After Wedding Story [Honey Moon] Part 3

Tittle : After Wedding Story [Honey Moon] Part 3
Author : Dha Khanzaki a.k.a shin Je Young
Genre : Romance-Comedy, Married Life

Main Cast :

  • Shin Na Ra a.k.a Aira
  • Cho Kyuhyun Super Junior

Warning : typo bertebaran

After Wedding Story Honey Moon by DhaKhanzaki1

—–o0o——

Part 3
*Kyuhyun POV*
Aku mengulurkan tanganku dan kuusap pelan pipinya. Aira menengok. Ia tersenyum manis padaku. Aku pun membalas senyumannya. Aira meraih tanganku yang terulur dan mengdekapnya dengan kedua tangan. Merengkuhnya mendekati wajahnya, dan mengusapkan tanganku ke pipinya dengan lembut. Aku terkesima atas perilakunya. Lalu ia menggumamkan sesuatu, seperti nyanyian dengan mata terpejam. Hanya saja aku tidak paham.

_Kuingin selamanya mencintai dirimu.. Sampai saat ku akan menutup mata dan hidupku.. Kuingin selamanya.. Menyayangi dirimu sampai waktu kan memanggilku.._
#pinjem lagu Pasha and the geng

—o0o—

*Aira POV*

Aku yakin suamiku tidak paham dengan lagu yang ku senandungkan tadi. Tapi kuharap dengan caraku menyanyikannya ia bisa mengerti bahwa aku ini sangat mencintainya dan akan terus mencintainya sampai akhir hidupku nanti. Aku kini menatap matanya. Dari caranya tersenyum aku tahu dia terharu.
“Kau memang yeoja ‘one in a million’ Ai-chan. Ah, tidak, mungkin satu-satunya di dunia ini. Aku tidak akan menemukan yeoja sepertimu lagi meskipun aku harus mencari sampai 1000 tahun”
Pipiku memerah. “Aish, gombaal..” ucapku mengalihkan kegugupanku. Kyuhyun menyentil keningku pelan, dan aku meringis.
“Enak saja! Aku berkata jujur!”
Suamiku yang tampai ini mulai marah lagi. Aku suka melihat wajah cemberutnya. Tanpa aba-aba apapun Kyuhyun menyentuhkan bibirnya ke bibirku. Menyapu setiap senti bibirku dengan kelembutan yang mampu membuatku melayang. Aku terpaku. Meski ini sudah sering, tapi aku selalu kaget dan jantungku melonjak-lonjak dibuatnya.
“Nah, seperti ini baru berbulan madu namanya” gumam Kyuhyun setelah ciuman kami terlepas. Aish, sempat-sempatnya ia tersenyum nakal begitu.
“Oke. Oppa jangan cemburu pada teman-teman namjaku lagi!” ucapku.
“Ne. Aku harus sadar kalau istriku ini sangat cantik. Jadi wajar jika banyak yang jatuh cinta..” Kyuhyun mengelus kepalaku. Aku terkekeh dibuatnya.
“Tapi hanya Oppa yang berhasil mencuri hatiku” ucapku sambil mencubit kedua pipinya. Kami tertawa, lalu kembali tenggelam dalam sebuah pagutan mesra yang memabukkan.

Tak lama kemudian kami kembali ke villa karena hari sudah mulai gelap.

