No Other (Part 3)

Tittle : No Other Part 3
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : School Life, Friendship, family, romance

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Lee Hyukjae / Eunhyuk as Jiyeon’s Oppa
  • Lee Sungmin as Jiyeon’s Oppa
  • Hankyung
  • Bae Suzy
  • Seo Joo Hyun / Seohyun
  • Kim Heechul
  • Kim Ryeowook
  • etc

Ini FF aku yang paling awal loh. Jadi maaf ya kalau bahasanya masih kaku dan gak baku gitu. Maaf juga buat typo dan sebagainya.
Happy reading ^^

No Other by DhaKhanzaki

——-0.0——–

Part 3

Suasana di antara Eunhyuk dan Jiyeon sempat hening. Eunhyuk tidak tahu apa yang membuat adiknya seserius ini.
“Jika ada. Oppa harus bilang. Aku akan bantu Oppa mendapatkan hati orang itu.” Jiyeon mengatakannya dengan kesungguhan hati.

Seketika tawa Eunhyuk meledak. “Kau ini, aku kira ada apa” ucapnya di sela tawa. Jiyeon gondok di buatnya. Ia menelan ludahnya sendiri dengan susah payah.
“Oppa aku serius!!” tegas Jiyeon.
Eunhyuk berhenti tertawa. Ia tidak mau membuat Jiyeon cemberut.
“Memangnya kenapa ingin bantu?” Eunhyuk memandangi Jiyeon.
“Habis Oppa baik sekali sih. Aku tidak rela kalau namja sebaik Oppa harus di tolak.”
Eunhyuk tidak bisa menahan senyumnya mendengar penuturan Jiyeon.

“Dasar!!” Eunhyuk mengacak-acak rambut Jiyeon.
“Oppa!” ujar Jiyeon jengkel sambil menyingkirkan tangan Eunhyuk. Sebaiknya ia mengalah saja sebelum Jiyeon mengeluarkan sifat buruknya.
“Oke. Nanti Oppa bilang.” Eunhyuk diam sejenak. “Ah, memangnya kau sedang ditolak namja?” ledeknya.
“Mwo?! Siapa bilang!!” Jiyeon kaget setengah mati. Eunhyuk tersenyum jahil, merasa pertanyaannya itu benar. Jiyeon menautkan kedua jarinya. Ia selalu begitu jika sedang bingung ataupun gugup.
“Habis tiba-tiba bertanya begitu. Ah, aku bener kan..”goda Eunhyuk sambil mencolek dagu Jiyeon.

“Aish!! Kuberitahu, ditolak orang yang disukai itu rasanya sakit sekali.” Jiyeon menengadahkan kepalanya ke langit-langit ruangan. Teringat kenangan buruk yang sudah lama ia kubur di lubuk hatinya yang terdalam.
“Jadi benar kan. Kamu tengah sakit hati kan? Pada siapa?”

Jiyeon terdiam memandangi wajah Eunhyuk yang sepertinya sudah berhasil membaca isi hatinya.
“Ah,,” Jiyeon menegakkan duduknya. “Aku lupa kalau Hyukppa itu pintar membaca isi hati orang” Ia menghela napas berat, bersiap untuk bercerita. Ia selalu tidak tahan menyimpan unek-uneknya di dalam hati.

“Begini, hari ini aku bertemu dengan seseorang yang sudah lama  kulupakan, rasanya aneh. Aku senang dan sedih di saat yang bersamaan. Aku ingin bilang sesuatu, tapi aku tidak bisa. Dan waktu dia pergi…” Jiyeon meletakkan tangan di dada dan pandangannya menerawang.

“Di sini rasanya sakit dan perih. Aku juga tidak mengerti kenap.a Harusnya tidak begitu kan? Harusnya saat bertemu tidak ada perasaan apapun iya kan!?” Jiyeon memandangi Eunhyuk lekat-lekat. Matanya sudah berkaca-kaca. Rasa sakit di hatinya mulai terasa kembali.

Eunhyuk mengangguk-angguk.

“Apa dia Kibum?” tebak Eunhyuk. Jiyeon menoleh cepat. Matanya membulat sempurna. Aigoo.. kenapa bisa sangat tepat begitu?

“Oppa tahu?”

“Dasar! Tergambar jelas di wajahmu. Namja mana lagi yang bisa membuat hati kamu pasang surut dengan cepat selain Kibum. Dan dia satu-satunya orang yang pernah menjadi namja chingumu”

“Mantan tepatnya” ralat Jiyeon sambil bersedekap. Ia merenung, kisah cinta itu seperti baru terjadi kemarin.

*Flashback*
Ketika SMP ia bertemu dengan Kibum. Saat itu Jiyeon menganggap Kibum adalah namja yang sangat lucu dan tampan. Namja itu sangat populer. Tapi di sekian banyak yeoja yang menyukainya, dia justru memilih Jiyeon. Entah apa alasannya.

