yuk” ajaknya. Jeyoung tersenyum. Dengan senang hati ia ikut Donghae ke lantai dansa. Meski Donghae sudah bersama Jeyoung tapi kenapa Kyuhyun tidak cemburu ya? Kok malah dirinya yang dibuat panas oleh evil itu. padahal sudah jelas-jelas tadi dia melihatnya berdansa dengan Jeyoung.

Kyuhyun tertawa dalam hati. Donghae sudah masuk jebakan sepenuhnya. Kyuhyun sengaja berdansa dekat Donghae dan Jeyoung. di saat yang tepat, ia mendorong Raeseok pelan ke arah Donghae lalu menarik Jeyoung.
Raeseok yang didorong oleh Kyuhyun tentu saja jatuh tepat ke pelukan Donghae. O, ow..
Keduanya sempat terpaku, tapi Donghae cepat menguasai keadaan.

Donghae melanjutkan gerakan dansanya. Ia meletakkan tangannya di pinggang Raeseok lalu menariknya mendekat hingga jarak di antara mereka nyaris tidak ada. Raeseok gugup. Entah kenapa, tapi rasa gugup yang menyenangkan dan ia berharap ini tidak cepat berakhir. Jarak mreka sngat dekat, tapi karena terlalu gugup Raeseok tidak berani menatap mata Donghae.
“Raeseok” bisik Donghae membuat Raeseok terpaksa mendongakkan kepala, menatapya.
“A-Apa?” tanyanya terbata-bata. Oh dear, Donghae sangat mempesona dari jarak sedekat ini. Jantungnya berdegup kencang.

Donghae tersenyum. Senyuman terindah yang tulus an hanya ia tunjukkan pada seseorang yang dianggapnya spesial. Raeseok lagi-lagi terpesona dibuatnya. Mengapa ia baru menyadari Donghae begitu menarik?
tangan Donghae menarik Raeseok lebih dekat, ia berbisik pelan di telinga Raeseok.
“Saranghaeyo Raeseok. Jeongmal saranghae” bisiknya lembut, pelan tapi jelas.
Raeseok terkesiap. Ia membeku. Gerakan dansanya berhenti sejenak. Kini ia menatap Donghae dengan pandangan tidak percaya. Takut Donghae hanya main-main dan tidak serius.
Donghae tersenyum lalu mengajaknya berdansa lagi. “Tidak apa-apa. Aku tahu kau kaget. Tidak usah jawab sekarang”
Raeseok masih tidak percaya. Donghae menyatakan perasaannya. Hatinya sekarang di penuhi rasa bahagia dan ketidakpastian di saat yang bersamaan.

Kyuhyun sekarang berdansa dengan Je Young. Ia melingkarkan tangan Je Young di pundaknya sementara tangannya memeluk pinggang Je Young. Membuat gadis itu gugup lagi. Apalagi Kyuhyun tersenyum manis dengan mata menatapnya. Je Young menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang merona.
“Hei, jangan menunduk! Aku kan tdika bisa lihat wajahmu” protes Kyuhyun pelan.

Je Young menurut kemudian mengangkat wajahnya pelan. Menatap mata Kyuhyun yng berbinar dan membuat jantungnya berdetak tidak normal. Aigoo, eotteohke…
“Kau sengaja kan mengajak Raeseok berdansa agar Donghae cemburu lalu berani mengungkapkan perasaannya?” Je Young berusaha mengalihkan rasa gugupnya dengan mengajak Kyuhyun bicara.
“Kau tahu? Tapi, usahaku berhasil kan? Kulihat Donghae cemburu dan sekarang pasti dia sedang mengungkapkan isi hatinya” tebakan Kyuhyun seratus persen benar. Je Young memang sempat melihat Raeseok terkejut. Entah apa yang Donghae ucapkan, tapi ia yakin itu adalah pernyataan cinta. *bner bgt!*
“Kau ini, tapi kan tidak perlu pakai cara sadis begitu” menurutnya, cara Kyuhyun membuat Donghae cemburu terlalu kejam. Donghae kan polos sekali.
Kyu tersenyum jahat, tapi menawan “Oh ya? Kau tahu apa panggilan mereka padaku?”
Je Young tidak menjawab, ia terlalu gugup untuk menjawab. Siapa yang tidak lumpuh otaknya di pandang dengan tatapan begitu.

