Shady Girl (Part 19)

Tittle : Shady Girl Part 19
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast :

  • Park Haebin / Lee Haebin
  • Lee Donghae

Support Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Lee Hyukjae / Eunhyuk
  • Kim Kibum
  • Choi Siwon
  • Elison Kim

Hai hai, masih dengan FF Shady Girl. apakah ceritanya sudah mulai membosankan atau bikin ngantuk? semoga aja gak yah…
Maaf untuk typo ataupun bahasa yang kurang menyenangkan.

Happy Reading

Shady Girl by Dha Khanzaki3

———-0.0———-

“Yeobo, hari ini kau harus berdandan cantik.” Ujar Donghae sambil merapikan rambut Haebin yang tengah mengerjakan tugas kuliahnya.
“Berdandan cantik? Untuk apa?”
“Kau akan menghadiri pesta bersamaku.”
“Pesta? Musim dingin seperti ini?”
“Iya. Pesta ulangtahun Appanya Kibum.”
Haebin membalikkan badannya. “Jinjja? Appa Dokter Kim?”
“Iya. Baiklah..”

Donghae sudah bersiap-siap. Pakaiannya sudah rapi. Sesekali ia melirik Haebin yang tengah memakai kalung di depan meja rias. Ia sepertinya kesulitan.
“Sini aku bantu.” Donghae mengambil alih kalung itu. Setelah selesai, ia menatap Haebin dari cermin.
“Aigoo.. cantiknya istriku..” pujinya sambil tersenyum. Haebin menahan tawanya.
“Sejak kapan Oppa jadi segombal ini..”
“Aish, jinjja.. aku memuji kau malah bilang aku menggombal.” Ia mengecup sekilas puncak kepala Haebin. “Ayo kita berangkat. Acaranya akan di mulai setengah jam lagi.”
“Ne.”
Haebin tersenyum setelah yakin penampilannya sempurna. Ah, gaun yang dibeli dengan kartu kredit hasil curian Kyuhyun berguna juga. Untung ia tidak mengembalikannya waktu itu.

@@@

Ballroom tempat acara itu berlangsung begitu hangat. Sehingga Haebin bisa dengan bebas mengenakan gaun dengan tali spageti seperti yang dikenakannya tanpa takut kedinginan. Lagipula semua wanita yang hadir memakai gaun serupa dengannya.
“Akhirnya kau datang juga..” seru Siwon melihat Donghae datang menggandeng Haebin.
“Tentu saja. Ah, aku harus menyapa Tuan Kim dulu. Yeobo, ayo..” Donghae mengajak Haebin pergi.
“Omo..” tunjuk Siwon tak percaya. Ia lalu tersenyum lebar. “Akhirnya.. mereka saling mencintai juga.. sepertinya saranku berhasil.”

Donghae mengenalkan Haebin pada Tuan Kim, Appa Kibum yang saat itu berulang tahun. Tidak hanya itu, dengan bangga Donghae mengenalkannya juga pada orang-orang yang dikenalnya.
Akhirnya Haebin merasa bahagia. Ia baru bisa merasakan menjadi istri seorang presdir perusahaan besar.

“Eunhyuk, kau melihat Haebin?” Donghae tadi kehilangan gadis itu saat ia tinggalkan sebentar untuk menyapa koleganya dari luar negeri. Eunhyuk mencari-cari ke sekitarnya.
“Aku tidak tahu. Ah, aku akan membantumu mencarinya.” Eunhyuk lalu pergi. Donghae merasa tidak enak meninggalkan Haebin di tengah pesta seperti ini.

