Cherry Blossom (Part 4)

Tittle : Cherry Blossom Part 4
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast :

  • Park Je Young
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Kim Kibum
  • Choi Siwon
  • Lee Donghae

Nah, ini dia FF yang author jadi main castnya *terus, gua harus bilang WOW gitu?* maaf ya kalau ada typo, maklum aku author labil yang kadang-kadang careless carelless shoot annonymous annonymous gitu… *ala EXO*

Happy Reading ^^

Cherry Blossom By Dha Khanzaki1

———-o0o———-

Part 4

@di koridor
Siang itu tidak ada yang menarik. Semua hal yang terjadi masih monoton seperti hari-hari sebelumnya. Kyuhyun, Siwon, dan Kibum sedang berjalan menuju kelasnya.
“Mana Eunhyuk dan Donghae? Sejak istirahat mereka tidak kelihatan” tanya Kyuhyun bingung. Sebenarnya ia bosan juga.
“Mungkin Eunhyuk sedang berkencan” jawab Siwon
“Dan Donghae lagi sibuk pendekatan” timpal Kibum.

Kyuhyun mengangguk. Tiba-tiba muncul yeoja berlari-lari sambil meneriakkan nama Kibum.
“Kibum,. Chagiya,.”
Kibum menoleh, dia melihat Heerin menghampirinya dengan wajah ceria.
“Hei” Kibum tersenyum supermanis untuk yeojachingunya itu.
Kyuhyun dan Siwon hanya saling pandang melihatnya.
“Kau kemana saja, aku rindu karena kita tidak bertemu sejak pagi” ucap Kibum sambil menyibakkan beberapa helai rambut Heerin ke belakang telinganya.
Heerin tersipu. “Aku juga mencari-carimu dari tadi”
“Jinjja? Kalau beitu kita sama” seru Kibum. Kyuhyun jengkel melihat pasangan itu memperlihatkan adegan tidak penting baginya.
“Ya! Kami disini bukan untuk menonton kalian mesra-mesraan” Protesnya.
“Kalau begitu aku pergi. Kita bertemu lagi di kelas, ok! Ayo Heerin.” Kibum menarik Heerin pergi.
Kyuhyun dan Siwon juga saling pandang keheranan.
“Aku masih tidak habis pikir, bagaimana bisa Kibum jatuh cinta pada yeoja ajaib begitu” ucap Siwon bingung
“Kalau sudah cinta lain urusannya” jawab Kyuhyun sambil lalu.
“Ah, sepertimu dan Jeyoung?”
“Benar sekali” Kyuhyun menjentikkan jarinya. Huh, jatuh cinta apa? Batin Kyu. Semua yang ia katakan sesungguhnya adalah kebohongan semata.

Siwon mengacak-acak rambut frustasi.
“Aduh, aku tidak mengerti!” umpatnya. Kyuhyun terkekeh puas.
“Hei, Siwon. Bukankah kau yang paling keren di antara kita, kenapa hanya kau saja yang jomblo. Kau juga cepatlah mencari pacar!”
“Ya! Aku tidak akan sembarangan cari pacar. Aku akan pacaran kalau aku yakin cewek itu yang bakal jadi istriku” bela Siwon.
“Araso”

__o0o__

Begitu sampai kelas, Kyuhyun dan Siwon kaget karena Donghae duduk di bangkunya dengan wajah murung.
“Kenapa lagi sih dia?” Kyuhyun bingung. Donghae makin menekuk wajahnya..
“Oh, aku tebak, gagal meerayu Raeseok lagi?” tebak Siwon.
Mendengar nama itu Donghae semakin terpuruk. Ia teringat kesalahan fatal yang ia lakukan dikelasnya tadi. Ia mengacak-acak rambutnya dengan gaya depresi.
“Aargh! Lee Donghae, apa yang kau lakukan!!” geramnya pada diri sendiri.
Siwon dan Kyuhyun mendekat. Siwon duduk di samping Donghae dan Kyuhyun duduk di hadapannya.
“Sekarang kenapa? Dia mengacuhkanmu?” tanya Kyuhyun acuh tak acuh
Donghae menggeleng lemah.
“Dia meninggalkanmu?” tanya Siwon.
Donghae menggeleng lagi.
“lalu apa?!” tanya Kyuwon bersamaan.

Donghae menoleh dangan expresi mengenaskan. Kyuhyun dan Siwon sampai merinding
“Aku mencium Raeseok” ucapnya putus asa.
“HEE!!” KyuWon berteriak lebay. Sesaat kemudian mereka tersenyum girang.
“Chukkae, akhirnya kau berani juga!” seru Siwon sambil menepuk pundak Donghae.
“Terus kenapa kau sedih begitu?” Kyuhyun bingung. Bukankah seharusnya ia bahagia?
“Aku takut dia marah padaku. Kyu, Siwon, eotteokajyo..” Donghae frustasi.

