After Wedding Story [Honey Moon] Part 2

Tittle : After Wedding Story [Honey Moon] Part 2
Sequel of : Would You Marry Me?
Author : Dha Khanzaki
Genre : Romance-comedy, Married Life

Main Cast :
Shin Na Ra a.k.a Aira
Cho Kyuhyun

ada yang kangen ama FF ini? Maaf untuk typo dan sebagainya. Happy Reading ^^

After Wedding Story Honey Moon by DhaKhanzaki1

——–0.0———

Part 2
“Aku pulaang..” aku mendengar suamiku itu membuka pintu dan berjalan masuk. Aku tidak bisa menyambutnya karena aku sedang memasak.
“Chagi..” serunya sambil memelukku dari belakang.
“Oppa” ucapku pura-pura kaget. Ia menyandarkan dagunya di bahuku sesekali mengendus bau masakan yang tengah ku buat.
“Kau memasak apa malam ini?”
“Kau tebak saja sendiri.” ucapku meledeknya,
“Aish, jadi penasaran..”
Aku kembali fokus ke masakanku meski Kyuhyun tetap memelukku. Kurasakan ia menghela napas lalu menyandarkan kepalanya di bahuku. Ia pasti sekedar melepas lelahnya sebentar.
“Chagi..” gumamnya.
“Apa? Aish, oppa jangan nakal!” ujarku kegelian karena Kyuhyun mencium tengkukku pelan.
“Hmm, ani..” gumamnya lalu kembali diam. Ada apa dengannya, aneh sekali.

“Oppa, sebaiknya kau mengganti baju dulu! Setelah itu kita makan” ucapku.
“Baiklah. Tapi Ai-chan, mianhae.” Lirinya lagi. Ia melepaskan pelukannya. Sebenarnya apa yang terjadi? Membuatku cemas saja. kubalikkan tubuhku ke arahnya. Napasku rasanya sesak melihat wajahnya begitu murung.
“Kenapa meminta maaf?”
“Akhir-akhir ini aku terlalu sibuk dan selalu meninggalkanmu sendiri. Kau pasti kesepian”
Apa Maksudnya? Aku tidak keberatan sama sekali. Tapi aku tidak tega melihat ekspresi memelasnya.
“Gwaenchana” ucapku menenangkannya dan tanganku bergerak mengusap pipinya. “Aku paham kondisinya. Jadi Oppa tidak perlu mengkhawatirkanku” Kyuhyun mengangguk pelan. Ia tersenyum, mengecup pipiku sekilas Ia lalu pergi ke kamar sementara aku melanjutkan kegiatanku dengan pikiran terus bertanya-tanya dan menebak apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Setelah selesai makan dan membereskan semuanya, aku menghampiri Kyuhyun yang tengah menonton tv untuk meminta izin pergi ke AS, yah, agar bisa menonton konser JB. Aku duduk di sampingnya.

“Em.. Anu..”
aku terkesiap karena baik aku dan Kyuhyun tanpa sadar berbicara secara bersamaan dan itu membuatku gugup.
“Ah, kau dulu saja Ai-chan” ucapnya tak kalah gugup. Aku menghadapkan tubuhku ke arahnya. Lidahku kelu tiba-tiba. Aku bingung harus memulai dari mana.
“Anu.. Begini, ah, Oppa kau duluan saja!” akhirnya aku pun memilih untuk melempar kesempatan. Kyuhyun mengangguk walau ekspresinya tidak yakin.
“Begini, beberapa hari kedepan aku tidak ada jadwal apa-apa, jadi, bagaimana kalau kita pergi berlibur? Yah, semacam Honeymoon”
tubuhku kaku seketika beberapa detik setelah mendengarnya. Telingaku tidak salah dengar? Honey moon!! Aku senang sekali mendengarnya! Aku memang bertanya-tanya kapan aku akan berbulan madu mengingat jadwalnya yang sangat padat itu aku tidak berani bertanya.
“Kemana Oppa?” tanyaku sumringah. Kupegang erat ke dua tangannya.
“Terserah padamu” jawabnya sambil mengangkat bahu. Bagus, Dengan cepat aku menjawab.
“Amerika! Kita ke sana saja Oppa.. Ya, ya, ya..” ucapku memohon sambil mengeluarkan puppy eyesku. Kyuhyun tampak menautkan kedua ujung pangkal alisnya.
“Wae? Kenapa mesti ke sana? Amerika itu jauh sekali”
#nyebrangin samudra pasifik doang Kyu!
#itu jauh thor! Author pabo

