Cherry Blossom (Part 3)

Tittle : Cherry Blossom Part 3
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast:

  • Park Je Young
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Park Jungsoo as Je Young’s Appa
  • Kim Heechul as Je Young’s Eomma
  • Kang In as Kyuhyun’s Appa
  • Lee Sungmin as Kyuhyun’s Eomma
  • Park Minwoo as Je Young’s brother

Hai, kembali lagi dengan FF yang cast utamanya author sendiri… *jreng-jreng* Di sini bahasanya masih kaku gitu. soalnya ini juga salah satu FF author yang paling pertama. nah, jadi maaf juga kalau bahasanya amburadul, banyak typo, dan feelnya gak dapet.

Happy Reading

Cherry blossom by Dha Khanzaki

———-0.0———-

Part 3

Siang itu Kyuhyun benar-benar berada di bandara untuk mengantar mertuanya pergi ke luar negeri. Ia pun bingung mengapa ia bisa berpikir untuk melakukannya. Padahal ia bisa saja beralasan jika tidak mau.
“Jaga diri kalian disini. Kyu, Appa titip Jeyoung padamu” ucap Jungsoo, Appa Je Young kepada menantunya itu.
Kyuhyun mengangguk “Ne, Appa” ucapnya sambil tersenyum. Jeyoung memeluk Appa dan ummanya sebentar.
“Umma, Appa, aku pasti merindukan kalian..” rengek Minwoo
“Omo, putra Umma tercinta.. Jaga dirimu” Heechul memeluk erat Minwoo. Ia tidak akan pernah tega melihat putra kesayangannya itu kesepian. Tapi harus bagaimana lagi, tugasnya menanti di Swiss sana.

Minwoo menangis ketika melihat orangtuanya pergi memasuki terminal keberangkatan. Jeyoung jadi harus memeluk untuk membuat adiknya itu tenang.
Kyuhyun berdecak sebal. Ia malas sekali melihatnya. “anak manja!” gumamnya.

—-o0o—–

Setelah itu, Jeyoung dan Kyuhyun mengantar Minwoo kembali ke asrama sekolahnya.
“oke Nuna, bye bye. Nanti aku meneleponmu. Dan Kyu hyung, aku titip Nunaku. Berani membuat Nuna menangis, aku tidak akan melepaskanmu!” ancam Minwoo dengan wajah seram tapi tetap manis
“Bocah ini!” Kyuhyun benar-benar ingin menjitak Minwoo. Namun sayang, Minwoo berinisiatif kabur sebelum Kyuhyun melakukannya. Mereka dalam perjalanan pulang sekarang.
“kenapa harus kita harus tinggal rumah baru? Memang rumahmu kurang besar? Atau ke rumahku saja. Di sana kosong.” keluh Jeyoung. Hari ini mereka berdua berencana untuk tinggal di rumah terpisah dari kedua orang tua mereka. Dan kenyataan itu, membuat Je Young sangat gugup.
“Ini hadiah dari Umma dan Appa. Kita tidak bisa menolak. Lagipula letaknya tidak jauh dari kampus. Dan lagi aku bisa benar-benar terbebas” Kyuhyun tersenyum senang. Jeyoung cemberut. Mendengar itu membuatnya seperti di manfaatkan. Ternyata, pernikahan mereka memang sebuah kompromi. Je Young melakukan semua ini karena Appanya, dan Kyuhyun bersedia menikah juga karena ingin terlepas dari bodyguard yang selama ini menjaganya.

Mereka berhenti tepat di depan rumah yang indah. Arsitekturnya modern dan bergaya neogothic. Kyuhyun memarkirkan mobil. Mereka turun kemudian. Ekspresi Je Young belum juga menunjukkan perubahan meskipun mereka kini berada di depan sebuah rumah yang megah. Gadis itu berjalan gontai lebih dulu ke arah halaman rumah.
“kalau kau tidak..” ucapan Kyuhyun terpotong karena Je Young mendadak saja berteriak.

“AARGGH!”

