No Other (Part 5)

Tittle : No Other Part 5
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : School Life, friendship, family, romance

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Kim Ryeowook
  • Bae Suzy
  • Lee Donghae
  • Im Yoona
  • Kim Kibum

Warning : awas typo bertebaran !!

No Other by Dha Khanzaki

———-o0o———-

Menyadari situasi aneh itu, Hankyung angkat bicara duluan. “Ah, kalau begitu aku duluan. Kalian mengobrol saja dulu” Hankyung inisiatif meninggalkan Kyuhyun dan Suzy.
“Jadi, ada urusan apa kau kemari? Ah, semoga tidak ada kaitannya denganku” ucap Kyuhyun sambil berjalan. Suzy ikut berjalan disamping Kyuhyun.
“Tentu saja ada. Ahjumma, mengundangku datang” ucapnya enteng plus gembira. Kyuhyun mendengus. Tepat sekali dugaannya.
“Eomma? Aish, sudah kuduga!” lirihnya malas.

Part 5…

@@@

“Sepertinya akan membicarakan tentang pertunangan kita.” Lagi-lagi dengan centilnya Suzy menggandeng lengan Kyuhyun. seolah ia biasa melakukan hal itu.
“Kau gila! kita masih pelajar. Orangtuaku tidak segila itu! Leeteuk hyung saja belum, masa kita akan bertunangan. Jangan bercanda!” Kyuhyun menepis tangan Suzy dari sikunya.
“Who knows?” Suzy mengangkat bahu.
“Kyu!” mendadak saja ia merasa ada yang memanggil. Serentak Kyuhyun dan Suzy menengok. namja itu mendecak jengkel. Ryeowook datang menghampirinya.
“Wah, kau sedang berkencan?” tanya Ryeowook polos melihat Kyuhyun bersama dengan seorang yeoja cantik.
“Tidak!” elak Kyuhyun sambil menarik tangannya. “Dia hanya teman biasa” elaknya. Suzy bisa memaklumi sifat sinis Kyuhyun yang sudah ada sejak lahir itu. maka ia tidak terlalu memusingkannya.
“Suzy” ucap Suzy menawarkan diri untuk berkenalan. Dengan senang hati Ryeowook menjabat tangannya.
“Kim Ryeowook.”
“Asal kau tahu, status ‘teman biasa’ akan berubah tidak lama lagi” ujar gadis itu dengan percaya diri.
“Yeoja ini!!” Kyuhyun mendesis jengkel. Ryeowook tertawa saja menanggapinya.
“jinjja? Wow”

“Kau datang kemari sendiri? Untuk apa?” tanya Kyuhyun mengalihkan topik pembicaraan.
“Ini permintaan Hyung, dia bilang band kalian akan tampil pada pesta nanti” ucap Ryeowook sambil mengangkat kameranya.
“Ah kau bnar” Kyuhyun baru teringat hal itu.
“Band? Aku tidak tahu kau bisa bermain alat musik” ucap Suzy menyelidik, matanya melirik Kyuhyun heran. Kyuhyun malas menjawab, ia hanya berdecak sebal.
“Oh iya! Bukankah aku kemari bersama Jiyeon..!!” Ryeowook baru teringat. Kepala namja itu celingak celinguk ke belakang namun sosok Jiyeon tidak ada di manapun. Mendadak saja bulu kuduknya meremang begitu sadar sedari tadi ia terpisah dengan Jiyeon
“Jiyeon? Ah, yeoja bawel itu?” sela Kyuhyun. yang teringat di otaknya soal Jiyeon hanyalah mulutnya yang cerewet itu.
“Eotteokajyo?! Bagaimana jika dia tersesat! Andwae, Sungmin dan Eunhyuk Hyung bisa membunuhku!” seru Ryeowook panik sambil mengacak rambutnya sendri.
“Kalau begitu kita cari. Aku bantu kau mencari. Suzy, kau pergi saja duluan. Ayo” Kyuhyun segera menarik Ryeowook pergi, membiarkan Suzy begitu saja.
“Kyu!!” seru Suzy. Ah, lagi-lagi Kyuhyun meninggalkannya. Menyebalkan!