“Taraa! Aku ingin menonton konser Justin Bieber..” seruku sambil menunjukkan tiket konser impianku padanya. #tiket impian Author: tiket SushowINA#
Kyuhyun mengerutkan kening dan sesaat kemudian berubah jadi kekesalan.
“Ya! Kita akan berbulan madu bukan untuk menonton konser bocah ingusan itu!” bentak Kyuhyun kencang.

Aku memundurkan dudukku kaget karena bentakan Kyuhyun terlalu keras di telingaku.
“Tapi aku mengidolakan Justin Bieber” keluhku pelan dengan nada super kecewa. Aku menunduk dan menggerutu pelan. Sepertinya dia akan mengganti tempat tujuannya.

—-o0o—-

*Kyuhyun POV*
Aku tidak tahan melihatnya kecewa seperti itu. Lagipula sepertinya teriakanku tadi menyinggung hatinya. Aku bangkit mendekatinya.
“Baiklah, jika ini membuatmu gembira. Ayo kita pergi” Akhirnya kata-kata ini meluncur juga dari mulutku. Kepala Aira terangkat cepat mendengar kalimatku. Wajah sedihnya kini hilang dan berganti dengan ekspresi gembira.
“Really? Kita akan benar-benar ke Amerika? Menonton konser JB?” Serunya bangkit, lalu berjingkrak-jingkrak. Aku ingin tertawa melihat tingkahnya.
“Iya. Kita ke sana” tegasku agar dia percaya.
“KYAAA.. Jeongmal Kamsahamnida, Oppa..” teriaknya kencang dan segera menghambur ke pelukanku. Aku mengerjap dan punggungku terdorong ke belakang dan menyentuh sandaran sofa. Ia memelukku! Tangannya mendekap leherku dan kurasakan badannya yang hangat menempel tanpa jarak denganku. Jantungku berdetak cepat lagi. Ai-chan, jangan membuatku berdebar tak karuan. Dan sekarang tanganku bergerak membalas pelukannya. Ah, rasanya hangat dan nyaman.
#Ni anak dua bikin Author Envy setengah hidup!#

“Oppa, tidak apa-apa jika kita ke sana?” kudengar Aira berbisik di telingaku.
“Wae?” tanyaku sambil memejamkan mata menikmati situasi ini.
“Temanku hanya mengirimkan satu tiket, Oppa” lanjutnya.
“Nah, lalu?” aku masih belum mengerti maksudnya. Aira mengendurkan pelukannya. Itu membuatku tersadar dan kini mata kami bertatapan dengan jarak yang dekat.
“Oppa, artinya hanya aku yang bisa menonton konser itu. Lalu bagaimana dengan Oppa?”
Otakku berputar lambat untuk mencerna setiap kata-katanya. Tunggu, satu tiket? Itu artinya aku tidak bisa masuk ke konser itu? Lalu apa yang harus kulakukan selama ia pergi ke sana? Aku baru akan protes tapi Aira lebih dulu menginterupsi dengan meletakkan jari telunjuknya di bibirku.
“Eits, Oppa sudah setuju. Jadi dilarang PROTES. Arracchi!” ujarnya sambil tersenyum penuh kemenangan. Ah, aku serasa ditipu jika begini jadinya!
“Ya! Mana bisa begitu!” Aira menempelkan telunjuknya lagi di bibirku. Membuatku berhenti berkata-kata.
“Namja mana boleh menarik kalimat yang sudah diucapkannya. Pokoknya kita tetap pergi” ia tertawa pelan. Belum aku protes ia lebih dulu mengecup pipiku pelan dan berlari menjauh. Aku mematung.
“Cho Na Ra!!” teriakku setelah pikiranku terkumpul kembali. Segera aku mengejarnya.

