No Other (Part 4)

Tittle : No Other Part 4
Author : Dha Khanzaki a.k.a shin Je Young
Genre : School Life, Friendship, Family, Romance

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Kim Kibum
  • Lee Donghae
  • Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
  • Im Yoona
  • Hankyung
  • Choi Siwon
  • Choi Sooyoung
  • Kim Jong Woon a.k.a Yesung
  • Kim Ryeowook
  • Kim Heechul
  • Seo Joo Hyun a.k.a Seohyun
  • Leeteuk
  • Bae Suzy

Warning : typo bertebaran di setiap sudut, bahasa kamseupay

No Other by DhaKhanzaki

——–0.0——–

Besoknya,
Kaki Jiyeon sudah sedikit sembuh. Ajaib sekali. Ia bisa sekolah. Eomma, Appa dan kedua Oppanya juga tidak melarangnya sekolah. Tapi sebelum ke sekolah, ia mampir untuk melihat motor yang sedang di perbaiki di bengkel milik orangtuanya Donghae.
“Bagaimana, tidak ada yang rusak parah kan?” tanya Jiyeon. Donghae berdiri di sampingnya.
“Tidak. Hanya lampu depannya saja pecah” jawab montir yang memperbaikinya. Jiyeon dan Donghae mengangguk paham.
“Syukurlah” Jiyeon lega sekarang. Motor itu motor kesayangan Sungmin. Jiyeon tidak tega membuat oppanya sedih.

“Aku dengar dari Sungmin Hyung kakimu terluka. Kenapa mondar-mandir seperti ini? Kau
harusnya istirahat!” tegur Donghae. Jiyeon meliriknya tajam. “Apa kamu juga ingin menceramahiku? Tenang, aku baik-baik saja”
“Aku ini mencemaskanmu.” Ujarnya. Jiyeon ini tidak bisa melihat ekspresi cemasnya sekarang apa?
Jiyeon langsung memegang pundak Donghae dengan kedua tangannya.
“Gomawo atas perhatianmu, aku harap kamu bisa mendapatkan gadis yang baik juga”
Donghae mengerutkan kening bingung. “Hei, apa maksudmu?”
“Tenang, aku akan membantumu mendapatkan hati Yoona” ucap Jiyeon seraya mengacungkan jempolnya. Donghae terperanjat, cepat-cepat dia menepis tangan Jiyeon dari pundaknya.
“Kau bercanda? Memang apa hubungannya?”
Jiyeon berdecak “Kamu pikir aku tidak tahu. Hah, sikapmu pada Yoona itu mudah sekali
ditebak.” Ucapnya. Jiyeon lalu pergi. meninggalkan Donghae yang menatapnya dengan ekspresi bingung luar biasa.

@@@

*di sekolah*

“Aigoo,, Jiyeon. Memangnya kamu sudah sembuh?” seru Yoona ketika bertemu Jiyeon di depan gerbang.
“Tentu saja! Lihat, aku bisa berjalan normal” jawab Jiyeon enteng. Yoona geleng-geleng kepala. “Berarti kamu siap untuk tes menari nanti?”
“Tentu!” Jiyeon mengangkat jempolnya. Sesaat kemudian ia teringat sesuatu. “Oh iya, kamu tahu namja yang bernama kyuhyun tu kelas berapa?”
“Dia sekelas dengan Wookie. Kenapa memangnya?”
“Ini, aku mau mengembalikan ponselnya. Kemarin tidak sengaja tertinggal.” Jiyeon mengeluarkan ponsel Kyuhyun dari dalam saku jas seragamnya.
Yoona belum sempat menjawab karena Ryeowook datang menghampiri mereka.
“Pagi…” ucapnya dengan wajah cerah seperti biasa.
“Pagi..” balas Yoona.
“Wookie kebetulan sekali..” Jiyeon bermaksud mengatakan sesuatu ketika tiba-tiba suara klakson mobil mengejutkan mereka bertiga. Otomatis ketiga orang itu menoleh bersamaan.
“hei, kalian, bisa kan kalian tidak berdiri di tengah jalan” ucap Kyuhyun kesal. Mobilnya jadi tidak bisa lewat karena ada orang yang memblokir jalan. Sedetik kemudian raut wajahnya berubah terkejut saat melihat Jiyeon.
“Ah Kau?”
“Kau” Jiyeon pun ikut terkejut.
Kyuhyun malas berhadapan dengan Jiyeon, lantas ia kembali menjalankan mobilnya.
“Hoi kau, tunggu!!” Jiyeon ingin mengejar, tapi kakinya kan baru saja sembuh. Jadi niatnya ia batalkan. Sekarang perhatiannya teralih pada Ryeowook.
“Wookie, aku minta tolong padamu” ucap Jiyeon.
“Apa? Soal Hyung lagi?” goda Ryeowook. Sejauh ini Jiyeon selalu meminta bantuannya jika menyangkut masalah Heechul.
“Bukan!” Jiyeon diam. Ah, apa sebaiknya ia serahkan sendiri saja. Itu lebih terkesan sopan. Baiklah..”Tidak jadi deh.”