—o0o—

Haebin sendiri baru keluar dari toilet. Ia merasa perutnya mual. Mungkin ia salah makan hari itu.
“Aish.. aku harus menemui Dokter Kim lagi..” keluhnya sambil memegangi perut.
“Omo.. siapa yang kulihat ini..” seru seseorang. Haebin mengangkat kepalanya. alisnya bertautan melihat seorang namja tak di kenal berada di depannya.
“Nuguya?” ucapnya
Namja itu mendekat. Kebetulan lorong saat itu sedang sepi. Haebin merasakan firasat buruk melihat ekspresi namja itu.
“Kau lupa padaku?” tanyanya terus menyudutkan Haebin ke tembok.
“A-aku tidak ingat..” lirih Haebin ketakutan. Namja itu menyeringai.
“bagaimana kalau ini.. sepertinya kau akan ingat..” namja itu bergerak hendak menyentuhnya. Seketika Haebin teringat. Wajahnya.. bagaimana mungkin Haebin melupakan wajah namja yang hampir memperkosanya dulu.
“Kau.. tuan Kim Kyoung Jae???” ujarnya ketakutan. Dia tersenyum manis, namun bagi Haebin itu lebih terlihat menakutkan.
“Jangan sebut aku dengan nama kampungan itu. Panggil aku Eli. Elison Kim..” bisiknya membuat Haebin bergidig hebat.
“Sekarang apa yang kau inginkan Tuan.. jebal.. lepaskan aku. Aku sudah menikah..” Haebin mengharapkan belas kasihan. Karena ia tidak memiliki daya untuk melawan pria kekar seperti Eli.
“Hoo.. aku tidak heran. Gadis sepertimu pasti dengan mudah merayu pria kaya dengan tubuhmu. Iya kan.. sudah jangan berlagak suci. Sekarang lebih baik kita bermain saja. Kau mau kan..”

Haebin terbelalak. Bayangan wajah donghae segera berkelebat di otaknya. Oppa.. tolong aku.. teriaknya dalam hati. Haebin menginjak kaki Eli dan mengambil ancang-ancang pergi. namun dengan cekatan Eli berhasil meraih tangannya dan mendorong Haebin dengan kasar ke dinding.
“Kau tidak bisa menghindar lagi sekarang. Tidak akan ada orang yang menolongmu seperti waktu itu.” Eli menahan tubuh Haebin yang terus meronta.
“Jebal.. lepaskan aku..” Haebin memelas dengan cucuran airmata. Ia takut. Sangat takut.
“Oh ayolah. Jangan buat aku seperti penjahat. Sejak kejadian itu aku menyukaimu. Dan aku hampir saja gila ketika tidak bisa menemukanmu kembali di klub itu. Dan siapa sangka ternyata malam ini aku bisa bertemu denganmu lagi.” Jelasnya. Haebin semakin ketakutan.
“Tapi aku sudah menikah. Aku tidak ingin mengkhianati suamiku.”
“Aku tidak peduli..” ia menyeringai pelan. Menatap Haebin dengan tatapan seduktif. Tuhan.. selamatkanlah aku.. teriak haebin sekerasnya dalam hati.

—o0o—-

“Sudah kau temukan?” tanya Donghae pada ke empat sahabatnya yang ikut mencari. Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun dan Kibum menggeleng bersamaan. Donghae diam sejenak, ia merasakan firasat buruk. Oh, mungkinkah Haebin pergi ke toilet? Kenapa tak terpikirkan olehnya? Sebaiknya ia memeriksa dulu saja.

Sementara itu..

Haebin terus meronta-ronta dari cengkraman Eli. Pria itu begitu kuat. Di saat genting seperti itu Haebin sangat menyesal kenapa ia tidak belajar bela diri.
“Akh.. kumohon Tuan. Lepaskan aku..” pinta Haebin sambil terisak. Eli tidak mendengarkan ia masih berusaha untuk mencium Haebin meski yeoja itu meronta-ronta tidak mau. Ia menghalangi mulutnya dengan kedua tangannya.
“Bekerja samalah. Aku berjanji tidak akan berlaku kasar.” Eli mencengkram kedua tangan Haebin, memaksanya untuk menurunkan tangan itu.
“Ah, aku tahu. Kita lakukan saja di tempat lain. Bukankah ini hotel. Kita pesan salah satu kamar saja.” Eli menyeringai lalu ia menyeret Haebin pergi dari tempat itu. Haebin terus meronta dan berusaha melepaskan diri.

