After Wedding Story [Honey Moon] Part 4

Tittle : After Wedding Story [Honey Moon] Part 4
Sequel of : Would You Marry Me?
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance-Comedy, Married Life

Main Cast :

  • Shin Na Ra a.k.a Aira
  • Cho Kyuhyun Super Junior

Ada yang masih betah baca FF gaje ini? *gak ada*
Tanpa bergaje ria, lebih baik check this out aja

Warning : Typo bertebaran

After Wedding Story Honey Moon by DhaKhanzaki1

——-o0o——-

Part 4
Begitu bisa berdiri dengan tegap dibantu oleh Kyuhyun, Aira baru sadar kalau hak sepatu bootnya patah.
“Aish, bagaimana aku bisa jalan kalau begini jadinya!” keluh Aira pada diri sendiri. Kyuhyun menuntun Aira duduk di bangku yang ada di depan sebuah toko.
“Tidak ada yang terluka kan?” Kyuhyun mengamati Aira dari ujung rambut sampai kaki. Aira menggeleng.
“Tidak ada. Hanya hak sepatuku saja yang patah”
Kyuhyun menoleh kiri kanan mencari sesuatu dan dia menemukan satu toko sepatu di ujung sana.
“Kita beli yang baru saja. Kajja!” usul Kyuhyun. Aira melepas sepatu bootnya dan berjalan dengan kaki telanjang. Kyuhyun menghentikan langkahnya melihat Aira lagi-lagi bertingkah aneh.
“Kenapa dilepas? Pakai lagi!”
“Shireo! Jalanku akan tampak aneh nanti. Daripada di tertawakan orang lebih baik begini!”
Yah, jaraknya juga tidak jauh sih. Kyuhyun memutuskan untuk tidak berdebat lagi. Karena tahu Aira itu pendebat tangguh yang terkadang menyulitkan.

—o0o—-

“Oppa, berapa kali kubilang aku tidak suka high heels!” keluh Aira ketika Kyuhyun menunjukkan sepasang High heels yang haknya setinggi 5 cm.
Kyuhyun mendengus sebal. “Kalau ini?” ia menunjukkan stileto cantik berwarna putih.
Aira menggeleng cepat sambil meringis.
“Modelnya ‘out of date'”
Kyuhyun lama-lama jengkel setelah menunjukkan banyak sepatu Aira tidak kunjung menemukan sepatu yang cocok baginya.
“Sneaker saja Oppa, tuh seperti yang JB selalu pakai” Aira menunjuk pada deretan high sneaker yang dipopulerkan oleh Artis-artis hollywood.
Kyuhyun menggeleng “Yeoja harus pakai sepatu yeoja. Bukan sneaker seperti itu! Pakai ini atau tidak sama sekali!”
Kyuhyun memakaikan wedges berwarna coklat muda ke kaki Aira dan ia tersenyum puas karena wedges itu cocok sekali dipakai olehnya.
“Oppa..” omelan Aira tidak dipedulikan Kyuhyun. Ia menuju kasir untuk membayar sepatunya.

Wedges ini tidak buruk. Pikir Aira. Ia menatap suaminya yang sedang menggandeng tangannya, berjalan kembali menelusuri trotoar untuk mencari restoran yang pas.
“Aku takjub,” gumam Kyuhyun. Membuat Aira tersentak dari lamunannya.
“Apa?”
“Di sini tidak ada yang mengenaliku. Aku jadi bisa berjalan-jalan dengan tenang tanpa takut dikejar fans ataupun paparazzi”

Aira tertawa dibuatnya. Kyuhyun menoleh, alisnya bertautan tanda ia kebingungan.
“Waeyo? Ada yang salah dengan ucapanku?”
Aira mengibaskan tangan ringan, “Tidak, aku hanya hampir lupa kalau Oppa itu Penyanyi terkenal…di Korea”

