Shady Girl Sungmin’s Story (Part 5) End

Tittle : Shady Girl Sungmin’s Story Part 5 End
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Shin In Sung
  • Lee Sungmin

Support Cast :

  • *find by your self*

Ini dia part ending Sungmin’s Story. Maaf untuk typo dan semacamnya *bow*
Happy Reading ^^

Shady Girl Sungmin's Story by Dha Khanzaki5

——-o0o——-

Besoknya, In Sung sudah di izinkan pulang. Sungmin ikut mengantarnya pulang meskipun sebenarnya ada Appa, Umma, dan Shindong yang menjemput In Sung.

“Wah, maaf sudah merepotkanmu, Sungmin-ah” ucap Umma.
“Gwaenchana. Aku juga pernah merepotkan In Sung. Jadi ini tidak masalah sama sekali.” Jawab Sungmin sopan. In Sung di minta beristirahat di kamar. Minki ikut bersamanya ke kamar. Sementara Sungmin mengobrol dengan Appa dan Shindong di ruang tamu. Mereka membicarakan banyak hal.

Malamnya..
In Sung menina bobokan Minki yang hari ini ingin menginap di rumahnya. Sementara Sungmin sudah pulang sejak sore. Setelah yakin Minki tertidur, In Sung beranjak keluar kamarnya. Ia merasa sangat haus.
Umma menghampirinya saat ia minum di dapur.
“Apa Minki sudah tidur?” In Sung menoleh. “Tentu saja”
“In Sung, ada yang ingin Umma tanyakan padamu”
“Apa”
“Bagaimana perasaanmu pada Sungmin?”
Uhuk uhuukkk.. In Sung tersedak air yang tengah diteguknya. Ia kaget mendengar pertanyaan ibunya sendiri.
“kenapa Umma mendadak bertanya hal itu?”
“Ah, tidak. Umma hanya merasa namja itu sangat memperhatikanmu. Umma merasa sangat senang jika kamu memiliki perasaan khusus padanya. Lagipula Umma sudah mendengar kalau istrinya sudah meninggal jadi..” Ummanya menghentikan kalimatnya saat melihat tatapan tidak suka dari In Sung.
“Umma tidak bermaksud mencampuri urusanmu lagi. Hanya saja..”
“Sudahlah Umma. Aku mengerti maksudmu. Aku juga tidak mengerti dengan hatiku sekarang. Aku hanya berharap aku tidak akan mengecewakan siapapun saat ini.” In Sung lalu pergi ke kamarnya. Dia diam di sisi ranjang. Semenjak Ummanya bertanya bagaimana perasaannya pada Sungmin, jantungnya terus berdebar kencang. Bagaimana ini.. ia memang memiliki perasaan pada Sungmin. Tapi ia takut.

@@@

In Sung mengerutkan keningnya bingung. Hari ini ia akan mengantar Minki ke rumahnya Sungmin. Namun namja itu meminta In Sung agar datang ke restoran tempat mereka makan steak waktu itu sambil mengajak Minki. Ya..ia turuti saja.

Sesampainya di restoran itu, ia semakin bingung karena keadaan restoran kosong, tidak ada orang satupun. Kenapa Sungmin memintanya datang ke restoran kosong seperti ini?
“Eonnie, Appa mana?” Minki mengguncang-guncang tangan In Sung yang menuntunnya.
“Molla. Seharusnya ada di sini.” In Sung mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan.

