No Other (Part 2)

Tittle : No Other Part 2
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : School Life, friendship

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Lee Sungmin (Jiyeon’s Oppa)
  • Lee Hyukjae (Jiyeon’s Oppa)
  • Choi Siwon (Jiyeon’s Oppa)
  • etc..

FF ini agak rumit dan berantakan penulisannya… maaf atas ketidaknyamanan itu semua *bow*

No Other by DhaKhanzaki

————o0o————

Part 2

*di rumah sakit*

“heh, cewek tengil, kau sudah menghubungi keluargamu? Aku tidak bisa menemanimu karena urusanku masih banyak!” ujar kyuhyun. Ia mengetuk-ngetukkan ujung sepatunya tak sabar. ia teringat janjinya pada Heechul. Dan ia tidak bisa membayangkan betapa menyeramkannya sunbaenya itu saat sedang marah.

Jiyeon mendengus jengkel. Namja ini benar-benar perlu di bawa ke psikolog. Sikapnya sangat menyebalkan.”Tenang saja. Aku sudah menghubungi oppa ku” jawab jiyeon mencoba sabar. “Dan jangan panggil aku cewek tengil. Namaku Lee Jiyeon. Aku lihat seragam kita sama. Kau pasti murid Kirin juga kan!”

Tentu saja. Kyuhyun tahu itu.
“Ah iya, Kita sekalian saja berkenalan. Aku Hankyung dan dia Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Kau tahu kan?” ujar Hankyung dengan tangan menunjuk Kyuhyun. Namja yang ditunjuk tersenyum sinis.
“Sudahlah Han, yeoja seperti dia mana tahu” celetuk Kyuhyun meremehkan. Dia sangat percaya diri bahwa dirinya begitu terkenal sampai seluruh penghuni sekolah tahu siapa dia.

“Memangnya siapa kau? Nama mu baru pertama kali ini aku dengar. Cho kyuhyun, memang ada murid bernama itu di sekolah” Jiyeon menjawabnya acuh tak acuh. Kyuhyun terpaku mendengarnya. Telinganya seolah tak percaya kalau ada juga murid yang akan mengucapkan kata itu. Apalagi di hadapannya.

“Gadis ini benar-benar cari mati!” umpat Kyuhyun kesal. Dia ingin sekali melakukan sesuatu pada yeoja bernama Jiyeon itu tapi tertahan karena pintu ruangn tiba-tiba menjeblak dibuka seseorang.

Muncul Sungmin disusul Yoona masuk ke dalam ruangan. Hankyung maupun Kyuhyun sedikit kaget dibuatnya.

“Oppa?! Yoona!” seru Jiyeon senang. Sungmin segera menghampiri.
“Kau tidak apa-apa kan? Katakan!” Sungmin berkata dengan nada penuh kepanikan. Jiyeon tersenyum lega.
“Hanya terkilir ringan. Sebentar saja juga sudah sembuh”
“Kau ini..” Sungmin langsung memeluk adik kesayangannya itu. Jiyeon mengerjap kaget. Omona.. Sungmin itu meskipun sedikit kejam padanya, tapi terbukti dia adalah seorang Oppa yang sangat perasa dan menyayanginya.
“Kau hampir membuatku mati berdiri. Semua ini salahku. Coba tadi pagi aku tidak membiarkanmu membawa motor sendiri ke sekolah.” ucap Sungmin terus mendekap Jiyeon.
“Bukan salahmu Oppa, aku saja yang kurang hati-hati.”

Setelah Sungmin melepas pelukannya, Jiyeon menoleh pada Yoona, gadis itu pun terlihat menahan air mata.
“Yoona, kau datang kemari karena mencemaskanku juga?” tanya Jiyeon polos. Yoona
berlari menghambur untuk memeluk Jiyeon, menangis di bahunya.
“Gadis jahat! Kamu berhasil membuatku cemas seharian. Bagaimana mungkin aku tidak kemari saat mendengarmu kecelakaan” lirihnya terisak. Jiyeon balas memeluknya.
“Jeongmal mianhae, karena sudah membuatmu cemas. Aku berjanji aku tidak apa-apa.”