***

*Author POV*
Kyuhyun sudah siap. Berkali-kali ia memperhatikan pantulan dirinya di cermin yang dirasa sudah sempurna.
“Ah, aku tetap tampan hari ini” gumamnya memuji diri sendiri. Ia membenarkan syal yang dipakainya. Tadi ia sudah memberitahu Hyungdeul dan managernya kalau ia dan istrinya akan pergi Honey moon ke AS. Mereka langsung heboh. Ia sangat yakin saat bertemu mereka nanti ia akan ditanyai macam-macam tentang perjalanannya.

Kedua orangtuanya pun sempat diberitahu. Dan reaksi mereka sama hebohnya. Malah mereka meminta pada Kyuhyun agar bisa membuat Aira hamil saat pulang berbulan madu nanti. Kyuhyun memutar bola matanya, ya ampun.. Ada apa dengan semua orang. Mengapa reaksi mereka berlebihan begitu.

Kyuhyun memastikan semua akomodasi sudah di siapkan. Pakaian, tiket pesawat, obat, dan perlengkapan lain semua tidak ada yang terlewat. Tapi ada satu masalah besar. Matanya melirik pada yeoja yang sampai detik ini masih tertidur di ranjang sana. Ia mengerang pelan. Dasar! Di saat ia bersemangat karena ini honey moon pertama mereka, Aira malah masih terbuai di alam mimpi! Oh my.. Apa salahnya bisa menikahi yeoja ajaib sepertinya! Padahal ia yang paling semangat semalam saat menyiapkan semua keperluan. Kyuhyun mendekat, lalu duduk di tepi ranjang untuk membangunkan Aira.
“Chagi.. Bangun, jika tidak kita akan ketinggalan pesawat..” Kyuhyun menepuk pelan pipi Aira. Yeoja itu menggeliat pelan. Tapi tidak bangun.
“Bocah ini..” gumam Kyuhyun geram. Ia melirik jam, pesawat akan terbang dua jam lagi! Tuhan, turunkan mukzizatmu agar yeoja ini bangun! Kyuhyun berdoa dalam hati. Oke, sepertinya Kyuhyun harus membangunkannya dengan cara ala pangeran di negeri dongeng.
Kyuhyun mendekatkan wajahnya lalu~chu~, ia mengecup bibir Aira pelan. Berharap seperti di cerita Sleeping Beauty ataupun Snow White, Aira akan terbangun. Namun, yeoja ini tidak bangun juga!
“Airaaa” akhirnya Kyuhyun kehabisan kesabaran. Ia mengguncang tubuh Aira agak kencang.
“Emh, ada apa sih Oppa..” gumamnya dengan mata masih tertutup. Ia menggeliat pelan.
“Ya! Kita hampir terlambat! Cepat bangun”
“Emh, tapi aku masih ngantuk”
Rasa kesal Kyuhyun sudah memuncak hingga kepala. Jika cara halus tidak mempan terpaksa ia menggunakan cara kasar dan agak kejam. Kyuhyun menyeringai pelan.
“Ai-chan, jika kau tidak bangun juga, aku akan menceburkanmu ke kolam renang!” ancamnya.
“Ceburkan saja..” gumamnya setengah sadar. Aish, dia malah tidak takut! Kyuhyun menghela napas cepat.
“Baiklah! Aku akan menceburkanmu!” Dengan gerakan cepat Kyuhyun mengangkat badan Aira. Gadis itu tersentak kaget.
“Oh, dear.. Oppa!” Aira tersadar di buatnya. Kyuhyun tidak mempedulikannya. Ia membuka pintu kaca dan segera berjalan ke tepi kolam renang. *kebetulan letaknya di sebelah kamar* Aish, ia serius! Aira panik setengah mati ketika Kyuhyun akan menceburkannya.
