Shady Girl Kibum’s Story (Part 1)

Tittle : Shady Girl Kibum’s Story Part 1
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance,

Main Cast :

  • Cho Jarin
  • Kim Kibum

Support Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Kim Heechul
  • Kim Taeyeon

Tiba juga di Kibum Story..author bingung harus ngomong apa lagi. jadi,
Check this out lah..

Shady Girl Kibum's Story by Dha Khanzaki

—–o0o—–

“Jika ada orang di dunia ini yang harus membunuhmu, maka aku yang akan melakukannya.”
Kyuhyun membelalakkan matanya. Ja Rin mengeluarkan sebuah revolver dari dalam jaket panjangnya itu. Ia mengarahkannya tepat pada dahi Kyuhyun.
Namja itu sudah tidak bisa bergerak sedikitpun. Karena jika ia melakukannya, Ja Rin tidak akan segan-segan untuk menarik pelatuk pistol yang dipegangnya.
“Ucapkan selamat tinggal, Cho Kyuhyun” ucapnya sambil menyeringai.

“Andwaeeeeee!!!!!”

Doooor!!!!!

Bersamaan dengan lengkingan teriakan yang terdengar sangat memilukan, bunyi letusan pun terdengar memecah keheningan malam itu..

__o0o__

Kyuhyun menutup matanya rapat-rapat kala Ja Rin menembaknya. Namun beberapa detik setelah bunyi letusan itu terdengar, kenapa ia tidak kunjung merasa sakit? Kyuhyun membuka matanya perlahan. Ia membelalakkan mata saat melihat pistol yang di arahkan Ja Rin padanya ternyata hanya pistol mainan yang hanya menimbulkan suara seperti pistol sungguhan saja.
“Hahahaha~” Ja Rin tertawa lepas setelahnya. Membuat namja yang sempat mati jantung sesaat itu jengkel setengah mati. Kyuhyun menggeram.
“CHO JA RIIIINNN!!!!!” teriaknya menyebut nama lengkap gadis itu.

Ja Rin tidak bisa menahan tawanya melihat wajah memerah Kyuhyun. Ia lantas meletakkan pistol mainannya di atas meja makan lalu menyingkirkan Kyuhyun agar ia bisa mengambil air dari dalam kulkas.
“Bagaimana, aktingku bagus kah?” tanyanya sambil meneguk air langsung dari botolnya.
“Aktingmu buruk sekali. Sekarang aku tidak heran kalau kau sampai tidak diterima masuk Akademi SM” ucap Kyuhyun sambil mengelap air yang ia tumpahkan di lantai dapurnya.
Ja Rin melotot. “Ya!! Kau ini bisa tidak memujiku sekali saja!!”
Kyuhyun bangkit lalu balas memelototi Ja Rin. “Kau sendiri bisa tidak memanggilku Oppa! Aku ini kakakmu!!”
“cih, kita kan hanya berbeda satu tahun. Aku tidak sudi memanggimu begitu” Ja Rin melengos masuk ke dalam ruangan favorit Kyuhyun, tempat ia memajang semua video game yang sudah ia kumpulkan selama ini.
“Ya! Ya! Siapa yang mengijinkanmu masuk ke sana!” teriak Kyuhyun lantas menyusul adiknya itu.

Cho Ja Rin, itulah nama gadis yang sudah membuat Kyuhyun hampir mati tadi. Sifatnya memang susah ditebak, keras kepala, dan nekat. Dia adik yang hanya berbeda satu tahun dengan Kyuhyun. Dan satu hal, meskipun Ja Rin sering sekali mengatakan ia sangat membenci Kyuhyun, namun baginya Kyuhyun tetap seorang kakak yang ia sayangi.
Sejak dulu, hubungan mereka memang kurang akur. Selalu bersaing dan enggan memuji satu-sama lain. Tapi begitulah hubungan kakak-adik. Jika sang adik mendapatkan masalah, maka orang pertama yang akan ia jadikan tempat mengeluh adalah kakaknya..

“Cho Ja Rin! Berhenti bermain dengan Sherry!!” Kyuhyun mengambil anjing kesayangannya dari hadapan Ja Rin.
“Aku tidak menyangka kau masih merawatnya sampai detik ini. Aku kira kau akan membuangnya setelah bosan.”
“Enak saja. Sherry adalah bagian dari hidupku selain game. Dia sudah kurawat dengan baik. Bahkan aku sering membawanya ke salon.”
“Mwo? Salon? Untuk anjing? Ayolah, kau harus menghabiskan uangmu untuk yeojachingumu. Bukan untuk anjing.”
Kyuhyun mendengus. “Berhenti menceramahiku. Lagipula aku tidak mempunyai yeojachingu.”
Ja Rin tersenyum mengejek. “Tentu saja. Siapa yang mau pacaran denganmu. Lihat penampilanmu.. aku yakin anjing betina saja tidak mau melirikmu” Ja Rin memperhatikan penampilan Kyuhyun dari atas sampai bawah, lalu menggeleng pasrah.