Sungmin baru sadar kalau dari tadi ada 2 makhluk asing di dekat mereka. Tatapannya menajam ketika bertemu dengan pandangan Kyuhyun dan Hankyung.
“Kalian siapa? Orang-orang yang sudah mencelakai adikku?” tanya Sungmin curiga. Kyuhyun maupun Hankyung terperanjat.
“Anu. Kami..” mereka gelagapan saat akan menjawab. Pada kenyataannya memang mereka lah yang sudah membuat adiknya seperti ini.

“Bukan oppa, mereka yang sudah menolongku” potong Jiyeon. Sungmin menatap kedua orang itu. Kyuhyun mengangguk mengiyakan. Dalam hati Kyuhyun lega, setidaknya Jiyeon sudah mengatakan hal bagus.
“Begitu, baguslah” ucap Sungmin percaya.

Kyuhyun berdehem sejenak. “Karena kau sudah ada yang menjaga, kalau begitu kami pamit” ucap Kyuhyun. Tak menunggu lama, ia dan Hankyung keluar ruangan itu.
“Kalau begitu aku akan menelepon rumah dulu” Sungmin mengeluarkan ponsel. Jiyeon tertegun sejenak, ia ingin menanyakan sesuatu tapi ragu.
“Eunhyuk Oppa, apa dia tahu aaku kecelakaan?” tanyanya. Sungmin menoleh.
“Tidak. Sudahlah jangan beritahu dia, kamu tahu kan dia kalau sudah panik seperti apa?”
Jiyeon mengangguk paham.
“Arra” lirihnya.

Sungmin lalu keluar ruangan. Yoona segera duduk di samping Jiyeon begitu Sungmin tidak berada lagi di sana.
“Namja tadi, bukannya dia Cho Kyuhyun dan sepupunya Hankyung ya?” selidik Yoona. Jiyeon agak terkejut. Kenapa Yoona bisa tahu?
“Bagaimana kau tahu? Memangnya dia terkenal?”
Yoona menepuk pundaknya pelan. “Tentu saja! Kamu tahu, keluarganya itu sangat kaya. Selain berbakat dalam bidang musik, dia juga tampan dan pintar. Seluruh sekolah tahu dia.”
“Masa? Terus kenapa aku tidak tahu?” Jiyeon memiringkan kepalanya, berpikir mengapa ia bisa melewatkan hal yang umum seperti itu.
“Kau saja yang kuper.” Yoona diam sejenak, ia ingat kejadian tadi di lorong.
“Pantas saja tadi Heechul oppa mencari-cari Kyuhyun. Ternyata dia ada disini”
“Apa? Heechul oppa? Mau apa dia cari-cari namja tengil itu?” semangat Jiyeon tersulut begitu saja ketika nama Heechul disebutkan. Yoona mendecak.
“Huu! Aku baru sebut namanya saja kau sudah segirang itu. Kau menyukainya apa dongsaengnya?” sindir Yoona. Jiyeon berhenti cengengesan. Mendengar kata ‘dongsaengnya’, otaknya langsung terpikir pada Ryeowook.
“Wookie? Untuk apa aku suka padanya?. Dia itu hanya sebatas chingu bagiku” Jiyeon bingung kenapa mendadak Yoona berkata seperti itu.

Mata sahabatnya itu menyipit. Yoona duduk semakin merapat pada Jiyeon. “heh, kau tidak tahu gosip yang beredar di sekolah?” tanyanya dengan nada penuh misteri.
“Andwae,” jawab Jiyeon polos. Yoona menepuk keningnya. Jiyeon, kau kelewat kuper. Batin Yoona.
“Orang-orang bilang kamu suka pada Ryeowook!”
“MWO!” pekik Jiyeon kaget.
“Darimana datangnya gosip itu!” seru Jiyeon dengan suara keras. “Memangnya sikapku pada Wookie selama ini memperlihatkan kalau aku suka padanya…ah–” Jiyeon mengatupkan bibirnya. Ia seakan tersadar sesuatu. Jika dipikir-pikir, sikapnya pada Ryeowook memang sedikit berbeda. Dia selalu berbagi makan siang denganya, karena Ryeowook itu pandai memasak, dan Jiyeon juga suka memasak. Jadi mereka sering sekali bertukar bekal makan siang. Terkadang juga pulang dengannya. Ha! Jangan-jangan itu yang membuat orang-orang curiga.