Namun mendadak ia terkejut karena ada confetti yang berterbangan mengagetkannya.
“Huwaaa..” Minki berseru senang karena taburan kertas warna warni dari confetti itu mengenainya.
“Saengil chukhahamnida..saengil chukhahamnida..”
In Sung menoleh cepat ke arah suara nyanyian itu dan mendapati orang-orang yang dikenalnya berada di sana menyanyikan lagu selamat ulangtahun untuknya. Ada kedua orang tuanya, lalu kakaknya, Sungmin, Haebin dan Suaminya. dan beberapa orang lagi. Omona.. ini benar-benar kejutan yang menyenangkan. Ia terharu.. sungguh.. ia melupakan bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya.
“Saengil chukhahamnida..” Haebin memeluk In Sung yang sudah berkaca-kaca sejak tadi.
“Gomawo..” ia mulai terisak.
“Oppa..” Minki berlari ke arah Donghae saat melihat paman paling difavoritkannya itu. Donghae segera menggendongnya.
“Omo.. kau makin berat Min-chan..” ujar Donghae.
Sungmin membawa kue ulangtahun yang di atasnya terdapat lilin berangka 24 tahun. In Sung tersenyum sejenak pada namja itu dan dibalas dengan senyuman manis olah Sungmin. Ia segera meniupnya setelah sebelumnya berdoa lebih dulu.
Semua orang bertepuk tangan. In Sung segera memeluk kedua orang tuanya lalu Shindong, Oppanya.
“Terima kasih semuanya.. aku sangat senang dengan kejutan ini”
“Huh, kamu juga sih. Masa ulang tahun sendiri kau lupa.” Ujar Shindong sambil memukul pelan dahi In Sung.
“Maaf.. “ In Sung mengedarkan pandangannya ke arah lain dan baru menyadari kalau sedari tadi ada orang-orang asing di sekitarnya.
“Mwo.. Professor Kyu!!” serunya saat mengenali salah satu dari mereka. Kyuhyun tersenyum super manis.
“Hallo, muridku.. senang bertemu kau lagi..”
“Hei, kenapa semua orang memanggilmu dengan sebutan ‘professor’?” seorang namja yang tak dikenal In Sung menyela pembicaraan mereka. Ia kemudian mengulurkan tangan.
“hai, aku Siwon. Namja paling keren di antara yang lain. Senang berkenalan denganmu. Aku harap kau mengingatku.”
“Oh, aku Shin In Sung.” Jawab In Sung gugup. Yah.. Siwon memang keren. Tapi kenapa ia senarsis itu ya?
“ya! Itu karena aku ini berwibawa dan mengagumkan.” Bela Kyuhyun
“Diamlah bungsu! Aku Lee Hyukjae. Tapi aku lebih senang kalau kau memanggilku Eunhyuk”
In Sung mengagguk saat berkenalan dengan satu namja keren lagi.
“Kalau aku tentu kau sudah tahu kan?” ujar Kibum sambil tersenyum manis.
“Tentu saja. Justru kau yang paling ku ingat Kibum-ssi” ujar In Sung. Ia memang sangat terkesan pada namja yang sudah menjadi dokter itu. Sejak pertama kali bertemu dulu.
“Aku juga ingat saat pertama kali bertemu denganmu In Sung-ah, kau bertanya padaku. ‘Professor, berapa usiamu?’” Kyuhyun mengingat kenangan itu*baca Shady Girl*. Dan ucapan Kyuhyun sukses membuat In Sung menunduk malu.

Sungmin menghampiri In Sung. Ia meminta agar In Sung mengikutinya ke balkon restoran itu. Yang tepat menghadap sebuah kolam indah dengan ikan koi berenang di dalamnya.
“Ada apa?” In Sung bertanya sambil menyandarkan tangannya pada pagar balkon. Sungmin tampak gugup. Dan itu membuatnya bingung.
“Aku bingung harus memulainya dari mana.” Sungmin mengusap tengkuknya untuk mengurangi rasa gugupnya.
“Aku ini bukan orang yang romantis, In Sung-ah. Tapi maukah kau menikah denganku?” tanya Sungmin sungguh-sungguh sambil menatap lurus ke dalam mata In Sung.

Sungmin mengerjap karena In Sung tidak kunjung menjawab pertanyaannya.