“Kenapa?!” Kyuhyun kaget bukan kepalang. Jeyoung berlari ke halaman samping rumah.
“Halamannya besar dan indah!!” serunya dengan wajah ceria. Kyuhyun menghela napas. Dasar! Bikin kaget saja! Batinnya. Jeyoung berlari-lari kecil di sekitar halaman itu. Kyuhyun tersenyum melihatnya. Ia senang melihat wajah gembira Jeyoung.
“Ada kolam renangnya juga!” seru Jeyoung. Kyuhyun menghampiri Jeyoung yang berdiri di pinggir kolam.
“Memang di rumahmu tidak ada kolam renang?”
Jeyoung menggeleng “Tidak ada”
“Aku heran, tidak mungkin rumah dari sutradara Park Jungsoo dan mantan model Kim Heechul tidak memiliki kolam renang.” ucap Kyuhyun sambil mengeluarkn PSPnya hendak bermain game lagi.
“Ya! Jangan bawa-bawa orangtuaku!” Jeyoung merampas PSP dari tangan Kyuhyun dan berlari.
Namja itu mengerjap kaget melihat benda kesayangannya di rampas tiba-tiba. “Hei, PSPku. Kembalikan!” teriak Kyuhyun sambil mengejarnya. Cukup lama juga mereka saling kejar-kejaran. Akhirnya Kyuhyun bisa menangkap Jeyoung juga.
“Kembalikan PSPku!!”
“Tidak mau!” Jeyoung menjauhkan tangannya tinggi-tinggi. Tapi ia lupa bahwa Kyuhyun lebih tinggi darinya. Kyuhyun dengan mudah mengambilnya.
“Akhirnya..” ucap Kyuhyun lega.

Beberapa detik kemudian baik Jeyoung maupun Kyuhyun baru tersadar. Kyuhyun sedang memeluknya dari belakang. membuat jarak di antara mereka tidak ada sama sekali. Secepat kilat Kyuhyun segera melepaskan Jeyoung. Mereka jadi salah tingkah satu sama lain. Kyuhyun berdehem untuk mengilangkan kegugupannya.
“Ah, aku harus mengambil koper kita yang tertinggal..” ucapnya gugup lalu pergi meninggalkan Je Young sendiri.
“Aku juga harus membereskan rumah, sepertinya..” gumamnya kaku. Ia gugup sekali. Kyuhyun, tadi benar-benar memeluknya. Dan perasaan apa ini? Sekarang, ia berdebar-debar. Getaran aneh pun menjalar di setiap urat sarafnya.

—-o0o—-

Jeyoung menyiapkan makanan untuk makan malam. Ia sudah terbiasa melakukannya karena orangtuanya jarang ada di rumah. Jadi ia yang menyiapkan makanan untuknya sendiri ataupun Minwoo. Semuanya sudah siap. Jeyoung sedang menata piring dan sendok di atas meja makan.
“Wah, makan malamnya banyak sekali..” ucap Kyuhyun. Jeyoung menoleh. Sesaat kmudian ia terkejut, karena Kyuhyun baru selesai mandi dan ia hanya mengenakan celana panjang serta bertelanjang dada.
“Aarrgh!!” Jeyoung menjerit panik dan langsung membalikkan badan. Gantian namja itu yang kaget.
“Kenapa? Apa yang salah?” ia kebingungan.
“Kau jangan berkeliaran dengan penampilan seperti itu, Kyu!!” Jeyoung gugup kembali.
Kyuhyun mendesah berat. “Bukankah kita sudah menjadi suami-istri. Untuk apa canggung begitu” ucap Kyuhyun enteng. Je Young masih enggan membalikkan badan.
“Araso. Aku pakai baju dulu” Kyuhyun memilih mengalah saja. Ia segera pergi.

Jeyoung menghela napas. Namja itu benar-benar membuat jantungnya hampir copot tadi. Bagaimana mungkin ia bisa tidak berperasaan begitu, dengan tampil topless di depan seorang gadis? Meskipun mereka sekarang sudah suami istri tapi tetap saja rasanya sangat aneh melihat seorang pria muncul di hadapannya tanpa memakai baju. Tak lama Kyuhyun kembali. Sekarang dia sudah memakai kaus panjang berwarna biru tua.
“Ayo makan dulu” Jeyoung meminta Kyuhyun duduk. Ia menurut.