Baru 2 minggu jalinan cinta itu bersemi. Jiyeon baru tahu alasannya. Kibum berpacaran dengannya demi melupakan yeoja yang sudah menolaknya. Dan ternyata sampai saat itu Kibum masih menyukainya. Jiyeon orang yang tidak mau di duakan. Baik itu secara perasaan ataupun tindakan.

Cinta itu pun berakhir.
*Flashback end*

Eunhyuk menghela napas melihat kegalauan dongsaengnya itu. Haruskah dia mengeluarkan ekspresi sedih itu lagi?
“Menurutku, kamu masih menyukainya” jawab Eunhyuk singkat. Kepala adiknya itu menoleh cepat. Penjelasan macam apa itu?
“Omo?! Tidak mungkin!” tepis Jiyeon.
“Buktinya kamu merasa sedih dan senang di waktu yang bersamaan. Tidak ada jawaban lain selain kamu masih suka padanya.”

Jiyeon terdiam sejenak. Ia merenungi baik-baik perkataan Eunhyuk.
“Lalu  aku harus bagaimana?”
“Saranku, jangan pernah mencoba lupakan ataupun pikirkan dia. Karena semakin kamu ingin melupakannya, semakin kamu sadar kalau kamu suka padanya.”
Otaknya berpikir keras dan hatinya merasa perkataan Eunhyuk ada benarnya.
“Begitu , oke deh!!” ujarnya dengan senyum riang.
“Dan… Secepatnya mencari gebetan baru.” sambung Eunhyuk. Jiyeon mengibaskan tangannya dan senyumnya makin lebar.
“Ah, itu sih sudah ada” ucap Jiyeon senyum-senyum sendiri. Di otaknya sekarang di penuhi oleh 1 nama. KIM HEECHUL.

“Omo. Putriku yang cantik!! Kamu tidak apa-apa kan??” pekik Eomma saat melihat Jiyeon. Ia baru saja pulang belanja. Wanita berusia 40 tahunan itu dengan cepat menghampiri putrinya. Ia sangat terkejut melihat kondisi Jiyeon.
“Anu Eomma, ini tidak apa-apa. Hanya luka ringan” Jiyeon berusaha agar terlihat biasa saja.
“Aigoo,,, sudah Eomma bilang kamu jangan bawa motor. Coba kamu dengarkan ucapan Eomma.”
“Mianhae” ucap Jiyeon menyesal. Eunhyuk yang gemas dengan reaksi adiknya itu hanya mengacak-acak rambutnya.
“Aiishy! Oppa rese!!” ia sangat bingung kenapa Eunhyuk suka sekali menggodanya.

“Jiyeon, ada paket untukmu” Sungmin muncul dari ruang tamu dengan sebuah kotak di tangannya.
“Paket, aku tidak menunggu paket apapun. Siapa pengirimnya?” Jiyeon mengerutkan kening bingung.
“Emm.. Chankaman” Sungmin membaca label yang tertempel di atas kotak. ”
for mybeloved doll, jiyeon. From yourmum” ucapnya dengan dahi berkerut. Jiyeon melonjak senang sesaat setelah Sungmin membacakannya.
“Jinjja?!” seru jiyeon senang. “Sini, aku ingin membukanya!” ia sudah tidak sabar.

Sungmin menyerahkan kotak itu pada Jiyeon. Eomma duduk di samping Jiyeon.
“Dari ibumu, apa isinya?” tanya Eomma penasaran. Jiyeon membukanya dengan tidak sabar.  saat melihat dengan seksama isi dari kotak itu, Matanya membesar. Ternyata isinya sebuah baju musim dingin yang begitu indah lengkap dengan syal dan topi rajutan. Semuanya berwarna putih pastel.
“Owh, ini indah sekali” serunya bahagia. Jiyeon mendekap baju itu dengan hati membuncah oleh aura kegembiraan. Sungmin, Eunhyuk dan Eomma pun ikut tersenyum melihatnya. Jiyeon menemukan secarik kertas di dasar kotak. Ia membacanya:

_untuk boneka cantik Mommy yang lahir di musim dingin, saengil chukhahamnida. Mommy ingin kamu tidak kedinginan di musim dingin tahun ini.
Dari yang mencintaimu, Mommy_

Jiyeon meneteskan airmata haru. “Mommy” lirihnya sambil mendekap surat itu di dada. Rasa rindunya pada sang mama kian besar. sudah lama ia tidak bertemu dengan ibu kandungnya itu. Ia ingin sekali bilang, tapi ia terlalu takut menghadapi wajah tidak setuju yang nanti akan ditunjukkan Appanya bila ia mengutarakan keinginannya itu.

“Hadiah ultah? Ulang tahunmu kan 2 minggu lagi” Sungmin heran.
“Tidak apa-apa. Aku senang” jawab Jiyeon.
“Anak manis” ucap Eomma sambil mengusap-usap kepala Jiyeon.. meskipun Jiyeon bukan putri kandungnya, ia sangat menyayangi satu-satunya anak perempuan dalam keluarga itu.