Kedua orang itu menghela napas. Dasar, Donghae memang namja yang kelewat polos.
“Tidak akan marah. Aku yakin Raeseok tidak akan bisa melupakan ciuman hari ini” hibur Siwon
“Benar. Luluhnya Raeseok tinggal menunggu waktu” timpal Kyuhyun.
“Tapi.. Hue..” Donghae bersedih lebay sambil merangkul Siwon.
“ah, kalau sudah begini aku malas” Kyuhyun bangkit dan duduk di kursinya sendiri.
“Omo, Kyu, bantu aku!” seru Siwon yang tak bisa bergerak karena Donghae merangkulnya.

__o0o__

Pulangnya…
“Kamu ada tugas? Araso. Jangan pulang terlalu malam!” kata Kyuhyun sambil menempelkan ponsel di telinga. Ia sedang berbicara dengan Jeyoung, istrinya.
Setelah menutup telepon, dia tanpa sengaja berpapasan dengan Nichan.
“Nichan” sapa Kyuhyun langsung. Nichan menoleh. Kyuhyun mendekat, meskipun hanya beberapa langkah dari hadapan Nichan. Ia sempat ragu sebelum bertanya.
“Ada yang ingin kutanyakan” akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk tetap melanjutkan niatnya.
“apa?” tanya Nichan dengan ekspresi biasa saja. Tak ada raut penasaran sedikitpun.

“Apa kamu benar-benar hanya menganggapku sebagai sahabat?”
Eh? Nichan terdiam. Pertanyaan Kyuhyun membuatnya terpaku untuk beberapa saat. Namun ia berusaha menepisnya dengan tersenyum sewajar-wajarnya.
“Iya. Kau sama seperti Siwon, Eunhyuk, Kibum, dan Donghae” jawabnya santai.
Kali ini giliran Kyuhyun yang terdiam mendengar jawaban Nichan. Rupanya masih sama seperti dulu.
Kyuhyun tidak berkomentar dan hanya diam selama beberapa detik. Setelah mengerti, ia mengangguk pelan. Rasa kecewa itu tetap ada. “Aku kira, kau juga.. Kau tau kan bagaimana perasaanku padamu? Kamu tahu Nichan, kamu itu cinta pertamaku”

deg~ Nichan berdebar-debar. Tanpa Kyuhyun sadari, sebenarnya ada sakit hati yang dirasakannya tiap kali Kyuhyun mengatakan kata ‘cinta’ untuknya.
“Aku tidak percaya pada cinta seperti itu. Semuanya terasa semu” tegas Nichan dengan ekspresi datar.
Kyuhyun terpaku. Kata-kata yang sama seperti yang diucapkan Jeyoung.
“Apa kamu yakin dengan perasaanmu? Apa kamu yakin kamu suka padaku?” tanya Nichan memastikan. Kyuhyun menjawab dengan cepat karena ia yakin dengan perasaannya sendiri.
“Tentu. Kamu temanku sejak kecil. Aku menyukaimu sejak dulu.”

Nichan terdiam lagi. Ia tahu itu. Sangat tahu.

Sebenarnya Nichan pun mempunyai perasaan yang sama terhadap Kyuhyun. Hanya saja, ada 1 hal yang membuatnya tidak yakin.
“Jawabanku tetap sama seperti 2 tahun yang lalu. Kita tetap sahabat” tegas Nichan pada akhirnya.
Kyuhyun merasa hatinya begitu sakit mendengar penegasan itu.
“Geurae, kau hanya menganggapku teman biasa. Iya kan?”

Nichan menunduk menahan air mata.
“Ne” perlahan airmatanya jatuh. Aku juga menyukaimu Kyuhyun. Tapi kamu sudah membuatku sakit atas ungkapanmu. Batin Nichan.

Kesunyian sempat melanda selama beberapa saat. Kyuhyun dengan wajah tersiksa mencoba untuk mengatakan sesuatu yang mungkin akan membuat Nichan terbelalak kaget.
“Kau tahu alasan sebenarnya aku menikah?”
Nichan mengangkat kepalanya.
“Karena aku ingin membuatmu menyesal sudah menolakku. Aku ingin tahu reaksimu ketika tahu aku sudah jadi milik orang lain. Dan aku ingin memastikn apa kau juga menyukaiku. Tapi setelah melihat expresimu kemarin saat pernikahanku, aku sadar. Kau tidak menyukaiku.”
Nichan bungkam. Mulutnya tidak sanggup berbicara apapun. Rasanya sangat menyesakkan dada.
“Baik, kalau kau sudah mengerti” Nichan melesat pergi dari hadapan Kyuhyun. Tanpa diketahui oleh namja itu, Nichan menangis seorang diri..