__o0o__

Waktu istrahat, Jiyeon menolak ketika diajak makan di kantin oleh Yoona. Alasannya karena ia ingin mencari Kyuhyun untuk mengembalikan ponselnya.
“Jiyeon!” panggil Siwon. Langkah gadis itu terhenti. Tubuhnya segera membalik bersamaan dengan sosok Siwon yang semakin dekat dengannya.
“Oppa.. Ada apa? Ah, mian. Kemarin aku telat menyerahkan CD-nya” Jiyeon menyesal. Siwon tidak terlihat marah. Malah raut wajahnya begitu khawatir.
“Kau tidak apa-apa kan? Aku dengar kemarin kau kecelakaan”
Jiyeon sempat takjub juga. Ternyata, Oppa kandungnya ini menaruh perhatian juga padanya. “aku baik-baik saja. Lihat” ia menunjukkan dirinya yang tampak segar bugar agar Siwon percaya.
“Kamu ini, membuatku cemas setengah mati”
“Maaf” Jiyeon bukannya merasa bersalah ia justru merasa sangat senang. Ternyata oppanya yang satu ini juga tidak kalah baik dengan Sungmin dan Eunhyuk. Saking terharunya tanpa sadar Jiyeon memeluk Siwon. Padahal di sana kan koridor yang tidak sepi.

“Huuu~” orang-orang langsung berseru melihat kejadian itu.
“Jiyeon, di sini banyak orang. Lepas!” ucap Siwon panik. Mengingat statusnya juga seorang publik figur. Jiyeon sadar, ia lekas melepaskan pelukannya.
“Mian” Jiyeon membungkuk meminta maaf lalu pergi sebelum ada fans Siwon yang membantainya.

Baru pergi beberapa langkah saja ia sudah kembali berhenti. Di hadapannya kini berdiri Kibum tengah menatapnya dengan pandangan datar.
“Emh, hai” Jiyeon salting sambil mengangkat tangannya. Kibum malah memalingkan pandangannya. Ioh, reaksi yang mneyebalkan!
Tanpa diduga dia berjalan melewati jiyeon tanpa berkata sepatah katapun.
“Yesung oppa, apa dia sudah lebih baik sekarang?” tanya Jiyeon. Kibum berhenti. Itu membuat Jiyeon lega, entah kenapa. Kibum membalikkan badan.
“Aku tidak akan bertanya kenapa kamu bisa mengetahuinya” ucapnya datar. Jiyeon mngerutkan kening.
“kau, marah padaku?” tanya Jiyeon heran.
“Ani” kibum hendak pergi. Tapi Jiyeon menghalanginya.
“lalu kenapa kau bersikap seolah-olah kita ini musuh? Setidaknya kita bisa berteman lagi kan, setelah.. Setelah..” Jiyeon tidak berani melanjutkan kalimatnya.
“Aku tidak akan pernah menjadikanmu temanku” jawab Kibum datar. Jiyeon terkejut.

“kenapa?”
“karena aku tidak akan jatuh cinta pada temanku!” setelah menjawabnya Kibum pergi. Jiyeon terpaku. Otaknya bekerja lambat siang itu.
“Apa maksudnya?” Jiyeon tidak mengerti sama sekali. 5 detik kemudian ia baru mengerti.
“ah!” tapi ketika berbalik sosok Kibum sudah menghilang. Loh, kemana anak itu?

—-o0o—-

Jiyeon mencari Kyuhyun, seperti yang dikatakan teman sekelasnya selalu berada di ruang praktek saat istirahat.
Beberapa langkah lagi menuju ruangan itu sudah terdengar dentingan alunan piano. Jiyeon membuka pintu sedikit dan mengintip.