“Aku memang sedikit berlebihan pada Wookie.” lirih Jiyeon lemas.
“Tuh kan!” Yoona mengiyakan.
“Tapi semua itu kulakukan karena aku ingin tahu soal Chullppa!” bela Jiyeon. Sebenarnya itu motif utama mengapa ia bisa akrab dengan Ryeowook.
“Tapi orang-orang tidak tahu kau suka pada Heechul Oppa”
“Bagaimana ini…” Jiyeon menatap Yoona dengan wajah khawatir. tangannya menggenggam erat lengan Yoona.
“Tenang, aku dukung kau apapun yang terjadi.” Yoona menepuk-nepuk pundak Jiyeon untuk menyemangatinya.

“Ah, Yoona. Bagaimana perasaanmu sekarang?” mendadak Jiyeon mengalihkan pembicaraan.
“Memangnya kenapa?” Yoona tak paham dengan pertanyaan Jiyeon.
Jiyeon menyikutnya. “Bilang saja lagi kalau kamu sekarang sangat bahagia. Tadi kan kau kemari bersama Sungmin Oppa” ledek Jiyeon. Pipi Yoona seketika memerah. Ia teringat saat ia memeluk pinggang Sungmin karena mereka kemari menggunakan motor milik namja itu.
“Kau ini apaan sih? Memangnya kenapa aku dengan Sungmin Oppa” Yoona berusaha mengelak. Padahal terlihat jelas di wajahnya.
“Kau suka padanya. Iya kan!!” Jiyeon berkata dengan suara keras sehingga Yoona. Terpaksa membekam mulutnya.

Bersamaan dengan itu Sungmin masuk ke dalam ruangan. Yoona menghentikan tindakannya
begitupun Jiyeon. Suasana hening seketika.
“Kok kalian berhenti? Aku mengganggu ya” tanya Sungmin heran. Kedua yeoja itu langsung duduk manis seolah tidak terjadi apapun.
“Tidak kok. Oppa tadi mendengar pembicaraan kita?” Jiyeon menyelidik ekspresi Sungmin sekarang. Yoona tampak memucat melihat Sungmin diam menatap mereka secara bergantian. Jiyeon ikut cemas.

“Tidak. Memang kalian membicarakan apa?” Sungmin bingung.
fuuh.. Untung tidak dengar. Secara bersamaan Jiyeon dan Yoona menghela napas lega.
“Kalian ini, ada apa sih sebenarnya?” Sungmin dibuat penasaran. Tapi baik Jiyeon maupun Yoona tidak berniat untuk menjawab.
“Ah, Jiyeon kau bisa pulang sekarang. Dokter sudah mengizinkan” ia teringat tadi ia sempat menemui dokter. Jiyeon mengerjap senang.
“Jinjja? Ayo pulang” ucap Jiyeon semangat.

__0.0__

*di kamar lain di rumah sakit yang sama*
“Hyung, aku sarankan jantungmu segera dioperasi sebelum kondisinya makin memburuk.” saran Kibum dengan wajah cemas. Yesung yang terbaring lemah hanya tersenyum sambil menepuk tangan Kibum yang terus menggenggam tangannya.
“Aku masih baik-baik saja. Jangan terlalu mencemaskanku. Bagaimana dengan sekolahmu? Kamu jangan terus membolos hanya untuk menjengukku” ucap yesung lemah.