__o0o__

Malam itu Jiyeon tidak bisa tidur. Ia membaca kemabli surat dari Mom-nya. Meskipun sudah membaca surat itu berkali-kali, Jiyeon tetap meneteskan air mata rindu.

Keadaan keluarganya sangat rumit. Sebenarnya Eomma yang sudah membesarkannya bukanlah ibu kandung. Sungmin dan Eunhyuk juga hanyalah saudara tirinya. Oppa kandungnya sendiri adalah Siwon. Appa dan Momnya bercerai ketika usianya 4th. Siwon memilih ikut bersama sang Ibu dan Appa membawa Jiyeon.

Mom-nya adalah wanita berdarah campuran. Jadi itu sebabnya kenapa Jiyeon maupun Siwon berwajah cantik dan tampan. Sekarang Ibunya bekerja sebagai diplomat di kedutaan besar Korea untuk Hongkong.

Tidak banyak orang tahu tentang keadaan keluarganya itu. Dan setelah Siwon menjadi bintang terkenalpun, kenyataan kalau dia adalah Saudara kandung Jiyeon tidak ada yang tahu. Hanya orang-orang terdekatnya saja.

__o0o__

Kyuhyun duduk di sofa, lelah setelah 2 jam bermain game. Ia lagi-lagi merenung. Stik game yang sudah ia pegang selama 2 jam terakhir kini tergeletak tak berdaya di sudut sofa tempatnya duduk.
“Hoi, jangan lupa lusa kamu harus check up ke rumah sakit. Tadi Dr Shin menelefon kemari” ucap Hankyung mengingatkan. Kyuhyun seketika tersadar. Ia melengos malas. Telinganya selalu berdengung tiap kali mendengar nasihat basi dari semua keluarganya tentang madical check up yang menurutnya tidak penting itu.
“Dasar cerewet, sudah kubilang aku baik-baik saja!” Kyuhyun kemudian mencari-cari ponselnya dari dalam tas sekolahnya.
“Loh, mana ponselku?” tanyanya bingung terlebih pada diri sendiri. Ia tidak bisa menemukan ponselnya di dalam sana. Aneh.
“Bukankah kau pinjamkan pada yeoja tadi siang? Siapa namanya, ah, Lee Jiyeon” ucap Hankyung santai. Ia fokus mengotak-atik androidnya.

Kyu teringat. “Ah, kau benar. Aku lupa” kyuhyun tidak mau membuang waktu. ia lalu mengambil kunci mobilnya berniat pergi.
“Kau mau mengambil ponselmu lagi?” tanya Hankyung sebelum namja itu menghilang di balik pintu.
“Tidak. Biarkan saja ponsel jelek itu.  Aku ingin pergi menemui seseorang.” kyuhyun berjalan keluar ruangan, tapi ketika tiba di ruang tamu ia berpapasan dengan Suzy. Gadis cantik dengan rambut panjang dan gaya selayaknya nona muda. Ia tersenyum manis saat melihat Kyuhyun.

“Oh kau” Kyuhyun heran. Malam-malam begini apa yang dilakukannya di rumah orang lain?
“Malam” Suzy tetap memamerkan senyum cerahnya. Ah..semangat Kyuhyun langsung memudar melihat gadis rese yang ditunangkan dengannya itu. Kyuhyun melipat kedua tangannya.
“Untuk apa kau kemari malam-malam begini?” tanyanya malas. Suzy mendekat. Gadis itu seolah tidak menyadari nada ketus dari ucapan Kyuhyun. Apa Kyuhyun kurang memperlihatkan sikap ‘tidak suka’nya pada Suzy hingga gadis itu tidak sadar.

“Menyapa calon suamiku, of course” jawabnya enteng. Kyuhyun tersentak kaget. Enak saja. mengapa Suzy selalu seenaknya seperti ini? Dia benar-benar gadis yang tidak peka.
“Siapa yang calon suami?! kita bahkan belum bertunangan!” bantah kyuhyun tidak terima. Suzy semakin mendekatkan dirinya.  Dengan lancang ia menggaet lengan Kyuhyun.
“Bukankah tidak akan lama lagi? Harusnya kau gembira karena bisa menikah denganku” ujarnya pede.

Kyuhyun memamerkan senyum sinisnya.  “Jadi kau bangga hanya karena kau ini cantik, pintar dan kaya raya?” ucap Kyuhyun sarkastis. Bagi orang lain terdengar sangat ketus.  Tapi kalimat bernada menyindir ini tidak mempan di telinga Suzy.
Gadis itu malah mengangguk senang “Tentu. Tidak ada lagi yang ku inginkan. Kau kandidat paling sempurna untuk menjadi suamiku. Kau tampan, sangat berkelas, tentu saja kaya raya. Sangat cocok disandingkan denganku”

Hah?! Percaya diri sekali. Kyuhyun menarik tangannya dari dekapan Suzy.  Seringaian sinis pun kembali ia tunjukkan. “Omong kosong. Sifatmu sama buruknya denganku. Kita sama sekali tidak cocok. Biarpun menikah, aku yakin tidak akan bertahan lama karena kita sama-sama egois”

Suzy mengangguk pelan. Ucapan sinis Kyuhyun tidak membuatnya goyah sedikitpun. Justru ia suka pada Kyuhyun ketika sifat evil-nya keluar seperti ini.