—o0o—-

“Oppa.. Ppalli! Kita hampir terlambat!!” teriakku untuk yang ketiga kalinya. Entah sudah putaran yang keberapa aku bolak balik menunggu Kyuhyun yang sedang siap-siap di dalam sana. Tahu kenapa aku sangat bersemangat seperti ini? Benar sekali, karena hari ini aku akan menonton konser Justin Bieber!!
“Mengapa kau meloncat-loncat tidak penting begitu?”
Suara berat yang sangat kukenal membuatku berhenti berjingkrak kegirangan. Ketika kuputar tubuhku ke belakang, kutemukan sosok Kyuhyun yang sudah rapi dengan baju yang tadi sudah kupilihkan sebelumnya. Aish, suamiku semakin tampan saja. Dan itu membuat senyum di bibirku makin merekah.
“Ppalli Oppa!” Kugandeng tangannya sambil setengah menyeretnya keluar villa tempat kami menginap.
“Huh, aku bingung, apa yang kau lihat dari bocah ingusan itu sampai membuatmu girang setengah mati begini” gumam Kyuhyun. Aku merengut bingung. Kulihat wajahnya sedikit sebal.
“Justin Bieber itu memiliki suara yg indah. Dan aku suka namja yang bersuara indah”
Senyum pun terbit di wajahnya. Kenapa dia tersenyum begitu?
“Haha, Ai-chan, aku tahu kau juga pasti sangat sangat mencintaiku. Suaraku 100 kali lipat lebih indah dari bocah itu” pamernya bangga. Kenapa dia bisa percaya diri sekali? Tanpa kusadari langkahku terhenti.
“Wae?” tanyanya. Aku menyipitkan mata ketika memandangnya. “Suaramu lebih indah dari Justin Bieber? Ayolah Oppa, suaramu bahkan tidak sebagus Yesung Oppa”
“MWORAGO!” pekiknya. Aku yakin dia syok berat.

Aku tak peduli. Biar saja. Rasa narsisnya itu sudah tingkat akut. Meskipun kuakui suaranya sangat indah. Tapi tak apa kan sesekali membuatnya spot jantung. Aku berjalan mendahuluinya.
“Yak! Kau bilang Yesung Hyung lebih bagus dariku? Apa Kupingmu ada kelainan!” bentaknya seraya menyusulku. Aku menahan tawa dengan tingkahnya.
“Justru sebaliknya. Kupingku ini sangat tajam Oppa. Aku bisa membedakan mana suara yang bagus dan tidak” lanjutku dengan nada meremehkannya. Ia menggeram.
“Dasar kau yeoja 4D!!” Suaranya meninggi. Aku melihat wajahnya, omona.. Wajahnya sudah sehoror Genderuwo!!
Aku mengambil ancang-ancang untuk kabur. Namun naas, tangan Kyuhyun sudah meraih bahuku dan mencengkram leherku dari belakang.
“Kau pikir bisa kabur dariku setelah membuatku kesal begini!!” ucapnya dengan nada agak menakutkan tepat di telingaku. Aku merinding. Ini salahku juga! Siapa suruh membangkitkan jiwa setan namja kejam di belakangku ini.
“Oppa.. Kau mau apa.. Kita sudah hampir terlambat..” suaraku bergetar. Bukan takut tapi gugup. Hembusan nafas Kyuhyun Oppa sangat terasa di telingaku. Membuat sekujur tubuhku menegang.

“Kenapa badanmu kaku begini, chagi?” tanyanya. Aku tidak menjawab. Ia kemudian membalikkan badanku menghadapnya.
“Aku tidak akan memakanmu di sini.. Jadi tidak perlu tegang begini.” senyum evil yang sangat kutakutkan akhirnya muncul juga.
“Senyummu itu lebih menakutkan dari vampire Oppa” ucapku nekat. Alis Kyuhyun dinaikkan sebelah. Lalu dia tersenyum lagi.
“Tapi aku vampire yang mempesona.” tanpa menunggu kesiapanku, Kyuhyun Oppa menempelkan bibirnya ke bibirku. Membuaku terkesiap. Awalnya hanya menempel tapi lama-lama kecupan ringannya berubah menjadi lumatan dan tak putus-putus.
Aku agak meronta karena napasku hampir habis. Namun tangannya menekan kepalaku dan yang sebelah lagi mendekap pinggangku erat.
“Omo.. Hhh.. Oppa, kau.. Ingin membunuhku!” ucapku dengan nafas terengah setelah berhasil lepas dari ‘jeratan mematikan’nya.
“Siapa suruh kamu membuat moodku buruk pagi-pagi begini” ucapnya dengan tampang innocent.
Aku mendengus pelan. Namun mataku terbelalak lagi saat Kyuhyun kembali melumat bibirku.
“Oppa, ini tempat umum..” desisku di sela ciumannya. Dari sudut mataku kulihat beberapa orang yg ada di sekitar kami melongo sebentar menatap adegan kami. Namun, karena biasa, mereka tidak mempermasalahkannya.
“Biar saja. Di sini tidak ada yg akan mengenaliku” jawabnya ringan dan mengecupku lagi. Tubuhku seperti melayang ke langit yang ke-7.