—o0o—

“Mana Wookie? Kenapa dia tidak ada?” Jiyeon kebingungan. Padahal tadi ia tidak tertinggal jauh. Jiyeon berjalan menuju sebuah tempat yang terdapat aquarium yang sangat besar. Aquarium itu menjadi pembatas ruangan antara tempatnya berdiri dan sebuah restoran.
“Amazing!” seru Jiyeon kagum. Saking kagumnya ia tidak sadar kalau mulutnya menganga lebar.

Kyuhyun menemukan Jiyeon sedang terkagum-kagum melihat aquarium. Dasar, temannya panik mencarinya dia malah keasyikan menonton ikan-ikan itu berenang.
“Hei!” Kyuhyun menepuk pundaknya. Jiyeon kaget, dengan gerak refleks ia menarik tangan Kyuhyun dan menguncinya. Seperti yang sering terjadi di film-film aksi. Itu jurus yang diajarkan Siwon padanya saat masih kecil dulu. mengingat Jiyeon adalah seorang yeoja, kakaknya itu mengajarkan berbagai macam jurus beladiri agar Jiyeon bisa menjaga dirinya sendiri di saat tidak ada yang melindunginya.
Kyuhyun memekik “Aduh, ini aku!! Lepaskan, sakit” Kyuhyun meringis kesakitan. Jiyeon berhenti memasang pose waspada begitu mengenali sosok yang sedang dikuncinya.
“oh, namja tengil, sedang apa kau di sini?” tanya Jiyeon bingung. Ia melepaskan tangan Kyuhyun. Namja itu menoleh tajam, dengan wajah evilnya. Jiyeon mengerjap lalu melangkah mundur merasakan aura hitam itu memancar di sekitar tubuh Kyuhyun.

“Temanmu kelimpungan mencarimu!” jelas Kyuhyun sambil memegangi lengannya yang masih sakit. yeoja itu tersentak, ia menepuk kepalanya sendiri.
“ah! Wookie! Tadi aku juga sedang mencarinya” Jiyeon ingat kembali. Tadi karena terlalu sibuk mengagumi akuarium itu, ia sampai lupa pada Ryeowook.
“Dasar!!” Kyuhyun mendecak jengkel. Jiyeon melihat ponselnya sendiri. siapa tahu tadi Ryeowook meneleponnya. Namun ia mendengus saat menyadari ponselnya mati.
“Yah, mati. Pantas saja dia tidak menelepon!” lirih Jiyeon.
“ayo pergi”gadis itu mengajak Kyuhyun pergi sementara ia berjalan lebih dulu.

“awas!!!” kyuhyun menarik jiyeon yang hampir saja menabrak troli roomboy yang membawa makanan. Jiyeon kaget. Jantungnya mendadak berdegup kencang. Bukan karena insiden tadi. Tapi karena kyuhyun sekarang sedang memeluknya!! Pelukannya terasa hangat. Jiyeon takut jika debaran jantungnya itu terasa juga oleh kyuhyun. tak lama kemudian, Kyuhyun melepas pelukannya begitu tersadar jiyeon terpaku.
“A-aku bukan ingin memelukmu. Aku hanya ingin menyelamatkanmu” jelasnya takut jiyeon salah paham. Dan yang tidak ia mengerti adalah, mengapa ia gugup?
“araseo! Gomawo.” jawab jiyeon kaku. Dia lalu berbalik dan pergi. Kyuhyun segera menyusulnya.

Di lobi jiyeon akhirnya bertemu Ryeowook juga.
“jiyeon, syukurlah aku menemukanmu. Sungmin dan Eunhyuk hyung tidak akan membunuhku” ujar Ryeowook lega.
“Ya! Kau kira oppadeul ku penjagal!” bentaknya jengkel. Jiyeon lalu melirik pada kyuhyun.
“gomawo. Untuk..semuanya?” ucap Jiyeon canggung. Tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, Lalu ia mengajak Ryeowook pergi. sementara itu, setelah kedua orang itu menghilang dari pandangan, Kyuhyun belum beranjak dari tempatnya berdiri. Dia bingung dengan apa yang di rasakannya sekarang. Refleks ia memegang dadanya.
“kenapa ini?” tanyanya heran. Sesuatu telah terjadi pada dirinya.