“Aku tidak tahu kau suka apa. Jadi kubuatkan banyak makanan. Aku harap kau suka” ucap Jeyoung dengan wajah ceria. Kyuhyun mengangguk ringan.
“oh, ne. Tenang saja, aku bukan tipikal orang yang suka pilih-pilih makanan” jawab Kyuhyun
“Baguslah. Ayo makan”
Jeyoung makan dengan lahap sementara Kyuhyun justru melamun. Ia teringat kejadian ketika pertama kali bertemu dengan Nichan.

*flashback*
Saat itu musim semi. Bunga sakura bermekaran menghiasi setiap sudut kota dengan keindahannya. Kyuhyun baru berusia 5 tahun. Ia berjalan-jalan bersama Appa dan Ummanya. Ia berlari sampai terpisah dengan orangtuanya. Ia ketakutan. Orang-orang yang berlalu lalang di sekitarnya sangat asing dan membuatnya ingin menangis.

Kyuhyun berlari lalu terjatuh. Kakinya terluka dan berdarah. Ia menangis. Tanpa diduga ada seorang yeoja sebaya dengannya mengulurkan tangan. Dengan baiknya dia memberikan plester dan saputangan. Plester ia gunakan untuk mengobati kaki Kyuhyun dan saputangan untuk menghapus airmatanya. Kyuhyun tersanjung dengan tindakannya. Yeoja itu tersenyum dan pergi sambil memakan lolipop. Kyuhyun mengejarnya, dan menemukan yeoja itu.
“Hei, terimakasih sudah membantuku”
Yeoja itu tersenyum kembali. Senyumannya indah.
“Siapa namamu?” tanya Kyuhyun.
“Nichan” ucapnya ramah. Momen itulah yang tidak bisa dilupakannya. Bunga-bunga sakura berguguran mengiringi pertemuan itu.
*flashback end*

Kejadian itu terasa samar-samar. Kyuhyun tidak terlalu mengingatnya dengan jelas. Yang paling diingatnya adalah senyumannya ketika memberikan plester dan saputangan.

Jeyoung melihat Kyuhyun tidak menyentuh makanan di piringnya sedikitpun. Ia tampak melamun sambil mengaduk-aduk teh pelan.
“Kyu, kau tidak suka dengan makananya?” tanya Jeyoung sedih Kyuhyun menoleh. Ia tersadar Jeyoung menatapnya dengan mata sedih bercampur kecewa.
“Aniyo. Aku hanya belum lapar” bantah Kyuhyun.
Jeyoung mengerutkan kening. Tingkahnya ini mirip sekali dengan Minwoo. Adiknya itu juga kerap kali malas makan. Jeyoung jadi terpaksa harus menyuapinya.
“Bohong. Kau belum makan dari siang”
Benar juga. Perutnya memang mulai keroncongan. Karena Kyuhyun tidak kunjung makan, Jeyoung inisiatif meraih sendok dan menyuapi suaminya. Sama seperti pada Minwoo. Jeyoung melakukannya tanpa sadar.

Kyuhyun terperangah, tak menyangka Jeyoung akan memperlakukannya begini.
“Aa~” ucap Jeyoung seperti pada anak kecil.
“Ya! Kau ini apa-apaan” Kyuhyun awalnya ingin menolak. Tapi Jeyoung tetap memaksa. Jadi terpaksa ia menurut. jeyoung tersenyum puas karena berhasil menyuapkan makanan ke dalam mulut Kyuhyun. Namja itu mengunyahnya kewalahan. Je Young terlalu banyak menyuapkan makanan.
“Arraso! Sisanya aku bisa sendiri” Ia merebut sendok dari tangan Jeyoung dan memakan makanannya sendiri.
“Harusnya kau seperti ini sejak tadi.” Jeyoung memperhatikan Kyuhyun makan sambil menopang dagunya. Seulas senyum pun terhias di wajahnya.
“Aku ingin bertanya” ujar Kyuhyun.
Jeyoung bereaksi “Apa?”
Kyuhyun menghentikan kegiatannya sejenak lalu menoleh. “Kau percaya dengan cinta pada pandangan pertama?”