“Kajja, aku ingin tahu sebagus apa bocah itu dibanding diriku” ucap Kyuhyun seraya menarikku yang belum sadar sepenuhnya setelah dibuatnya melayang tinggi tadi.
Awalnya kami sempat kebingungan ke tempat konser naik apa. Dan ketika kutanya pada Mr. John, manager di resort ini.. Beliau bilang kami bisa memakai mobil milik Rian yang dititipkan di sini. Huaa.. Lucky!

“WOW! Ferrari!” seruku kagum melihat mobil di depanku. Tadi pegawai resort yang membawanya ke depan resort untuk kami pakai.
“Mobil siapa ini?” tanya Kyuhyun bingung. Sekilas raut kekaguman tampak di matanya. Aku mengelus bagian depan mobil mewah yang berwarna merah cerah ini.
“Milik Rian. Keren kan” jawabku dengan nada penuh kekaguman. Kyuhyun mendelik ke arahku, ia lalu membuang napas pasrah.
“Dia lagi.. Kenapa di honey moon yang seharusnya hanya aku dan istriku malah muncul orang gak jelas sepertinya” gumam Kyuhyun dan suaranya terdengar jelas di telingaku.
“Ya! Kan sudah kubilang, jangan..”
“Arraseo!” potongnya seraya mengangkat tangan memintaku berhenti mengoceh. Otomatis mulutku langsung bungkam.
“Kau mengingatkanku agar tidak cemburu pada teman-teman namjamu kan? Arra! Sekarang mana kuncinya! Biar aku saja yang menyetir”
Dengan terpaksa kuserahkan kunci Ferarri ini padanya. Padahal aku ingin sekali mengendarainya.
“Cepat naik atau kita akan benar-benar terlambat Nyonya Cho!” tegur Kyuhyun yang sudah duduk di balik kursi kemudi. Aku menghela napas dan kemudian duduk di samping kursi kemudi. Tak lama mobil pun bergerak meninggalkan resort.
—o0o—

*Kyuhyun POV*
“Baca GPSnya yang benar Ms. Cho!” omelku pada Aira yang sedang serius mengamati layar GPS di mobil agar kami tidak tersesat. Ini kali pertamanya aku ke LA. Jadi jalanan di sini masih sangat asing. Dan Aira, setidaknya dia pernah kemari dan sialnya, dia bilang ini adalah kota kelahiran Rian. Kenapa mesti namja itu lagi! Lalu yang paling penting, Ai-chanku fasih berbahasa Inggris.
“Belok kiri Oppa, di depan sana ada tikungan” intruksinya. Aku menurut saja. Kubelokkan mobil setelah mencapai tikungan.
“Kita sebentar lagi sampai kan?” tanyaku.
“Iya. Tinggal 1 blok lagi”
Syukurlah. Habis daritadi kuperhatikan dia panik tidak jelas. Ia terus menghentak-hentakkan kakinya.
“Aish, kenapa macet begini sih!!” keluh Aira jengkel. Ternyata jalan yang dilalui macet . Entah ada masalah apa di depan sana.
“Sepertinya ada kecelakaan di depan sana” ucapku ketika kulongokkan kepalaku untuk melihat ke depan.
“Aduh, kenapa mesti ada kecelakaan sih! Aku kan sedang buru-buru! Oppa, ayo putar arah! Kita ambil jalan lain!” serunya tidak sabar sambil menarik-narik lengan jaketku.
“Dasar!” kujitak pelan kepalanya. “Orang lain dapat musibah kenapa kau tidak sedikitpun tersentuh!”
“Oppa, sakit nih!” gerutunya sambil mengusap kepala yang tadi kena jitakanku. dia lucu sekali jika sedang menderita begitu.