—o0o—

“Aargh!” Malam itu Jiyeon tidak bisa memejamkan mata. Dia masih teringat kejadian siang tadi. Ia bangun dan beranjak menuju beranda kamarnya. Langit malam ini sangat berbintang. Ketika melirik ke arah jalan, tak disangka ia malah melihat sosok Donghae sedang mengayuh sepeda melintasi rumahnya. Rumah namja itu memang tidak jauh dari sana. Jiyeon segera mengambil ponsel untuk meneleponnya sebelum sosok Donghae menghilang. Donghae terlihat berhenti dan merogoh sesuatu dari dalam saku celananya.
“Yeobseo” jawab Donghae dari ujung sana.
“Hai, mau kemana malam-malam begini?”
“Darimana kau…” Donghae tidak melanjutkan dan menoleh ke arah rumah jiyeon yang tadi di laluinya. Donghae melihat jiyeon melambai-lambaikan tangan dari balkon kamar di lantai dua.

Malam itu, Donghae dan jiyeon duduk di depan rumah jiyeon.
“kenapa? tidak bisa tidur?” tanya Donghae
Jiyeon mengangguk singkat “ne. Kau sendiri, untuk apa malam-malam keluyuran?”
“Ah, aku sedang menghibur diri. Di rumah sepi sekali.” jawab Donghae enteng. Jiyeon menyesal sudah bertanya. Bukankah Donghae tinggal sendirian. Orangtuanya sibuk bekerja di luar negeri. Sementara bengkel yang besar itu di urus oleh pamannya. Donghae anak tunggal. Jadi dia selalu mengurus dirinya sendiri.
“kenapa wajahmu sedih begitu? Tenang, aku tidak akan gantung diri hanya karena kesepian” ucap Donghae setengah bercanda.
“dasar!” jiyeon memukul lengan Donghae pelan sambil terkekeh kecil.
“Jika kau mati, aku orang pertama yang akan menangis!” ujar jiyeon. Donghae mengerjap takjub mendengarnya.
“Kenapa? Ah, aku tahu. Neon naege banhaesseo? Iya kan!” serunya girang.
jiyeon tertawa, ia kembali menepuk pundak Donghae. gurauan yang sangat lucu. “haha, untuk apa aku jatuh cinta padamu. Laki-laki masih banyak diluar sana.”
Donghae mendengus. “ya! Aku tidak sejelek itu!”
Jiyeon mengangkat tangannya tanda menyerah. “iya, baiklah. Kau mirip-mirip joe jonas. Dari belakang!” kemudian ia tergelak.
“anak ini!!” Donghae yang sebal lantas mencubit kedua pipi jiyeon hingga memerah.
“aw! Lee donghae, sakit!”

—o0o—

*di sekolah*
akhirnya tiba juga satu dari sekian banyak hari keramat di SMU Kirin. Ujian praktek. Tidak hanya tes menari, semua siswa dituntut harus mahir 4 bidang. Menari, menyanyi, memainkan alat musik, dan akting. Tapi untuk tingkat satu boleh memilih salah satu atau dua bidang saja.
“ah, akhirnya selesai juga” ucap jiyeon setelah tesnya untuk bidang tari berakhir.
“uh, semoga hasilnya bagus” lirih Yoona.
“tapi yang mendapat skor tertinggi sudah tertebak siapa” jiyeon dan yoona melirik pada Donghae bersamaan. Namja itu hanya tersenyum manis saat ditatap bersamaan oleh dua gadis. Yoona menoleh cepat ketika menyadari sesuatu.
“Ji, kau tidak pergi, bukankah tes menyanyi sudah dimulai?”
Jiyeon menepuk kening seraya mengumpat pelan. “Sial, kau benar! Yoona, semoga kau juga sukses dengan aktingmu. Oke, fighting!” jiyeon segera berlari.

Begitu tiba di tempat ujian untuk bidang tarik suara, dia melihat ex boyfriendnya sedang menyanyi. Kibum. Jiyeon mencari kursi kosong sambil sesekali melirik ke arah depan, tepat ke arah Kibum yang sedang menyanyi dan dewan guru tengah menilainya di barisan paling depan kursi penonton. Ia segera duduk begitu menemukan kursi kosong. Ruangan itu penuh sekali.
“Hmm, dia tetap sama seperti dulu” pikir jiyeon. Saat berpacaran dulu, mereka paling sering menghabiskan waktu dengan pergi ke tempat karaoke untuk bernyanyi bersama. Tak disangka sekarang bertemu kembali. Di sekolah yang sama.
“kyaaa!! Kibum!!” jiyeon dikagetkan oleh suara teriakan beberapa yeoja di sebelahnya setelah kibum selesai bernyanyi. Oh, jiyeon hampir lupa kalau kibum itu super keren dan pasti memiliki banyak penggemar.