_coz’ there’s something in the way.. You look at me.. It’s as if myheart knows.. You’re the missing piece.._

Kyuhyun duduk di balik grand piano menyanyikan lagu Christian Bautista diiringi permainan indah jari-jarinya diatas piano. Tidak hanya permainannya, namun, suara dan cara namja itu menyanyikannya pun mampu membuat Jiyeon terasa seperti terlempar ke dunia lain. Seolah dunia di sekitarnya memudar dan ia hanya melihat sosok Kyuhyun dengan jelas.

Lagi-lagi, dan lagi-lagi Jiyeon dibuat terhanyut. Ternyata benar, lagu yang didengarnya kemarin adalah lagu yang dinyanyikan oleh Kyuhyun sendiri.
Begitu nada berhenti Jiyeon merasa alam khayalnya hancur dan ia tersadar kembali. Segera saja ia menghampiri Kyuhyun sebelum dia menghilang lagi.
“Sedang latihan untuk tes nanti?” tanya Jiyeon polos. Mengingat ujian tes sebentar lagi.
“Ah, kau! Jangan membuatku kaget!” seru Kyuhyun kaget. Jiyeon muncul tiba-tiba sih.
“Aku tidak sedang latihan. Ini hanya keisenganku saja” elak Kyuhyun. ia menutup piano itu lalu bangkit.
“Tapi suaramu bagus” Jiyeon berkata jujur. Selama ini ia hanya mengakui suara Sungmin saja yang bagus. Jika ia memberikan satu jempol untuk Oppanya itu, maka ia memberikan 2 jempol untuk Kyuhyun
“Semua orang juga tahu” jawabnya pede seraya mengendikkan bahu. Ia melirik Jiyeon datar.
“Apa maumu? Kau bukan secara kebetulan kemari kan?”
Jiyeon menjentikkan jarinya “Binggo!! Nih” Jiyeon menyerahkan ponsel Kyuhyun. Tapi dia melengos pergi melewatinya. Jiyeon terpaku. Dia serasa jadi orang bodoh.
“Ya!” Seru Jiyeon jengkel.

“Aku hanya ingin mengembalikan ponselmu!” teriak Jiyeon sambil mengejarnya. Kyuhyun berhenti. Ekspresinya saat menatap Jiyeon tetap datar dan dingin.
“Ponsel itu untukmu saja. Aku sudah tidak suka” Kyuhyun pergi lagi.

Jiyeon kaget mendengarnya. “Mwo, tapi ini terlalu mahal, hei Kyu!” Jiyeon mengejarnya lagi sambil berteriak di koridor. Kyuhyun menghentikan langkahnya lagi. Teriakan Jiyeon benar-benar mengganggu dan membuatnya kesal.
“Siapa yang menyuruhmu memanggil Kyu, HAH? Jangan sok akrab, ok!” Kyuhyun memasang tampang evilnya.
“Tapi, semalam…” ucapan Jiyeon terpotong karena tiba-tiba Heechul datang memanggil. Ah, Itu pangeran berkuda putihnya. Bagaimana ini.

Jiyeon jadi gugup sendiri melihat Heechul berjalan menghampiri Kyuhyun. tampangnya kesal seperti singa kelaparan dan gagal mendapan santapan makan malamnya.
“Dasar bocah tengik! Aku bilang datang ke tempat latihan jam 10. Kau malah berkeliaran di sini” ucapnya sambil berkacak pinggang. Weish! Jiyeon terbelalak. Ia kan belum bilang pada Kyuhyun tentang itu.
“Hyung, memangnya kapan kau bilang?” Kyuhyun bertanya dengan wajah innocent. Heechul menarik napas kesal.
“tadi malam!” tegasnya penuh penekanan. Ada apa ini? Apa Kyuhyun amnesia. Baru saja semalam ia menelepon dan namja ini sudah lupa?

Kyuhyun bingung, seingatnya tidak ada yang menelepon semalam “tadi ma–” Kyuhyun berhenti karena ia baru ingat sesuatu. Ia menoleh pada Jiyeon yang memegang ponselnya semalam.
Gadis itu tersenyum serba selah dan mengangkat ponselnya sambil memberitahu dengan bahasa isyarat bahwa Heechul memang menelepon semalam. Ia mengangguk paham.
“Oh ya, aku lupa” ucap Kyuhyun bohong.
“Sekarang mana lagu yang kau janjikan itu?” Heechul mengulurkan tangannya meminta Kyuhyun menyerahkan sekarang juga. tapi Kyuhyun malah menepuk keningnya sendiri.