Hujan turun dengan lebat. Kyuhyun belum beranjak dari tempatnya berdiri. Ia membiarkan dirinya tersiram hujan.

__o0o__

Sorenya, di rumah.
Jeyoung baru sampai. Ia heran karena rumah gelap, lampunya belum dinyalakan. Apa Kyuhyun belum pulang? Pikir Jeyoung.
“Kyu..” panggil Jeyoung. Hening. Tidak ada yang menjawab. Kyuhyun benar-benar belum pulang. Ia menyalakan lampu. Suasana yang gelap menjadi terang benderang seketika. Saat masuk ruang tengah, ia melihat Kyuhyun ada di sana. Duduk di sofa, ia tampak termenung.
“Ternyata kau sudah pulang. Kenapa tidak jawab?” ucap Jeyoung sehalus mungkin. Kyuhyun masih diam. Ia baru menyadari kalau baju yang dikenakan Kyuhyun basah. Rambutnya juga.
“Oh, bajumu basah. Kau kehujanan ya” ucap Je Young lagi. sebenarnya ia ingin membuat Kyuhyun bereaksi. Tidak termenung dengan wajah mendung begitu.

“Ternyata cinta itu menyakitkan. Jika tahu dari awal, aku lebih baik tidak jatuh cinta sama sekali” ucap Kyuhyun masih dengan ekspresi sama. Sorot matanya tampak sangat menderita.
Mata Jeyoung melebar. Ada apa ini? Pasti sudah terjadi sesuatu.
Jeyoung tersenyum tipis. Hanya satu orang di dunia ini yang bisa membuat Kyuhyun sesedih itu dalam hal cinta.
“Hebat juga Nichan. Bisa membuatmu seperti ini. Apa rasa sukamu padanya sebesar itu ya?” kata Jeyoung dengan suara dibuat senormal mungkin. Padahal hatinya tidak. Berbagai perasaan berkecamuk secara bersamaan menjadi satu. Dadanya semakin sesak dan perih.
Kyuhyun menatap Jeyoung dingin, membuat hati kecil gadis itu terasa seperti dicabik-cabik oleh belati yang tajam.
Jeyoung memalingkan pandangan. “Araseo! Kau tidak ingin diganggu kan? Aku hanya mencoba menghiburmu”

Jeyoung membalikkan badan dengan wajah sedih. Napasnya terasa sesak. Baru beberapa langkah Jeyoung berjalan, mendadak Kyuhyun memeluknya dari belakang. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Jeyoung. Membuatnya tidak bisa bergerak ataupun menolak tingkah Kyuhyun.
Untuk kesekian kalinya, jeyoung terpaku dan jantungnya berdegup kencang. Kyuhyun membuatnya gugup dan tidak bisa bergerak lagi. Namun yang lebih membuatnya kaget karena sekarang Kyuhyun menangis di pundaknya.
Dadanya terasa makin perih dan sesak saat tetesan airmata Kyuhyun menyentuh kulit bahunya. Kyuhyun, kumohon jangan menangis. Batin Young.
“Kyu..” lirih Jeyoung pelan. Kyuhyun sedikit bereaksi namun tetap membenamkan kepalanya di pundak Jeyoung.
“Dingin..” lanjut jeyoung polos.

Eh?! Mendengar itu Kyuhyun langsung mengangkat kepalanya. Ia melihat baju Jeyoung mulai basah karena ia memeluknya dalam keadaan basah.
“Mian” ucap Kyuhyun salting sambil melepas pelukannya.
jeyoung membalikkan badannya menghadap Kyuhyun. Ia tersenyum sekilas sambil menghapus airmata di pipi Kyuhyun dengan jemarinya.
“Jangan menangis. Ini bukan gayamu”
Kyuhyun tidak menjawab, ia menatap Jeyoung dgn tulus. Jeyoung kemudian melingkarkan tangannya ke leher Kyuhyun dan mendekapnya hangat. Kyu terperangah.
“Jangan salah paham, aku sering melakukan ini saat Minwoo sedih. Tapi aku tidak tahu ini mempan padamu atau tidak”
Kyuhyun tersenyum tipis dan balas memeluk tubuh Jeyoung yang hangat. Perasaannya begitu ringan sekarang, setelah Jeyoung memeluknya seperti ini.
“Gomawo, sepertinya ini juga mempan padaku” bisik Kyuhyun. Matanya terpejam menikmati kehangatan itu. Untuk beberapa saat mereka tenggelam dalam suasana itu.
“tapi..”
“kenapa?” Kyuhyun tetap memeluknya saat mendengar gumaman Jeyoung.