Kyuhyun memberengut kesal. Ia serasa disindir kalau dirinya tidak seterkenal Justin Bieber sampai seluruh dunia mengenal nama dan wajahnya.
“Ah, sudah! Jangan membuat moodku buruk lagi Ai-chan, atau kau mau aku menciummu seperti tadi pagi? Yah, aku tidak peduli walaupun banyak orang di sini. Toh, TIDAK ADA YANG MENGENALKU!!” Kyuhyun sedikit menekankan nada bicaranya di akhir kalimat.
Bulu kuduk Aira kembali meremang. Wajah kejam suaminya ternyata jauh lebih menakutkan daripada aura membunuh milik Voldemort.
“Andwae, jangan nekat Oppa.. Meskipun di sini sudah biasa ‘kissing’ di tempat umum, tapi ingat kalau kita ini orang ‘timur’ dan di sana hal biasa seperti tadi adalah sesuatu yang menghebohkan!” ujar Aira panjang lebar, takut menjalari urat nadinya. Ia tahu Kyuhyun manusia yang nekat dan tidak tahu malu. Seperti pagi tadi. Seenaknya saja dia menciumnya di tempat umum hanya karena moodnya buruk?? Oh God, suaminya makhluk gila!

Akhirnya mereka memutuskan makan di restoran yang menyajikan makanan khas Amerika. Sebenarnya Aira ingin makan rendang, tapi mana ada di kota seperti Los Angeles.
“Wow, kau lapar, Nyonya Cho?” tanya Kyuhyun takjub melihat Aira melahap steaknya tuntas tanpa sisa. Aira mengangguk.
“Oppa tahu kan selera makanku besar?”
“Ne. Tentu aku tahu” Kyuhyun mengusap kepala Aira sebentar sebelum ia sendiri menghabiskan makanannya.
“Aku yakin Ryeowook Hyung pasti senang melihat cara makanmu yang ajaib itu. Kau tahu, dia senang sekali membuatkan makanan untuk member Suju” jelas Kyuhyun di sela makannya. Sementara Aira sudah selesai makan.
“Jinjja? Kalau begitu sesekali aku harus mencoba masakannya. Kau tahu Oppa, aku suka sekali namja manis yang pandai memasak”
Kyuhyun berhenti mengunyah dan menatap Aira. Ia merasa tersinggung. Ia kan tidak bisa memasak. Membuat ramyun saja tidak bisa.

“Kenapa wajahmu seperti itu Oppa? Aku mungkin akan mati jika tatapanmu bisa membunuh orang” komentar Aira melihat wajah Kyuhyun sangat menyeramkan. Dari tatapannya jelas sekali ia tidak suka kalau Aira memuji namja di depannya.
Kyuhyun menggeleng cepat dan kembali menikmati makanannya. Ia harus sadar kalau Aira memang mudah akrab dengan namja manapun. Dan pujian-pujian yang dilontarkannya tidak bermaksud apa-apa.

“Ehem.. Mohon perhatiannya hadirin..” ucap seorang MC dari atas panggung. Semua tamu di restoran itu memusatkan perhatian ke arah panggung.
“Untuk memeriahkan suasana, kami ingin mengadakan sebuah game kecil. Yaitu makan es krim terbanyak dalam waktu 3 menit!!”
Pengunjung restoran bertepuk tangan meriah, malah Aira bersorak girang. Kyuhyun hanya bertepuk tangan. Itupun seadanya.
“Dan hadiah bagi pemenangnya adalah ini dia.. Game ‘XXX’ keluaran terbaru dan limited edition! Game ini habis terjual dalam tempo beberapa jam setelah perilisannya!”
Kyuhyun dan Aira terbelalak takjub. Itu kan game yang tadi diincar Kyuhyun tapi tidak dapat karena sudah habis terjual.
“Oppa, game itu!!” seru Aira. Kyuhyun mengangguk cepat. Matanya berbinar.

“Siapa yg bersedia mengikuti game ini..!.?” seru MC.
“Aku! Aku!” sorak sorai penonton riuh rendah. Rupanya banyak yang ingin ikut permainan ini. Hadiahnya menarik sih.
“AKU!” teriak Aira sambil berdiri dengan tangan terangkat tinggi. Kyuhyun kaget. Aira ingin ikut serta? Padahal tadi ia baru akan mengacungkan tangannya.
“Hoho, rupanya nona yang di sana juga ingin ikut. Baiklah, kau bisa jadi salah satu peserta.” komentar MC.