Jeyoung tersentak dengan pertanyaan itu. Ia terdiam untuk beberapa saat. Reaksi itu membuat Kyuhyun bertanya-tanya.
“Tidak” jawab Jeyoung singkat dan tegas. Kyuhyun menoleh, agak terkejut.
“Kenapa?”
Jeyoung diam sejenak, sedang berpikir. Kemudian ia tersenyum dan berkata dengan pandangan menerawang.
“Menurutku cinta seperti itu semu. Tidak nyata. Mana mungkin seseorang bisa jatuh cinta ketika pertama kali bertemu padahal tidak tahu apapun tentang orang yang dipujanya itu”

Kyuhyun diam, ia lebih merasa iba melihat expresi Jeyoung. Tampaknya dia pernah mengalami peristiwa tak menyenangkan dalam kisah asmaranya.
“Bukankah cinta itu hadir karena seseorang merasa cocok satu sama lain. Dan itu terjadi jika sudah saling mengenal. Begitulah. Aku tidak percaya ama cinta pada pandangan pertama”
Kyuhyun tersenyum “Aku kira kau akan berkata iya. Ternyata kau berbeda dari Yeoja kebanyakan”
“Lalu kau percaya?” jeyoung balik bertanya.
Kyuhyun menyeringai “Tentu saja. Menurutku kesan pertama itu menentukan segalanya”
“Huh, ternyata kita bertolak belakang” cibir Jeyoung.

“Memang apa yang membuatmu tidak percaya? Ah, jangan-jangan karena tidak ada yang pernah menyukaimu. Iya kan?” tanya Kyuhyun setengah bercanda.
Cleb! Kata-kata Kyuhyun tepat menusuk hatinya yang terdalam. Jeyoung menunduk sedih.
“Begitulah. Aku tidak pernah tahu rasanya dicintai oleh namja.” jeyoung tertawa kecil “kebanyakan mereka akan menolakku dengan berbagai alasan. Entahlah, alasan mereka macam-macam. Dan dari situ aku yakin, tidak ada cinta pada pandangan pertama di dunia ini”
Kyuhyun dapat melihat luka yang dalam dari sorot mata Jeyoung. entah kenapa ia tidak tega. Ia menyesal sudah bertanya.
“ah, kenapa jadi bergalau ria begini” Jeyoung kembali memasang ekspresi gembira. Ia beralih pada Kyuhyun
“Lalu, kenapa kau percaya?”
Kyuhyun baru mau membuka mulut Jeyoung sudah memotong lagi.
“Aku tebak. Apa cinta pada pandangan pertamamu itu Nichan?”
Kyuhyun menoleh cepat dengan expresi terkejut. jeyoung terpana, tak menyangka Kyuhyun bereaksi seperti itu. Jangan-jangan, benar.
“Sudahlah, lupakan” Kyuhyun mengalihkan pembicaraan. Dia bangkit dan berjalan menuju ruang tengah. Jeyoung mengejarnya.
“Jadi benar kan. Nichan orangnya” tanya Jeyoung. Kyuhyun berhenti lalu menoleh, jarak mereka hanya 2 langkah.
“Kalau iya lalu kenapa?”

Ternyata memang benar. Tapi, mengapa ia merasa hatinya sakit mendengar Kyuhyun masih mencintai Nichan.
“Aniyo~ Nichan yeoja yang sangat cantik. Wajar saja” jawab jeyoung gugup. Kyuhyun mengerutkan kening curiga. Ia mendekati jeyoung perlahan.
“Kenapa? Kau cemburu?”
Jeyoung terbelalak kaget dan panik. “hahaha, siapa bilang? Aku hanya penasaran”
Kyuhyun semakin curiga dengan sikap aneh gadis itu.
“Lagipula kalau memang dia orang yang kau suka kenapa kau menikah denganku bukan dengannya.” lanjut Jeyoung lagi. Ia semakin panik karena Kyuhyun menatapnya aneh.
“Kenapa kau peduli tentang itu?” Kyuhyun mendekat lagi lalu memeluk pinggang Jeyoung dan menariknya lebih dekat. Jeyoung dibuat gugup tidak jelas lagi. Kali ini apa yang akan Kyuhyun lakukan???