“Minwoo kan tidak setinggi dirimu. Aku jadi pegal”
He!! Kyuhyun berhenti tersenyum lalu melepaskan pelukan Jeyoung. Dasar, ucapan Jeyoung tadi merusak moodnya saja.
“Kalau begitu tidak perlu peluk segala!” ucapnya setengah berteriak. Kyuhyun pergi dengan wajah kesal.
“Kyu..” panggil jeyoung. Kyuhyun menengok.
“Patah hati itu memang menyakitkan. Tapi, jatuh cinta jauh lebih menyenangkan” ucap Jeyoung dengan wajah berseri. Kyuhyun terpana sesaat.
“Cinta itu tidak pernah membuatmu terluka. Karena cinta adalah keikhlasan. Jika kau merasa sakit, maka yang kau rasakan itu bukan cinta” lanjut Jeyoung. Setelah mengatakanya, ia pergi.
Kyuhyun belum bergerak. Ia sedang mencerna kata-kata jeyoung. Sesaat kemudian, setelah ia paham sepenuhnya, ia tersenyum.
“Park Jeyoung, sepertinya kau membuatku tidak menyesal telah menikahimu” ucap Kyuhyun pelan.

__o0o__

Malamnya..
Makan malam sudah siap. Jeyoung berjalan menuju kamar karena sedari tadi Kyuhyun tidak keluar. Ia membuka pintu kamar pelan-pelan. Ia mengintip sebentar seblum masuk. Di dalam sana, terlihat Kyuhyun tengah terbaring di tempat tidur sambil memejamkn mata. Tertidur.
“Sepertinya dia kelelahan” gumamnya. Karena tidak tega, jeyoung membiarkan Kyuhyun tidur. Ia menarik selimut dan menyelubungi seluruh badan suaminya dengan selimut.
“Emmh” Jeyoung menoleh karena mendengar Kyuhyun mengigau. Kyuhyun tetap memejamkan mata, namun dia tmpak pucat dan keningnya penuh dengan keringat. Mata Jeyoung membulat kaget, jangan-jangan,..

“Ah, panas! Kyu, kamu sakit” pekik Jeyoung panik setelah memeriksa suhu tubuh Kyuhyun.
“Aduh, pasti gara-gara tadi kehujanan,.” Jeyoung bergegas mengambil kompresan di dapur. Kemudian kembali lagi ke kamar dengan mmbawa handuk kecil untuk mengompres dan sewadah air dingin.
Perasaannya tidak tenang. Ia cemas. Jeyoung merawat Kyuhyun dengan hati-hati serta penuh perhatian.
“Kau harus cepat sembuh. Aku tidak tega melihat kau seperti ini” lirihnya sambil menyeka keringat di wajah Kyuhyun.
“Emmh..” Kyuhyun bergumam lagi. Sekarang ia sudah terbangun.
“Kyu,.” ujar Jeyoung lega.
Kyuhyun melirik Jeyoung dengan expresi lemah. Kepalanya terasa berdenyut-denyut dan tubuhnya panas.
“Ada apa denganku..” lirih Kyuhyun berusaha bangun. Jeyoung buru-buru mencegahnya.
“Jangan Kyu. Kau sedang sakit”
“Aku baik-baik saja” Kyuhyun menepis tangan Jeyoung yang berusaha membuatnya terbaring. Tapi badannya terlalu lemah dan ia merasa tidak bertenaga. Ia jatuh kmbali.
“Tuh kan. Kau masih lemah. Harus istirahat. Sekarang minum obat dulu” ucap Jeyoung sambil menyerahkan obat yang tadi sudah disiapkan.
“Youngie, aku tidak apa-apa” Kyuhyun tetap bersikeras.
“Tidak apa-apa bagaimana, badanmu panas dan wajahmu pucat. Sudah, minum obat dulu dan jangan membantah!” Jeyoung tetap bersikukuh.
Akhirnya Kyuhyun menyerah. Ia bangun sekuat tenaga, meminum obat itu, lalu kembali merebahkan diri.
“Karena sudah minum obat, Kau harus istirahat.” Ucap Jeyoung sambil membenarkan selimut dan bantal agar Kyuhyun bisa tidur dengan nyaman.
“Kau mau kemana?” tanya Kyuhyun ketika Jeyoung bangkit.
“Aku akan membuatkan bubur untukmu. Kau kan belum makan”
“Tidak usah. Aku tidak lapar. Kau disini saja. Temani aku” ucap Kyuhyun dengan suara lemah. Jeyoung tidak tega untuk menolak. Ia kembali duduk di tepi ranjang.
“Geurae. Aku tidak akan kemana-mana. Sekarang kau istirahat”

@@@

Semalaman Jeyoung terus menemani Kyuhyun sambil sesekali terbangun karena tiba-tiba namja itu mengigau tidak jelas.
Jeyoung terbangun lagi. Ia melirik jam di meja samping tempat tidur, pukul 02.00. lagi-lagi Kyuhyun mengigau. jeyoung memandangi Kyuhyun yang berkeringat. Ia menyekanya dengan handuk kecil perlahan. Kyuhyun terlihat gelisah. Sepertinya ia memimpikan sesuatu. Ia sempat bergumam tidak jelas.
“Apa yang kau mimpikan sampai mengigau begini?” gumam Jeyoung cemas.