Kibum menghela napas berat.
“Itu bukan hal penting. Bagiku yang terpenting sekarang adalah melihatmu sehat kembali”
Yesung tersenyum. “Maaf sudah membuatmu susah. Kau tidak perlu terlalu mencemaskan ku. Kau bisa lakukan apa saja yang kau inginkan”

Hati Kibum sakit atas ucapan Hyungnya. Ia sedih karena Yesung tidak bisa melakukan hal yang paling disukainya: menyanyi.
“Aku berharap segera ada donor jantung untukmu, Hyung” harap Kibum.
“Jangan terus cemas tentang penyakitku. Sekarang kau sekolah saja baik-baik.” ucap Yesung sambil tersenyum lemah.
Kibum mengangguk. Ia sangat menyayangi Yesung. Apapun akan dilakukannya asal bisa
melihat Hyungnya tersenyum seperti sekarang.

Terdengar pintu dibuka seseorang. Kibum menoleh, Sooyoung gadis cantik yang begitu anggun masuk dengan membawa sekeranjang buah. Senyumnya mengembang bergantian memandang Kibum dan Yesung.
“Seperti biasa, aku datang Oppa” ucapnya hangat sambil duduk di sisi tempat tidur yang lain. Pandangan matanya meredup ketika melihat orang yang dicintainya lemah tak berdaya.

“Oppa terlihat lebih baik.” Sooyoung berkata sambil menahan airmata meskipun di bibirnya tersungging seulas senyum manis.
“Gomawo. Berkat dirimu juga” Yesung menggenggam tangan Sooyoung dengan kasih sayang tulus seperti biasanya. Dan hal itu membuat Sooyoung merasa tenang. di saat suasana sedih seperti ini, senyuman Yesung-lah satu-satunya obat paling ampuh untuk meredakan tangisannya.

Kibum terguncang menyaksikan adegan itu. Bagaimanapun Sooyoung pernah menjadi pujaan hatinya dan mungkin sampai sekarangpun hal itu belum berubah. Kibum memilih menyingkir dari ruangan itu. Dia ingin mencari udara segar.

__o0o__

“Oppa, kau bilang semua pada Appa? Soal kecelakaanku?” tanya Jiyeon tiba-tiba. mereka sekarang sedang dalam perjalanan pulang. Jiyeon terpaksa harus dipapah Sungmin dan Yoona saat berjalan.
“Tentu. dan dari suaranya Appa terdengar sangat terkejut. Terlebih eomma.”
“Ah, sudah kuduga. Siap-siap kena semprot deh” Jiyeon menghela napas berat. Sungmin dan
Yoona secara kompak tertawa.

“Loh Ji, itu kan Kibum” ucap Yoona. Jiyeon menengok ke arah yang dimaksud. Matanya melebar. Ya. Dia melihat sosok orang yang tidak asing lagi baginya itu berjalan tak jauh di hadapannya. Jiyeon terpaku sesaat.

Kibum pun merasakan hal yang sama. Tubuhnya membeku ketika melihat Jiyeon. Ia melrik ke arah kaki Jiyeon yang dibebat. Kenapa dia? Kibum ingin bertanya, tapi ego membuatnya memilih pergi melewati Jiyeon tanpa menyapanya sedikitpun.
Jiyeon tidak percaya Kibum bersikap seolah-olah tidak mengenalnya. Hatinya terasa sangat pedih.
“Kenapa dia? Bahkan menyapa pun tidak!!” ucap Sungmin heran. Ia mengenal Kibum karena Kibum adalah juniornya di klub yang sama dengannya di SMA Kirin.
“Dia kenapa ada di sini?” tanya Yoona heran.
“Yesung, Hyungnya sakit dan dirawat di sini. Mungkin dia datang untuk menjenguk”
jawab Sungmin.

Jiyeon tidak berkomentar. Ia tadi sempat melihat wajah Kibum yang kelelahan dan sedih. Itu sangat mengganggu pikirannya. Ia terus melamun sampai akan masuk taksi.