“Cho kyuhyun” guru memanggil peserta berikutnya. Tepuk tangan dan teriakan peserta ujian bergemuruh ketika kyuhyun berjalan ke depan. Jiyeon sampai harus menutup kedua telinganya.
“ya ampun, apa dia sepopuler itu!” umpat jiyeon kesal. Kyuhyun sudah ada di depan. Siap di depan piano untuk bernyanyi sambil memainkannya. Jari-jari Kyuhyun mulai bergerak di atas tuts piano. Mengalunkan intro sebuah lagu dan suara indahnya mulai terdengar. Aish! Lagi-lagi jiyeon harus mendengar suaranya. Untuk sesaat ia memang kesal. Namun beberapa detik kemudian kekesalan itu menguap dan tergantikan oleh perasaan lain yang merasuk ke dalam setiap sel darahnya. Ia terpesona, atau mungkin kagum. Tidak hanya dirinya yang terhipnotis, namun seisi ruangan itu menganga kagum atas keindahan permainan piano Kyuhyun berikut suaranya.
“kenapa suaranya harus sebagus itu sih!” Jiyeon mengumpat dalam hati. Ini murni karena ia iri. Setelah bernyanyi pun kyuhyun tetap mendapatkan sambutan yang meriah. Ah, dia pantas mendapatkannya.

“Lee jiyeon” Tanpa terasa tiba juga gilirannya. Dia maju perlahan. Duduk di depan piano.
ternyata jauh lebih mendebarkan berada di depan orang-orang dan guru-guru. Jiyeon menarik nafas, dia mulai memainkan beberapa nada piano dan bernyanyi. Kyuhyun menoleh mendengar jiyeon bernyanyi. Langkahnya saat akan keluar dari ruangan itu terhenti sempurna. kini perhatiannya tertuju langsung pada Jiyeon yang berada di depan sana. Menyanyi dengan sepenuh hatinya.

_sarangeul hamyeon deo yeppeojindae, sarangeul hamyeon jom dallajindae, eotteohke haeya nae an-eh sarangi deo yeppeojil kkayo

saenggakeul hamyeon nunmuri nago, nunmuri namyeon ddo saenggak maneul, geureon sarami gyeoteh ittdaneunge.. Dahaengijyo…_
*rolling-jiyeon T-ara*

kyuhyun diam. Ia terpaku melihat penampilan jiyeon. Bukan secara suara melainkan dengan cara jiyeon menyanyi. Penuh perasaan. Mungkin Jiyeon memang menyanyikan lagu itu dengan keseluruhan hati dan jiwanya. Dan cara itu sukses membuat Kyuhyun tidak bisa berkutik dari tempatnya berdiri. Ia terpesona.
Jiyeon menghela napas lega setelah menyanyi. Ia tidak terlalu peduli lagi dengan hasilnya. Yang penting ia sudah melakukannya dengan baik. Ia keluar dari ruangan itu, berjalan menuruni tangga menuju tempat Yoona mengikuti tes akting.
“hey” kyuhyun mendadak memanggil jiyeon. Tentu saja hal itu membuat Jiyeon terkesiap kaget dan keseimbangan kakinya goyah. Ia terhuyung jatuh. Untung tinggal 2 anak tangga lagi. Jadi tidak terlalu sakit. Tapi tetap saja..
“aw!” kaki yang sudah sembuh dari kecelakaan kemarin terasa sakit lagi. Kyuhyun terbelalak kaget. Ia cepat menghampiri jiyeon. “gwaenchana?” tanyanya panik.