Oke, daripada kicauannya yang lebih berisik dari burung beo itu muncul lagi, lebih baik kuturuti saja keinginannya.

Tak lama, tiba juga di tempat konser. Kulihat di luar gedung banyak sekali orang. Dan poster-poster bocah ingusan itu terpampang jelas di depan gedung. Aish, kenapa banyak sekali yang mengidolakannya? Termasuk yeoja 4D yang jadi istriku ini.
“Hurry up Oppa!” serunya tidak sabar. He, sejak kapan dia keluar mobil? Seingin itukah dia menyaksikan konsernya.
“Sebentar Ai..” Aku harus memakai kacamata dan topi dulu. Untuk antisipasi, siapa tahu ada yang mengenaliku di sini. Aira segera menarik tanganku, berlari memasuki gedung itu.

“Where’s your ticket?” tanya panitia itu pada aku dan Aira ketika akan memasuki ruangan konser.
“Wait a second..” Aira mengaduk-aduk isi tas tangannya mencari ticket itu. Sesaat kemudian wajahnya memucat.
“Wae?” tanyaku bingung
“Oppa, ticketnya tertinggal..” gumamnya dengan pandangan kosong. Aigoo.. Dia pasti syok berat. Kulihat tangannya bergetar.
“tertinggal gimana?” Dia masih mengingat-ingat. Seketika dia tersentak.
“Ticketnya.. Tertinggal di mobil Oppa! Ada di mantel yang kutinggalkan di mobil!” ujarnya buru-buru dan hendak pergi. Namun kutahan tangannya.
“Biar aku saja yang ambil. Kau di sini saja!” Aku segera berlari menuju area parkir. Sial! Jaraknya juga tidak dekat. Napasku tersengal-sengal begitu tiba di mobil. Segera kubuka pintu mobil dan kuraih mantel Aira yang ada di jok belakang.
“Ah, ini dia si trouble maker!” Aku memelototi 2 lembar tiket yang baru saja kutemukan di saku mantel. Huh, sial sekali. Honey moon macam apa ini? Harusnya kan menjadi moment yang romantis dan tak terlupakan. Tapi aku malah harus berlarian tidak jelas begini gara-gara tiket konser bocah ingusan!

“Kyaa! Oppa hebat! Mana tiketnya!” seru Aira ketika aku tiba di hadapannya dengan napas yang hampir habis.
“Ini dia..hhhh” paru-paruku terasa mengkerut. Tapi Aira tidak menyadarinya dan menarikku masuk ruangan konser.
—o0o—-

*Author POV*
“Tuh kan, konsernya sudah mulai!” Aira menggerutu sesaat ketika mereka sampai di kursi mereka. Kursi VIP. Di panggung sana, Justin Bieber sedang beraksi menyanyikan lagu ‘Somebody to Love’. Kyuhyun baru akan duduk tenang tapi Aira langsung menjerit histeris dan ikut berjingkrak-jingkrak menyanyikan lagu itu bersama ratusan penonton lainnya.
“Aduh, Ai-chan, bisa tenang sedikit kan” gumam Kyuhyun. Tapi Aira tidak mendengarkan, malah menarik Kyuhyun berdiri dan mengajaknya mengangkat tangan mengiringi alunan lagu karena saat itu Justin Bieber sedang menyakikan lagu ‘Mistletoe’.

Kyuhyun melihat ekspresi gembira istrinya yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Yah, sama dengan ekspresi para ELF ketika menyaksikan dirinya dan Super Junior beraksi di panggung. Jadi memang seperti ini ekspresi fans yang gembira karena bisa menyaksikan idolanya. Hmm, dia harus lebih menghargai fansnya mulai saat ini.
“Wae? Oppa tampak pucat?” tanya Aira cemas. Di ruang konser yang remang-remang ia masih bisa melihat jelas wajah pucat suaminya.
“Tidak apa-apa. Di sini panas” Kyuhyun merasa kerongkongannya kering. Aira cemas. Ia mengajak Kyuhyun duduk. Mengeluarkan saputangan dan mengelap keringat di kening suaminya.
“Oppa, apa kita keluar aja?” tanya Aira cemas.
“Ani. Kita saksikan konser ini sampai selesai. Jangan pedulikan aku”