“Ah!” mendadak Jiyeon berseru. Membuat Sungmin dan Yoona terperanjat.
“Kenapa? Ada yang salah?” tanya Sungmin cemas. Jiyeon menggeleng cepat. Ia hampir saja melupakan sesuatu yang sangat penting. Ia akan kehilangan seorang Oppa jika ia sampai melalaikan hal yang dilupakannya ini.
“Siwon oppa!” jiyeon baru ingat. CD rekaman lagu yang diminta Siwon masih ada di tangannya. Ia menoleh pada Sungmin dengan tatapan penuh harap.
“Oppa, kau mau menolongku?”
Sungmin tidak mengerti tapi dia mengangguk. Jiyeon mengambil sebuah kotak CD lalu menyerahkannya pada Sungmin. “Tolong berikan itu pada Siwon Oppa. Aku yakin sekarang dia sedang kelimpungan menunggu CD itu kuantar.”
Sungmin mendengus malas. “Hah?! Si bintang baru tidak jelas itu?” sindir Sungmin.
“Oppa! Kamu jangan bilang begitu. Meski tidak jelas dia itu Oppaku juga” bantah Jiyeon kesal.
“Arra, arra. Ok, kalau begitu aku pergi kembalikan ini dulu. Yoona, aku titip adikku tercinta ini yah” Sungmin mencubit pipi Jiyeon.
“n-ne” jawab Yoona gugup.
“Oppa!!” seru Jiyeon jengkel. Sungmin langsung kabur sebelum Jiyeon balas memukulnya.

__o0o__

JRENGJRANG!!
Suara dentang piano terdengar tidak karuan dari ruang latihan. Rasa kesal Siwon sudah memuncak hingga ubun-ubun. Kemarahannya terlampiaskan pada piano.
“Calm down” sahut Kangin santai. Dia tengah asyik memainkan gitar listrik dan sedikit bersenandung. Siwon tidak mendengarkan. Sekarang ia benar-benar sudah kehabisan kesabarannya. Bagaimana mungkin Jiyeon tidak kunjung menyerahkan CD itu juga padanya!!
“Lain kali kalau bertemu awas ya! Beraninya dia tidak datang sama sekali!” Siwon mengepal erat tangannya.
“Coba hubungi sekali lagi. Aku cemas terjadi sesuatu padanya” ucap Kangin. Siwon tersenyum sinis.
“Datang terlambat memang sudah menjadi keahliannya. Ini juga bukan pertama kali!” Siwon mencoba menelepon sekali lagi. Hasilnya tetap sama. Ponsel Jiyeon tidak aktif. Hal ini membuatnya makin sebal saja.
“Aish!! Kemana dia? Harusnya dia bawakan CD itu!” gerutu Siwon pada ponsel di tangannya. Kangin hanya bisa cengengesan melihat tingkah Siwon.

“Kau butuh ini?”

Siwon menoleh cepat mendengarnya. Ia kira Jiyeon ternyata bukan. Siwon mengerutkan kening bingung. Apa yang dilakukan Sungmin di sana?
“Kenapa kamu yang datang? Mana Jiyeon?!”
Sungmin memutar bola matanya, malas. Siwon itu benar-benar hanya memikirkan karir keartisannya saja.
“Dia baru pulang dari rumah sakit.” Jawabnya dengan wajah datar.

Raut wajah Siwon langsung berubah, ia terkejut.
“Rumah sakit? Kenapa?! Apa dia kecelakaan?” Siwon buru-buru mendekati Sungmin dengan wajah tak kalah cemas. “Apa parah? Dia baik-baik saja kan?”
“Tidak ada yang serius. Hanya terkilir” Sungmin mengatakannya dengan ekspresi datar. Ia ingin mellihat reaksi Siwon.
Siwon menghela napas lega. Hanya sesaat. Setelah itu ia kembali menjadi Siwon yang menyebalkan. “Lalu mana CD-nya? Kau kemari untuk mengantarkan itu kan?”
“Nih!!” Sungmin menekankan CD itu tepat di dada Siwon, lalu pergi dengan sikap dingin. Siwon tersenyum sinis menanggapi kelakuan Sungmin.
“Lihat dia! Dia pikir dia siapa?”