“Lalu menurutmu apa yang paling penting dari sebuah hubungan?”

Suzy mencoba menguji Kyuhyun. Ia ingin tahu reaksinya. Kyuhyun terlihat melamun. Keduanya sempat terdiam. Kyuhyun sibuk dengan pikirannya sementara Suzy tak bisa memalingkan pandangannya dari wajah menerawang namja di hadapannya ini.

“Rasa saling membutuhkan” jawab Kyuhyun antara sadar dan tidak sadar. Suzy menepuk tangannya.

“Fine. Aku membutuhkanmu. Aku rasa kau juga akan membutuhkanku untuk melanjutkan perusahaan orangtua mu nanti. Benarkan?”

Kyuhyun tersenyum sinis lagi. “Sudah kuduga. Yeoja sepertimu tidak akan pernah mengerti” kyuhyun melangkah meninggalkan Suzy.

“Kau mau kemana?” tanya Suzy mencoba mengejar Kyuhyun.

“Kamu pulanglah. Aku ada urusan. Jadi tidak akan bisa mengantarmu pulang” kata kyuhyun sambil lalu. Namja itu masuk mobil yang terparkir di depan rumah kemudian berangkat meninggalkan rumah.

“Kyuhyun!” panggil Suzy. Haah, ia menghela napas pasrah. Rasanya akan sulit menakhlukan namja seperti Kyuhyun. Entah ini sudah yang keberapa kalinya ia di abaikan seperti ini olehnya.

__o0o__

Malam sudah hampir larut, namun Jiyeon masih juga terjaga di kamarnya. Ketika membereskan buku di dalam tasnya, Jiyeon menemukan sebuah ponsel yang tidak dikenalinya. Keningnya berkerut, ia mencoba memeras otaknya untuk mengingat siapa kira-kira pemilik ponsel ini. Begitu menyadarinya, ia memekik.

“Ah, bukankah ini ponsel namja tengil itu. Gawat! Aku lupa mengembalikannya!”

Bagaimana ini? Ah, nanti dia cari saja namja bernama Cho Kyuhyun itu di sekolah. Bukankah dia terkenal, pasti tidak sulit untuk menemukannya.

Jiyeon iseng mengotak-atik ponsel itu. Mugkin ini lancang tapi siapa peduli, selama pemiliknya tidak melihat. Dia membuka musicplayer yang ada di ponsel itu. Jiyeon terkejut, isinya lagu-lagu klasik dan beberapa judul lagu yang tidak dikenalnya. Ia ingin sekali tertawa di depan namja itu, tertawa mengejek.

“Hah, ternyata selera musiknya buruk.” gumam Jiyeon sinis. Ia iseng memutar salah satu lagu yang berjudul ‘Late Autumn’, karena sesuai dengan keadaan sekarang yang sedang berada di penghujung musim gugur.

Jiyeon mendengarkannya dengan seksama. Alunan nada mulai mengalun. Hmm.. lagu yang lumayan membuat hati tenang. namun beberapa saat kemudian ia mengerjap.

_…geurae neoyeoseo nal derigo naongeon.. Nae jumeoni sog nae soneul kkog jabdeon.. Geuhae neujgaeurui neo ijen eodireul geodni… Neoui balsoriga geuriwo.._

Hati kecil Jiyeon tersentuh mendengarnya. Bukan hanya lirik dan iramanya saja yang indah. Tapi suara si penyanyi pun sangat mengagumkan. Hatinya sukses tersentuh mendengarkan lagu ini.

“Lagu siapa ini? Apa dia sendiri yang membuatnya?” lirihnya kagum. Saat tengah tenggelam dalam lagu, semuanya kacau karena ada panggilan masuk. Ia mengumpati siapapun yang berani mengganggu ketenangannya.

“Aish! Siapa yang mengganggu!” Jiyeon menekan tombol hijau.

“Hallo..” ucap Jiyeon. Tidak ada jawaban. “Hallo..!”ia mencoba lagi dengan nada sedikit lebih tinggi. Keadaan masih sunyi juga.

“Ini ponsel Kyuhyun kan?” seseorang menjawab dari ujung sana. Suara laki-laki.

“Bukan..” jawab Jiyeon tidak sadar. Ya ampun, kenapa ia bisa lupa kalau ponsel yang kini dipegangnya ini bukan miliknya. Ia  kemudian meralatnya secepat mungkin.

“Ne. Ini memang ponselnya” keringat dingin muncul membasahi keningnya. Waduh, gawat. Bagaimana ini.

“Ini siapa? Apa terjadi sesuatu pada dongsaengku?” tanyanya lagi.