“Ai-chan, jangan!” cegah Kyuhyun ketika Aira akan maju. Aira tersenyum seraya menurunkan tangan Kyuhyun yang menahan bahunya.
“Gwaenchana. Aku suka es krim Oppa. Jadi jangan berpikir aku ikut untuk memenangkan game itu”
Kyuhyun tahu Aira berbohong. Tapi dia tidak mengatakan apapun dan membiarkan Aira pergi. Sementara dirinya, hanya menatap Aira dari tempat duduknya.

Aira menelan ludah. Karena yang menjadi lawannya namja berbadan gemuk yang tampak rakus. Eotteohke!!
Tidak hanya namja gemuk itu, ada juga peserta berotot besar dan bisa saja menghabiskan eskrim hanya sekali suap(?) lalu peserta berbadan kurus yang sepertinya sudah sangat kelaparan. Dan ibu-ibu biasa. Tapi Aira tidak bisa meremehkan semua lawannya. Ia bisa saja tersingkir dengan mudah.

Kyuhyun menegang. Berkali-kali ia menggerakkan kakinya karena takut terjadi apa-apa pada Aira. ‘Ayolah Kyuhyun, itu hanya perlombaan makan es krim. Bukan bertempur di medan perang!’ Hiburnya dalam hati.

“Peserta siap di posisi” ucap MC memberi aba-aba. Aira duduk di balik meja yang sudah di siapkan bersama peserta lain. Di hadapannya sekarang ada 10 porsi besar es krim berbagai rasa yang terlihat sangat lezat. Aira tersenyum. Kelihatannya enak.. Batin Aira.

Penonton sama tegangnya dengan peserta. Terlebih Kyuhyun.
“Ai-chan, jangan memaksakan diri” Kyuhyun komat kamit sendiri.

MC bersiap memberi aba-aba. Aira mulai mencengkram sendok dan menatap tajam es krim di depannya. Aku harus menang! Tekadnya kuat.
“Oke.. GAME START!” Teriak MC.
Peserta lomba segera bergerak melahap es krim dengan lihai dan tangkas. Aira juga. Ia langsung menyuapkan satu sendok besar sekaligus dengan cepat menelannya.

Kyuhyun melongo. Ia tahu Aira memang porsi makannya besar. Tapi ia tidak tahu Aira mampu menghabiskan dua porsi es krim dengan cepat. Aish, dia serius ingin menang rupanya..
Penonton bersorak menberikan dukungan pada setiap peserta. Sementara MC terus memperhatikan para peserta dengan takjub sambil memegang stopwatch.

Aira sudah menghabiskan gelas ke empatnya. Ia melirik peserta di sebelahnya. Omo, si namja rakus itu sudah sampai lima gelas! Dia tidak boleh kalah! Aira mempercepat gerakannya melahap es krim. Tak peduli otaknya mulai beku dan lidahnya mati rasa. Pokoknya harus menang!
Brugh!!
Penonton dikejutkan karena salah 1 peserta ada yang ambruk karena tidak kuat memakan es krim lagi. Kyuhyun semakin panik. Ia takut Aira akan ambruk juga. Tapi bukan Aira jika tidak berjuang sampai titik darah penghabisan. Ia terus berjuang sampai akhirnya….
“STOP! Time up!”
Teriak MC mengacungkan stopwatch yang dipegangnya tinggi-tinggi.

Aira langsung lemas di tempat duduknya. Kyuhyun segera bangkit menghampiri Aira.
“Are you okay?” tanya Kyuhyun super khawatir. Ia memegang kening Aira. Nafasnya menghembus lega. Syukurlah istrinya tidak apa-apa.

MC mulai menghitung berapa gelas es krim yang dihabiskan peserta. Kyuhyun sudah tidak peduli lagi dengan hasilnya. Ia menarik kembali ke tempat duduk mereka.

“And The Winner is, Ms. Cho!” teriak MC kencang lewat mike. Eh.. Kyuhyun dan Aira berpandangan sesaat. Mimik keduanya sama-sama tercengang. Lalu dengan gerakan serempak kembali menatap ke arah MC. Seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
“Okeh, mana nona yang tadi ikut serta”

Aira mengguncang lengan Kyuhyun “Oppa, aku menang! Aku menang!”
Kyuhyun mengangguk cepat. “Iya!”
“Yeah!!” Aira melompat senang dan segera berlari ke arah MC.