“Aishy, aku meninggalkannya di kelas”
Heechul mengepal tangannya yang terulur. Uh, dia ingin sekali menjitak kepala Kyuhyun
“Kau ini! Loh, kau kan adiknya Eunhyuk dan Sungmin” seru Heechul saat menyadari keberadaan Jiyeon di sana. Tentu saja di sapa begitu Jiyeon salah tingkah.
“Ne, oppa.” jawabnya sambil tertawa tidak jelas. Kyuhyun tersenyum sinis melihatnya.
“Aku tidak tahu kalau kalian dekat. Jangan-jangan…” Heechul menebak-nebak. Wajahnya tersenyum menggoda Kyuhyun dan Jiyeon

“TIDAK!” tegas Kyuhyun dan Jiyeon bersamaan. Heechul sampai kaget di serbu teriakan oleh dua orang sekaligus.
“Tidak Hyung, aku tidak dekat dengannya” tegas Kyuhyun.
“Iya Oppa, aku juga tidak mau dekat dengan namja tengil ini” jawab Jiyeon panik. Kyuhyun melirik tajam ketika Jiyeon menyebutnya namja tengil.

Heechul tertawa melihat reaksi Jiyeon dan Kyuhyun. mereka seperti baru saja tertangkap basah. Jika memang tidak ada apa-apa seharusnya mereka menjawabnya dengan santai.
“Calm down. Fine, aku tidak akn mengganggu kalian. Kyu, ambil lagumu itu sekarang. Lalu temui kami di ruang latinan. Ok” Heechul menepuk pundak Kyuhyun lalu prgi.

Yah.. Jiyeon hanya memandangi kepergian Heechul dengan wajah pasrah. Kyuhyun membalikkan badannya menghadap Jiyeon. Sudah banyak sekali kekesalan menumpuk dalam dirinya.
“Heh yeoja rese, kenapa kau tiadk bilang Heechul Hyung menelepon semalam?”
Jiyeon balas menatap Kyuhyun, tapi ia tidak bisa membalas melotot seperti yang namja itu lakukan sekarang. “Aku mau bilang, kau saja yang tidak mau dengar”
Kyuhyun mendesah berat. Sebaiknya ia pergi. menghadapi yeoja-yeoja polos seperti Jiyeon membuatnya malas. “Aish!! Gara-gara kamu aku kena semprot dia sekarang!” Kyuhyun lalu pergi sambil menggerutu.
“Dsar namja aneh!” Teriak Jiyeon. Sekarang ia tidak mau mengejar Kyuhyun. malas sekali. Namja seperti Kyuhyun harusnya dilenyapkan dari muka bumi. Ia menatap tangannya dan terkejut saat melihat ponsel namja rese itu masih digenggamnya.
“O?? Ponselnya!!” lagi-lagi ia lupa mengembalikannya.

—-o0o—-

Jiyeon dan Yoona tengah latihan menari unyuk tes nanti di lantai 2 rumah Jiyeon. Musik beat mengalun mengiringi gerakan luwes keduanya. Namun gerakan Jiyeon terbatasi karena kakinya belum sembuh total sementara Yoona bergerak dengan energik.
“aduh, gerakanku payah nih!” keluh Yoona. Ia duduk menyandarkan diri pada tembok yang dingin sambil mengelap keringat yang mengucur.
“Kau masih mending, gerakanku lebih payah lagi” sambung Jiyeon ikut mengeluh.
“kau wajar sedang terluka”
“Ah, harusnya aku minta diajarkan Donghae saja. Dia kan masternya!!” seru Jiyeon. Yoona tertawa. “Kau benar. Harusnya aku juga memintanya mengajariku.”

Jiyeon mendesah. “Kalau padamu Donghae pasti dengan senang hati mengajarkan”
Yoona menoleh bingung “Maksudmu?”
“lupakan” tepis Jiyeon. Ia lupa Yoona sama naifnya dengan Donghae. padahal tingkah Donghae sudah sangat jelas padanya. semua orang juga sudah tahu hal itu. tapi Yoona tidak pernah sadar. Dan anehnya, Donghae juga tidak mau mengakui kalau dia menyukai Yoona. Bagus, pasangan yang serasi!