“Aku menyerah! Aku sudah bangun Oppa! Jadi jangan ceburkan aku!” rengek Aira sambil mendekap leher Kyuhyun erat, takut suaminya akan benar-benar menjatuhkannya ke dalam air. Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan.
“Katakan, tadi kau benar-benar tidur atau hanya pura-pura?” tanya Kyuhyun curiga. Aira mengangkat wajahnya, menatap Kyuhyun takut.
“Aku.. Hanya pura-pura. Hehe..” tak di sangka kini gadis itu terkekeh pelan. Kyuhyun menelan ludah. Yeoja ini sudah menjahilinya pagi-pagi begini?!
“Kau!” Kyuhyun geram hingga membuatnya benar-benar ingin menceburkan Aira.
“KYAA.. Oppa.. Jebal. Aku tidak mau berenang pagi-pagi” mohon Aira berharap Kyuhyun berwelas asih. “Oke, aku minta maaf dan aku sangat menyesal Oppa..” lanjutnya memohon. Aigoo, bagaimana ini?
“Baiklah kumaafkan. Sekarang cepat kamu bersiap-siap karena kita sudah terlambat!” Kyuhyun akhirnya luluh juga dan menurunkan Aira.
“Gomawo.” Aira tersenyum, ia mengerling manja dan bergegas pergi mengganti baju.
—–o0o—–
@Los Angeles International Airport
Mereka tiba di sana setelah menempuh perjalanan panjang. Aira menggeliat pelan setelah turun dari pesawat. Sementara Kyuhyun membenarkan posisi kacamata hitam yang dipakainya.
“L.A.. I’M COMING!!” teriak Aira tiba-tiba di tengah hiruk pikuk bandara. Orang-orang di sekitar mereka sampai menoleh dan memandang dengan reaksi bermacam-macam.
“Ai-chaan..” lirih Kyuhyun menahan malu. Ia membenarkan topi dan syalnya takut ada yang mengenali. Aira menoleh pada Kyuhyun.
“Oppa, kau tidak senang? Hmm.. Aku rindu L.A. aku lupa kapan terakhir kali aku ke sini”
Kyuhyun juga senang. Sangat senang malah. Ia tidak sabar melewati liburannya di sini bersama Aira.
“Bukannya temanmu akan datang menjemput kita? Sekarang mana dia?” tanya Kyuhyun memotong ocehan Aira yang tidak jelas. Di pesawat Aira sempat bilang kalau mereka akan dijemput salah seorang temannya yang tinggal di AS.
“Oh, iya? Sebentar..” Aira mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang dikenalnya di antara ribuan orang yang hilir mudik di bandara sana. Kyuhyun ikut melirik kiri kanan walau tidak tahu wajah orang yang dimaksud Aira.
gadis itu tersentak ketika menemukan sosok yang dicarinya. “Ah itu dia! Yuhuu.. Riaan!” Panggil Aira menyerukan nama temannya seraya melambaikan tangan tinggi-tinggi dan agak heboh. Kyuhyun menoleh, matanya melebar. Tunggu, jadi teman yang dimaksud Aira itu seorang namja.. Tampan!! Aish..

“Aira.. Akhirnya kamu datang juga. Oh kau ajak suamimu juga?” ucap Rian ketika tiba di hadapan Aira dan Kyuhyun. Aira tersenyum lebar sementara Kyuhyun mengerutkan kening karena tidak paham dengan yang Rian ucapkan. Wajar saja, Rian berbicara dalam Bahasa Indonesia.
“Iya. Rian, I miss you, friend..” ujar Aira langsung memeluk Rian. Kyuhyun terbelalak lebar. Tubuhnya menegang hebat melihat istrinya memeluk namja lain di hadapannya. Ia ingin protes tapi melihat wajah gembira Aira ia mengurungkan niatnya.