Kyuhyun menahan senyum melihat wajah tersipu Je Young. Expresi itu yang paling disukainya. Ya, tersipu karena digoda olehnya. *evil’y kau Kyu!*
“Apa Kyu?” Je Young dibuat penasaran.
Kyuhyun tersenyum lalu menciumnya sekilas. Eh, Je Young terpaku lagi. Ia menatap Kyuhyun yang tersenyum jahil padanya.
“EvilKyu. Itu panggilan mereka padaku. Kurasa kau tahu alasan’y”
Je Young tidak bisa berkata-kata. Benar sekali. Kyuhyun memang jahat! Super jahat! Beraninya, beraninya dia, dengan ekspresi tampan dan jenakanya sudah membuat Je Young jatuh hati. Oh dear… Eotteohke…

Nichan menghentikan gerakannya. Ia melihat Kyuhyun mencium Je Young lagi. Hatinya seperti tersayat pisau yang sudah dipanaskan oleh bara api. Sakit, perih, pedih, menyesakkan. Dan membuatnya ingin menangis.
Kenapa ini? Ada apa dengan dirinya? Apa mungkin.. Ia cemburu? Atau i arela? Atau yang lebih buruk, ia masih mencintai Kyuhyun? Ayolah, Kyuhyun hanya teman. Hanya…

Siwon terbelalak melihat Nichan pucat dan menitikkan airmata.
“Kau kenapa?” tanya Siwon bingung dan panik. Nichan menggeleng.
“Ani. Mungkin kelilipan” elak Nichan menghapus airmatanya. Siwon tidak tega melihat Nichan menderita begini atas perasaaan yang diingkarinya sendiri.
Siwon bisa paham apa yang dirasakan Nichan. Sebagai sahabat yang tumbuh bersama sejak kecil. Ia bisa paham isi hati Nichan. Sebenarnya Nichan sangat menyukai Kyuhyun. Tapi entah karena alasan apa. Nichan menolak Kyuhyun. Yang ia tahu, Nichan menolak Kyuhyun karena tidak ingin merusak persahabatan mereka.
“Sudah, sekarang bukan waktunya bersedih. Tapi bergembira” ucap Siwon lalu memeluk Nichan.
Nichan dibuat tersenyum dengan tindakan Siwon. Selama ini, jika ia sedih ataupun menangis, Siwon selalu menghiburnya. Entah itu dengan tindakannya yang gentle, perhatianya yang menyenangkan, atau dengan senyuman tulus yang mnenangkan hati.

—o0o—

Pesta pun berakhir,
Semua tamu pulang begitu pun Kyuhyun an Je Young. Selama di mobil, ia terdiam.
“Kenapa? Akhir-akhir ini kau sering melamun” tanya Kyuhyun heran. Je Young menoleh sebentar, lalu kembali ke posisi semula.
“Ani, Aku hanya kepikiran. Akan berakhir seperti apa pernikahan yang diawali dngan kompromi seperti ini.” Nada suaranya terdengar sedih.

Kyuhyun terkejut. Ia menghentikan mobilnya. Ia menoleh, sekarang ia mendapati Je Young diam dengan pandangan kosong. Aigoo, Kyuhyun tidak suka dengan ekspresi itu. Itu expresi yg paling di bencinya.
“Aku juga tidak tahu” jawab Kyuhyun dengan nada menyesal dan kecewa.
“Kyu” lirih Je Young. Kyuhyun menoleh. Ia terkejut lagi melihat Je Young berkaca-kaca.
“Ke-kenapa menangis?” Kyuhyun panik.