Kyuhyun menyipitkan matanya lalu menatap Je Young yang lebih memilih menuntukkan kepalanya di banding balas menatapnya. “Jangan-jangan kau mulai menyukaiku?” tanya Kyu. Jeyoung sempat terkesiap. Namun ia langsung tertawa kemudian.
“Mana mungkin..” ucapnya sambil berusaha melepaskan diri. Tapi Kyuhyun tidak mau melepaskannya.
“Ah, terlihat jelas dari ekspresimu. Bilang saja terus terang. Mungkin aku bisa membantumu merasakan bgaimana dicintai seseorang” ujar Kyuhyun.

Jeyoung terpedaya lagi dengan tingkah Kyuhyun itu. Mungkin benar ia sudah mulai menyukai Kyuhyun. Jeyoung menunduk untuk menyembunyi mukanya yang memerah.
“Kau.. Benar bisa membantu aku?” tanya Jeyoung gugup. Kyuhyun tersenyum licik. Ia senang melihat wajah tersipu Jeyoung.
“Kau benar-benar sudah terpikat padaku?” goda Kyuhyun lagi. Dia mulai mendekatkan wajahnya. “Kau.. Mau kita b-bciuman lagi?” tanya Jeyoung gugup sambil menunduk.
Kyuhyun tersenyum, jaraknya tinggal sedikit lagi. “Berciuman? Kau bahkan tidak membalas ciumanku” ucap Kyuhyun sambil mengangkat wajah Jeyoung. Ia sudah tidak bisa menolak lagi. Ia mulai menutup mata, dan Kyuhyun pun tidak bisa lagi menahan hasratnya. Namja itu akan menciumnya ketika Sungmin—Eomma Kyuhyun—tiba-tiba datang.
“Kyu! Youngie! Omo~” seru Sungmin kaget melihat Kyuhyun dan jeyoung nyaris brciuman. Kedua orang itu terkesiap lalu inisiatif saling menjauhkan diri.

“Umma!” protes Kyuhyun kaget. Ah, hampir saja tadi dia mencium Jeyoung jika tidak diganggu kedatangan Sungmin. Je Young menunduk malu. Rasanya sangat memalukan, hampir berciuman di depan mertuanya sendiri.
“Aduh, mianhae, Umma sudah mengganggu” ujar Sungmin tidak enak hati. Kyuhyun menggaruk-garuk kepala jengkel.
Jeyoung buru-buru meralat “Aniyo Umma.. Tidak mengganggu kok” Jeyoung menghampiri Sungmin dan menggandeng tangannya.
“Ada perlu apa Umma malam-malam kemari?” tanya Jeyoung ramah. Sungmin tersenyum senang sambil mengusap-usap kepala Jeyoung.
“Umma hanya ingin menengok kamu dan littlebaby Umma”
Kyuhyun menoleh kaget dan Jeyoung terbelalak mendengar ucapan Sungmin.
“Littlebaby?” Jeyoung menahan tawa saat menyebutnya. Kyuhyun jadi jengkel.
“Umma, jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi. Lihat, dia sampai tertawa girang begitu”
“Ah, makanya kalian cepat punya baby. Umma ingin cepat menimang cucu”

He? Kyuhyun dan Jeyoung saling pandang dengan tatapan tercengang.
“Youngie, apa kamu mulai merasa aneh, atau mual-mual?” tanya Umma. jeyoung menelan ludah.
“Tidak, Umma” jawab Young asal. Bagaimana mungkin bisa begitu? Pernikahan mereka baru terjadi kemarin. Kyuhyun mendekat lalu merangkul Je Young.
“Tenang Umma, tidak akan lama lagi. Malam ini kita-Auch” Kyuhyun berhenti bicara karena Jeyoung menyikutnya kencang.
“Kau ini!” ujar jeyoung jengkel.
“Ya! Sakit tahu!”
Sungmin tertawa. “Ya sudah, terserah kalian. Umma hanya ingin menengok kalian. Syukur kalian baik-baik saja. Ya, sudah. Umma pulang, kalian lanjutkan saja yang tadi tertunda” ucap Sungmin. Tak lama ia sudah pergi. Meninggalkan Kyuhyun yang terpaku di tempat mereka.