Aira akhirnya tidak bisa menikmati konser JB karena terlalu mengkhawatirkan suaminya. Perhatiannya jadi terbagi 2. Sesekali dia melihat ke arah panggung dan ke sampingnya. Aira lebih mencemaskan Kyuhyun daripada konser JB.
Beberapa menit sebelum konser usai, Aira memutuskan membawa Kyuhyun keluar. Takut terjadi apa-apa pada suaminya.
“Minum ini. Oppa pasti kehausan” Aira menyerahkan sebotol air pada Kyuhyun.
“Gomawo chagi” Kyuhyun segera mengambil dan meneguknya langsung. Keadaannya sudah lebih baik di luar sini. Udara di sini menenangkan jiwanya. Mereka sedang duduk di kursi di depan gedung konser.
“Never mind” jawab Aira sambil mengelap keringat di wajah Kyuhyun.
“Mianhae oppa, karena aku kamu jadi begini”
Kyuhyun terkesiap. “Hei, harusnya aku yang minta maaf, kau jadi tidak bisa menonton konser dengan tenang”
Aira menggeleng pelan dan tersenyum. “Lain kali aku masih bisa menontonya” tangan Aira bergerak membelai pipi Kyuhyun. “Oppa, wajahmu masih pucat. Gimana ini” gumam Aira. Ada perasaan bersalah menyusup di hatinya. Mendadak terbesit hal gila di otaknya.
“Hemm, aku harus kasih obat yang manjur nih..” lirih Aira sambil menatap Kyuhyun. Sudut bibirnya membentuk senyum misterius. Kyuhyun tidak menjawab, otaknya serasa lumpuh dengan tatapan seperti itu.

Entah apa yang dipikirkan Aira, ia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir pucat suaminya. namja itu sempat terkesiap, namun dengan cepat ia menguasai keadaan. Mata Kyuhyun pun menutup perlahan menikmati sentuhan bibir Aira. Tangannyaan bergerak merengkuh pinggang Aira agar jarak di antara mereka tidak ada lagi.
Perlahan Kyuhyun mendominasi ciuman itu. Ia menyapu setiap inchi bibir Aira dengan lembut dan perlahan. Tak lama, Aira melepaskan tautan bibir mereka lebih dulu. Ia tersenyum menatap Kyuhyun.
“Lihat, sekarang wajahmu tidak pucat lagi” ucap Aira jahil sambil meraba bibir Kyuhyun yg memerah akibat sentuhan tadi. Wajahnya pun jadi berubah merona merah, bukan pucat lagi. Kyuhyun jadi tertawa ringan dengan tingkah istrinya.
“Dasar!” Kyuhyun mencubit gemas pipi Aira. Melihat Aira yg menggemaskan begitu, Membuat Kyuhyun ingin menciumnya lagi. Ia mendekatkan wajahnya, tapi..

“KYAAA.. Justin Bieber!” teriakan keras dari gerombolan fans itu membuat Aira berdiri dan alhasil, aksinya itu gagal!
“Sial!” umpat Kyuhyun kesal. Padahal tadi nyaris sekali berhasil.
Aira pergi ke arah kerumunan fans itu. Kyuhyun hanya menghela napas pasrah dan tidak bergerak dari tempatnya sedikitpun. Setelah menunggu selama 15 menit, akhirnya Aira kembali dengan mata berbinar sambil memegang kamera DSLR yang sepertinya dia gunakan untuk memotret JB.
“Look, aku berhasil dapet foto JB!” Aira memamerkan beberapa gambar hasil jepretannya pada Kyuhyun dan namja itu tidak mempedulikannya sedikit pun.
“Hmm, arra. Kita pergi sekarang” ajak Kyuhyun. Ditariknya tangan Aira dari tempat itu.
—o0o—

“Kita mau ke mana, Oppa?” Aira bertanya saat mereka sedang dalam perjalanan. Entah kemana tujuan mereka.
“Kita cari restoran. Aku lapar” jawab Kyuhyun datar.
“Hmm, gimana kalau kita ke Abbot Kinney Boulevard saja? Di sana pasti banyak tempat makan” usul Aira.
“Kedengarannya bagus” Kyuhyun setuju saja karena ia tidak tahu seluk beluk kota Los Angeles.