Je Young tidak menghiraukan reaksi Kyuhyun. Perasaan sedihnya tidak bisa dibendung lagi. Airmatanya terus mengalir tanpa bisa dihentikan.
“Kalo kau.. Tidak merasa nyaman denganku.. Atau hiks.. Kau menyukai orang lain.. Tidak apa-apa.. Jangan hiraukan aku..” Je Young mengatakannya sambil terisak. Kyuhyun terkejut dengan ucapan Je Young.
“Karena menikahiku.. Kau jadi tidak bisa beersama dagn orang yang kau cintai. Aku, aku sudah menghalangi kebebasanmu.. Mianhae. Seandainya.. Kau ingin menceraikanku, aku tidak akan marah.. Aku bisa mengerti. Kau melakukanya untuk kebahagiaanmu juga. Lagipula..” hati Je Young semakin terasa perih. Airmata semakin deras membasahi pipinya.

Kyuhyun terpaku. Hatinya ikut sakit. Ya Tuhan, Je Young akan mengatakan apa?
“Lagipula.. Kau tidak menyukaiku.. Pernikahan yang diawali dngan kompromi ini bukan pernikahan. Hanya ikatan kosong yang tidak berarti apa-apa. Kita sudah membohongi banyak orang. Orangtua kita, teman-teman kita dan yang pasti, diri kita sendiri. dan kita hanya memberi mereka harapan palsu”

Kyuhyun langsung memeluk Je Young. Ia tidak ingin mendengar apa-apa lagi
“Cukup. Kau sudah mengatakan semuanya. Hentikan” Kyuhyun mendekapnya erat. Je Young masih menangis. Kyuhyun menghapus airmata di pipi Je Young, masih memeluknya.
“Semuanya akan baik-baik saja. Semuanya akan berakhir bahagia. Itu pasti. Jangan bahas ini lagi. Itu membuatku sangat bersalah” ucap Kyuhyun sambil membelai rambut Je Young.
Kyuhyun merasa bersalah. Sangat. Terlebih karena ia telah membuat Je Young menangis seperti ini. Harusnya ia bisa membuat Je Young bahagia. Bukan menangis seperti ini.

—o0o—

Raeseok dan Donghae hanya saling diam dan menatapi pemandangan malam kota Seoul yang indah dari taman yang ada di ketinggian. Lagi-lagi suasana di antara mereka kaku.
“Emh, jadi.. Kau..” Donghae baru berkata sebentar Raeseok sudah memotong kalimatnya.
“Lee Donghae, apa ucapanmu di pesta tadi, sungguhan?” tanyanya serius. Kali ini ia berani menatap Donghae.

Suasana hening sejenak. Yang terdengar hanya suara desiran daun yang saling bergesek karena terbelai angin dan kelopak bunga-bunga sakura yang beterbangan.
Donghae menggenggam kedua tangannya, menatap mata Raeseok dalam-dalam. Jantung Raeseok berdetak kencang tiba-tiba.
Donghae menghela napas yang sejak tadi ditahannya. “Tentu saja aku serius. Aku sungguh-sungguh. Ungkapan itu sudah terukir sejak saat prtama kali kita bertemu.” ucap Donghae.
Raeeok terkesiap. Benarkah.. Benarkah yang dia katakan..
“Aku ingin mngatakannya dari dulu. Tapi aku tidak punya keberanian. Aku bukan orang yang romantis seperti Eunhyuk, bukan orang yang hebat seperti Kibum, bukan orang yang perhatian seperti Siwon, juga bukan orang yang blak-blakan seperti Kyuhyun. Tapi perasaan ini tulus dari dalam hatiku dan aku tidak main-main.” Donghae sungguh-sungguh dengan ucapannya.

Napas Raeeok tercekat mendengarnya. Sungguh, itu ungkapan terindah yang pernah di dengarnya. Saking terharunya Raeseok sampai meneteskan airmata bahagia.
“Karena itu, Song Raeseok, maukah kau menjadi pasanganku seumur hidup?” tanya Donghae dengan nada tulus dan kalimat itu dengan sukses menyentuh hati Raeseok yang terdalam.

Donghae melihat Raeseok meneteskan airmata dan tidak mengucapkan apapun. Ya ampun, apa yang sudah diperbuatnya! Bagaimana mungkin ia bisa membuat Raeseok menangis.
“Ah, maaf.. Aku tidak bermaksud membuatmu tersinggung” Donghae menghapus airmata Raeseok dengan ibu jarinya.