“Buat apa minta diajarikan Donghae kalau kau punya Oppa sang maestro tari” ucap Eunhyuk mendadak muncul.
“Oppa?! Kau tidak membantu Appa di resto?” Jiyeon setengah senang, setengah bingung. jam segini harusnya kakaknya itu sibuk membantu di restoran. Eunhyuk menggeleng seraya berjalan mendekat.
“Tidak. Hari ini jadwal Hyung yang bertugas. Btw, tadi kalian bicara soal tari. Mau aku ajarkan?” Eunhyuk menawarkan diri dengan sukarela. Jiyeon dan Yoona saling berpandangan. Senyum sumringah pun merekah di bibir keduanya.
“Mau!” seru mereka bersamaan.
“Come on!!” teriak Eunhyuk seraya menarik keduanya berdiri. Yoona beralih menyalakan kembali musik dan Eunhyuk pun mulai mengajarinya.

Di sekolah Eunhyuk terkenal sngt piawai menari. Yang mampu menyainginya dari sekian banyak dancer di sekolah hanya Donghae saja.

Tralilalila..

Jiyeon berhenti latihan sejenak karena ponselnya berbunyi.
“hallo..” ucapnya agak terengah karena baru saja menari.
“my doll?”
Jiyeon mengerjap mendengar suara ibunya. “Mommy!!” serunya senang. ia memindahkan ponselnya ke telinga kanan. Jiyeon berjalan ke beranda untuk mencari suasana tenang.
“Kamu tidak merindukan Mama chagi?”
“Sangat. Ma, kapan Mama pulang?. Aku ingin sekali bertemu denganmu” ucap Jiyeon, ia menyandarkan punggungnya pada pagar beranda. Memandang Yoona dan Eunhyuk yang asyik menari di dalam.
“Mama juga, ingin bertemu dengamu dan Siwon. Oh iya, Mama sudah mengirimkan kartu undangan pesta sayang, Mama ingin kamu dan Siwon datang mewakili Mama.”
“Loh, kenapa? Mama sibuk di Hongkong?”
“Itu sudah sangat jelas.”
Jiyeon mengangguk paham. “Pesta apa?”
“Ulang tahun perusahaan teman Mama. Kamu datang ya sayang. Ajak oppa mu juga”
“oke! Buat Mama apa sih yang tidak, hehe”

Bahkan setelah pembicaraan usai pun, senyum gembira terus menghiasi wajahnya. Jiyeon sangat senang karena sudah berbicara dengan Mama. Sekarang ia bisa lepas menari sepuasnya.

—o0o—

Hari minggu,

Ryeowook mengajak Jiyeon ke suatu tempat siang itu. Jiyeon tidak terlalu keberatan. Ia tidak ada kegiatan dan seharian di rumah bisa membuatnya mati kebosanan. Yah, Sekalian ia juga ingin jalan-jalan.
“Ini kan!” seru Jiyeon ketika tiba di depan sebuah hotel mewah. Ryeowook menoleh kaget.
“kenapa?” tanyanya bingung

Jiyeon tidak cepat menjawab. Ia sibuk mencari sesuatu di dalam tasnya. Begitu menemukannya, ia meneliti kartu undangan yang dikirimkan Mamanya. Tidak salah lagi, alamat dan nama hotelnya sama. Jangan-jangan…
“Kita mau ngapain kemari?” tanya Jiyeon. Ryeowook mengangkat kamera yang dibawanya.
“Memotret keadaan panggung. Hyung dan bandnya akan tampil pada sebuah pesta di hotel ini”
Mata Jiyeon melebar seketika begitu mendengar nama Heechul. “Heechul Oppa?? Sini, biar aku saja yang memotret” Jiyeon langsung mengambil kamera dari tangan namja manis itu.
Ryeowook mencibir pelan. “Hu! Kalau soal Hyung kau selalu girang”
“Hehe” Jiyeon cengengesan tidak jelas. Ia sudah terlalu sering merepotkan Ryeowook menyangkut Heechul. Jadi bingung harus membalas apa. Mereka pun masuk.

—o0o—

*di rumah sakit*

Kyuhyun baru selesai medical check up. Sekarang ia sedang berjalan di lorong, merenungkan hasil pemeriksaan tadi. Untunglah hasilnya tidak membuat Kyuhyun kehilangan semangat.
Saat mengangkat kepalanya yang tertunduk, tanpa sengaja ia melihat Kibum dan Sooyoung berjalan masuk ke sebuah ruangan. Entah kenapa ia penasaran. Kyuhyun bergegas mengendap-endap seperti mata-mata, lalu mengintip dari kaca pintu.