Kyuhyun malas mendengarkan nasihat dari adiknya itu. Ia duduk di sofa. “Lalu apa tujuanmu datang kemari. Aku yakin kau kemari bukan karena rindu padaku kan?”
Ja Rin menunjukkan ekspresi sebal. Ia bersedekap lau duduk di samping Kyuhyun. “Aku bertengkar dengan Appa.” Jawabnya singkat dan sukses membuat Kyuhyun tercengang.
“Bertengkar? Kenapa kau malah mengikuti jejakku? Sudah kubilang kau harus baik-baik pada Appa!”
Ja Rin menoleh lalu menjitak kepala Kyuhyun jengkel. “Memang semua ini gara-gara siapa? Masalah yang terjadi padaku semua karena kesalahanmu, pabo!”
“Mwo? Kau menyalahkanku?!” sungut Kyuhyun tak terima diperlakukan kasar begini.
“Tentu saja! Appa memintaku menjadi Direktur di Cho Corp! Harusnya itu kan jabatan yang akan diberikan padamu! Tapi karena kau pergi dari rumah, maka Appa melampiaskan semuanya padaku! Aku yang harus menderita karena menggantikan posisimu di perusahaan! Semua ini salahmu! Karena kau juga aku tidak bisa mewujudkan cita-citaku menjadi seorang aktris!! Ini semua salahmu Cho Kyuhyun! Aku sangat membencimu!!” Ja Rin melampiaskan semua kekesalannya pada kyuhyun. Ia mulai terisak.

Kyuhyun menghela napas. Ia akui penderitaan yang Ja Rin alami memang sebagian dikarenakan dirinya. Ia keluar dari rumahnya sekitar 8 tahun yang lalu. Mungkin karena ia enggan meneruskan perusahaan Appanya, Ja Rin-lah yang statusnya sebagai anak ke-dua harus menggantikan Kyuhyun meneruskan Cho Corp. Ia juga tahu bagaimana impian Ja Rin yang begitu besar untuk menjadi seorang aktris film. Tapi Appanya tetap tidak menyetujui impiannya itu karena Ja Rin harus belajar bisnis management agar bisa menjadi pemimpin perusahaan itu kelak.

“Sudah, jangan menangis.” Kyuhyun hendak menarik Ja Rin ke dalam pelukannya, bermaksud membuat gadis itu tenang. namun Ja Rin malah mendorongnya hingga Kyuhyun jatuh dari sofa.
“Auh..Appo..” ringis Kyuhyun.
“Jangan sok bijaksana! Aku datang bukan untuk meminta perhatian darimu!!” teriaknya sambil terus menangis.
“Kalau begitu kenapa datang kemari! Kenapa bukan ke tempat namjachingumu saja! Siapa itu namanya, ah, Kim Kibum!!” ujar Kyuhyun emosi. Ja Rin, sifat mu ini benar-benar harus di berantas. Batin Kyuhyun.
Ja Rin mengusap airmata yang mengalir di pipinya. “Jangan sebut nama itu! Aku benci dia! Hubunganku dengan Key sudah putus sejak 2 bulan lalu!” ia tidak mau mengingat nama namja yang sudah ia hapus dari ingatannya. Namja itu-Key-berselingkuh di belakangnya. Ja Rin sangat membenci namja itu begitu tahu cintanya yang tulus itu diduakan.
“Huh, kau ini senang sekali membenci orang.”

“Malam ini, aku menginap di sini.” Putus Ja Rin seenaknya. Kyuhyun kaget.
“Kau ini? Aku belum mengijinkan!”
“Lalu kau tega membuat yeoja sepertiku tidur di jalanan? Kau jahat sekali.”
Kyuhyun langsung speechless dibuatnya. Ia memang selalu tidak tega pada adiknya itu. “Ba-baiklah. Kau menang nona.. silakan pakai kamar yang ada di lantai 2.”
“Jinjjaaa?? Ah, kau memang Oppaku yang paling baik di dunia-chuuppp” Ja Rin mencium pipi Kyuhyun lalu berlari seperti anak kecil yang baru menemukan mainan baru ke lantai atas. Kyuhyun hanya bergidig ngeri sambil mengusap pipinya yang tadi dicium Ja Rin.
“Dasar gadis gila..”