Waduh, Jiyeon panik siaga lima. “Eotteokajyo, eotteokajyo..” lirihnya panik. Ia berjalan mondar mandir mengelilingi kamarnya. Ia berhenti. Menarik napas, kemudian duduk kembali di tepi tempat tidur.  Jiyeon mencoba tenang. “Anu, begini, ponselnya tertinggal padaku tadi pagi. Tapi tenang saja. Tidak ada apapun yang terjadi”

“Begitu.. Kalau boleh tahu, kamu siapa?”

Glek. Jiyeon menelan ludahnya dengan susah payah. Waduh. “A-aku Lee Jiyeon. Aku, Teman. Temannya Kyuhyun. Begitulah..” jawab Jiyeon asal. Ia sedikit mual saat menyebut nama namja rese itu.

“oh. Aku Hyungnya. Leeteuk. Sungguh dia tidak apa-apa. Aku hanya ingin tahu kabarnya. Mungkin aku harus menelepon ke rumah. Kalau begitu terima kasih dan maaf sudah mengganggu–tuuut—“  Hubungan langsung terputus. Jiyeon mengerutkan kening.

“Jadi tadi itu Hyungnya? Hh.. perhatian sekali.” Ucapnya sedikit iri. Baru sesaat suasana sepi, ponsel dalam genggamannya kembali berdering.

“Ya ampun, kenapa banyak sekali yang menelepon!”kesal Jiyeon.

“Hallo…” sekarang Jiyeon tanpa ragu mengangkatnya. Siapa tahu ini dari kerabat dekat namja itu lagi.

“Mana Kyuhyun?! Kenapa orang lain yang menjawab?” lagi-lagi laki-laki. sekarang namja di ujung sana terdengar marah.

“Dia tidak ada,.” jawab Jiyeon enteng.

“Aishy! Dia membuatku kesal saja! Bilang padanya kenapa hari ini dia tidak datang latihan?!

Bukankah dia harus menyerahkan musik buatannya juga!” cerocosnya panjang lebar. Entah siapa orang yang sedang menggerutu padanya itu. Jiyeon kebingungan sendiri.

“Tapi..”

“Kenapa? Dia pura-pura sibuk lagi? Atau memang sengaja tidak menelponku dan menyuruhmu menjawab teleponku? Cepat katakan padanya. Kau salah satu pelayannya kan?”

Apa maksud namja ini?! Jiyeon tersinggung. “Oke akan aku sampaikan tapi katakan siapa kamu?”

“Bilang saja dari Kim Heechul. Dia pasti mengerti”

eh, Jiyeon seketika mematung. Kim heechul.. Apa ini benar-benar Heechul pangeran berkuda putihnya? Ya ampun, mengapa ia bisa melupakan seperti apa suara namja yang disukainya?

“B-baik. Nanti aku sampaikan” suara Jiyeon mendadak bergetar. Hatinya berbunga-bunga. Siapa sangka akan berbicara dengan prince-nya.

“Dan bilang padanya besok temui aku di ruang latihan jam 10 tepat!”

“oke, anu” –tuuttt– hubungan terputus. “hallo hallo” Jiyeon tidak terima Heechul menutupnya. Padahal kan ia masih ingin mengobrol lebih lama.

__o0o__

Heechul membanting gagang telepon dengan amarah memuncak. “Bocah tengil itu! Sampai kapan dia akan terus seenaknya!” umpatnya kesal. Ia kembali mengambil gitar untuk menyelesaikan lagu buatannya.

“Masih banyak yang harus diperbaiki” lirihnya. Tapi kemampuannya membuat lagu tidak sehebat Kyuhyun. Jadi ia sangat tertolong atas bergabungnya Kyuhyun dengan grup bandnya.

Pintu kamarnya tampak dibuka. Ternyata yang masuk Ryeowook. “Hyung, aku sudah bawakan buku-buku yang kau minta” ucap Ryeowook, dongsaeng yang lebih muda 2 tahun darinya sambil meletakkan buku-buku itu di atas meja di hadapan Heechul.

“Gomawo” jawab Heechul singkat. Matanya tetap fokus pada kertas di hadapannya.

Ryeowook melihat ada sebuah surat di atas meja itu.

“Loh Hyung, surat apa ini?” tanyanya penasaran. Heechul menoleh sebentar, memperhatikan surat yang sedang diamati adiknya.

“Oh itu, surat undangan pesta perusahaan orangtua Kyuhyun. Band kita akan tampil untuk

mengisi acara di sana”

“Daebak.” kagum Ryeowook. Mulutnya terbuka lebar. Karena Ryeowook menyinggung perihal pesta itu,  Heechul teringat sesuatu.

“Oh iya, minggu nanti kamu bisa kan datang ke lokasi pesta untuk memeriksa keadaan panggung? Aku sangat sibuk minggu-minggu ini. Banyak sekali tugas dari guru” sesalnya.  wajarlah, Heechul sudah ada di tingkat tiga.

“Dengan senang hati!” ucap Ryeowook segera.  “Tapi aku boleh mengajak seseorang kan?”  tambahnya.