Donghae keluar dari Ballroom itu dan segera menuju toilet wanita, namun belum sampai sekilas ia melihat seseorang tengah menyeret seorang yeoja secara paksa. Awalnya ia tidak menghiraukannya karena ia pikir itu bukan Haebin. namun baru beberapa langkah ia mengerjap. Tunggu, baju yang dipakai yeoja tadi sangat mirip dengan yang dipakai Haebin. tidak!! Secepat mungkin Donghae membalikkan badan mengejar namja tadi.

Eli terus menyeret Haebin hingga depan lift. Haebin makin ketakutan. Tuhan.. tidak adakah yang akan menyelamatkannya kali ini??
“Shireo!!” teriak Haebin menahan diri berpegangan pada pintu lift saat Eli menyeretnya masuk lift. Eli melepaskan pegangan tangan Haebin dengan kasar sambil menariknya masuk. Tali baju yang ada di bahunya sampai putus karena ulah kasar Eli.
“Kyaaaa..” haebin menjerit sekencang-kencangnya. Ia sudah tidak berdaya lagi. Sekarang ia berjuang menahan gaunnya agar tidak melorot jatuh. Eli mendorong Haebin ke sudut ruangan lift yang kecil itu sambil tangannya berusaha memencet tombol untuk menutup pintu lift. Haebin meringis merasakan sakit di bagian punggungnya. Ia sekarang merasa kepalanya berdenyut sakit. Oh, ia tidak mau pingsan di sini. Hal itu akan memudahkan pria brengsek di hadapannya ini untuk melakukan tindakan jahat kepadanya.
Eli menyeringai senang ketika melihat Haebin hampir kehilangan kesadarannya. Bagus. Itu akan membantunya nanti.

“Kurang ajar!!!” seru seseorang. Sebelum Eli membalikkan badannya, seseorang dengan cepat meninjunya hingga ia terjungkal ke belakang.

Brukkkkkk!!!

Dalam kesadaran yang makin menipis, samar-samar Haebin bisa melihat sosok Donghae datang menyelamatkannya. Ia sangat lega. Ingin sekali ia berlari ke pelukan suaminya itu dan menangis kencang. Tapi kakinya mendadak lemas dan pandangannya gelap seketika. Hal terakhir yang di ingatnya adalah teriakan Dongae yang memanggil namanya.

@@@

Ia tidak percaya dengan pemandangan yang dilihatnya sekarang. Tadi firasatnya begitu buruk saat mengerjar namja itu. Dan sesaat kemudian Donghae semakin yakin Haebin dalam bahaya setelah mendengar teriakannya. Ia berlari secepat mungkin dan mencegah pintu lift yang hampir menutup itu dengan tangannya.

Lalu pemandangan itupun dilihatnya. Amarahnya meledak seketika saat ia melihat istrinya sendiri hampir diperkosa oleh seorang namja tak dikenal. Tiba-tiba emosi yang belum pernah dirasakannya muncul. Darahnya mendidih dan seluruh saraf di tubuhnya ingin sekali membunuh namja yang sudah berani menyentuh Haebin.

“Kurang ajar!!” teriaknya sekuat tenaga. Ia melesat ke dalam dan langsung memukul namja itu bahkan sebelum ia sempat menyelamatkan diri dengan segenap tenaga yang dimilikinya. Namja itu sampai terjungkal jatuh membentur dinding lift.
“Kubunuh kau!” geramnya dengan mata menyala-nyala. Donghae dengan cepat mencengkram jas namja itu lalu menariknya berdiri dengan kasar. Ia berkali-kali meninju wajahnya hingga dari sudut bibirnya mengalir darah segar. Namun gerakannya terhenti ketika ia menoleh pada Haebin, gadis itu kehilangan kesadarannya dan terjatuh.
“Haebiin!!!!” teriaknya panik. Ia segera melepaskan Eli dan beralih menghampiri Haebin. donghae meraih haebin ke dalam pelukannya dan mencoba menyadarkannya.
“Yeobo..sadarlah..” cecarnya. Namun Haebin tidak sadar juga.