Mobil diparkirkan di tempat khusus parkir. Jadi mereka menjelajahi kawasan Abbot Kinney boulevard hanya dengan berjalan kaki. Agar lebih leluasa *Author bagian ini ngarang. Coz gag tahu gimana keadaan Abbot Kinney sebenernya*

“Oppa, kau ingin makan apa?” tanya Aira. Ia berjalan tenang di samping Kyuhyun. Menyusuri trotoar yang berderet toko-toko di sepanjang sisinya. Orang-orang pun berlalu lalang di sekitar mereka. Kawasan itu memang ramai karena salah satuan tempat komersil di LA.
“aduh!” Aira melenguh pelan karena ada orang yg menyenggol bahunya cukup keras. Kyuhyun menoleh kaget.
“Gwaenchana?” tanyanya was was. Aira mengangguk dan mengusap bahu yang tadi di singgung orang tak dikenal. Sedikit sakit. Tapi itu tidak berdampak apapun. Kyuhyun menautkan jarinya ke sela jari tangan Aira, menggenggam erat tangan yeoja itu agar tidak jauh darinya. Kening Aira berkerut samar, namun Kyuhyun malah tersenyum menanggapinya.
“Agar kau tidak di senggol lagi, jangan jauh-jauh dariku” Kyuhyun menegaskan maksud dari ulahnya itu.

Aira tidak mengatakan apapun. Ia menurut dan berjalan di samping Kyuhyun yang mendekap erat tangannya. Wajahnya memerah karena hal kecil seperti ini dan ingin meledak rasannya.
Ketika ia sedang keenakan menikmati situasi romantis itu, perhatiannya langsung tertuju ke sebuah toko mainan dan pernak-pernik.
“Mwo! Game keluaran terbaru!” seru Kyuhyun tanpa sadar. Matanya memindai tulisan di kaca etalase toko itu yg bertuliskan bahwa di toko itu dijual game terbaru yang sudah lama dinantikannya.
“Oppa, kau ingin membelinya?” tanya Aira yang menyadari ekspresi suaminya begitu gembira. Kyuhyun menengok pada Aira. Wajah gembiranya perlahan pudar.
“Tidak.” jawabnya ragu. Aira tidak paham kenapa suaminya mendadak mengurungkan hasratnya terhadap game.
“Jangan begitu. Beli saja. Ayo” Aira mengajak Kyuhyun masuk ke toko itu. Ternyata tidak hanya game dan mainan saja. Tapi berbagai benda kecil, pernak pernik, hingga aksesori dijual di toko ini. Aira menarik Kyuhyun menuju penjaga toko di sana.
“Excuse me..”
penjaga toko itu tersenyum ramah. “Yes, Miss.. Can I help you?”
Aira menunjuk iklan yang ada di etalase toko. “can you Give me that game?”
Penjaga toko itu melirik ke arah yang ditunjuk Aira sekilas, kemudian ia terlihat menyesal.
“Pardon me, Miss. But that game has sold out, already”
Aira melotot kaget. Kyuhyun mengerutkan kening. Bingung. Sejujurnya dia tidak terlalu paham. Tapi sebagian ia bisa mengerti. Game yang di inginkannya sudah habis terjual.
“Are you sure!” pekik Aira. Penjaga toko itu mengangguk.
“When I can get that game again?” Aira masih belum menyerah. Bagaimanapun ia tidak mau melihat wajah kecewa Kyuhyun.
“Em, wait a minute” penjaga itu melirik sebuah catatan di meja kasir. “Next week, Miss. That game will deliver to this shop next saturday”
Aira mendesah putus asa. Mana mungkin ia menunggu sampai minggu depan. Kyuhyun jadi merasa bersalah sekaligus terharu.
“Sudahlah Ai-chan, mungkin aku bisa membelinya jika dirilis di Korea nanti” hibur Kyuhyun. Aira mengangguk. Jika Kyuhyun sudah bilang begitu apa boleh buat.