Jiyeon mendengus “aku ingin bilang iya. Tapi kakiku sakit!” ketus jiyeon. Kyuhyun celingak celinguk bingung. “eotteokajyo?” gusarnya. Ia bingung harus melakukan apa.
“mana aku tahu!” timpal jiyeon. Karena kehabisan ide, tanpa diduga kyuhyun mengangkat tubuh jiyeon, menggendongnya.
“eh eh, apa yang kau lakukan?!” pekik jiyeon panik.
“diam! Aku akan membawamu ke UKS” ucap kyuhyun tanpa mempedulikan rengekan Jiyeon yang memintanya untuk menurunkannya.
“tapi kau tidak perlu menggendongku!!”

kyuhyun tidak mendengarkan. Sepanjang koridor orang-orang terpaku melihat kyuhyun menggendong jiyeon. Ada juga yang menganga. Ada yang menjerit kagum, berteriak tidak terima, iri, dan berbagai macam reaksi lainnya.
“kyuhyun..kumohon turunkan aku!” lirih jiyeon pelan. Ia menyembunyikan wajahnya yang memerah malu pada pundak Kyuhyun. Namun namja itu tidak mengindahkannya seolah tuli dan terus begitu sampai benar-benar tiba di UKS. Jiyeon di turunkan di atas ranjang.

“aigoo.. Kau ini keras kepala sekali! Apa susahnya menurunkan aku tadi. Ah, aku bisa jadi bahan gosip nanti” keluh jiyeon. Ia bisa membayangkannya setelah melihat reaksi orang-orang tadi. Kyuhyun memandangnya dengan wajah evil seperti biasa. Ia menyeringai sambil melipat tangan di depan dada. Lalu berdiri tepat di hadapan Jiyeon. Gadis itu mengkerut takut. Kyuhyun mengangkat tangan lalu menyentil kening Jiyeon.
“Aw..” ringis gadis itu.
“Jika aku menurunkanmu apa kau bisa berjalan sendiri dengan kondisi kaki seperti itu?!” suara kyuhyun malah terdengar membentak, membuat mulut gadis itu terkatup rapat-rapat.
“kau benar” ucap jiyeon sedih. Kyuhyun berdecak lalu membalikkan badan mengambil obat dan membawanya ke depan jiyeon. Ia berlutut dan bersiap untuk melakukan pertolongan pertama.

“aniyo!!” cegah jiyeon saat kyuhyun akan menyentuh kakinya.
“kenapa?” Kyuhyun mendongak dengan alis bertautan.
jiyeon mengambil obat dari tangan kyuhyun. “biar aku saja. Mana boleh tuan muda sepertimu menyentuh kakiku” ucapan jiyeon terdengar mengejek. Mendengarnya namja itu tersinggung. Ia bangkit berdiri lalu menatap Jiyeon tajam.
“tuan muda??” ulangnya tidak terima. Dia merebut dengan paksa obat di tangan jiyeon.
“kalau hanya mengobatimu aku bisa!” ia tidak mau mendengar acara protes Jiyeon lagi. tanpa berkata apa-apa, kyuhyun membuka sepatu jiyeon dan mengoleskan obat ke bagian luka. Jiyeon menggerutu pelan.
“Dasar namja kepala batu!” kesal jiyeon dengan suara pelan.

“kau juga sama kepala batunya dengan ku!” balas kyuhyun, Jiyeon mengerjap kaget. Oow, ternyata dia mendengar keluhannya. Lebih baik ia mengalihkan perhatian daripada terjadi perang dunia lagi.
“Ngomong-ngomong tadi kau kenapa memanggilku?”
kyuhyun teringat. Hampir saja ia lupa tujuannya memanggil Jiyeon “oh itu. Aku hanya ingin bilang kalau penampilanmu tadi mengesankan” jawab kyuhyun enteng.
Jiyeon terbelalak mendengarnya. “kau mengagetkanku dan membuatku terjatuh dari tangga hanya untuk mengatakan hal tidak penting seperti itu?!” cerocos jiyeon tidak sabar.