“Yeah, Oppa, I win!!” teriak Aira dari depan sana seraya mengacungkan game yang baru saja didapatkannya tinggi-tinggi. Kyuhyun tersenyum. Dalam hati ia merasa sangat bangga dengan prestasi istrinya itu.
“Hoho, nona kau tampak bersemangat. Apa pria di sana itu pacarmu?”
Aira menggeleng. “Dia suamiku”

Penonton bertepuk tangan. Aira kembali ke hadapan Kyuhyun dengan wajah berbinar. Kyuhyun membalas senyuman Aira dengan senyuman terbaik miliknya.
“Kau hebat” Kyuhyun mengusap kepala Aira.
“Nih. Untukmu Oppa..” Aira menyerahkan game di tangannya pada Kyuhyun.
“Gomawo” Kyuhyun mengambilnya. Aira duduk kembali di tempatnya. Kyuhyun mengamati game di tangannya. Dia juga jadi ingin melakukan sesuatu.

Kyuhyun duduk di hadapan Aira, menatap lekat-lekat wajah cantik istrinya.
“Wae? Apa ada sesuatu di wajahku?” Aira curiga begitu Kyuhyun tersenyum dan menatapnya dengan cara yang tidak biasa.
“Tidak. Memang aku tidak boleh memandangi istriku sendiri??”
Aira mendengus. “Mulai lagi menggombal”
Musik mengalun pelan. Mendengar hal itu, Kyuhyun jadi dapat ide.
“kenapa Oppa?” Aira kaget karena Kyuhyun mendadak bangun dari duduknya, berbisik pelan di telinganya.
“Duduk yang manis di sini Chagi. Aku akan bernyanyi untukmu”

—o0o—

*Aira POV*
Aku sungguh tidak menyangka suamiku akan bernyanyi. Benarkah? Kyuhyun Oppa berjalan menuju panggung. Di sana ada sekelompok band yang sedari tadi memainkan musik latar yang membuat suasana restoran ini jadi romantis.
Dari tempatku duduk bisa kulihat Kyuhyun berbisik sebentar dengan pemain band. Setelah itu ia duduk di kursi yang ada di tengah panggung dengan mike di tangannya.
“Ekhem.. I will sing a song now. Hope you like this.. Esspecially, em, this song for you, my charming wife..”
Aku tertawa pelan dengan ucapan Kyuhyun. Aku tahu bahasa Inggrisnya tidak terlalu bagus dan ia tampak gugup ketika mengatakannya.

Intro dari lagu yang akan dinyanyikan mulai mengalun. Tunggu! Aku kenal lagu ini.. Sangat kenal karena ini lagu favoritku!

_I always know you were the best
The coolest girl I know
So prettier than all the rest
The star of my show

So many time I wish
You’d be the one for me
But never know it’d get like this
Girl, what you do to me

You’re who I’m thinkin ‘of
Girl, you ain’t my runner up
And no matter what
You’re always number one

My prize possession, one and only
Adore you girl, I want you
The one I can’t live without
That’s you that’s you

You’re my special little lady
The one that makes me crazy
Of all the girls I’ve ever known
It’s you it’s you_
*Favorit Girl ~ Justin Bieber*

Tanpa kusadari airmataku menetes. Keluar dengan sendirinya dari sudut mataku. Great.. Semuanya sangat sempurna. Suaranya, cara menyanyikannya, semua berhasil menyentuh sudut terdalam hatiku. Bagaimana dia tahu kalau aku sangat berharap ada yang menyanyikan lagu itu untukku?
Pengunjung restoran yang lain bertepuk tangan meriah setelah Kyuhyun selesai menyanyi. Yah, mereka juga sependapat denganku. Bahwa penampilannya sangat mengagumkan.