Paginya..
Kyuhyun tampak lebih baik. Ia bisa bangun. Tapi Jeyoung belum mengizinkannya beranjak dari tempat tidurnya.
“Aku kan sudah sembuh Youngie” Kyuhyun berdebat dengan Jeyoung agar membiarkannya pergi ke kampus tapi Jeyoung melarangnya.
“Kondisimu belum sehat sepenuhnya. Kegiatan di kampus kan banyak dan bikin capek. Nanti kalau ada apa-apa gimana. Sekarang ayo makan buburnya dulu” Jeyoung tidak mau dengar alasan Kyuhyun lagi. Sekarang ia sedang memaksa Kyuhyun agar perutnya yang kosong terisi makanan.
“Aigoo, aku kira setelah menikah aku bisa terbebas. Ternyata istriku jauh lebih cerewet dari Umma” keluh Kyuhyun.
“Terserah. Sekarang ayo buka mulutmu” Jeyoung hendak menyuapinya lagi. Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan mata.
“Ya ampun, kau senang sekali memanjakan orang.”
“Aku sudah terbiasa. Minwoo juga sering kusuapi begini kalau sedang sakit”
Kyuhyun mendengus “Dongsaengmu itu pasti sangat manja.”
“Tidak apa-apa. Aku tidak keberatan” jawab Jeyoung sambil tersenyum. Akhirnya Kyuhyun makan sambil disuapi juga.
“Kamu biasa memanjakan adikmu, karena terbiasa tanpa sadar kamu jadi melakukannya juga padaku” ucap Kyuhyun setelah selesai makan.
Jeyoung berhenti membereskan peralatan makan “Iya juga ya” ia juga baru sadar sekarang.
Kyuhyun dibuat jengkel oleh jawaban Jeyoung.
“Ya! Jangan perlakukan aku seperti adikmu. Aku kan suamimu!” protesnya dengan nada setengah membentak. Jeyoung tertawa.
“Kenapa tertawa?” Kyu heran setengah mati. Apa tadi ucapannya itu terdengar lucu? Jeyoung mencubit pipi Kyuhyun pelan.
“Ternyata sifatmu juga sama seperti Minwoo, pantesan aku memperlakukan kamu seperti dia” ucapnya terus mencubit pipinya.
Kyuhyun makin jengkel, dia memegang tangan Jeyoung yang mencubit pipinya lalu menariknya mendekat. Jeyoung mengerjap kaget. Jaraknya dengan Kyuhyun sekarang terlampau dekat.
“Tapi aku bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan adikmu” bisiknya tepat di hadapan Jeyoung. Begitu dekat sampai gadis itu bisa merasakan hembusan nafasnya. Jeyoung gugup gaje lagi.
Tangan Kyuhyun kini menyentuh lehernya dan menarik wajah Jeyoung mendekati wajahnya. Jeyoung tidak bisa menghindar.

Rasanya seperti terbang ke langit yang ke 7. Jeyoung membiarkan Kyuhyun menciumnya dengan lembut. Ia menikmatinya. Tanpa sadar jeyoung pun membalas ciuman Kyuhyun. Semakin lama semakin dalam. Beberapa menit sampai tiba-tiba ia tersadar. Jeyoung segera melepaskan diri.
“Kyuhyun,.” Jeyoung langsung memegang kening suaminya.
“Suhu badanmu meninggi lagi!” seru Jeyoung panik. Kyuhyun memegang kepalanya. Memang terasa cenat cenut hingga membuat pandangannya berkunang-kunang.
“Ah, tidak apa-apa. Istirahat sebentar juga sembuh”
“Andwae, kau harus minum obat” Jeyoung bangkit, ia pergi mengambil kotak obat. Tapi sayang saat mengecek obatnya di sana, obat yang dicarinya habis.
“Aduh, gimana ini..?” Jeyoung kembali ka kamar. Ia meminta Kyuhyun beristirahat dulu. Ia merapatkan selimut agar Kyuhyun tidak kedinginan. Tak lupa juga ia meletakkan kompresan di kening Kyuhyun.
Setelah itu Jeyoung bergegas pergi ke apotik terdekat untuk membeli obat. Jika setelah minum obat nanti Kyuhyun belum sembuh juga, ia harus memanggil dokter.