Mereka bertiga sekarang berada di kafe tak jauh dari bandara. Kyuhyun menatap sebal dua orang di hadapannya sambil mengaduk Capucinonya cepat. Aira dan namja bernama Rian itu malah asyik mengobrol berdua dengan bahasa yang tidak dipahaminya.
‘Ai-chan, apa kau tidak sadar aku di sini cemburu berat?’ batin Kyuhyun. Ia merasa jadi serangga pengganggu sekarang. Lagipula kenapa Aira bisa punya teman setampan dia! Kyuhyun jadi merasa tersaingi.

—o0o—
*Aira POV*
Aku mengobrol banyak hal dengan sahabatku, Rian. Mulai dari sekolahnya, keluarga, sampai perjalanan cintanya. Sesekali kami juga tertawa mengingat kenangan-kenangan lucu saat masih di Indonesia dulu. Aish, aku jadi semakin merindukan I-kids, itu nama sebutan geng kami. Aku jadi lupa pada namja lain yang duduk di sampingku. Ku tengok dia. Ya ampun, wajahnya tampak kesal pangkat sepuluh! Aira pabo, Jelaslah Kyuhyun Oppa marah! Kenapa kamu melupakannya dan malah keenakan mengobrol dengan Rian!
“Oppa, kau capek? Ingin segera pergi?” tanyaku sambil memegang tangannya. Ia menatapku dengan mata evilnya. Aku terkesiap dan bulu romaku menegang.

“Ani. Kau lanjutkan saja! Anggap aku tidak ada!” jawabnya dengan nada tinggi dan dingin. Gawat! Dia benar-benar marah!
“Mana bisa begitu Oppa. Tidak mungkin aku membiarkanmu” ujarku berusaha membuatnya berhenti memperlihatkan wajah menyeramkan.
“Oh, jadi, kalian sedang ber-honey moon?” tanya Rian kaget dengan Bahasa Korea yang terbata-bata. Kyuhyun mengangkat alisnya. Mungkin ia takjub karena akhirnya Rian mengatakan kalimat yang dimengerti olehnya.
“Of course! Kalau bukan itu apa lagi!” jawab Kyuhyun sinis. Rian memperlihatkan wajah bersalah.
“Ah, Mianhae. Jika, Ehm, If I know that early, I can give 2 ticket for you and Aira. I’m sorry..” Rian memakai bahasa Inggris juga berharap Kyuhyun paham. Aku tahu Bahasa Koreanya super kacau balau.
“Oh, it’s okay” jawab Kyuhyun enteng. Sepertinya ia sudah tidak marah lagi. Wajahnya terlihat lebih santai.
“Em, aku jadi merasa tidak enak” lanjut Rian mengeluarkan kekehan aneh. “Kalau begitu..” Rian mengambil sesuatu dari dalam saku mantelnya. “Nih. Pakai saja tiketku. Sepertinya aku tidak bisa pergi ke konser besok” Rian menyerahkan tiket miliknya pada Kyuhyun. Baik aku dan suamiku membelalak kaget.
“No, that’s yours. Aku tidak bisa menerimanya” tolak Kyuhyun seraya mengibaskan tangannya. Harga dirinya tinggi juga. sudah jelas dia butuh tiket itu.
“Tidak apa-apa. Ambil saja” Rian tetap menyodorkan tiket itu.
“Aish, You’re so kind..” ucapku kagum. Dia memang baik sekali. Dari dulu tidak berubah. Aku menoleh pada Kyuhyun yang tetap tidak mau menerimanya.
“Ayolah Oppa, sayang kan tiketnya kalau tidak diambil” bujukku. Dia tetap keras kepala. Ya sudah, aku saja yang ambil.
“Ok. thanks Rian. Aku tahu Kyuhyun Oppa dengan senang hati menerimanya. Dia hanya gengsi untuk mengakuinya” ucapku seraya mengedipkan mata. Rian mengangguk paham.