Sungguh. In Sung terkejut mendengar permintaan Sungmin yang sangat mendadak ini. Jantungnya serasa berhenti. Bahkan ia sangat takut untuk bergerak. Takut semua hanya mimpi dan ia akan terbangun dalam keadaan menyedihkan mengetahui semuanya hanya mimpi. Namun tangan hangat sungmin yang menyentuh pipinya membuatnya tersadar kalau semua ini bukanlah mimpi.
“In Sung, gwaenchana?” Sungmin cemas melihat In Sung mematung di hadapannya. Ia tahu permintaannya ini sangatlah mendadak. In Sung mengerjapkan mata beberapa kali. Ia seakan baru tersadar dari lamunannya. Ia menoleh ke arah Sungmin. Matanya berkaca-kaca.
“Apa Oppa serius?”
Sungmin terkesiap karena In Sung sekarang menangis. ia langsung panik. “Oke, maaf jika permintaanku berlebihan. Aku tahu kau terkejut. Aku tidak akan memaksamu untuk menjawab. Jika kau memang tidak mau, kau bisa menolaknya sekarang. Aku…” ucapan Sungmin terhenti karena tanpa diduga In Sung memeluknya. Ia menangis dalam pelukannya. Hei, kenapa ini?
“Tentu saja aku mau Oppa.. aku senang karena kau sudah menanyakannya padaku. Jadi aku tidak perlu memohon-mohon cinta padamu”
Kalimat yang keluar dengan begitu lancar dari mulut In Sung membuat Sungmin lega dan senang luar biasa. Ini memang sebuah keajaiban. Ia tak pernah menyangka sedikitpun pertemuannya dengan In Sung akan berujung seperti ini.
“Tapi Oppa..” In Sung berbicara di tengah isak tangisnya
“Iya..”
“Apa orangtuaku akan menyetujui hal ini?”
Sungmin tersenyum. “Tenang saja, sebelum aku memintamu menikah denganku, aku sudah lebih dulu memintamu pada orangtuamu.”

Malam itu, saat mengantar In Sung pulang dari rumah sakit, Sungmin berbicara pada Appanya bahwa ia sangat mencintai putrinya dan berniat menikahinya. Ajaib sekali, karena mereka setuju dengan mudah. Apalagi Shindong, ia sangat senang ternyata adiknya bisa menikah dengan teman baiknya sendiri.

“Mwo? Jadi…” In Sung melepaskan pelukannya. “Aku belum setuju sepenuhnya.” Ujarnya tiba-tiba. sungmin mengerjap.
“Kenapa? Tadi kau bilang mau”
“Aku kan tidak tahu apa Oppa menyukaiku atau tidak. Apa Oppa ingin menikah denganku hanya untuk menjaga Minki?”
“Tentu saja aku mencintaimu, In Sung. Aku mengajakmu menikah bukan karena aku butuh baby sitter untuk Minki. Tapi karena aku merasa sangat cocok denganmu dan Minki pun merasakan hal yang sama.” Jelas Sungmin.
“Katakan sekali lagi”
“Mwo?”
“Katakan sekali lagi kalau kau mencintaiku.”
Sungmin menghela napas. Ia tersenyum lembut. Kali ini harus terkesan lebih romantis.
“Saranghaeyo, Shin In Sung. Entah kapan perasaan ini hadir, tapi yang pasti kurasakan sekarang, aku sangat mencintaimu dan membutuhkanmu.” Ucapnya dengan suara pelan dan lembut.
In Sung tersentuh karenanya. Mulutnya terbungkam begitu saja. In Sung baru akan membuka mulutnya saat sebuah suara membuatnya tersentak.

“Owh.. so sweet..”

“yaaakkk.. dasar bungsu!! Kenapa kau mengganggu pas bagian paling pentiiing!” Eunhyuk menjitak kepala Kyuhyun.
“Auch..Appo..”ringisnya.

Sungmin maupun In Sung terkesiap kaget. Ternyata dari tadi orang-orang itu memperhatikan mereka? Lihat saja wajah mereka berseri-seri begitu.
“Ya! Kalian ini.. mengganggu saja..” ucap Sungmin menahan malunya.
“In Sung, kau belum memjawab ucapan Sungmin Oppa. Bagaimana perasaanmu kepadanya?” tanya Haebin. ia melirik pada Donghae yang senyam-senyum sambil menggendong Minki.