“Terserah” ucap Heechul acuk tak acuh.

“Yes!” Ryeowook mengepalkan tangannya. Ia  jadi tidak sabar ingin segera hari Minggu.

__o0o__

Mobil yang dikendarai Kyuhyun berhenti tepat di depan sebuah kantor seorang psikolog. Tanpa ragu namja itu masuk. Ia sudah terbiasa datang ke tempat itu. Ia kemudian bertanya pada resepsionis.

“Apa Seohyun ada?”

Resepsionis itu mengangguk ramah.  “Iya. Dia ada di ruangan ibu Han”

“Kamsahamnida”

Tanpa membuang waktu Kyuhyun segera menuju ruangan tersebut yang ada di lantai 2. Ia mengetuk pintu sebentar. Tak lama ia mendengar suara yeoja dari dalam menyuruhnya masuk.

“Seperti biasa, kamu selalu datang di jam yang tidak terduga, Kyu” ucap Seohyun ketika melihat kyuhyun masuk. Gadis itu sedang mreapikan berkas-berkas di meja kerja ibunya.

Dengan wajah cemberut Kyuhyun membalas ucapan calon kakak iparnya itu. Seohyun, sudah lama berpacaran dengan Leeteuk, Hyungnya. Dan menurut kabar terakhir yang ia dengar dari orangtuanya, mereka akan menikah tidak lama lagi.

“Jadi Nuna keberatan aku datang tiba-tiba? Nuna tahu kan aku orang sibuk” Kyuhyun berjalan menuju kursi tamu dan duduk di atasnya.

Seohyun berbeda 3 tahun dengan Kyuhyun. Sekarang ia tengah belajar psikologi di universitas agar bisa seperti Eommanya yang juga seorang psikolog. Sudah 2 tahun ini Seohyun berpacaran dengan leeteuk yang juga sedang belajar di universitas. Kyuhyun dan Leeteuk sendiri berbeda 4 th.

Seohyun tersenyum tipis menanggapi sikap Kyuhyun yang childish itu. “Bukan begitu. Hanya saja sekarang waktunya kantor tutup. Dan itu jelas sangat mengganggu” Seohyun memandang wajah Kyuhyun yang ekspresinya tidak secerah cuaca siang tadi.

“Tapi kamu adalah pengecualian” ucapnya dengan senyum yang sudah membuat Hyungnya jatuh cinta. Seohyun duduk di kursi lain di sebelah Kyuhyun. Ia menopangkan dagunya bersiap mendengar curhatan Kyuhyun.

“Nah, sekarang apa keluhanmu?” tanyanya penuh perhatian.

Kyuhyun membenarkan posisi duduknya. “Aku hanya ingin bertanya..” wajah Kyuhyun berubah serius. Seohyun jadi penasaran. Suasana hening sejenak. ekspresi Kyuhyun membuat suasana sedikit mencekam. Untung tidak ada suara anjing yang melolong.

“Nuna, Apa kau tahu rasanya jatuh cinta?” tanyanya polos. Seohyun bingung sejenak. Sesaat kemudian ia tertawa lepas. Gantian Kyuhyun yang mengerutkan kening bingung. Memangnya apa yang salah dengan pertanyaannya?

“Nuna aku srius!” umpat Kyuhyun kesal. Seohyun terus tertawa sampai 5 menit kemudian baru berhenti.

“Kamu bukan anak SD lagi kyu, hal sepele saja kamu harus bertanya padaku?”

Kyuhyun sudah menduga reaksinya bakal begini. “Mungkin bagi orang lain sepele, tapi bagiku ini serius!! Amat serius” tegasnya. Kali ini Seohyun memilih untuk mengalah.

“ok, ok. Sekarang dimana letak masalahnya? Apa yang tidak kamu mengerti sampai bertanya dan mengganggu waktu pulang ku.”

Kyuhyun menghela napas. Hanya pada Seohyun dia bisa berterus terang.

“Nuna mengenalku dengan baik kan?” tanyanya mengawali. Seohyun mengangguk mantap.

“Ya, sejak Kita SD”

“Apa selama Nuna mengenalku pernah sekali saja Nuna melihatku bereaksi ketika mengenal seorang yeoja?”

Seohyun memiringkan kepalanya sejenak. “Eopseo” jawabnya ragu. Lalu ia mengangkat bahu. “Entahlah, aku kan tidak bersamamu sepanjang waktu”

Kyuhyun menepuk lengan sofa yang di dudukinya. “ini dia masalahnya!”

“Kenapa bisa tidak terjadi apa-apa. Mungkinkah ada yang salah dengan kejiwaan ku? Atau ini adalah pengaruh dari penyakitku?”

“Termasuk pada Suzy?”

“Ya..”