Di dalam sana ia melihat Kibum, oranh tuanya, Sooyoung, dan Yesung yang terbaring di ranjang. Keningnya berkerut.
“loh, sejak kapan Yesung Hyung masuk rumah sakit? Bukannya seharusnya dia sibuk debut sebagai penyanyi” pikir kyuhyun. Setahunya Yesung adalah bintang yang debut bersama Siwon tahun ini.

Karena terlalu sibuk melamun, ia tidak sadar dari dalam sana ada orang yang berjalan mendekat ke arah pintu. Aishy!! Kyuhyun kaget karena pintu tiba-tiba terbuka. Ia pura-pura sibuk menelepon. Sooyoung mengerjap senang melihat Kyuhyun ada di hadapannya. ini kebetulan yang menyenangkan.
“Kyuhyun..” ucap Sooyoung senang.
Kyuhyun menoleh, dan memasang wajah innocent. Ia pura-pura kaget.
“Hei, Sooyoung” sapanya.
“Sedang apa kau di sini? Oh, kau ingin menjenguk oppa juga?”
“Anii” Kyuhyun mengibaskan tangannya cepat. “tadi aku habis menjenguk saudara di sini” akunya bohong. Sooyoung percaya saja karena ia yakin Kyuhyun tidak pernah membohonginya.

Kyuhyun dan Sooyoung adalah teman sejak kecil. Tapi sekarang hubungan mereka tidak begitu dekat lagi. Entah apa penyebabnya.
“Kau tidak ingin jenguk oppa, dia pasti senang bisa bertemu denganmu”
Kyuhyun tersenyum simpul. Ia ingat dulu ia bersama Yesung selalu latihan bernyanyi bersama saat SMP. Masa-masa yang indah. Dan sekarang kenangan itu hanya tinggal memori. Kyuhyun maupun Yesung sudah mengambil jalannya masing-masing.
“Nanti saja”
“Kenapa? Apa karena ada Kibum? Ada apa dengan kalian berdua.. Kalian perang dingin tanpa sebab”

Kyuhyun berhenti tersenyum. Kibum juga temannya sejak kecil. Dulu mereka sangat akrab. Tapi sekarang. Entahlah, ia merasa Kibum membencinya. Dan sialnya, ia tidak tahu alasannya.
“Soal itu aku juga tidak mengerti” lirih kyu. Kibum tidak pernah menyapanya lagi sejak SMP. Ditambah mreka masuk ke SMP yang berbeda. Jadi sampai sekarang Kyuhyun tetap tidak mengerti.
“Ah, ya sudah, aku pergi dulu. Sampaikan salamku pada Hyung ya”
“oh, ne” ucap sooyoung.

Kyuhyun tidak ingin berlama-lama di sana. Lantas ia pergi. Di tempat parkir ia menghampiri Hankyung yang sedari tadi menunggunya. Ia terkesiap melihat Kyuhyun berwajah suram.
“Lama sekali. Apa hasilnya mengecewakan?”
“Enak saja! Aku baik-baik saja kok!” tepis kyuhyun. Hankyung terkekeh pelan. Ia mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. Ia tidak mau mendengar omelan Kyuhyun lebih panjang lagi. Mereka kemudian masuk mobil. Kyuhyun duduk di samping kursi kemudi dan memasang sabuk pengaman.
“Oh iya, tadi Leeteuk Hyung menelepon, katanya kita harus datang ke hotel sekarang. Dia sudah mencoba menghubungimu tapi tidak bisa” jelas Hankyung panjang lebar. Ia mulai menyalakan mobil, kemudian mengemudikannya dengan tenang.
“Oh, tadi ponsel kumatikan. Untuk apa Hyung menyuruh kita ke hotel?”

Hankyung mengendikkan bahunya. “Entahlah, mungkin membicarakan soal pesta”
“Aish! Aku malas, tapi aku tahu Hyung pasti mengamuk jika aku tidak menurutinya” keluh Kyuhyun membuat Hankyung tertawa kencang.
“Hahaha. Kau juga yang tengil”
Kyuhyun menoleh horor pada sepupu Cina-nya itu. “Han, kau jangan memanggilku tengil juga! Aish, menyebalkan!”