Kyuhyun melirik Jeyoung, mereka saling diam beberapa saat dan salah tingkah.
“Ah, aku ngantuk” ucap Kyuhyun kikuk sambil pergi.
“A-aku harus bereskan meja makan!” Jeyoung langsung berlari ke ruang makan.

—-o0o—-

Donghae berdiri dengan posisi mengintip ke arah kelas Jeyoung. Tak diragukan lagi siapa yang sedang diamatinya, Song Raeseok. Yeoja itu sedang mengobrol dengan Eunri.
“Ah, hari ni pun dia manis seperti biasanya” gumam Donghae. Orang-orang yang melihat Donghae bergumam sambil senyum-senyum aneh , tertawa cekikan. Yeoja-yeoja yang melihatnya iri dengan cara Donghae mengagumi yeoja yang disukainya. Menawan tapi aneh.
“Heh, jangan hanya melihat dari jauh. Kalau berani masuk dan dekati dia.”
Donghae menoleh kaget mendengar suara yang entah berasal dari mana itu. Ia melihat Eunhyuk berdiri di belakangnya.
“Kau mengagetkanku!” ujar Donghae sambil mengusap-usap dada.
“Kajja! Aku ajak kau mendekatinya.”
“Omo, Hyukjae..” Donghae belum menyiapkan hatinya namun Eunhyuk tetap menariknya masuk ke kelas.

“Chagiya..!” sapa Eunhyuk pada Eunri. Donghae semakin gugup ketika sudah berada di dekat Raeseok.
“Eh, ada apa ini? Kau merindukanku, chagi?” tanya Eunri sambil berdiri.
“iya. Aku rindu sekali” balas Eunhyuk.
Raeseok melengos malas melihatnya. “Ah, mesra-mesraan lagi”
“Jangan iri begitu. Lihat, Donghae menganggur. Kau ajak dia mengobrol saja.” ucap Eunhyuk sambil menunjuk Donghae. Raeseok melirik Donghae sejenak dan namja itu tersenyum supermanis. Yah, senyum yang membuat banyak yeoja jatuh bangun terpesona. Tapi Raeseok malah membuka buku dan mengabaikan Donghae. Seketika Donghae mengerucutkan bibirnya sebal.
“Chagi, aku lapar. Bagaimana kalau kita pergi ke kantin?” Eunhyuk sengaja mengajak Eunri pergi agar Donghae bisa leluasa mengobrol dengan Raeseok.

Suasana sempat kaku setelah hanya ada mereka berdua di kelas itu. Donghae bingung berbicara apa. Kemudian ia memutuskan duduk di samping Raeseok.
“Kau sedang membaca buku apa?” tanya Donghae sambil berusaha melihat judul buku yang dibaca Raeseok. Tindakan Donghae itu membuatnya terganggu.
“Hae, kau..” Raeseok menoleh dan Donghae pun menoleh bersamaan.
Cupp!!
Tanpa sengaja bibir mereka saling bersentuhan. Untuk sedetik keduanya terpaku. Donghae inisiatif mundur lebih dulu sementara Raeseok masih syok tak bergerak.
“Mianhae, tadi, aku, tidak sengaja” Donghae takut Raeseok marah atau salah paham.
Raeseok berdiri dengan wajah masih syok. “A-Aku pergi” ucap Raeseok kaku, lalu berlari keluar kelas. Namja itu tercengang di tempatnya duduk. Dia marah! Batin Donghae panik “Raeseok, mianhae..” Donghae bangkit lalu mengejar Raeseok.