Kyuhyun mengangguk tidak peduli, seperti menganggap remeh. “memang suaramu tidak sebagus suaraku” lanjut kyuhyun semakin membuat jiyeon kesal.
“tapi” sela Kyuhyun. Ia berdiri tegak lalu menatap Jiyeon dengan ekepresi bingung. yeoja itu tertegun melihat ekspresi Kyuhyun.
“saat mendengarkannya, ada sesuatu yang mengusik perasaanku. Dan itu membuatku bingung!” tegas kyuhyun sambil melipat kedua tangannya di dada. Jiyeon tersenyum tipis.
“lagu itu, kubuat ketika aku putus asa pada cinta” ucap jiyeon mengenang masa lalunya ketika putus dengan kibum dulu. Kyuhyun tersentak. Lagu yang jiyeon nyanyikan tadi serasa mengalun lagi di telinganya. Ia mengerjap begitu menyadari sesuatu yang selama ini di carinya berhasil ia temukan dalam diri yeoja ini. Sepertinya jiyeon bisa membantunya merasakan apa itu cinta.
“kau harus membantuku!” ucap kyuhyun sambil mendekat.
“bantu apa?!” jiyeon tidak mengerti. Terlebih ia gugup karena kini Kyuhyun hanya berjarak beberapa senti saja dengannya. Kepalanya terdongak menatap wajah Kyuhyun dengan ekspresi seriusnya. Dan entah kenapa itu membuat jantungnya bertalu-talu kencang.

“pacaran denganku” ucap kyuhyun tanpa dosa.
“MWO!!” teriak jiyeon kaget setengah mati. Jantungnya berdebar tidak karuan lagi.
“kenapa tiba-tiba? Lagipula untuk apa aku berpacaran denganmu?”
kyuhyun mendekatkan diri lebih lagi. menghapus jarak di antara mereka. Membuat Jiyeon terbaring jatuh di atas ranjang dan Kyuhyun menopangkan tangannya di sisi kepala agar tidak menindihnya.
“ka kau mau apa!!” ucap jiyeon gugup. Seumur hidup ia tidak pernah mengalami kejadian seperti ini. Di mana ada seorang namja yang lancang sekali membuatnya terkurung di bawah pesonanya. Kyuhyun malah mengeluarkan senyum evil.
“Jika kau membantuku, aku akan membantumu mendapatkan hati Heechul hyung” ucapnya

jiyeon mengerjap kaget. “da-dari mana kau tahu?!” jiyeon keceplosan. Tanpa sengaja ia malah mengakuinya. ia segera menutup mulut.
Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan lalu bangkit dan duduk di samping Jiyeon. Yeoja itu ikut bangkit dan duduk. “sikapmu pada hyung sangat mudah ditebak. Dasar yeoja babo!”
jiyeon ingin membalas ucapan tajam kyuhyun. Tapi ia tidak menemukan kalimat yang tepat.
Kyuhyun menengok “bagaimana? Kau mau atau tidak?”

jiyeon tidak membutuhkan waktu lama untuk berpikir. Ia langsung menerima penawaran yang Kyuhyun ajukan “oke. Tapi kau harus menepati janjimu. Dekatkan aku dengan Heechul Oppa.”
“ok. Itu tidak sulit” ucap kyuhyun sambil mengangkat bahu. Jiyeon melonjak senang karena akhirnya ada cara untuk mendekati pangeran berkuda putihnya. Namun sesaat kemudian ia merenung. Kenapa harus menjadi pacar kyuhyun?
“ok, sebagai salam kepada pacarku yang baru..” di saat gadis itu masih sibuk dalam pikirannya, kyuhyun tiba-tiba menarik dagu jiyeon ke arahnya dan mencium bibirnya. Jiyeon terpaku di tempat. Dan setalah mencium jiyeon, kyuhyun tersenyum evil dan pergi meninggalkannya di UKS. jiyeon masih belum bisa menguasai dirinya. Semuanya terjadi begitu cepat dan mendadak. Baru beberapa detik kemudian jiyeon sadar. Ia mengerjap-ngerjapkan mata cepat.
“aaargh!!” teriak jiyeon sekencang-kencangnya sampai terdengar seantero sekolah.