__o0o__

Bukannya pulang Jiyeon malah mampir ke restoran ayahnya. Mendadak ia ingin mencicipi lagi masakan sang Appa. Jadi ayah adalah seorang chef professional dan sudah membuka restoran sejak Jiyeon berusia 5 tahun.
“Aigoo, Jiyeon, apa yang terjadi padamu?!!” pekik Eunhyuk ketika melihat kaki Jiyeon diperban dan berjalan sambil dipapah oleh Yoona. Belum apa-apa namja itu sudah mondar-mandir panik gak jelas. Entahlah apa yang dilakukanya. Ia segera menata salah satu meja kosong agar Jiyeon bisa duduk di sana.
“Ayo duduk di sini. Sebentar…” Eunhyuk menarik kursi lalu menyandarkan kaki Jiyeon di atasnya. ia lalu pergi mengambil bantal untuk pengganjal kaki yang diperban.
“Sudah nyaman? Masih ada yang sakit?” tanyanya cemas. Jiyeon menggeleng pelan.
“Tidak ada. Gomawo..”ucap Jiyeon terharu dengan sikap perhatian Eunhyuk. Kekhawatiran belum juga lenyap dari wajah Eunhyuk. Namja itu terus saja bergerak-gerak gelisah.
“Sebentar, aku panggil Appa..” ia mengambil langkah seribu.
“Oppa..” baru Jiyeon hendak mencegah Eunhyuk keburu pergi ke dapur. Untung saat itu restoran sedang sepi. ia tidak menjadi pusat perhatian di sana.

“Eunhyuk Oppa tidak berubah ya, apa dia memang selalu begitu?” Tanya Yoona kagum
sambil menggeleng-gelengkan kepala. Jiyeon mengangguk setuju.
“Begitulah. Keahliannya adalah bersemangat setahun pnuh!”
Mendengarnya Yoona tertawa. Tiba-tiba sebuah suara menggelegar yang amat ditakuti oleh Jiyeon terdengar nyaring. Membuat gadis itu kaku seketika.

“LEE JIYEON, apa yang terjadi sebenarnya?!” Appa muncul dari dapur masih mengenakan pakaian chef lengkap terburu-buru menghampirinya. Disusul Eunhyuk. Waduh, Jiyeon bergetar.
“Mianhae Appa.. Kejadian ini murni karena kecerobohanku” jawab Jiyeon sambil menunduk. Takut melihat wajah seram Appa. “kakiku terkilir sedikit. Tapi tidak ada yang serius kok. Aku janji.”
Appa mendekat lalu dengan gerakan cepat tangannya menjitak Jiyeon. Yoona dan Eunhyuk sampai kaget.
“aw!” Jiyeon meringis.
“Sudah Appa bilang, perempuan jangan sembarangan membawa motor! Lihat ini akibat dari tidak menuruti ucapan orangtua!” tegur Appa. Jiyeon makin menundukkan kepalanya. ia akan tahu akan diceramahi seperti ini oleh sang Appa.
“mianhae..” lirihnya seperti suara cicak. Sangat pelan.

Sungmin baru saja tiba disana. Melihat suasana tampak ‘tidak biasa’, Ia segera mencairkan keadaan.
“Jiyeon, kau tiba selamat sampai di sini? Syukurlah” Sungmin menghampiri mereka dengan wajah cerah ceria. Appa masih tampak kesal sementara Jiyeon tetap pada posisi yang sama. Ah, ia harus melakukan sesuatu.
“Appa, aku lapar. Aku ingin sekali makan sup tulang sapi buatanmu.” Ucap Sungmin mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Kau ini, adikmu kecelakaan kau masih bisa meminta makan dengan wajah ceria begitu?”
“Sudahlah Appa, ayo aku bantu siapkan.” Sungmin mendorong tubuh Appa pelan kembali ke dapur. Ia menoleh sebentar ke arah Jiyeon sambil mengedipkan sebelah matanya.