Beruntung saat itu Eunhyuk dan teman-temannya yang lain datang menyusulnya. Eunhyuk melotot melihat keadaan Haebin pingsan dalam pelukan Donghae. ia juga melihat Eli terkapar di sudut yang lain sambil berusaha bangkit. Kyuhyun segera menelepon Kibum agar datang. Siwon segera masuk.
“Apa yang terjadi?” tanyanya cemas. Donghae tidak menjawab karena terlalu cemas pada Haebin. ia menoleh pada Eli.
“Kau yang melakukan ini padanya?” tanyanya dengan nada tinggi. Eli sudah berdiri tegak. Ia mengusap darah yang mengalir di sudut bibirnya.
“Huh, kenapa? Kau ingin menghajarku juga?” tanyanya tanpa merasa bersalah sedikitpun. Siwon geram lalu memukul kembali Eli hingga terkapar di lantai.
“Kurang ajar. Kau pantas mati! Bagaimana bisa kau melakukan tindakan hina seperti itu!”

Kibum yang baru tiba segera menghampiri Donghae. “Sebaiknya kita cepat membawanya ke rumah sakit.” Usul Kibum. Donghae mengangguk lalu ia membawa Haebin pergi. Eunhyuk menarik Eli berdiri dan menyeretnya keluar dari ruangan sempit itu.
“Setelah kau hampir memperkosanya dulu sekarang kau ingin melakukannya lagi? Sebenarnya apa yang kau inginkan?” tanyanya tajam.
“Omo, kau mengenalnya?” Kyuhyun tak percaya
“Dia salah satu rekan kerjaku.” Ucap Eunhyuk. Eli tampak memalingkan wajahnya. Ia tidak merasa bersalah sedikitpun.
“Ya! Elison Kim! Jawab aku! Dulu aku bisa memaafkanmu karena kau dalam pengaruh alkohol. Tapi sekarang. Tidak!! Lihat saja, aku akan menjebloskanmu ke penjara!” ancam Eunhyuk. Eli menoleh kaget.
“Penjara?” matanya terbelalak. Eunhyuk tanpa basa-basi menyeret Eli pergi ke kantor polisi. Kyuhyun dan Siwon mengikutinya.

@@@

Kibum memeriksa keadaan Haebin sekali lagi. Donghae menantinya harap-harap cemas di samping Kibum.
“Haebin, dia tidak apa-apa kan?” tanyanya tidak sabar.
“Dia kehilangan kesadaran karena syok. Dan..” kibum tidak melanjutkan kata-katanya.
“Dan apa?” tanya Donghae waspada.
“Dia sedang hamil. Selamat, kau akan jadi ayah.” Kibum tersenyum lebar setelah mengatakannya. Ekspresi Donghae kembali berubah. Tadinya ia sangat cemas, namun setelah mendengar kabar bahwa Haebin hamil, senyumnya langsung berkembang.
“Benarkah? Kau tidak berbohong???” Donghae memegang bahu Kibum.
“Seorang Dokter tidak boleh berbohong.” Ucap Kibum. Donghae memejamkan matanya. Dalam hati ia sangat senang dan bersyukur. Ia segera menghampiri Haebin yang masih memejamkan matanya.
“Yeobo.. kau hamil.. kau akan jadi ibu tak lama lagi..” serunya sambil mengecup singkat kening Haebin. kibum ikut senang melihatnya. Ini memang berita bahagia.