Sungmin menatap yeoja yang ada di hadapannya. Meminta jawaban segera. In Sung menunduk.
“Na-nado saranghae, oppa..”ucapnya.
Orang-orang bersorak mendengarnya. Sungmin tersenyum dan ia segera memeluk In Sung.
“Gomawo, In Sung-ah.. kau sudah memberikanku kesempatan untuk kembali merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya..” gumam Sungmin.
“I-iya..” In Sung gugup sekali. Apalagi orang-orang sekarang tengah memperhatikan mereka.

Sungmin melepaskan pelukannya. Ia lalu mengeluarkan sebuah cincin dari dalam sakunya.
“Ini adalah cincin yang kupakai untuk melamar Taeyeon dulu. Apa tidak apa-apa jika aku memberikannya padamu? Jika kau tidak mau, aku bisa membeli yang baru” ucap Sungmin hati-hati. In Sung tidak menjawab. Ia tersenyum lalu mengulurkan tangannya.
“Gwaenchana. Aku tidak keberatan. Cincin itu hanyalah simbol. Karena cinta yang sebenarnya itu terdapat dalam hati kita.”
Sungmin ingin sekali mencium pipi In Sung yang merona detik itu juga. Tapi ia masih bisa menahan diri. Ia lebih baik memasangkan cincin itu di jari In Sung segera.
Orang-orang langsung bertepuk tangan begitu cincin terpasang di jari manis tangan In Sung. Gadis itu tersenyum bahagia. Ia bahkan menitikkan airmata terharu.
“Gomawo..ini.. adalah hadiah ulangtahun terindah sepanjang hidupku..” ucap In Sung. Ia segera mengelap airmatanya.

“Nah, Min-chan.. sebentar lagi kau akan mempunyai Umma..” ujar Donghae pada Minki.
“Jinccha? Umma..Eonnie jadi Umma?” tanya Minki. Donghae mengangguk.
“Huwaa.. Ummaaa…” Minki berontak ingin turun. Donghae segera membiarkan Minki turun dan berlari menghampiri Sungmin dan calon istrinya itu.
“Umma..” seru Minki senang sambil memeluk kaki In Sung. Yeoja itu tersenyum senang, kemudian membawa Minki ke dalam dekapannya.
“Aigoo.. senangnya mempunyai anak secantik kamu Min-chaann.” Ujar In Sung sambil mengecup pipinya.

Semua orang bergembira hari itu. Merayakan pesta ulangtahun In Sung sekaligus hari pertunangannya.
Saat semua orang sibuk dengan kesibukan masing-masing. Sungmin menarik In Sung yang sedang menyuapi Minki makan kue tart.
“Apa Oppa?” tanya In Sung bingung.
“Sssttt…” Sungmin meminta In Sung agar tidak berisik. Ia mendekatkan wajahnya pada In Sung, kemudian mengecup bibirnya sekilas. In Sung mematung dibuatnya.
Sungmin hanya tersenyum setelahnya. In Sung mengerjap.
“Omo.. Oppa.. aku kan belum menutup mata Minki!! Dia kan jadi melihat adegan tadi!!” gerutu In Sung saat menyadari kini Minki tengah menatap keduanya.
“Ups..” Sungmin baru sadar. Lalu ia tertawa.
“Tidak apa-apa. Minki masih kecil. Ia pasti tidak akan mengerti.”