—o0o—

“dasar namja gila!! Dia.. Dia.. Beraninya mencuri first kiss-ku!!” Umpat jiyeon pelan saat ia menelusuri trotoar setelah keluar dari sekolah. Yoona yang berjalan di sampingnya terheran-heran.
“kau kenapa? Bicara tidak jelas sendiri. Kau baik-baik saja kan?”
“aku baik-baik saja” jawab jiyeon asal. Dalam hati ia mengumpat. TIDAK, AKU TIDAK BAIK-BAIK SAJA! Tegas jiyeon dalam hati. Ah sial! Kenapa kejadian tadi terus teringat. Jiyeon menepuk-nepuk pipinya. “lupakan Lee Jiyeon!”
“kau kenapa sih?” Yoona makin penasaran melihat tingkah aneh Jiyeon. Tiba-tiba ada mobil menepi. Membuat langkah kedua gadis itu terhenti sejenak.
“hei, ayo naik!” seru Kyuhyun dari kaca jendela mobil. Jiyeon menggeram. Ini dia sang kriminal. Jiyeon memalingkan wajahnya.
“tidak mau!” tolak Jiyeon tegas. Ia masih marah dengan insiden ciuman itu. Yoona yang tidak paham situasinya mengeryit bingung.

Kyuhyun mendesah. “aish! Dasar yeoja rese!” ia pun terpaksa keluar dari mobil kemudian menarik jiyeon. Gadis itu meronta.
“hei, ini pemaksaan namanya!” seru jiyeon. Yoona juga berusaha menahan jiyeon agar tidak di bawa paksa oleh Kyuhyun.
“iya. Apa hakmu menarik-narik jiyeon!”

kyuhyun mendelik tajam pada yoona. Tubuh gadis itu mendadak terpaku.
“aku namjachingunya mulai sekarang!” ucap Kyuhyun penuh penekanan di setiap katanya.
“mwo!!” yoona memekik kaget. Pegangan tangannya melemah. Dan Kyuhyun menarik jiyeon masuk ke dalam mobil selagi yoona lengah. Meninggalkan Yoona yang melongo di tempatnya. Rupanya pengakuan Kyuhyun itu membuat Yoona syok berat.
“ya!! Kenapa kau mengatakan kita pacaran pada yoona?”

kyuhyun tidak menjawab. Dia menjalankan mobilnya. Jiyeon panik. “hei, yoona kenapa kau tinggal!” kepalanya tertoleh ke belakang, ke tempat sahabatnya itu berdiri melongo menatap kepergiannya.
“dasar bawel! Bukankah kita berpacaran, tentu saja hanya berdua. untuk apa mengajak sahabatmu?”

Jiyeon bersedekap. Ia masih tidak bisa menerima segala tindakan Kyuhyun yang dilakukan padanya hari ini. terutama ciuman itu. “Kembalikan first kiss-ku!!” ucap jiyeon kesal dan datar.
Kyuhyun terbelalak kaget, hanya sebentar karena berikutnya ia tertawa lepas. “jadi yang tadi itu first kisspmu? Ya ampun, memangnya kau belum pernah pacaran sebelumnya?”
Namja ini benar-benar, bukannya meminta maaf atau merasa bersalah malah mengolok-oloknya. “tentu saja pernah! Tapi kami pacaran dengan cara yang sehat!”

Kyuhyun masih tertawa. “ya ampun, kalau begitu pantas saja kalian putus”
“apa maksudmu” protes Jiyeon.
“artinya berpacaran denganmu sangat membosankan!” Kyuhyun mengatakannya dengan ekspresi iba yang dibuat-buat. Membuat Jiyeon ingin sekali melempar sepatunya tepat ke wajah Kyuhyun.
“aku putus bukan karena itu! Tapi.. Ah lupakan! Yang pasti kau bersalah padaku, sagwahaeyo (ayo minta maaf)!”
Kyuhyun mendesah, pura-pura mengalah. Namun tawa menyebalkan itu masih tersungging di bibirnya. “well, well. Mianhae yo. Puas?”
“huh! Aaku masih belum bisa memaafkanmu!”
jiyeon melirik keluar jendela. Ia mengerjap saat melihat eomma-nya kebingungan membawa banyak barang sehabis keluar dari supermarket.
“omo? Eomma. Hentikan mobilnya!” pinta jiyeon. Kyuhyun menurut. Jiyeon langsung keluar dari mobil menghampiri Eomma.
“eomma, bawa barang sebanyak ini kenapa tidak minta di jemput?” ucap jiyeon. Eomma tersenyum.
“sudah. Tapi appamu bilang mobilnya rusak dan oppa mu sibuk entah dengan urusan apa.”
“aigoo..” desis Jiyeon.