—o0o—

*di hotel*

Jiyeon memotret semua sudut ballroom tempat pesta di adakan. sementara Ryeowook melihat-lihat sekitar. Ia menoleh pada Jiyeon yang asyik memfoto beberapa objek. Ia jadi curiga, jangan-jangan Jiyeon hanya menghabiskan memori kameranya dengan memotret gambar-gambar aneh.
“Sini aku liat” Ryeowook mendadak mengambil kamera dari tangan Jiyeon untuk melihat hasilnya. Seperti dugaannya, ia menatap Jiyeon jengkel.
“Aigoo, foto apa ini? Kau hanya mengambil gambar-gambar tidak jelas!” protesnya karen hanya ada gambar dekorasi ruangan dan foto panggung hanya sedikit.

Jiyeon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Sorry, habis ballroomnya bagus banget. Interior gaya kastil-kastil Perancis” ucap Jiyeon sambil cengengesan.
“ah, sia-sia aku mengajakmu. Tahu begini aku ajak Yoona saja” dengus Ryeowook sambil lalu menuju keluar ruangan.
“Ya! Jadi kamu nyesel! Ih, namja rese!” Jiyeon mengejar Ryeowook. Tanpa sengaja ia malah menyenggol seorang yeoja.
“Mian” Jiyeon membungkuk menyesali tindakan cerobohnya.
“It’s okay” ucapnya ramah. Jiyeon kagum dengan caranya tersenyum. Cantik. Yeoja ini sungguh cantik.

“Seohyun, kamu sudah lama datang?” seru seseorang. Menyadari namanya di panggil, gadis itu mnengok. Senyumnya merekah sempurna, membuat Jiyeon makin terpesona saja. ia selalu mendambakan bisa menjadi wanita yang anggun dengan senyum menawan seperti itu.
“Oppa, aku baru saja tiba” ucapnya pada seorang namja yang berjalan ke arah mereka. Wow, namja yang keren dan dewasa. Dia adalah Leeteuk. Tentu saja Jiyeon tidak mengenalnya. Jika ia tahu namja keren itu adalah kakak Kyuhyun, entah apa reaksinya nanti.

“Siapa nona ini?” tanya Leeteuk seramah yeoja cantik bernama Seohyun itu. Jiyeon menepis pikirannya yang melantur kemana-mana. Ia segera memfokuskan pikirannya lagi.
“Ani, aku hanya kebetulan menyenggol. Eonni, mianhae.” ucap Jiyeon meminta maaf lagi.
“Aigoo, nona cantik, aku bilang tidak apa-apa” balas Seohyun. Ia senang sekali bisa bertemu yeoja semanis Jiyeon. Ia jadi terpikir ingin menjodohkan Kyuhyun dengannya. Karena beberapa hari yang lalu calon adik iparnya itu mengaku ingin jatuh cinta.

“Kalau begitu aku permisi” Jiyeon bergegas pergi meninggalkan Seohyun dan Leeteuk begitu ia teringat Ryeowook.

Sepeninggal Jiyeon, Seohyun menoleh pada namjachingunya.
“Kyuhyun mana? Dia akan datang juga kan?” Leeteuk mengangguk.
“Sudah ku telepon. Ah, kudengar kemarin lusa dia datang ke tempatmu? Apa yang dilakukanya? Dia tidak membuat keributan di sana kan?”
Seohyun tertawa menanggapi gurauan Leeteuk. “Hanya konsultasi biasa” jawab Seohyun ringan.
“Soal apa?”
“Oppa ini! Untuk apa ingin tahu masalah dongsaengmu? Lagipula sebagai calon psikolog, aku tidak boleh membocorkan masalah-masalah klienku”
“Dasar! Pada pacarmu pun kau tidak ingin memberitahukannya?” tegur Leeteuk jngkel. Terkadang Seohyun sama seperti Kyuhyun. Senang sekali iseng padanya.

—-o0o—

Kyuhyun dan Hankyung baru tiba di hotel. Mungkin hari itu Kyu tidak sedang beruntung, karena di lobi sudah bertemu Suzy. Gadis itu tersenyum lebar lalu berlari kecil menghampirinya. Ah, Kyuhyun ingin kabur tapi sudah terlanjur tertangkap.
“Hallo kyu, hallo Han” sapanya.
“Hallo Suzy” jawab Han sama ramahnya. Tapi Kyu tidak. Dia malah sibuk mengasihani diri sendiri sambil mengumpat pelan.
“Aigoo, mimpi apa aku semalam” lirihnya.
“Kenapa? Kau tidak senang aku disini?” Tanya Suzy. Ia tidak bisa membaca situasi rupanya. Kyuhyun tidak menjawab. Suasana di antara mereka sempat canggung.