Turun hujan yang sangat lebat saat Jeyoung dalam perjalanan pulang. Ia berlari cepat namun badannya tetap basah kuyup juga.
Begitu sampai di rumah, Jeyoung bergegas ke kamar untuk memberi obat pada Kyuhyun, tak peduli ia basah karena kehujanan. Ia duduk di tepi ranjang Kyuhyun dengan obat dan segelas air. Perlahan ia membantu Kyuhyun bangun.
“Kyu, ayo minum obat dulu”
Kyuhyun yang setengah sadar menurut saja. Ia minum obat dan segera tidur. Baru setelah itu Jeyoung bisa lega. Ia keluar membiarkan Kyuhyun beristirahat.
Ponselnya berdering saat Jeyoung sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.
“Yeobseo” Jeyoung menjawabnya sambil duduk di balik meja makan.
“Youngie, hari ini kamu kenapa tidak masuk” dari suaranya ia tahu kalay yang menelepon itu Eunri.
“Mianhae, hari ini Kyuhyun sakit. Aku harus merawatnya. Tapi tenang, aku sudah minta izin kok” jawabnya santai.
“Wah, kamu perhatian banget ya pada suamimu. Ah, aku jadi iri. Ya sudah aku tidak akan menganggu lagi. Semoga Kyuhyun cepat sembuh. Annyeong..”
“Annyeong..”
Setelah menutup telepon, Jeyoung memperhatikan sekitar tempatnya berada. Aish, apa yang harus ia lakukan selama menunggu Kyuhyun tidur? akhirnya ia memutuskan melakukan banyak kegiatan rumah, beres-beres, dan memasak. Begitu semua selesai, ia merasa sangat lelah dan tanpa di sadarinya, ia tertidur.

__0.0__

Kyuhyun merasa badannya ringan dan kepalanya tidak pusing lagi. Suhu tubuhnya pun sudah normal. Kyuhyun melirik ke luar jendela, tak disangka hari telah gelap.
Kemana Jeyoung? Itu yang terbesit di pikirnnya pertama kali. Ia bangkit lalu berjalan perlahan keluar kamar. Ia berjalan menuju dapur karena tenggoroknnya terasa kering. Ia haus.
Namun, ketika kakinya melewati ruang makan, ia menemukan jeyoung tertidur dengan kepala bersandar di meja makan. Ia mengerjap. Kenapa Jeyoung bisa tidur di sana? Tapi ia baru bisa paham penyebabnya setelah melihat rumah begitu rapi dan bersih. Juga terdapat makanan di atas meja yang ditutupi oleh tudung makanan.
‘dia membersihkan rumah sampai sebersih ini? Pasti lelah. Hmm.. istri yang baik’. Batinnya.

Wajah jeyoung begitu polos dan tanpa dosa saat sedang tidur. Kaki Kyuhyun bergerak menghampirinya tanpa ia sadari. Senyum tipisnya mengembang kala menatap wajah damai Jeyoung yang terbuat mimpi itu.
“Aku sudah sangat merepotkanmu hari ini. Mianhae” gumam Kyuhyun. Saat memperhatikan keadaan Jeyoung dengan seksama, Ia baru sadar kalau rambut Jeyoung basah, begitupun bajunya *Jeyoung gak sempet ganti baju saking sibuknya-_-*

Kyuhyun mengerjap, ia baru ingat. Ketika memberinya obat tadi Jeyoung dalam keadaan basah kuyup. Saat Jeyoung melakukannya, ia dalam keadaan setengah sadar sehingga ia tidak begitu memperhatikan. Ya ampun, apa yang dia lakukan? Membeli obat sambil hujan-hujanan? *bener banget!*
“Anak bodoh. Kalau nanti kamu sakit bagaimana!” gerutu Kyuhyun. Meskipun nada bicaranya terkesan sebal, tapi senyum itu tetap tersungging di bibirnya. Ia memegang kening Jeyoung untuk mengecek suhunya. Normal. Syukurlah.
Kyuhyun menggendong Jeyoung *Ala bridal* dan memindahkannya ke kamar dengan hati-hati. Agar dia tidak terbangun.

__o0o__

Esok harinya..

TING TONG

Suara bel pintu terdengar hingga membuat Jeyoung terbangun.
“Ah, siapa sih? Pagi-pagi begini” gumamnya masih setengah tersadar. Ia melihat jam sudah menunjukkan Pukul 09.00.
“Ha? Sudah jam segini!” serunya bergegas bangkit. Tapi sesaat sebelum berhambur ke kamar mandi, kemudian ia sadar, sekarang kan hari Minggu. Tidak ada kegiatan di kampus.

TING TONG!