Tiba-tiba Kyuhyun mendekati mereka. “Kemari, biar aku antar sekalian” ucapnya sambil mengambil salah satu kantong belanja dan memasukkannya ke bagasi mobilnya. Jiyeon dan Eomma terkesan. Terlebih eomma.
“siapa dia? Ah, jangan-jangan dia heechul?” tanya eomma. Jiyeon buru-buru membantah.
“aniyo!” elaknya.

eomma meminta di antar ke restoran. Karena itu memang belanjaan pesanan appa. Kyuhyun meletakkan semua kantong belanja itu di dalam restoran. Eomma menghampirinya dengan senyum mengembang.
“terima kasih sudah membantu. Siapa namamu?” tanya eomma pada kyuhyun.
“kyuhyun. Cho kyuhyun imnida” ucap kyuhyun sopan sambil membungkukkan badannya sedikit. Eomma terdiam beberapa saat menatapnya, membuat Kyuhyun gugup. Ada apa dengan ahjumma ini?

to be continued….

26 thoughts on “No Other (Part 5)

  1. wahh,suka nih sama ide author pada scene insiden “troli roomboy” di hotel krn di ff lain biasanya mobil sih, kkk dan scene ketika donghae yg bersepeda melewati rumah jiyeon kemudian ngobrol bareng, antara romantic gak romantic apalagi jiyeon ama donghae suka banget saling menggoda~ mereka berdua benar2 lucu!!! yang bikin menarik,, sebenarnya mereka saling suka gak sih??!! di bilang gak pasangan tapi kayak orang kasmaran gayanya..haha~
    awww, jiyeon sama kyuhyun sudah mulai saling terpesona nih, jiyeon wajar,, tapi kalo kyuhyun yang terpesona(?) WOW!!! haha~
    aduhh, kyuhyun ini kuk bisa2nya minta jiyeon jadi yeojachingu hanya untuk memastikan perasaannya,, trus katanya mau ngedeketin jiyeon ama heechul hyung,, eh malah jiyeonnya di kisseu(?) namja eviiiiiilll~ hahaha
    owww, ada apa antara eomma jiyeon setelah mendengar nama cho kyuhyun?
    menarik!!

  2. wahh, kyu nda romantis nih😀
    nembak nya dadakan banget, kekeke..
    kalau kayak gtu aku juga mau😀
    ehh kenap eomma nya ji langsunk tediam pas kyu ngenalin dirinya?
    next^^

  3. eomma y kenal lg sama keluarga kyuhyun…
    kyuhyun blm perbah mgerasain jatuh cinta jd main paksa gt buat mastiin perasaan y n jiyeon langsung iyain lg ngak pake mikir dulu klo dah sangkut paut ma heechul…
    mulai tumbuh deh benih2 cinta

  4. Kyuyeon jadian yeayyyy…. Kyuyeon udh kisseu yeayyyy…. Tapi kenapa reaksi eomma jiyi begitu ya pas denger nama kyuhyun??

    LanjuTttttt ^^

  5. hahahaha lucu banget proses jadian jiyeon sama kyu, mereka sama” terpesona gitu hihi
    apa eomma jiyi ada hubungan sama kyuhyun? aaaaa penasaran
    lanjut baca lagi🙂

  6. eh, emaknya jiyeon (emak tirinya maksudnya) kenal sama keluarga cho?? O_O

    eh, iya.. mbak author.. boleh minta pw FF Cherry Blossom nggak?? itu salah satu yang belom saya baca di blog ini dan karena penasaran, saya buka.. tapi ternyata ber-pw.. :3

  7. wow pacaran mereka ber dua?
    gue takutnya udah saling mencintai tapi terpisahkan?
    wkwkwk kocak deh pas adegan cium itu mungka kesel si jiyeon dan kyu nyantai bangett..
    kenapa tuh eomma ketawa2 gitu ><

  8. wah…kyuppa langsung ngajak pacaran †_†
    tp moment” mereka sweet dan lucu bgt xixixi
    kyk’y eomma’y jiyeon suka dan setuju klw kyu sm jiyeon,
    emang sdkt rumit , tp berkaitan & eonnie bisa gambarin cerita’y dg baik , jd gk ngebingungin , makin seru , mau next ah..^_^

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s