__o0o__

Ja Rin tidak tidur. ia memang tidak bisa tidur di tempat baru. Meskipun ini rumah Kyuhyun a.k.a Oppanya sendiri, ia tetap sulit memejamkan mata. Ja Rin menengadahkan kepalanya ke arah luar jendela. Tepat saat bulan purnama tampak sangat jelas di langit sana.
Pikirannya melayang pada pertengkaran dengan Appanya sebelum ia memutuskan pergi ke rumah Kyuhyun.

#flashback#
“Berhenti menggeluti pekerjaan yang tidak berguna seperti itu dan mulailah belajar menjadi penerus Cho Corp!” itulah yang Appanya teriakkan saat ia mengatakan ingin berhenti belajar bisnis dan akan meneruskan sekolah akting di Amerika.
“Tapi aku mencintai seni drama Appa, kumohon mengertilah.. lagipula kan masih ada Kyuhyun Oppa.. kenapa bukan dia saja. Aku tidak bisa meninggalkan dunia yang sangat aku cintai itu..” ia terus meminta pengertian Appanya terhadap apa yang ia inginkan dan ia cita-citakan.
“Untuk apa mengharapkan anak yang tidak bisa diandalkan seperti itu! Anak tidak bisa diatur sepertinya bukanlah penerus untuk perusahaanku! Sekarang kau lah yang Appa harapkan untuk meneruskan perusahaan yang sudah membuatmu hidup nyaman hingga sekarang!!” ujar Appanya setengah membentak. Ja Rin sudah berlinangan air mata saat itu. Hatinya terasa sangat sakit. Ummanya yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menangis melihat putrinya tampak tak berdaya seperti itu.
“Appa, apa tidak bisa kau memberiku kesempatan untuk mewujudkan..”
“Tidak!!” tegas Appanya “Kau tetap akan menjadi direktur baru Cho Corp. Bersiap-siaplah meneruskan pendidikanmu di bidang bisnis management di Inggris. Jika masih tidak ingin juga, maka menikahlah dengan orang yang bisa meneruskan perusahaan Appa!!” Appa lalu pergi setelah sukses menghancurkan hati Ja Rin yang sangat rapuh saat itu. Kakinya terasa sangat lemas hingga ia jatuh ke lantai. Ummanya segera menghampiri dan menenangkannya saat itu juga.
“Sudahlah Ja Rin, kau turuti saja keinginan Appamu. Daripada kau terpaksa menikah.” Nasihat Ummanya. Ja Rin tidak menjawab. Ia segera berlari ke kamarnya dengan mata terus meneteskan airmata.
#flash back end#

Di kamar, Ja Rin menangis tersedu-sedu. Sekarang ia baru bisa mengerti perasaan Kyuhyun saat bertengkar dengan Appanya dan memutuskan pergi dari rumah dulu. Sekarang ia tahu bagaimana rasanya jika sudah sangat mencintai sesuatu dan ternyata itu dilarang oleh orangtuanya sendiri. Rasanya sangat perih dan menyakitkan. Sekarang ia baru paham kenapa kakaknya bahkan sampai rela pergi meninggalkan semua fasilitas yang ia punya dan memutuskan hidup sendiri. Kyuhyun pasti sangat sakit hati saat itu karena kecintaannya pada game tidak disetujui oleh Appanya. Sama seperti yang ia rasakan sekarang.
“Oppa, maaf aku tidak memahami perasaanmu saat itu..” batinnya sambil menahan sakit. Dulu, ia menanggapi tindakan Kyuhyun adalah tindakan terbodoh yang dilakukan kakaknya itu. Tapi siapa sangka ternyata semua itu berdampak baik bagi Kyuhyun. Dalam tempo singkat, ia bisa membangun perusahaan gamenya sendiri. Dan menjadi salah satu CEO termuda dalam sejarah bisnis Korea*Eunhyuk juga masuk loh*

Namun apa yang bisa dilakukannya? Ia tidak bisa melakukan seperti yang Kyuhyun lakukan untuk membuat Appanya mengerti apa yang ia suka dan ia inginkan. Haruskah ia menjadi seorang aktris terkenal? Seperti kata Kyuhyun, ia diterima di Academy SM saja tidak. Bagaimana menjadi seorang aktris terkenal?

Ja Rin merasa dirinya sangat menyedihkan.