Bel dibunyikan lagi. Jeyoung secepat mungkin membukakan pintu walau ia masih mengantuk.
“Yuhuu” teriak Raeseok dan Eunri saat Jeyoung membuka pintu.
“Oh kalian… Eh!! Kalian!!” Jeyoung memekik kaget begitu menyadarinya. “Darimana kalian tahu rumahku?” cecarnya panik.
“Kita tanya pada Ummanya Kyuhyun. Tadi kita ke rumah suamimu, tapi katanya kalian tinggal di rumah baru” jawab Raeseok.
“Ih, kamu jahat deh. Pindah rumah gak bilang-bilang.” lanjut Eunri memperlihatkan wajah kecewanya yang menurut Jeyoung sangat lucu. Ia menghela napas.
“Mianhae. Aku lupa. Hehe. Ayo masuk” Jeyoung membukakan pintu lebih lebar lagi agar teman-temannya bisa masuk.
“Wow, dalamnya lebih bagus ya. Diluar saja sudah sangat bagus.” ucap Raeseok kagum sambil matanya memindai setiap sudut rumah.
“Ah, enak punya suami orang kaya” Eunri ikut kagum. Jeyoung hanya tersenyum menanggapinya.
Eunri menghalihkan pandangannya dari ruangan itu lantas menatap Jeyoung “Btw Youngie, kamu memakai pakaian namja. Itu milik Kyuhyun ya?” tanya Eunri penasaran.
Eh?! Awalnya Jeyoung bingung. Namun secepat mungkin ia segera melihat dirinya sendiri. Ia terbelalak kaget + bingung.
“Aish, kenapa bertanya Eunri… tentu saja mereka pasti habis saling menghangatkan diri semalam..” goda Raeseok.
Jeyoung tidak menanggapi godaan Raeseok. Karena sekarang di otaknya berkelebat berbagai macam pertanyaan. Kenapa bajunya bisa berbeda dengan yang dipakai kemarin? Dan oh iya, ia juga baru sadar kalau ketika bangun tadi ia ada di kamar, bukankah ia tidur di ruang makan?
“Ah!” pekik Jeyoung baru sadar. Ia sekarang memakai kemeja tidur yang kebesaran.
Jangan-jangan Kyuhyun yang melakukannya! Ah tidak!!
Eunri dan Raeseok berpandangan heran melihat wajah panik sahabatnya.
“Waeyo?” tanya Eunri cemas. Jeyoung mengelengg-gelengkan kepalanya cepat.
“Aku ke dalam sebentar! Kalian duduk dulu saja. Anggap seperti rumah sendiri. Ok!” Jeyoung mengabaikan tatapan bingung teman-temannya dan memilih berlari ke dalam.

Jeyoung berpapasan dengan Kyuhyun yang baru turun dari lantai 2.
“Oh, kau sudah bangun” ucap Kyuhyun santai ketika mlihat Jeyoung. Berbeda sekali dengan eskpresi Jeyoung. Ia dalam keadaan panik luar biasa.
“Kyu, kamu yang mengganti bajuku semalam?” tanya Jeyoung cepat.
“Iya. Memang kenapa?” jawabnya polos.
“Nde!!” jawaban Kyuhyun membuat Jeyoung kaget setengah mati. “Kamu, berarti, lihat, tubuhku? Dalam keadaan polos?” tanya jeyoung tidak percaya. Suaranya pun bergetar. Kyuhyun mengangguk enteng.
“Terlihat begitu saja.”
Otak Jeyoung mendadak kosong. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana kejadian semalam. Kyuhyun kebingungn melihat gadis di hadapannya mematung. Syok berat.
“Tenang saja. Aku tidak melakukan apa-apa selain mengganti bajumu” jelas Kyuhyun panik. Sepertinya ia bisa menebak apa yang dipikirkan Jeyoung sekarang. Gadis itu mengangguk lemah.
“Arraso. Bukan masalah. Lagipula kita sudah suami-istri” jawab Jeyoung masih dengan pandangan kosong. Ia pergi dengan langkah gontai.

“Youngie, mianhae” Kyuhyun mengejar Jeyoung. “Aku benar-benar terpaksa. Aku khawatir dengan keadaanmu” Entah kenapa ia tidak mau Jeyoung sampai marah padanya atau benci. Dan yang utama ia tidak mau melihat Jeyoung berwajah sedih. Kyuhyun mengejar Jeyoung yang masuk kamar.
“Youngie, dengerkan aku” Kyuhyun memegang kedua pundak istrinya. Gadis itu masih tampak lesu.
“Aku melakukannya bukan sengaja. Tapi terpaksa. Aku tidak tega melihatmu tidur dengan baju basah. Aku tidak mau kau sakit”
Jeyoung belum menunjukkan reaksinya. Ia masih tampak berpikir
“Youngie, kau bersedia memaafkanku kan?” tanya Kyuhyun sambil mengangkat wajah Jeyoung. Akhirnya Jeyoung mengangguk. Kyuhyun merasa sangat lega. Tak pernah ia merasa selega ini sebelumnya.