Ia harusnya tahu. Raeseok menyukai Siwon. Bagaimana mungkin ia meminta untuk menerimanya. Harusnya ia sadar ucapannya itu akan melukai hati Raeseok.
“Mianhae.. Jika kau tidak bersedia. Tidak apa-apa. Aku tahu kau menyukai Siwon. Aku paham. Tapi kumohon jangan menangis..”
“STOP!” teriak Raeseok tiba-tiba. Donghae berhenti bicara. Ia terkejut. Kenapa Raeseok tiba-tiba berteriak?. Raeseok menarik tangannya. Donghae lebih terkejut lagi. Badannya seketika lemas. Ia bisa menebak, Raeseok pasti akan menolaknya. Dadanya terasa sesak.

Namja itu menunduk sedih. Ia tidak sanggup menatap Raeseok ataupun mendengar kalimat yang akan diucapkan Raeseok. Terlalu menyakitkan.
“Kau bodoh, pengecut, dan lambat, Lee Donghae!” bentak Raeseok tajam.
Donghae terbelalak. Benar kan, Raeseok akan menolaknya dan pergi meninggalkannya.
Raeseok mendekat, menatapnya tajam. “Dan hari ini kau berhasil membuatku sadar akan sati hal..” ucap Raeseok. Donghae merasa jantungnya berdebar kencang menantikan ucapan Raeseokk selanjutnya.

Jangan katakan, jangan katakan.. Batin Donghae. Antara ingin dan tidak. Tapi ia sangat penasaran dengan yag akan dikatakan Raeseok padanya.
“Donghae, kau sudah membuatku sadar..” Raeseok menangis lagi.
Donghae semakin berdebar-debar.

namun tanpa di sangka sekalipun, Raeseok melingkarkan tangannya ke leher Donghae, menyandarkan dagu di pundaknya sambil mendekap Donghae penuh perasaan.
Namja itu terkejut. Ia tidak bisa berkutik
“Bahwa aku.. Aku juga jatuh cinta padamu..” lirih Raeseok pelan, nyaris seperti bisikan.

Oh my.. Beban berat yang sedari tadi menghimpitnya langsung lenyap begitu ia mendengar kalimat itu dari Raeseok. Badannya terasa ringan dan perasaan bahagia yang tak terkira meluap dari hatinya.
Raeseok menangis terharu.
“Kau bodoh Lee Donghae, kau pengecut, dan kau lambat! Jika memang suka kenapa tidak mengatakannya dari dulu? Kenapa.. Kau membuatku bertanya-tanya setiap kali kita brtemu. Itu membuatku kesal!” protes Raeseok sambil terus mendekap Donghae.

Donghae balas memeluk nya. Rasanya ia ingin selamanya memeluk Raeseik seperti ini.
“Mianhae. Aku tidak berani, karena aku takut kau menolakku. Aku tahu kau menyukai Siwon”
Raeseok melepas pelukannya. Tapi Donghae tetap memeluknya.
“Siapa bilang? Aku hanya mengaguminya saja. Siwon namja yang tampan, keren, kaya, dan perhatian, yeoja mana yang tidak kagum padanya” ucap Raeseok sembari menatap Donghae dalam-dalam. Donghae tidak menjawab, ia balas menatap Raeseok dengan tulus.
Raeseok tersenyum. “tapi tidak ada namja sebaik dirimu. Di mataku, kau adalah yang terbaik. Tidak peduli kau pengecut, bodoh, lambat, tidak romantis dan pemalu. Aku jatuh cinta pada semua yang ada di dirimu”

Donghae tersenyum bahagia. “Araso” jawabnya dengan senyuman manis. Membuat Raeseok merasakan pipinya memanas karena terpesona. Ia tersenyum lalu memegang kedua pipi Donghae, mendekatkan wajahnya..*tau dong mau ngapain*
“STOP!” mendadak Donghae berseru membuat Raeseok yang akan menciumnya berhenti tepat ketika jarak tinggal beberapa cm lagi. Raeseok kaget, wajahnya seketika memerah. Yah, Donghae tidak mau dicium ya..
Tiba-tiba Donghae tersenyum. “masa yeoja duluan yang mencium namja. Harusanya kan sebaliknya”
Raeseok terkejut, tanpa menunggu aba2-aba lagi Donghae segera mencium bibir manis Raeseok dengan penuh perasaan. Raeseok membalas ciumannya smbil melingkarkan tangan ke leher Donghae. Ciuman yang indah dan berkesan.