__o0o__

Malam itu, Kibum kembali bermimpi buruk. Ia memimpikan perseteruannya dengan Heechul 10 tahun yang lalu.
#dimimpi Kibum#
“Kau pikir kau bisa mengikuti jejak Appa? Kau bahkan takut melihat darah” ejek Heechul
“Tentu saja aku bisa! Aku akan berusaha! Aku ini sudah dewasa. Aku tidak takut lagi melihat darah.” Bantah Kibum yang saat itu berusia 15 tahun. Heechul menyeringai.
“Benarkah? Kenapa kau ingin menjadi Dokter? Untuk membuat Appa bangga padamu? Dia tidak pernah menganggapmu. Kau ini bukan siapa-siapa. Kau hanya anak kecil. Meskipun kau bilang sudah dewasa, tapi kau tidak bisa menghindari bahwa dirimu tetap seorang anak-anak.” Ejek Heechul membuat Kibum sangat terpukul. Taeyeon sudah tidak kuat lagi melihat perseteruan di antara adik dan kakaknya. Ia mencoba menengahi mereka.
“Cukup Oppa, jangan membuat Kibum semakin terpuruk. Kau sudah keterlaluan” ucap Taeyeon. Ia beralih menenangkan Kibum.
“Sudah Kibum, jangan dengarkan kata-kata Hyungmu. Dia tidak benar. Kau adalah Kim Kibum. Anak kebanggaan keluarga ini. Dan kau bisa menjadi seorang dokter kelak.” Taeyeon tak tega melihat Kibum begitu terpukul seperti ini. Ia cukup tahu Kibum sangat kesepian selama ini karena selalu di anggap remeh oleh keluarganya.
“Jangan bela dia, Taeyeon! Dia harus sadar dengan kemampuannya.”
“CUKUP!” teriak Kibum. Kesabarannya juga memiliki batas. Tangannya mengepal erat dan rahangnya menggertak tanda ia benar-benar tersinggung dengan ucapan Heechul. “Aku bisa menjadi dokter. Aku harus menjadi dokter! Agar tidak ada yang mengalami hal yang sama seperti Yoona!!” teriaknya lalu pergi.
“Kibuuummm!!!!” teriak Taeyeon memanggilnya namun Kibum tidak mempedulikan hal itu. Ia terus berlari dengan segenap rasa sakit yang ditanggunggnya.


Kibum terbangun dari mimpinya. Tubuhnya dibasahi oleh keringat. Ia duduk perlahan di atas tempat tidurnya. Kepalanya terasa pening. Kenapa ia bermimpi kejadian itu lagi? Kejadian yang sudah membuatnya sadar. Kejadian yang sudah membuatnya bertekad kuat untuk menjadi seorang dokter seperti Appanya. Cukup ia diremehkan selama lima belas tahun lamanya. Cukup ia tidak dianggap selama itu dan hidup dalam kesepian dan kesendirian. Selama itu juga yang berada di sampingnya hanya Taeyeon dan Yoona, sahabatnya yang meninggal karena kanker itu. Hanya mereka. Dan kenapa ke dua orang itu pergi meninggalkannya???

“AARRRGGHHH!!!” teriaknya frustasi.

__o0o__

“Kau serius akan pergi ke Juilliard? Bukankah Appa memintamu belajar ke Harvard?” tanya Kyuhyun saat ia dan Ja Rin sarapan pagi harinya. Ja Rin entah kerasukan setan apa bersedia menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun. Mungkin karena semalaman ia sudah merenungkan bagaimana perasaan Kyuhyun saat pergi dari rumah dulu, ia sedikit memahami dan menghormatinya. Hanya sedikit.
“Tentu saja. Itu sekolah seni terbaik di Amerika. Lagipula, aku tidak sudi mengikuti jejakmu ke universitas itu.” Jawaban Ja Rin tetap menyebalkan seperti biasanya. Kyuhyun memaklumi hal itu dan hanya bisa menahan emosinya.
“Baguslah. Jangan ikuti jejakku. Setelah lulus dari Juilliard, kau turuti keinginan Appa untuk meneruskan perusahaan.”
“Shireo! Kau saja.”
“Aku juga tidak mau. aku sangat bangga dengan jabatanku sebagai CEO dari QC corp yang kubangun sendiri. Jangan kau hancurkan kebanggaanku itu” sekarang Kyuhyun bisa membanggakan diri di depan adiknya.
“Huh, sudah jangan pamer. Aku akan siap-siap sekarang juga” Ja Rin bangkit.
“Loh, kau tidak pamit pada Appa?”
“Kau ingin aku di ikat di rumah jika pamit padanya?” balas Ja Rin sambil melayangkan death glare-nya.
“Tidak. Kalau begitu jangan bilang”