“Hmm..” Seohyun berpikir sejenak. Kemudian ia tersenyum. “Tidak ada yang salah dengan

kejiwaanmu. Yang kamu alami sekarang juga banyak dialami oleh orang lain. Semua itu tergantung pada situasi dan kondisi”

Kyuhyun memegangi keningnya. Ia meminta Seohyun berhenti sejenak.  “Bicara dengan bahasa yang lebih mudah bisa kan?” kepalanya berdenyut-denyut tidak karuan. Ia benar-benar tidak paham.

“Singkatnya, kamu hanya belum bertemu dengan seseorang yang membangkitkan minatmu”

Kyuhyun diam sejenak. Kepalanya mengangguk pelan. “Begitu, benar tidak ada hubungannya dengan penyakitku?” ia cemas. Seohyun menggeleng kembali.

“Bukan”

Sebenarnya ada yang masih tidak di mengerti olehnya. Kyuhyun meletakkan tangannya di dada. Tatapannya lebih sendu dari sebelumnya. “Lalu kenapa jantungku tidak pernah bereaksi?” lirihnya. Kyuhyun tampak seperti seekor anjing yang kebingungan karena ditinggal majikannya. Itu membuat Seohyun terenyuh hatinya.

“Kalau begitu cobalah untuk menyukai seseorang. Suzy misalnya. Bukankah dia calon tunanganmu. Mulai besok kamu coba berikan perhatian lebih padanya. Mungkin dengan begitu kamu bisa mengerti sesuatu”

Meskipun tidak mengerti namun Kyuhyun tetap mengangguk. Benar juga, bukan hal buruk memberi perhatian pada Suzy. Lagipula yeoja itu sepertinya berharap ia bisa sedikit memperhatikannya.

“Lagipula kenapa kamu ingin jatuh cinta sih. Umurmu kan baru 16 tahun” tanya Seohyun penasaran. Kyuhyun yang sebelumnya tidak pernah memikirkan masalah rumit semacam cinta dan hanya peduli pada game-nya, tiba-tiba saja bertanya hal itu. Siapa yang tidak heran. Kyuhyun menunduk sedih.

“Aku hanya ingin tahu rasanya sebelum… Aku mati” ucapnya lemah.

Seohyun terperangah. Ia tersenyum sambil menyipitkan matanya. “Hei, jangan bicara begitu. Aku yakin kamu bisa merasakannya. Segera.” Terkadang Kyuhyun bisa menjadi namja sensitif memang.

“Em..” Kyuhyun tampak ingin bertanya, namun ia ragu. Seohyun menunggu dengan sabar.

“Nuna, hal yang kamu rasakan terhadap Hyung, apa itu cinta?” tanya Kyuhyun. Ah, lagi-lagipertanyaan anak SD.

“Tentu saja!” tegas Seohyun.  “begitu juga kamu masih bertanya” tambahnya.

“Seperti apa rasanya?” Kyuhyun penasaran sekali untuk  yang ini. Ia pun bingung kenapa.

Seohyun merenung sejenak, bagusnya memakai kalimat apa ya, untuk membuat Kyuhyun paham apa itu cinta.

“Senang, berdebar-debar, rindu, bahagia, kasih sayang, cemburu, khawatir, perhatian, dan

Sedih. Kira-kira seperti itulah cinta.” jawab Seohyun seperti seorang pujangga yang tengah bersajak.

Kyuhyun melongo. “Ha! Nuna bercanda?! Masa begitu” Kyuhyun tidak terima penjelasan seperti itu. Seohyun menghela napas.

“Kyuhyun, yang namanya cinta itu universal. Bagaimana rasanya ya bermacam-macam. Jika kamu bertanya pada setiap orang, jawaban mereka pasti berbeda-beda. Cinta itu satu-satunya perasaan manusia yang tidak memiliki formula.”

Kyuhyun diam. Sebagai orang yang memiliki kecerdasan intelektual di atas rata-rata, ia bisa sedikit memahami ucapan Seohyun. Karena Kyuhyun masih belum bereaksi juga, Seohyun melanjutkan “Bisa datang kapanpun, tidak terduga dan bahkan kau pun bisa saja tidak menyadarinya”

Kyuhyun mengangkat tangannya. Meminta Seohyun untuk berhenti.  “Araseo!” jawab Kyuhyun malas dan bangkit. Ia paling tidak mau mendengar jika Seohyun sudah mulai berkhotbah.

“Terima kasih untuk waktunya. Aku pergi.”

“Lain kali jika ingin berkonsultasi, kamu harus menelpon dulu. Dan ingat, konsultasi ini tidak gratis” ucap Seohyun setengah bercanda. Kyuhyun mendengus.

“Nuna, kau pelit sekali. Kau pasti sudah tertular Hyung.”

“Jangan bawa-bawa Oppa! Asal kamu tahu, professional tidak akan bekerja tanpa dibayar” jawab Seohyun sambil mengedipkan mata.

“Ara!” Kyuhyun berjalan menuju pintu. Sebelum Kyuhyun keluar Seohyun berkata lagi.