Menyadari situasi aneh itu, Hankyung angkat bicara duluan. “Ah, kalau begitu aku duluan. Kalian mengobrol saja dulu” Hankyung inisiatif meninggalkan Kyuhyun dan Suzy.
“Jadi, ada urusan apa kau kemari? Ah, semoga tidak ada kaitannya denganku” ucap Kyuhyun sambil berjalan. Suzy ikut berjalan disamping Kyuhyun.
“Tentu saja ada. Ahjumma, mengundangku datang” ucapnya enteng plus gembira. Kyuhyun mendengus. Tepat sekali dugaannya.
“Eomma? Aish, sudah kuduga!” lirihnya malas.

to be continued….

30 thoughts on “No Other (Part 4)

  1. mank kyu sakit pa sih ??? pa parah ??? *muka sedih*
    yyaaa ampunn,, evil kaya lo bsa sakit jg ea ?? maka y jd rang jangan ky setan,, karma kn lu *mulai ceramah* *drebus kyuhyun* -_-

  2. waduh waduh,.. hubungan mereka semua berkaitan satu sama lain, sedikit rumit tapi bisa diceritakan oleh author secara personal, jelas dan alur pun tetap jalan,, benar2 Daebak!!!
    sebenarnya jiyeon hanya menggoda atau ign membantu sih? jiyeon tau yoona suka ama sungmin, oppanya.. tapi dia juga bilang sama donghae kalu ia akn membantu donghae mendapatkan yoona,.. aishh,, bisa runyam nih!!!

  3. huwaaah mkin seru..
    loh ada cibta segi empat dsnih? apa segi lima??
    kibum suka sooyoung, kyu dket sm sooyoung, yesung-sooyoung pacaran, jiyeon suka kibum..
    aiiih lieur euy -,-

  4. kyuhyun sakit apa sih???
    kibum kok nfak bersahabat gtih sikap y sama jiyeon n ada masalah apa sama kyuhyun sampe retal.gt hubungan persahabatan y???
    kaoan nih muncul benih2 cinta antara kyuhyun n jiyeon

  5. Mmmmm… Masih banyak pertanyaan nih… Yesung knp?? Trus kibum sama kyu knp jadi perang dingin?? Maksd perkataan kibum ke jiyi??? *kkkk mian banyak tanya😀

    Baiklah saya coba cari jawabannya di part selanjutnyaa yaa😀

  6. nanti jadi kenal semua kali ya ini hihihihi
    seneng ya bisa punya kakak kayak jiyi yg selalu perhatian.
    penasaran sama kisah jiyi kibum dulu terus masalah kyu sama kibum
    lanjut baca lagi……

  7. Knp kyu ama kibum?kok ga akur?
    jgn2 yg disuka kepada bum suzy lagi?
    hmmm
    kasian liat bang evil klo ketemu suzy ky’a gmn gt,kesel,hebgkel,males…

  8. saya masih belom bisa nangkap konfliknya.. O_O
    eh iya.. inkonsistensi penggunaan “kau” dan “kamu” banyak banget ya disini.. kkkk pilih salah satu aja… tapi mungkin karena ini cerita lama kali ya~ hihihi..

  9. Penuh teka-teki tp saling berkaitan
    kyu sakitt apa? parah kah? omo sembuhin kyu thor walaupun dia usil..
    penasaran lanjut tan nya

  10. kyuhyun sakit apa? parah bgt y? terus knp kibum sm kyuhyun perang dingin ? dan knp kibum cuek bgt sm jiyeon?
    penasaran.. mau next aja ^_^

  11. waaaahhh kyu bklan ktmu jiyi…ada apa sih antara kyuhyun dan kibum??? kyu sakit apa sih…and yesung skit jantung…??? woooaaahhh…

  12. Gw heran dah ? Kibum sama kyuhyun saling kenal,trus Jiyeon kenal kibum masa kg kenal Kyuhyun ? Evil Kyu sakit apa sih sebenarnya ?

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s