Kyuhyun mengikuti adiknya yang bersiap-siap hendak pergi. ia mengerutkan kening saat melihat adiknya bukan memakai sepatu seperti yang kebanyakan yeoja pakai, melainkan sebuah roller blade?
“Kenapa kau memakai sepatu roda?” Kyuhyun bingung setengah mati dengan keanehan adiknya itu. Ah, ia lupa kalau Ja Rin lebih aneh dari dirinya.
“Aku nyaman mengenakan ini. Ya sudah, aku pergi ya…”
“Kau tidak ingin aku antar?”
“Tidak. Bye..” Ja Rin melesat ke luar rumah Kyuhyun dengan semangat tinggi. Kyuhyun melihatnya sambil geleng-geleng kepala. Tuhan.. kenapa ia mempunyai adik seperti itu?

__o0o__

Kibum merasa hari ini tubuhnya kurang bisa di ajak bekerja sama. Ah, ini tidak boleh terjadi. Ia tidak boleh sakit. Rasanya aneh jika seorang dokter jatuh sakit. Sekarang ia sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Pasiennya pasti sudah menunggu di rumah sakit sana. Ia bahkan tidak fokus saat menyetir mobilnya.

“Kyaaaaa!!!!” Karena tidak konsentrasi, Kibum hampir saja menabrak seseorang yang tengah menyebrang. Ia segera menghentikan mobilnya dan keluar dari mobil untuk melihat ke adaan orang yang hampir ditabraknya tadi.

Seorang gadis tersungkur di tanah sambil memegang kakinya. Omona.. Kibum panik. Ia langsung menghampirinya.
“Nona, kau tidak apa-apa?” tanyanya panik. “Maaf, aku tadi tidak konsentrasi jadi—“
“Kalau memang tidak bisa menyetir jangan menyetir!!” bentaknya memotong ucapan Kibum. Namja itu langsung saja membungkam mulutnya.


Ja Rin menikmati perjalanannya menyusuri sepanjang jalan itu memakai roller blade kesayangannya. Jika Ummanya tahu apa yang ia lakukan, ia pasti telah menjadi santapan macan peliharaan yang ada di rumahnya.
“hmm.. ternyata memang lebih asyik jalan-jalan seperti ini..” gumamnya. entah kemana tujuannya. Ia hanya ingin menghirup udara bebas seperti ini.

Saat akan menyebrang, tanpa diduga ada mobil yang hampir saja menabraknya.
“Kyaaaaa!!!” beruntung gerak refleksnya sangat bagus hingga ia bisa menghindar dengan baik dan pengendara mobil itu juga sigap membelokkan mobilnya agar tidak menabrak. Dan nasib buruk menimpanya. Ia jatuh tersungkur mengakibatkan kakinya terkilir.
Seorang namja yang sepertinya pengendara mobil menghampirinya dengan cepat.
“Nona, kau tidak apa-apa?” namja itu berbicara dengan nada panik. “Maaf, aku tadi tidak konsentrasi jadi—“
“Kalau memang tidak bisa menyetir jangan menyetir!!” Ja Rin memotong ucapan namja di hadapannya itu sampai-sampai ia menutup rapat mulutnya. Nadanya terdengar membentak mungkin. Ah, tidak. Ia memang membentaknya.
“Kau tahu kan kalau aku..” Ja Rin menghentikan ucapannya saat melihat wajah namja yang ada di hadapannya. Matanya agak melebar dan jantungnya mendadak berdetak dua kali lebih cepat. Mulutnya bahkan sedikit menganga.
Oh Tuhan..Apa aku sedang bertemu seorang malaikat sekarang? Mengapa namja di hadapanku ini tampan sekali? Batinnya.

Cho Ja Rin, detik itu juga mengakui dirinya jatuh cinta pada namja yang sudah membuatnya tak berdaya.

To be continued..

 

57 thoughts on “Shady Girl Kibum’s Story (Part 1)

  1. Gkgkgkgkgk 2 brsaudara yg gokil abisssss
    huh Jarin jtuh cinta pd pndngan prtma am Kibum???
    Tp mantan ny Jarin jg brnama Kibum???

  2. Annyeong ak bukan pembaca baru,ak udah beberapa kali baca ff khanzaki di tempat lain,tp ini pertama kali ak komen di sini

    I love this blog,main cast member suju dan oh my kimbum be main cast its a rare,i hope this story happy ending 😁

    Thankyou khanzaki 😘

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s