@@@

“Aku akan menuntut namja bernama Elison Kim itu.” Ujar Donghae saat teman-temannya datang menjenguk Haebin. yeoja itu sampai saat ini belum siuman juga. Yah.. Kibum memang sengaja memberikan obat tidur agar Haebin bisa beristirahat lebih lama.
“Tenang saja. Aku sudah mengurusnya.” Jawab Eunhyuk.
“Benarkah? Gomawo.” Donghae lega. Sebenarnya hukuman penjara tidak cocok untuk Eli yang sudah melakukan ini pada Haebin. orang itu harus dibunuh. Jika ia tidak memikirkan nasib Haebin dan anak yang sedang dikandungnya, ia mungkin sudah membunuh Eli saat ini juga.
“Ngomong-ngomong. Aku senang mendengar kabar kau akan segera menjadi ayah.” Ucap Siwon.
“hm.. kau melakukannya dengan baik.” Balas Eunhyuk dengan wajah mesumnya.
“Tapi, kenapa Haebin belum siuman juga? Padahal aku ingin sekali memberikan pelukan selamat padanya.” Ucap Kyuhyun membuat Donghae menatap tajam padanya.
“Eh, aku bercanda Hyung..” Kyuhyun segera meralat ucapannya. Ia takut Donghae akan berubah pikiran dan kembali mengungkit kasus pencurian kartu kreditnya. Dulu, karena kasus itu, saham perusahaannya turun beberapa point dan itu membuatnya cukup kewalahan. Ia tidak mau membuat masalah lagi.
“Tumben kau memangilnya Hyung. Kalau begitu kau panggil aku juga Hyung, bungsu. Aku kan lebih tua dari Donghae.” ujar Eunhyuk sambil menepuk punggung Kyuhyun.
“Jih, Shireo. Memanggil monyet yadong sepertimu dengan panggilan terhormat seperti itu. Maaf ya. Itu menurunkan harga diriku.”
“ya!! Bocah ini!”

“Tapi aku penasaran. Kenapa dia bisa melakukan itu pada Haebin. apa mereka saling mengenal?” Donghae menyadari bahwa ia tidak tahu apa-apa tentang Haebin. dan sekarang ia menyesalinya.
“Oh itu..” Eunhyuk ingin sekali bilang. Tapi ia ragu.
“Apa. Katakanlah.”
“Sebenarnya, Eli sempat hampir melakukan hal serupa dulu.” Ucap Eunhyuk ragu. Donghae membelalakkan matanya.
“Mworago!!” serunya dengan mata membulat. “Kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal!!”
Eunhyuk segera menenangkan Donghae. “Itu sudah lama sekali. Lagipula Haebin juga tidak mengungkitnya kan” Eunhyuk diam sebentar. “Waktu itu adalah kali pertama aku bertemu dengan Haebin. dia sangat ketakutan setelah kuselamatkan dari Eli.” Jelas Eunhyuk.
Donghae duduk kembali dengan perasaan kacau. Mulai sekarang ia harus menjaga Haebin baik-baik. Apalagi dia tengah mengandung anaknya.
“Apa masih ada rahasia yang kau tahu tentang Haebin?”
Eunhyuk menelan ludah. Ia lalu melirik Kyuhyun yang juga gusar di tempatnya.
“Ya! Kalian berdua tahu sesuatu kan?” tuduh Siwon menyadari keanehan Eunhyuk dan Kyuhyun.
“Apa? Katakan..” perintah Donghae tidak sabar.