Setelah cukup lama mengobrol, kami memutuskan berpisah. Rian bilang dia harus kembali ke asramanya di Harvard University di Cambridge, Massachusets. Aish, dia jauh-jauh ke L.A hanya untuk menjemput kami. Tak kuragukan lagi dia memang sahabatku. Kami juga harus segera ke hotel. Lebih tepatnya mencari hotel. Yah, kami belum sempat memesan kamar hotel karena semuanya serba mendadak.
“Jadi, kalian akan menginap dimana?” tanya Rian ketika kami berjalan ke luar kafe.
“Molla” jawabku ragu. Rian tersenyum. Ia kembali mengeluarkan sesuatu dari dalam mantelnya. Kali ini kejutan apa lagi yang akan diberikannya?
“Kalian bisa pakai resortku. Ini kartu pass-nya.” Aigoo.. Aku menerima kartu itu dengan senang hati. Rian, kamu malaikat penolong kami hari ini.
“Terima kasih. Aku akan membalasnya suatu hari nanti”
“Tidak perlu. Kita kan sahabat”
“Oh, iya”
“Ekhem..” Kyuhyun berdehem membuatku kembali terenyak sadar. Gawat, aku lupa lagi pada Suamiku! Aku menoleh. Dia melipat tangannya di depan mata dengan wajah jengkelnya. Meski matanya terhalang kacamata hitam, tapi aku yakin dia melototiku.
“Oke Rian, kita pamit ya. Terima kasih atas semuanya” ucapku mengalihkan ketakutanku.
“Oke” jawabnya. Ia diam sebentar, raut wajahnya sedikit berubah. “Aira, ada satu hal yang ingin kutanyakan” ujarnya. Aku agak terkejut.
“Apa?”
“Kenapa kau menolak kuliah di Harvard?” Aku diam. Kyuhyun menarik tanganku tapi kutahan, aku harus menjawab pertanyaan Rian lebih dahulu.
“Entahlah. Mungkin Takdir Tuhan” jawabku sambil tersenyum. Rian mengangguk dan pergi sambil melambaikan tangan.

—o0o—
*Kyuhyun POV*
Akhirnya pengganggu itu pergi juga. Aku sangat senang dan lega. Bagaimana tidak, karena namja bernama Rian itu Aira mengacuhkanku! Menyebalkan!
“Nah, Oppa, Rian sudah memberikan tiketnya padamu dan meminjamkan resortnya pada kita. Jadi jangan sekalipun Oppa mencibirnya dan bilang dia menyebalkan” ucap Aira. Aku kaget, apa tadi dia membaca pikiranku! Aku mendengus jengkel.
“Kenapa dia baik sekali padamu? Dia menyukaimu benar kan?!” Aku jadi curiga. Mana ada pria yang akan sebaik itu jika tidak mempunyai perasaan pada Ai-chanku.
Aira mengangkat alisnya sebelah, dari ekspresinya aku bisa membaca pikirannya. Sepertinya ia menganggap ucapanku ini hanya gurauan tidak penting. “Menyukaiku? Pastilah. Aku juga menyukainya”
UAPAAA! Aku terkejut bukan main. Apa maksud kalimatnya barusan!!! Wajahku memanas. Begitu pula hatiku.
“Kau.. Menyukainya.!!” geramku. Aira dengan polosnya malah tertawa melihat ekspresiku. Dia ini sangat menyebalkan!
“Ayolah Oppa, hanya suka. Yang kucintai kan kau” ucapnya kegelian. Aish, dia benar-benar mengajakku perang! Sekarang Dia mendekap lenganku manja.
“Ayo Oppa, kita ke resort dan istirahat” serunya tanpa mempedulikanku yang sedang kesal. Dia ini tidak peka atau apa sih? Hoi Aira, aku cemburu dan kesal padamu! Kenapa kau malah senang begitu!