“Bagaimana suaraku, Ms. Cho? Apa kau masih ingin bilang suaraku tidak seindah Yesung Hyung atau Justin Bieber?” sindirnya setelah ia tiba di hadapanku. Aku yang masih terlarut dalam pesonanya hanya termangu menatap wajah tampannya yang tersenyum. Oh dear, aku sungguh mencintainya. Tak ku sia-siakan waktu. Segera aku bangun lalu melingkarkan tanganku untuk memeluknya.
“Gomawo.. Tadi itu sangat mengagumkan” lirihku. Kepalaku ku sandarkan ke dadanya yang hangat. Bisa kurasakan debaran jantungnya yng cepat di telingaku. Perasaanku pun seperti ini. Pengunjung lain kembali bertepuk tangan menyaksikan adegan kami. Mereka seperti sedang menonton teater yang biasa dipertunjukkan di Broadway.

Eh, aku baru tersadar segera melepaskan pelukanku. Malunya.. Untung saja tidak ada yang mengenalku.
“Sebaiknya kita pergi Ai-chan..” Aku mengangguk. Baiklah, sudah tidak perlu berlama-lama lagi di sini.

Setelah itu kami berjalan-jalan berkeliling kota LA. Mengunjungi museum, objek wisata di sana, dan berfoto untuk kenang-kenangan. Hmm.. Hari yang sangat menyenangkan. Ketika kami kembali ke resort, hari sudah gelap.

—o0o—-

Akhirnya hari yang melelahkan berakhir juga. Aku meregangkan badanku sejenak.
“Ah, aku mau mandi. Capek” ujarku. Tak kupedulikan Kyuhyun yang tengah duduk di sofa. Segera aku pergi ke kamar mandi.

“Segarnya” Seusai mandi, rasanya seperti hidup kembali. Aku membongkar koper, mencari piyamaku. Tapi mana? Kok tidak ada? Bukankah sudah kumasukkan? Aku merinding. Yang kutemukan justru lingerie berwarna lavender dengan model ‘menantang’ dan berbahan tipis. Omo! Jika aku memakai ini bisa-nids malam ini aku tidak akan selamat dari namja evil itu.

Aku diam sejenak, berpikir. Tapi, bukankah itu ide bagus.. Hehe.. Boleh juga kan jika aku yang menggodanya duluan..? Aku menyeringai pelan. Daripada aku tidak memakai apapun, pakai ini saja.

—o0o—

Ke mana namja evil itu? Bukankah tadi ada di sini? Di ruang tengah, tempat terakhir kali kumelihatnya, dia tidak ada di sini.
“Yaak!! Aish!” teriakan Kyuhyun terdengar. Eh, jangan-jangan. Benar dugaanku. Namja ini memang sedang bermain game! Lihat saja. Matanya serius menatap layar tv sementara jari tangannya dengan lincah bergerak memencet tombol di stick game.
“Oppa, ini sudah malam. Kau memang tidak capek?” dasar setan game. Di manapun dan kapanpun selalu bermain game! Huh!
“Ah, ini sedang seru-serunya” jawabnya tanpa memandangku sedikitpun. Aish, tingkahnya sangat menyebalkan! Aku lupa kalau ia sudah bermain game, dunia dan seisinya sudah tidak penting lagi. Termasuk aku.
“Benar juga, istrimu sebenarnya game itu kan? Di sini aku hanya selingkuhanmu Oppa” sindirku. “Baik, bermainlah sepuasnya dengan istrimu dan biarkan selingkuhanmu tidur sendirian malam ini!!!” setelah mengatakannya dengan emosi memuncak, aku menghentakkan kakiku pergi dari ruang game.

—–o0o—–

*Kyuhyun POV*
Aku seakan tersadar dari duniaku saat kudengar suara derap kaki Aira yang menjauh. Gerakanku terhenti. Dan aku cepat menoleh ke arah Aira tadi berdiri. Omo, apa yang sudah kulakukan tadi.. Aish, Ai-chanku pasti sangat kesal sekarang! Lagipula siapa suruh jika sudah bermain game bisa menjelma jadi anak autis.

Apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun! Ayo cepat susul dia! Aku segera bangkit, dengan langkah cepat ku susul Aira ke kamar. Semoga dia ada di sana.
“Ai-chan..” aku melongok pelan ke dalam kamar. Dia tidak ada di sana. ke mana dia?
Aku masuk, kepalaku berputar ke sekiling kamar mencari sosok istriku tercinta. Ternyata aku menemukannya berdiri di balkon kamar yang menghadap ke laut. Apa dia tidak kedinginan? Angin malam ini kan lumayan kencang. Aku saja sampai kedinginan meski memakai baju lengan panjang dan celana panjang. Sementara Aira, dia hanya memakai kemeja putih yang kebesaran. Dia berdiri di dekat pagar dengan tangan memegang pagar dan tangan yang satunya… Memegang ponsel? Hei, dia sedang menelpon siapa? Malam-malam begini?