@@@

Akhirnya tiba juga hari pernikahan Sungmin dan In Sung. Acaranya berlangsung meriah. Tuan Lee bahkan sampai datang dari Karibia untuk menghadiri acara pernikahan kedua keponakannya itu. Leeteuk syok saat mendengar Sungmin menikah lagi. Ia menggerutu di depan Sungmin.
“Kau curang. Aku saja belum menikah kenapa kau sudah menikah dua kali?” ucapnya sambil mengerucutkan bibir. Sungmin tertawa.
“Makanya bergerak cepatlah Hyung. Wanita kan banyak sekali di dunia ini..”
“Ya ya ya.. aku akan berusaha.” Jawab Leeteuk sambil tersenyum. Ia memperhatikan In Sung yang sekarang sedang mengobrol dengan Haebin.
“Istrimu cantik ya. Kau beruntung, Sungmin. Aku berharap pernikahan kalian bisa bertahan lama dan hanya kematian yang akan memisahkan kalian”
“Omo.. Hyung, sejak kapan kau sebijak ini?” Sungmin terkesiap. Leeteuk ingin sekali menjitak Sungmin jika di sini bukan tempat umum apalagi di hari membahagiakan seperti ini.

“Kau berharap anakmu laki-laki atau perempuan?” tanya In Sung sambil mengusap perut Haebin yang sudah membuncit. Kira-kira usia kandungannya 7 bulan.
“Aku ingin yeoja. Tapi Donghae Oppa ingin namja” jawab Haebin.
“Yah, aku doakan anak kalian kembar deh. Satu yeoja, satu namja. Biar adil.” Jawab In Sung.
“Tapi kau beruntung ya.. kau sudah memiliki Minki meskipun bukan anak kandungmu.”
“iya. Aku senang sekali. Apalagi Minki sangat lucu dan menggemaskann…”

Hari itu adalah hari terindah bagi semuanya. Terutama pasangan pengantin itu.

Shady Girl Sungmin’s Story End

@@@

Kyuhyun sangat lelah malam itu. Ia berada di pesta pernikahan Sungmin hingga acara itu benar-benar selesai. Jadilah sekarang, saat waktu menunjukkan pukul 23.30 ia baru sampai di rumah.
“Hmffhhh.. capeknya..” ujarnya sambil duduk di atas sofa. Sherry, anjing Shih Tzu kesayangannya itu datang dan lansung duduk di dekat kaki Kyuhyun.
“Aish.. Sherry.. kau merindukanku ya..” Kyuhyun menggendongnya dan mendudukkannya di atas pangkuannya. Tenggorokannya terasa begitu haus. Ia butuh air untuk membasahi kerongkongannya yang kering. Kyuhyun beranjak ke dapur dan mengambil botol air mineral dari dalam kulkas.
Ia menghentikan kegiatan meneguk air dari dalam botolnya saat ia mendengar suara langkah kaki seseorang mendekat ke arahnya. Kyuhyun secepat mungkin membalikkan badan karena merasa dirinya terancam.
Brakk..
Ia terkejut saat melihat seseorang di hadapannya. Bahkan botol yang ada di tangannya pun terjatuh ke lantai hingga airnya tumpah membanjiri lantai dapurnya.
“Se-sedang apa kau di sini?” ucapnya dengan suara tergagap. Orang itu tersenyum licik, sama liciknya dengan ‘evil smile’ miliknya.
“Long time no see, Cho Kyuhyun” ucapnya dengan suara pelan. Ia mendekat kan dirinya sementara Kyuhyun makin mundur hingga punggungnya membentur kulkas yang ada di belakangnya. Tubuhnya berkeringat.
“Ja-Ja Rin, apa yang kau lakukan??” Kyuhyun lagi-lagi seperti kehilangan suaranya menatap gadis di hadapannya. “Bagaimana caranya kau bisa masuk ke rumahku?”
Ja Rin, gadis yang bersedekap di hadapan Kyuhyun itu hanya tersenyum hambar. “Jangan pikir aku bodoh. Aku ini lebih pintar dari yang kau bayangkan. Dan kau tahu, aku sangat membencimu” ucapnya membuat Kyuhyun semakin takut. Ia menelan ludahnya dengan susah payah.
Gadis itu berjalan semakin mendekati Kyuhyun. Wajah cantiknya sesekali melirik namja yang sekarang sedang dilanda rasa gugup yang berkepanjangan.
“Gara-gara kau hidupku berantakan. Kau sudah menghancurkan hidupku, mimpiku, bahkan harapanku. Dan aku ingin sekali kau membayar semua penderitaan yang sudah kau sebabkan.” Ja Rin mendelik tajam pada Kyuhyun. Namja itu makin ketakutan.
Ja Rin merogoh sesuatu yang ada di salam saku coat panjang yang dikenakannya.
“lalu, kau ingin aku melakukan apa?” Kyuhyun takut memikirkan apa yang akan dilakukan gadis itu padanya.
“Jika ada orang di dunia ini yang harus membunuhmu, maka aku yang akan melakukannya.”
Kyuhyun membelalakkan matanya. Ja Rin mengeluarkan sebuah revolver dari dalam jaket panjangnya itu. Ia mengarahkannya tepat pada dahi Kyuhyun.
Namja itu sudah tidak bisa bergerak sedikitpun. Karena jika ia melakukannya, Ja Rin tidak akan segan-segan untuk menarik pelatuk pistol yang dipegangnya.
“Ucapkan selamat tinggal, Cho Kyuhyun” ucapnya sambil menyeringai.