“So Yeon..” Kyuhyun bersuara. Eunhyuk segera melirik tajam. Ia memberikan isyarat lewat tatapannya itu agar Kyuhyun tidak berbicara lagi.
Donghae mengerutkan kening. “Ada apa dengan So Yeon?”
“Dia..” Kyuhyun menoleh pada Eunhyuk.
“Lanjutkan.” Paksa Donghae tidak sabar.
“Ah.. tidak penting.. bungsu, kau ini ingin bicara apa..” potong Eunhyuk. Hal itu membuat Donghae makin curiga.
“Apa yang sebenarnya kalian sembunyikan????” Donghae menatap tajam Eunhyuk dan Kyuhyun. Kedua orang itu berpandangan. Setelah mereka yakin, mereka mulai menceritakan apa yang mereka ketahui pada Dongahe. Cepat atau lambat, namja itu harus tahu.

@@@

Donghae menyelimuti Haebin dengan selimut tebal. Sekarang mereka sudah ada di rumah. Donghae duduk di tepi tempat tidur dan merapikan rambut Haebin yang menutupi wajahnya. Ia tersenyum pahit. Mengingat apa yang Kyuhyun dan Eunhyuk ceritakan saat di rumah sakit.
Ia memandangi lekat-lekat wajah tertidur istrinya. Hmm.. pantas saja ia seperti pernah melihatnya. Ia ingat. So yeon pernah memperlihatkan fotonya saat bersama adik perempuannya. Sekarang ia baru sadar kalau itu adalah haebin. gadis dalam foto itu adalah Haebin.
“Kenapa kau tidak bilang kalau kau ini adik So Yeon..” matanya berkaca-kaca. Perasaannya berkecamuk. Ia bahkan tidak tahu kata apa yang cocok untuk menggambarkan perasaannya.

#Flash back#

“Kau pasti tahu kan haebin sedang mencari kakaknya?” tanya Eunhyuk. Donghae hanya mengangguk.
“Aku dan Kyuhyun membantunya mencari tahu.”
“Lalu apa hubungannya dengan So Yeon??”
“Setelah kami mencari tahu.. ternyata, Haebin adalah adik perempuan So Yeon..” jawab Eunhyuk.
Donghae terpaku di tempatnya. Siwon pun ikut terkejut. Donghae menatap Eunhyuk dan Kyuhyun bergantian.
“Apa kalian bilang? Bukankah kakak Haebin itu bernama Park Haera??” tanya Donghae. ia tidak akan percaya semudah itu dengan cerita yang lebih mirip dongeng.
Kyuhyun mengangguk. “Awalnya kami juga tidak yakin. Tapi Haebin bersikeras bahwa wajah So Yeon sangat mirip dengan kakaknya itu. Apa mungkin ada dua orang yang memiliki wajah sama persis di dunia ini??…mungkin saja sih..”
“Tapi ini tidak masuk akal. So Yeon adalah kakak Haebin? bisa saja kan wajah mereka sama persis.” Sangkal Siwon.

Donghae tidak berkomentar. Ia malah berpikir keras tentang sikap aneh Haebin beberapa hari terakhir. Mendadak haebin ingin melihat Foto So Yeon. Awalnya ia berpikir mungkin saja Haebin benar-benar penasaran. Tapi ia sama sekali tidak menyangka ini alasannya. Dan setelah itu, Haebin selalu tampak pucat dan seringkali tertangkap basah olehnya sedang melamun. Jadi ini.. jadi ini yang membuat Haebin begitu?? Ia pasti berpikir sudah tidak memiliki keluarga lagi di dunia ini..

#flashback end#

Saat siuman, Haebin mendapati dirinya sudah ada di dalam kamar. Ia melirik ke sampingnya dan menemukan Donghae tertidur pulas sedang memeluknya. Ia ingat, Donghae datang menyelamatkannya saat itu. Sesaat sebelum ia pingsan, ia dalam situasi terburuk dalam hidupnya. Ia bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya selanjutnya jika benar Eli melakukan pelecehan padanya. Beruntung Tuhan mendengarkan doanya. Donghae datang menolongnya di saat yang tepat.
Haebin tersenyum lalu mengusap pipi suaminya.
“Kau adalah pahlawanku, Oppa..” ucapnya pelan lalu mengecup pipinya, cukup lama. ia lalu bangkit. Tenggorokannya terasa kering. Ia segera menuju dapur. Setelah meneguk segelas air, ia menoleh pada foto So Yeon dan Donghae yang di letakkan di atas meja dekat pintu kamar.
Ia mengambil foto itu. Matanya kembali berkaca-kaca.
“Eonni..” lirihnya.