“oppa…jeongmal gomawo” lirih Jiyeon terharu. Ia tahu Sungmin pasti akan menyelamatkannya.
Eunhyuk tertawa ringan. Ia berbisik pelan pada adik perempuannya itu. “lihat, ada-ada saja cara Hyung menolongmu.”
“Ne” ia mengangguk. Jiyeon tahu tu. Meski kadang menyebalkan, tapi ia harus mengakui bahwa Sungmin adalah kakak paling baik di dunia. Ia melirik Yoona yang duduk di sampingnya. Aishy!! Gadis ini malah diam terpaku ke arah dapur. Ia juga tahu, Yoona pasti terpesona pada Sungmin. Seperti biasa. Jiyeon tertawa dalam hati.
“hei, aku tahu. Oppaku yang satu itu memang sangat mempesona” kata jiyeon sambil menyikut Yoona. Otomatis gadis itu sadar dari lamunannya.
“Kenapa?” tanyanya heran. Melihat kepolosan sahabatnya Jiyeon benar-benar tertawa. Meskipun tidak mengerti, namun Eunhyuk juga ikut tertawa.

__o0o__

Mereka akhinya makan siang bersama. Sepanjang makan Appa terus mengobrol dengan Sungmin dan Eunhyuk sementara Jiyeon didiamkan. Akhirnya ia menusuk-nusuk ayam goreng dengan garpu, melampiaskan kekesalannya.
“Menyebalkan! Ternyata Appa memang lebih suka anak laki-laki!” gumamnya jengkel.
Yoona hanya bisa menahan tawa. Tapi Jiyeon tidak bisa membenci oppadeul-nya sedikitpun. Terkadang ia hanya kesal.

Tiba-tiba tercium aroma wangi. Jiyeon mengangkat kepalanya. ternyata Eunhyuk menyodorkan secangkir teh beraroma karamel ke hadapannya. Aigoo.. Ini kan teh kesukaannya. Senyum di bibir Jiyeon pun mengembang.
“Hyukppa, kau memang Oppa ku yang paling pengertian di dunia” seru Jiyeon terharu. Sudah berapa kali hari ini ia dibuat terharu. Eunhyuk tersenyum jahil.
“Araseo. Cepat minum sebelum tehnya dingin. Yoona, kau juga harus coba!” Eunhyuk pun menuangkan secangkir lagi untuk Yoona.
“Gomawo” Yoona menyesapnya sedikit. Ekspresinya langsung berubah. Melihat ekspresi yang ditunjukkan Yoona, Eunhyuk tersenyum lebar.
“Enak kan?” tanya Jiyeon.
“iya.” Yoona mengangguk.
“Itu oleh-oleh dari my mommy. Dia membelinya di Hongkong.”
Appa menoleh mendengar Jiyeon menyebut kata Mommy.

“Jinjja? Wah, tapi aku lebih suka teh hijau” ucap Yoona.
“Begitu. Selera kita ternyata berbeda.” Jiyeon mengangguk-angguk.

__o0o__

Begitu sampai rumah, Jiyeon dipapah Eunhyuk duduk di sofa ruang keluarga. Ketika Eunhyuk akan pergi, Jiyeon menahannya.
“Oppa, jangan pergi” Jiyeon menahan tangan Eunhyuk dengan nada memelas. Ah, Eunhyuk bisa membaca apa mau yeodongsaengnya ini. Lantas ia duduk di samping Jiyeon.
“Ada apa?” tanya Eunhyuk. Ia yakin Jiyeon pasti ingin curhat padanya. Selama ini
Eunhyuk memang selalu menjadi tong sampah semua unek-unek Jiyeon dan ia tidak keberatan sedikitpun. Jiyeon juga merasa Eunhyuk adalah seorang pendengar yang baik.
“Eunhyuk Oppa,.. Apa ada seseorang yang kau sukai?”

Eunhyuk terkejut dengan pertanyaan itu. “Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?” Eunhyuk heran. Jiyeon menatapnya dengan pandangan serius.

To be continued…

37 thoughts on “No Other (Part 2)

  1. huaaa!!! bagus ceritanya!!
    tapi penasaran jiyeon disini marganya lee ya, lalu siwon itu oppanya jiyeon di sekolah? bukan oppa kandungkan?
    semakin menarikk ternyata yoona suka sama sungmin, tapi donghae juga suka sama yoona.. dan eunhyuk siapa yg dia suka? yoona kah? aigoo,,
    apa sih hubg. jiyeon dengan kibum? kok dingin banget?!
    menarik!!