“Aku janji aku tidak akan melakukan ini lagi tanpa persetujuan darimu” ucap Kyuhyun sungguh-sungguh. Tangannya terangkat seperti orang yang sedang mengucapkan ikrar. Itu Kyuhyun lakukan karena ia benar-benar tidak mau melihat Jeyoung sedih.
Melihat kesungguhan Kyuhyun, Jeyoung mengerjapkan matanya. Ia jadi merasa bersalah. Kenapa ia harus marah. Kyuhyun kan suaminya. Ia berhak melakukan apapun padanya. Dan sebagai istri, ia tidak seharusnya marah seperti ini.
“Tidak apa-apa. Aku paham. Aku juga tidak seharusnya marah. Terima kasih sudah mencemaskanku” balas Jeyoung. Suaranya terdengar normal. Ia sudah tidak marah lagi.
Kyuhyun mengangguk senang. Jeyoung menunduk, merasa bersalah.
“Dan Mianhae. Sebagai suami, harusnya kau bisa melakukan lebih dari yang kau lakukan semalam. Tapi, aku..” Jeyoung sedih sekali, sampai matanya panas dan ia meneteskn air mata.
“Aku bukan istri yang baik” desisnya dengan suara tercekat.

Ah! Bagaimana ini? Jeyoung menangis. Ada rasa menyesal bangkit dari dalam diri Kyuhyun.
“Geurae, tidak masalah. Sudah, kau jangan menangis” Kyuhyun memeluk Jeyoung agar dia tenang. tangannya bergerak mengusap punggung Jeyoung dengan harapan ia bisa tenang.
“Siapa bilang kau bukan istri yang baik. Kemarin seharian kam]u sudah merawatku dengan penuh perhatian. Kau juga memanjakanku dan mengurusku dengan baik. Aku tidak menuntut apa-apa lagi. Soal yang lain, aku tidak akan memaksamu kalau kau tidak mau” Hibur Kyuhyun menenangkan.

to be continued…

100 thoughts on “Cherry Blossom (Part 4)

  1. Aku curiga , kayaknya ada yang disembunyi sembunyiin deh sama nichan..
    Wuaaa~ ada kemajuan nih si kyu ama jeyoung.. Semoga aja lama kelamaan kyu mulai ada rasa deh ama jeyoung^^.. Next:)

  2. Asiik dah yg abiss demam langsung swet swettan..

    Untung aja jeyoung gga ikutan demam gegara abis kisseu..

  3. Ini kyuhyun kayaknya makhluk paling merasa innocent sedunia yak-_-
    Jeyoung udh panik dia malah jawab dengam innocent face nya,ga ngebayangin gmn kocaknya…wakkakaa><

  4. Ya ampun je young sama kyuhyun makin perhatian satu sama lain nih, kayaknya mulai ada tanda-tanda nih hahaha….😀
    Ngomong-ngomong kenapa raeseok sama eunri ngomongnya jadi lebay ya….??? -_-

  5. sbnrny apa alasan nichan nolak kyuhyun y..katany dia suka jg sama kyuhyun..tp gpp dh kn kyuhyun udh ada je young..kayany dia mulai suka je young..

  6. ini ff bru2 debutnya author ya,🙂 penggunaan katanya masih berantakan,kkk~ beda bgt ama ff yg bru2 publis dan masih berjalan,ck~ tpi ceritanya tetep aja gak berubah.daebaak! smua

  7. Ah kyu sweet juga yah tinggal jujur sama perasaan masing2, dan please lupain nichan dong kyu kasihan jeyoung kalian juga udah sering kiss hehe🙂 je young telaten ngurusin kyu kkk😀

  8. Jiaahh, kyuhyun udah mulai jadi suami idaman (?) pertahankan kyu jangan ngelirik nichan ada je young di sampingmu.
    Sweet dah part ini, romance-romance nya ringan tpi bikin jantung dag dig dug serr..
    Cus ah ke part selanjutnya^^

  9. Tuh kaaannn… Makin curiga kalau first love nya kyu bukan nichan. Tapi jeyeong…
    Nichan suka kyu,tapi untung dia gk secara blak-blakan ngomongnya.
    Dan kyu, udah punya istri masih aja suka cewek lain huh!! Kan kasian jeyeong nyaaaaaa…

  10. Nichan knapa? Klo dia suka sama kyu knapa dia gak nerima aja?
    Kyknya kyu sama jeyoung udh sling suka yaa..
    Maaf bgt ya thor baru comment di part 4😂

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s