Mereka memutuskan melihat-lihat sebentar. Aira pergi melihat ke bagian topi dan Kyuhyun sejak tadi tertarik pada etalase yang memajang pernak pernik dari perak.

Matanya terus tertuju pada sebuah kalung dengan liontin kepala Mickey Mouse. Sangat indah dan manis. Gambaran tepat untuk Aira. Indah dan manis.
“May I look that?” Kyuhyun menunjuk kalung itu. Ketika penjaga toko itu memberikan padanya, ia merasa harus membelinya. Ya, ini untuk Aira.

Aira sedang mencoba topi lebar berwarna oranye dan mematut diri di depan cermin saat tiba-tiba Kyuhyun memanggilnya.
“Ai-chan, kemari” panggilnya. Aira meletakkan kembali topi itu lalu menghampiri Kyuhyun.
“Any trouble?”
“Lihat” Kyuhyun menunjukkan kalung itu pada Aira. Otomatis raut wajahnya berubah cerah.
“How beautiful!!” serunya kagum.
“Kau suka?” tanya Kyuhyun diiringi senyum gembira
“Emm!” Aira mengangguk tegas. “Tapi ini kalung untuk yeoja, Oppa” ucap Aira polos.
Kyuhyun tersenyum samar. “Ini memang untukmu”
Aira menatap Kyuhyun tak percaya. “For me?”
Kyuhyun mengangguk. “Boleh kupakaikan?”
Siapa yang akan menolak? Aira tersenyum riang dan segera mengangkat rambutnya yang tergerai agar Kyuhyun bisa leluasa memakaikan kalung itu ke lehernya. Saat Kyuhyun menunduk untuk memakaikan kalung, Aira baru sadar kalau jarak wajahnya dengan Kyuhyun sangat dekat.

Begitu kalung itu terpasang, Kyuhyun sadar wajah Aira sangat dekat. Jadi tanpa basa-basi ia mengecup bibir Aira, melumatnya sekilas. Membuat Aira terbelalak kaget.
“Hehe, akhirnya.. Terlaksana juga” ucap Kyuhyun sambil tersenyum evil. Setelah sempat gagal mencium Aira ketika di tempat konser, akhirnya sekarang tercapai juga.
“Kyaa.. Dasar namja mesum!” teriak Aira ketika sadar. Kyuhyun segera berlari ke luar toko dan Aira mengejarnya.

“Yaa! Berhenti kau Cho Kyuhyun!” teriak Aira sambil berlari mengejar Kyuhyun.
“Tidak mau..” balas Kyuhyun tanpa menoleh ke belakang..
“Yaa.. Arrgh~BRUKGH~”

Kyuhyun berhenti berlari begitu mendengar suara benda jatuh yang begitu keras. Ia membalikkan badan. Dan matanya melebar ketika mendapati Aira terkulai di trotoar sana. Yeoja itu terjatuh! Kyuhyun segera menghampirinya.
“Aigoo.. Gwaenchana?” tanya Kyuhyun cemas. Ia membantu Aira berdiri dan menepuk-nepuk bajunya yang kotor.

To be continued..

41 thoughts on “After Wedding Story [Honey Moon] Part 3

  1. hahaha…hanymoon nya di luar bayangan kyuppa:-( tapi tetep manis deh mreka, jadi nggak sabar nunggu aegi mereka

  2. Ɣά.. Kasian kyu kayanya sumpek d dalem ‎​ɑ̣̇=))Ќɑ̣̇=))Ќɑ̣̇=))Ќɑ̣̇=))Ќɑ̣̇=))Ќɑ̇=))Ќ
    End nnya gmn?? Penasaran, lanjut!!

  3. hahhahha lucu sifat ke dua pasangan ini. mereka saling memahami dan mempercayai satu sama lain sehingga salah paham yang terjadi cepat selesai

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s