Sesampainya di Pearl Beach Resort & Hotel, *sumpah ni nama Author ngarang bgt!*
sebuah resort mewah yang menghadap ke pantai yang tak kalah indah. Benar Resort ini milik temannya Aira? Jika benar bisa dipastikan dia sangat kaya.
“Excuse me Miss, can I help you?” tanya resepsionis pada Aira saat kami berjalan menuju meja resepsionis di lobi resort.
“Of course. We’ll make a reservation. But, Rian said we can use this.” Oke, aku tidak paham apa yang Aira ucapkan. Dia menyerahkan kartu yang diberikan temannya tadi pada resepsionis itu. Kulihat wajahnya terkejut sesaat.
“Oh, Miss, you’re VVIP guest” serunya. Setelah itu aku tidak paham apa yang didiskusikan mereka. Yang pasti kini kami diantar ke sebuah rumah peristirahatan yang terpisah dari gedung utama hotel dan resort itu. Seperti villa pribadi yang mewah. Villa ini juga menghadap pantai. Harus kuakui, tempat ini sangat mengagumkan.
“Ah, capeknya!!” Aira segera membaringkan dirinya di sofa yang ada di teras belakang villa itu. Aku menghampirinya. Wow, pemandangan di sini indah sekali! Teras belakang ini langsung menghadap pantai!

Daebaak!!

Mulutku yang menganga karena kekaguman ini segera kututup lagi begitu mendengar suara cekikikan istriku.
“Oppa, wajahmu lucu..” serunya tergelak.
“Dasar! Moodku sedang buruk untuk bercanda!” kesalku. Daripada dongkol, lebih baik aku kembali ke dalam kamar. Namanya saja villa, sudah pasti besar dengan perabotan dan fasilitas lengkap. Kamar, ruang tamu, ruang tengah, bar kecil, ruang fitnes, dapur, kolam renang dan tempat bermain biliard. Ini villa super lengkap. Tapi yang paling membuat mataku membelalak lebar adalah, Ada satu rak penuh video game di salah satu ruangan lengkap dengan playstation keluaran terbaru!
“Wua.. Ini..” bukan hanya 10 atau 100 video game. Tapi sepertinya 1000! satu lemari besar yang menutup penuh satu bagian dinding semua terisi video game!
“Ah, Oppa pasti menyukai ruangan ini. Ini ruang pribadi Rian sepertinya” gumam Aira yang entah sejak kapan ada di belakangku. Aku menoleh cepat ke arahnya.
“Tunggu, jangan-jangan dia..” Aira mengangguk seolah tahu maksud ucapanku.
“Dia maniak game sama sepertimu” jawabnya sambil menghampiri lemari dan mengambil satu game berjudul ‘Prototipe’.
“Tapi sepanjang aku bermain melawannya, aku tidak pernah bisa mengalahkannya. Kau tahu Oppa, dia sangat tangguh!”
Aku serasa tertimpa batu berton-ton mendengarnya. Apa maksudnya dia ingin bilang aku tidak sehebat Rian karena aku pernah dikalahkannya bermain game! Grr.. Hatiku terbakar api emosi detik ini juga!
“Oppa, wajahmu kenapa? Ah, kau haus? Ini, kuberi softdrink” Aira yang masih polos dan tidak sadar aku marah malah menempelkan kaleng minuman dingin ke pipiku. Aku mengambilnya dengan kasar dan keluar dari ruangan itu.

“Oppa..” Ai-chan mengejarku. Aku terus keluar hingga kakiku menginjak pasir pantai. Di sini aku tertegun. Namun suasana pantai di sore hari tidak membuat rasa kesalku hilang. Harusnya ini menjadi honey moon yang indah dan penuh cinta. Tapi hatiku malah panas dan kesal karena.. Karena, aku cemburu tidak jelas pada sahabat Aira itu!