—-o0o—

Jeyoung duduk termenung sendirian sambil memainkan sedotan jusnya yang sudah diminum setengahnya. Otaknya masih memikirkan kejadian semalam. Soal Nichan yang cinta pertama Kyuhyun, soal Kyuhyun mau membantunya merasakan cinta, dan soal ia yang menyukai Kyuhyun.
“Ah, eotteohke!!” erang Jeyoung bingung sambil mengacak-acak poninya.

Tiba-tiba Raeseok duduk di sampingnya, mengambil gelas jusnya lalu meminumnya sampai habis. Wajahnya tampak syok.
“Aigoo, gwaenchana?” tanya Jeyoung bingung. Mata Raeseok sedikit melotot dan tubuhnya tegang.
“Andwae, ini tidak mungkin! Sadar Song Raeseok!” gumamnya sambil menepuk-nepuk kepalanya sendiri. jeyoung makin dibuat bingung.
“Waeyo?” tanya Jeyoung. Beberapa detik kemudian Raeseok menatapnya dengan pandangan memelas.
“Youngie.. Eotteokajyo..” lirihnya sambil menahan tangis.
“Ada apa? Aduh, jangan menangis” Jeyoung kebingungan. Tiba-tiba Raeseok memeluknya sambil menangis.
“Aku sudah tidak perawan. Bagaimana ini?” ucapnya berlebihan.
“APA?!!” pekik Je Young superkaget. Seisi kantin sampai menoleh. Jeyoung melepaskan pelukan Raeseok.
“Tidak perawan bagaimana? Siapa yang sudah berani melakukannya padamu!” Jeyoung panik sambil mengguncang-guncang tubuh Raeseok.
Raeseok menunduk sedih. “Aku, anu, tadi ciuman..” ucapnya polos. Jeyoung melongo sesaat. Kemudian ia tertawa lepas.
“Youngie, tidak lucu!”
Jeyoung masih tertawa sementara Raeseok cemberut.
“Ya ampun, aku kira ada apa. Rae, itu kan hanya ciuman.”

Raeseok murung sambil menautkan jari telunjuknya.
“tapi tetep saja” kemudian ia merengek “Aah! Aku kasian pada suamiku nanti!” rengeknya
“Memang siapa yang sudah ciummu? Kau tinggal minta dia untuk menikahimu saja”
Rae menoleh kaget “Mwo! Kenapa aku harus menikah dengan Donghae!”
Gantian Jeyoung yang kaget “Aigoo, jadi yang sudah menciummu itu Donghae?! Akhirnya dia berhasil juga!” seru Jeyoung girang
*sekilas info: Jeyoung dan Donghae itu tetanggaan. Jadi dari dulu Donghae sudah sering cerita soal perasaannya suka pada Raeseok*

Raeseok kesal. Ia berdiri namun saat akan berbalik ia menyenggol seorang yeoja.
“Ah, mianhae” ucap yeoja itu sambil membungkuk
“tidak apa-apa” jawab Raeseok segera
“Kau tidak apa-apa Heerin?” tanya Jeyoung pada yeoja bernama Heerin itu.
“aku tidak apa-apa. Oh iya Jeyoung, Raeseok, kaliah melihat nae nampyeon tidak?”
“Nampyeon?” tanya Jeyoung dan Raeseok bersamaan.
“Memang kau sudah menikah?” tanya Raeseok polos.
“Ah, maksudku chagiyaku, Kibum. Apa kalian melihatnya? Aku sudah mencari-cari tapi tidak menemukannya di manapun. Ah, padahal aku sudah merindukannya.” ucapnya sambil mengedarkan pandangan.
“Aku lihat tadi dia bersama Kyuhyun” jawab Jeyoung lebih dulu.
“Jinjja? Gomawo” Heerin hendak pergi tapi balik lagi.
“Oh iya, selamat atas pernikahanmu. Aku juga sebentar lagi akan menyusulmu” ujar Heerin bangga
“He, jadi Kibum sudah melamarmu?” seru jeyoung, kaget.
“Begitulah. Hehe” setelah itu Heerin benar-benar pergi.