Entah brapa lama Donghae menciumnya. Rasanya begitu lama.
Tralilalila..
Eh? Raeseok dan Donghae sama-sama terkesiap kaget. Dering ponsel membuat mereka tersadar lalu segera kelimpungan menjawab telepon. Entah ponsel siapa yang berbunyi.
“Yeobseo” jawab Donghae dan Raeseok bersamaan.
“Umma?” ucap Raeseok. Donghae menoleh, jadi yang berbunyi ponselnya. Ia memasukkan kembali ponsel ke dalam saku celana dan memperhatikan Raeseok.
“Iya Umma, aku tidak akan pulang terlalu malam. Iya, iya,”
Donghae tersenyum memperhatikan Raeseok. Akhirnya, penantiannya terjawab juga. Ia bisa menyempurnakan kisah cintanya sendiri. Entah benar atau tidak, tapi Donghae sekarang yakin dengan adanya cinta pada pandangan pertama. Karena ia mengawali cintanya, saat detik pertama ia bertemu dengan Raeseok. Ia merasa cinta seperti itu benar dan nyata.

“Sepertinya kau harus segera ku antar pulang” ujar Donghae setelah Raeseok menutup teleponnya. Raeseok tersipu malu, entah kenapa.
“Donghae..”
Donghae menoleh. “Mau kan kau bilang ‘saranghae’ sekali lagi. Tadi aku tidak terlalu jelas mendengarnya” ucap Raeseok malu-malu.
Donghae mengerjap kemudian ia trsenyum. “Dengan senang hati.” Ia berlari menuju ke tepi hingga pagar pembatas, menaikinya dan berteriak sekencang-kencangnya ke arah kota Seoul di bawah sana.
“SARANGHAE RAESEOK. JEONGMAL SARANGHAE!!”

Raeseok terkejut sekaligus terharu. Tapi ia malu juga karena beberapa orang yang ada di sana menengok mendengar teriakan Donghae.
“Ya! Kau kan tidak perlu teriak begitu!” protes Raeseok sambil menarik-narik tangan Donghae agar turun. Ia turun lalu berdiri di depan Raeseok.
“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin seluruh dunia tahu kalau aku..”
Raeseok memotong ucapan Donghae dengan langsung memeluknya.
“Tidak perlu. Cukup aku saja yang tahu. Kau tidak perlu repot-repot memberitahukannya ke seluruh dunia”. Donghae tersentuh lalu balas memeluknya.
Malam itu menjadi malam yang indah bagi mereka.

—-o0o—

Tapi, tidak bagi Nichan.

Nichan berjalan tak tentu arah dengan pandangan kosong. Beruntung ia ditemani oleh Siwon. Jika tidak, entah apa yang dilakukannya. Mungkin ia sudah menceburkn diri ke sungai atau diam di tengah jalan sampai ada mobil yang menabraknya. *author sadis!*

Sekarang mereka Berada di taman tempat ada banyak pohon sakura berderet.
Nichan mendongkakan kepala melihat kuncup-kuncup bunga sakura dan ada sebagian yang mekar
“Kau tahu, disini aku dan Kyuhyun pertama kali bertemu” lirih Nichan. Siwon menoleh.

Nichan terkenang lagi kejadian itu. Ketika ia pertama kali bertemu Kyuhyun.
“Kyuhyun tiba-tiba datang dan menanyakan namaku. Aku sangat gembira saat itu. Kyuhyun anak yang sangat manis.” kenang Nichan.
Siwon tersenyum.
“Dan kau jatuh cinta pada pandangan pertama. Iya kan?” ucap Siwon. Nichan tidak mengingkarinya.
“Benar” Jawabnya sambil tersenyum pahit.
“Begitu juga Kyuhyun. Lalu masalahnya apa? Kenapa kau menolak Kyuhyun? Bukannya itu aneh. Kau menolaknya lalu pergi. Jangankan Kyuhyun, aku saja bingung” ucap Siwon.
Nichan menoleh, tersenyum sekilas pada Siwon.
“Aku sangat menyukainya, kau tahu?”
“Aku tahu” jawab Siwon
“Dan aku menganggapnya lebih dari sahabat”
“Aku jg tahu. Lalu, kenapa kau menolak?”