Tak kusadari tangan seseorang memeluk pinggangku dari belakang. membuatku terkesiap. Pasti Aira. Aku yakin. Tentu saja aku yakin karena tidak ada yang bisa membuatku nyaman dipeluk seperti ini kecuali Aira yang melakukannya. Dan tidak ada yang bisa membuat jantungku berdetak tidak normal kecuali Aira.
“Oppa, kau marah? Mianhae..” lirihnya pelan dari balik tubuhku. Kurasakan kepalanya bersandar di punggungku.
“Iya. Aku marah!” aku bilang begitu tapi pada kenyataannya tidak. Hatiku sudah luluh sepenuhnya hanya dengan pelukan seperti ini?

Tangannya yang melingkar di pinggangku dilepaskannya. Loh, kenapa ini? Kubalikkan badanku menghadapnya. Aira-ku menunduk. Terlihat jelas ia sangat menyesal. Sungguh, aku jadi tidak tega melihatnya begitu.
“Mianhae. Harusnya aku tidak memuji-muji namja lain di hadapanmu Oppa. Aku tahu aku salah..” tiba-tiba ia meraih sebelah tanganku dan mengarahkan ke pipinya. Apa yang dilakukannya? Jantungku hampir copot dari tempatnya.
“Jika kau kesal dan marah padaku, pukul saja aku Oppa. Kau berhak melakukannya. Karena aku salah. Tadi itu aku sama saja dengan mengkhianatimu..” Aira menatapku sungguh-sungguh. Seolah dia memang ingin aku memukulnya. Aku jadi ingin menangis.. Ai-chan, sebegitu takutnya kah aku marah padamu? Perlahan ku tarik tanganku. Tatapanku melembut padanya.
“Mana mungkin aku tega memukulmu Ai-chan, kau kan tahu aku sangat mencintaimu lebih dari apapun di dunia ini termasuk game-game kesayanganku” ucapku jujur dari dalam lubuk hatiku. Ini bukan gombalan tidak penting loh!

Aira mengangguk pelan, namun ekspresinya masih belum yakin.
“Jadi, Oppa tidak marah lagi?” tanyanya ragu. Aku mengangguk. Ia tersenyum lega. Wajahnya makin menggemaskan saja! Dia jadi sangat cantik jika tengah tersenyum seperti ini. Aku jadi ingin menciumnya. Aku yakin pasti boleh. Aku mendekatkan wajahku namun tiba-tiba Aira menoleh sambil menunjuk ke arah laut. Aish, gagal!
“Oh, Oppa, sunsetnya indah!” teriaknya dengan mata melebar takjub. Hatiku agak kesal namun tidak jadi karena aku ikut terlarut menikmati sinar senja yang membiaskan warna oranye di pantai ini. Aku menikmati mentari sore di L.A ini. Sangat indah. Aku menengokkan kepalaku pada yeoja di sampingku. Wajahnya yang bersemu oranye karena cahaya matahari sore membuatnya sangat mempesona. Aku tersenyum, dialah istriku.

To be continued..

41 thoughts on “After Wedding Story [Honey Moon] Part 2

  1. kyuhyun pecemburu bgt sih,,,, oadahal dia honeymoon ebak ngak modal cuma modal tiket oesawat ja tp masi sewot n cemburu udah dpt tiket n villa gratis…..
    untung aira y pengertian bgt,,, ngertiin kyuhyun yg suka cembiru n marah di y ngalah gitu…..
    so sweet…. cepet2 dwh ada cho kecil….

  2. Kyuhyun kena penyakit cemburu akut nih. Wwkwkk.
    Susah jg sih ya posisi aira. Secara dia akrab ama cowok tpi suaminya pencemburu.
    Kke.
    Well, ttep aja untng aja mreka baikan!
    Hah! Like it so much eon!😉 jjang

  3. Cie kyuppa cemburu🙂 kira” honeymoon’nya berjalan dengan lancar kg ya ? Rian jadi sahabat kelewat baik ya,apa karna rian suka sama aira ?

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s