Jeyoung dan Raeseok menatap kepergian Heerin sambil geleng-geleng kepala.
“Aku bingung. Bagaimana bisa Kibum yang superkeren dan Kyeoptanya tidak ketulungan bisa menyukai Heerin” ucap Raeseok heran.
“Mungkin itu yang disebut ‘cinta itu buta'” jawab Jeyoung. “tapi Heerin kan cantik” lanjutnya.
“iya cantik tapi…” Raeseok dan Jeyoung melihat kembali Heerin yang sedang berjalan di depan sana. Gadis itu kembali menabrak orang sampai barang-barang yang dibawa orang itu jatuh dan menimbulkan suara gaduh.
“Dia ceroboh” ucap Jeyoung dan Raeseok dengan gaya dramatis sambil geleng-geleng kepala.
“Tidak apa-apa ceroboh. Kibum menyukainya, itu yang lebih penting” lanjut Jeyoung.
“Ah, aku juga ingin dicintai dengan cara seperti itu. Tidak peduli aku seperti apa dia tetap suka” lirih Raeseok iri.
“Donghae bukankah bersikap seperti itu padamu. Memang kau tidak menyadari perasaannya?” Jeyoung balik bertanya. Raeseok kembali duduk. Wajahnya muram.
“Who knows? Dia tidak pernah mengatakan bahwa dia menyukaiku. Bagaimana bisa aku dengan egois menyimpulkan bahwa ia menyukaiku”

Jeyoung terdiam. Jadi itu masalahnya,..

To be continued..

99 thoughts on “Cherry Blossom (Part 3)

  1. Kenapa raeseok gak bilang dari
    dulu kalo dia juga suka sama donghae?? Coba bilang dari dulu-_- tapi donghae juga salah sih , kenapa dia gak nembak” raeseok ??

    Agak ragu sama orang yg nolong kyu waktu kecil.. Bisa aja itu jeyoung tapi dia ngaku ngaku nichan… Tapi kan jeyong gak ada sangkut pautnya ama nichan , kenal juga nggak-_- .. Biarlah author yg menjawab=D Next:)

  2. Itulah cwe gga bakal ngerti seblom ada pernyataan ckck memang kadang cwe gga peka..

    Ya ampun kyu hampir aja cium jeyoung lgi..

  3. Ahh jadi raeseok juga suka to sama donghae. Kenapa dia enggak mengungkapkan aja sih sama donghae oppa kalau dia suka, lagian donghae oppa juga kenapa sih takut di tolak padahal kamu kan keren + ganteng😀

  4. ahhhhh ini sihh donghae nya yg pabooo~~~
    coba ditembak ajaa sdahh hahah
    sapa tau lgsng diterima yakan!!!!
    itu yg adegan hampir kissu tiba” sungmin masuk!!
    aigooooooo
    aku bayanginx si sungmin yg masuk dengan style perempuan n suara yg dibuat” sperti prmpuan jgaaaa hahahah

  5. Kyu bkin bngung jeyoung jngan ngsih hrapan sma jeyoung klw dia akhir nya akan nykit in hati jeyoung,,lucu sma raeseok smpai dia blang dh gak perawan lgi gra2 hae gak sngaja nyium dia hahaha,,hayo bang ikan tanggung jwab lho..

  6. Jeyoung udh mulai suka sm kyuh tp kyuh masih suka sm nichan -_-
    Donghae pantang menyerah yaa buat dapetin hatinya raeseok ..

  7. oh jd itu masalah’a raeseok sllu menjauh dari donghae karna donghae blm pernah mengatakan prasaan’a.. Ya ialah donghae’a takut ditolak hhh

  8. Kyu licik dan jahat, mau membantu mrasakan rasanya dicintai namja. Gimna klo jeyoung makin trskiti nnti, baper k jeyeong bru tau rasa…

  9. Kasian jeyoung nya yaaaa…
    Dan btw, cwek yg ktemu kyu pas kecil itu beneran nichan?
    Tapi, kenapa waktu itu ortu mereka bilang KyuJe akrab pas kecil? Anehh…
    Dan, kyu… Jangan php aja donggg *pout*

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s