Nichan menunduk, ia berusaha menahan diri untuk tidak menangis.
“Aku sangat bahagia ketika Kyuhyun bilang dia menyukaiku. Tapi..” Nichan mulai terisak. Airmata perlahan mengalir.
Eh, Siwon kaget.
Nichan mengangkat wajahnya. Ia memandangi bunga-bunga sakura itu.
“Kau tahu apa yang Kyuhyun katakan ketika aku tanya kenapa menyukaiku?”
Siwon tidak menjawab, ia tidak tahu.
“Dia bilang aku adalah cinta pada pandangan pertamanya. Itu yang mmbuat hatiku sakit dan perih” Nichan menangis sambil mmegang dadanya. Siwon bisa melihat rasa sakit itu dari sorot matanya.
“Tapi aku tidak mengerti. Memang apa yang salah dengan itu?”
Nichan terisak, “Tapi orang itu bukan aku. Aku bukan orang yang dimaksud Kyuhyun. Bukan..”
APA?!! Siwon terperanjat. Jadi… Apa maksudnya ini?
Siwon menenangkan Nichan yang menangis dengan memeluknya. Walau ia tidak mengerti tapi setidaknya ia paham separuh. Paling tidak ia tahu alasan Nichan menolak Kyu.

@@@

Beberapa hari brlalu.
Eunhyuk, Kibum, dan Donghae mengalami hari-hari menyenangkan bersama pasangannya masing-masing.

Sedangkan Nichan, Kyuhyun, dan Je Young tidak dalam suasana hati yg baik. Siwon, dia yg selalu jadi penenang jika Nichan sudah mulai sedih lagi.

Di rumah.
Kyuhyun memperhatikan Je Young yang sedang memasak makan malam untuk mereka. Sudah beberapa hari sejak malam itu ada yang berubah dari diri Je Young. Entah apa itu. Perhatiannya, sikapnya, senyumnya, memang tidak berbeda dengan sebelumnya. Tapi, ia merasa ada sesuatu yang hilang. Oh dear, apa itu?

Selama makan pun Kyuhyun hanya memperhatikan Je Young yang tampak biasa saja. Sepertinya ia tidak menyadari Kyuhyun sedang mengamatinya.
“Loh Kyuhyun? Kau kok bengong? Mau aku suapin lagi?” tanya Je Young dengan wajah berseri. Perhatiannya, cara bicaranya masih sama. Lalu apa yang membuat Kyuhyun mrasa brbeda?
“Iya. Aku ingin disuapi” ujar Kyuhyun membuat Je Young mengerjap. Tidak tahu sejak kapan rasanya ia merasa ada yang kurang jika Je Young tidak memperhatikannya. Sekarang ia tahu kenapa Minwoo senang sekali bermanja-manja pada Je Young. Karena cara Je Young memanjakan membuatnya rindu.
Je Young menyuapi Kyuhyun dengan wajah cerah. Kyuhyun justru merasa miris. Kenapa ini?
“Sudah, cukup. Aku sudah kenyang” ucap Kyu seraya menahan tangan Je Young yang akan menyuapinya lagi. gadis itu melebarkan matanya, bingung.
“Loh, kan baru beberapa suap”
“aku sudah kenyang Youngie”
Je Young menurut saja. “Araseo”