“Yew, Sam.. I know.. Hm? Oh..” tubuhku menegang. Walau aku tidak paham ucapannya, tapi kudengar dia menyebut nama Sam? Namja? Aira menelpon namja di waktu seperti ini? Apa ini karena dia kesal padaku!

“Ekhem..”
Dia menoleh dengan wajah cerah karena sepertinya orang di ujung sana membuatnya tersenyum. Tapi dia tidak mempedulikanku dan kembali berbicara di telepon. Dia benar-benar ingin balas dendam?

“Ai-chan..” panggilku ketika dia menyudahi pembicaraannya.
“Apa?” jawabnya datar. Aish, dia marah?
“Kau tidak kedinginan?” aku memutuskan bertanya hal-hal umum saja daripada bertanya hal yang bisa memperkeruh masalah meski aku ingin tahu siapa yang diteleponnya tadi.
“Tidak. Udaranya sejuk” masih terdengar datar di telingaku.
“Masa?” aku menyentuh pipinya. Dingin.
“Pipimu sudah sedingin ini! Ayo masuk!” aku menarik tangannya tapi Aira menepis segera. Eh, aku dibuat kaget. “Wae?”
“Tidak. Aku hanya senang di sini. Oppa, kau duluan masuk saja”

Baiklah, aku paham dia kesal. Ku hembuskan napas yang tadi sempat tertahan. Ku peluk tubuhnya dari belakang. Dia sempat bereaksi menolak. Hanya sesaat. Setelah itu ia kembali diam.
“Kau marah kan padaku? Mianhae..” ku sandarkan kepalaku ke pelipisnya dan tanganku bergerak menggenggam tangannya yang diletakkan di atas pagar.
“Ah, tidak apa-apa. Aku juga tidak marah kok” kudengar Aira mulai bersuara. Nada bicara sudah terdengar normal. Syukurlah.
“Oh ya? Lalu sekarang kenapa kau tidak mau menatapku? Aku tahu jika kau marah kau tidak mau menatapku”
“Sok tahu!” cibirnya. Aku tertawa pelan.
“Kalau tidak marah sekarang berbaliklah dan tatap suamimu ini” ucapku sambil melepaskannya.

Aira membalikkan badannya ke arahku. Ia menatapku. Yah, sorot matanya biasa saja.
“Tuh, sudah. Percaya kan aku tidak marah” Aku menggeleng cepat dan Aira mengerutkan kening.
“Wae? Apa harus kubuktikan?”
Aku mengangguk lalu menyeringai. “Cium aku. Jika kau memang sudah tidak marah lagi” aku ingin menggodanya.
Benar saja, pipinya yang putih bersemu kemerahan.
“Shireo!” tolaknya dengan wajah berpaling ke arah lain.
“Itu artinya kau masih belum memaafkanmu. Baiklah, kalau ini memang keinginanmu. Malam ini aku akan tidur bersama istriku. Bukan selingkuhanku!” aku sengaja membalikkan kalimatnya. Benar saja. Aira menggertakan rahangnya menahan marah. Kira-kira apa reaksi selanjutnya. Aku sudah tidak sabar.

Ia menghela napas, mendekatiku, berjinjit sedikit dan..chu~.. Dia mencium pipiku sekilas. Aku mengerjap. Ah, kenapa hanya di pipi?
“Sudah. Oppa percaya kan sekarang?” ucapnya datar, lalu berjalan pergi meninggalkanku. Eh, apa tadi? Dia seperti tidak ikhlas melakukannya.

To be continued..

32 thoughts on “After Wedding Story [Honey Moon] Part 4

  1. hahhahah si evil ini maniak game banget sampe2 istri diacuhkan.
    kan jadi marah jadinya ai chan. ayo kyuhyun cepat minta maaf pada aichan

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s