  2. yesung kasihan😥
    kibum sama ji ada hubungan apa yah? sikapnya kok kaya gitu?
    ji kenapa tiba” nanya kaya gtu k hyuk?
    next^^

  3. kok tiba2 jiyeon nanya ke eunhyuk dia lg suka ma siapa,,, pa eunhyuk lg suka cwe tp siapa ngak ada tanda1 hyuk suka siapa???
    siwon oppa y jiyeon kok bisa,,, oppa kandung pa sunbae yg dianggap sbg oppa??? soal y sungmin ngak sula ga siwon….
    penasaran abis nih,, pa jiyeon tu satu bapak tp lain ibu sama eunhyuk n sungmin???

  4. Jadi envy dehh jiyeon deket sama suju oppadeul… ∂ķΰ suka cerita nya.. Apalagi ada family genre kayak gini

    Siwon oppa itu oppa kandung apa gmn ya??

  5. Kasihan jiyeon jd dimarahin appa nya, pdhl ia buru2 td krn ingin mengantarkan cd musiknya siwon oppa.. daebak oppa2nya jiyeon baik bgt

  6. Hmmm
    siwon kakak’a jg?
    tp kok marga’a beda
    trus sama sungmin kaya’a tidak terlalu akrab malah terkesan ga baik…

  7. Ceritanya bagus,,
    tapi aku masih belum ngerti hubungan jiyeon dan siwon,, kenapa siwon egois, padahal siwon termasuk oppanya,, karna marga nya berbeda aku agak bingung dengan proses perkenalan mereka dan sepertinya sungmin ga suka sama siwon..

    Jadi penasaran baca part selanjutnya😀

  8. maaf agak bingung… terlalu banyak tokoh dan scene.. >////<
    dari pagi sampe siang udah ada prosesi sarapan – ribut2 mau brangkat sekolah – ribut2 didepan sekolah (ada 2 scene juga yang ini) – kecelakaan – panik di sekolah karena jiyeon nggak dateng2, yang panik juga nggak satu scene doang – rumah sakit – sekolah lagi – resto – rumah…
    mungkin nggak bakal gitu pusing kalo banyak scene dengan tokoh yang minim.. tapi ini tiap scene tokohnya beda2.. T^T jadi agak kelimpungan loncat2nya.. T^T
    tapi berusaha mencerna kok, beneran… T^T

  9. Dimana2 yg paling baik itu sungmin sama siwon,yg nyebelin itu eunhyuk! Wkwkwk😀 aku seneng karna disini castnya berbeda dari biasanya kecuali evil ye-,- wkwkwk keren walaupun kyu belum peka:D#maksud

  10. Wihh pada suka sama yoona?
    jangan2 hyuk juga suka yoona? tp yoona suka nya sama sungmin? nah sungmin suka siapa?
    haiizzz jiyeonn kibum ada sesuatu ya?
    siwon sebenernya siapa nya jiyeonn

  11. waaaahhh msh bnyak teka teki…jiyeon sm kibum ada apa sbtulnya kok dingin bnget?.trus siwon.oppanya jiyeon jg ya.oppa angkat ya maksudnya.yg disukai eunhyuk yonna kah?.yonna sk sungmin.trus donghae sk yonna…waauuu bikin pnsaran…aja ah… (^-^)v

  12. Envy bgt sma Jiyeon, pnya kk 2 laki2, pengertian lgi..😦

    Cast nya terlalu bnyak jdi rada bingung,, Trus pemilihan kata nya rada gimana gtu..

    Tpi kerennn 🙂 ^^

  13. Ada apa antara kibum & Jiyeon ? Cie yoona terpesona sama sungmin oppa ? Rada heran sungmin oppa jiyeon kan,Eunhyuk juga & siwon juga ? Tapi kenapa sungmin dan siwon terlihat kg bersahabat >_< apa diantara mereka ada adik atau kakak tiri ?

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s