Donghae terbuka matanya sesaat setelah Haebin pergi ke luar kamar. Sebenarnya tadi ia tidak benar-benar tidur. ia juga bisa merasakan saat Haebin mencium pipinya cukup lama. Sebenarnya ia ingin bangun lalu memeluk Haebin. tapi ia menahannya. Ia bahkan mendengar apa yang di ucapkan Haebin.
Donghae bangun lalu ke luar kamar. Ia melihat Haebin membelakanginya. Bahunya bergetar. Sepertinya ia menangis diam-diam lagi. Donghae berjalan pelan menghampirinya. Semakin dekat, ia bisa mendengar isak tangis Haebin. hatinya mencelos, kenapa Haebin menangis sendirian seperti ini? Apa yang membuatnya tidak sanggup membagi kesedihannya?

Haebin mengerjap karena tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang. Dan ia yakin itu Donghae.
“Apa tiap hari kau menangis di belakangku seperti ini?” tanya Donghae. ia menyandarkan dagunya pada bahu Haebin. secepat kilat Haebin menghapus airmatanya.
“Aku tidak menangis.” Sanggah Haebin. donghae membalikkan badan Haebin, ia mengusap sisa airmata di pipinya.
“lalu ini apa? Jangan mencoba mengelak dariku.”
Haebin menundukkan kepalanya. “Mianhae. Aku..”
Donghae mengambil figura yang dipegang Haebin. ia memandanginya sesaat, lalu menatap Haebin intens. “Kenapa kau tidak bercerita padaku kalau kakakmu adalah So Yeon..” lirih Donghae. haebin terkejut. Ia menunjukkan ekspresi bertanya-tanya.
“Oppa..” tetesan bening kembali luruh dari sudut matanya.
Donghae pun ikut berkaca-kaca. “Aku sudah mendengar semua ceritanya. Dan aku bisa memahami perasaanmu sekarang. Jika kau ingin menangis, menangislah. Tapi aku tidak mau kau menangis sendirian di belakangku. Dan aku juga tidak suka kau menyembunyikan masalahmu dariku. Aku adalah suamimu, tempatmu bersandar dan menumpahkan segala kegundahanmu. Kenapa kau menyembunyikan kenyataan ini Haebin..”
Haebin menunduk. Airmatanya menetes perlahan dan semakin deras. “Mianhae Oppa..aku hanya tidak ingin membebanimu..”
“Bagaimana mungkin kau berpikir begitu? Jika kau saja mau menjadi tempatku bersandar mengapa aku tidak mau?” donghae lalu memeluknya.

Memang ajaib, Haebin merasa begitu tenang saat Donghae berada di dekatnya seperti ini. Meskipun kini ia menangis meraung-raung dalam pelukannya, ia merasa tenang. Memang Donghae adalah tempatnya untuk menangis. Bukan hanya menangis, seluruh hidupnya bahkan ia gantungkan pada suaminya.

To be continued..

68 thoughts on “Shady Girl (Part 19)

  1. sempet tegang pas diadegan si eli yang kurang ajar itu!!
    akhirnya haebin hamil chukkae..
    disini bener” dibikin nangis lagi..

  2. Yah eonnie Elison Kim kaan ganteng… masa peraannya jadi napeun namja~
    Lagi” haebin nangis.. yaampun eon kasihan haebin *-*

  3. Uwowwwwwwwwwwwwwww hae akhirnya tau jg gua kira dia bklan balek lg ke siftnya yg dlu trnyata kagak dia malah tmbah manis ahhahaha

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s