Setelah makan, Kyuhyun menghampiri Je Young yang sedang menonton Tv.
“Youngie, lusa Eunhyuk mengajak kita dan yang lainnya berlibur ke resortnya di pulau Jeju. Gimana? Kau ikut kan?” tanyanya.
gadis itu menoleh, lalu tersenyum. “Tentu saja. Sepertinya menyenangkan” Kyuhyun mengangguk. Lagi-lagi ia merasa ada yang salah.
Je Young kembali melanjutkan kesibukannya menonton Tv sambil makan cemilan.
“Youngie” Panggil Kyuhyun yang kesal tiba-tiba. ia merasa tidak diperhatikan.
“Hmm” gumam Je Young tanpa menoleh
“Kau marah padaku?” tanya Kyuhyun. Je Young menoleh sekilas.
“Tidak”
“Lihat aku!” seru Kyuhyun kesal sambil menghadapkan badan Je Young ke arahnya.
Je Young kaget karena Kyuhyun menatapnya serius.
“Katakan, apa salahku? Kenapa kau bersikap begini padaku? Aku tidak mengerti sama sekali” ucap Kyuhyun penuh tanda tanya.
Je Young tertawa “Maksudmu apa Kyu? Aku tidak marah dan sikapku tidak ada yang breubah iya kan?”
“Ara. Tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang hilang dari dirimu. Kau tahu, itu membuatku sangat frustasi”
Je Young tidak menjawab, ia diam.
“Jangan membuatku bingung, kumohon katakan kenapa?”

Je Young tersenyum. Ia membelai pipi Kyuhyun pelan.
“Tidak ada apa-apa. Sudah kupikirkan, malam itu tidak seharusnya aku berkata hal yang bukan-bukan tentang perceraian atau semacamnya. Meski diawali oleh kompromi, tapi pernikahan tetaplah ikatan suci dan bukan sebuah permainan. Karena itu, meski kau tidak bisa menyukaiku, aku akan berusaha menjadi istri yang baik”
Kyuhyun terkesiap. Ia tahu sekarang, perasaan yang hilang itu apa. Oh dear, apa mungkin…..
Kyuhyun tahu sekarang apa yang hilang dari diri Je Young. Sepertinya ia sudah kehilangan cinta dari Je Young. Walaupun semuanya sama, tapi rasanya berbeda jika tidak ada cinta. Hampa. Seperti itulah.

Ha.. Cinta.. Kyuhyun kehilangan itu? Tapi kenapa bisa begitu trasa? Oh, apa mungkin.. ia mulai mencintai Je Young..

To be continued..

86 thoughts on “Cherry Blossom (Part 7)

  1. What? cinta pertama kyu terus siapa??*bingung
    Kadian jeyoung hanya mencintai tapi tak di cintai!!
    Yang sabar young, bentar lagi ada yang paham ama perasaan nya sendiri

  2. Oh yes..kyuhyun udah mulai ada rasa sama jeyoung🙂
    Donghae raeseok udah jadian…enhyuk eunri mau nikah..woaahh mereka sudah menemukan kebahagianny masing2..kkk😀
    Trus yg dimaksud nichan apaan??

  3. Yg nolong kyu itu jeyoung ya? Tapi kok pas gadis kecil itu ditanya nama jawabnya nichan. Jadi bingung
    Perlahan2 spertinya kyu menyadari prsannya

  4. Kyu bru ajj di gtu in ma jeyoung dh pontang panting,,oh jdi alasan nichan mnolak kyu krna yg di sbut kyu bkan nichan,,*khirnya dongek nyatain prasaan nya jga!!chukae,,cie hyuk gi bhgia nieee,,

  5. Akhirnya donghae berani jg ngungkapin cinta ke raeseok ..
    Oh ternyata nichan bukan orang yg kyuhyun maksud. Jangan2 orang itu jeyoung lg ..

  6. chukae hae oppa..🙂
    akhirnya dapetin raeseok jg…
    aigooo nichan knp gk jujur aja, kan sakit klu dpendem terus…
    ding ding ding…
    sptnya kyu mulai nih chemistrynya…
    aigoo youngie sadar gk ya..

  7. Tuh kan bener tebakan niz😀
    Kyu merasa kehilangan cinta dri jeyoung, kpn dia sadar sbenernya cinta pertamanya itu istrinya sndri?

  8. Aish, di part 1 aku pikir kyuhyun bkal jadi nappeun namja tpi nyatanya tidak dan semoga saja tidak.
    Je young pasti yg jadi bocah cinta pertamanya kyu.
    Cuss ke part selanjutnya^^

  9. Kasian sama jeyoung,dia kliatan iria sama temen tmennya,trs kliatan jga si kyu itu kayaknya suka sama jeyoung cmn dia diem aja..

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s