“Dan Kyu, kau harus ingat, jika cinta itu datang, sambutlah dengan gembira”

Kyuhyun tersenyum tipis namun tidak menjawab. Ia pergi dari ruangan itu. Cinta, ia bakal merasakannya atau tidak, itu hanya Tuhan yang memutuskan.

To be continued..

 

31 thoughts on “No Other (Part 3)

  1. aaaarrrggg ,, gmna bsa Jiyeon pnya kaka yg cakep ky siwon , jago ngedance kya eunhyuk n pnter nyanyi kya sungmin ??!!!
    mmmaaaaaauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu !!!!!!

    gw : masa evil g tw cinta sih ??? mau jadi evil apaan lu ?? *marahin kyuhyun*
    kyu : pa hbungan y evil ma cinta , hoh ??!! mang lo tw cinta tu pa !!?? *aura setan y keluar*
    gw : *mengkeret*

  2. kereeeennnn!!! ceritanya kerennn!!!!
    ahh, ternyata siwon itu kakak kandung jiyeon,, pantas sungmin agak sebal ama sikap siwon yg seenaknya,,
    duh ternyata kibum ama jiyeon pacaran abis itu putus.. yeoja yg menolak kibum itu sooyoung gk?!
    pas scene hp kyuhyun di tangan jiyeon,, lucu~
    jiahhh, jangan jangan ryewook benar2 suka ama jiyeon yah???!! hehe
    alur nya keren! karakter dan pemasangan tokohnya cakepp!!!

  3. waahhh..fakta ttg jiyoen bkin aq yakin nih klo yg ditaksir eunhyuk itu yaa adik tiri’a itu tuhh *Sotoy mode ON*
    jiyoen ngiri sm kyu coz kk’a kyu perhatian bgt dibanding sm kk kndung’a sndiri..poor jiyeon

  4. akhirnyaa terjawab juga sudah pertanyaan” yg ada d kepala ku:D
    aku masih penasaran sebenarnya kyu itu punya penyakit apa sih?
    next^^

  5. kyu lucu bgt siiih..
    sini, sini aku akan mengajarimu cara mencintaiku..
    aiiish.. *lebay boneng saya!
    kyu sakit apa sih sbnernya?!
    abang yeye juga sakit, kasiaaan😦

  6. kyuhyun sakit paeah ya??? kok.dia nyinggung soal mati sih n juga disurh ngecek kesehatan y….
    twrnyata tebakan ku bene soal jiyeon tp yg salah tebak soal sungmin n hyuk jd appa y jiyeon nikah ma eomma y hyuk n sungmin…
    tp siwon kok gt bgt sih sikap y sama adik y,, agak sadis…

  7. Kyuhyun sakit?? Sakit apa??

    Ooow jadi siwon itu oppa kandung jiyeon,, sedangkan sungmin eunhyuk sdr tiri toh…

    Seruuu.. ∂ķΰ mau langsung ke next part😀

  8. apa kyu mulai cinta sama jiyi?
    ya ampun masalah keluarga jiyi rumit bgt ya, terus kenapa sungmin kesel sama siwon? itu blm ke jawab .-.
    next dulu deh🙂

  9. Owhhh
    jadi itu ceritanya je sama won saudaraan teh
    hmmm
    bang evil ingin merasakan jatuh cinta?
    kok bawa2 mati emang kyu knp???

  10. jadi bingung aku sama ceritanya.
    tadi katanya kyu dia baik” aja tapi wktu ketemu sama seohyun dia bilang dia akan mati.

  11. owh jiyeon itu adik kandung nya siwon toh?
    duhh.. sakit apa sih sebenernya kyu evil, masih nebak2 entar kyu ngerasain cinta ke siapa? jiyeon or suzy?

  12. ohh..skrng q tahu knp sungmin benci sm siwon ,dan trnyt jiyeon saudara tiri’y sungmin & eunhyuk
    Bang evil gk tahu cinta , makanya belajar sm ahli’y dong xixixixi ^_^

  13. aigoo ternyata siwon lah oppa kandung jiyeon.pantes part sebelum nya appa jiyeon lngsung menoleh jiyeon waktu sebut kata mommy…ommo kyu sakit parah.kok bilang sebelum mati…andwee…aahh kibum mantan namjachingu jiyeon toh.tp hnya djdkan plrian aja jiyeon nya..ckck…waaaahhh makin menarik dan tak bs ditebak ff.a….daebak chingu ya….lnjut nee…^^v

  14. huwaaaa….. critanya keren chingu. joahae… trus itu leetuk oppa knp sama unni q seohyun? knp gk sma taeyeon unni aja ?
    author: suka2 gw dong.masbuloh
    #hehe mian… debakk chingu.next!

  15. Ohh ternyata siwon oppa itu kk kandung nya jiyeon..

    Kerennn –> baca part slanjutnya #swing *terbang breng leeteuk oppa

  16. Bener kan dugaan gw ternyata siwon dan jiyeon memang saudara kandung,tapi dengan sungmin + Eunhyuk adalah saudara tiri…
    Kyuhyun oppa kenapa ? Dia sakit apa ?

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s