“Andwaeeeeee!!!!!”

Doooor!!!!!

Bersamaan dengan lengkingan teriakan yang terdengar sangat memilukan, bunyi letusan pun terdengar memecah keheningan malam itu..

End

84 thoughts on “Shady Girl Sungmin’s Story (Part 5) End

  1. pertama aku mau komen sungmin story dulu ,
    huaaa happy ending lagi aku paling seneng sma happy ending🙂
    dan ohhhh author cerita sungmin ini ringan tapi beneran bagus dan asik buat dibaca
    aku selalu suka ff mu
    kayaknya aku bakal jadi reader setia buat bacain semua ff kmu thor hehe ^^

    kedua mau komen adegan terakhir ,
    omooo apa itu ???
    kenapa ada adegan kyu disana ???
    dan siapa jarin ? kenapa mau ngebunuh uri kyu ?
    omo author jangan bikin aku penasaran

  2. Yeay happy ending. Cerita yang sangat mengagumkan.. Tapi kenapa dengan Kyuhyun aku penasaran ni???? Apa Kyuhyun meninggal? Oh thor anda telah membuatku penasaran tingkat badai!!!! #alalebay

  3. aku komend di akhir, shandy girls yg paling singkat sungmin oppa, bner” ngebut, kebelet, kpengen cpet dapet istri baru…wkwkwk selamat untk mu sungmin oppa dapet gadis yg mash virgin hehehe

  4. teng teng teng teng… teng teng teng teng~
    akhirnya mereka nikah…😄 nggak nyangka secepet itu.. berarti itu proses perkenalan sungmin-insung kira2 cuman sebulan doang yak… kkkk bener2 kebut nih sungmin..😄

    wakakakakakaka diapain tuh kyuhyun sama jarin?? :v

  5. Yeayy akhir nya minnie punya umma ^,^ .. chukkae appa min ..

    itu kyu kenapa?? jawaban nya pasti ada di shady girls kyuhyun story ya thor

  6. sungmin oppa to the poin banget semua cewe kalo langsung dikasih pertanyaan begitu pasti cengo.
    akhirnya mereka menikah, akhirnya minie punya umma yeayyyyy😀

  7. Kyaaaaa~ Shady Girl Sungmin happy ending, kasihan banget Jinyoung.. Saya pikir dia bakal datang di pernikahan In Sung :v

    Eh, Kyuhyun kenapa tuh? Haduuhhh~ lanjut baca Shady Girl Kyuhyun nih😀
    Maap kalo komen selalu chapter terakhir ya😀

  8. Slmt utk klian brdua,,akhrnya bsa mnikah jg,, gk d sangka2 Insung jdohnya Sungmin…
    Ap yg trjd ama prof gokil itu n gadis yg brnama Jarin???

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s